Black Panther Cetak Sejarah Lolos Nominasi Oscar 2019

this formate

HOLLYWOOD, bisniswisata.co.id: Film Black Panther berhasil menjadi film superhero pertama yang masuk dalam nominasi Oscar 2019 untuk kategori Best Picture atau Film Terbaik. Film produksi Marvel Studios itu mencetak sejarah baru karena menjadi film superhero pertama dalam sejarah Oscar yang masuk dalam kategori utama.

Pada Selasa (22/1/2019), Academy of Motion Picture Arts and Sciences (AMPAS) mengumumkan bahwa Black Panther masuk dalam tujuh nominasi Oscar tahun 2019. Selain Best Picture, enam kategori lainnya adalah Sound Editing, Sound Mixing, Production Design, Original Score, Original Song, dan Costume Design

Dalam kategori Best Picture, film yang disutradari oleh Ryan Coogler itu bersaing dengan BlacKkKlansman, Bohemian Rhapsody, The Favourite, Green Book, Roma, A Star is Born, dan Vice.

Dengan pendapatan domestik mencapai US$700 juta, Black Panther menjadi film terlaris ketiga tertinggi sepanjang masa. Secara global, Black Panther berhasil meraup pendapatan total sebesar US$1,3 miliar. Ini menjadikannya sebagai film dengan pendapatan tertinggi dalam nominasi Best Picture Oscar, setelah Avatar dan Titanic.

Sebelum Oscar, Black Panther telah mendapatkan pengakuan dalam sejumlah ajang penghargaan bergengsi lainnya, seperti SAG dan Golden Globes. Tahun lalu, film karya James Mangold ‘Logan’ juga menjadi film superhero pertama yang masuk nominasi Skenario Adaptasi Terbaik dalam Piala Oscar.

Sekarang dengan masuknya Black Panther dalam nominasi Best Picture Oscar, nampaknya stigma ajang Oscar yang memandang sebelah mata film superhero populer perlahan bergeser.

Beberapa tahun terakhir, Academy of Motion Picture Arts and Sciences lebih sering memfavoritkan film indie dengan jumlah penonton yang sedikit dan justru mengesampingkan film sukses secara komersial, seperti Wonder Woman. (EP)

Dhini Aminarti Terjun Bisnis Fashion Muslim

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Pesinetron Dhini Aminarti makin fokus dengan usaha yang tengah dijalaninya. Tidak puas berbisnis kue kekinian, bersama sang suami, Dimas Seto, wanita kelahiran Jakarta 35 tahun lalu kini terjun ke bisnis dunia fashion.

“Ya tentu saja aku harus memberikan pilihan pada masyarakat dengan berbagai motif, model yang sesuai dengan keinginan konsumen, dari dulu aku emang suka menggambar, ” ujar Dhini yang sudah membintangi puluhan judul sinetron serial ini.

Kini, dia lebih banyak bekerja di rumah, berkutat dengan pola dan desain baju muslim yang diproduksinya dengan brand DA by Dhini Aminarti berupa mukena dan hijab, serta DD Batikku dan yang terbaru IM Syar’i X Dhini Aminarti.

“Suami mendukung penuh, kita kerjasama, di rumah tapi berbisnis. Alhamdulillah sudah launching baju. Kebetulan aku kolaborasi bareng sama Irna Mutiara, salah satu desainer dari Bandung,” kata pemain film ‘Haji Kecil’, ‘Cinta Laki-Laki Biasa’ dan ‘Dunia Lain the Movie’ ini.

Meski punya kesibukan baru, namun Dhini mengatakan tidak akan meninggalkan dunia hiburan yang telah membesarkan namanya. “Aku akan tetap main film atau sinetron, hanya porsinya dikurangi, apalagi Dimas juga ngasih kok, kita masih pengen terus berakting jika perannya bagus,” terang jebolan Universitas Paramadina (2008) dan Universitas Tarumanagara Kampus I. (EP)

Sepanjang 2018, Bandara Ngurah Rai Kedatangan 6,1 Juta Wisman

this formate

DENPASAR, bisniswisata.co.id: Sepanjang 2018, Bandara Ngurah Rai Bali mencatat kedatangan 6,1 juta wisatawan mancanegara atau mengalami kenaikan 10,6% dibanding 2017. Turis asal Cina masih menempati urutan teratas dalam urusan kunjungan ke Bali. Tercatat, jumlah kunjungan turis berpaspor Negeri Tirai Bambu sebanyak 1.380.687 wisatawan atau 22,53% dari total keseluruhan wisman.

“Jika dibandingkan dengan statistik tahun lalu, jumlah kunjungan wisatawan China pada 2018 mengalami penurunan sebesar 0,3% atau sebanyak 4.254 wisatawan,” papar General Manager PT. Angkasa Pura I (Persero) Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai Yanus Suprayogi dalam keterangan tertulis, Rabu (23/01/2019).

Australia sendiri menempati urutan kedua negara kontributor wisatawan mancanegara terbanyak, dengan jumlah kunjungan sebanyak 1.185.557 wisatawan atau 19,53% dari total wisman. Jumlah ini naik sebesar 10,3% dibanding dengan jumlah kunjungan tahun lalu. Adapun pada 2017, tercatat sebanyak 1.074.547 wisatawan Australia masuk ke Bali.

Posisi nomor tiga ditempati oleh India dengan kedatatangan sebanyak 356.497 wisman. Kunjungan wisatawan India ke Bali pada 2018 menunjukkan tren positif dengan persentase kenaikan sebesar 33,7% dibanding tahun lalu.

Kebangsaan dengan kunjungan cukup besar lainnya secara berturut-turut yakni Britania Raya, Jepang, Amerika Serikat, Perancis, Malaysia, Jerman, dan Korea Selatan. Jika diakumulasi, jumlah turis dari tujuh negara ini adalah sebanyak 1.506.672 jiwa atau hampir 25% dari total wisman yang masuk ke Bali.

Dari sepuluh besar negara dengan jumlah wisatawan terbanyak, tercatat India merupakan negara dengan pertumbuhan jumlah wisatawan tertinggi, dengan persentase kenaikan sebesar 33,73%, disusul oleh Amerika Serikat dengan 22,9%, dan Malaysia dengan pertumbuhan sebesar 18,5%.

“Masih sama dengan tahun 2017, urutan tiga besar negara penyumbang wisatawan terbanyak masih ditempati oleh Cina, Australia, dan India. Akumulasi turis mancanegara dari tiga negara ini menyentuh angka 2,9 juta jiwa, atau hampir 47% dari total keseluruhan angka kunjungan,” sambungnya.

Menurutnya, berdasarkan realisasi ini, Bali tetap merupakan destinasi wisata dunia yang semakin digandrungi oleh warga dunia. Pertumbuhan jumlah wisatawan ini juga mengindikasikan bahwa nama Bali semakin terkenal dan bersaing dengan destinasi wisata favorit dunia lain.

Apalagi, 2018 lalu, Bali menggelar beberapa event kelas dunia yang menarik cukup banyak perhatian dunia internasional, seperti IMF-World Bank Annual Meetings 2018 dan Our Ocean Conference 2018.

“Bali, selain merupakan destinasi wisata andalan untuk jelajah alam, juga bertransformasi menjadi tujuan para kaum eksekutif untuk menggelar konferensi, rapat, dan eksibisi berskala internasional,” katanya. (EP)

Wapres JK: Taman Nasional Komodo Tak Perlu Ditutup

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan dengan ditutup atau tidaknya Taman Nasional Komodo, komodo tetap perlu makan. Seharusnya hal itu, jangan jadi alasan bagi Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTT yang rencana menutup taman nasional yang kerap dikunjungi wisatawan mancanegara.

“Kalau saya lihat, alasannya Gubernur Viktor itu baik untuk memperbaiki ekosistem di sana, untuk memperbanyak atau mengembangbiakkan rusa. Tapi jangan lupa, dikunjungi atau tidak dikunjungi, itu tetap saja (komodo) perlu makan,” papar Wapres JK kepada wartawan di Kantor Wakil Presiden Jakarta, seperti dilansir Antara Rabu (23/1/2019).

Menurutnya, upaya pengembangbiakan rusa seharusnya dapat berjalan seiring pembukaan Taman Nasional Komodo. Pengembangbiakan rusa dinilai dapat dilakukan di tempat lain, sehingga TN Komodo tidak perlu ditutup. “Apa benar itu, bahwa perlu makannya rusa, kambing itu lebih terkait. Kalau ada pertanyaan apa dikembangkan di tempat lain dulu lalu dibawa ke situ, itu bisa saja. Kenapa harus ditutup segala,” lontar JK.

Kelangkaan rusa dan kambing sebagai makanan utama komodo jadi alasan utama Pemprov NTT untuk menutup Taman Nasional itu selama satu tahun. Semakin sedikitnya rusa dan kambing dikhawatirkan dapat merusak rantai makanan komodo, sehingga hewan berspesies biawak besar itu nantinya dapat saling memakan sejenis.

Ditambahkan rencana penutupan Taman Nasional Komodo di Nusa Tenggara Timur (NTT) belum resmi. “Itu belum kami (buat) resmi, kan masih wacana,” tambah Kalla.

Sebelumnya, Gubernur NTT Viktor Bungitulu Laiskodat mengatakan penutupan Taman Nasional Komodo bertujuan mempermudah pemerintah daerah dalam menata kawasan wisata itu. Kondisi habitat komodo di ujung Pulau Flores itu sudah semakin berkurang, ditambah kondisi fisik komodo yang semakin kecil sebagai dampak dari berkurangnya rusa.

“Kondisi tubuh komodo tidak sebesar dulu lagi, karena populasi rusa sebagai makanan utama komodo terus berkurang karena maraknya pencurian rusa di kawasan itu,” ujar Viktor terkait penutupan Taman Nasional Komodo.

Viktor juga mengkhawatirkan, rendahnya perhatian terhadap budi daya rusa mengakibatkan komodo saling memangsa. Apalagi, saat ini perburuan liar terhadap rusa di area taman tersebut semakin marak. “Namanya taman itu harus indah dan biar habitat komodo di sana, bisa nyaman dan kita bisa lakukan rekayasa genetik untuk komodo kembalikan habitatnya, jangan makin lama makin kecil tapi dia makin membesar,” kata Viktor, Senin 21 Januari 2019.

Menurut mantan Ketua Fraksi Nasdem DPR itu, wisatawan masih diperbolehkan mengunjungi pulau-pulau yang ada di sekitar Labuan Bajo. Namun, tidak diizinkan untuk masuk ke Pulau Komodo. “Boleh masuk tapi tidak boleh turun khusus untuk Pulau Komodo. Putar aja silakan putar dengan kapal kan bisa di Padar, masih bisa turun di Padar, di Rinca tapi kalau khusus untuk Pulau Komodonya kita tutup,” ujar Viktor. (EP)

Pantai Kuta Ditutup, Wisatawan Dilarang Berenang

this formate

DENPASAR, bisniswisata.co.id: Pantai Kuta Bali untuk sementara ditutup bagi wisatawan. Penutupan dilakukan khusus untuk wilayah perairan. Penutupan dilakukan menyusul cuaca buruk, angin kencang, hujan disertai petir dan gelombang tinggi dalam beberapa hari terakhir. Penutupan mulai diberlakukan sejak Selasa (22/1/2019).

“Penutupan dilakukan mulai kemarin karena ombak besar dan angin kencang. Sampah kiriman juga menumpuk sepanjang pantai. Untuk sementara wisatawan dilarang berenang, surfing dan bermain di bibir pantai,” kata petugas Balawista Pantai Kuta, Ketut Ipel, Rabu (23/1/2019).

Kondisi saat ini, lanjut dia, masih belum berubah dengan ketinggian ombak mencapai 3 meter. Untuk menjaga keamanan dan kenyamanan wisatawan, dan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan maka imbauan ini masih diberlakukan sampai kondisi cuaca membaik. “Untuk menjaga keamanan dan kenyamanan, imbauan masih berlangsung hingga hari ini, sampahnya sampai di pos induk petugas,” kata Ipel.

Panjang pantai yang ditutup sekitar 5 kilometer, meliputi pesisir Kuta hingga Seminyak. Sementara itu, petugas masih terus bersiaga untuk memantau kegiatan wisatawan dan para peselancar.

Diakui Ipel, masih ada yang tetap beraktivitas di daerah perairan. Karena itu, petugas aktif berpatroli sambil memberikan imbauan. Apalagi, selain gelombang tinggi, bahaya juga bisa ditimbulkan sampah berupa benda tajam yang berserakan di pinggir pantai. “Memang masih ada yang berenang tapi tetap diimbau untuk meninggalkan daerah perairan, kami terus melakukan pemantauan,” ucap Ipel.

Dijelaskan, ketinggian gelombang di Pantai Kuta sejak Selasa pagi dirasakan sangat tinggi, sehingga sangat membahayakan. Selain gelombang, faktor ditutupnya aktifitas berenang dan surting di pantai tersebut karena sampah kiriman menumpuk di sepanjang pantai.

Sampah kayu dan duri tersebut juga faktor yang berbahaya bagi para wisatawan. Meski petugas Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kabupaten Badung sudah dikerahkan ke lapangan untuk mengevakuasi, namun tidak bisa berbuat banyak karena kondisi air laut naik.

“Selain gelombang, di sepanjang Pantai Kuta juga sampah. Selain kayu, banyak juga duri, sehingga berbahaya juga. Alat berat dari DLHK sudah turun, tapi tidak bisa berbuat banyak karena air pasang. Makanya, atas dasar dua faktor (gelombang dan sampah) itu kita tutup aktivitas mandinya,” sambungnya seperti dilansir nusabali.com.

Ditanyai terkait lama waktu penutupan untuk aktivitas di Pantai Kuta itu, I Ketut Ipel mengaku disesuaikan dengan situasi di lapangan. Yang pasti, pada Selasa, pihaknya melarang aktivitas berenang dan surving. “Nanti kita sesuaikan (penutupan) itu. Kalau besok (hari ini,Red) cuacanya bagus? Pasti akan dibuka lagi. Tapi, kalau masih seperti ini akan dipertimbangkan lagi karena membahayakan keselamatan. Yang pasti untuk hari ini (selasa kemarin,red) kita tutup,” terangnya.

Terkait cuaca ekstrem yang terjadi belakangan ini, Kepala Data dan Informasi Badan Metereologi, Klimatologi dan Geofisika wilayah III Denpasar, Imam Faturahman menerangkan, berdasarkan hasil analisis dinamika atmosfer pada Selasa (22/1) terpantau masih terdapat aliran massa udara basah dari Samudera Hindia yang masuk ke beberapa wilayah di Indonesia termasuk Bali.

Bersamaan dengan itu, masih kuatnya Monsun Dingin Asia beserta hangatnya suhu muka laut di wilayah perairan Indonesia yang menyebabkan tingkat penguapan dan pertumbuhan awan cukup tinggi. Dari pantuan pergerakan angin, BMKG mendeteksi adanya daerah pertemuan angin yang konsisten dalam beberapa hari terakhir memanjang dari wilayah Sumatera bagia Selatan, Laut Jawa, Jawa Timur, Bali, hingga NTB dan NTT.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Badung, I Putu Eka Merthawan mengatakan, dalam beberapa hari belakangan ini, petugasnya dalam kondisi siaga penuh di lapangan. Bahkan, tim yang dikerahkan ke Pantai Kuta dalam menangani sampah ini dikategorikan full team.

Meski demikian, pihaknya tidak mudah melakukan penanganan di lokasi. Pasalnya, saat anggotanya melakukan evakuasi sampah-sampah kiriman itu, secara tiba-tiba hujan disertai angin kencang datang, sehingga, proses evakuasi terhenti. Pun sebaliknya, saat hujan henti, proses evakuasi terhenti karena gelombang tinggi.

“Kendala yang dihadapi dalam proses penanganan sampah di Kuta ini sangat besar. Musim-musim seperti ini, selain hujan, gelombang juga mempengaruhi proses evakuasi. Sehingga alat berat tidak bisa beroperasi,” ujarnya.

Diakuinya, gelombang tinggi yang terjadi di Pantai Kuta juga memicu sampah-sampah kiriman itu bertumpukan. Petugas di lapangan bekerja seadanya saat hujan reda dan membawa sampah tersebut ke titik stop over (STO) alias tempat penampungan sampah sementara yang ada.

Kendala lain yang dialami oleh DLHK juga dari armada angkutan yang dimiliki. Diakui Merthawan, bahwa truk sampah milik Kabupaten Badung terjebak macet di TPA Suwung. Sehingga, keterlambatan armada membuang sampah juga memicu terhambatnya proses evakuasi sampah di Kuta.

Menurut dia, dalam sehari, mobil truk sampah milik DLKH yang membuang sampah terjebak macet hingga 7 jam lamanya di area TPA Suwung. “Ini tahun yang paling parah dalam penanganan sampah. Untuk mengangkut sampah yang ada di STO saja tidak bisa, semua truk kita terjebak di sana (TPA Suwung). Itu bisa sampai 7 jam. Saya juga tidak tahu pemicunya, tapi dugaan kita karena jalanan licin diarea Suwung itu,” ungkapnya.

Meski banyak kendala yang dihadapi dalam penanganan sampah di Pantai Kuta, Merthawan tetap berharap akan adanya solusi yang diambil secara bersama kedepannya. “Petugas kita tetap standby di Kuta, begitu juga alat berat. Kita tetap melakukan pembersihan meski itu dilakukan secara bertahap,” katanya. (EP)

2018, Film Superhero Rajai Box Office Global

this formate

HOLLWOOD, bisniswisata.co.id: Film superhero masih merajai jagad perfilman dunia pada 2018. Buktinya, separuh dari film-film terlaris global diisi oleh genre ini. Berdasarkan data Box Office Mojo per 17 Januari 2019, ada 5 film superhero yang masuk dalam 10 film box office dunia 2018. Film-film itu adalah “Avengers: Infinity War”, “Black Panther”, “Aquaman”, dan “Deadpool 2”.

Film “Avengers: Infinity War” bahkan menjadi pemuncak film terlaris di seluruh dunia dengan membukukan pendapatan sebesar US$2.084,4 juta. Angka ini jauh di atas raihan “Black Panther” yang berada di posisi kedua dengan US$1.346,9 juta.

Besaran pendapatan “Avengers: Infinity War” bisa dijadikan indikasi bahwa film “Avengers: Endgame”, yang menjadi sambungan dari film tersebut dan dirilis pada tahun ini, juga akan mencatatkan rekor.

Selain film-film “serius” yang mengangkat para tokoh rekaan Marvel Comics dan DC Comics itu, ada pula film animasi dari Pixar dan Disney yang lebih menggemaskan ketimbang empat film tadi, yakni “Incredibles 2”.

Di luar itu, ada satu film antihero yang juga masuk dalam daftar, yakni “Venom”. Jika para superhero menampilkan kekuatan moral para pahlawan yang menjadi tokoh utamanya, maka tokoh antihero tak memiliki kualitas moral atau idealisme yang sama dan cenderung menyebalkan atau terkesan jahat. Meski demikian, “Venom” tetap mampu menjadi salah satu film terlaris yang dirilis tahun lalu dengan meraih US$855,7 juta.

Di tengah digdayanya film-film superhero, film “Bohemian Rhapsody” yang menampilkan kisah Freddie Mercury dan Queen berhasil masuk ke daftar yang sama dengan meraih hampir US$800 juta. Film ini tak hanya mampu membawa nostalgia band legendaris Queen, tapi juga menghadiahkan nominasi Piala Oscar bagi Rami Malek, yang memerankan sang vokalis, Freddie.

Perlu diingat, perolehan film-film terlaris ini masih bisa bertambah karena ada beberapa film yang masih ditayangkan di bioskop.

Bagaimana dengan film-film Indonesia? Merujuk pada data filmindonesia.or.id per 17 Januari, “Dilan 1990” berhasil mempertahankan posisi film Indonesia yang paling banyak ditonton dengan 6,31 juta penonton.

Secara keseluruhan, film horor masih mendominasi layar bioskop nasional. Dari 10 film nasional yang paling banyak ditonton sepanjang 2018, ada 4 film horor yang masuk dalam daftar ini.

Film “Suzzanna: Bernapas dalam Kubur” menjadi film horor yang paling banyak ditonton dengan 3,34 juta penonton, disusul oleh “Danur 2: Maddah” dengan 2,57 juta penonton. Dua film horor lainnya adalah “Asih” dan “Jailangkung 2”.

Meski demikian, genre film nasional yang diproduksi akhir-akhir ini terlihat lebih beragam. Selain horor dan drama romantis, ada film laga komedi macam “Wiro Sableng: Pendekar Kapak Maut Naga Geni 212” yang sukses menarik perhatian masyarakat. Tak tanggung-tanggung, film yang dibintangi Vino G. Bastian dan Sherina Munaf itu meraih 1,55 juta penonton. (EP)

Raup $125 Juta, Startup Munchery malah Stop Operasi

this formate

SAN FRANCISCO, bisniswisata.co.id: Munchery, startup yang menyediakan layanan pemesanan makanan berbasis online, mengabarkan pada Senin (22/1/2019) segera menghentikan pengoperasiannya. Itu artinya, Munchery akan segera tutup.

Merujuk data dari Pithcbook, Rabu (23/01/2019) bisnis yang didirikan pada 2010, berbasis di San Francisco itu tercatat telah mengumpulkan pendanaan modal ventura $125 juta. Munchery juga telah mencapai valuasi $300 juta dengan putaran $87 juta pada tahun 2015 silam.

Sejak 2010, Munchery berkomitmen untuk membawa makanan segar, lokal, dan lezat ke rumah Anda bersama dengan semua pelanggan kami di seluruh negeri,” ungkap Munchery kepada seluruh pelanggannya melalui email.

“Kami senang bekerja dengan koki terkenal di dunia, bereksperimen dengan beragam bahan dan resep unik, dan menjadi bagian dari pesta dan tradisi liburan Anda. Kami juga senang memberikan komunitas kami sumbangan makanan, layanan sukarela, dan masih banyak lagi.” CEO Munchery, James Beriker.

Pada Mei 2018u, Munchery sudah memberhentikan 257 karyawannya atau sekitar 30 persen dari keseluruhan tenaga kerja miliknya. Sebelumnya startup itu juga telah menutup operasi di Seattle, Los Angeles, dan New York.

Pada saat itu, perusahaan mengatakan berencana untuk menggandakan pasar terbesarnya di San Francisco, yang akan membantunya mencapai profitabilitas dalam waktu dekat, dan membangun bisnis jangka panjang yang berkelanjutan. Namun, kenyataannya, mereka malah menutup perusahaan ini secara total. (EP)

Tips Liburan Bareng Anak Tanpa Pertengkaran

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Bagi sejumlah orang tua, liburan bersama si kecil bukanlah perkara mudah. Pasalnya, selain banyak hal yang harus dipersiapkan dengan teliti, berlibur bersama anak juga berpotensi menimbulkan sejumlah drama atau pertengkaran. Mulai dari anak rewel hingga sulit makan yang akhirnya membuat liburan tidak nyaman dan merusak suasana liburan.

Tentunya hal ini sangatlah tidak menyenangkan. Agar hal tersebut tidak terjadi, psikolog keluarga dan pernikahan dari Rumah Dandelion, Nadya Pramesrani, M.Psi menyarankan agar para orang tua menerapkan beberapa hal seperti melibatkan anak untuk menyusun jadwal, memperhatikan jadwal makan dan istirahat hingga fleksibel.

“Drama dalam traveling sendiri cukup banyak karena semua anggota keluarga itu keluar dari zona nyamannya. Ketika keluar dari zona nyaman artinya kita tidak bisa dalam fase auto pilot semuanya on guard karena kita tidak berada di zona nyaman kita,” papar Nadya seperti dilansir Sindonews.com, Selasa (22/01/2019).

Berikut tips liburan bersama keluarga tanpa drama.

1. Susun jadwal bersama anak
“Anak tidak lagi sebagai seorang peserta tapi diapun sebagai pelaksana dalam menyusun jadwal dari kemana tempat liburannya sampai tempat penginapan. Anak usia TK atau SD bisa melibatkan mereka mencari destinasi, menyusun jadwal. Anak dilibatkan mulai dari liburan mau ke mana. Misalnya pergi liburan empat hari, itu mulai dibagi-bagi, hari pertama si kakak yang tentuin, hari kedua si adik, terus berganti-gantian. Bahkan, sejak pertama rencana mau liburan ke mana, keluarga harus dilibatkan,” kata Nadya.

2. Perhatikan pola makan

“Perhatikan pola makan dan kebutuhan istirahat anggota keluarga. Perhatikan makan malam jam berapa. Makan siang jam berapa. Lakukan semua sesuai kebiasaan. Pastikan, saat menyusun agenda, jadwal rutin makan itu masuk, bahkan sampai waktu tidur sehari-hari juga ada,” ujarnya.

3. Lengkapi diri dengan informasi dan rencana cadangan

“Jangan lupa untuk menyiapkan rencana cadangan. Karena ketika Anda menyusun jadwal harus dapat memperhatikan kebutuhan dan karakter masing-masing anggota keluarga. Kalau anak cranky di tempat satu, ada rencana lainnya,” ujar dia.

4. Fleksibel dan kompromi
“Jangan terlalu ketat dengan jadwal agar tidak mempengaruhi suasana dan membuat liburan tidak bebas. Harus fleksibel dan bisa kompromi dengan jadwal lain,” kata dia. (EP)

Asita Manggarai Barat Tolak Rencana Penutupan TN Komodo

this formate

LABUAN BAJO, bisniswisata.co.id: Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia atau Association of The Indonesian Tours dan Travel Agencies ( Asita) cabang Kabupaten Manggarai Barat, Flores, NTT menolak keras rencana Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Viktor Bungtilu Laiskodat akan menutup Taman Nasional (TN) Komodo selama setahun.

“Kami sudah melakukan pertemuan dengan seluruh pelaku pariwisata di Manggarai tentang rencana Pemerintah Provinsi NTT yang disampaikan Gubernur NTT untuk menutup Taman Nasional Komodo selama setahun. Hasil pertemuan itu, Asita Kab. Manggarai Barat dan seluruh pelaku pariwisata menolak rencana itu,” jelas Ketua Pelaksana Harian Asita Cabang Manggarai Barat, Donatur Matur, Selasa (22/1/2019).

Dijelaskan, pernyataan Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat di publik tentang rencana menutup TN Komodo selama setahun membuat pelaku pariwisata di Manggarai Barat serta Asita cabang Manggarai Barat tidak tenang. Wisatawan asing dan agen perjalanan wisata dunia terus bertanya kepada Asita Manggarai Barat tentang rencana tersebut.

“Kami mendapatkan surat elektronik melalui email dan pesan whatsapp yang berkaitan dengan rencana penutupan Taman Nasional Komodo tersebut. Banyak wisatawan mancanegara yang membatalkan perjalanan wisata ke Taman Nasional Komodo. Sebaiknya pemimpin NTT membuat kajian-kajian terlebih dahulu sebelum membuat pernyataan di publik,” jelasnya seperti dilansir Kompas.com

Awal tahun 2019 ini, lanjut dia, ada 3 pernyataan Gubernur NTT tentang Manggarai Barat. Pertama, rencana menaikkan tarif masuk ke TN Komodo. Kedua, rencana tidak memberikan izin untuk membangun hotel melati di Labuan Bajo. Ketiga, rencana penutupan TN Komodo selama setahun. “Pernyataan-pernyataan ini memberikan dampak yang merugikan masyarakat Manggarai Barat, pelaku pariwisata, dan lembaga pariwisata,” paparnya.

Sebaiknya Gubernur NTT sebagai pemimpin harus fokus dalam memberikan pernyataan publik. Satu pernyataan belum dilaksanakan, muncul pernyataan berikutnya. “Kami berharap pernyataan publik seorang pemimpin memberikan kesejukan kepada rakyat dan pelaku pariwisata di Manggarai Barat. Pemimpin NTT sebaiknya membuat kajian-kajian terlebih dahulu sebelum membuat pernyataan di publik,” harapnya.

Matur meminta Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat untuk datang ke Labuan Bajo, ibu kota Kabupaten Manggarai Barat untuk duduk bersama dengan masyarakat, pelaku pariwisata, Pemkab Manggarai Barat dan pengelola Taman Nasional Komodo.

Gubernur NTT sebaiknya meminta kajian dari Pemkab Mabar dan pelaku pariwisata serta lembaga pariwisata yang sudah lama mempromosikan pariwisata di Manggarai Barat.

“Saatnya pemimpin NTT membuat pertemuan bersama untuk mengkaji semua wacana tersebut. Kami sangat dirugikan dari pernyataan tersebut sebab agen perjalanan wisata dunia dan wisatawan asing langsung bertanya kepada kami di Labuan Bajo, ibu kota Kabupaten Manggarai Barat,” ajaknya.

Matur berharap, Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat membuat kajian-kajian terkait rencana buat pengelolaan Taman Nasional Komodo yang akan dikelola oleh Pemprov Nusa Tenggara Timur.

“Sebaiknya Pemprov NTT membuat kajian terlebih dahulu tentanf berbagai rencana untuk mengelola TN Komodo. Mengelola TN Komodo tidak semudah membalikkan telapak tangan. Banyak hal yang dipertimbangan untuk mengelola TN Komodo,” ajaknya.

Di tempat terpisah, Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat mengemukakan rencana penutupan Pulau Komodo di Taman Nasional Komodo selama satu tahun, ternyata mendapat persetujuan dari Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya Bakar.

“Ibu Menteri LHK setuju, ia menyampaikan kalau selama itu baik tidak ada masalah, dan kami lagi proses secara teknisnya,” kata Gubernur Laiskodat seperti dilansir Antarag, Selasa (22/1).

Ia mengatakan hal itu berkaitan dengan tanggapan Kementerian LHK terhadap rencana pemerintahannya menutup sementara Pulau Komodo di kawasan Taman Nasional Komodo (TNK), Kabupaten Manggarai Barat, Pulau Flores selama satu tahun.

Menurutnya, rencana penutupan tersebut akan direalisasikan ketika Menteri LHK Siti Nurbaya Bakar sudah menyetujui permintaan kerja sama pengelolaan TNK bersama pemerintahannya. “Kalau ternyata Kementerian LHK menyetujui permintaan kami maka itu Pulau Komodo akan ditutup setahun,” katanya menegaskan.

Mantan anggota DPR-RI dari Partai NasDem itu menjelaskan, rencana penutupan Pulau Komodo dalam wilayah TNK itu agar pulau yang menjadi habitatnya Komodo (varanus komodoensis) ditata kembali. Pulau Komodo di wilayah TNK itu, kata Laiskodat, memang perlu dibangun dan ditata kembali agar bunga-bunga yang endemik yang ada di provinsi ini bisa masuk ke sana.

“Namanya juga taman berarti harus indah sehingga harus dibangun, dirapihkan kembali agar terlihat asri sehingga Komodo bisa hidup dengan tenang di habitatnya sendiri,” katanya.

Selain itu dengan penutupan Pulau Komodo tersebut maka bisa dilakukan rekayasa genetik untuk meningkatkan populasi Komodo. “Populasinya jangan makin lama makin kecil, tapi membesar.. dan itu perlu rekayasa genetik oleh para peneliti yang membutuhkan ketenangan sehingga perlu ditutup setahun,” katanya. (EP)

Imlek: Indonesia Jadi Destinasi Favorit Turis Cina

this formate

BEIJING, bisniswisata.co.id: Indonesia masuk dalam daftar negara tujuan wisata favorit para pelancong dari Cina selama musim liburan Tahun Baru Imlek. Agen perjalanan wisata berbasis daring terbesar di Cina Ctrip menyebutkan dua kategori utama tujuan berlibur para pelancong dari daratan Tiongkok itu, yakni menghindari dan mencari objek berudara dingin.

Indonesia menjadi salah satu negara tujuan para pelancong Cina yang menginginkan liburan di tempat yang hangat selain Thailand dan Mauritius, demikian dikutip dari laporan Ctrip, Selasa (22/01/2019).

Sementara Jepang, negara-negara kutub selatan, dan negara bersalju di Eropa utara juga populer di kalangan para pelancong Cina. Saat musim libur Imlek, sebagian besar wilayah Cina, terutama di timurlaut, utara, barat, dan tengah masih bertemperatur rendah.

Berbeda dengan di sebagian wilayah timur, tenggara, selatan, dan baratdaya yang sudah mulai hangat, meskipun sempat diselimuti salju tebal menjelang pergantian tahun lalu.

Tahun 2018, Indonesia menerima sekitar 2,7 juta kunjungan pelancong Cina sesuai revisi target Kementerian Pariwisata setelah terjadinya serangkaian gempa bumi di Lombok, Sulawesi Tengah, Banten, dan Lampung ditambah kecelakaan pesawat. Tahun ini ditargetkan 3,5 juta pelancong Cina yang akan mengalami puncak masa liburan Imlek selama 40 hari mulai Senin.

Sekitar tujuh juta wisatawan Cina akan melancong ke 90 negara selama musim liburan terpanjang tersebut. Jumlah pemesanan dan harga tiket ke luar negeri selama periode 21 Januari-1 Maret 2019, masing-masing mengalami kenaikan 30 persen dan 10 persen, demikian Lvmama.com, platform penyedia layanan wisata bermarkas di Shanghai.

Karena harga tiket ke luar negeri naik, maka 330 juta warga Cina diperkirakan akan berlibur di dalam negeri. Para wisatawan dari wilayah lembab, seperti Guangzhou (wilayah selatan) dipastikan memilih liburan di wilayah yang banyak mengandung es dan salju seperti Harbin (timurlaut). Wisatawan Cina juga gemar berwisata dengan mengunjungi museum dan pertunjukan budaya, tulis media setempat. (EP)