IMF–Word Bank Meeting, Danau Toba Raih Investasi Rp 6,1 T

this formate

NUSA DUA, BALI, bisniswisata.co.id: Pengembangan destinasi wisata Danau Toba dilakukan menggunakan pendekatan eco-tourism. Hal itu disepakati oleh Badan Pelaksana Otorita Danau Toba (BPODT) dengan tujuh investor saat penandatanganan kerja sama di Bali, Kamis (11/10).

“BPODT menyambut sangat baik para investor yang berkomitmen tinggi untuk mengembangkan Danau Toba sebagai kawasan eco-tourism,” kata Direktur Utama BPODT Arie Prasetyo dalam keterangan resmi secara tertulis, Jumat (12/10/2018).

Penandatanganan kerja sama antara pemerintah dan investor menyepakati anggaran investasi senilai Rp 6,1 triliun atau sekitar 400 juta dolar AS dengan lahan pengembangan seluas 77,5 hektar (ha). Penandatanganan perjanjian investasi diselenggarakan dalam rangkaian acara menjelang IMF – Word Bank Group Annual Meeting dalam Forum Pembangunan Berkelanjutan Tri Hita Karana ke-2 di Bali.

BPODT memastikan para investor melakukan pengembangan dengan pendekatan eco-tourism, yaitu pengembangan yang menjaga kelestarian lingkungan, pengembangan yang melibatkan pemberdayaan sosial-ekonomi masyarakat di sekitar Danau Toba, serta pengembangan dengan menjaga kearifan lokal dan tradisi warisan budaya setempat.

Arie menjelaskan kerja sama yang terjalin tidak hanya menyoal solusi investasi saja. Namun, pemerintah dan investor memastikan proses pengembangan berjalan sesuai pendekatan eco-tourism yang menjaga keharmonisan alam, manusia, dan aspek spiritual.

Arie menjelaskan investor memulai pengembangan dengan membangun fasilitas-fasilitas penunjang pariwisata, seperti hotel dan resort berstandar internasional, MICE (meeting, incentive, convention, and exhibition), agro-forestry, pertanian organik, wisata desa, dan pendidikan tentang pariwisata.

Selain itu, dibangun pemberdayaan sosial-ekonomi yang memungkinkan masyarakat di wilayah pariwisata Danau Toba dan sekitarnya menjadi sejahtera. “Luas area yang dimanfaatkan lebih dari 386 hektare di Kabupaten Toba Samosir untuk pengembangan Lake Toba Eco-Cultural Tourism Development,” lontarnya.

Tenaga Ahli Menteri Pariwisata dan Ketua Pokja Bidang Percepatan Pembangunan 10 Destinasi Pariwisata Prioritas, Hiramsyah S. Thai menganggap peran swasta penting untuk mewujudkan Danau Toba sebagai destinasi wisata berkelas dunia.

Pemerintah memberikan dukungan penuh melalui Strategi Pengembangan Pariwisata “3A” yaitu, Atraksi (mencakup sembilan Portfolio Strategi Pariwisata), Akses (dengan panduan Pemerintah), dan Amenitas (melibatkan sektor swasta).

Selain itu ada dukungan pembangunan infrastruktur, kemudahan perizinan, dan hal terkait lainnya. “Saya yakin, para pelaku bisnis industri pariwisata dapat bergerak cepat untuk melakukan pengembangan,” ujar Hiramsyah.

Pemerintah telah melakukan terobosan meningkatkan kepariwisataan Indonesia agar dikenal di dunia internasional, termasuk mengupayakan agar Geopark Kaldera Toba mendapat pengakuan sebagai UNESCO Global Geopark. Pada 2019, Industri Pariwisata diproyeksikan menyumbang devisa terbesar di Indonesia yakni sebesar 20 miliar dolar AS.

Indonesia menargetkan sektor pariwisata menjadi yang terbaik di kawasan regional, bahkan melampaui ASEAN. Saat ini country branding Wonderful Indonesia menempati posisi 47 dunia dengan perbandingan ‘Truly Asia Malaysia’ pada peringkat 96, dan ‘Amazing Thailand’ peringkat 83. (redaksibisniswisata@gmail.com)

Gaet Turis Muslim, Kamboja Kembangkan Wisata Halal

this formate

PNOM PENH, bisniswisata.co.id: Pemerintah dan industri pariwisata di Kamboja juga mulai mengembangkan wisata halal untuk menggaet kunjungan wisatawan muslim dari negara-negara di Asia Tenggara dan Timur Tengah.

Informasi dari Kedutaan Besar RI di Kamboja, Kamis (11/10) menyebutkan sejumlah investor mengembangkan wisata halal di negara bekas jajahan Prancis itu. Negara terkenal dengan objek wisata berupa kuil itu, terdapat perkampungan Champa yang merupakan kawasan permukiman penduduk Muslim asli warga Kamboja.

Sekretaris Pertama Kedutaan Besar RI di Phnom Penh Avi Dewani Sari Harahap menyebutkan setiap perayaan Idul Adha, banyak wisatawan datang dari Malaysia dan Timur Tengah. “Banyak juga restoran yang mengembangkan wisata halal di sini,” kata Avi.

Industri pariwisata di Kamboja berkontribusi sekitar 30 persen dari GDP Kamboja. Serta menyerap jumlah tenaga kerja sekitar 650 ribu orang.

Menurut laporan Kementerian Pariwisata Kamboja, selama 2017, jumlah wisatawan inbound yang berkunjung ke Kamboja sebanyak 5,6 juta wisatawan dengan total penerimaan negara sebesar 3.63 miliar dolar AS (meningkat 12,3 persen dibanding tahun 2016).

Dengan tren pertumbuhan sektor pariwisata yang terus meningkat, Pemerintah Kamboja optimistis mencapai tujuh juta wisman tahun 2020. Sementara itu, outbound turis Kamboja pada 2017 tercatat sejumlah 1,75 juta orang atau meningkat 22,2 persen dibandingkan tahun 2016.

Sekretaris Pertama Kedutaan Besar RI di Phnom Penh Made Santi Ratnasari menyebutkan dari jumlah wisatawan Kamboja tersebut yang mengunjungi Indonesia baru sekitar 6.000 orang. “Sementara jumlah wisatawan Indonesia yang mengunjungi Kamboja mencapai sekitar 40 ribu,” katanya, Jumat (12/10/2018).

Ketua Asosiasi Muslim Kamboja, Sos Mossin, mengatakan, dalam pertemuan antara Perdana Menteri Kamboja Hun Sen dengan Perdana Menteri Malaysia Najib Razak, Malaysia bersedia membiayai pelatihan skema standardisasi halal di Kamboja. Selain itu, Kamboja meminta bantuan teknis dari Thailand terkait isu ini.

Bulan lalu, kata Mossin, Kementrian Perdagangan Kamboja menerbitkan aturan untuk mengembangkan standardisasi produk halal. Begitu semua rampung, para pelaku bisnis dan restoran akan bisa mengajukan sertifikasi halal melalui kementrian.

Sejauh ini, pelatihan yang digelar banyak membahas seputar daging mulai dari metode penyembelihan hewan hingga proses menirisan darah hewan sembelihan. Jaminan daging halal sendiri merupaka hal langka di Kamboja.

“Produk halal itu penting. Tapi, kebanyakan restoran dan perusahaan tidak paham soal standar halal. Meski produk berlogo halal sudah ada, Kamboja belum punya produk terstandar halal,” kata Mossin seperti dikutip Phnom Penh Post akhir pekan lalu.

Banyak negara mengekspor ke negara Muslim lain dan negara-negara Eropa. Kamboja, kata Mossin, ingin bisa mengundang lebih banyak investor ke Kamboja sehingga bisa membantu peningkatan pendapatan negara.

Impelementasi halal, lanjut Mossin, tak hanya pada pemotongan hewan, tapi juga restoran dan hotel untuk memastikan kualitas produk halal yang dijual. Hal ini, tak lepas dari terus meningkatnya jumlah wisatawan Muslim yang berkunjung ke Kambodia tahun ke tahun.

Hingga saat ini, Dewan Tertinggi Agama Islam Kamboja sudah menerbitkan sertifikat halal di sana. Namun, para pengusaha jagal menyebut proses sertifikasi halal ini didasarkan pada kepercayaan satu sama lain, ketimbang inspeksi langsung. Beberapa organisasi juga menyebarkan panduan produksi pangan halal.

Ketidakseragaman bisa memicu kebingungan termasuk perang logo sertifikasi. Pejabat Kementrian Perdagangan Kamboja, Kit Pheara, mengatakan, Kementerian Perdagangan sedang mendesain logo halal sendiri karena sertifikasi halal yang ada selama ini tidak resmi dan dirancang secara individu.

Sampai saat ini, kata Pheara, banyak wisatawan bisa salah mengonsumsi makanan, entah itu makanan yang jelas tidak halal atau makanan yang diyakini halal. “Saat wisatawan datang ke Kamboja, mereka tidak makan makanan halal karena kami tidak punya standarnya,” kata dia.

Investor dan wisatawan akan lebih banyak datang ke Kamboja karena mereka percaya akan produk berstandar tinggi. Karena itu, Kamboja melihat akan ada banyak manfaat jika mereka memiliki standardisasi produk halal.

Kebanyakan perusahaan jagal di Phnom Penh menggunakan logo halal. Manager sebuah rumah potong hewan, Van Mohamed Raoyany, mengatakan, perusahaannya mendapat sertifikat halal dari Asosiasi Muslim Kamboja. Asosiasi Muslim Kamboja menyediakan panduan sertifikasi halal. Meski begitu, dia mengatakan, perusahannya juga mengikuti standar yang dikembangkan di Jerman.

Raoyany mengaku, dengan standar yang tinggi, perusahannya berhasil menarik banyak konsumen di luar komunitas Muslim. “Pelanggan saya tidak hanya Muslim. Mayoritas pengikut Khmer, jadi pelanggan toko saya karena mereka tahu daging halal punya kualitas lebih baik dari daging yang umum dijual di pasar dan juga dikemas dengan baik,” ungkap Raoyany.

Sayangnya, perusahaan Raoyany belum bisa melakukan ekspor. Padahal, memiliki standar produk akan membuat Kamboja punya akses ke pasar pangan halal global. Pasar pangan halal global saat ini diprediksi menguasi 16 persen dari nilai pasar pangan dunia.

Dengan pertumbuhan yang cepat dan insentif yang dihasilkan, pasar halal tak mungkin dilewatkan. Thailand dan Vietnam sudah memiliki standar halal. Thailand bahkan mampu mengekspor makanan halal hingga enam miliar dolar AS pada 2015. (EP)

Presiden Jokowi: Ingin Bahagia, Berwisatalah ke Indonesia

this formate

NUSA DUA, bisniswisata.co.id: Presiden Joko Widodo (Jokowi) berbicara soal kebahagiaan dalam forum bisnis digelar Tri Hita Karana. Dalam filosofi Bali, ada 3 arti kebahagiaan. “Ini adalah tiga kebahagiaan atau triple happines. Pertama, kebahagiaan bersama sesama. Kedua, kebahagiaan dengan alam, dan ketiga kebahagiaan dengan Tuhan,” kata Presiden Jokowi di Hotel Sofitel, Nusa Dua, Bali, Kamis (11/10)

Sebagai politisi, lanjut Kepala Negara, teknokrat tentunya sangat sibuk dan sangat serius dalam memikirkan berbagai kebijakan dan data statistik, sehingga sering melupakan tujuan akhir dari segala sesuatu yang dikerjakan dengan begitu sulit, yaitu hanya untuk memberikan kebahagiaan kepada orang-orang lain.

Berbicara tentang pertumbuhan ekonomi dengan memberikan kebahagiaan bagi orang lain, Presiden menyampaikan mengenai survei dari American Insurance Company CIGNA yang dirilis Mei 2010, menyatakan penderitaan terhadap kesendirian menyebabkan seseorang merokok 15 batang per hari.

“Survei ini dilakukan Asuransi Signa terhadap 200 ribu orang-orang muda di Amerika, kelompok usia antara 18-20, yang kemungkinan merasa terisolasi dari orang tua mereka berada di antara kelompok berusia 72,” ungkap Presiden, seraya menambahkan bahwa awal tahun ini Amerika Serikat menunjuk Menteri untuk menangani Kesepian.

Orang Indonesia, menurut Presiden seperti dilansir laman Setkab.go.id, Jumat (12/10/2018) berdasarkan survei Gallup menempati posisi kedelapan dalam hal kebahagiaan di dunia. Selain itu, survei ini juga menempatkan orang Indonesia nomor satu paling optimis di dunia.

Tahun 2018, tahun lalu, dalam survei tahunan oleh International Public Relation Firm, Edelman, yang disebut The Annual Edelman Trust Barometer, Indonesia menduduki peringkat kedua di dunia dalam hal kepercayaan publik terhadap pemerintah setelah Swiss.

Karena itu, jika ingin mencari tempat kebahagiaan seluruh dunia, Presiden Jokowi menyarankan agar mencari di Indonesia, dengan berkunjung. berwisata ke seluruh daerah Indonesia.

“May be you can travel around the country later and spend of your tourism dollars to try to find out. Once again, spend some of your tourism dollar to try to find out,” ucap Presiden Jokowi yang disambut tepuk tangan peserta forum tersebut.

Selain itu, Presiden Jokowi mengusulkan cara yang lebih sederhana dalam menikmati kebahagiaan dengan mendengarkan musik Dangdut.
“Ini adalah salah satu musik paling bahagia, musik paling bahagia di dunia,” pungkas Presiden seraya menambahkan, dirinya baru-baru ini ketahuan baru-baru ini terpengaruh dengan kebahagiaan oleh musik dangdut itu. (EP)

11 – 14 Oktober 2018, Jogja Halal Fest

this formate

BANTUL, bisniswisata.co.id: Jogyakarta punya event menarik. Jogja Halal Fest 2018, namanya. Festival bertajuk halal terbesar dan pertama kali diselenggarakan di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) ini, digelar di Jogja Expo Center (JEC), Bantul, DIYogyakarta, pada 11 hingga 14 Oktober 2018.

Panitia Jogja Halal Fest 2018 mentargetkan lima ribu pengunjung per harinya. Totalnya berarti 20 ribu pengunjung sampai 14 Oktober 2018. Festival ini merupakan kegiatan yang dapat dijadikan sebagai momentum untuk memperkuat wisata halal di Indonesia, khususnya di DIYogyakarta.

Memang Yogyakarta memiliki potensi wisata yang besar. Potensi wisata di DIY itu nomor tiga setelah Bali dan Bandung. Untuk itu, semua pihak harus bersinergi melakukan percepatan pariwisata, khususnya wisata halal. Hal tersebut, dimulai dengan mengelar Jogja Halal Fest ini.

Saat ini halal sudah menjadi kebutuhan dan tuntutan dari masyarakat. Tidak hanya masyarakat Indonesia, namun juga mancanegara. Karenanya Event ini menunjukkan kepada masyarakat luas kalau kita siap menyambut untuk menjadi satu destinasi wisata halal di Yogya.

Selain itu, Jogja Halal Fest 2018 memberikan kontribusi untuk mengangkat spirit ekonomi syariah di Indonesia. Juga bertujuan menciptakan bersama ekonomi Islam dan bersama mengangkat ekonomi Islam sehingga dapat diterapkannya bisnis Islami. MES (Masyarakat Ekonomi Islam) ingin mengangkat ekonomi halal dan bisnis pariwisata di Yogyakarta.

Juga kegiatan ini dapat mengangkat wisata halal di Indonesia. Pemerintah saat ini sedang gencar mengembangkan pariwisata halal. Terlebih, dengan adanya penetapan pengembangan 10 destinasi wisata prioritas atau yang disebut dengan 10 Bali Baru. Untuk itu, dalam rangka mengangkat parwisata halal di Indonesia, masyarakat harus siap. Tentunya dengan ikut mengembangkan wisata halal itu sendiri.

Event menampilkan sederet stand halal, mulai dari kuliner, fesyen, travel, investasi hingga perbankan. Menariknya lagi, Jogja Halal Fest turut menampilkan elemen-elemen halal dan syariah yang mungkin belum akrab di telinga masyarakat. Yakni di antaranya, rumah sakit, wisata halal dan syariah serta hotel-hotel yang menawarkan konsep syariah.

Selain itu, untuk memanjakan para pengunjung, juga memberikan rangkaian acara mulai dari seminar hingga talkshow halal yang digelar secara gratis. Rencananya, ada banyak tokoh-tokoh nasional yang mewarnai berbagai kegiatan di Jogja Halal Fest. Mulai dari Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso, dan Cawapres KH Ma’ruf Amin

Sejumlah talkshow juga dihadirkan pada hari pertama. Mulai motivasi bisnis CEO Kubik Leadership Jamil Azzaini, bincang bisnis dari pemilik Waroeng Group Jody Brotisuseno dan pemilik Warung Upnormal Rex Marindo. Lalu, ada tabligh akbar bertajuk Cara Berbisnis Rasulullah dari Ustaz Salim A Fillah. Ada pula Seminar Hunian Islami dan Your Single Islamic Music Contest.

Hari kedua akan diisi kajian Perjalanan Menembus Palestina dari Peggy Melati Sukma, kisah sukses Membangun Usaha Syariah dari Cawapres KH Ma’ruf Amin dan jumpa pemain film Hanum dan Rangga. Ada pula seminar digital marketing dan finance teknologi, bincang-bincang Explore Muslim Fashion Business dari perancang busana Rika Mudrika Paradise, Wening, Luvi Lufia dan Iffah Sogan Batik.

Juga, seminar kesehatan Rumah Sakit Islam Yogyakarta (RSIY) Perkumpulan Djamaah Haji Indonesia (PDHI), dan seminar Sehat ala Nabi bersama Herbalis Indonesia.

Hari ketiga, kajian kitab Waris dan Janaiz Ustaz Wijayanto, bincang manfaat sari buah anggur untuk kesehatan Nova Sidharta dan Tantiarini, dan Literasi Keuangan Syariah dari Bank Indonesia, Bursa Efek Indonesia dan Marissa Haque.

Ada pula seminar herbal bersama HNI Halal Market, Fashion Show Hijja, dan akan ditutup seminar bertajuk Merdeka dari Belenggu Masa Lalu dari Yosi Al Muzanni Klinik Nikah Jogja

Hari keempat, ada Olimpiade Bintang Cemerlang Bias, Az Zahra Coaching Class for Kids, Cemplon Community Cooking Class, dan seminar parenting Ustaz Bendri Jaisyuahman.

Selain itu, ada seminar branding syariah bersama Arief Budiman dan Andika Syafaat. Semua itu akan ditutup konser amal yang menampilkan Opick, serta pengundian hadiah umroh kepada pengunjung. (redaksibisniswisata@gmail.com)

Desainer Indonesia Peragakan Rancangannya di Paris

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Desainer Indonesia kembali mendapat kesempatan untuk memperagakan hasil rancangannya dalam Paris Fashion Week Spring Summer 2019. Make Over menjadi bagian penting dari perhelatan mode spokesperson desainernya, Tities Sapoetra, di panggung internasional FD (Fashion Division) Paris Fashion Show Spring Summer 2019 yang dihelat di momen Paris Fashion Week Spring Summer 2019.

Perhelatan yang berlangsung pada 28 September 2018 lalu, menampilkan koleksi busana Beauty Voyage yang terinspirasi dari kecantikan wanita dengan konsep riasan Make Over, Champagne Gold.

“Konsep Champagne Gold sengaja ditampilkan dalam koleksi Beauty Voyage untuk menghadirkan effortless beauty khas wanita Prancis yang tampil cantik tanpa riasan berlebihan. Sentuhan gold juga ditampilkan agar selaras dengan koleksi Beauty Voyage karya Tities Sapoetra yang memiliki nuansa senada,” kata Stephanie Lie, Brand Manager Make Over, seperti yang ditulis dari siaran pers, Kamis, (11/10/2018).

Konsep Champagne Gold yang dibawakan Make Over berfokus pada kompleksi wajah dan warna bibir. Kompleksi wajah matte dipadu shimmer keemasan ditampilkan agar wajah tampak lebih glowing.

Sementara riasan mata dipilih menggunakan eyeshadow gold kecoklatan dengan eyeliner hitam pada lashline, serta Intense matte lipcream berwarna nude dipilih untuk menekankan effortless beauty yang natural.

Pesta fesyen tesebut digelar di hotel Le Marois, Paris, 16 busana koleksi Beauty Voyage karya Tities Sapoetra mendapatkan apresiasi positif bagi para pecinta fashion.

Motif bunga dan ilustrasi wajah wanita dipilih sebagai desain printing yang dipadukan dengan nuansa hitam, pastel, dan gold. Dominasi motif terlihat semakin apik dengan busana yang ready to wear seperti suit, vest, hingga oversized dress yang memadupadankan berbagai bahan seperti mikado, satin dan organsa.

Tak hanya elegan, Tities juga menampilkan mood yang ceria dalam beberapa busananya seperti vest yang dipadukan dengan tulle skirt berwarna merah muda. Tak hanya busana, dalam koleksi terbarunya ini Tities juga menghadirkan heeled ankle boots berwarna cerah hingga mules yang menggunakan motif khas Beauty Voyage.

Muse koleksi Beauty Voyage, Paula Verhoeven, pun tampil memukau dengan menggunakan maxi dress berwarna hitam yang berpadu apik dalam motif bunga khas Tities Sapoetra yang dibuat untuk koleksi khusus kolaborasi dengan Make Over.

“Saya sangat bersyukur bahwa kolaborasi Beauty Voyage dengan makeup Champagne Gold mendapatkan apresiasi positif dari para pengunjung FD Paris Fashion Show. Semoga dengan tampilnya saya di FD Paris Fashion Show membuka kesempatan yang lebih lebar untuk saya agar bisa memperkenalkan tidak hanya koleksi saya sebagai seorang desainer tetapi juga menunjukkan bahwa dunia mode Indonesia memiliki potensi untuk diperhitungkan di industri fashion dunia,” kata Tities Sapoetra. (redaksibisniswisata@gmail.com)

Andien Hiasi Halaman Utama Koran Jepang

this formate

TOKYO, bisniswisata.co.id: Penyanyi bergenre Jazz, Andien berkesempatan menghibur para penikmat musik dalam 2nd Japan-ASEAN Music Festival di NHK Hall pada Kamis, 4 Oktober 2018. Momen itu diabadikan oleh media koran Jepang dan menjadi headline utama pada koran terbitan 5 Oktober 2018.

Kabar gembira ini disebarkan pihak manajemen Andien melalui rilisan resmi, Kamis (11/10/2018). Andini Aisyah Haryadi, nama panjangnya tampak berpose dengan penyanyi dari negara lain yang mengisi acara tersebut.

Pada kesempatan tersebut, penyanyi Kelahiran Jakarta, 25 Agustus 1985 bertemu dengan para penyanyi dari kawasan Asia Tenggara seperti Sarah Geronimo dari Filipina, Siti Nurhaliza dari Malaysia, Taufik Batisah dari Singapura serta Fakhrul Razi dari Brunei Darussalam.

Perhelatan di NHK Hall adalah lokasi pertama gelaran panggung Andien di Jepang. Andien hingga pekan ketiga masih akan menggelar panggung musik di Negeri Sakura tersebut.

Pada 16 dan 18 Oktober mendatang, pelantun Indahnya Dunia dan Belahan Jantungku dijadwalkan menghibur penonton di Amazon Fashion Week Tokyo 2018, pada 21 Oktober dalam acara Yoyogi Festival berlokasi di Yoyogi Park dan dalam acara SUBstore Tokyo.

Generasi muda penyanyi jazz wanita Indonesia ini, memang sejak kecil tertarik musik Jazz. Andien lebih tertarik menyanyikan lagu “Girl from Ipanema” saat masih kecil, dibandingkan dengan lagu-lagu dari Whitney Houston. Memenangkan berbagai kompetisi menyanyi sejak usia 14 tahun di Indonesia dan Shanghai, Andien merilis album pertamanya pada usia 15 tahun, dengan album Bisikan Hati yang diproduseri oleh Elfa Secioria.

Setelah menyeruak dunia musik Indonesia saat itu, ia kembali berkarya bersama Indra Lesmana dan Aksan Sjuman melalui album Kinanti pada tahun 2002. Seiring dengan perjalanan kariernya, penghargaan demi penghargaan diraih. Hingga kemudian Andien bekerja sama dengan Tohpati untuk album Gemintang pada tahun 2005.

Sampai kini, ia telah merilis empat album dan menerima penghargaan Anugerah Musik Indonesia (AMI) 5, 4 Indonesia Video penghargaan dan satu Planet Music Award di Singapura. Selama bertahun-tahun, berkolaborasi dengan berbagai musisi, seperti Jeff Lorber pada Java Jazz Festival (JJF) 2005,

Juga dengan Jepang ansambel vokal Jammin Zeb (JJF 2008), dengan Bob James (ASEAN Jazz Festival 2008 Batam Indonesia), Frank Griffith (JJF 2010), serta dengan legenda piano jazz Indonesia Buby Chen (JJF 2010) dan pelopor Indonesia progressive rock band Discus (JJF 2006). (EP)

Tempo Doeloe Reborn, Merespon Rasa Kangen Pecinta Kuliner

this formate

SURABAYA, bisniswisata.co.id: Jika berwisata atau kini berada di Kota Surabaya, jangan lupa menikmati kuliner tradisional nusantara. Dengan datang ke Lisa’s Kitchen by Ayola La Lisa Surabaya, yang menyajikan beragam menu Nusantara hingga 25 Desember 2018, yang dibuka setiap Senin-Jumat pukul 11.30-14.30 WIN.

Mengusung tema Tempo Doeloe Reborn, merupakan lanjutan kesuksesan yang pernah digelar tahun lalu. Dan kini Lisa’s Kitchen kembali untuk merespon antusiasme para pencinta kuliner tradisional yang meras kangen menikmati kuliner masa lalu.

“Kami pernah menghadirkan ragam masakan tradisional Nusantara. Banyak tanggapan positif mengenai kelezatan cita rasanya. Banyak tamu yang suka dan menanyakan kapan disajikan lagi. Jadi Tempo Doeloe kami hadirkan kembali,” ujar Weni Kristanti, General Manager Ayola La Lisa Surabaya managed by Topotels, yang berada Jl. Raya Nginden No.82, Baratajaya Surabaya.

Hidangan yang disajikan semakin banyak ragamnya mulai dari menu pembuka hingga penutup. Ada nasi gurih, opor ayam, rawon, telur pindang, terong balado, gado-gado, rujak, sayur asem dan lainnya yang menjadi favorit banyak tamu. Tak ketinggalan jajanan pasar termasuk bubur yang melengkapi deretan makanan khas Tempo Doeloe.

Menurut Yusnix, Head Chef Lisa’s Kitchen by Ayola La Lisa Surabaya, untuk menu-menu stall tematic akan dirotasi dan berbeda setiap harinya seperti lontong mie, lontong balap, soto mie, lontong sayur dan tahu lontong.

Ada pula aneka penyetan yang juga disukai tamu plus aneka sambal di antaranya sambal goreng tahu tempe. Hmm…bisa bikin nambah porsi lagi. Penyetan ini dimasak langsung di depan tamu saat memesan atau secara live cooking. Begitu pula untuk nasi bakar dan rujak cingur, sehingga rasanya fresh.

“Unsur tradisional masih kami tonjolkan dalam menu masakan di Lisa’s Kitchen. Hal ini dipengaruhi oleh ambiance Ayola La Lisa Surabaya yang mengusung tema tradisional di dalamnya,” ujar Weni.

Untuk mendukung suasana Tempo Doeloe, Lisa’s Kitchen menggunakan piring gerabah tanah merah sebagai plate masakan serta tambahan dekorasi cetakan-cetakan kue dan piring-piring keramik zaman dulu. “Dengan semakin banyak menu yang disajikan, kami harap semakin banyak tamu yang datang,” ujar Weni.

Tamu bisa menikmati bermacam makanan tradisional cukup seharga Rp.78.000. Jika ingin menikmati udara di luar bisa bersantap di area dekat kolam renang. (EP)

Banjir Puisi di Malam Kebudayaan Pesantren

this formate

BANTUL, bisniswisata.co.id: Malam Kebudayaan Pesantren di Panggung Krapyak Bantul, DI Yogyakarta berlangsung sangat meriah. Gelaran Muktamar Pemikiran Santri dalam rangka Hari Santri Nasional itu diisi beragam pentas seni. Malam Kebudayaan Pesantren diselenggarakan dengan mengusung tema panggung budaya. Sebaran lampion menambah sendu malam yang sesekali dihiasi permainan lampu cantik yang dipantulkan ke Panggung Krapyak.

Shalawatan Emprak Jawi Pesantren Kali Opak menjadi penampil pertama, sekaligus mendampingi gelaran tersebut. Mereka tampil mengenakan pakaian khas Jawa lengkap dengan blangkon. Setelah itu, giliran tokoh-tokoh nasional yang didapuk menampilkan kebolehan mereka membaca puisi. Tugas dadakan praktis membuat sebagian besar tokoh-tokoh yang hadir membacakan puisi yang baru dibuat beberapa jam sebelumnya.

Kegugupan yang diakui tokoh-tokoh saat tampil membacakan puisi jadi hiburan tersendiri bagi penonton yang hadir. Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin, tidak ketinggalan mendapat tugas tersebut.

Putri KH Abdurrahman Wahid, Inaya Wahid, turut membagikan cerita saat Sang Ayahandanya duduk di bangku pesantren. Cerita jenaka itu sukses memancing gelak tawa santri-santri yang datang.

Bergantian tokoh-tokoh unjuk kebolehan membacakan puisi di depan penonton yang sebagian besar santri-santri Ponpes Al Munawwir Krapyak. Ada Kanjeng Pendekap dari Gus Hilmy, Kiaiku dari Inaya Wahid dan Santri Berkopyah Hitam dari Rommy.

Puisi Karena Cinta yang Membara dari Habiburrahman El Shirazy jadi yang paling menghipnotis penonton. Bercerita sosok pendiri Ponpes Al Munawwir, magis Kang Abik sukses mengajak penonton menerawang perjuangan Kiai Munawwir.

“KH Abdullah Rosyad ayahnya, KH Hasan Bashari kakeknya, kesatria kepercayaan Pangeran Diponegoro, karena cinta yang membara kisah pesantren ini bermula, Munawwir kecil dikirim mengembara ke Bangkalan Madura,” tutur Kang Abik, Rabu (10/10).

Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin mengatakan, Malam Kebudayaan Pesantren memang dilakukan bersama santri-santri di sejumlah pondok pesantren. Ini jadi lanjutan Muktamar Pemikiran Santri Nusantara yang telah dibuka sebelumnya.

Malam Kebudayaan Pesantren menampilkan kebolehan-kebolehan mulai pembacaan puisi, permainan musik, stand up comedy dan lain-lain. Intinya, memberikan penekunan kalau santri kini memiliki tanggung jawab lebih. “Bagaimana agar menjaga dan memelihara keindonesiaan kita yang tetap memegangi nilai-nilai agama dalam menjalani kehidupan bersama hari ini dan ke depan,” ujar Lukman.

Pemilihan lokasi Malam Kebudayaan Pesantren di Ponpes Krapyak sendiri karena bertepatan dengan dilaksanakannya Muktamar Pemikiran Santri. Karenanya, banyak narasumber memang sengaja dihadirkan.

Terlebih, lanjut Lukman, Krapyak memang memiliki sejarah panjang sebagai sebuah pondok pesantren yang telah banyak melahirkan alumni. Mereka telah begitu banyak memberi kontribusi dan kemaslahatan di tengah-tengah masyarakat.

Lukman menambahkan, gelaran ini menjadi rangkaian peringatan Hari Santri yang puncaknya akan digelar pada 21 Oktober 2018 di Bandung. Peringatan itu sendiri rencananya akan dihadiri Presiden Joko Widodo.

Dia menegaskan, penetapan Hari Santri jadi pengakuan tidak terbantahkan negara. Baik terhadap keberadaan pondok pesantren yang telah memberikan kontribusi dalam merebut kemerdekaan, maupun menjaga dan mengisi kemerdekaan.

“Sekaligus, harus dimaknai kaum santri itu sendiri sebagai bentuk tanggung jawab yang lebih besar kalau keberlangsungan bangsa Indonesia ini harus tetap memiliki komitmen terhadap nilai-nilai agama,” kata Lukman seperti dilansir laman Republika,co.id, Kamis (11/10/2018).

Menurut Lukman, nilai-nilai agama harus tetap menjadi acuan kita semua dalam hidup bersama di tengah keberagaman dan globalisasi. Jadi, santri harus miliki kesadaran yang lebih tinggi terhadap nasib bangsa.

Malam Kebudayaan Pesantren turut dimeriahkan penampilan seniman Candra Malik, penyanyi Veve Zulfikar dan komika Dzawin. Sejumlah angkringan turut dihadirkan dan dapat dinikmati gratis demi menguatkan nuansa Yogyakarta. (EP)

Tips Pilih Tempat Liburan saat Musim Hujan

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Bukan sekadar tren atau gaya hidup, traveling bisa dibilang sebagai salah satu “obat terbaik” bagi yang ingin selalu sehat dan bahagia. Nah, jika bujet untuk melakukan traveling sudah terkumpul alias aman, selanjutnya adalah memikirkan tujuan “ke mana akan berlabuh?”.

Jangan lupa, memasuki bulan Oktober yang menurut informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merupakan musim hujan, tentu untuk menentukan lokasi liburan harus dilakukan secara lebih cermat jika dibandingkan musim kemarau.

Berikut ini tips seperti dilansir laman Pegipegi, Kamis (11/10/2018), membantu travelers menentukan lokasi liburan yang ideal saat musim hujan tiba. Antara lain:

#. Hindari Tempat Wisata Alam

Dibandingkan musim kemarau, pilihan lokasi untuk berlibur di musim hujan memang lebih terbatas. Mengunjungi tempat wisata alam seperti pantai, gunung, kawasan air terjun dan rawan bencana sebaiknya sementara ini dihindari, apalagi bagi travelers yang ingin berlibur bersama keluarga. Ada begitu banyak risiko yang perlu diwaspadai, termasuk dampaknya terhadap kesehatan. Jangan khawatir, masih banyak destinasi menarik yang pas untuk dikunjungi pada musim ini. Mulai dari taman bermain dalam ruangan, tempat pertunjukan kesenian, museum, hingga pusat perbelanjaan dan wisata kuliner.

#. Sesuaikan dengan Tipe Traveler

Bicara tentang liburan, tentu “tujuan dan kebutuhan” dari setiap traveler itu berbeda-beda. Ada yang sekadar untuk menghilangkan penat, berburu kuliner, mencari tantangan baru atau hal-hal berunsur seni dan budaya, hingga ingin seru-seruan saja bersama teman-teman ataupun keluarga.

#. Tentukan lokasi liburan yang ideal

Bagi yang sekadar ingin menghilangkan penat, traveler bisa melakukan staycation di hotel yang dekat dengan pusat perbelanjaan dan kuliner atau menginap di villa yang menyuguhkan pemandangan memesona, seperti perbukitan dan perkebunan teh. Berkunjung ke tempat pemandian air panas juga bisa membantu menghilangkan penat sekaligus mengembalikan kesegaran tubuh.

#. Wisata Kuliner Juga Oke

Bagi yang ingin memanfaatkan liburan untuk berburu kuliner, traveler dapat berkunjung ke kota-kota dengan segudang pilihan kuliner seperti Bali, Bandung, Yogyakarta, Solo, dan Semarang. Di sana, ada berbagai menu tradisional yang siap memanjakan lidah.

#. Tantangan Baru

Bagi yang mencari tantangan baru, traveler bisa berkunjung ke taman bermain dalam ruangan. Di sana, traveler dapat mencoba berbagai wahana seru yang memicu adrenalin tanpa khawatir datangnya hujan. Spesial untuk traveler penggemar seni dan budaya, tentu musim apapun tak akan jadi masalah. Traveler bisa berkunjung ke tempat pertunjukan kesenian dan museum yang ada di kota-kota besar Indonesia, kapan saja. Bagi yang ingin seru-seruan bersama teman-teman atau keluarga, traveler tentu bisa melakukan banyak hal sekaligus. Mulai dari menginap di hotel atau villa yang dekat dengan pusat perbelanjaan dan kuliner, berkeliling kota di malam hari, hingga berkunjung ke taman bermain dalam ruangan atau museum seni dengan koleksi kontemporer.

#. Tentukan Waktu Terbaik

Musim hujan bukan alasan untuk tidak melakukan liburan. Agar semakin menyenangkan, selain weekend, travelers juga bisa memanfaatkan “hari kejepit” seperti Senin, tanggal 19 November 2018 sebagai long weekend dadakan untuk menikmati liburan.

Evlin Winter, selaku Sr. Strategic Marketing Manager Pegipegi mengatakan, “Musim hujan bukan halangan untuk melakukan traveling. Namun, travelers tetap perlu menjaga kondisi tubuhnya agar selalu fit, sehingga liburan berlangsung lebih aman dan menyenangkan. Yang perlu diingat, selain perencanaan yang baik, traveling di musim hujan juga perlu persiapan yang lengkap”. (Redaksibisniswisata@gmail.com)

Becak Jadi Daya Tarik Wisata di Sejumlah Kota Dunia

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Wacana menghidupkan lagi becak di ibu kota Jakarta kembali mencuat. Kendaraan tradisional ini mengingatkan kembali memori masa lalu saat lalu lintas tak seburu-buru sekarang.

Bila becak dilarang beroperasi di ibu kota, kendaraan bertenaga manusia ini justru menjadi daya tarik wisata di sejumlah kota dunia. Mereka bahkan memiliki paket tur dengan tukang becak yang teregistrasi dan bahkan bisa diminta untuk mengabadikan foto para penumpangnya.

Menaiki becak saat berkeliling kota akan memberikan pengalaman yang berbeda. Laju yang lambat bisa membuat Anda lebih tenang dan detail mengamati kota yang disinggahi. Apalagi, bila tukang becak yang mengantar Anda bisa menceritakan sejarah menarik tentang pojok-pojok kota yang Anda datangi.

Enam kota yang menyediakan pengalaman berkeliling kota sambil menaiki becak dari berbagai sumber:

1. Delhi, India

Lalu lintas di kota-kota besar India terkenal dengan kesemrawutannya. Mungkin dengan berbecak ria, Anda bisa menikmati waktu liburan di negara yang terkenal dengan Bollywood tersebut lebih tenang. Operator tur setempat menyediakan paket tur becak lengkap dengan jelajah kuliner lokal di Old Delhi. Anda bisa memilih perjalanan malam atau siang hari. Tukang becak yang mengantar bisa mengajak Anda ke Chawari Bazaar untuk mencicipi kudapan yang tersedia. Ada pula Lal Kuan, tempat yang tepat untuk menikmati kebab. Tak hanya makanan, tukang becak juga akan mengajak Anda mendatangi pasar rempah terbesar di India, Khari Baoli Asia dan melewati Jama Masjid yang terkenal di sana. Biaya untuk menikmati paket tur tersebut sekitar Rp 1,1 juta per orang dengan durasi sekitar 3 jam.

2. Tokyo, Jepang

Becak di dekat Kuil Asakusa menjadi salah satu yang direkomendasikan saat menjelajahi Tokyo, Jepang. Anda bisa menikmati suasana tradisional hidup di antara modernisasi Jepang. Sebelum berkeliling, jangan lupa untuk meminta tukang becak memotret Anda dengan latar Gerbang Kaminari, pintu masuk ke Kuil Sensoji. Tepatnya berpose di bawah lampion merah raksasa yang jadi ikon kuil. Dari sana, Anda bisa mengeksplorasi sekeliling Asakusa melalui gang-gang kecil, termasuk Nakamise Shopping Street yang menjadi lokasi tepat untuk membeli oleh-oleh. Paket tur tersedia untuk durasi 30 menit hingga 2 jam dengan biaya 40-144 dolar AS. Oh ya, becak bisa dinaiki maksimal dua orang.

3. Barcelona, Spanyol

Walau populer di negara-negara Asia, becak ternyata juga ada di Barcelona, Spanyol. Anda bisa menumpanginya untuk merasakan pengalaman wisata yang menyenangkan dan ramah lingkungan. Tukang becak yang mengantarkan Anda berkeliling spot ikonik Barcelona relatif muda, yakni para mahasiswa yang memiliki kemampuan banyak bahasa. Sebuah agen wisata bahkan menyiapkan tiga pilihan rute tur wisata becak dengan durasi mulai 1 jam, termasuk melewati Arc de Triomf dan Plaza de Colon. Bagaimana dengan biayanya? Mencapai 68,40 Euro atau sekitar Rp 1,2 juta.

4. Beijing, Tiongkok

Becak adalah transportasi terpopuler bagi turis yang hendak mengambil Tur Hutong. Meski harganya jauh lebih mahal dari menumpang taksi, para turis tetap menyukainya karena bisa menikmati sudut kota yang berbeda dan terhindar dari macet. Dengan mengendarai becak, Anda bisa mengalami suasana Beijing tempo dulu. Di antaranya Istana Pangeran Gong, kediaman istri revolusioner China, Sun Yat-sen, dan kediaman seniman ternama China, Guo Moruo.

5. Phnom Penh, Kamboja

Paket tur wisata becak di Phnom Penh bisa dipesan hingga pukul 3 sore waktu setempat. Anda disarankan untuk membawa ponsel dengan baterai penuh, kamera, serta tabir surya. Jangan lupa untuk mengenakan pakaian longgar yang nyaman dan sopan karena Anda bisa jadi mampir ke kuil. Berjalan-jalan dengan becak akan mendekatkan Anda pada warga Kamboja. Anda bisa mencicipi mi yang dijual di pinggir jalan, mendatangi bangunan ikonik, hingga minum kopi bersama warga kelas menengah Khmer. Biayanya? sekitar 29 dolar AS atau sekitar Rp 442 ribuan untuk tur selama 2 jam.

6. Jogja, Indonesia

Berkeliling Kota Yogya dengan menumpang becak punya sensasi tersendiri. Sambil melihat-lihat bangunan tua dan tempat-tempat eksotis, Anda juga bisa menikmati angin semilir khas Jogja yang bikin tenang. Dikutip dari pegipegi.com, pastikan Anda menumpangi becak dengan menetapkan harga di awal. Aktifkan pula GPS agar Anda tidak dibawa berputar-putar kota sehingga ia akan menagih biaya tambahan. Biasanya, harga becak di Yogya sekitar Rp 10-15 ribu. (EP)