Akupansi Hotel Berbintang di Jambi Naik 35.96%

this formate

JAMBI, bisniswisata.co.id: Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jambi mencatat jumlah tamu yang menginap di hotel bintang pada Juli 2018 sebanyak 37.152 orang atau naik 35,96% dari 27.325 orang pada bulan sebelumnya.

Kepala BPS Jambi, Dadang Hardiawan di Jambi, Senin (10/9/2018), mengatakan untuk Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang pada Juli 2018 sebesar 42,18 persen atau lebih tinggi banding TPK bulan sebelumnya yang sebesar 35,75 persen.

Menurut kelasnya TPK tertinggi tercatat pada hotel bintang tiga sebesar 50,58 persen dan terendah pada hotel bintang dua sebesar 27,02 persen. Penurunan TPK hotel bintang pada Juli 2018 dibanding Juli 2017 terjadi pada kelompok hotel bintang dua dan hotel bintang tiga.

Jumlah tamu yang menginap di seluruh hotel bintang pada Juli 2018 sebanyak 37.152 orang. Dimana jumlah tamu nusantara sebanyak 36.653 orang yang terdiri dari 2.896 orang menginap di hotel bintang satu, 5.606 orang menginap di hotel bintang dua, 17.916 orang menginap di hotel bintang tiga dan 10.235 orang menginap di hotel bintang empat.

Sedangkan untuk tamu mancanegara sebanyak 499 orang, seperti dilansir laman Antara, yang menginap di hotel bintang satu hanya ada tujuh tamu asing, hotel bintang dua 23 orang tamu asing, hotel bintang tiga sebanyak 59 tamu asing dan hotel bintang empat sebanyak 410 tamu asing, kata Dadang Hardiawan.

Untuk rasio tamu mancanegara terhadap tamu nusantara pada Juli 2018 mencapai 0,014 artinya bahwa dari 1.000 tamu yang menginap di hotel bintang terdapat 14 orang tamu yang berasal dari mancanegara.

Dibandingkan bulan sebelumnya, angka rasio tamu mancanegara terhadap tamu nusantara pada hotel bintang satu naik menjadi 0,002, pada hotel bintang dua naik menjadi 0,004, pada hotel bintang tiga turun jadi 0,003 dan hotel bintang empat naik menjadi 0,040.

Pada Juli 2018 rata-rata lama menginap tamu mancanegara dan tamu nusantara tertinggi ada pada hotel bintang satu sebesar 1,96 dan terendah di hotel bintang dua yaitu sebesar 1,21. Dibandingkan pada Juni 2018, rata-rata lama menginap hotel bintang satu, hotel bintang dua dan hotel bintang empat turun, sedangkan rata-rata lama menginap hotel bintang tiga naik. (EP)

Singapura Helat Festival Film Horor

this formate

SINGAPURA, bisniswisata.co.id: Cerita horor menjadi candu bagi masyarakat Asia sudah sejak lama. Singapura mencoba menghadirkan festival film horor pertama kali untuk menekankan kegilaan horor bagi masyarakat Asia.

Mm2 Entertainment dan Cathay Cineplexes menjadi penyelenggara untuk Scream Asia Film Festival, festival film horor pertama di Singapura. Acara tersebut akan berlangsung dari 19 hingga 28 Oktober.

Festival itu nantinya akan menyaring sebanyak 11 film layar lebar dan satu film pendek. Salah satu yang akan disajikan adalah Overlord yang diproduksi JJ Abrams.

Acara tersebut dipersembahkan oleh pemenang penghargaan asal Singapura Eric Khoo dan programmer film Korea Selatan Jongsuk Thomas Nam. Scream Asia Film Festival juga menawarkan kelas master film horor yang diajarkan oleh sutradara terkenal Yeon Sang-ho dan Joko Anwar.

Sang-ho merupakan sosok yang mengarahkan film Korea Train To Busan. Film ini berhasil menjadi film Korea terlaris di Singapura, Malaysia, dan Hong Kong.

“Untuk semua pembuat film yang bercita-cita di Singapura dan wilayah ini, saya tidak dapat memikirkan dua direktur yang lebih baik untuk belajar dari Sang-ho dan Joko. Terutama dalam genre horor,” ujar kata Khoo, dikutip dari Channelnewasia, Senin (10/9).

Khoo selaku direktur kreatif festival tersebut, mengatakan, film horor adalah jalan untuk pergi dalam menumbuhkan industri film lokal dan regional. Sebab, anggaran film tersebut cenderung murah dengan penghasilan yang tinggi. “Lihatlah nomor box-office yang dibawa oleh Pengabdi Setan Joko. Sangat luar biasa bahwa film horor adalah film Indonesia terlaris tahun 2017,” ujar Khoo.

Meski film horor sering ditaruh dalam kelas B, Khoo meyakini, bisa menghasilkan kualitas yang baik walau dengan anggaran kecil. Nantinya, peredaran film horor ini akan semakin naik kelas terutama kalau mendapatkan dorong an kreatif yang baik.

Khoo berharap Scream Asia Film Festival akan menjadi media untuk membantu mendorong generasi pembuat film Singapura berikutnya. Rencananya, penyelanggaran tahun depan akan dilengkapi dengan kompetisi pembuatan film pendek. (EP)

Farewell Yellow Brick Road, Tur Perpisahan Elton John

this formate

PENNSYLVANIA, bisniswisata.co.id: Musisi Inggris Elton John resmi memulai tur perpisahan bertajuk Farewell Yellow Brick Road, dengan sebuah konser mewah di Allentown, Pennsylvania, pada akhir pekan lalu. Di konser tersebut, musisi 71 tahun itu memainkan sejumlah lagu hit terbaiknya dan membuat fan mengenang perjalanan kariernya yang telah dimulai sejak 1962.

Diberitakan Reuters, Senin (10/09/2018) konser pada Sabtu (8/9) malam menjadi yang pertama dari 300 jadwal konser yang akan dilangsungkan selama tiga tahun ke depan. Dalam konser itu, John membagikan sejumlah kenangan dalam kariernya yang sudah mencapai setengah abad.

Beberapa di antaranya seperti kontribusi John dalam sejumlah film, video-video musik legendarisnya, hingga kenangan bersama sejumlah tokoh, seperti Aretha Franklin, Nelson Mandela, hingga Stephen Hawking.

“Saya telah menjadi saksi dari sejumlah perubahan sosial, politik, dan budaya yang besar. Saya ingin tur Farewell Yellow Brick Road merayakan hal tersebut,” kata John.

Ketika dirinya menyanyikan Crocodile Rock, gambar para penggemarnya dalam kostum mirip Elton John muncul di layar panggung, dan dalam lagu Candle in the Wind, sebuah film pendek tentang sesi foto Marilyn Monroe diputar.

John menutup konser dengan lagu Goodbye Yellow Brick Road, berkostum setelan merah dan hitam seperti dalam sampul album 1977 tersebut.

Elton John sebelumnya mengumumkan pada Januari lalu bahwa dirinya akan mengadakan tur terakhir dalam sejarah perjalanan kariernya.

Ia menyebut kala itu, alasan berhenti dari panggung tur adalah karena ingin fokus pada keluarganya. John diketahui telah menikah dengan kekasih prianya, David Furnish pada 2014 dan memiliki dua putra dari pernikahannya itu.

“Saya amat mencintai mereka. Saya tak ingin menderita merindukan mereka, begitu juga sebaliknya,” kata John kala itu. “Saya memiliki kehidupan yang baik. Itu akan menjadi cara yang bagus untuk berterima kasih kepada masyarakat,” kata John. “Ini akhir yang besar,”

Hingga kini, John diketahui telah memiliki 30 album studio, empat album live, 16 album kompilasi, tiga album EP, tujuh album soundtrack, dan dua album lainnya. Elton John pun telah menjual lebih dari 300 juta lagu sepanjang hidupnya dengan lebih dari 50 lagu di antaranya masuk TOP 40. (EP)

Saat Makan, Sejumlah Restoran Larang Main Ponsel

this formate

NEW YORK, bisniswisata.co.id: Smartphone atau ponsel pintar saat ini menjadi perangkat tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat modern. Ke manapun pergi, ponsel pintar tak boleh ketinggalan, termasuk ketika menyantap hidangan di meja makan. Sayangnya, menggunakan ponsel pintar selagi makan juga dapat berdampak buruk. Salah satunya, kita kehilangan interaksi nyata dengan orang-orang di sekitar.

Menyadari makin banyak orang yang bermain ponsel ketika makan, baik sekadar untuk memotret makanan atau membalas chat, beberapa restoran menerapkan aturan unik. Pengunjung dilarang keras mengoperasikan ponselnya ketika sedang makan.

“Anda berjalan melewati meja dan di sana ada orang sedang bermain video gim. Ada juga yang menulis catatan bahwa dirinya sedang merayakan ulang tahun pernikahan. Mereka sama sekali tidak bicara dengan orang di dekatnya selama makan,” ungkap John Winterman dari restoran Batard di Tribeca dilansir dari CBS News, Senin (10/9/2018).

Sebuah studi menyebut ponsel pintar menyebabkan kecanduan. Sekitar 50 persen orang tua dan lebih dari 70 persen anak-anak mengaku mereka merasa harus membalas komentar di media sosial atau membalas pesan singkat secepatnya setiap ada notifikasi masuk.

Winterman mengatakan seharusnya orang-orang fokus menikmati hidangan dan mengobrol satu sama lain saat sedang makan bersama. Sejauh ini Winterman belum secara tegas melarang ponsel di restorannya karena ia masih sebatas melakukan pengamatan.

Akan tetapi, sebuah restoran Italia di Queens secara terang-terangan melarang pengunjungnya bermain ponsel ketika sedang makan.
“Tidak ada ponsel di meja saat makan makan. Setiap orang harus bicara dan ini adalah rumahku. Ketika anda datang ke rumahku, restoran ini, inilah aturan yang harus ditaati,” jelas Mario Gigliotti pemilik restoran Italia, Il Triangolo.

Bisa jadi aturan tersebut tidak menyenangkan untuk sebagian pengunjung. Namun Gigliotti menilai menjauhkan diri dari ponsel dan berinteraksi dengan orang lain adalah langkah penting untuk menjaga atmosfir sosial di restorannya. (EP)

14 September – 23 November 2018, GAMIFest 2018

this formate

TAKENGON, ACEH TENGAH, bisniswisata.co.id: Aceh memiliki seni dan budaya yang luar biasa, bahkan sudah mendunia. Sebut saja Tari Saman, semua orang pasti sudah tahu. Malah tarian ini dikagumi dunia internasional. Selain Saman, juga ada Tarian Ratoh Jaroe. Kebudayaan Aceh ini, sukses menyita perhatian dunia saat pembukaan Asian Games 2018.

Bukan hanya itu, kekayaan seni budaya Aceh lainnya juga bakal dapat dinikmati dalam Gayo Alas Mountain International Festival (GAMIFest) 2018, yang digelar di Lapangan Musara Alun, Takengon, Aceh Tengah, selama tiga bulan mulai pembukaan pada 14 September hingga 23 November 2018.

Konsep GAMIFest 2018 juga bakal diisi dengan sport tourism, pameran, hingga pameran dengan melibatkan empat Kabupaten di Aceh yakni Kabupaten Bener Meriah, Aceh Tengah, Aceh Tenggara, dan Gayo Lues.

GAMIFest 2018 ini akan digelar meriah. Sebab, eventnya melibatkan empat kabupaten dengan kekhasannya. Beragam atraksi akan disajikan. Komposisinya disesuaikan daerah masing-masing. Wilayah Aceh Tengah, misalnya akan menyajikan karnaval dan pameran budaya. Seperti tarian massal, pameran foto pesona kawasan tengah Aceh, juga aksi budaya lainnya. Warna lain ditunjukan melalui aksi olahraga wisata dan paralayang.

Sementara di Kabupaten Bener Meriah akan digelar Festival Panen Kopi, Burni Telong Expidition, serta Aceh Bike Cross Country. Demikian dengan di Kabupaten Aceh Tenggara atau Kutacane, Festival Arung Jeram dan Festival Leuser Agara akan menjadi rangkaian GAMIFest.

Kabupaten Gayo Lues juga akan turut serta dengan menghadirkan Saman sebagai andalan, dengan menghadirkan Festival Budaya Saman lewat even Saman Sara Lo Sara Ini atau Saman Dua Hari Dua Malam, dengan melibatkan 11 Kampung di 11 Kecamatan di Kabupaten Gayo Lues.

Setelah digelar berurutan, Belangkejeran dan Gayo Lues, akan menjadi tempat penutup GAMIFest 2018 pada 24 November. Acara penutupan bakal diisi dengan Saman Roa Lo Roa Ingi atau Saman Dua Hari Dua Malam. Dibawakan kolosal, pertunjukan Tari Saman ini akan diikuti oleh 15.000 penari yang berasal dari 140 desa di wilayah Gayo Lues.

Sejumlah negara sahabat juga akan dilibatkan dalam pentas Tari Saman yang dikuti oleh 15.000 penari. Pengembangan dari Tari Saman, yakni ada lokakarya untuk perwakilan negara sahabat. Selain tarian massal, nantinya ada juga pendirian Saman Centre. Ada juga workshop Saman bagi peserta perwakilan dari negara sahabat.

Pada 2017, Tari Saman berhasil memecahkan rekor dengan 12.267 penari sehingga masuk ke dalam catatan rekor MURI. Syafruddin menuturkan tari Saman itu juga dinilai sebagai warisan dunia dan menjadi simbol harmoni di bumi.

Gayo merupakan nama suku kedua terbesar setelah Suku Aceh, yang tersebar di Takengon, Bener Meriah dan Gayo Lues. Sementara Alas adalah nama suku yang menempati Kabupaten di Aceh Tenggara, dengan nama ibukota Kutacane. GAMIFest merupakan sebuah usulan dari Presiden Joko Widodo setelah meresmikan Bandara Rembele Takengon pada 2 Juni 2016 di Kabupaten Bener Meriah, Aceh.

Presiden saat itu sempat menyinggung keinginannya agar membuat kegiatan yang berkaitan dengan kebudayaan dan pariwisata di Dataran Tinggi Gayo-Alas. Kemudian sejumlah tokoh Gayo yang ada di Jakarta merespon itu dan membahas agenda kegiatan bersama perwakilan Pemerintah Aceh dan Kemenko PMK, disepakatilah nama kegiatan GAMIFest 2018.

Bertajuk “The Power of Nature,” Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh telah merilis dua puluhan event kebudayaan dan pariwisata yang diusung oleh komunitas di Takengon, yakni tari massal, handycraft and photo expo, Pentas Wonderful Gayo Alas, Coffee and Culine]ary Festival, Jet Ski Exhibition yang akan digelar di Danau Laut Tawar, Paramotor Show, Takengon Rafting di Sungai Peusangan, Pawai Budaya Gayo Alas, Pacu Kuda Tradisional, Lomba Perahu Tradisional, Camping 100 Tenda, dan beragam atraksi lainnya.

Program ini merupakan gagasan Flatfom Indonesiana yang menggandeng Kemendikbud RI dengan pemerintah daerah berjuluk Negeri Seribu Bukit tersebut. Presiden Joko Widodo dijadwalkan membuka GAMIFest 2018 di Lapangan Musara Alun, Takengon, Aceh Tengah, pada 14 September 2018. (redaksibisniswisata@gmail.com)

Gaun Pengantin dengan Kantong Kian Ngetren

this formate

LONDON, bisniswisata.co.id: Menempatkan kantong atau saku di gaun pengantin tengah menjadi tren yang berkembang. Perkembangannya diperkirakan akan terus terjadi hingga beberapa tahun ke depan. Tren ini mencerminkan adanya pergeseran di hampir setiap bidang pernikahan kontemporer.

Pendiri situs perencana pernikahan online Bridebook, Hamish Shephard menjelaskan, tren ini mencerminkan adanya pergeseran hampir setiap bidang pernikahan kontemporer. “Penambahan kantong untuk gaun pengantin mendapatkan momentum khusus tahun ini dan pasti akan mempertimbangkan melakukannya selama beberapa tahun ke depan,” kata Hamish seperti dilansir The Independent, Senin (10/09/2018)

Dilanjutkan, dari desainer pengantin paling top hingga desainer pengantin jalanan, kantong atau saku dalam gaun pengantin tidak lagi hanya sebagai aksen gaya dan praktis. Namun benar-benar fungsional seperti untuk dapat menyimpan ponsel yang akan digunakan swafoto di lantai dansa.

Hal serupa juga diungkapkan pendiri dan CEO Weddingplanner.co.uk, Robin Weil, yang setuju tren kantong dalam gaun telah meningkat sebagai akibat pengantin wanita memprioritaskan kenyamanan dan kepraktisan. “Kami melihat tren ini sekarang selama beberapa musim terakhir. Saya pikir itu cukup praktis dan sepertinya banyak pengantin setuju, tetapi kantong-kantong itu lebih berguna menyimpan tisu daripada ponsel,” tuturnya.

Pemilik Mirror Mirror Couture, Maria Yiannikaris menjelaskan, sekarang hal itu tidak akan menjadi masalah. Ia juga sudah merancang sejumlah gaun dengan kantong untuk para pelanggannya. “Masyarakat berubah dan semuanya menjadi lebih santai,” ujarnya kepada The Times.

Seorang manajer penjualan butik pengantin Sassi Holford di London, Christine Sancha, juga telah memperhatikan peningkatan pengantin yang meminta gaun saku. Menurutnya, pengantin wanita lebih merasakan kenyamanan di hari pernikahan. “Pelanggan menjadi sangat senang ketika mereka mencoba gaun dengan saku. Ini cenderung membuat mereka merasa lebih nyaman,” ungkapnya kepada The Times.

Industri pernikahan tak jauh berbeda dengan industri fesyen. Setiap tahun, selalu ada tren baru yang muncul di perhelatan pesta pernikahan. Memasuki bulan-bulan terakhir 2018, pelaku industri pernikahan mulai mengendus apa yang akan menjadi tren pada 2019.

Hamish Shephard dari aplikasi wedding organizer Bridebook.co.uk memaparkan prediksinya untuk tahun depan. Dilansir dari Independent, berikut beberapa hal baru pesta pernikahan yang diramalkan akan jadi tren tahun 2019.

#. Gaun pesta lebih nyaman dan fungsional

Dewasa ini, pengantin wanita lebih menomorsatukan kenyamanan gaun pesta ketimbang keindahannya. Shephard memprediksi ke depan gaun-gaun pesta dengan saku atau kantung akan bermunculan. Di saku tersebut, pengantin dapat menyimpan benda-benda kecil yang dinilainya penting untuk dibawa sepanjang pesta berlangsung. Wanita yang menikah di 2019 kemungkinan juga mengambil gaun pernikahan Meghan Markle sebagai inspirasinya. Potongan gaun yang sederhana tanpa banyak detil seperti gaun besutan Givenchy tersebut akan makin banyak dilirik calon pengantin.

#. Lebih berwarna

Jika prediksi Shephard tidak meleset, tahun depan pesta pernikahan akan lebih berwarna. Warna-warna konvensional yang selama ini identik dengan pernikahan seperti putih atau kuning gading akan sedikit tersisihkan. Sebagai gantinya, pesta pernikahan mengambil tema warna yang lebih mencolok seperti merah, merah muda, atau oranye. Menurut Shephard pamor gaun pernikahan warna metalik atau kuning emas pun ikut terkerek tahun depan.

#. Pesta lebih peka lingkungan

Tema pesta yang ramah lingkungan dan peduli terhadap sesama mulai dikenalkan dalam hajatan pernikahan. Menu makan serba organik, bunga yang bisa ditanam kembali, serta meminimalkan penggunaan plastik adalah beberapa contoh penerapannya. Sepupu Pangeran Harry, Putri Eugenie, belum lama ini mengungkap pesta pernikahannya dengan Jack Brooksbank akan digelar bebas plastik. Shephard juga menuturkan menyumbangkan hadiah pernikahan untuk gerakan amal juga bisa menjadi tren. Hal tersebut sudah dicontohkan oleh Pangeran Harry dan Meghan Markle yang mendonasikan seluruh hadiahnya untuk kegiatan amal.

#. Adopsi teknologi

Video-mapping dan drone kini semakin banyak diadopsi untuk berbagai acara tak terkecuali pernikahan. Shephard mengatakan penggunaan teknologi-teknologi tersebut akan menciptakan atmosfer tersendiri terutama dalam hal pendokumentasian pesta. Menurutnya menyorot suasana pesta dari ketinggian menggunakan drone adalah salah satu ide bagus. (EP)

Berwisata di Alam Terbuka bisa Hilangkan Stres Lhoo…

this formate

NEW YORK, bisniswisata.co.id: Ketika akhir pekan datang, kebanyakan orang khususnya kaum pekerja ingin menghabiskan satu hari itu untuk bersantai, berwisata sebelum kembali ke rutinitas kerja pada keesokan harinya.

Sebagian orang mungkin tidak ingin beranjak dari tempat tidur. Beberapa lainnya mungkin lebih memilih untuk menghabiskan waktu dengan menonton serial drama kesukaan di platform film streaming. Atau seharian main games, bahkan ada yang memasak bersama keluarga. Juga menonton bioskop. Itulah kesibukan akhir pekan atau suasana liburan.

Meski begitu, Heather Silvestri, psikolog yang berbasis di New York, Amerika Serikat (AS) menyatakan bahwa santai pada Minggu seharusnya tetap diisi dengan rutinitas yang jelas. Misalnya, berolahraga di alam terbuka, seperti mendaki, bersepeda, berenang, yoga di taman, dan lainnya, sehingga tidak sekedar berleyeh-leyeh di dalam ruangan.

Namun, olahraga tersebut, katanya, tak perlu dilakukan terlalu berat. Sebab, justru bisa menciptakan stress baru.
“Inti dari kegiatan ini adalah untuk menikmati waktu Anda dan merasa bersemangat dan aktif, bukan untuk menghasilkan kesuksesan lain,” ucapnya, seperti dikutip dari Bustle, Senin (10/09/2018).

Bila latihan olahraga terasa melelahkan, ada cara lain yang bisa diikuti. Menurut Qing Li, penulis buku Forest Bathing: How Trees Can Help You Find Health and Happiness, setidaknya memandangi alam terbuka selama lima menit pada hari Minggu dapat menghilangkan rasa stress.

“Dengan berada di alam, Anda dapat terhubung melalui indera penglihatan, pendengaran, rasa, bau, dan sentuhan. Membuka indera bisa menjembatani kesenjangan antara kita dengan alam,” ujarnya.

Studi dari Journal of Environmental Science and Technology menyebutkan berada di alam pada akhir pekan ampuh untuk menciptakan suasana positif pada hati Anda, sehingga meredakan kecemasan sebelum kembali ke rutinitas kerja.

“Dalam sebuah meta analisis dari 10 penelitian, mereka yang keluar dan bergerak hanya lima menit pada satu waktu bisa meningkatkan mood suasana hati dan kepercayaan diri,” tulis jurnal tersebut.

Studi lain dari Proceedings of the National Academy of Sciences of the United States of America menyebutkan bahwa berada di alam terbuka juga bisa meningkatkan fungsi kekebalan tubuh seseorang dan mencegah munculnya penyakit. (EP)

Desa Wisata Tridadi: From Flory to Glory

this formate

SLEMAN, bisniswisata.co.id: “Salah satu hal tersulit dalam hidup adalah tetap menjadi dirimu sendiri ketika semua orang berusaha mengubahmu menjadi orang lain. Kebahagianmu tidak ditentukan oleh orang lain, tapi oleh dirimu sendiri. Apa yang kamu lakukan hari ini akan menentukan bahagia masa depanmu,”

Kalimat-kalimat ini sepertinya telah melekat kuat menjadi sebuah niat, bahkan kebulatan tekad. Pada 7 Juni 2015, sebanyak 20 pemuda di Kampung Flory menambatkan ikrarnya ingin berbuat sesuatu agar desanya maju dan sejahtera.

Di tangan para local champion ini, mereka menggerakkan bidang pertanian dengan visi meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa, terutama anak-anak muda Desa Tridadi. Melalui konsentrasi di bidang usaha pertanian, Kampung Flory di Jugang Pangukan, Desa Tridadi, Kecamatan Sleman, Kabupaten Sleman DI Yogyakarta, kini telah menjadi tanah gemah ripah loh jinawi.

Tetesan keringat para local champion itu kini telah menjelma tanaman hias, buah, herbal, sayur-sayuran, edukasi dan wisata (magang dan outbond), kuliner, serta jasa rawat tanaman, dan jual bibit tanaman hias. Memang berada di desa wisata Kampung Flory.

Suasana desa memang segar, asri serta dirimbuni tanaman hias yang sebagian sudah dilokalisir menjadi tanaman siap petik untuk dikirim ke pelanggan. Tanaman hias ini biasanya dipergunakan untuk mempercantik panggung di acara seminar, rapat, hajatan, maupun acara lain.

Di seberang kampung Flory, ada lokasi rumah makan dan jembatan dari bambu yang masih dalam taraf akhir pembangunan. Suasana pedesaan ini masih kental mewarnai lingkungan sekelilingnya. Seandainya rumah makan ini sudah berfungsi, pasti akan kebanjiran para pengunjung.

Wisatawan lokal maupun mancanegara dipastikan juga akan mengalir untuk menikmati suasana desa wisata Kampung Flory yang asri. Bahkan mereka tak segan menginap jika tersedia penginapan di sana. Tak bisa dibayangkan, pundi-pundi rupiah akan segera mengalir ke sana. Mengangkat angka pertumbuhan dan menciptakan lapangan kerja baru di desa pinggiran ini.

Suasana asli Kampung Flory akan menjadi modal kearifan lokal desa yang siap dieksplor. Langkah pemuda desa ini, Dan, desa wisata ini sebentar lagi akan mengeliat menjadi kekuatan ekonomi yang mandiri dan mampu memenuhi kebutuhan desanya sendiri. Ini akan menjadi momentum keberhasilan, kerja keras, dan hasil jerih payah dari warga desa yang merintis alam pertanian.

Ada sinergitas antara warga Desa Tridadi dengan Pemerintah Daerah Sleman. Warga Kampung Flory memperoleh dukungan di bidang hortikultura, bantuan teknis, dan fasilitasi sarana prasarana pendukung. Dan pemerintah daerah Sleman mengembangkan program agrowisata pertanian dengan kegiatan wisata yang dilakukan di kawasan pertanian.

Program ini menyajikan pemandangan alam kawasan pertanian dan aktivitas di dalamnya seperti persiapan lahan, penanaman, pemeliharaan, pemanenan, pengolahan hasil panen, sampai dengan pemasaran.

Tujuan program ini menumbuhkembangkan pertanian sebagai penyumbang sumber pendapatan daerah Sleman. Juga mendorong komoditas tanaman hias dan buah menjadi pemasok kebutuhan tanaman di Yogyakarta. Bahkan menumbuhkan aktivitas perekonomian daerah melalui pemanfaatan komoditas unggulan daerah. Terakhir, memikat generasi muda agar jadi pelaku usaha pertanian yang mampu memberikan kesejahteraan.

Apa pemicu akslerasi kegiatan pertanian yang terintegrasi dengan kegiatan pariwisata? Pertama, modal sosial yang kuat dari petani dan memiliki local champion yang mumpuni sehingga mempermudah jalan usaha. Kedua, memiliki program klaster tanaman hias dan buah yang ada di kawasan Sleman ini. Akselerasi ini bertujuan meningkatkan aktivitas perekonomian daerah melalui komoditas tanaman hias dan buah.

Ketiga, bagaimana meningkatkan pendapatan masyarakat dan menarik minat generasi muda untuk bertani sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan di desanya sendiri. Keempat, bagaimana menumbuhkembangkan sektor pertanian sebagai sektor diversifikasi wisata di Kabupaten Sleman.

Program akselerasi bersifat multiyear. Tahun pertama, peningkatan kuantitas, kualitas, dan daya saing pembenihan tanaman hias melalui teknologi green house, Sekolah Tani, bimbingan teknis administrasi dan keuangan, pemanfaatan teknologi green house untuk pembenihan tanaman hias dan buah.

Tahun kedua, penguatan kelembagaan Kampung Flory, diversifikasi produk tanaman hias (tanaman anggrek), implementasi transaksi nontunai, pemanfaatan bantuan green house tanaman anggrek, pendirian Koperasi Tani.

Tahun ketiga, penguatan Kampung Flory menjadi destinasi edukasi wisata pertanian, Sekolah Tani jilid III, akses penguatan dan kemitraan keuangan, e-commerce/digital marketing, serta penyelenggaraan Festival Anggrek.

Namun, belum selesai pemandu menjelaskan perkembangan Kampung Flory, tiba-tiba ada serombongan tamu datang. “Itu rombongan dari Bank Indonesia, dari Kantor Pusat Jakarta dan Kantor Perwakilan Yogyakarta”, kata seorang pemandu desa wisata Tridadi seperti dilansir laman Wartaekonomi, Senin (10/09/2018)

“Rombongan dipimpin Sugeng, anggota Dewan Gubernur Bank Indonesia. Mereka datang akan menyerahkan sekaligus meresmikan bantuan berupa menara wifi dan aplikasi online untuk digital tourism dan bangunan green house yang lokasinya sudah kita lihat tadi mas,” jelasnya.

Memang urusan pemberdayaan masyarakat dan desa binaan, Bank Indonesia (KP maupun kantor perwakilan di daerah) termasuk “tanggap lingkungan” dan concern dalam upaya mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Keberpihakan pemda setempat dan keterlibatan Bank Indonesia sangat tepat.

Apalagi saat ini, Kampung Flory masih terus menggeliat – berproses dan terus berkembang. Para local champion tak lagi ragu memerlukan dukungan kedua pihak tersebut untuk memantapkan langkah. Obsesi menciptakan unit usaha berteknologi dalam rangka meningkatkan nilai tambah pendapatan kelompok dan ketersediaan tanaman hias telah terealisasi dengan adanya sumbangan menara wifi dan aplikasi online untuk digital tourism serta satu unit bangunan green house.

Dengan sumbangan ini para local champion akan mampu membuat dan mengembangkan berbagai produk tanaman hias seperti aglonema, puring dll. Tak hanya rasa optimis dan semangat saja yang meningkat, tetapi angka pengunjung field trip dan tourism dipastikan akan meningkat.

Pemerhati Masalah Ekonomi Pinggiran Dwi Mukti Wibowo menilai Desa wisata Tridadi dari Kampung Flory menjadi Kampung Glory. Dari semula kampung, kini berkembang besar menjadi desa agribisnis yang berwawasan wisata dan teknologi.

“Prestasi ini membuka wawasan agribisnis para anggota kelompok tani, sekaligus membuka mindset petani jika dengan meningkatkan sinergi dan penguatan kelembagaan, hasilnya dipastikan dapat meningkatkan kemampuan manajemen dan profesionalisme organisasi kelompok yang dapat meningkatkan produktivitas petani menuju kesejahteraan petani,” lontarnya.

Menurut Dwi, dengan kemajuan yang telah dicapai Kampung Flory, para pemuda pendahulu yang telah merintis dan mengawali menjadi local champion dalam upaya menyejahterakan warga kini telah memberikan keyakinan pada warga jika masa depan dan kebahagiaan adalah sama.

Keduanya harus diperjuangkan dan diwujudkan sendiri, oleh warga sendiri. Pada akhirnya, perjuangan mereka tidak hanya memperoleh merasakan bahagia, tapi juga dapat memberikan bahagia. Kepada warganya, kepada masyarakat sekelilingnya, dan kepada pendatang yang ikut merasakan bahagianya, sambungnya. (EP)

Forriz Hotel Yogya Sandang Bintang Tiga

this formate

YOGYAKARTA, bisniswisata.co.id: Forriz Hotel Yogyakarta kini resmi menyandang bintang tiga. Status itu disandang setelah melalui proses panjang sertifikasi yang dilakukan Lembaga Sertifikasi Usaha (LSU) Adi Karya Wisata. Bahkan prosesnya sempat mengalami penundaan dalam pemberian sertifikat klasifikasi.

Beruntung perjalanan panjang mendapatkan sertifikasi berakhir, pada Sabtu (8/9) dengan secara resmi pemberian Sertifikat Klasifikasi Hotel Bintang Tiga yang berlangsung di Hotel Forriz Yogyakarta.

“Penyerahan ini semakin membuktikan eksistensi Forriz dalam dunia pariwisata maupun perhotelan di Indonesia,” papar Direktur LSU Adi Karya Wisata, Henny Welsa saat menyerahkan kepada General Manager Forriz Hotel Yogyakarta, Sumardi. Dari Sumardi secara simbolis menyerahkan sertifikat ke Owner Forriz Hotel Yogyakarta, Sugiyanto.

Henny Welsa menilai Forriz mendapatkan skor cukup baik selama proses audit. Penundaan sempat terjadi sebagai komitmen tinggi pemberian sertifikat klasifikasi. Walau mengenal baik pengelola maupun pemilik Forriz, pemberian sertifikat klasifikasi tetap mengedankan aturan ditetapkan pemerintah.

“Kami mengapresiasi Forriz yang mampu memenuhi syarat-syarat yang dibutuhkan. Dan segala persiapan sebagai hotel bintang tiga sudah terpenuhi Forriz Hotel Yogyakarta,” kata Henny dalam keterangan tertulis, Ahad (09/09/2018).

Diakui, terkadang pelaku usaha menemui kesulitan mengukur diri sendiri, dan dibutuhkan orang luar untuk mengukur usaha tersebut. Sebab, efeknya akan berpengaruh kepada pelanggan jika kekurangan-kekurangan tidak dapat diidentifikasi.

“Perbaikan-perbaikan yang dilakukan pelaku-pelaku usaha akan berdampak kepada kepuasan konsumen. Kami heran, ada pelaku-pelaku usaha yang menghindari badan-badan pengawasan, yang memiliki kemampuan meningkatkan kualitas usaha.” lontarnya.

Untuk itu, ia berharap ke depan Forriz Hotel Yogyakarta terbiasa menjalani proses-proses itu, demi peningkatan kualitas pelayanan. Henny turut berharap, Forriz Hotel Yogyakarta ke depan mampu meningkatkan kualitas pelayanan yang dimiliki. “Harapannya, minimal mendapatkan nilai yang jauh lebih baik atau maksimal di klasifikasi bintang tiga,” sambungnya.

General Manager Forriz Hotel Yogyakarta, Sumardi, mengaku gembira dengan diraihnya sertifikat klasifikasi bintang tiga. Ini merupakan hadiah atas perjuangan panjang yang telah dilalukan Forriz Hotel Yogyakarta untuk meningkatkan kualitasnya.

Pemilihan tanggal delapan sendiri memiliki filosofi khusus bagi Sumardi. Angka delapan yang strukturnya tidak memiliki ujung, diharapkan menjadi simbolisasi kesuksesan Forriz Hotel Yogyakarta yang kesuksesannya terus berputar dan tidak terhenti. “Semoga momen ini bisa membawa berkah bagi kita semua,” kata pria yang akrab disapa Cak Mardi tersebut.

Mardi meyakini, setelah diraihnya sertifikat klasifikasi bintang tiga ini, Forriz Hotel Yogyakarta mampu menjadi lebih baik. Ia menuturkan, keyakinan itu dapat dilihat pula dari grafik pencapaian sampai Agustus 2018 ini yang terus memberikan warna positif.

Ke depan, Mardi mengungkapkan, giliran sertifikasi halal untuk makanan dan minuman Forriz Hotel Yogyakarta yang akan dikejar. Ia berharap, usaha-usaha yang dilakukan Forriz Hotel Yogyakarta demi meningkatkan kualitas selama ini mampu berbuah manis. “Mudah-mudahan apa yang kita lakukan tidak menjadi satu kesia-siaan,” ujar Mardi.

Sejak resmi beroperasi pada 22 Juni 2017, Forriz Hotel Yogyakarta kini telah memasuki usia satu tahun dua bulan. Walau masih muda, Forriz telah mampu meraih sertifikat klasifikasi bintang tiga dan tengah mengejar sertifikasi halal.

Forriz memiliki 116 kamar dengan empat tipe mulai Superior, Deluxe, Suite dan Forriz Suite yang menghadirkan Living Room. Ada pula paket-paket menarik mulai Wedding, Romantic Dinner, sampai paket makan Family Style untuk 6-10 orang. (redaksibisniswisata@gmail.com)

Hati-hati, Airport Security Bin Sumber Virus

this formate

FINLANDIA, bisniswisata.co.id: Para pelancong, bisnisman maupun penumpang pesawat yang kerap pergi ke dalam maupun luar negeri, pasti kenal betul dengan sebuah bin atau kotak untuk menaruh tas dan barang-barang pribadi saat di pintu pemeriksaan bandara.

Kotak yang sering juga disebut dengan airport security bin ini, sekilas tidak kotor, aman-aman saja. Namun demikian harus meningkatkan kewaspadaan dan berhati-hati. Pasalnya, kotak tempat menaruh barang saat pemeriksaan itu ternyata lebih kotor dari toilet! Kok bisa?

Menurut pemberitaan dari BMC Infectious Diseases, Ahad (09/09/2018) seperti ditulis Mens Health, ternyata ada 10 virus pernapasan, termasuk virus demam dan flu yang paling sering ditemukan. Hasil penelitian dan pemeriksaan Media itu, semua bin yang tersedia di bandara Helsinki-Vantaa, Finlandia, tidak beres dan menjadi sumber penyebaran virus yang mengganggu perjalanan.

Para penelti mengunjungi bandara Finlandia beberapa kali pada masa-masa penyakit flu mewabah, selama 2015-2016. Mereka kemudian mengambil contoh kuman yang terdapat di kotak tersebut pada jam-jam sibuk di pagi, siang, sore, dan tengah malam.

Setelah menguji dan memeriksa kuman yang mereka jadikan sample, ternyata diketahui kotak berbahan plastik memiliki lebih dari kuman yang ada di barang dan wilayah lain di bandara, termasuk tombol flush toilet, tombol lift, dan mesin check-in bandara.

Karenanya, berhati-hatilah bahwa kuman ini bisa menimbulkan berbagai penyakit. Surat kabar tersebut juga mewartakan, berbagai penyakit tersebut termasuk flu, demam, dan bahkan bronkitis.

Airport security bins memiliki lebih banyak kuman lantaran semua orang yang pergi ke bandara menyentuhnya. Sementara, kotak berbahan plastik itu tidak pernah dibersihkan sesering toilet di bandara. Bahkan kotak kecil itu setiap hari dipakai, dipegang tangan jutaan penumpang pesawat dan tersedia bertahun-tahun namun tak pernah dicuci sama sekali.

Karena itu, penting buatmu untuk selalu menjaga kesehatan dengan perbanyak makan buah yang bisa menghalau radikal bebas dan juga berbagai penyakit. Juga buah dan makanan sehat lainnya yang bisa meningkatkan sistem kekebalan tubuh. (EP)