Nunung Rusmiati Terpilih Jadi Ketua Umum ASITA

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Nunung Rusmiati terpilih menjadi Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (ASITA) periode 2019-2024, berdasarkan Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Dewan Pimpinan Pusat ASITA, yang diselenggarakan di Hotel Alila, pada 26-28 Februari 2019.

Nunung sebelumnya menjabat sebagai Sekjen DPP Asita meraih dukungan suara sebanyak 79 suara, dan Hasiyanna S Ashadi dari Ketua DPD DKI Jakarta dengan suara sebanyak 65 suara dari 144 hak suara yang sah.

Dengan terpilihnya Ketua Umum baru diharaojan dapat meningkatkan kesejahteraan anggota dan menyelaraskan program pemerintah dalam mendatangkan kunjungan wistawan mancanegara sebesar 20 juta hingga 2019.

Plt Asita Budijanto Ardiansyah menjelaskan Munaskub ASITA perlu dilakukan dikarenakan kepengurusan yang sudah lama fakum dan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga yang sudah banyak kurang sesuai dengan saat ini.

“Jadi Munaslub ini diadakan untuk memperbaharui dan memperbaiki angaran dasar dan anggaran rumah tangga dari Asita,sedangkan Munaslub adalah untuk memilih ketua dari Asita dimana ketuanya sudah mengundurkan diri,” katanya, Kamis (28/02/2019).

ASITA eksis selama 48 tahun di Indonesia sejak terbentuk pada 1971 dengan jumlah anggota mencapai 7.000 yang tersebar di 34 DPD dengan 10 persen perusahaan besar, 20 persen usaha menengah dan 70 persen kelas usaha mikro kecil menengah.

“Melalui kepemimpinan baru ini dan pembenahan AD/RT Asita harus berbenah dalam menghadapi berbagai tantangan termasuk di era distrupsi /digitalisasi,” demikian catatan hasil Munaslub ASITA yang menjadi PR bagi pengurus baru.

Sejak sepuluh tahun lalu, kegelisahan mulai melanda para pengusaha biro maupun agen perjalanan wisata nasional. Pasalnya, mereka meramalkan akan datang era digital yang bakal mendisrupsi model bisnis mereka. Betul saja, hari ini ancaman itu kian nyata dengan bermunculannya online travel agent (OTA) nasional maupun global, seperti Traveloka, Tiket.com, dan AirBnB yang menggerus pangsa pasar bisnis travel konvensional.

Kekhawatiran ini lumrah mengingat besarnya pangsa pasar pariwisata di Indonesia. Menilik data Badan Pusat Statistik (BPS), pada 2017 ada sekitar 14 juta wisatawan mancanegara (wisman) dengan pengeluaran rata-rata sekitar Rp17 juta (kurs Rp14.155 per dolar AS), keseluruhannya setara Rp238 triliun.

Juga, ada 255 juta wisnus dengan pengeluaran rata-rata sekitar Rp700.000 yang keseluruhannya setara Rp178 triliun. Artinya, nilai pasar industri pariwisata Indonesia secara total mencapai Rp416 triliun.

Jika ditelaah lagi, pangsa pasar ini juga turut diperebutkan oleh OTA. Salah satunya adalah Traveloka yang menawarkan berbagai tiket untuk keperluan liburan mulai dari pesawat, hotel, kereta, hingga atraksi dan berbagai aktivitas lain.

Sejak meluncur pada 2012 lalu, perusahaan kini memiliki lebih dari 40 juta pengguna layanan dan lebih dari 14 ribu mitra hotel. Belum lagi pemain OTA lain, seperti Tiket. com dan TripAdvisory. Secara umum, 81% wisatawan nusantara sudah menggunakan saluran digital (search engine, situs destinasi wisata dan OTA) dalam merencanakan perjalanan mereka.

Munaslub dihadiri sekitar dua puluh delapan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) dan nantinya setiap DPD akan mendapatkan suara yang berbeda karena akan dihitung dari jumlah anggotanya, dimana setiap anggota 50 akan mendapatkan satu suara. (ENDY)

Tiket masih Mahal, Penumpang Bandara Adisutjipto Anjlok

this formate

YOGYAKARTA, bisniswisata.co.id: Terjadi penurunan luar biasa pada jumlah penumpang dan penerbangan di Bandara International Adisutjipto Yogyakarta sejak Januari 2019. Penurunan ini pun disebabkan oleh banyak faktor.

General Manager PT Angkasa Pura I Yogyakarta, Agus Pandu Purnama mengatakan, penurunan ini disebabkan karena adanya faktor low season. Salah satunya, kenaikan tiket pesawat menjadi faktor yang mempengaruhi turunnya jumlah penumpang.

“Harga tiket ini ada batas bawah dan batas atas. Jadi memang ada di batas atas untuk harga tiketnya. Sehingga memang di Januari ini ada penurunan penumpang yang cukup signifikan,” kata Pandu di Bandara International Adisutjipto Yogyakarta.

Bahkan, hal ini mengakibatkan adanya pembatalan penerbangan (cancel flight). Untuk efisiensi, maka beberapa penerbangan pun dialihkan.
“Cancel flight itu tidak jadi operasi karena penumpangnya sedikit. Sehingga untuk efisiensi (penerbangan) dialihkan. Jadi yang pagi misalnya hanya 30 persen penumpang, dialihkan ke siang atau malam hari,” jelas Pandu.

Selain itu, lanjut dia seperti dilansir Republika.co.id, Kamis (28/02/2019), penerapan bagasi berbayar juga menjadi faktor terjadinya penurunan pada Januari dan Februari 2019 ini. Termasuk, dibukanya Tol Trans Jawa.

Namun, penerapan bagasi tidak menjadi faktor utama. Bahkan, perbedaan antara maskapai penerbangan yang menerapkan aturan ini dengan yang tidak, posisi penurunan jumlah penumpangnya sama. “Bahkan ada juga (maskapai tidak menerapkan bagasi berbayar) yang lebih banyak cancel-nya, karena terkait dengan jumlah penumpang yang memang sedang drop,” ujar Pandu. (NDY)

Hebat, Pariwisata Turunkan Angka Kemiskinan di Gunungkidul

this formate


GUNUNGKIDUL, bisniswisata.co.id:
Meningkatnya kunjungan wisata di Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta, diklaim mampu menurunkan angka kemiskinan di bumi handayani. Meski demikian, masih ada beberapa wilayah lokasi wisata yang masih tergolong daerah minus.

Data Badan Pusat statistik (BPS) kemiskinan di kabupaten Gunungkidul tahun 2018 yakni 17,12 persen atau turun 1,5 persen dari tahun 2017 yakni 18,65 persen. Tahun 2016 angka kemiskinan masih di angka 19,34 persen. “Pariwisata memegang kunci penurunan kemiskinan di Gunungkidul. Banyak masyarakat yang bekerja di pariwisata yang kini berkembang bagus,” papar Bupati Gunungkidul Badingah

Apalagi, lanjut dia, sejumlah infrastruktur yang dibangun pemerintah daerah maupun pusat mampu mendongkrak pariwisata. Sehingga diharapkan dua tahun ke depan, semua pihak mulai masyarakat hingga pejabat saling bahu membahu untuk semakin menurunkan angka kemiskinan di GunungKidul.

“JJLS (jalur jalan Lintas Selatan) yang sebentar lagi disambung dengan jembatan kelok 18, akan memudahkan akses dari dan menuju bandara NYIA saya yakin pariwisata akan berkembang pesat. Sisi utara ada jalan baru yang langsung menuju kabupaten Sleman,” ucap Kepala daerah wanita satu-satunya di Yogyakarta ini

Sekretaris Daerah (Sekda) Gunungkidul, Drajad Ruswandono mengatakan, terkait kemiskinan, penurunan angka tersebut tergolong signifikan. Meski berada di peringkat terbawah di DIY, namun persentase penurunan Gunungkidul merupakan tertinggi dibandingkan dengan kabupaten kota lainnya. “Kita targetkan pada 2021 kita mampu berada pada angka 15 persen,” ujarnya.

Diakuinya pengambilan sampel oleh BPS dengan salah satunya terkait konsumsi atau pengeluaran. Kalau pengurangan kurang dari Rp 275.000 perbulan, dianggap miskin, maka Gunungkidul cukup sulit untuk keluar dari wilayah miskin. Sebab, masyarakat terbiasa untuk menyimpan makanan.

Drajad menyebut pihaknya menyiapkan strategi khusus agar investasi tumbuh di wilayah Gunungkidul. “Kita terus dorong investasi di kabupaten Gunungkidul, salah satunya membuat amdal kawasan wisata. Harapannya memudahkan investor mengurus perizinan,” katanya seperti dilansir Kompas.com, Kamis (28/02/2019).

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu (DPMPT) Gunungkidul, Irawan Jatmiko mengakui menerima beberapa pengajuan perizinan hotel dan resort. Seperti Wilayah Kecamatan Purwosari, Saptosari dan sejumlah wilayah lainnya. Kini pariwisata menjadi penopang investasi terbesar di Gunungkidul, atau sekitar 60 persen. “Pariwisata tak hanya hotel tapi juga rumah makan ataupun restoran,”.

Terkait amdal kawasan akan dibuat untuk wilayah kecamatan Saptosari, Panggang, dan Purwosari. “Daerah kita kan sebagian besar berada di kawasan bentang karst, sehingga menyulitkan untuk mencari amdal. Solusinya dengan amdal kawasan, Dinas pariwisata yang memiliki kewenangan,” ucapnya.

Sementara Kepala Dinas Pariwisata Gunungkidul Asty Wijayanti mengatakan, pembuatan amdal kawasan ini nantinya agar memudahkan investasi sektor pariwisata. “Ke depan pengembangan Pantai Baron ke timur itu seperti kuta di Bali, ke Barat mirip Nusa Dua,” ucapnya.

Ada beberapa destinasi wisata Gunung Kidul yang sudah menjadi viral di media sosial, bahkan sudah banyak disambangi wisatawan nusantara maupun mancanegara, antara lain:

#. Curug Luweng Sampang

Curug Luweng Sampang yang ada di Jalan Juminahan, Sampang, Gedangdasi, Gunungkidul ini memiliki penampakan mirip Grand Canyon. Tebing batu yang ada di sini terkikis dengan air sehingga terbelah secara sempurna. Di tengah tebing yang terbelah, aliran air mengalir deras dengan warna biru menyerupai laut. Ada beberapa kegiatan menarik yang bisa dilakukan di sini. Pertama, Anda bisa menjelajahi kawasan ini untuk berburu foto yang Instagram-able. Selanjutnya, bisa duduk-duduk di sekitar tebing untuk menikmati suasananya yang hening. Terakhir, Anda bisa melakukan hal seru seperti melompat dari air terjun mini lalu berenang di genangan air yang ada di bawahnya. Wisata alam Curug Luweng Sampang belum tenar dan dikelola dengan maksimal oleh pemerintah. Jadi, pastikan untuk sering bertanya ke warga lokal agar bisa datang ke sini dengan cepat dan selamat.

#. Gunung Nglanggeran

Gunung purba dengan ketinggian 700 mdpl ini sangat cocok bagi Anda yang ingin merasakan sensai mendaki gunung. Gunung Nglanggeran terletak di Desa Nglanggeran, Kecamatan Patuk, Kabupaten Gunungkidul. Gunung ini sangat cocok bagi Anda yang gemar bertualang di alam bebas. Saat mendaki gunung, Anda akan dikelilingi batuan dan pohon-pohon rindang. Jika beruntung Anda bisa bertemu salah satu penghuni gunung yakni monyet. Saat mencapa puncak, Anda akan disuguhi pemandangan Desa Nglanggeran dari ketinggian. Mengawali tahun Anda sambil menikmati pemandangan matahari terbit di Gunung Nglanggeran.

#. Pantai Wedi Ombo

Pantai Parangtritis memang menjadi destinasi yang sering dikunjungi para wisatawan. Bagi Anda yang ingin menikmati keindahan pantai Yogyakarta yang tak kalah dengan pantai-pantai di Bali, Anda bisa mengunjungi Pantai Wedi Ombho. Terletak di kawasan Gunungkidul, pantai ini menyajikan kecantikan hamparan laut yang dihiasi batuan karang yang menyembul ke permukaan. Jangan ketinggalan untuk menyempatkan melihat cantiknya sunset di Pantai Wedi Ombho.

#. Air Terjun Sri Gethuk

Air Terjun Sri Gethuk berapa di Gunung Kidul, banyak yang bisa kita lakukan selain menikmati keindahan air terjunnya. Buat yang ingin berenang, pengelola menyediakan penyewaan alat pelampung yang bisa kalian gunakan untuk merasakan begitu segarnya air di Air Terjun Sri Gethuk.

#. Pantai Indrayanti
Pantai Indrayanti merupakan pantai yang lumayan jauh dari Jogja, memakan waktu sekitar 3-4 jam perjalan untuk menuju lokasi Pantai Indrayanti. Sebenarnya Pantai Indrayanti sudah termasuk ke Kabupaten Gunung Kidul, bukan lagi Jogja. Tetapi Pantai Indrayanti tetap menjadi tempat wisata yang wajib dikunjungi ketika belibur ke Jogjakarta.

#. Jembatan Gantung Pantai Sinden dan Pulau Kalong
Untuk urusan pantai, Jogja memang jagonya. Namun, tidak semua pantai menyajikan pengalaman penjelajahan yang seru dan ekstrem. Nah, di kawasan Pantai Sinden, Anda bisa menguji nyali dengan melewati jembatan gantung yang terbuat dari kayu. Jembatan ini menghubungkan Pantai Sinden dan Pulau Kalong yang ada di seberangnya. Yang menarik dari jembatan ini adalah ombak di bawahnya yang cukup besar dan ganas. Jadi bisa dibayangkan bagaimana ngeri-ngeri serunya kalau melintasi jembatan yang kadang bergoyang kalau terkena angin agak besar. (redaksi@bisniswisat.co.id)

Spotify, Streaming Musik Kini Menggema di India

this formate

NEW DELHI, bisniswisata.co.id: Spotify, layanan Streaming Musik kini secara resmi menggema di India. Informasi itu dilaporkan oleh Variety yang mengutip sumber-sumber yang mengetahui rencana dari Spotify itu. Yang menarik, pengguna Spotify di India bisa memutar lagu apapun tanpa harus berlangganan premium.

Hal itu hanya berlaku di India, mengingat di Indonesia, pengguna Spotify perlu mendengarkan iklan bila belum berlangganan premium. Ada pula daftar putar untuk India, serta fitur “Dibintangi” yang berisi musik dari film-film Bollywood.

“India memiliki budaya musik yang sangat kaya dan untuk melayani pasar ini dengan baik, kami meluncurkan experience yang dibuat khusus untuk pengguna di sana. Spotify tidak hanya akan menghadirkan artis India ke dunia, kami juga akan membawa musik dunia ke penggemar di seluruh India,” ujar CEO Spotify, Daniel Ek, seperti dikutip dari TechCrunch, Kamis (28/2/2019).

Spotify mengatakan, mereka telah memiliki lebih dari 200 juta pengguna. 87 juta di antaranya adalah pelanggan berbayar dan itu tersebar di 79 pasar global perusahaan itu.

Selama 30 hari pertama peluncuran di India, layanan premium Spotify tak dikenakan biaya. Setelah itu, pengguna akan dikenakan biaya 119 rupee (sekitar US$1,67) per bulan. Ada pula paket satu hari, mingguan, bulanan, tiga bulan, enam bulan, dan tahunan. Mirip dengan layanan streaming lain di India, Spotify juga akan menawarkan produk gratis yang disokong oleh iklan.

Maret 2018, Spotify mengumumkan niatnya untuk meluncurkan layanan di India. Kemudian pada November 2018, Daniel Ek mengatakan, lisensi masih jadi kendala untuk peluncuran tersebut.

Bulan lalu, Spotify menandatangani kesepakatan konten global dengan T-Series, sebuah perusahaan film dan musik India terkemuka dengan lebih dari 160.000 lagu di platformnya. Seperti yang dicatat oleh TechCrunch, pasar India tidak akan mudah dimenangkan oleh Spotify.
Itu karena Spotify harus bersaing dengan pemain lokal, Gaana, yang sudah memiliki lebih dari 80 juta pengguna. Belum lagi dengan Saavn dan Wynk, serta pemain Amerika Utara seperti Google, Apple, dan Amazon.

Peluncuran ini terjadi sehubungan dengan pertarungan hukum Spotify dengan Warner Music Group. Awal pekan ini, WMG meminta pengadilan India untuk memblokir Spotify agar tidak dapat memutar musik dari katalognya. (NDY)

Arief Yahya: Be Aware, Be Prepare Before Traveling”

this formate

Menpar Arief Yahya ( batik merah) bersama para nara sumber, industri  pariwisata.dan Ketua Forwapar, Johan ( ketiga dari kanan) 

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Keindahan alam adalah salah satu aset berharga yang dimiliki oleh Indonesia. Dari Pulau vulkanik kecil di ujung Sumatera, hingga keindahan karang di bawah laut Papua. Indonesia menjadi surga bagi penikmat alam yang diakui oleh mata mancanegara.

Hal ini tentu saja menguntungkan bagi Indonesia dari berbagai sisi termasuk pemasukan negara. Pada tahun 2018, pariwisata menjadi salah satu andalan bagi pemasukan devisa negara, yakni sebesar USD 20 Miliar angka ini mengalami peningkatan sebesar 20% dari tahun 2017 yakni sekitar USD 16,8 Miliar.

Disamping keindahan alam yang dimiliki, Indonesia terletak di kawasan Cincin Api (Ring of Fire), yang menandakan bahwa Indonesia memiliki potensi yang tinggi untuk mengalami berbagai bencana alam seperti gempa bumi, erupsi maupun tsunami.

Kepala Pusat Data Informasi dan Hubungan Masyarakat di BNPB, Sutopo Purwo Nugroho mengatakan Indonesia adalah laboratorium bencana, maka Indonesia harus mampu menghasilkan ahli-ahli bencana yang dapat menjadi contoh dunia dalam hal tanggap bencana.

Sutopo juga mengusulkan adanya pelatihan tanggap bencana bagi para wartawan wisata karna saat ini mitigasi tanggap bencana di Indonesia masih sangat terbatas.

Apalagi pers yang menjadi kunci karena setiap bencana, kata Menpar Arief Yahya, merupakan masa yang sangat rawan  terhadap pemberitaan maupun informasi yang salah (hoax) karena kesalahan tersebut membuat truma bagi wisatawan atau terjadi cancellation.

Sebagai upaya meminimalisir dampak bencana pada sektor pariwisata, Kementerian Pariwisata (Kemenpar) memiliki program mitigasi, kata Arief Yahya dalam paparannya berjudul Mitigasi Bencana Pada Sektor Pariwisata

Bencana dampaknya sangat besar bagi dunia pariwisata. Bencana alam maupun bencana keamanan seperti terorisme tidak dapat diprediksi. Bencana alam erupsi, gempa bumi dan tsunami yang terjadi dalam dua tahun berturut-turut  belakangan ini telah mengganggu target pariwisata nasional.

Bencana erupsi Gunung Agung  pada 2017 memberi dampak terhadap pariwisata Bali  kemudian berlanjut pada 2018 muncul bencana gempa bumi di Lombok yang berdampak pada pariwisata NTB.

“Bencana alam membawa impact    sangat besar pada pariwisata. Sebagai ilustrasi  peristiwa erupsi Gunung Agung Bali pada 2017 memberi dampak  hilangnya potensi kunjungan 1 juta wisman dengan pengeluaran sebesar US$ 1miliar karena pengeluaran rata-rata wisman US$ 1.000 per orang perkunjungan,” kata Arief Yahya.

Berbicara pada diskusi dan sosialisasi Mitigasi Bencana bertema “Be Aware, Be Prepare Before Traveling”, Arief Yahya menjelaskan bahwa Kemenpar mempunyai Standard Operation Pracedure ( SOP) dalam menangani bencana yang terbagi dalam tiga tahapan yaitu tanggap darurat, tahap rehabilitasi (pemulihan) dan tahap normalisasi (recovery).

Komunitas Forum Wartawan Pariwisata ( Forwarpar) menyimak penjelasan para nara sumber.

“Kesalahan dalam memberikan informasi bisa menyebabkan terjadi cancellation kunjungan wisatawan,” kata Arief Yahya. Dia berbicara bersama sejumlah nara sumber lainnya  yaitu Managing Director PT Banten West Java, Fachrully R Lahasido ; Head of Travel Insurance and Media Communication Division PT ACA Asuransi, Sugiarto Grahihah serta VP Corporate Secretary PT Angkasa Pura , Hendi Haryudhitiawan

Acara yang dipandu oleh Kepala Komblik Kemenpar Guntur Sakti Dan dihadir industri wisata seperti Rudiana mewakili Astindo, Kepala Bagian Humas BMKG, Bapak Ahmad Taufan Maulana.

Kegiatan yang diikuti sedikitnya 100 wartawan dan kalangan industri wisata ini diselenggarakan oleh bagian Manajemen Krisis Kepariwisataan, Biro Komunikasi Publik (Komblik) Kemenpar bersama Forum Wartawan Pariwisata (Forwapar) di A One Hotel Jakarta, hari ini, Rabu (27/2/2019) .

Jika satu bencana terjadi dikawasan pariwisata di Indonesia, pemerintah sekitar akan segera memberikan himbauan dan laporan mengenai keadaan sekitar agar dapat diantisipasi.

Pemerintah harus berhati-hati dalam menetapkan status waspada hingga darurat sehingga tidak terjadi kesalahan informasi karena pada tahap tanggap darurat ini pemerintah harus menunda promosi yang dilakukan terhadap tempat terkait demi keselamatan calon pengunjung.

Segera setelah bencana berakhir, tahap rehabilitasi atau pemulihan dimulai. Pemulihan ini meliputi Sumber Daya Manusia dan destinasi terkait. Selain itu, bidang pemasaran juga dapat dilakukan pada tahap ini.

Dalam beberapa bulan pasca krisis tahap normalisasi (recovery) dimulai dengan mencabut status darurat ditempat terkait dan memperhitungkan dampak apa saja yang disebabkan selama masa krisis.

Pemerintah juga dapat mempublikasi dan melakukan promosi mengenai destinasi terkait, salah satu caranya dengan mengadakan penyelenggaraan event baik di tingkat nasional maupun internasional.

Dengan berjalannya 3 tahap SOP yang dimiliki Kemenpar ini, diharapkan dapat menghindari kekeliruan dalam penyebaran informasi dan meminimalisir dampak bencana terhadap sektor pariwisata di Indonesia, sehingga kerugiannya dapat ditekan keangka terendah.

Adiwastra Nusantara, Desainer Muda Esmod Junjung Kekayaan Budaya

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Desainer muda Esmod Jakarta ambil bagian dalam pameran busana “Adiwastra Nusantara 2019” bertemakan Wastra Adati Generasi Digital. Acara dunia fashion nusantara ini digelar di JHCC Senayan, Jakarta, pada 20-24 Maret 2019.

Keikutsertaan sekolah mode yang berdiri sejak 1996 dan berpusat di Paris ini, untuk mengangkat kebudayaan Indonesia dengan menampilkan desainer muda lulusan Esmod Jakarta. Mereka menampilkan koleksi kain asli Indonesia dan dimodifikasi dengan tampilan modern.

Memang, keberadaan kain tradisional Indonesia masih mengisi ruang-ruang perjamuan formal, upacara adat, dan beberapa acara khusus. Kini, kain tradisional lebih fleksibel digunakan dalam berbagai kesempatan, tanpa mengurangi makna filosofis yang terkandung di dalamnya.

Dalam event ini, akan menampilkan koleksi siswa Esmod Jakarta Class of 201,8 yang bergaya muda dengan ciri khas street style menggunakan detail pengerjaan yang memadukan teknik klasik dan modern. Esmod Jakarta juga mengajak 2 alumni pendahulunya yang telah berkarya dalam industri fashion dan turut mengharumkan nama bangsa di pasar internasional.

Mereka adalah Ratri Wijaya Kusuma, salah satu alumni Esmod Jakarta yang telah sukses dengan “Rumah Batik Wijaya” dan alumni Esmod Jakarta tahun 2016, Delyanadia Ulimasari.

Ratri akan tampil dengan mengusung konsep “Feminisme Hong” membawa Pesona Batik Peranakan dalam akulturasi budaya antara Indonesia dengan warga Tionghoa yang ada di Indonesia. Untuk konsep “Feminisme Hong”, Ratri mengambil tema Burung Hong, dimana diartikan rajanya burung dan unsur apinya terkuat, dengan sifat feminimitas, kelembutan dan keagungan.

“Dengan memadukan unsur batik dan kain brokat, memakai warna-warna seperti hitam yang merupakan lambang kesetiaan, putih melambangkan kejujuran, merah yang berarti kesantunan, hijau mewakilkan keadilan dan kuning yang berarti kemurahan hati dengan model “Fashion Loose”, free size, menggunakan aplikasi brodir,” ujar Ratri dalam keterangannya, Rabu (27/2/2019).

Juga desainer Delyanadia Ulimasari atau yang lebih dikenal dengan Denad Ulima membawa koleksinya “The Reign”. Menggunakan Songket Palembang yang dikemas dengan gaya masa kini. Pembuatan songket hand-made dengan motif buatan sendiri ini telah menghabiskan waktu 4 bulan. Warna yang digunakan adalah warna hijau, coklat dan putih.

Di koleksi ini, Denad ingin mengangkat cara baru untuk menggunakan kain warisan budaya Indonesia dalam bentuk outfit modern yang bisa dipakai oleh generasi milenial.

ESMOD Jakarta merupakan pioneer pendidikan mode di Indonesia yang konsisten menghasilkan kumpulan desainer berbakat. ESMOD Jakarta memiliki beberapa program pendidikan yaitu 1 Year Fashion Design & Pattern Drafting, 3 Year Fashion Design & Creation, 3 Year International Fashion Business dan 18 Months Master Degree berkolaborasi eksklusif dengan Institut Tekhnologi Bandung (ITB). (redaksibisniswisata@gmail.com)

Telinga Berdengung saat Naik Pesawat, Gejala Apa?

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Sering merasakan telinga yang bindeng atau sengau saat pesawat lepas landas dan mendarat? Jangan sepelekan kondisi itu. Sebab, hal itu bisa menjadi salah satu pencetus penyakit infeksi telinga tengah atau otitis media akut alias OMA.

Kondisi ini, area yang terinfeksi atau meradang adalah di belakang gendang telinga. “Sebenarnya ini infeksi biasa. Namun menjadi OMA setelah infeksi itu terserap dan tertimbun sehingga menyebabkan penyumbatan karena di daerah tuba eustachius atau belakang telinga sering tertutup,” kata Hably Warganegara, dokter spesialis THT, bedah kepala dan leher Rumah Sakit Pondok Indah Jakarta, Rabu (27/02/2019).

Dilanjutkan, orang yang sering naik pesawat memiliki kemungkinan untuk terjangkit OMA. “Bindeng pada telinga tersebut adalah bukti dari terciptanya sumbatan di daerah tuba eustachius,” katanya.

Untuk menghindari tertutupnya tuba eustachius saat pesawat akan lepas landas dan mendarat, Hably menyarankan untuk mengisap permen bagi orang dewasa dan meminum ASI bagi anak bayi. “Biasanya para pramugari dan pilot yang memang bekerja di bidang ini telah mengerti tentang imbauan makan permen dan minum ASI. Saya harap, penumpang juga mengerti untuk mengurangi kemungkinan terserang OMA,” katanya.

Sementara laman halodoc.com menyebut rasa sakit telinga ini tentunya membuat kamu merasa tidak nyaman. Telinga berdengung saat naik pesawat disebabkan oleh tersumbatnya saluran tuba yang ada di telinga. Saluran tuba merupakan saluran yang ada dari bagian telinga tengah hingga belakang hidung. Saluran ini berfungsi sebagai penyeimbang tekanan udara di telinga tengah dengan tekanan udara di luar telinga.

Saat kamu berada di ketinggian ribuan meter dari permukaan laut, telinga kesulitan untuk beradaptasi dengan tekanan udara yang berada di dalam kabin. Akibatnya udara terperangkap dan menjadi penyebab telinga berdengung atau nyeri saat naik pesawat.
Cara Mengatasi Telinga yang Berdengung saat Naik Pesawat

Meskipun wajar terjadi, telinga berdengung saat naik pesawat bisa sangat mengganggu bagi sebagian orang yang hendak melakukan perjalanan dengan menggunakan transportasi pesawat. Rasa nyeri yang luar biasa pada telinga tidak hanya mengganggu pendengaran, tetapi juga mengganggu sistem keseimbangan tubuh. Sebab seperti yang diketahui, telinga tidak hanya berperan sebagai organ pendengaran, tetapi juga berperan dalam sistem keseimbangan.

Lalu apakah kondisi ini tidak bisa diatasi? Tentu saja bisa. Berikut ini adalah beberapa cara yang bisa kamu lakukan untuk mengatasi telinga berdengung ketika naik pesawat.

#. Minum Air
Minum air juga bisa menjadi solusi tepat untuk mengurangi telinga berdengung saat naik pesawat. Aktivitas menelan ketika kita mengkonsumsi air akan membantu saluran tuba terbuka, sehingga mencegah dengungan. Jika kamu akan bepergian menggunakan pesawat, sediakan stok air lebih banyak. Jika orang-orang terdekat kamu juga sering mengalami kondisi ketika telinga berdengung, segera berikan air putih atau susu sebagai langkah antisipasi.

#. Mengunyah
Mengunyah juga bisa menjadi salah satu alternatif untuk mencegah telinga berdengung dan nyeri saat naik pesawat. Ketika mengunyah, secara otomatis saluran tuba akan membuka dan menutup. Ketika mengunyah, secara otomatis akan menelan ludah. Proses tersebut berguna untuk mengurangi dengungan di dalam telinga. Selain itu, rasa nyeri pada telinga juga bisa dihindari. Untuk metode ini, kamu bisa menyediakan permen karet setiap kali akan melakukan perjalanan menggunakan pesawat. Kunyahlah permen karet tersebut selama perjalanan. Cara tersebut efektif untuk merangsang produksi air ludah yang selanjutnya akan ditelan, sehingga telinga tidak berdengung saat naik pesawat.

#. Lakukan Gerakan Seperti Menguap

Gerakan menguap ternyata juga bisa membantu menyeimbangkan tekanan udara di dalam dan luar telinga. Untuk mencegah atau mengurangi dengungan di telinga, lakukanlah gerakan menguap selebar dan sekeras mungkin. Cara tersebut mungkin sedikit aneh bagi kamu, tapi tergolong efektif mengurangi dengungan. Lakukan gerakan menguap tersebut beberapa kali hingga dengungan telinga berkurang.

#. Menggunakan Cairan Tetes Hidung

Jika kamu sedang mengidap penyakit flu, kamu bisa menerapkan metode ini. Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, seseorang yang sedang mengalami flu akan sangat rentan merasakan telinga berdengung saat naik pesawat. Hidung biasanya akan mengalami kondisi tersumbat.

Untuk mengatasi hal tersebut, gunakanlah obat tetes hidung. Lakukan cara tersebut sebelum kamu naik pesawat. Selain obat tetes hidung, kamu juga bisa mengkonsumsi obat yang berguna untuk mengatasi hidung tersumbat. Jika pesawat mengudara lebih dari 8 jam, metode tersebut bisa kamu ulangi di dalam pesawat. Cara tersebut berguna untuk mencegah penyumbatan hidung dan membuka saluran tuba. (ENDY)

DPD ASPPI NTB Lakukan Recovery Lombok Lewat Travel Mart

this formate

Patung Putri Mandalika di Pantai Seger, Kuta, Lombok ( foto: Indonesia.travel)

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Ketua Umum Asosiasi Pelaku Pariwisata Indonesia ( ASPPI), Djohari Somad memberikan apresiasi yang tinggi pada  pengurus daerah Lombok, NTB yang akan menyelenggarakan Lombok Travel Mart ( LTM) 2019 pada 1-3 Maret mendatang.

“Kegiatan ini usaha teman-teman DPD ASPPI NTB untuk mengangkat kelesuan pariwisata di daerah itu yang sudah mati suri selama 6 bulan lebih, “ kata Djohari Somad, hari ini.

Menurut dia, organisasinya di daerah berupaya untuk melakukan aksi nyata dengan megadakan Lombok Travel Mart (LTM) ke 6 dengan mengundang seluruh pebisnis pariwisata di indonesia dan manca negara meski minim dana.

“Kegiatan Lombok Travel Mart ini diadakan secara mandiri oleh anggota DPD ASPPI NTB dengan kesadaran yang tinggi untuk memulihkan pariwisata Lombok setelah adanya bencana alam,” ungkapnya.

Sebagai pelaku pariwisata yang menyebut dirinya tourism soldier, para anggotanya memang pantang menyerah demi memajukan perekonomian masyarakat terutama yang menjadi ujung tombak (frontliner)  di destinasi wisata, tambahnya.

Djohari mengatakan meski sudah ada kegiatan recovery dari pemerintah, namun pariwisata Lombok masih lesu padahal core event tetap berjalan. NTB memiliki 18 event, 22% slot diantaranya masuk 100 Top Event Nasional seperti Festival Bau Nyale yang baru lalu.

ASPPI sebagai Asosiasi Pelaku Pariwisata Indonesia yang merupakan wadah berkumpulnya individu pelaku pariwisata di Indonesia baik dari bidang biro perjalanan, hotel, transport, penerbangan, restoran, pramuwisata dan lainnya paling merasakan kelesuan ini.

“ Pengusaha Biro Perjalanan Wisata ( BPW) dan usaha wisata lainnya sudah mulai menjual aset seperti mobil karena banyak kewajiban yang harus dibayar,” kata Djohari.

Ahmad Ziadi, Ketua DPD ASPPI NTB ( foto: ASPPI)

Sementara itu, Ketua DPD ASPPI NTB, Ahmad Ziadi yang akrab dipanggil Adi mengatakan Lombok Travel Mart ( LTM) yang mempertemukan buyer dan seller dari kalangan industri pariwisata dalam dan luar negri ini untuk menggairahkan kembali sektor pariwisata yang saat ini masih belum normal.

Setelah rentetan gempa yang mengguncang pulau tersebut, pelaku wisata kehilangan pendapatan puluhan miliar per hari akibat sepinya kunjungan wisatawan pasca rentetan bencana yang berakhir pada Agustus 2018.

“Lombok Travel Mart 2019 merupakan yang ke 6 kali. Kami  pertama kali menyelenggarakannya tahun 2014. Sejak awal ASPPI bertekad sebagai wahana untuk mengangkat dan mempromosikan destinasi baru pariwisata NTB,” ujarnya.

Adi menargetkan sedikitnya 150 buyer termasuk travel agent dari mancanegara akan hadir seperti Malaysia, Korea, Singapura, selain juga melibatkan puluhan seller dari kalangan industri wisata Lombok dan Sumbawa.

“ LTM ke 6 kali ini unik karena kami menyelenggarakan Table Top mempertemukan buyer dan seller di Desa Bonjeruk, Kecamatan Jonggat, Lombok Tengah,” jelasnya.

Desa yang kaya sejarah dan bangunan peninggalan masa penjajahan Belanda menyuguhkan pemandangan alam yang Asri. Para peserta juga diajak mengeksplor desa itu dengan tema Historical Bondjeroek dan menyaksikan beragam atraksi budaya dan kuliner lokal yang menarik.

“Hasil dari LTM diharapkan dapat memulihkan pariwisata Lombok 3-4 bulan ke depan sehingga kami optimistis cara recovery yang kami lakukan bisa efektif dan efisien ,” tegasnya.

 

Wouw Keren, Kuliner Maroko Merambah Jakarta

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Menjelajahi wisata kuliner di Jakarta seolah tak ada habisnya. Yang paling gres, restoran Marrakech Cuisine from Marocco di bilangan Wolter Monginsidi Jakarta. Restoran ini menyuguhkan masakan Maroko. Ternyata, mendapat sambutan warga Indonesia yang menyukai kuliner ala Timur Tengah.

Bila dibandingkan dengan kuliner khas Mediterania atau Timur Tengah lainnya, cita rasa khas kuliner Maroko mungkin masih cukup asing di lidah orang Indonesia. Apalagi, belum banyak restoran yang punya spesialisasi masakan Maroko dengan cita rasa yang autentik.

Meski banyak yang mengira cita rasanya serupa dengan kuliner Mediterania atau Timur Tengah, namun rupanya kuliner dari Negeri Maghribi punya cita rasa yang jauh berbeda.

Kuliner dari Maroko sedikit banyak dipengaruhi oleh sentuhan Eropa, mengingat negara tersebut sempat dijajah oleh Prancis. Berbeda dengan masakan Indonesia, Timur Tengah, atau Mediterania, orang Maroko lebih sering menyantap menu makanannya bersama roti ketimbang nasi.

Selain itu, cita rasanya pun lebih ringan dan tidak medok, walaupun tetap menggunakan rempah-rempah dalam pengolahannya. Tak boleh ketinggalan, setiap menu masakannya harus dibumbui dengan minyak zaitun untuk memberikan sentuhan yang begitu khas. Minyak zaitun asli Maroko memang memiliki aroma yang lebih harum dan rasa khas zaitun yang lebih kuat ketimbang yang dijual di Indonesia.

Penyajiannya tak kalah unik, berbagai makanan tersebut dimasak dan disajikan dalam pot tanah liat bernama tagine. Proses memasak yang dilakukan selama dua jam lamanya membuat teksur berbagai hidangannya jadi sangat lembut, dan tentunya lebih sehat karena tak digoreng sama sekali.

Berbagai menu kuliner Maroko semuanya disajikan dalam semacam pot tanah liat dan disantap bersama roti semolina–semacam jenis gandum. Begitu tutupnya dibuka, aroma wangi langsung menguar.

Kuliner yang menjadi andalan Marrakech Cuisine from Marocco di antaranya zaalouk, yakni terong yang dimasak dengan tomat untuk hidangan pembuka. Selain itu, couscous by Fatimah El Baamri, kudapan berbasis ayam dan sayuran yang merupakan resep keluarga.

Selain itu, ada Rfissa yang disajikan dengan ayam, lentil, dan biji fenugreek. Buat pencinta kopi, kami punya Nous nous coffee atau kopi setengah-setengah. Cara penyajiannya setengah kopi dan setengah susu.

“Yang suka teh, ada moroccan tea, yakni teh dari daun mint khas Maroko yang bisa dinikmati dengan gula atau tawar saja,” terang pemilik restoran Marrakech Cuisine from Marocco, Maria Rotinsulu El Mourabiti, seperti dilansir tabloidbintang.com, Rabu (27/02/2019).

Kecintaan Maria pada masakan Maroko tak main-main. Untuk mendalami kuliner Maroko, ia belajar selama 2 tahun di Maroko. Ia mengenali masakan Maroko dari kegiatan wisata kuliner hingga belajar dari resep rahasia keluarga suami.

Ilmu dari Maroko ditularkan Maria kepada sejumlah juru masak di Indonesia. Walhasil, lahirlah restoran yang menyuguhkan masakan bercita rasa otentik Maroko namun dekat dengan masyarakat Indonesia.

Restoran ini buka Senin sampai Jumat pukul 11.00 siang sampai 11 malam. Akhir pekan, buka hingga jam 12 malam. Selain menikmati kulinernya, juga menampilkan suasana Maroko yang sangat kental lewat dekorasi maupun ornamen.

Beberapa pajangan seperti belga (sandal khas Maroko) dan tagine (pot tanah liat) terlihat menghiasi sudut dinding untuk memberikan sentuhan ala Maroko. Tak lupa, beberapa lampu kaca berwarna-warni menggantung di langit-langitnya.

Beberapa dekorasi tersebut bahkan diimpor langsung dari Maroko, untuk benar-benar membawa ambience dari negara di Afrika Utara tersebut. Selain area makan publik, pengunjung juga bisa memilih tempat duduk di area merokok atau area ruang pribadi yang multifungsi. “Sehingga, Anda serasa pelesir ke Maroko meski sebenarnya berada di Jakarta,” tambahnya.

Nama Marrakech sendiri diambil dari kata marrakesh yang artinya mutiara dari Selatan. Ia merupakan kota di Barat daya Maroko, di kaki Pegunungan Atlas.

Maroko adalah salah satu negara yang mempunyai banyak makanan khas, yang wajib Anda cicipi. banyak sekali makanan yang anda harus cicipi, mulai dari roti, kacang, gandum ,dan lainnya. jika anda sudah mencobanya, anda pasti bakal ketagihan dengan makanan khas Maroko:

#. Roti
Di Maroko terdapat banyak jenis roti yang terkenal dengan kelezatannya. Roti kering yang disebut Khobz adalah makanan pokok Maroko berupa roti yang dipanggang dalam oven berbahan bakar kayu. Roti lain yang terkenal adalah Baghrir (roti spons, sedikit seperti crumpets), Harsha (roti mentega yang terbuat dari pasta tepung semolina halus) dan Rghaif (roti berbentuk datar dan berlapis-lapis). Topping roti yang banyak digunakan di Maroko adalah madu atau keju kambing.

#. Couscous

Seksu atau Couscous adalah pasta dari gandum yang berbentuk gulungan. Makanan ini dikukus bersama rebusan daging dan sayuran. Untuk melengkapinya, daging ditutupi dengan piramida couscous berupa sayuran yang dimasukan ke dalam sisi pasta dan saus disajikan secara terpisah. Makanan khas Maroko ini sering dihiasi dengan kismis yang manis atau dalam tradisi Berber disajikan dengan semangkuk buttermilk.

#. Zaalouk
Makanan khas Maroko banyak berupa salad sayuran yang dimasak dengan roti. Salad biasanya terdiri dari paprika hijau dan tomat, wortel manis atau courgette pure, dan dilengapi minyak zaitun lokal. Zaalouk adalah salad sayuran yang terdiri dari terong yang diasapi dan dibumbui dengan bawang putih, paprika, jinten dan bubuk cabai.

#. B’stilla

B’stilla adalah pie tradisional Maroko yang terkenal sangat lezat. Pie ini terdiri dari berlapis-lapis adonan tipis yang dicampur dengan daging merpati, almond dan telur. Pie ini dibumbui dengan kunyit, kayu manis dan ketumbar. Adonan B’stilla ditaburi dengan gula dan kayu manis diatasnya.

#. Kepala Kambing Kukus
Kepala kambing kukus adalah makanan khas Maroko yang banyak dimakan selama festival Islam Idul Adha (Hari Raya Kurban). Untuk memasaknya, kepala domba dikukus selama sekitar lima jam sehingga siap dimakan ketika siang. Kepala kambing bisa dibeli dengan atau tanpa mata, meskipun otak yang dijual secara terpisah di kios daging lain. Untuk makan kepala kambing kukus, kamu dapat menaburinya dengan jinten, garam dan cabai. Daging bagian pipi dan lidah adalah yang paling banyak disukai orang karena kelembutannya.

#. Ikan Sarden Pedas
Maroko adalah eksportir terbesar di dunia untuk sarden, sehingga ikan kecil banyak diolah dalam berbagai jenis makanan. Sarden khas Maroko biasa diisi dengan pasta chermoula pedas yang terbuat dari tomat, ketumbar, cabai, bawang putih, paprika, jinten, minyak zaitun dan jus lemon. Sarden dilapisi dalam adonan yang digoreng sampai garing dan sering disajikan dengan cabai hijau goreng.

#. Terong Goreng
Terong banyak dimasak di Maroko sebagai makanan pokok. Terong goreng dimasak dengan diiris-iris tipis dan diberi saus merica pedas manis. Vegetarian di Maroko sangat menyukai makanan ini karena terong mengandung banyak vitamin untuk tubuh. Makanan ini disajikan dengan Lubia pedas (kacang haricot putih yang direbus dengan tomat, jinten, paprika, bawang putih dan jahe) atau salad segar.

#. Brochette
Brochette adalah kebab ayam mini yang dimasak diatas arang. Daging ayam pada makanan ini sebelum dimasak dilumuri dulu dengan garam dan rempah-rempah seperti merica dan jinten. Setelah dibumbui, daging ditusuk seperti sate dan dibakar. Brochette disajikan dengan khobz (roti kering), harissa (saus lada merah), bawang merah, jinten dan garam.

#. Sup Bekicot
Di Maroko banyak kios makanan yang menjual Sup Bekicot dalam tong yang populer di seluruh negeri. Cara memakannya adalah dengan menarik bekicot dari cangkangnya dengan tusuk gigi sebelum menyeruput sup. Siput memiliki rasa bersahaja, sedikit seperti jamur shitake. Sup bekicot ini dibuat dengan bumbu yang terdiri dari sekitar 15 rempah-rempah yang berbeda. Warga Maroko percaya bahwa kaldu bekicot baik untuk pencernaan dan dapat menyembuhkan demam.

#. Limpa Unta

Limpa Unta memiliki tekstur yang lembut dan creamy seperti hati. Limpa unta banyak dimasak di Maroko dengan minyak zaitun, rempah-rempah dan sedikit lemak dengan cara dipanggang dalam oven dan dicampurkan dengan berbagai jenis roti. Limpa unta biasa disajikan dengan diiris dan dijaikan isi dalam sandwich. Di Maroko burger unta banyak dijual dan terkenal disajikan dengan kentang goreng dan salad.

#. B’ ssara
B’ ssara adalah sup khas Maroko yang berbahan dasar kacang. Secara tradisional makanan ini disajikan untuk sarapan. Di atas sup biasa diberi tambahan minyak zaitun, taburan jintan dan roti yang baru matang dari oven. Sup dibuat dengan banyak bawang putih (sekitar satu kilogram per tong besar) dan pemilik kios yang menjualnya hanya akan menutup toko setelah makanan ini terjual habis.

#. Tagine
Tagine adalah masakan tradisional Maroko yang dimasak dengan pot tanah liat dengan tutup berbentuk kerucut. Tagine dapat ditemukan di kafe pinggir jalan hingga di restoran papan atas. Biasanya makanan ini selalu disajikan dengan roti.

#. Ikan Chermoula
Maroko terletak dekat dengan laut Atlantik dan pantai panjang Mediterania. Posisi geografis ini membuat Maroko menjadi kaya dengan hidangan ikan. Chermoula adalah makanan tradisional Maroko yang mengombinasikan bumbu dan rempah-rempah dengan ikan bakar. Ikan mackerel adalah jenis yang paling sering digunakan untuk memasak makanan ini.

#. Harira

Selama bulan suci Ramadhan, warga Maroko biasanya berbuka dengan semangkuk Sup Harira mengepul. Makanan ini dimasak dengan dengan bahan berupa tomat, kacang, buncis dan daging kambing. Topping sup ini adalah perasan air lemon dan beberapa ketumbar cincang. Makanan tradisional ini disajikan dengan pretzel manis yang disebut chebakkiya.

# Kefta Tangine

Kefta adalah makanan khas Maroko yang berbahan dasar daging sapi atau kambing cincang. Daging cincang dengan dimasak dengan bawang putih, ketumbar, peterseli, dan kayu manis kemudian digulung menjadi bola dan dimasak dalam saus tomat dan bawang. Tepat sebelum hidangan siap, telur dicampur ke dalam saus untuk memperkaya rasa masakan. (NDY)

Ditolak Bali Jadi Wisata Syariah

this formate

DENPASAR, bisniswisata.co.id: Polemik Bali agar menjadi wisata syariah yang dilontarkan cawapres Sandi Uno mendapat reaksi keras dan penolakan. Hingga kini penolakan pun terus terjadi, termasuk Gubernur Bali Wayan Koster secara tegas menolaknya.

“Bali itu berbeda dengan daerah lainnya di Indonesia. Bahkan, berbeda dengan banyak destinasi lainnya di dunia. Bali itu konsepnya pariwisata budaya. Budaya yang menjadi obyek pariwisata tak hanya sekadar menjadi atraksi belaka, tetapi dirayakan dan menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat Bali,” tegas Gubernur Koster di Denpasar, Rabu (27/2/2019).

Politikus PDIP melanjutkan jika pariwisata Bali mau disyariahkan, apa yang disyariahkan, pada bagian mana syariah itu. Selama ini pariwisata Bali aman-aman saja. “Jadi Kita harus tegas itu. kita menolaknya,” ujar Gubenur Koster di Denpasar, Rabu (27/2/2019).

Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati menegaskan, sangat tidak sepakat dengan wacana Sandiaga yang mengusung konsep wisata syariah di Bali. Dan jika itu diterapkan, maka pariwisata Bali akan mundur jauh ke belakang.

“Kemarin saya sudah berbicara terus terang bahwa saya secara tegas menolak dan tidak setuju usulan itu. Sebab, Bali itu bukan Timur Tengah, bukan Malaysia, bukan Arab. Bali itu Bali. Silahkan sasar wisata syariah di wilayah lainnya di Indonesia. Potensinya masih banyak. Kenapa harus Bali,” ujarnya.

Diakuinya sangat heran dengan pola pikir yang mengatakan pariwisata syariah akan meraup keuntungan triliunan yang dibandingkan dengan Timur Tengah, Arab Saudi, dan sebagainya. Ada perbebadaan kultur, latar belakang, karakter budaya dan masyarakatnya yang harus dipertimbangkan.

“Kalau hanya berpikir uang triliunan, dan kemudian dipaksakan maka Bali akan mundur jauh dan cepat atau lambat akan hancur pariwisata. Pasti ada pihak yang senang dengan kehancuran pariwisata Bali,” ujarnya.

Penolakan yang dama datang dari berbagai budayawan, tokoh adat, tokoh masyarakat Bali. Bahkan, penolakan juga datang bukan hanya dari masyarakat Bali saja melainkan dari warga luar Bali.

Mereka menentang keras kalau pariwisata Bali menjadi pariwisata syariah. Salah satunya adalah seorang penulis dan pegiat sosial Deny Siregar. Menurutnya, orang yang beribacara Bali seharusnya minimal tinggal di Bali. Amati, rasakan, alami bagaiman Bali itu.

“Mas Sandi, pernah tinggal di Bali? Sekali-sekali tinggalah di sana, barang setahun saja. Rasakan aura Bali. Nafasnya, budayanya, adatnya dan keramahan masyarakatnya. Jangan cuman mampir berlibur sehari dua dan tinggal di hotel mewah saja,” tutur Deny seperti dilansir laman MediaIndonesia.com

“Mas Sandi akan merasakan ketenangan, kenyamanan dan terutama kekentalan nilai-nilai luhur Indonesia yang terakit dalam adat dan budaya,” ungkap Deny.

Menurutnya, Bali bukan sekadar pariwisata. Bali lebih sebagai penjaga budaya negeri ini, yang di banyak tempat sudah hilang tergerus modernisasi dan Arabisasi. Menyebut nama Bali saja akan membangun rasa cinta dan selalu menawarkan rasa rindu untuk kembali kesana. Wacana disyariahkan ujungnya selalu membawa agama.

“Dulu tahun 2015, wacana yang sama muncul dari Muliaman Hadad, Ketua Masyarakat Ekonomi Syariah. Sekarang Sandiaga Uno, yang kembali ingin menghalalkan Bali. Alasan keduanya sama. Karena wisata halal berpotensi meraup ribuan triliun rupiah dari tamu di Timur Tengah. Apakah definisi “halal” yang dipikir Sandi dan Hadad itu sama dengan definisi “halal”-nya masyarakat Bali?” sergahnya.

Bali adalah Bali. Dengan segala kelebihan dan kekurangan, merekalah wajah Indonesia di luar negeri. Dari Bali, para wisatawan mengenal Indonesia lebih banyak lagi.Ketika Bali sudah berjasa kepada negeri ini, Sandi ingin merusaknya hanya karena “Bali tidak halal” menurut pandangannya sendiri.

“Jangan pernah merusak negeri dengan konsep “syariah” “halal” atau apapun yang menyinggung masyarakat Bali. Bali sudah sangat terbuka kepada para pendatang untuk bekerja mencari makan, tanpa memandang dari suku apa kalian, ras apa kalian bahkan apapun agamamu di sini,” tagasnya.

“Lihatlah, berapa banyak restoran Padang di Bali? Apakah itu bukan restoran halal? Hitung berapa banyak restoran Jawa dan Surabaya di Bali? BisakahSandi bilang mereka menjual makanan yang tidak halal? Lalu, halal yang bagaimana lagi yang harus disepakati masyarakat Bali yang selama ini hidup tentram, aman dan loh jinawi,” sinisnya.

Ia meminta Sandiaga agar tidak mempolitisasi haram dan halal di Bali demi simpati politik. Singkirkan pikiran untuk selalu ingin mensyariahkan Bali. Untuk urusan halal dan haram silahkan fokus ke yang belum terjamah, jangan rusak Bali yang sudah mendunia. Jangan rusak Bali.

“Karena ketika ada yang ingin memaksakan halal dan haram saya yakin rakyat Bali akan bangkit berdiri menentang. Jangankan Sandi. Bahkan Eropa, Amerika, Jepang dan banyak turis luar negeri yang datang membawa konsep modernisasi tidak akan pernah mampu menghabisi sisi tradisional Bali. Karena itulah harta mereka. Kekayaan terbesar mereka. Hidup mereka. Apakah masyarakat Bali perduli dengan potensi pendapatan ribuan triliunan rupiah dari turis Timur Tengah? Tidak penting,” tambahnya.

Ia menekankan, kekayaan itu bukan hanya materi. Karena bagi Bali, jiwa yang merdeka adalah kekayaan yang sejati. “Jangan dipasung dengan label-label untuk jualan diri,” pungkasnya. (NDY)