Silvi Yunaz Satukan Tekad Majukan Bisnis dan Pemberdayaan Umat.

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Pelayanan secara personal yang ditawarkan Silvi Yunaz, pendiri Naradi Tour & Travel membuat aktivitasnya tak pernah berhenti. Ibarat pribahasa Kecil-kecil Cabe Rawit, maka Silvi menjalani usahanya dengan nikmat dan terbukti meski usahanya tergolong kecil tapi berprestasi.

Maksudnya paket-paket wisatanya unik karena melayani opentrip, family trip, company trip, jasa sewa mobil bukan hanya di daerah asalnya di Sumbar tapi bisa di berbagai negara. Jadi para turis Indonesia yang merancang sendiri perjalanan wisatanya bisa dijemput di negara-negara tujuannya tinggal hubungi Naradi.

Prestasi lainnya punya networking yang luas dan selektif memilih mitra kerja sehingga industri pariwisata yang bermitra dengannya paham betul bagi Silvi para customer ibarat keluarga sendiri sehingga hubungan emosionalnya adalah selalu berupaya memberikan pelayanan prima, semua urusan lancar, perjalanan berkesan dan ada repeat order lagi.

Tidak mudah mengelola usaha yang sekaligus membangun kepercayaan layaknya keluarga, namun Silvi memiliki kemampuan untuk itu sehingga di tampilan media sosialnya maka foto-foto yang terlihat selalu menunjukkan keakraban bahkan seperti bagian dari keluarga kllien yang dilayaninya layaknya bagian dari keluarga besarnya sendiri.

Tak heran karena selain mengurus perjalanan wisata sendiri dan langsung turun memandu grup tour ke berbagai daerah di tanah air maupun di mancanegara, Silvi punya paket tergolong unik misalnya paket wisata medis, pelayaran mengarungi sungai-sungai di Eropa bersama kapal khusus Avalon Waterways, liburan dengan kereta api melintasi berbagai negara di Eropa atau tour dengan kapal pesiar di Eropa.

Kembali ke era keemasan kemewahan di atas kereta api, peserta paket diajak berpetualanglah dengan kereta api dan menikmati petualangan perjalanan kereta api yang dipadukan dengan kemewahan modern dan pemandangan panorama yang indah.

“Liburan kereta api Globus dan Cosmos akan membawa peserta melewati lanskap legendaris Amerika Utara, Eropa, Australia, dan India,” ujarnya

Paket Aseannya dari Singapura, Malaysia, Bangkok, Vietnam hingga Kamboja. Sedangkan paket domestik mulai dari piknik ke kota Bandung hingga tour Bromo-Bali, Belitung, Jogja, Padang – Bukittinggi hingga Labuan Bajo dan tempat-tempai dengan hidden gem.

Silvi Yunaz bersama mitra kerjanya di Vietnam, Bob

Umumnya memang peserta dari satu keluarga kecil atau keluarga besar, komunitas emak-emak, sekelompok profesional muda dari kantor-kantor berbeda maupun cukup dari satu divisi yang memilih paket-paket yang mengikat kebersamaan dan team work.

Kantornya berlokasi di kawasan Kayu Putih, Kec. Pulo Gadung, Jakarta Timur dan line bisnisnya mulai dari menyediakan nasi box, sewa mobil sampai mobil Van dan bis, paket wisata di dalam dan luar negeri, Open Trip ke berbagai negara, Airline Tickets, Tourist Attraction, voucher Hotel, Airport Shuttle, Passport & Visa Services sampai export biji kopi hijau (Green Coffee Bean), export Vanili dan export arang ( Charcoal).

“Pokoknya segala ada, mau ke desa saya di Kabupaten Agam, Sumatra Barat juga bisa, menikmati hidup di guest house melebur bersama masyarakat setempat,” tantangnya.

Sosok Silvi ini adalah sebagai kordinator peserta program Vietnam is Calling, program Famtrip sekaligus travel trade bersama mitranya dari Vietnam yang berlangsung akhir tahun lalu dengan peserta dari Indonesia, Singapura, Malaysia dan India.

Kali ini dia bermitra dengan Nguyen Hong Hieu atau dikenal dengan nama Bob sang CEO dan juga Founder dari Hieutur VN Investment Co.Ltd untuk menjaring investor dari Indonesia (Foreign Direct Investment).

“Kelebihan FDI di Vietnam kan pengurusan izin usahanya satu pintu, investasi minimal US$ 50.000,” ungkap Silvi

Kalau sehari-hari berada di Jakarta dia juga aktif di berbagai organisasi industri pariwisata dan rajin ikut seminar-seminar terutama digital marketing untuk menambah pengetahuannya termasuk membantu dalam berbagai kegiatan charity.

Ringan langkah dan riang hatinya dalam membantu rekan-rekan seprofesinya inilah yang membuatnya juga dimudahkan segala urusannya oleh sang khalik. “ Cita-citaku sekarang mau memiliki guest house sendiri dan mengajak anak muda dikampungku melek digital dan sadar wisata,” katanya

Intinya sih Silvi ingin melengkapi kiprahnya di dunia pariwisata dengan melakukan pemberdayaan umat dan menggerakkan sadar wisata di berbagai kalangan dengan program edukasi hospitality yang memadai, ujarnya dan mengakhiri obrolan diiringi senyum manisnya. Good Luck girl……

Menikmati Bulan Mei dengan Wisata Pendidikan, Spiritualitas dan Refleksi Sejarah.

this formate

Ira Latief ( tengah), pendiri Jakarta Food Traveler dan Wisata Kreatif Jakarta 

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Bulan Mei itu seperti “bulan kesadaran” bagi Indonesia dimana pada bulan ini kita merayakan Hari Pendidikan Nasional, kebangkitan bangsa, spiritualitas, hak pekerja, hingga refleksi sejarah.

Hari Buruh Internasional (1 Mei) walau bersifat global, di Indonesia sering diisi dengan aksi, aspirasi pekerja, sekaligus refleksi tentang kesejahteraan dan keadilan sosial.

Hari Pendidikan Nasional (2 Mei)
Diperingati setiap tahun untuk menghormati Ki Hajar Dewantara. Ada Hari Kebangkitan
Nasional (20 Mei) berkaitan dengan lahirnya Budi Utomo pada 1908. Ini dianggap sebagai titik awal kesadaran nasional melawan penjajahan—semacam “awal bangun”-nya Indonesia sebagai bangsa.

Nuansa sejarah reformasi juga berlansung Mei 1998, momen penting 1998,jatuhnya pemerintahan Soeharto. Bagi banyak orang, ini adalah simbol perubahan besar menuju demokrasi

Lalu ada Hari Raya Waisak (tanggal berubah tiap tahun) dan dirayakan oleh umat Buddha untuk memperingati tiga peristiwa penting kehidupan Siddhartha Gautama. Perayaan besarnya sering terpusat di Candi Borobudur, dengan pelepasan lampion yang sangat ikonik dan menarik wisatawan dunia.

Pada 27 Mei 2026 umat Islam diperkirakan juga akan merayakan Hari Raya Idul Adha atau disebut Lebaran Haji ini diperingati setiap tahunnya oleh umat muslim di seluruh dunia. Hari raya yang diperingati setiap tanggal 10 bulan Dzulhijjah pada penanggalan Hijriah ini adalah momen umat muslim melaksanakan ibadah kurban dengan menyembelih hewan ternak seperti sapi dan kambing

Nah menandai bulan Mei ini pula, Ira Latief, pendiri Jakarta Food Traveler dan Wisata Kreatif Jakarta memiliki jadwal sebulan penuh bulai Mei 2026. “Kami menyelengga- rakan agenda tour reguler—mulai walking tour hingga paket food tour harian dan tour “wisata kuliner dunia” dalam bahasa Inggris maupun tour dalam Indonesia, yang bisa dipesan secara open trip maupun private group”, kata Ira Latief

Agenda MEI 2026 Wisata Kreatif Jakarta

Di bulan ini ada banyak agenda seru dari mulai Walking Tour , Wisata Kulineran hingga Tur tematik hari nasional (Hardiknas dan Hari Kebangkitan Nasional ) juga tour spesial perayaan perayaan religi (Spesial Jelang Waisak , Idul Adha , dan Kenaikan Yesus Kristus )

Di bulan ini juga ada One Day Trip Kesultanan Banten, Garut Swiss van Java via KA Panoramic dan juga Tour Spesial Borobudur Waisak.

Sabtu 2 Mei 15.00-19.00
Walking Tour ke Ereveld Menteng Pulo (Makam Kehormatan Perang) + Kawasan Casablanca, Minggu 3 Mei 09.00 -13.00
*Walking Tour :Spot Legendaris Kwitang (Spesial Jelang Kebangkitan Nasional)*

Hari Sabtu 9 Mei 09.00 -13.00 ada *Walking Tour Bangunan Megah Kolonial di Buitenzorg* dan Minggu 10 Mei 15.00 -18.00
*English Walking Tour : Old Town Batavia*

Pada Kamis 14 Mei 09.00 -1300 ada tour
0Spesial: Gereja Gereja Unik di Pesisir (Spesial Hari Kenaikan Yesus Kristus)*

Sabtu 16 Mei 09.00 -13.00,Tour Tranportasi Publik :Jelajah Stasiun Legendaris dari Masa ke Masa. Minggu 17 Mei 15.30 -19.30
Walking Tour : Jelajah Budaya Tradisional Tionghoa + Spot Viral Batavia PIK.

Sabtu 23 Mei, 10.00 -12.00 ada tour Spesial : Lorong Sejarah Museum Kemenhan – Peringatan Hari Kebangkitan Nasional (GRATIS /Give Away Tour). Masih di hari Sabtu 23 Mei, 14.00 -18.00 *Tour Spesial : Jelajah Wihara Unik ala Thailand (Spesial Jelang Waisak ).

Minggu 24 Mei 15.00 -19.00, Walking Tour Jelajah Kawasan Elit Weltevreden+ pertunjukan Air Mancur*. Senin 25 Mei 18.30 -20.30 *Kuliner Pulang Kerja : Kulineran Jerman @Ya Udah Bistro*, Menteng
Rp 55.000.

Rabu 27 Mei 15.00 -19.00, Tour Spesial Ziarah Mesjid + Makam Wali (Spesial Idul Adha ). Kamis 28 Mei 15.00 -19.00 *Walking Tour : Spot Legendaris Cikini – Planetarium*

Sabtu 30 Mei 15.00 -19.00, *Walking Tour Kawasan Ring 1 + Senja di Museum Nasional*. Minggu , 31 Mei 09.00 -13.00
*Tur Tranportasi Publik : Jelajah Patung Patung Ikonik Jakarta*

Untuk Bahasa Inggris Walking Tour, China Town Glodok every Saturday 09.00, 2. Old Town Batavia, Every Sunday 15.00. 3. City Center+ Monas Park, every Saturday 16.00
4. Museum Nasional every 2nd Wednesday of the Month , 16.00

Pilihan lainnya untuk One Day Trip
Sabtu 2 Mei 07.00 -20.00 *Jejak Kesultanan Banten + Kuliner Banten* Sabtu 31 Mei, *Garut Swiss van Java via KA Panoramic*

*Day Tour Nusantara*, 30 Mei -1 Juni
*Borobudur Waisak + Negri Kahyangan*
Rp 2.700.000. Meeting point Stasiun Jogja
27 -29 Agustus , *Pesona Kebumen Gombong + Festival Lampion* Rp 2.400.000
Meeting point Stasiun Kebumen

Tour Mancanegara: 1. Tour 4 Negara : Uzbekistan, Tajikistan , Kirzigstan, Tajikistan)
25 Juni – 4 Juli , biaya Rp 29.9 juta 2. Tour 2 Negara (Malaysia + Singapura)
Mulai dari Rp 4 JT (all in), berangkat tiap bulan

3.. Tour 3 Negara (Malaysia + Singapura + Thailand) mulai dari Rp 5 jt dan berangkat tiap bulan. 4.. HAINAN CINA , mulai dari 5 JT an, berangkat tiap bulan. 5. India (Golden Triangle) Rp 7JT an (exclude pesawat) dan
berangkat tiap bulan 6. Turki Rp 17,9 Jt an
berangkat tiap bulan.7. Eropa Barat Rp 30 jt an, berangkat tiap bulan 8. Vietnam + Sapa Rp 12 jt an berangkat tiap bulan.

Pendaftaran Walking Tour Reguler di *wisatakreatif.bigtix.io*
Pendaftaran One Day Trip / Luar Kota/ Mancanegara di *bit.ly/RegWisataKreatifJKT*
atau Hub 081298229129 untuk Private Tour /Group booking. Agenda Lengkap dan Itinerary bisa dicek di *https://www.wisatakreatifjakarta.com/2023/06/agenda-reguler-terbaru-bulan-ini.html*

Cikwo Resto and Coffee Pilihan Lengkap Makanan Khas Lampung.

this formate

BINH MY, HCMC, bisniswisata.co.id: Pagi itu ketika tengah menyaksikan atraksi silat sebagai sambutan bagi famtrip asal Indonesia, Singapura, Malaysia di Desa Wisata Binh My yang masuk wilayah Ho Chi Minh City ( HCMC) Vietnam, seorang wanita berada diantara peserta yang saya kira adalah tuan rumah warga desa tersebut.

Ternyata namanya Isna Subari asal Lampung, salah satu peserta Famtrip Vietnam is calling juga dan teman seperjalanan yang datang bersama putranya, Fairuz Axioma.

Maklum kunjungan ke desa wisata itu menjadi agenda hari pertama di Vietnam sehingga baru pagi inilah kami peserta Vietnam is Calling berkumpul setelah semalam datang bergelombang ada yang mengambil penerbangan langsung dati Jakarta maupun via Singapura ke Ho Chi Minh City.

Setelah saya berkenalan dan melepas gelak tawa karena semula saya menyangka dia wanita Vietnam. Barulah Isna Subari menjelaskan dia adalah pemilik dari Restoran Cikwo Resto and Coffee di Bandar Lampung.

Tinggi tubuh dan wajah orang Vietnam memang mirip dengan orang Indonesia dan Isna Subari mirip dengan para penyambut yang warga lokal.

Dia langsung akrab bahkan dari handphone sudah siap materi promosinya tentang Cikwo Resto and Coffee yang merupakan salah satu tempat kuliner di Lampung menyuguhkan masakan khas Lampung.

Tak hanya makanan, sebagai tempat kuliner di Lampung, Cikwo Resto and Coffee yang berlokasi di Pekon Gunung Sugih, Kecamatan Balik Bukit, juga menyediakan minuman kopi robusta khas Lampung Barat dengan kualitas premium.

Isna mengatakan, pihaknya ingin perkenalkan makanan khas Lampung serta kopi robusta lampung ke masyarakat luas. Bahkan saat pertama kali buka cabang di Liwa Lampung Barat , belum ada tempat-tempat makan yang menyediakan makanan khas Lampung khususnya Lampung Barat.

“Biasanya makanan-makanan ini tersedia hanya pas acara tertentu saja seperti acara adat seperti perkawinan dan sebagainya, Saat itu orang kalau datang ke Liwa cuma beli kopi robusta saja, namun belum ada tempat untuk menikmati makanan khas Lampung dan kopi robusta tersebut,” ungkapnya sambil mengirim file PDF ke HP saya.

Masya Allah banyak sekali kontennya begitu dibuka file yang dikirimnya tertulislah keterangan nama menu Pahakh atau Pahar asalnya dari nama wadah yang mirip dengan piring atau nampan terbuat dari bahan kuningan, perunggu, tembaga, besi. Pahar memiliki kaki atau tapakan berbentuk bundar silinder.

Pahakh yang dijunjung oleh para bebai (ibu-ibu) masyarakat Lampung biasanya berisi makanan berupa nasi, sayuran, lauk tradisional, aneka ragam kue-kue dan yang biasanya dibawa dan disajikan untuk acara adat.

Misalnya seperti; acara Nayuh (pesta perkawinan), Nge- jalang Kubokh (ziarah kubur), Ngantak Pelambakh (berdoa di masjid), dan acara adat lainnya. Pahar diletakkan di tengah-tengah ruangan acara, tetapi isi pahakh tersebut tidak diturunkan, sehingga tokoh adat dan masyarakat dapat menikmati sajian tetap di tempat.

                                  Isna Subari dan suami

Paket Pahar terdiri dari 2 menu utama dan menu pelengkat yaitu nasi panas, pandap, halipu sambol, gulai kambing/khetak belulang,lalapan, tempoyak, sambal, kerupuk upak. Harga perhidangan dari paket Pahar ini mulai dari Rp 60.000 hingga Rp 85.000 jadi jelaslah memang Isna menyajikan paket premium.

Paket menu andalan lainnya adalah Seruit merupakan kata yang berasal dari kata”nyeruit” yang bermakna melakukan kegiatan bersama-sama. Masyarakat Lampung biasa berkumpul dalam acara adat, keagamaan, maupun acara pesta pernikahan.

Hidangan yang dimakan pada kegiatan seperti itulah yang disebut Seruit dan telah masuk sebagai Warisan Budaya Tak Benda sejak tahun 2015.

Seruit biasa dihidangkan dengan ikan bakar (bisa juga dengan olahan ikan lainnya), dicampur dengan sambal terasi, tempoyak, terong bakar/terong rebus,yang kemudian diaduk menjadi satu kesatuan dan disantap dengan nasi panas dan berbagai lalapan.

Sedikitnya ada 23 menu Seruit ini dengan masing-mading seharga Rp 56.000 hingga Rp 69.000 per porsi. Menunya ada

Seruit Nila Bakar, Seruit Pindang Patin,
Seruit Pindang Baung, Seruit Pepes Patin
Seruit Taboh Iwa Tapa, Seruit Pekhos Pati Nila Bakar, Seruit Pekhos Pati Nila Goreng,
Seruit Pepes Ayam, Seruit Pepes Nila, Seruit Layang Bakar dan lainnya.

Menu Lampung lainnya banyak lagi juga ada menu Nusantara, camilan untuk temaln minum kopi serta minuman ke kekinian dengan harga murah meriah dan mengenyangkapn di bawah harga Rp 20.000 sehingga terjangkau untuk kalangan mahasiswa sekalipun.

Soal nama resto dan coffee Isna memang membuka tempat agar orang-orang bisa makan makanan khas Lampung dan minum kopi robusta. Dia juga menata sedemikian rupa ruangan-ruangannya agar pengunjung menjadi betah karena menampilkan budaya Lampung hingga bisa membeli oleh-oleh beragam suvenir.

Fasilitas yang berada di Cikwo Resto ini pun terbilang sangat lengkap, terdapat free wifi, toilet, mushalla, gubuk lesehan. Selain itu ada area bermain anak, ada juga wisata untuk pengunjung yang mau melihat kebun kopi, dan wastafel di tiap sudut. Pengunjung juga diperbolehkan untuk duduk dan menggelar karpet di bawah pohon kopi yang beralaskan rumput sintetis.

Isna mengaku orangtuanya berasal dari Krui, Kab Pesisir Barat yang sejak tahun 1960 an sudah dikenal turis asing sebagai destinasi wisata surfing. Ada juga beberapa foto yang menggambarkan ciri khas daerah asalnya, ada alat musik gamelan serta pojok baca yang isi bukunya rata-rata tentang adat istiadat dan sejarah Lampung.

Sebelum lahirnya Kabupaten Pesisir Barat tahun 2012, Kabupaten Pesisir Barat masih termasuk wilayah pemerintahan Kabupaten Lampung Barat yang ibukota kabupatennya di Liwa.

Cikwo Resto and Coffee pertama kali berdiri di Bandar Lampung pada tahun 2015, dan saat ini Cikwo Resto and Coffee sudah memiliki 2 cabang lainnya yakni di Liwa Lampung Barat dan satu lagi di Foodcourt yang berada di Fisip Universitas Lampung.

Maksud Isna memberikan nama resto dan coffee ini dengan nama Cikwo dikarenakan Cikwo merupakan nama panggilannya di keluarga. Sebagai anak perempuan maka Cikwo merupakan panggilan kakak perempuan dalam adat Lampung Sai Batin. Isna merupakan anak perempuan paling tua, dan adik-adik serta sepupunya memanggil Isna dengan panggilan Cikwo.

Pemberian nama Cikwo untuk usahakuliner ini juga dimaksudkan agar orang-orang lebih gampang mengingat dan nama itu memang sudah melekat di dirinya, tambahnya.

Isna mengatakan bahwa untuk menu makanan yang paling banyak dibeli ialah gulai taboh iwa tapa, dan sop iwa tuhu. “Untuk makanan yang best seller itu ada di makanan khas Lampung yaitu gulai taboh iwa tapa dan sop iwa tuhu,” kata Isna.

Sementara untuk minuman, Cikwo Resto dan Coffee juga menyediakan beberapa menu yang menarik seperti es kopi susu cikwo, kahud yahud, mango dance.

Selain itu ada juga menu minuman kopi-kopian, teh, jus, es coklat dan menu lainnya yang tentunya tidak kalah menarik. “Untuk best sellernya itu biasanya orang sering pesan yang es kopi susu cikwo dan kahud yahud, tambah Isna.

Orang rela datang hanya untuk mencoba makanan otentik. Kuliner menggambarkan: sejarah suatu bangsa, karakter masyarakat, cara hidup dan nilai-nilai budaya melalui makanan. Tak heran berkunjung ke Resto Cikwo wisatawan bisa mengenal budaya tanpa harus membaca buku tebal.

Kuliner juga cepat diambil gambar, mudah di share ke sosial media, memiliki daya tarik visual yang bisa menimbulkan rasa penasaran. Makanan unik jadi alasan orang datang bahkan dari luar daerah maupun luar negri.

Isna Subari telah membuktikannya dan memicu saya ikut melakukan perjalanan wisata ini untuk melakukan food destination trip atau food hunting trip. Sukses ya Bunda Isna

Menikmati Aktivitas Wisata Sungai Cai Rang dan Budaya Lokal.

this formate

CAN THO, bisniswisata.co.id: Sekilas, Can Tho tampak seperti kota yang ramai dengan arus perdagangan yang terus mengalir di Sungai Hau. Namun, turis yang datang dengan menginap di kamar di tepi sungai akan mendapatkan pengalaman kehidupan sungai yang lebih terasa.

Pagi itu, guide sudah mengingatkan harus cepat ke dermaga jangan makan pagi dulu. Oleh karena itu masih dengan muka ‘bantal’ alias masih mengantuk, saya sudah bergabung dalam bis karena makan pagi setelah mengunjungi pasar terapung Cai Rang.

Saat semua sudah duduk di boat baru ingat handphone masih di dalam bis, jadilah si andung ( nenek) ini berlari mengambil dulu. Kurang tidur dan berangkat dengan gaya sat-set serba cepat begitu setelah menyusuri air sungai malah mata langsung terbelalak dan mulut komat-kamit mengucapkan Asmaul Husna, 99 nama-nama Allah SWT.

Masya Allah berada ribuan kilometer dari Banjarmasin tapi saya merasakan atmosfir yang sama dengan pasar terapung Kuin, Martapura. Wajah-wajah yang serupa tapi tak sama, budaya jual- beli yang sama dan beragamnya mata dagangan yang ada.

Tumpukan buah-buahan yang matang di dalam sampan, ikan sungai segar, mrlihat orang lokal dan turis berlayar dengan sampan di kanal-kanal membuat saya terkesima. Masya Allah, bagaimana wajah-wajah para pedagang itu bisa begitu familiar karena banyak kemiripan.

Kalau dibandingkan saat kedatangan semalam, sepintas melihat kota besar Can Tho itu hanyalah setengah dari cerita kehidupan pagi ini di sungai. Setengah lainnya kemana? . Mengalami pengalaman melihat matahari terbit diudara yang berkabut di atas air sambil mencicipi kuliner lokal dari atas jukung seperti di Banjarmasin padahal tengah berada di Delta Mekong.

Berlangsung sejak subuh, aktivitas di pasar terapung ini sangat autentik dan visualnya kuat dimana perahu berseliweran, buah tropis menggunung dalam perahu, mrlihat interaksi warga lokal maupun dengan para turis yang datang bergelombang.

Rombongan saya saja ada 6 bis. Terpesona rasanya melihat suasana di obyek wisata unggulan Can Tho ini. Bisa dibilang “living culture”, bukan atraksi atau pertunjukan buatan tapi denyut kehidupan nyata. Apalagi dari hotel akses mudah tapi tetap disuguhi pemandangan yang alami.

Di tepi sungai banyak rumah-rumah kayu warga, rindangnya pepohonan. Kebayang nggak sih ketika malam tiba maka denyut kehidupan malam di atas sungai pastinya tidak kalah seru dimana warga lokal melepas lelah dengan santai berayun di tempat tidur gantung, dan malam yang hangat diiringi oleh paduan suara serangga.

Kombinasi sungai, desa, dan budaya
dari Can Tho, membuat turis bisa menjelajah:
kanal-kanal kecil dengan perahu tradisional. mengunjungi kebun buah tropis, desa lokal yang masih alami.

Pengalaman ini memberi paket lengkap: nature + culture + human connection, membuat wisatawan diajak untuk menikmati pengalaman “slow tourism” setelah di Ho Chi Minh City dua hari sebelumnya harus melewati kemacetan lalu lintas darat yang luar biasa.

Di era pariwisata modern, banyak wisatawan mencari ketenangan, keaslian, koneksi spiritual dengan alam. Maka Can Tho dengan pasar terapung dan sungainya menawarkan itu semua dengan ritme hidupnya pelan, selaras dengan sungai.

Nah, kalau dibandingkan dengan pasar terapung di Banjarmasin perbedaannya cukup menarik—bukan hanya soal lokasi, tapi juga “jiwa” pasarnya. Kalau di Cai Rang skala & karakter aktivitasnya skala besar, ada ratusan perahu dan lebih ke perdagangan grosir (buah, sayur dalam jumlah besar)

Aktivitas ekonomi utama masyarakat Banjar-  masin skala lebih kecil dan intim karena lebih ke eceran dan tradisional. Banyak unsur budaya & interaksi sosial. Sederhananya begini, Cai Rang cendrung ke pasar sungai skala ekonomi besar sedangkan Banjarmasin pasar sungai berbasis budaya lokal.

Dalam hal jenis perahu & penampilan visualnya maka Cai Rang perahunya lebih besar. Ada tiang tinggi untuk menggantung contoh dagangan supaya terlihat dari jauh sehingga lebih fungsional.

Sementara kalau di Banjarmasin perahunya jukung jadi lebih kecil. Pedagang yang biasanya ibu-ibu atau dipanggil acil memakai caping jadi secara visualnya lebih ikonik dan fotogenik dan kental dengan romantisme.

Soal perdagangan di atas air, Cai Rang pelakunya lebih sibuk, ritme cepat dan mereka adalah pedagang profesional yang interaksi cepat dan fokus pada transaksi untuk segera dapat uang ( cuan).

Sedangkan sungai di Delta Mekong ini kuat di keunikan global & skala besar dan cocok untuk wisatawan internasional mewakili kehidupan sungai Asia Tenggara.

Tapi kalau di Banjarmasin banyak interaksi ibu-ibu penjual dengan turis yang lebih manusiawi, hangat dan ngobrol santai. Mereka dagang dari subuh hingga sekitar jam 8 pagi dan ibu-ibu pedagang ini punya nuansa spiritual setelah waktu ibadah pagi ( sholat subuh).

Tak heran pasar terapung kita kuat di keaslian budaya & kearifan lokal karena menjual kehangatan & kedalaman budaya terutama kuliner karena bisa mencicipi makanan khas Banjar sambil berkeliling di atas perahu kayu.

Kalau mau jujur dari sisi “pengalaman” sebenarnya pasar terapung di Banjarmasin seperti di sungai Martapura, Sungai Kuin/Barito maupun Lok Baintan lebih menyentuh hati dari Delta Mekong karena interaksi yang baik.

Sayangnya para pemimpin daerah Kalsel ini belum mau serius mendatangkan wisatawan Asean dan mancanegara. Padahal peluang meningkatkan ekonomi masyarakatnya besar. Di Medsos, mau pesan paket perahu di Cai Rang harganya di atas Rp 2,5 juta.

Mau lihat kebun buah ramai-ramai dengan turis umum perborang sudah Rp 650 ribu per orang. Nah kalau pimpinan dan industri wisata Kalsel mau konsentrasi jualan pasar terapung kan warganya sejahtera.

Kota Banjarmasin sebagai wilayah Kota yang dijuluki ‘Seribu Sungai’ entah mengapa belum punya keseriusan menggarap pasar terapung yang dimiliki. Padahal sudah banyak study di lakukan ke negara-negara Asean seperti Thailand, Vietnam yang memiliki produk serupa tapi tak sama ini.

Bahkan di saat pasca Covid-19 muncul produk Halal Tourism di seluruh dunia bahkan dari negeri- negeri Non Muslim, Pemimpin daerah Kalsel baru sekedar lisan belum menunjukkan aksi nyata menjadikan Pasa terapung Kalsel jadi tujuan wisata halal.

Padahal julukan kota ‘Seribu Sungai’ itu memiliki pesan sebagai sikap kegotong – royongan, dan kebersamaan untuk mencapai tujuan bersama. Maka seharusnya untuk pasar tertentu tinggal dikemas dengan narasi yang tepat mempromosikan sunrise, doa, interaksi tulus, sarapan pagi bersama di atas sungai.

Tinggal meneruskan dan kreatif ternyata sulit bagi pimpinan dan warga lokal karena
pasar terapung ini sudah ada sejak zaman Kesultanan Banjar di abad 17.

Di bawah langit biru cerah Delta Mekong, Can Tho, saya bersyukur bertambah ilmu dan melihat langsung masyarakat Vietnam yang lebih memilih Atheis dan agama Kepercayaan mampu menjaring wisatawan mancanegara hingga 21,2 juta orang.

Vietnam menutup tahun 2025 dengan pencapaian bersejarah berupa 21,2 juta kedatangan wisatawan internasional, menandai peningkatan luar biasa sebesar 20,4% dari tahun sebelumnya.

Ini merupakan jumlah pengunjung asing tertinggi yang pernah diterima negara tersebut, menurut Kantor Statistik Umum.20 Jan 2026. Nah bagaimana ? Berani menerima tantangan ?.

Can Tho, Pintu Masuk Mengeksplor Delta Mekong

this formate

CAN THO, Vietnam, bisniswisata.co.id: Seolah tanpa henti, perjalanan explore Vietnam terus berjalan dan sore hari kami memulai perjalanan dari Kota Ho Chi Minh ke Kota Can Tho, sekitar 3 jam dan setibanya di sana makan malam di restoran lokal untuk menikmati hidangan khas Mekong lalu check-in hotel di Wink Can Tho Hotel untuk menginap.

Sejak di Jakarta, saya memang paham kami akan menuju destinasi dan obyek-obyek wisata di kawasan Delta Mekong. Bob, si pengundang yang menjadi pendiri tour operator Hieutour VN, memang ingin memperkenalkan Delta Mekong pada rekan-rekan bisnisnya di Asean termasuk Indonesia.

Di perjalanan kalau mempelajari daftar isi tempat-tempat yang dituju bukan tempat populer seperti Ha Long Bay yang paling terkenal di dunia, Sapa yang paling eksotis alamnya atau Ho Chi Minh City yang paling lengkap (gateway).

Kini tujuan rombongan adalah Delta Mekong yang belum terbayang kecuali dua kata yang menggelitik di brosur promosinya disebut – sebut authentic & soulful. Oke sementara saya membayangkan melihat kehidupan yang benar-benar nyata bukan sekedar atraksi dan pengalaman itu sekaligus menyentuh hati.

Memasuki Can Tho seperti kota-kota provinsi yang mewakili kota paling hidup dari kawasan Delta Mekong. Menurut guide pusat kehidupan Delta Mekong memang di sini hampir semua aktivitas khas Mekong seperti perdagangan sungai, pertanian, hingga budaya lokal—terkonsentrasi atau mudah diakses dari kota ini.

Jadi, kalau wisatawan ingin “merasakan Mekong yang sesungguhnya”, Can Tho adalah pintu masuk paling praktis dan banyak hotel-hotel internasional juga. Mungkin seperti kota Surabaya yang jelas kota modern.

Dari berbagai sumber, ternyata wilayah Delta Mekong adalah salah satu kawasan geografis paling penting di Asia Tenggara baik secara alam, budaya, maupun ekonomi. Wilayahnya mulai dari bagian Selatan Vietnam, tepatnya di ujung hilir Sungai Mekong.

Pemandangan kota Can Tho, Delta Mekong 

Secara sederhana, sungai Mekong mengalir dari Tibet (China), melewati beberapa negara seperti Laos, Thailand, dan Kamboja dan saat memasuki Vietnam, aliran sungai ini pecah menjadi banyak cabang dan menyebar luas membentuk dataran rendah yang sangat subur.

Akhirnya bermuara ke Laut Cina Selatan. Wila-yah delta mencakup sekitar 13 provinsi, dengan kota utama seperti: Can Tho, My Tho, Ben Tre, Vinh Long dan Soc Trang. Jadi kalau dibayang-kan, ini seperti “ujung akhir perjalanan pan-jang Sungai Mekong” sebelum bertemu laut.

Diisebut “Delta Mekong” berasal dari bentuk geografisnya. Dalam ilmu geografi, delta adalah: daerah di muara sungai besar, tempat aliran sungai terpecah menjadi banyak cabang dan membentuk pola menyerupai segitiga atau kipas sehingga Delta Mekong itu kawasan muara Sungai Mekong yang bercabang-cabang luas.

Mengapa Bob melihat tanah kelahirannya sangat istimewa dan kurang dipromosikan sehingga membuat famtrip untuk tour operator Indonesia, Singapura, Malaysia dan India. Apalagi karena proses alam yang luar biasa. Selama ribuan tahun, Sungai Mekong membawa endapan lumpur subur (sedimen yang membentuk tanah yang sangat kaya nutrisi. Hasilnya: kawasan ini menjadi lumbung padi terbesar di Vietnam.

Selain itu banyak kanal alami & buatan. Kehidupan masyarakat sangat bergantung pada air dengan transportasi utama yaitu perahu. Makanya muncul budaya khas seperti pasar terapung dan desa sungai, tempat pertemuan perjalanan panjang air dengan laut dan jadi simbol kehidupan yang terus mengalir serta menjadi ruang di mana manusia hidup selaras dengan alam.

Bis berhenti di Hotel Wink Can Tho. Perut yang kenyang karena sudah makan malam dulu sebelum tiba di hotel membuat mata sudah hampir mengatup. Apalagi sebelum turun dari bis diingatkan besok jam 5 subuh sudah di pasar terapung atau disebut Cai Rang Floating Market.Ini salah satu pasar terapung terbesar dan paling aktif di Vietnam.

Layak dipromosikan bukan sekedar atraksi wisata, tapi aktivitas ekonomi nyata. Buat saya dan rombongan rekan-rekan tour operator dari Banjarmasin Cai Rang suatu ajang studi banding dengan pasar terapung sungai Martapura, Barito atau di Lok Baintan di ibukota Kalimantan Selatan itu. Yuk lihat dan langsung ke sana…

 

Adaptasi Diperlukan untuk Meningkatkan Ekspor ke Pasar Halal

this formate

Buah naga diperiksa sebelum diekspor di Vina T&T Group. (Foto: MINH ANH)

SAIGON, bisniswisata.co.id: Pasar makanan Halal mengalami pergeseran besar dalam permintaan dan standar produk baru, beralih dari fokus pada sertifikasi ke pengawasan rantai pasokan yang komprehensif, bersamaan dengan kontrol yang lebih ketat terhadap badan sertifikasi dan data transaksi.

Pemerintah telah mengeluarkan Keputusan No. 127/2026/ND-CP tentang manajemen mutu dan kebijakan untuk pengembangan produk dan layanan Halal, menciptakan kerangka hukum untuk mendorong investasi, mempromosikan produksi dan bisnis, serta meningkatkan daya saing industri Halal Vietnam.

Meningkatkan Standar di Semua Sektor

Nguyen Thi Ngoc Hang, Direktur Pemasaran Kantor Sertifikasi Halal Vietnam, mengatakan bahwa berdasarkan Undang-Undang No. 33/2014 tentang Jaminan Produk Halal, Peraturan Pemerintah No. 39/2021 dan Peraturan Pemerintah No. 42/2024, Indonesia menerapkan rezim manajemen Halal wajib untuk semua produk yang beredar di pasar Indonesia.

Di mana barang impor harus sepenuhnya memenuhi persyaratan sertifikasi. Untuk produk makanan impor, batas waktu kepatuhan terakhir adalah 17 Oktober 2026. Setelah tanggal tersebut, produk tanpa sertifikasi Halal yang berlaku tidak akan diizinkan beredar di pasar Indonesia dan dapat menghadapi sanksi hukum.

Manajemen dan perizinan sertifikasi Halal di Indonesia ditangani oleh Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) di bawah Kementerian Agama Indonesia.

Badan ini juga berfungsi sebagai titik fokus untuk mengelola seluruh sistem Halal nasional, termasuk pengakuan badan sertifikasi asing dan penerbitan nomor kode Halal untuk produk impor.

Untuk sepenuhnya memenuhi persyaratan ini, bisnis Vietnam perlu memastikan implementasi yang terkoordinasi di setiap tahap, mulai dari sertifikasi di Vietnam hingga pendaftaran di Indonesia.

Pertama, perusahaan harus memperoleh sertifikasi Halal dari badan yang diakui oleh BPJPH di bawah mekanisme perjanjian pengakuan timbal balik (MRA), untuk memastikan kepatuhan terhadap program Halal Indonesia.

Kemudian, importir atau perwakilan hukum di Indonesia harus mendaftar di sistem SIHALAL untuk mendapatkan kode sertifikasi Halal asing. Proses ini meliputi pengajuan dokumen, verifikasi, pembayaran, dan persetujuan BPJPH sebelum produk dapat dipasarkan secara legal.

Selain itu, produk yang dipasarkan harus diberi label sesuai dengan peraturan, menggunakan logo Halal Indonesia bersama dengan kode sertifikasi.

Pada kenyataannya, banyak perusahaan Vietnam menghadapi kesulitan dalam implementasi karena mereka memilih badan sertifikasi yang tidak diakui oleh Indonesia, atau karena berkas pendaftaran mereka di sistem SIHALAL tidak lengkap atau tidak sesuai, yang menyebabkan penolakan atau memaksa mereka untuk memulai kembali seluruh proses, sehingga meningkatkan biaya dan memengaruhi jadwal pengiriman.

Sementara itu, pasar Halal di Timur Tengah juga memasuki fase peningkatan standar yang lebih komprehensif. Truong Xuan Trung, kepala Kantor Perdagangan Vietnam di Uni Emirat Arab (UEA), mengatakan bahwa meskipun Halal sebelumnya terutama dipahami sebagai standar keagamaan yang diterapkan pada makanan, konsep tersebut kini telah meluas ke banyak sektor.

Kini semakin dikaitkan dengan standar organik, produk non-rekayasa genetika, dan keamanan pangan absolut. Standar baru semakin erat kaitannya dengan konsep Halal hijau, termasuk kemasan yang dapat terurai secara hayati, produk rendah karbon, makanan nabati, dan perhatian yang lebih besar pada lokalisasi produk.

Pada saat yang sama, persyaratan ketertelusuran menjadi lebih ketat melalui penggunaan teknologi digital seperti kode QR dan blockchain dalam pemantauan rantai pasokan.

Desain kemasan juga diharuskan menggunakan label dwibahasa dalam bahasa Inggris dan Arab, dengan gambar yang sesuai dengan adat istiadat Islam. Dengan berkembangnya               e-commerce, dan lebih dari 80% transaksi barang konsumsi Halal terjadi melalui aplikasi super.

UEA juga meluncurkan sistem faktur elektronik dan mekanisme pelaporan untuk memastikan transparansi penuh di seluruh rantai pasokan.Hal ini menciptakan tolok ukur baru di Timur Tengah yang mengharus- kan bisnis untuk beradaptasi dengan cepat.

Meningkatkan Kapasitas Akses Pasar

Dengan latar belakang standar yang terus diperbarui dan diperluas, Le Viet Anh, Sekretaris Jenderal Asosiasi Lada dan Rempah Vietnam, merekomendasikan agar bisnis yang mengekspor ke Indonesia secara proaktif meninjau kepatuhan mereka terhadap semua persyaratan sebelum 17 Oktober 2026,

Memilih badan sertifikasi Halal yang tepat dan diakui oleh Indonesia, berkoordinasi erat dengan mitra impor selama proses pendaftaran, dan menyiapkan dokumentasi lengkap, prosedur produksi, dan kondisi terkait untuk memastikan kepatuhan terhadap peraturan.

Menurut Dewan Bisnis Vietnam di UEA, perusahaan Vietnam belum dapat mengakses pasar Halal Timur Tengah secara efektif.

Beberapa telah mencoba memasuki pasar tanpa sertifikasi Halal yang valid, sementara banyak yang salah menghitung struktur harga dan biaya logistik, sehingga melemahkan daya saing produk mereka.

Kendala utama lainnya adalah kurangnya mitra distribusi lokal yang andal, yang telah mengganggu upaya akses pasar. Terutama, harapan untuk melakukan penjualan cepat juga merupakan pendekatan yang tidak tepat, karena pasar Timur Tengah membutuhkan waktu untuk membangun kepercayaan dan membangun jaringan distribusi yang stabil.

Untuk meningkatkan kemampuan beradaptasi terhadap kondisi pasar, Ta Xuan Hien, Wakil Ketua Dewan Bisnis Vietnam di UEA, mengatakan bahwa karena pelanggan dalam rantai pasokan Halal sebagian besar adalah mitra perantara.

Conyohnya seperti importir, distributor, sistem ritel, atau pembeli sektor jasa seperti hotel dan restoran, maka bisnis harus membangun hubungan dengan jaringan distribusi sejak awal daripada hanya berfokus pada produk, untuk optimalkan biaya dan meningkatkan daya saing.

“Langkah pertama adalah menyelesaikan sertifikasi Halal dan memilih produk yang sesuai. Ini harus diikuti dengan pengiriman sampel dan berpartisipasi dalam kegiatan promosi perdagangan untuk menguji pasar.”
tegas Hien.

Dari sana, fokus harus beralih ke identifikasi distributor potensial dan bergerak menuju penandatanganan kontrak untuk pesanan pertama. Jika pasar terbukti stabil, bisnis kemudian dapat memperluas skala mereka dan memperkuat kehadiran mereka di wilayah tersebut, ungkapnya.

Pemerintah Memperkuat UKM Kosmetik Menjelang Sertifikasi Halal Wajib 2026

this formate

Poin Utama

Kementerian Perindustrian sedang mempersiapkan UKM kosmetik untuk sertifikasi halal wajib pada tahun 2026, didorong oleh meningkatnya permintaan konsumen akan produk yang aman, berkualitas tinggi, dan sesuai halal.

Program peningkatan kapasitas berfokus pada usaha kecil dan menengah (UKM) untuk memastikan mereka memenuhi standar, termasuk sertifikasi halal, dan tetap kompetitif di pasar domestik dan global.

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Kementerian Perindustrian meningkatkan kesiapan usaha kecil dan menengah (UKM) di sektor kosmetik untuk memenuhi persyaratan sertifikasi halal pada tahun 2026. Inisiatif ini muncul di tengah meningkatnya permintaan produk kosmetik dan pergeseran preferensi konsumen terhadap keamanan produk dan kepatuhan halal.

Dilansir dari rri.co.id, perubahan gaya hidup dan meningkatnya kesadaran akan perawatan diri mendorong permintaan produk kosmetik domestik. Indonesia juga memiliki potensi pasar yang signifikan, didukung oleh populasi usia kerja yang dominan dan daya beli yang meningkat.

Sejalan dengan perkembangan ini, preferensi konsumen bergeser ke arah keamanan, kualitas, dan kepatuhan halal. Oleh karena itu, industri kosmetik domestik dituntut tidak hanya untuk inovatif dan kompetitif, tetapi juga untuk memenuhi standar dan peraturan yang berlaku.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan Indonesia memiliki peluang besar untuk memperkuat posisinya sebagai pemain kunci dalam industri kosmetik halal global, didukung oleh permintaan global yang kuat untuk produk halal berkualitas tinggi dan harga yang kompetitif.

“Konsumen saat ini tidak hanya mempertim- bangkan fungsi dan kualitas produk, tetapi semakin memperhatikan aspek halal dan keberlanjutan. Ini menunjukkan bahwa sektor kosmetik merupakan salah satu industri bernilai tambah tinggi dengan potensi ekspor yang signifikan,” ujarnya kemarin..

Untuk memperkuat daya saing, Kementerian terus mendorong bisnis untuk meningkatkan kualitas produk, dengan upaya peningkatan kapasitas yang difokuskan pada UKM untuk memastikan mereka dapat memenuhi standar, termasuk sertifikasi halal.

Menteri Agus menekankan bahwa pemerintah sedang melaksanakan berbagai program pelatihan, inisiatif fasilitasi, dan bantuan teknis bagi pelaku industri kosmetik. Program-program ini bertujuan untuk mempersiapkan UKM menghadapi dinamika pasar yang semakin kompetitif baik di tingkat domestik maupun global.

“Kerja sama antara pemerintah, asosiasi industri, dan pemangku kepentingan lainnya juga terus diperkuat sebagai bagian dari strategi untuk membangun ekosistem industri kosmetik yang berkelanjutan dan berdaya saing global,” tambahnya.

Sementara itu, Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Lain-lain, Reni Yanita mengata- kan implementasi sertifikasi halal sedang dilakukan secara bertahap di bawah UU No. 33/2014. Persyaratan tersebut akan mencakup produk kosmetik dan barang konsumsi mulai 17 Oktober 2026.

“Ini merupakan bagian dari upaya bersama untuk memberikan kepastian dan perlindu-ngan bagi konsumen, sekaligus memperkuat daya saing produk dalam negeri,” kata Reni.

Untuk mendukung kebijakan ini, Kementerian akan menyelenggarakan webinar bert名为 “Tinjauan Komprehensif Sertifikasi Halal untuk Kosmetik dan Barang Konsumsi” pada 15 April. Acara ini merupakan bagian dari rangkaian Hari Kosmetik 2026, yang dijadwalkan pada bulan September.

Reni menambahkan bahwa Indonesia memiliki basis konsumen halal yang kuat, dengan populasi Muslim melebihi 244 juta jiwa. Menurut laporan Statistik Pasar Halal Global 2025 oleh American Halal Foundation, 72 persen konsumen memperhatikan label halal, dan 60 persen bersedia membayar harga premium.

“Ini menunjukkan bahwa pasar sudah mapan dan terus berkembang. Sertifikasi halal bukan lagi pilihan atau fitur nilai tambah, tetapi akan menjadi persyaratan dasar untuk memasuki, bertahan, dan berkembang di pasar domestik,” kata Reni. (Anisa Putri Haniyah

Dua Perusahaan Makanan Kuantan Dicabut Sertifikasi Halalnya

this formate

KOTA MELAKA, bisniswisata.co.id: Salah satu perusahaan menyatakan dalam sebuah pernyataan bahwa mereka memutuskan untuk tidak memperbarui sertifikasi halalnya karena faktor ekonomi dan biaya.

Dilansir therakyatpost.com,dua perusahaan makanan yang berbasis di Kuantan baru-baru ini dicabut sertifikasi halalnya oleh Divisi Urusan Halal Departemen Agama Islam Pahang (MAIP).

MAIP mengumumkan hal ini melalui unggahan di halaman Facebook resmi mereka, menginformasikan kepada publik bahwa GoodFood Industries Sdn Bhd dan NKM (Kuantan) Sdn Bhd telah dicabut status halalnya.

GoodFood Industries memproduksi makanan manis seperti kacang cokelat, cokelat batangan, keripik cokelat, permen, dan popcorn.

NKM mengoperasikan beberapa gerai nasi kukus dan truk makanan di dalam dan sekitar Kuantan dengan merek dagang Nasi Kukus My Mama.

NKM mengeluarkan pernyataan yang menjelaskan mengapa mereka tidak akan melanjutkan sertifikat halal mereka

Halaman Facebook Pahang Darul Makmur memposting pernyataan dari kelompok perusahaan NKM yang menanggapi spekulasi seputar pencabutan sertifikasi halal mereka, setelah masalah tersebut menjadi viral di media sosial dan grup WhatsApp.

“Kami telah mengetahui adanya unggahan yang tersebar di berbagai platform media sosial serta grup WhatsApp mengenai pencabutan sertifikat halal kami yang saat ini sedang viral.

“Kami juga menemukan bahwa beberapa komentar dan informasi yang tersebar tidak akurat,” kata perusahaan makanan tersebut dalam pernyataannya.

Perusahaan tersebut menyatakan bahwa mereka telah memutuskan untuk tidak memperbarui sertifikasi halal mereka oleh MAIP, setelah mempertimbangkan faktor ekonomi serta komitmen biaya tinggi yang diperlukan dalam hal sertifikasi halal.

Perusahaan menambahkan bahwa dari sudut pandang administrasi dan prosedur operasi standar (SOP), mereka membutuhkan tim besar yang secara khusus menangani masalah sertifikasi halal.

NKM kemudian meyakinkan pelanggan dan masyarakat bahwa mereka masih sepenuhnya berkomitmen untuk memastikan produk mereka seratus persen halal.

Dalam pernyataan tersebut, perusahaan menekankan bahwa pendiri merek, tim manajemen, koki, dan staf layanan pelanggan semuanya adalah individu Muslim.

Produk mereka telah bersertifikat halal dan terpercaya sejak 2015, meyakinkan pelanggan bahwa mereka dapat menikmati produk makanan mereka tanpa khawatir. Keraguan.

Semua pemasok dan bahan baku mereka, termasuk ayam segar, berasal dari sumber bersertifikat halal dan sesuai dengan halalan toyyiban (halal, aman, bersih, dan murni).

Semua 125 karyawan, termasuk pendirinya, adalah Muslim. Awal bulan ini, dua perusahaan makanan di Melaka juga dicabut sertifikasi halalnya.

Produsen kopi dan biskuit tersebut ditemukan memiliki sikat bulu babi yang digunakan untuk membersihkan peralatan di pabrik mereka oleh JAIM, Departemen Agama Islam Melaka .              ( Shahril Bahrom)

BPJPH: Integritas Jadi Fondasi Pengawasan Jaminan Produk Halal

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id:  Badan Penyeleng]-gara Jaminan Produk Halal (BPJPH) adakan  Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengawasan Jaminan Produk Halal untuk penguatan kapasitas sumber daya manusia dalam mendukung implementasi kebijakan jaminan produk halal nasional.

Kepala BPJPH, Ahmad Haikal Hasan, menekankan bahwa integritas merupakan fondasi utama dalam pelaksanaan tugas pengawasan karena pengawasan tidak hanya berkaitan dengan aspek teknis dan kepatuhan terhadap regulasi, tapi juga menyangkut komitmen moral dan tanggung jawab pribadi setiap aparatur.

“Mulailah dari hati. Integritas tidak hanya diucapkan, tetapi harus diwujudkan dalam tindakan nyata sehari-hari,” tegas Babe Haikal, sapaan akrab Kepala BPJPH ini di hadapan ratusan peserta Bimtek Pengawas Jaminan Produk Halal, di Gedung BPJPH, Rabu.

Babe Haikal juga mendorong para peserta untuk terus meningkatkan kapasitas diri, memperbaiki kualitas pribadi, serta mengaktualisasikan potensi yang dimiliki agar dapat menjalankan tugas secara profesional dan produktif.

Melanjutkan penekanan pentingnya integritas tersebut, Sekretaris Utama BPJPH, Muhamad Aqil Irham, mengingatkan bahwa peran pengawas JPH menjadi semakin krusial seiring semakin dekatnya masa pemberlakuan wajib halal pada Oktober 2026.

Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya peran aktif Pengawas Jaminan Produk Halal (JPH) dalam melakukan sosialisasi kepada pelaku usaha, khususnya yang belum memiliki sertifikat halal.

Melalui pembekalan yang diberikan, para peserta diharapkan mampu menjalankan tugas secara profesional, akuntabel, dan berorientasi pada pelayanan publik yang berkualitas, serta menjaga kepercayaan masyarakat terhadap sistem jaminan produk halal di Indonesia.

Penguatan integritas aparatur merupakan elemen kunci dalam membangun sistem pengawasan JPH yang kredibel untuk mendukung keberhasilan implementasi Wajib Halal Oktober 2026.

Wisata Kuliner Halal di Singapura: Tempat Makan Favorit & Terpopuler

this formate

SINGAPURA, bisniswisata.co.id: Makanan halal adalah makanan yang diperbolehkan untuk dikonsumsi menurut ajaran Islam Makanan ini tidak mengandung bahan haram seperti babi atau alkohol dan dagingnya harus berasal dari hewan yang disembelih sesuai syariat Islam.

Dilansir dari id.trip.com, selain itu, makanan halal juga harus bersih, aman dan baik untuk kesehatan. Umat ​​Muslim mengonsumsi makanan halal sebagai bagian dari kepatuhan terhadap agama. Kini, makanan halal bisa ditemukan di seluruh dunia, sering ditandai dengan label halal dari lembaga sertifikasi resmi

Hidangan Halal Lokal yang Wajib Dicoba
Suapan Pertama Nasi Padang yang Bikin Kangen Rumah

Saat sepiring Nasi Padang tiba, kombinasi warnanya langsung membuat perut keroncongan: rendang cokelat pekat, gulai ayam kegelapan, sambal hijau, dan tumis kacang panjang.

Saat suapan pertama masuk ke mulut, rasa gurih dan pedas langsung meledak. Rendangnya lembut dan kaya rempah, gulainya creamy, dan sambalnya segar.

Saya menyantapnya di Warong Jawa, tempat kecil yang hangat, dengan pelayanan ramah dan rasa yang sulit dilupakan.

Pilih lauk berkuah dan kering untuk keseimbangan rasa. Jangan lewatkan paru goreng dan sambal hijaunya. Disarankan datang lebih awal karena tempat ini selalu ramai saat makan siang.

Cocok untuk pencinta makanan rumahan, pelancong Muslim, dan siapa saja yang mencari rasa autentik. Nasi Padang adalah masakan khas Minangkabau yang populer di Singapura, terutama di komunitas Melayu-Muslim.

Hidangan ini terkenal karena variasi lauknya yang kaya rempah dan bisa disesuaikan dengan selera, mulai dari rendang hingga sambal ijo.

Restoran Warung Jawa lokasinya di1 Bussorah St dengan harga berkisar SGD 6 – 10. Tempat makan lainnya adalah Warung Maimunah di Jalan Pisang 11 & 15 harganya berkisar SGD 8 – 15

Laksa Halal yang Menyentuh Jiwa

Saat semangkuk laksa disajikan, kuah santan merah-oranye langsung menguar aroma daun kesum dan udang. Suapan pertama begitu creamy dan gurih, dengan sensasi pedas lembut.

Mi-nya kenyal, tofu puff-nya menyerap kuah dengan sempurna, dan potongan telur serta udang membuatnya makin lengkap. Hangat, lezat, dan menenangkan.

Laksa adalah sup mi khas Peranakan yang sangat populer di Singapura. Kuahnya berbasis santan dan rempah, menjadikan laksa sebagai comfort food favorit banyak orang, termasuk versi halalnya yang mudah ditemukan di kawasan Melayu-Muslim.

Restaurant berlokadi di Geylang Serai Market, 1 Geylang Serai dengan harga sekitar SGD 4 – 6 berupa pedagang kaki lima. Tempat lainnya ada di Bedok Corner Food Centre seharga SGD 5

Untuk mencicipinya coba dengan sambal belacan untuk rasa yang lebih dalam. Minta bihun kalau kamu suka mi yang lebih ringan. Sangat cocok dinikmati saat cuaca dingin dan cocok untuk pencinta makanan berkuah dan pelancong yang suka comfort food.

Aroma Sate Halal yang Menggoda dari Jauh.

Aku memesan kombinasi sate ayam dan kambing. Dagingnya empuk, juicy, dan smoky, dengan saus kacang yang gurih dan sedikit manis. Ditambah ketupat hangat dan sedikit irisan timun.

Hidangan ini benar-benar memuaskan. Suasananya ramai tapi menyenangkan, dengan aroma arang yang menambah selera makan. Sate adalah makanan panggang khas Melayu yang disukai karena rasanya yang sederhana namun kaya.

Di Singapura, sate halal mudah ditemukan di hawker center yang populer di malam hari.Campur sate ayam dan kambing untuk kombinasi rasa. Nikmati dengan tangan agar lebih nikmat. Datang setelah jam 7 malam untuk suasana paling seru.

Pencinta street food dan wisatawan yang ingin merasakan sisi malam Singapura bisa menikmati sate di Satay by the bay yang lokasinya di Gardens by the Bay seharga SGD 7-10, lokasi lainnya di Lau Pa Sat Satay Street.Boon Tat Street harganya SGD 6-12. ( Evana).