Saat Lepas Landas, Penumpang Scoot Adu Jotos

this formate

SYDNEY, bisniswisata.co.id: Saat pesawat penumpang Scoot lepas landas tujuan ke Singapura, tiba-tiba dikejutkan dengan aksi pekelahan antar penumpang. Adu jotos itu membuat kapten pilot Scoot terpaksa melakukan pendaratan darurat di Sidney Australia.

Seorang penumpang pesawat yang tidak mengenakan baju dituding sebagai biang kerok perkelahian diturunkan kemudian diamankan petugas kepolisian Federal Australia (AFP). Pria itu langsung ditahan di Gold Coast, setelah menjalani pemeriksaan.

Polisi Federal Australia (AFP), seperti dilansir abc.net.au, Selasa (22/01/2019) mengonfirmasi bahwa mereka menahan seorang penumpang pria di Bandara Internasional Sydney, Senin (21/01) dari maskapai penerbangan berbiaya murah (low cost).

Rekaman video yang dibuat oleh penumpang di dalam pesawat menunjukkan dua pria baku pukul sebelum seorang di antaranya dipiting oleh pria lainnya Setelah penumpang lain dan awak memisahkan mereka, salah satu pria tersebut tampak berbicara dengan awak sebelum kemudian tiba-tiba membuka bajunya dan menyerang seseorang.

Beberapa saat kemudian beberapa penumpang pria mengerubuti penyerang dan berhasil menjatuhkannya ke lorong. Gambar menunjukkan pria yang tidak mengenakan baju tersebut diikat di lantai.

Seorang penumpang mengatakan pria tersebut minum alkohol banyak ketika pesawat lepas landas, dan sekitar 20 menit penerbangan, menjadi agresif.

Juru bicara Scoot mengatakan ketika pesawat lepas landas, pria tersebut tampak normal, namun kemudian mulai mengganggu penumpang lainnya. Dalam usaha melerai, awak pesawat memindahkan penumpang tersebut ke kursi lain dan memerintahkan agar dia tidak lagi bisa membeli alkohol. Dua jam setelah lepas landas, pria tersebut memukul pria lainnya dan harus diamankan.

Juru bicara pengelola bandara, Air Services Australia mengukuhkan bahwa kapten pesawat meminta izin untuk mendarat di Bandara Internasional Sydney. (EP)

Tiket Mahal Pengaruhi Inflasi, 433 Penerbangan Batal

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution menilai kenaikan harga tiket pesawat sesuai tarif batas atas oleh beberapa maskapai dalam dua bulan belakangan diperkirakan akan berpengaruh pada tingkat inflasi dalam negeri. Meski berpengaruh, namun tidak berpengaruh signifikan.

“Sebab, dalam empat hingga lima tahun terakhir, harga tiket pesawat memang masuk dalam daftar harga yang berkontribusi besar terhadap inflasi selain harga pangan dan pendidikan,” ungkap Menko Perekonomi kepada para wartawan di Jakarta, Selasa (22/01/2019).

Selama empat-lima tahun terakhir, lanjut dia, inflasi kita itu bukan lagi pangan, memang masih tinggi dan berpengaruh, tetapi selain itu dia juga ada perhubungan (tiket pesawat), “Bbaru setelah itu pendidikan, tiga itu saja,” sambungnya.

Dilanjutkan, dampak naiknya harga pesawat lantaran maskapai penerbangan menerapkan tari batas atas, tidak akan sereta merta terhadap inflasi. Sebab, ketika kenaikan terjadi dan masyarakat sudah merasakan dampak dari kenaikan tersebut, maskapai akan buru-buru menurunkan harga tiket.

Walaupun demikian, Darmin mengaku belum bisa merinci berapa persen nantinya kontribusi kenaikan harga tiket ini terhadap inflasi secara keseluruhan. “Wah saya enggak tahu berapa harga tarifnya masing-masing (maskapai). Itu nanti akan ada di datanya BPS (Badan Pusat Statistik) setiap bulan,” ujar dia.

Dia menilai wajar kenaikan harga tiket yang dilakukan oleh maskapai pesawat, selama tidak melanggar tarif batas atas dan bawah yang sudah ditentukan oleh Kementerian Perhubungan. “Memang suka dimainkan begini, di hari biasa dia main di sekitar tarif bawah, setelah itu peak season dia naik ke tarif atas,” ujar dia.

Penumpang Anjlok

Di tempat terpisah, sebanyak 433 penerbangan di Bandara Sultan Syarif Kasim II Kota Pekanbaru, Provinsi Riau, terpaksa dibatalkan sejak awal Januari 2019 karena jumlah penumpang menurun drastis. Penurunan penumpang ini akibat mahalnya harga tiket pesawat.

Data PT Angkasa Pura II selaku otoritas Bandara Sultan Syarif Kasim (SSK) II di Pekanbaru, Selasa (22/01/2019), selama periode tanggal 1 sampai 21 Januari ada 212 penerbangan domestik menuju Pekanbaru yang batal. Penerbangan dari Pekanbaru yang batal ada 217 penerbangan. Dan penerbangan internasional baik yang dari maupun menuju Bandara Pekanbaru hanya empat penerbangan yang dibatalkan.

Hal ini menunjukkan kebijakan maskapai yang menaikan tarif pesawat sangat berdampak pada konsumen dalam negeri. Pasalnya, lebih dari 90 persen penerbangan yang batal melayani rute domestik. “Penerbangan yang dibatalkan rata-rata 20 penerbangan per hari,” kata Executive General Manager Bandara SSK II, Jaya Tahoma Sirait.

Otoritas Bandara Pekanbaru sejak awal Januari sudah mencatat ada penurunan penumpang sekitar 15 persen dari biasanya, setelah terjadi kenaikan tarif pesawat. Berdasarkan pantauan di situs pemesanan tiket seperti traveloka, harga tiket untuk rute Pekanbaru-Jakarta yang paling banyak diminati, masih bertahan di atas Rp 1 juta per penumpang.

Harga tersebut terus bertahan hingga sepekan ke depan di semua maskapai. Tarif tersebut dua kali lipat lebih tinggi dari harga sebelum kenaikan jika dibandingkan pada periode sama pada tahun lalu.

Jaya Tahoma menjelaskan maskapai yang paling banyak dibatalkan penerbangannya adalah dari Lion Air Group, yang selama ini dikenal sebagai maskapai berbiaya rendah (low cost carrier). Maskapai yang mengusung slogan We Make People Fly ini masih mematok harga tiket rute Pekanbaru-Jakarta di kisaran angka Rp 1 juta hingga Rp 1,2 juta per orang.

Sejak awal Januari, ada 138 penerbangan batal untuk maskapai Lion Air, Wings Air 69 penerbangan, Batik Air 38 penerbangan, dan Malindo Air satu penerbangan yang batal. Kemudian ada 129 pembatalan penerbangan maskapai Garuda Indonesia, dan 56 penerbangan yang batal oleh maskapai Citilink. Selanjutnya ada maskapai luar negeri Scoot yang tercatat membatalkan dua penerbangan.

Penerbangan yang paling banyak dibatalkan terjadi di rute Pekanbaru-Jakarta, yakni sebanyak 245 penerbangan. Selain itu, rute yang dibatalkan ke Batam ada 94 penerbangan, Jambi sebanyak 31 penerbangan, Medan ada 21 penerbangan, Padang sebanyak 14 penerbangan, serta rute tujuan Padang, Dumai dan Palembang masing-masing ada delapan penerbangan batal.

Penerbangan internasional yang batal antara lain dua penerbangan tujuan Singapura, serta tujuan Malaysia dan Jeddah masing-masing satu penerbangan. Kebijakan maskapai penerbangan nasional yang menaikan tarif pesawat hingga batas atas, diakui Jaya akan membuat target PT Angkasa Pura (AP) II dalam pengembangan Bandara SSK II akan terganggu. Apalagi selama beberapa tahun terakhir jumlah penumpang pesawat yang menggunakan layanan Bandara tersebut menunjukan kenaikan signifikan.

Jaya Tahoma mengatakan pada tahun ini AP II memproyeksikan ada pertambahan jumlah penumpang pesawat berkisar 4,3 juta hingga 4,4 juta orang. Namun, dengan kondisi sekarang ini, ia pesimis target itu akan terwujud. “Jika harga tiket tidak turun, maka perkiraan kami jumlah penumpang hanya naik kisaran tiga sampai empat persen,” ujarnya. (EP)

Hari ini, Lion dan Wings Air Berlakukan Bagasi Berbayar

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Maskapai penerbangan Lion Air dan Wings Air resmi mulai memberlakukan bagasi berbayar pada Selasa (22/1). Ketentuan tersebut diimplementasikan usai perusahaan melakukan sosialisasi selama dua minggu terakhir. Tarif bagasi yang dikenakan kepada penumpang bervariasi dan disesuaikan dengan rute dan jam penerbangan.

“Benar, mulai berlaku hari ini. Penumpang bisa melihat harga (bagasi) saat melakukan reservasi tiket,” papar Corporate Communications Strategic Lion Air Danang Mandala Prihantoro dalam keterangan resminya, Selasa (22/01/2019).

Website Lion Air menyebutkan rute Jakarta-Denpasar untuk bagasi dengan kapasitas berat 5 kilogram (kg) dikenakan biaya Rp95 ribu, 10 kg sebesar Rp190 ribu, 15 kg sebesar Rp285 ribu, 20 kg sebesar Rp380 ribu, 25 kg sebesar Rp475 ribu, dan 30 kg sebesar Rp570 ribu.

Sementara, bagi penumpang yang hendak bepergian dari Jakarta ke Padang harus siap-siap merogoh kocek minimal Rp100 ribu untuk bagasi dengan berat 5 kg. Lalu, untuk berat 10 kg biayanya sebesar Rp200 ribu, 15 kg sebesar Rp300 ribu, 20 kg sebesar Rp400 ribu, 25 kg sebesar Rp500 ribu, 25 kg sebesar Rp500 ribu, dan 30 kg sebesar Rp600 ribu.

“Bagi pelanggan membawa bagasi dapat membeli pada saat dan setelah beli tiket,” tutur Danang sambil menambahkan calon penumpang membeli slot bagasi enam jam sebelum keberangkatan. Masyarakat bisa membeli slot melalui agen perjalanan, website resmi perusahaan, dan kantor perwakilan Lion Air Group.

Dihimbau agar penumpang tiba di bandar udara (bandara) lebih awal atau 120 menit sebelum keberangkatan untuk mengantisipasi antrean di counter bagasi. “Lion Air dan Wings Air juga sudah mempersiapkan sumber daya manusia (SDM) dalam membantu kebutuhan pelanggan,” ucap Danang.

Sebagai informasi, ketentuan kebijakan bagasi ini tercantum dalam Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) Nomor 185 Tahun 2015 tentang Standar Pelayanan Penumpang Kelas Ekonomi Angkutan Udara Niaga Berjadwal Dalam Negeri. (redaksibisniswisata@gmail.com)

Menteri LHK Pertanyakan Alasan Rencana Pemda NTT Tutup TN Komodo

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya Bakar rencana mengundang Pemerintah Daerah (Pemda) Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk mempertanyakan sekaligus membahas masalah terkait rencana Gubernur NTT menutup Taman Nasional (TN) Komodo selama setahun.

“Ini memang tidak terlalu bagus, ya, kalau diputuskan sepihak dan ada caranya. Dengarkan dulu nanti dari pemerintah daerah maunya apa, kemudian nanti kita dengar juga dari Kementerian Pariwisata, juga dari Kementerian LHK sendiri dan terus dilihat masa transisinya seperti apa, caranya bagaimana, itu semua ada caranya,” kata Menteri Siti di Jakarta, Senin (21/1/2019).

Rencananya, kata Siti, diskusi mengenai masalah tersebut antara KLHK, Pemda NTT beserta kementerian terkait lainnya bisa dilaksanakan minggu ini, sebagaimana dilaporkan Antara.

Menteri Siti tengah mempelajari masalah itu sebab Kementerian yang dipimpinnya merupakan pemegang otoritas pengelolaan kawasan Taman Nasional, termasuk Komodo. “Saya minta Direktur Jenderal (Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem/KSDAE) memeriksa, karena pertama, otoritas tentang kawasan konservasi itu sepenuhnya ada di pusat. Jadi, kalau pemerintah daerah punya gagasan, nanti kita diskusikan, lalu kita akan lihat inti-intinya apa yang dipersoalkan,” tuturnya.

Seperti diberitakan Bisniswisata.co.id sebelumnya, Pemerintah NTT berencana menutup lokasi wisata Taman Nasional Komodo dari kunjungan wisatawan selama satu tahun. Hal ini dilakukan sebagai upaya meningkatkan populasi komodo, juga rusa yang menjadi makanan utama hewan purba tersebut.

“Kami akan menutup Taman Nasional Komodo selama satu tahun. Pemerintah NTT akan melakukan penataan terhadap kawasan Taman Nasional Komodo agar menjadi lebih baik, sehingga habitat komodo menjadi lebih berkembang,” kata Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat, seperti yang dikutip dari Antara, Ahad (20/01/2019).

Viktor mengatakan, penutupan Taman Nasional Komodo guna mempermudah pemerintah daerah menata kawasan wisata itu. Namun, ia tidak menjelaskan terkait waktu penutupan kawasan Taman Nasional Komodo tersebut.

Menurutnya kondisi habitat komodo di Kabupaten Manggarai Barat, ujung barat Pulau Flores itu sudah semakin berkurang. Selain itu kondisi tubuh komodo yang kecil, dinilai sebagai dampak dari berkurangnya rusa yang menjadi makanan utama komodo.

“Kondisi tubuh komodo tidak sebesar dulu lagi, karena populasi rusa sebagai makanan utama komodo terus berkurang karena maraknya pencurian rusa di kawasan itu,” tegas Viktor.

Ia merasa khawatir jika rusa semakin berkurang, maka ada kemungkinan komodo akan saling memangsa untuk mempertahankan hidup. “Insting sebagai binatang akan muncul apabila rantai makanan komodo berkurang. Apabila makanan utamanya melimpah, maka instingnya akan berbeda,” ujarnya.

Hal itulah yang mendorong pemerintah melakukan penataan kawasan komodo dengan menutup sementara kawasan itu dari kunjungan wisatawan selama satu tahun. Penataan kawasan komodo, ia melanjutkan, dilakukan sebagai bentuk perlindungan yang dilakukan negara terhadap komodo yang menjadi habitat langka dan dilindungi dari kepunahan.

Sebelumnya, Gubernur NTT Viktor Laiskodat akan menaikkan harga tiket masuk ke Pulau Komodo hingga US$500 atau setara Rp7 juta bagi turis asing. Juga menaikkan tiket masuk bagi wisatawan Nusantara sebesar US$100 atau setara Rp1,4 juta. Bukan itu saja, setiap kapal yang berlabuh pun juga akan dikenakan biaya berlabuh. Nilainya cukup fantastis, US$5 ribu atau setara dengan Rp70 juta.

Rencana kenaikan harga tiket masuk ke Pulau Komodo terus menuai polemik. Pengamat ekonomi James Adam menyarankan Pemerintah Provinsi NTT untuk berpikir ulang terkait dengan kenaikan harga tersebut. James menuturkan harganya tidak sesuai pasar, sebab tidak seimbang dengan kondisi riil yang ada di TNK saat ini.

Menurutnya, jika ingin menerapkan tarif sebesar itu, sebaiknya Pemprov NTT menyiapkan terlebih dahulu sejumlah infrastruktur pendukung dalam lokasi TNK. “Ini kan seperti analogi jual beli barang antara produsen dan konsumen. Semakin barang itu berkualitas dan bagus maka harga tidak akan menjadi soal bagi konsumen,” kata James.

James mengatakan rencana Pemprov NTT untuk menaikkan tarif bagi pengunjung yang masuk serta kapal yang berlabuh di kawasan TNK sebetulnya satu gebrakan positif. Namun, hal itu berkaitan dengan kontribusi terhadap penerimaan daerah tetapi harus melalu kajian yang tepat. (EP)

Sate Gebug, Kuliner Legandaris Kota Malang

this formate

MALANG, bisniswisata.co.id: Kota Malang, ternyata memiliku kuliner legendaris. Sate Gebud, namanya. Sate yang ada di Jalan Jenderal Basuki Rahmat, Klojen, Kota Malang ini sudah ada sejak zaman Belanda. Hingga zaman milenial sampai kini masih tetap lestari, tetap nikmat, tetap lezat, tetap darisisi porsi maupun rasanya.

Pemilik Warung Generasi Keempat, Achmad Kabir (24) menerangkan, usaha kuliner sate gebug telah dimulai sejak 1920 oleh buyut dan kakeknya. Lokasinya tak pernah pindah, bahkan bentuk bangunan pun tidak berubah.

Keluarganya hanya sekedar menambah beberapa ruang dan mengecatnya sesuai warna asli. Luas bangunan asli sekitar 2 x 2 meter berada di dalam area warung. Warung hanya mengalami perbaikan besar-besaran selama dua kali, yakni 1965 dan 1995.

Karena telah berdiri sejak lama, warung sate gebug ini pun sudah dikenal banyak pengunjung. Tidak hanya bangunannya, pemilik juga mempertahankan rasa dan beberapa macam kuliner aslinya. Selain sate gebug, adapula rawon, soto dan sop daging.

Di antara menu-menu kulinernya, sate gebug memang paling dikenal oleh konsumen. Bukan saja karena rasa tapi juga penampilan dan cara pemasakannya yang sedikit unik.

Secara sekilas, sate gebug memang terlihat seperti menu dengan sebutan sate bundel di Solo. Namun bedanya, sate gebug menggunakan daging sapi dari bagian tenderloin dan sirloin. Kemudian dalam tata cara pemasakannya, pemilik memukul daging agar teksturnya pipih.
“Terus pakai bumbu, rendam sampai meresap, lalu tusuk dan bakar,” jelasnya.

Soal rasa, Kabir selalu berusaha tidak pernah mengubahnya. Apalagi Kabir diajari untuk merasakan berbagai macam bumbu agar bisa meracik sate sesuai dengan resep aslinya. “Orang tua bukan kasih resep tapi lebih diajak ke pasar dari kecil buat icip bawang mentah, jahe dan sebagainya untuk bedakan mana yang jelek atau tidak,” paparnya seperti dilansir Republika.co.id, Senin (21/01/2019).

Untuk bahan utama seperti daging, Kabir mengaku mendapakan dari empat supplier di Kota Malang. Dua di antaranya telah lama bekerjasama sejak 1920. “Dalam sehari kami menyiapkan 20 sampai 40 kilogram. Kalau lagi ramai, 40 kilogram daging bisa habis,” katanya.

Kenikmatan sate gebug memang sudah tidak bisa dipungkiri lagi. Selain lembut dan empuk, meski ukurannya berbeda dengan sate lainnya, namun rasa dagingnya juga begitu enak saat di lidah. Hal inilah yang dirasakan pengunjung, Sofyan Arif Candra (25).

“Enak dan murah. Saya dari Surabaya datang ke sini sengaja untuk cobain sate gebug. Saya dapat video WhatsApp dari temen dan kelihatannya enak, jadinya saya datang ke sini,” jelas pria yang menetap di Surabaya ini.

Untuk dapat menikmati sate gebug, pengunjung hanya perlu datang setiap hari kecuali Jumat dan momen peringatan Islam. Warung dibuka dari pukul 08.00 sampai 16.00 WIB. Harga menunya dibanderol sekitar Rp 15 ribu sampai 30 ribu per porsi. (EP)

Dongkrak Kunjungan Wisman, Batam Tourism and Promotion Board Dibentuk

this formate

BATAM, bisniswisata.co.id: Kota Batam membentuk tim khusus untuk melakukan penetrasi pasar. Tim tersebut diberi nama Batam Tourism and Promotion Board. Sesuai namanya, tim ini akan mempromosikan pariwisata Batam. Tujuannya, untuk mendatangkan lebih banyak wisatawan mancanegara (wisman).

“Batam Tourism and Promotion Board (BTPB) atau Badan Promosi Pariwisata Batam, beranggotakan 10 orang. Terdiri dari stakeholder, asosiasi pariwisata, profesi dan orang-orang yang paham dan mengerti akan dunia pariwisata,” kata Kepala Dinas Pariwisata Kota Batam, Ardiwinata, dalam keterangan tertulis, Senin (21/01/2019).

Menurut Ardi, Pemkot Batam masih melakukan penjaringan terhadap para calon yang nantinya bertugas sebagai pengambil kebijakan di BTPB. Terkait aturan, Ardi mengatakan pembentukan BTPB ini sudah tertuang di Peraturan Walikota Batam (Perwako). “Nomornya saya lupa, tapi sudah ada. Saat mencari anggotanya, semoga bulan depan badan sudah bisa segera bekerja,” ucapnya.

Selain 10 orang pengambil kebijakan. BTBP nantinya akan diawaki beberapa orang sebagai operator atau pelaksana dari setiap keputusan pengambil kebijakan. “Ranah kerja BTBP ini membantu Pemkot dalam mempromosikan Kota Batam. Nantinya 10 orang pengambil kebijakan akan membuat program kerja juga,” ucapnya.

Dijelaskan Ardi, target promosi wisata Batam mencakup dalam dan luar negeri. Dan tentunya setiap pameran pariwisata, BTBP akan hadir. “Kami sangat yakin hadirnya BTBP akan memberikan daya dobrak bagi promosi pariwisata Kota Batam,” ucapnya.

Ardi menambahkan, terobosan demi terobosan memang diperlukan untuk memaksimalkan potensi pariwisata Kota Batam. Terlebih Batam adalah daerah strategis dan crossborder. Yang artinya, relatif mudah mendatangkan wisman. Keuntungan Batam adalah berdekatan dengan Malaysia dan Singapura.

Kemampuan Batam menyedot wisman akan berimbas pada keberhasilan pencapaian target secara nasional. Tahun ini, Kemenpar ditargetkan dapat menjaring 20 juta wisman ke Indonesia.

“Karena Kepulauan Riau (Kepri) merupakan pintu masuk terbesar ke 3 wisman ke Indonesia dan Batam menjadi kunci keberhasilan keberhasilan Kepri. Ini tentunya harus didukung dengan strategi promosi yang baik. Dan yang pasti Kemenpar juga akan all out membantu Bantam untuk mencapai target tersebut,” ujarnya.

libur bersama keluarga tentunya menjadi saat-saat yang menyenangkan dan berkesan untuk mengisi libur panjang. Terlebih jika anak-anak sangat menikmati setiap waktu yang dihabiskan bersama kedua orang tuanya. Nah, jika Anda berencana untuk berlibur bersama keluarga di Kota Batam, berikut ini adalah tempat wisata keluarga yang bisa Anda kunjungi bersama anak-anak.

1. Ocarina Park
Bila di Jakarta ada Dunia Fantasi (Dufan), maka di Batam ada juga taman hiburan bernama Mega Wisata Ocarina Park. Tempat wisata seluas 40 hektare ini berada di kompleks perumahan mewah Costarina, Pasir Putih, Batam. Dikelilingi oleh lautan yang indah, taman hiburan ini menyajikan berbagai wahana bermain yang menyenangkan. Beberapa wahana yang paling disukai adalah Giant Wheel atau Kincir Raksasa. Anda dapat mencoba Sky Runner, Kiddy Land, Flying Fox, trampolin, atau berenang di water park. Setiap hari Minggu sore, jam 5 dan 7 malam, Anda dan anak-anak dapat menikmati serunya mandi busa di sini.

2. Hutan Wisata Mata Kucing

Hutan Wisata Mata Kucing atau yang dikenal dengan Kebun Binatang Mini ini berlokasi di Jalan Taman Bukit Golf, Tanjung Riau. Kawasan ini merupakan tempat wisata keluarga. Di sini Anda dan anak-anak dapat menikmati alam sembari mengenalkan berbagai macam satwa, seperti burung elang, buaya, aneka primata, ikan, dan masih banyak yang lainnya. Letaknya yang berada di tengah hutan, membuat tempat ini unik dan menarik karena memiliki keindahan yang alami. Selain melihat aneka satwa, Anda dapat mencoba kegiatan lain seperti flying fox, mendaki bukit, atau merasakan sensasi berenang seperti di alam liar. Untuk harga tiket masuknya, Anda hanya dikenakan biaya Rp10.000 untuk dewasa dan Rp5.000 untuk anak-anak.

3. Miniature House Indonesia
Berlokasi di kawasan wisata Golden City Bengkong, taman miniatur rumah ini merupakan versi lebih kecil dari Taman Mini Indonesia Indah yang berada di Jakarta. Berbagai macam replika rumah adat dari Sabang hingga Marauke ditampilkan di sini. Anda dapat menyusuri jalan setapak sambil menikmati pemandangan dan berfoto. Anak-anak juga dapat mengenal berbagai rumah adat dari seluruh provinsi di Indonesia.

4. Golden City Go-kart
Berada dalam area kompleks Golden City Bengkong, satu lokasi dengan Miniature House Indonesia yang sebelumnya telah dibahas, Golden City Go-kart merupakan salah satu dari dua lokasi permainan gokart yang ada di kota Batam. Di sini, Anda dapat merasakan berkendara bak seorang pembalap. Tidak perlu khawatir dengan keamanannya karena permainan ini diawasi oleh tenaga profesional. Selain gokart, Anda dan anak-anak dapat mencoba wahana lain seperti paint ball, flying fox, taman bermain, dan arena ATV.

5. Pantai Sekilak

Pantai Sekilak terletak di Batu Besar, Nongsa, berdekatan dengan Tanjung Mbemban. Luasnya area pantai ini mencapai 30 hektare. Adapun pemandangannya begitu menawan karena dihiasi pohon-pohon rindang dan suara debur ombak. Tak hanya untuk menikmati wisata alam, di Pantai Sekilak, Anda dan keluarga dapat menghabiskan waktu sembari menikmati olahraga air, seperti naik perahu kayak, perahu naga, atau banana boat. Hal menarik lainnya yang dapat Anda lakukan adalah melihat kura-kura di pantai. Selain bersenang-senang, kegiatan ini tentunya bermanfaat untuk mengajarkan anak-anak menjaga kelestarian alam dan populasi hewan di kawasan pantai. (redaksibisniswisata@gmail.com)

Nowela Idol: Kuliner Medan Itu Gila Banget

this formate

MEDAN, bisniswisata.co.id: Bagi penyanya solo bergenre R&B, Soul, Pop, Nowela Elizabeth Mikhelia Auparay (31), Medan bukan kota asing. Yang paling diingat juara Indonesian Idol musim ke-8 dari Medan adalah kuliner dan kudapan yang lezat-lezat.

“Sudah sering ke Medan, yang paling dicari kalau ke sini adalah kulinernya. Semua mau aku coba. Kuliner Medan itu gila banget. Medan ini menyenangkan, kota yang semangat yang membuat energi positif,” kata Nowela Idol, panggilan akrabnya saat menjadi bintang tamu Pesta Jutawan di pelataran Parkir Ringroad City Walks Medan, Ahad (20/01/2019).

Namun ada yang membuat dirinya kesal saat berada di Medan. Gadis berdarah Papua dan Batak itu, menilai Kota Medan sekarang sudah macet. “Macetnya Kota Medan bikin males banget. Tadi saat menuju ke sini kena macet lagi,” ujar Nowela yang mengeluarkan single
Membawa Cinta (2014), Kehabisan Kata dan Cinta Kita Beda (feat. Kevin Lim) (2015) dan Kekasih Bukan (2016). Juga Album Idol’s Reunion Love Hits (bersama Husein, Ubay, Regina, Kamasean) (2015) dan #1 (2016)

Dara kelahiran Wamena Papua, 19 Desember 1987 bercerita tahun 2019 ini ia masih sibuk dengan kegiatan menyanyi, baik on air maupun off air. “Masih jadi pengamen keliling. Aku minta doanya supaya segera mengerjakan single terbaru, tahun ini harus mengeluarkan single terbaru,” katanya dengan mimik ceria seperti dilansir Kompas.com, Senin (21/01).

Nama Nowela menjadi perhatian sejak ia mengikuti ajang pencarian bakat Indonesian Idol musim ke-8 pada 2014. Suaranya yang kuat membuat publik terpikat. Pada grand final Indonesia, Nowela membawakan tiga lagu, yakni “Only Girl (In The World)”, “Apakah Ini Cinta”, dan “Roar”.

Jebloan Universitas Airlangga Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (2005-2009), Ayahnya berasal dari Papua, sedangkan ibunya berdarah Batak, bermarga Sinaga. Setamat SMA di SMA Negeri 1 Sidoarjo pada tahun 2005, ia melanjutkan pendidikannya ke FISIP Universitas Airlangga Surabaya, namun tidak selesai.

Ia kemudian hijrah ke Purwokerto, Jawa Tengah, dan bekerja sebagai penyanyi kafe, profesi yang dijalaninya selama enam tahun sebelum akhirnya lolos menjadi salah seorang peserta Indonesian Idol musim kedelapan. Nowela mengikuti audisi Indonesian Idol melalui Bus Audisi Purwokerto dan berhasil lolos ke Jakarta setelah melewati proses audisi utama di Bandung.

Setelah serangkaian tahap seleksi, ia berhasil melaju ke babak spektakuler, dan pada akhirnya menjadi pemenang setelah menyisihkan Husein Alatas. Suaranya yang kuat dan unik kerap mendapat pujian dari para juri, yang dijuluki dengan “Uranium Voice” oleh Ahmad Dhani. (EP)

New York masih Jadi Kota Incaran Wisatawan Asing

this formate

NEW YORK, bisniswisata.co.id: Presiden Trump boleh saja melemparkan berbagai macam “bom” kata-kata untuk melanjutkan perang dagangnya dengan China, tapi orang-orang kaya China masih saja hobi mendatangi negara Paman Sam. Bahkan turis dari China menjadi turis asing terbesar kedua yang mendatangi Kota New York.

Untuk data tahun 2018, Marketing agency New York baru saja mengumumkan jumlah pengunjung Kota yang sering dijuluki Big Apple itu mencapai 65,2 juta, rekor tertinggi sepanjang masa. Sebagian besar pengunjung tentunya adalah turis domestik Amerika Serikat, tapi turis yang berasal dari China pun masih tetap naik dari 1,04 juta menjadi 1,1 juta.

Data NYC & Company yang merupakan tourism agency New York, jumlah turis dari China ini tak jauh terpaut dengan turis Inggris (1,24 juta) dan Kanada tetangga terdekat di Utara Amerika Serikat (1 juta). “Dari apa yang kami liat sejauh ini, kami rasa bisnis dengan China akan tetap kuat,” tutur Fred Dixon Chief Executive NYC & Company seperti dilansir New York Times, Senin (21/01/2019)

Menurut Dixon jumlah turis yang datang ke New York di tahun 2018 naik 2,4 juta atau tumbuh 3,8% dibandingkan tahun sebelumnya. Ia berharap jumlah turis ini akan bisa bertambah lagi di 2019 menjadi 67 juta pengunjung. New York memang mencanangkan tahun 2019 sebagai tahun monumental karena banyaknya event dan peresmian gedung-gedung ikon baru.

Dixon juga berharap akan mendapatkan banyak dorongan kedatangan turis berkat kerjasamanya dengan Mastercard yang menggantikan American Express sebagai sistem pembayaran pilihan NYC & Company.

Berkat kemitraannya dengan Mastercard, NYC & Company mendapatkan tambahan anggaran, sehingga tahun ini anggaran mereka bisa mencapai US$ 39 juta. Dari pemerintah kota sendiri agensi mendapatkan anggaran US$ 21 juta.

Menurut Cheryl Guerin, executive vice president Mastercard, mereka menjalankan kampanye marketingnya dengan memberikan promosi berupa penawaran spesial di New York. Seperti misalnya makan malam yang dimasak khusus oleh chef terkenal Marcus Samuelsson di tempat yang menjadi ikon seperti Carnegie Hall.

Dua juta pemegang kartu kredit Mastercard pun akan mendapatkan akses lebih awal untuk acara tahunan di New York, seperti Restaurant Week atau Broadway Week. “Kami ada kemitraan dengan kota lain juga, tapi di sini akan menjadi yang paling besar,” jelas Guerin.

Dixon berharap kemitraan ini akan membantu menaikkan lebih banyak para turis, terutama di musim dingin ini. Di musim dingin kunjungan para turis ke New York biasanya memang akan menurun. NYC & Company akan mempromosikan bulan-bulan di awal tahun sebagai waktu yang paling optimal untuk datang ke New York.

Mastercard sendiri baru saja mengeluarkan daftar tahunan untuk kota-kota yang paling populer untuk para turis. New York berada di ranking ke 6 di bawah Bangkok, London, Paris, Dubai, dan Singapura. Di antara kota-kota di Amerika sendiri, New York menjadi kota dengan pengunjung ke dua terbesar setelah Orlando yang tahun 2018 kedatangan 70 juta turis.

Tapi menurut Dixon, para pengunjung domestik tidak akan berbelanja sebesar turis asing. Para turis asing biasanya akan menghabiskan waktu 4 kali lebih lama daripada turis domestik.

Menurut estimasi NYC & Company secara keseluruhan, tahun lalu turis di New York berbelanja sebesar US$ 44 miliar. Angka ini diperkirakan dari atraksi-atraksi populer di Empire State Building, lalu-lintas di airport dan tingkat hunian hotel.

Tahun lalu, hotel di kota ini berhasil menjual 37,7 juta hari inap. Menurut sang agency, ini adalah jumlah terbesar yang pernah diperoleh. Jadi tak heran kalau pemerintah kota bisa menikmati penghasilan pajak US$620 juta dari penjualan kamar hotel.

Pembangunan hotel di kota ini terus terjadi dalam beberapa tahun terakhir. Saat ini ada 119 ribu kamar hotel di New York, 20 ribu di antaranya sedang dalam konstruksi.

Pertumbuhan turis yang terus melonjak dalam beberapa tahun terakhir di New York tidak lepas dari keputusan Michael Bloomberg 10 tahun lalu. Bloomberg sebagai walikota New York pada waktu itu memutuskan untuk memberikan anggaran belanja lebih besar untuk promosi kota di tahun 2007.

Waktu itu, New York hanya didatangi 44 juta turis setiap tahunnya. Target Bloomberg untuk bisa mendatangkan 50 juta turis di tahun 2015 sepertinya sangat ambisius.

Setelah pemerintah kota mengambil alih NYC & Company dari industri hotel dan restoran dan menaikkan anggaran belanjanya, tourism agency ini ternyata bisa menaikkan jumlah kedatangan turis lebih besar dari yang dibayangkan Bloomberg. Kalau saja Prediksi Dixon akurat, maka jumlah turis di akhir tahun ini akan lebih besar 50% dibandingkan tahun 2007. (EP)

Tips Atur Anggaran Traveling bagi Pekerja

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Banyak cara yang bisa dilakukan seseorang untuk menikmati hidup, salah satunya dengan berwisata atau traveling. Dengan melakukan perjalanan wisata ke berbagai destinasi banyak hal dan pengalaman baru yang bisa didapatkan.

Ashari Yudha, merupakan salah satu travel blogger yang sangat menikmati setiap perjalanan wisatanya baik di dalam maupun luar negeri. Untuk Indonesia sendiri, dia sudah menjelajahi lokasi wisata di 34 kota, dan berencana untuk mengeksplor lokasi wisata lainnya di Eropa.

Dalam setiap perjalanannya, pemilik blog www.catatanbackpacker.com ini ingin dapat merasakan ambience di daerah tersebut, rasanya menjadi orang di kota atau negara tersebut, mencicipi makanan dan kuliner khas serta gaya hidup masyarakat setempat. Dia bahkan selalu menyisihkan pendapatannya setiap bulan yang memang khusus dialokasikan untuk berwisata.

Namun, tak setiap orang punya kondisi keuangan yang setiap saat siap untuk digunakan jalan-jalan, apalagi untuk kelas pekerja. Walau begitu, nyatanya tetap bisa berkeliling Indonesia. Apa rahasianya? Berikut adalah kiat-kiat bagaimana mempersiapkan bujet untuk traveling, seperti dilansir Liputan6.com, Senin (21/01/2019):

#. Tahu Bujet
Pertama, kita harus tahu dulu bujet perkiran biaya itu berapa. Misalnya bujet untuk makan, transportasi, penginapan, jajan, itu harus sudah diset semuanya. Untuk transportasi, Anda bisa memilih penerbangan dengan tarif promo, atau saat bukan peak seasons sehingga harga lebih murah. Pada rute-rute yang ramai juga biasanya harga tiket lebih murah. Penginapan untuk bacpacker juga bisa dipilih untuk menekan angka pengeluaran. Meski tingkat kenyamanannya berbeda dari hotel berbintang, tapi jika Anda tujuannya lebih untuk melakukan eksplorasi lokasi wisata tentu tidak ada persoalan. Cari referensi di Internet atau TripAdvisory.

#. Dana Talangan
Jangan lupa untuk persiapkan dana cadangan atau dana talangan, bisa juga gunakan kartu kredit untuk berjaga-jaga, kalau kekurangan dana bsia menggunakan itu.

#. Tahan Nafsu Belanja

Hal paling penting saat wisata itu harus bisa menahan nafsu untuk belanja, karena banyak jajan ujung-ujungnya melebihi dana yang sudah dibujetkan di awal. Kalau bisa untuk belanja dan jajan sendiri itu sudha ada dananya sendiri.

#. Sisihkan Tabungan

“Kalau untuk memperisapkan dana untuk traveling biasanya saya sisihkan pendapatan bulanan itu misalnya Rp1 juta, jadi setiap akhir tahun sudah ada dana yang terkumpul bisa untuk traveling,” ujarnya. Karena itu, buat pos atau tabungan sendiri untuk jalan-jalan atau traveling sehingga tidak mengganggu cash flow bulanan.

#. Ngobrol dengan warga

Nah, selama traveling juga usahakan untuk lebih dekat dengan orang-orangnya, bukan hanya menikmati pemandangan. Usahakan belajar sedikit bahasa lokal, minimal bisa untuk menyapa mereka. “Kalau bisa jangan keliatan kita seperti turis banget yang datang ke sana cuma sekadar foto lalu kabur. Kalau bisa duduk dulu, ngobrol biasa, lalu tanyakan aktivitas yang mereka lakukan. Kalau sudah ngobrol enak dan akrab lalu minta izin untuk memotret, biasanya hasilnya akan lebih baik. (EP)

ICPI Tolak Kebijakan Bali Kenakan Pajak Wisman US$ 10

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Ikatan Cendekiawan Pariwisata Indonesia (ICPI) menolak secara tegas rencana Provinsi Bali mengenakan pajak bagi wisatawan mancanegara (Wisman) sebesar US$ 10. Pajak wisman ini diperuntukkan menjaga Lingkungan dan Budaya di Pulau Dewata.

“Menurut saya tidak masuk akal Bali rencana mengenakan pajak wisman. Saya khawatir kunjungan turis asing akan berdampak negatif ke Bali, lain halnya seperti di Jepang maupun Dubai yang mengenakan pajak sejenis namun negaranya telah mempersiapkan destinasinya secara baik. Ini jelas merugikan pariwisata kita,” tegas Ketua Umum ICPI Azril Azahari dalam keterangan resminya yang diterima redaksi Bisniswisata.co.id di Jakarta, Senin (21/01/2019).

Diakui berbagai media luar negeri termasuk Singapore seperti “The Straits Times” dan “Channel NewsAsia”, edisi 19 Januari 2019, telah menyoroti rencana Provinsi Bali untuk mengenakan pajak bagi Wisman sebesar US $ 10 guna menjaga Lingkungan dan Budaya di Provinsi Bali.

“Anehnya rencana Gubernur Bali didukung DPRD Bali dan beberapa asosiasi seperti PHRI Bali dan ASITA Bali. Namun beberapa maskapai penerbangan internasional dan IATA agaknya sangat berkebaratan. Kami juga secara tegas menolaknya,” sambung Azril.

Menurutnya, ada beberapa hal yang perlu dikaji lebih lanjut. Pertama, apakah hal ini tidak bertentangan dengan kebijakan pemerintah pusat yang telah membebaskan visa untuk beberapa Negara yaitu sekitar 169 negara (Perpres 21 Tahun 2016) walaupun tidak “reciprocal” karena untuk wisatawan nasional (turis Indonesia) yang ingin outbound hanya bisa bebas visa untuk sekitar 73 negara (2018).

Kedua, sambung dia, apakah pajak yang diperoleh dari wisman tersebut akan langsung digunakan untuk perbaikan aktivitas pariwisata seperti untuk pengelolaan kebersihan di destinasi pariwisata, masih menjadi pertanyaan kita.

“Ketiga, dalam konsep “Responsible Tourism” yang saat ini mulai populer di berbagai Negara, bahwa tourist asing ikut berpartisipasi aktif (langsung) dalam dalam aktivitas pariwisata, seperti berpartisipasi dalam menjaga kebersihan hingga memungut sampah yang ada, ikut berperan dalam kegiatan seni-budaya misal ikut menari dan memainkan alat musik tradisional serta ikut membatik,” lontarnya.

Keempat, apakah tidak sebaiknya kegiatan membangun destinasi menjadi tugas utama pemerintah (Pusat, Provinsi, Kabupaten/Kota), terutama untuk meningkatkan daya saing pariwisata, tambahnya.

Dilanjutkan, ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan untuk ditingkatkan guna meningkatkan daya saing pariwisata kita, yaitu keamanan dan keselamatan (security and safety), kesehatan dan kebersihan (healthy and hygiene), penjagaan kelestarian lingkungan (environmental sustainability), infrastruktur atas informasi pariwisata (tourism information infrastructure). (redaksi@bisniswisata.co.id)