Pertumbuhan Perjalanan Maskapai Global Melambat di Bulan Juni, Asia-Pasifik Tak Lagi Memimpin: Ketahui Alasannya

this formate

JENEWA, bisniswisata.co.id: Pada bulan Juni 2025, sektor penerbangan dunia mengalami perlambatan pertumbuhan, yang menunjukkan perubahan signifikan dalam pasar penumpang. Informasi terbaru dari Asosiasi Transportasi Udara Internasional (IATA) menunjukkan bahwa, untuk pertama kalinya dalam lebih dari tiga tahun, kawasan Asia-Pasifik tidak lagi memimpin kinerja maskapai global.

Secara historis, kawasan ini telah mempelopori pertumbuhan penumpang, tetapi pola terkini menunjukkan penurunan dalam statusnya yang sebelumnya memimpin.

Dilansir dari www.travelandtourworld.com, meskipun lalu lintas penumpang terus meningkat di kawasan seperti Eropa, Amerika Utara, dan Amerika Latin, kawasan Asia-Pasifik—yang secara tradisional dianggap sebagai penggerak ekspansi perjalanan udara global—turun ke posisi kedua.

Hal ini menandai momen penting dalam fase pertumbuhan pesat maskapai Asia-Pasifik, sementara kawasan lain, terutama Amerika Latin dan Timur Tengah, mencatat statistik pertumbuhan yang lebih baik untuk bulan Juni.
Kinerja Pasar Maskapai Global: Wawasan Regional

Analisis IATA bulan Juni menyoroti gambaran yang beragam di seluruh kawasan global. Menurut laporan tersebut, semua kawasan kecuali Timur Tengah mengalami pertumbuhan pasar penumpang selama bulan tersebut.

Meskipun kinerja dominan Asia-Pasifik sedikit menurun, Amerika Latin muncul sebagai kawasan dengan pertumbuhan terkuat, mencatat peningkatan 7,9% dalam Revenue Passenger Kilometers (RPK).

Ini menandai pertama kalinya Amerika Latin melampaui Asia-Pasifik dalam metrik utama ini dalam beberapa tahun terakhir. Sebaliknya, Amerika Utara menunjukkan kinerja yang lebih moderat dengan peningkatan lalu lintas sebesar 4,5%, sementara maskapai penerbangan Eropa juga mencatat pertumbuhan yang kuat, meskipun dengan laju yang lebih lambat dibandingkan dengan pasar Amerika Latin dan Asia yang sedang berkembang pesat.

Meskipun pertumbuhannya lebih lambat, angka lalu lintas Amerika Utara tetap kuat, didorong oleh perjalanan bisnis dan wisata. Namun, kawasan Timur Tengah melawan tren tersebut, mencatat kontraksi RPK sebesar 0,4%. Penurunan ini signifikan mengingat kinerja Timur Tengah yang secara historis kuat, dan menandakan potensi tantangan yang dihadapi maskapai penerbangan di kawasan tersebut.

Meskipun terjadi penurunan baru-baru ini, tren pertumbuhan keseluruhan kawasan ini selama beberapa tahun terakhir menunjukkan bahwa ini mungkin merupakan perlambatan sementara, yang kemungkinan dipengaruhi oleh faktor-faktor global seperti masalah geopolitik atau harga bahan bakar.

Posisi Pasar Asia-Pasifik yang Berubah
Bagi Asia-Pasifik, Juni menandai pertama kalinya dalam lebih dari tiga tahun kawasan ini tidak memimpin dalam hal pertumbuhan lalu lintas udara internasional.

Meskipun masih mencatat peningkatan RPK sebesar 5%, pertumbuhan ini dilampaui oleh lonjakan 7,9% di Amerika Latin. Pergeseran ini menandakan bahwa pertumbuhan pesat Asia-Pasifik mungkin mencapai titik puncaknya, dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti tekanan inflasi, gangguan rantai pasokan, dan meningkatnya persaingan antar maskapai.

Selain itu, pola perjalanan telah berubah sejak pandemi, dengan beberapa pasar mengalami pemulihan yang lebih bertahap ke tingkat sebelum COVID.

Khususnya, pembukaan kembali Tiongkok awal tahun ini awalnya memicu optimisme akan pemulihan lalu lintas Asia-Pasifik, tetapi lajunya telah melambat, sebagian karena tekanan ekonomi global yang sedang berlangsung.

Seiring kawasan ini menghadapi tantangan –
tantangan ini, para analis industri kini mengamati dengan saksama bagaimana maskapai penerbangan Asia-Pasifik akan beradaptasi dengan realitas baru ini.

Untuk pertama kalinya, kawasan ini harus menghadapi persaingan yang lebih ketat dari maskapai penerbangan Amerika Latin dan Timur Tengah, yang telah berkembang pesat dalam beberapa tahun terakhir.

Kebangkitan Maskapai Penerbangan Amerika Latin dan Timur Tengah

Pencapaian Amerika Latin dalam industri penerbangan baru-baru ini didorong oleh pemulihan ekonomi kawasan tersebut, peningkatan pariwisata, dan peningkatan konektivitas di seluruh benua.

Negara-negara seperti Brasil dan Meksiko telah mengalami peningkatan pariwisata lokal dan mancanegara, seiring dengan pemulihan ekonomi Brasil dari keterpurukan sebelumnya.

Selain itu, maskapai penerbangan di Meksiko telah berkembang pesat, dengan lebih banyak penerbangan ke Amerika Utara dan Eropa, yang membantu peningkatan lalu lintas penumpang secara keseluruhan di seluruh Amerika Latin.

Sementara itu, Timur Tengah tetap menjadi kekuatan yang signifikan, karena maskapai penerbangan seperti Emirates dan Qatar Airways mempertahankan dominasinya dalam perjalanan jarak jauh.

Meskipun demikian, hasil bulan Juni menunjukkan bahwa bahkan maskapai penerbangan yang sangat kompetitif di kawasan ini menghadapi lebih banyak kesulitan daripada yang diperkirakan.

Hal ini mungkin disebabkan oleh ketidakstabilan regional, kenaikan harga bahan bakar, dan perubahan permintaan penumpang, terutama untuk rute non-transit.

Masa Depan Pertumbuhan Maskapai

Penerbangan: Apa yang Akan Terjadi
Ke depannya, industri penerbangan global diperkirakan akan terus pulih, meskipun dengan laju yang lebih lambat.

Pertumbuhan diperkirakan akan merata di seluruh kawasan, dengan Timur Tengah kemungkinan akan pulih seiring meredanya ketegangan geopolitik, dan Asia-Pasifik sedang menata ulang strateginya agar dapat mengimbangi perkembangan dunia.

Salah satu faktor kuncinya adalah meningkatnya pengaruh upaya keberlanjutan dan tren perjalanan ramah lingkungan. Seiring pemerintah dan maskapai penerbangan berfokus pada pencapaian netralitas karbon di tahun-tahun mendatang, penumpang dan perusahaan akan mengharapkan lebih banyak pilihan perjalanan berkelanjutan.

Permintaan akan teknologi penerbangan ramah lingkungan, seperti mesin yang lebih efisien dan program kompensasi karbon, diperkirakan akan memainkan peran penting dalam masa depan pasar penerbangan global.

Selain itu, inovasi digital dalam pemesanan tiket pesawat, layanan pelanggan, dan personalisasi diperkirakan akan meningkatkan pengalaman wisatawan secara keseluruhan.

Teknologi-teknologi ini dapat meningkatkan efisiensi, menawarkan lebih banyak pilihan dan layanan yang lebih baik kepada wisatawan, sekaligus berpotensi mengurangi dampak lingkungan dari perjalanan udara.

Implikasi bagi Pelancong Bisnis dan Liburan

Bagi pelancong bisnis, pertumbuhan yang lambat di pasar Asia-Pasifik dapat menandakan pergeseran rute dan prioritas strategis. Perusahaan yang mengandalkan penerbangan Asia-Pasifik untuk konferensi, rapat, dan kolaborasi mungkin perlu menjajaki hub regional alternatif seperti di Amerika Latin atau Timur Tengah untuk perjalanan bisnis di masa mendatang.

Pelancong liburan juga akan diuntungkan dari perubahan dinamika perjalanan. Ekspansi maskapai Amerika Latin dan Timur Tengah membuka pilihan baru untuk destinasi yang terjangkau dan beragam, terutama karena maskapai menyesuaikan harga dan rute mereka agar dapat bersaing lebih efektif di rute global.

Kesimpulan: Era Baru Perjalanan Udara Global

Singkatnya, meskipun pasar penerbangan global menghadapi beberapa tantangan akhir-akhir ini, ekspansi maskapai di Amerika Latin dan Timur Tengah menunjukkan perubahan dalam dinamika kekuatan industri.

Dengan tantangan baru yang dihadapi maskapai Asia-Pasifik, masa depan perjalanan udara akan dipengaruhi oleh persaingan, inisiatif keberlanjutan, dan kemajuan teknologi. Modifikasi yang diamati pada bulan Juni menandakan dimulainya era baru bagi industri ini, di mana perjalanan bisnis dan liburan akan beradaptasi untuk memenuhi tuntutan perubahan wisatawan kontemporer.

Langit Cerah Menanti Penerbangan Asia Tenggara

this formate

Purwa Adi Gurnita, Garuda Indonesia; Eddy Soemawilaga, AirAsia; Irene Chua, Northstar Travel Group; Chee Chian Seah, Singapore Airlines; Xinyi-Liang Pholsena, Northstar Travel Group berfoto usai pembahasan pelayaran dan angkutan udara.( Foto: Travel Weekly Asia)

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Seiring dengan meningkatnya momentum sektor pelayaran di Asia Tenggara, konektivitas udara Indonesia juga berkembang.

Dilansir dari www.travel weekly-asia.com, CruiseWorld Indonesia 2024, para pemimpin industri dari Singapore Airlines, Garuda Indonesia, dan Indonesia AirAsia membahas status lanskap penerbangan Indonesia dan bagaimana hal itu dapat membentuk pertumbuhan pelayaran di Indonesia, khususnya segmen penerbangan-pelayaran.

Berikut tiga wawasan dari panel “Konektivitas Udara dan Pertumbuhan Pelayaran di Asia Tenggara;

#1. Kota-kota sekunder semakin berkembang sebagai titik masuk baru

Semakin banyak bandara di Indonesia yang telah ditingkatkan atau dipulihkan statusnya menjadi internasional pada tahun 2025, termasuk Palembang, Belitung, dan Semarang, memperluas akses ke kota-kota sekunder yang dapat melayani pusat pelayaran regional seperti Singapura.
“Bagi SIA Group, Indonesia merupakan pasar yang besar dan strategis, dan kami terus meninjau peluang potensial,” kata Chee Chian Seah, General Manager (Indonesia) di Singapore Airlines.
“Sementara Singapore Airlines tetap fokus pada kota-kota metropolitan besar, Scoot secara aktif mengeksplorasi kota-kota sekunder, terutama yang baru-baru ini ditingkatkan statusnya menjadi internasional, dengan persetujuan regulator.”

#2. Kapasitas penerbangan Indonesia-

Singapura menunjukkan pemulihan yang kuat
Singapore Airlines kini telah sepenuhnya memulihkan jadwal penerbangan pra-pandemi dari empat kota utama di Indonesia (Jakarta, Surabaya, Denpasar, dan Medan) dengan peningkatan kapasitas ke Denpasar.
Scoot saat ini mengoperasikan penerbangan dari 11 kota di Indonesia dan berencana untuk menambah lebih banyak lagi.
Purwa Adi Gurnita, Corporate and Travel Group Head Garuda Indonesia, menekankan bahwa maskapai mencatat pertumbuhan lalu lintas internasional sebesar 45% untuk tahun 2024.
“Dari Changi, Garuda adalah maskapai dengan pertumbuhan tercepat dalam hal jumlah penumpang dari Indonesia di antara maskapai Asia Tenggara,” kata Purwa.
“Hal ini mencerminkan fokus berkelanjutan kami dalam membangun kembali konektivitas udara di kawasan ini.”
Jaringan yang dipulihkan dan diperluas ini memainkan peran penting dalam meningkatkan aksesibilitas keberangkatan kapal pesiar dari Singapura.

#3. Maskapai berbiaya rendah memperluas jangkauan

AirAsia Indonesia terus memainkan peran penting dalam membangun kembali hubungan udara regional. “Kami sekarang terbang dari 15 dari 21 bandara internasional dan berencana menambah lebih banyak lagi,” kata Eddy Soemawilaga, kepala urusan dan kebijakan Indonesia, AirAsia. “Meskipun hanya beroperasi dengan 30 pesawat, kami mengangkut wisatawan terbanyak ke Indonesia, hampir 2 juta penumpang tahun lalu. Kami sekarang kembali ke 75% dari kapasitas pra-pandemi dan terus bertumbuh.”
Dia juga menyoroti peluncuran baru seperti Jakarta–Manado dan Surabaya–Bangkok, serta destinasi terkait pelayaran Australia termasuk Perth, Darwin, Cairns, dan Adelaide.
Dengan semakin banyaknya bandara yang menjadi tujuan internasional dan maskapai yang memperluas jaringan mereka, perjalanan terbang-pelayaran dari Indonesia menjadi lebih mudah dan lebih mudah diakses. Semua ini mengarah pada satu hal: langit yang lebih baik membantu pelayaran lepas landas.

World Tourist Guide Challenge 2026 digelar di Lembah Lenggong, Malaysia

this formate

KOTA TAMPAN, Perak, bisniswisata.co.id : World Tourist Guide Challenge akan diadakan di Situs Warisan Dunia UNESCO yang merupakan situs rahasia di Asia dari tanggal 21 – 25 Juni 2026.

Terdaftar dalam daftar Warisan Dunia pada tahun 2012, Lembah Lenggong di Malaysia adalah sebuah museum terbuka, dilengkapi dengan pemandangan alam dan fisik yang luar biasa, sebuah gudang harta karun prasejarah.

Mengungkap rahasia peradaban paleolitik dan neolitik, disertai dengan hutan hujan tertua di dunia, yang telah ada selama lebih dari 130 juta tahun dan merupakan kerangka manusia tertua dan terlengkap di Asia Tenggara yang ditelusuri kembali dari migrasi manusia awal keluar dari Afrika.

Dilansir dari traveldailynews.com, tantangan Pemandu Wisata Dunia akan mengungkap pendekatan yang belum pernah ada sebelumnya dalam memandu – memamerkan wawasan fenomenal tentang situs arkeologi, memutar balik waktu hingga 2,6 juta tahun lalu.

Menuju zaman manusia memamerkan lembah yang terbentuk oleh dampak meteorit dahsyat (1,83 juta tahun yang lalu), diselimuti debu vulkanik (74.000 hingga 75.000 tahun yang lalu) dan memelihara peradaban di gua-gua kunonya sambil mengungkap rahasia masa lalu.

Tantangan Pemandu Wisata Dunia terbuka untuk 16 Pemandu Wisata dari bagian mana pun di dunia, dan Pemandu Wisata yang berpartisipasi harus merupakan Pemandu Wisata yang terdaftar/memiliki lisensi di negara masing-masing yang mewakili Asosiasi/Organisasi Pemandu Wisata resmi di negara asal masing-masing.

Mengembangkan narasi dan ranah pengetahuan yang benar-benar baru bagi pemandu wisata, World Tourist Guide Challenge mendefinisikan ulang masa depan pemandu wisata dengan menekankan keahlian.

Begitu juga dengan pengetahuan intelektual, dan keterampilan yang dibutuhkan untuk mengangkat profesi ini ke tingkat yang lebih tinggi dengan mengakui:

•Demonstrasi pemanduan profesional;
•Menyajikan gudang pengetahuan tentang
destinasi.
•Menekankan pada pengetahuan nyata dan tidak
nyata yang ada, wawasan tentang konservasi,
pelestarian dan perlindungan lingkungan,
menganjurkan keberlanjutan dan membangun
ekosistem perusahaan sosial yang inovatif;

•Menyelaraskan berbagai variabel alih-alih mengoptimalkan variabel tunggal dengan tujuan menghasilkan produk wisata yang menarik.
menjadi Pendongeng autentik yang memfasilitasi pengalaman baru, dan memungkinkan pengalaman tersebut tumbuh dari spesifikasi menjadi spektakuler dengan penggabungan Ai;

•mengonseptualisasikan Masa Depan Pemandu Wisata melalui aplikasi berteknologi canggih yang memungkinkan kreativitas fenomenal yang merevolusi masa depan pekerjaan;

•menghasilkan ide, inovasi, dan solusi dengan menerapkan strategi komersial yang memaksimalkan peningkatan ekonomi, lingkungan, manusia, dan pembangunan sosial di mana pendapatan pariwisata diinvestasikan kembali ke dalam perekonomian, membantu masyarakat, dan membentuk kembali kehidupan yang menopang penghidupan.

Empat tahap eliminasi akan menentukan Pemandu Wisata Dunia Terbaik yang akan membawa pulang hadiah uang sebesar US$10.000,00, dan Tantangan Pemandu Wisata Dunia akan dikembangkan sebagai acara TV realitas yang terdiri dari 16 episode yang disiarkan secara global kepada pemirsa di seluruh dunia.

Konferensi tentang Munculnya Ekonomi Pariwisata untuk Situs Warisan Dunia & Forum Masa Depan Pemandu Wisata akan melengkapi Tantangan Pemandu Wisata Dunia dengan Pembicara lokal dan internasional terkemuka dari berbagai industri dan sektor yang meliputi:
• Departemen Warisan Nasional Malaysia
• Pusat Internasional untuk Studi Pelestarian dan Restorasi Properti Budaya (ICCROM)
• Dewan Internasional Monumen dan Situs (ICOMOS)
• Asosiasi Studi Pariwisata Internasional
• Komisi Nasional Malaysia untuk UNESCO
• Dewan Pemandu Wisata Malaysia
• Asosiasi Pemandu Wisata Perak
• Pusat Warisan Dunia UNESCO

Tantangan Pemandu Wisata Dunia memperingati Tahun Kunjungan Malaysia 2026 dan didukung oleh Kementerian Pariwisata, Seni dan Kebudayaan Malaysia, Departemen Luar Negeri Perak, Dewan Distrik Lenggong, Kantor Perwakilan Tinggi Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Negara-negara Terbelakang.

Dukungsn juga dari Negara-negara Berkembang yang Terkurung Daratan dan Negara-negara Berkembang Kepulauan Kecil (UN-OHRLLS) dan diselenggarakan di bawah naungan Organisasi Pariwisata Samudra Hindia dan Organisasi Pariwisata Negara-negara Berkembang Kepulauan Kecil (SIDS).

World Tourist Guide Challenge diselenggarakan oleh Equator Odyssey Sdn. Bhd. & Odyssea Globale Ltd. yang berkantor pusat di Malaysia dan Belize.

Penghargaan Adrian HSMAI 2025 Dibuka untuk Pendaftaran

this formate

MAASTRICHT, Belanda, bisniswisata.co.id:
Kompetisi Tahun Ini Bertema “Pengalaman Luar Biasa” Menampilkan Format Baru dan Menghormati Kekuatan Transformatif Perjalanan

Hospitality Sales and Marketing Association International (HSMAI) kini menerima pendaftaran untuk Penghargaan Adrian 2025 yang merayakan keunggulan dalam pemasaran perhotelan dan perjalanan.

Tema tahun ini, “Pengalaman Luar Biasa”, merupakan penghormatan kepada momen – momen kuat, personal, dan transformatif yang diciptakan oleh pemasaran perjalanan.

Dilansir dari www.hospitalitynet.org/news, mulai dari kampanye yang memikat dan penceritaan strategis hingga inisiatif yang berorientasi pada tujuan dan inovasi yang berani. Para pemenang akan dihormati di Perayaan Penghargaan Adrian HSMAI pada 18 Februari 2026, di New York City.

HSMAI dengan bangga meluncurkan format kompetisi Adrian Awards yang diperbarui, mencerminkan evolusi pemasaran perhotelan dan perjalanan di lanskap media yang dinamis saat ini.

Adrian Awards 2025 memperkenalkan 30 kategori entri mutakhir yang selaras dengan platform, perangkat, dan pendekatan strategis terbaru yang digunakan pemasar untuk melibatkan audiens.

Menyadari konvergensi media berbayar, earned, dan owned yang berkelanjutan, struktur yang diperbarui ini menyoroti perkembangan kampanye terintegrasi lintas platform. Kategori disusun berdasarkan jenis media — Berbayar, Earned, Owned, dan Multi-Channel/Integrated — sehingga memudahkan para peserta untuk menunjukkan kreativitas dan dampak mereka secara menyeluruh.

“Kategori yang diperluas tahun ini mencerminkan kreativitas, kompleksitas, dan inovasi yang mendefinisikan pemasaran perhotelan saat ini,” ujar Brian Hicks, Presiden dan CEO HSMAI.

Menurut dia, dari konten yang dihasilkan AI hingga kampanye yang berorientasi pada tujuan dan pengalaman, hingga teknologi imersif, Adrian Awards terus berkembang seiring perkembangan industri — sambil tetap berpegang pada hal yang selalu penting: strategi, penceritaan, dan hasil.”

Kategori Peserta Adrian Awards 2025:

*Pemasaran Afiliasi
*Aplikasi
*Kecerdasan Buatan (AI)
*Video Kecerdasan Buatan (AI)
*Siaran: Audio
*Siaran Televisi: TV Tradisional, Kabel, atau Streaming
*Integrasi Siaran
*Kampanye Bisnis-ke-Bisnis/Perdagangan
*Kampanye Merek Konsumen
*Dampak Komunitas & Budaya
*Pemasaran Konten
*Kontes/undian
*Pemasaran Eksperiensial
*Penempatan Fitur Media Perdagangan
*Penempatan Fitur Media Konsumen
*Influencer/Pembuatan Konten
*Inovasi
*Pembukaan/Peluncuran Baru
*Kolateral Cetak
*Kampanye Berorientasi Tujuan
*Peluncuran Ulang Properti atau Produk yang Ada
*Manajemen Reputasi
*Pemasaran Penelusuran
*Media Sosial
*Pertumbuhan Kanal Media Sosial
*Acara Khusus
*Teknologi
*Video
*Realitas Virtual, Metaverse, Game, NFT
*Situs Web

Juri akan mengevaluasi setiap kategori entri, memberikan penghargaan Best of Category untuk tingkat anggaran kecil, menengah, dan besar, serta memilih penghargaan Gold, Silver, dan Bronze.

Pemenang Gold akan bersaing untuk dapatkan Platinum Award, dan penerima Platinum akan maju untuk dipertimbangkan dalam penghargaan Best of Show. Kompetisi ini akan menyoroti program-program unggulan di setiap saluran media — Paid, Earned, Owned, dan Multi-Channel/Integrated Marketing — melalui penghargaan Best of Show.

Adrian Awards Judging Academy, yang terdiri dari para profesional berpengalaman di bidang perhotelan, media, pemasaran digital, dan komunikasi, akan memimpin proses evaluasi.

Beberapa juri secara independen meninjau setiap entri dan memberikan skor berdasarkan lima kriteria yang sama bobotnya: tujuan, strategi, kreativitas, eksekusi, dan hasil.

Peserta harus mengirimkan karya mereka secara daring paling lambat 9 September 2025. Untuk panduan entri lengkap, deskripsi kategori, dan informasi kelayakan, silakan lihat panduan entri lengkap.

Tentang HSMAI

Hospitity Sales & Marketing Association International (HSMAI) berkomitmen untuk mengembangkan bisnis hotel dan mitranya, serta merupakan advokat terkemuka di industri ini untuk pertumbuhan pendapatan hotel yang cerdas dan berkelanjutan.

Asosiasi ini menyediakan perangkat, wawasan, dan keahlian bagi para profesional hotel dan mitranya untuk mendorong penjualan, menginspirasi pemasaran, dan mengoptimalkan pendapatan melalui program-program seperti Konferensi Strategi Pemasaran, Adrian Awards, Sales Leader Forum, dan HSMAI ROC.

Didirikan pada tahun 1927, HSMAI adalah organisasi keanggotaan yang beranggotakan lebih dari 5.000 anggota di seluruh dunia, dengan 40 cabang di Wilayah Amerika. Hubungi HSMAI di hsmai.org.

IHLC: Sektor Media Recreation di Halal Industri RI Lahirkan HALIM The Hologram Concert Experience

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Ketua Indonesia Halal Lifestyle Center ( IHLC) Sapta Nurwandar menyambut baik Konser yang bertajuk “HALIM: The Hologram Concert Experience” diprakarsai oleh DNA Production (Indonesia) bersama XtendVision International,

“ Dalam industri Halal salah satu sektornya adalah Media Recreation (Media & Rekreasi) maka konser bertajuk Halim ini memanfaatkan tekhnologi hologram, AI sehingga menjadi pertunjukkan spektakuker sekaligus menunjukkan apa yang dilaporkan oleh SGIE Report 2024/ 2025 di dunia Islam investasinya tinggi,” kata Sapta Nirwandar.

Dalam laporan tahunan The State of Global Islamic Economy ( SGIE) itu menunjukkan total investasi ke perusahaan yang relevan dengan ekonomi Islam mencapai US$ 5,8 miliar dari 225 transaksi dan sektor Media & Rekreasi mencatat jumlah transaksi terbanyak, sedangkan sektor keuangan syariah menyerap nilai investasi terbesar, tambahnya.

Kini, untuk pertama kalinya dalam sejarah dunia, sosok legendaris alm. Abdel Halim Hafez akan kembali ke panggung — bukan dalam ingatan, bukan dalam rekaman, melainkan secara imersif melalui teknologi hologram interaktif, dipadukan dengan live orchestra dan visual sinematik berstandar internasional.

“Konser hologram Abdel Halim ini bukan sekadar nostalgia, tetapi juga bagian dari ekosistem halal digital recreation global yang semakin diminati. Menurut laporan DinarStandard SGIE 2024–2025, sektor Media & Recreation kini menjadi wadah investasi strategis senilai miliaran dolar, menyasar konten beretika, penuh makna, dan memberikan nilai emosional bagi masyarakat Muslim,” ungkap Sapta.

HALIM tampil di persimpangan seni, teknologi, nilai universal, dan peluang budaya.Dalam perspektif halal lifestyle, musik Abdel Halim Hafez mungkin tidak secara eksplisit dikategorikan sebagai musik Islami. Namun, karya-karya beliau sarat unsur moral, nilai kemanusiaan, dan makna yang mendalam — nada-nada yang secara tradisional dikenal sebagai sarana penyembuhan dan terapi jiwa.

Konser hologram HALIM bukan hanya pertunjukan visual, melainkan wadah healing spiritual dan emosional yang mengangkat nilai universal kebersamaan, kerinduan, dan estetika budaya. Dengan teknik maqam Arabo klasik yang harmonis, audiens akan merasakan resonance batin yang menyentuh hati.

Ini sejalan dengan tren global halal media recreation seperti yang dipaparkan DinarStandard dalam SGIE: investasi dan konsumsi global dalam sektor Media & Recreation terus meningkat, karena audiens Muslim mencari pengalaman kaya nilai, edukasi, dan hiburan yang etis.”

Konser ini sekaligus sebagai bagian dari langkah strategis menempatkan Indonesia di garis depan diplomasi budaya dan ekonomi kreatif berbasis teknologi. Abdel Halim Hafez bukan sekadar penyanyi. Ia adalah jiwa dari satu generasi Arab, yang mengubah musik klasik menjadi emosi kolektif lintas benua.

Kembalinya suara yang pernah membuat kota-kota dunia terdiam dari sosok yang dikenal dengan julukan “Al Andaleeb El-Asmar” (The Dark-Skinned Nightingale) menjadi puisi hidup yang mengisi lorong waktu dari kafe-kafe di Kairo hingga radio di Paris.

Meski wafat pada 1977, pengaruh Halim tak pernah surut. Lagu-lagunya yang terkenal a.l seperti Ahwak, Zay El Hawa, Qareat Al Fingan, hingga Khosara menjadi soundtrack revolusi, cinta, dan penyembuhan — bahkan salah satu karyanya digunakan dalam lagu hit Jay-Z Big Pimpin’, membuktikan bahwa warisannya lintas genre dan generasi.

Halim dijuluki “Elvis Presley-nya dunia Arab”. Dimasa mudanya, ia yatim piatu, namun kemudian menjadi suara rakyat, bahkan dikenal dekat dengan para pemimpin seperti Presiden Mesir Gamal Abdel Nasser.

Indonesia: Dari Panggung Budaya Menjadi Pusat Diplomasi Kreatif

“Konser penyanyi legend dari dunia Islam ini akan berlangsung di London, Maroko dan Indonesia dimana umat Islamnya terbesar di dunua dan warga keturunan Arabnya juga banyak sehingga konser ini bukan sekadar pertunjukan nostalgia,” tegas Sapta.

Ini adalah inisiatif strategis Indonesia sebagai
jembatan peradaban antara dunia Arab dan Asia Tenggara. Teknologi yang digunakan dalam konser ini akan memperkenalkan penonton pada pengalaman multidimensi—perpaduan antara hologram interaktif, musik orkestra hidup, dan atmosfer yang menggugah kenangan serta harapan.

Indonesia, sebagai negara yang besar secara ekonomi dan sosial-politik, belum sepenuhnya
memaksimalkan potensi kebijakan diplomasi ekonominya untuk meningkatkan pengaruh secara global.

Salah satu pendekatan strategis dalam penguatan diplomasi ekonomi ini adalah melalui pertukaran budaya antarbangsa. Seni suara/musik dan film menjadi media efektif dalam menyampaikan identitas dan nilai-nilai suatu bangsa.

Melalui pertunjukan seperti konser HALIM, Indonesia memperkenalkan budaya Arab kepada publik domestik. Secara resiprokal, langkah ini membuka jalan bagi Indonesia untuk memperkenalkan kekayaan budaya dan seni musiknya ke kancah internasional di masa
mendatang.

Konferensi pers konser hari ini turut didukung oleh Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia, KADIN Indonesia, Indonesia Halal Lifestyle Center (IHLC), serta mitra-mitra strategis lainnya.

Turut hadir dalam konferensi pers:Muhammad Bawazeer, Ketua Komite Bilateral Timur Tengah
Sapta Nirwandar, Chairman of Indonesia Halal Lifestyle Center (IHLC), DR. Erick Yusuf, S.Sy., M.Pd, Wakil Ketua LSBPI MUI Pusat, Rina Novita, CEO DNA Production, Faical Nouach, CEO XtendVision Entertaiment

Selain menjadi warisan digital dan wujud bahasa perdamaian melalui HALIM, The Hologram Concert Experience ini Indonesia bukan hanya menghadirkan kembali suara ikonik dunia Arab, melainkan menawarkan bentuk baru dari diplomasi budaya berbasis seni dan teknologi.

“Ini adalah ajakan bagi dunia: bahwa warisan tidak harus tinggal di museum, dan suara yang tulus tak akan pernah benar-benar mati,’ kata Rina Novita, CEO DNA Production

Halal Fest Hubungkan Bisnis dengan Pasar yang Sedang Berkembang

this formate

ILLINOIS, AS, bisniswisata.co.id: Halal Fest di Naperville, Illinois, Amerika Serikat yang terus berkembang menarik lebih banyak bisnis dari seluruh Illinois Utara ingin memenuhi permintaan makanan dan produk halal yang terus meningkat.

Memasuki tahun ketiganya, festival dua hari ini diperkirakan akan menarik sekitar 20.000 pengunjung akhir pekan ini ke Frontier Park Naperville, 3380 Cedar Glade Drive, menurut penyelenggara.

Dilansir dari www.dailyherald.com, festival yang awalnya gratis dan hanya berlangsung satu hari di tahun pertama, dengan sekitar 8.000 pengunjung, kini telah berkembang pesat dalam hal jumlah pengunjung dan vendor yang berpartisipasi, dan juga akan berlangsung selama dua hari — dari pukul 12.00 hingga 21.00 pada hari Sabtu, 2 Agustus, dan pukul 13.00 hingga 20.00 pada hari Minggu, 3 Agustus 2025.

Penyelenggara mengatakan festival ini, yang kini menjadi acara berbayar, merupakan salah satu platform terbesar untuk mendukung usaha kecil dan wirausaha yang menampilkan produk budaya.

“Tahun ini, kami memperkirakan akan ada 120 bisnis,” kata penyelenggara Halal Fest, Shafeek Abubaker, dari Naperville. Para pedagang datang dari berbagai tempat, mulai dari Rockford hingga DuPage, Cook, dan Kane County, untuk menjual produk halal mereka di stan-stan festival.

“Sekitar 20% hingga 30% pengunjung berasal dari agama dan komunitas lain. Hal ini menunjukkan besarnya minat masyarakat luas untuk menghadiri acara seperti ini,” kata Abubaker, presiden Kamar Dagang Muslim Illinois, penyelenggara festival tersebut.

Kamar dagang yang didirikan pada tahun 2019 ini memiliki lebih dari 400 anggota. Festival ini diluncurkan pada tahun 2023 terutama untuk membantu membangkitkan semangat komunitas bisnis lokal pascapandemi dengan menggunakan dana awal dari kota Naperville dan bantuan dari sponsor.

“Saat ini, dengan adanya acara berbayar, festival ini menjadi penghasil uang. Pada saat yang sama hal ini memberikan eksposur yang signifikan bagi bisnis dan komunitas kami. ,” kata Abubaker
Dia ingin menggunakan platform ini untuk membangun jembatan dan terhubung dengan komunitas yang lebih luas, dan, tentu saja, berkontribusi kembali pada ekonomi lokal.

Para penyelenggara telah mengajak bisnis non-Muslim untuk bergabung, terutama yang melayani komunitas Muslim dan menawarkan produk yang mematuhi pedoman Islam tentang halal.

Secara sederhana, “halal” berarti apa yang diizinkan atau halal dalam Islam, yang biasanya digunakan untuk merujuk pada makanan dan minuman yang boleh dikonsumsi dan bersumber serta dibudidayakan secara etis. Halal juga lebih dari sekadar menghindari makanan tertentu seperti babi dan alkohol.

“Halal bukan hanya tentang daging. Apa pun yang vegetarian adalah halal. kata Abubaker.

Di antara para penjual makanan yang ditawarkan festival ini adalah Simply South, restoran vegetarian 100% yang baru dibuka di Warrenville; Peak Thai dari Aurora dan Lombard; dan Restoran Meksiko La Charanga di Rolling Meadows, yang menyajikan taco halal.

“Anda melihat semakin banyak pilihan halal di restoran-restoran yang buka di daerah ini,” kata Abubaker.

Tema festival tahun ini, “Rasa yang Berputar dan Irama Budaya,” menawarkan kepada para pengunjung cita rasa dari lebih dari 30 negara dan menampilkan pertunjukan musik tradisional dan etnik.

Acara-acara tersebut meliputi Qawwali — musik religi spiritual India dan Pakistan yang dibawakan oleh seniman muda kelahiran Amerika; pertunjukan darwis berputar Sufi; Dabke, tarian rakyat tradisional Levant yang populer di Palestina; musik gendang Arab yang energik (irama bergaya Dabke dengan tabla dan darbuka); serta tarian rakyat dan kontemporer dari dunia Muslim.

“Qawwali adalah tambahan baru untuk acara kami. Kami akan menghadirkan komedian Muslim yang ramah keluarga, Preacher Moss.”
Dan untuk pertama kalinya, akan ada Pertunjukan Bakat Muslim. kata Abubaker

Atraksi ramah keluarga lainnya termasuk bazar budaya, pasar terbuka yang dipenuhi barang-barang buatan tangan, pakaian tradisional, seni dan aksesori Islam, serta pedagang lokal; menunggang unta; zona anak-anak.

Ada juga The Dhaba Experience — sebuah pusat jajanan khusus yang dirancang agar terasa seperti warung pinggir jalan tradisional Asia Selatan, Abubaker mengatakan dengan pertumbuhan dan kesuksesan acara ini, perubahan lokasi diperlukan.

“Tahun depan, kami berencana memindahkannya dari Naperville ke DuPage Fairgrounds,” ujarnya, seraya menambahkan bahwa keputusan untuk pindah ini sebagian karena penyelenggara membutuhkan lebih banyak ruang dan area pameran tersebut memiliki infrastruktur yang sudah ada yang akan memudahkan penyelenggaraan festival.

“Dukungan yang kami dapatkan dari kota Naperville, kepolisian, dan pemadam kebakaran sungguh luar biasa,” kata Abubaker. Fry Family YMCA, Gereja Wheatland Salem, dan Perpustakaan Umum Naperville juga mengizinkan pengunjung festival menggunakan tempat parkir mereka.

Harga tiket masuk adalah US$8, US$25 untuk empat orang, atau US$60 untuk rombongan 10 orang. Anak-anak di bawah 15 tahun dan lansia di atas 70 tahun gratis

Bangladesh Luncurkan Kebijakan Baru untuk Meningkatkan Ekspor Halal ke Teluk dan Asia

this formate

DHAKA, bisniswisata.co.id: Bangladesh telah memperkenalkan kebijakan baru yang bertujuan untuk memperluas jangkauannya di pasar produk halal global, menyelaraskan proses produksi dan sertifikasinya dengan standar internasional.

Inisiatif ini terutama menargetkan pertumbuhan ekspor ke negara-negara Teluk dan Asia Tenggara, tempat jutaan ekspatriat Bangladesh bermukim, termasuk di Arab Saudi, UEA, Qatar, Oman, Kuwait, Malaysia, dan Singapura.

Dilansir dari https://shiawaves.com/, para pejabat memandang basis konsumen ini—diperkirakan hampir 10 juta orang—sebagai pasar utama bagi produk halal Bangladesh.

Perwakilan sektor swasta telah menyerukan rencana nasional yang strategis, dengan mengacu pada keberhasilan negara-negara mayoritas non-Muslim seperti Thailand, Malaysia, Indonesia, India, dan Singapura dalam menembus industri halal global, yang diproyeksikan bernilai US$7,7 triliun pada tahun 2025 dan dapat melampaui US$10 triliun pada tahun 2030.

Menanggapi meningkatnya permintaan internasional akan kepatuhan penuh terhadap standar halal, Bangladesh telah mengambil langkah-langkah untuk meningkatkan kredibilitas ekspornya.

Pertemuan bulan Desember yang melibatkan Yayasan Islam Bangladesh, Bank Pembangunan Islam, dan mitra-mitra Malaysia hasilkan rencana untuk ekosistem halal yang komprehensif.

Dengan lebih dari 1,9 miliar Muslim di seluruh dunia, yang diperkirakan akan mencapai 2,7 miliar pada tahun 2050, pasar halal global merupakan peluang pertumbuhan yang besar bagi ekonomi Bangladesh yang berorientasi ekspor.

Ai-CHA Raih Sertifikasi Halal Pertama untuk Malaysia

this formate

Ketua Komite Halal Ai-CHA Malaysia, Encik Zafran Khair ( kiti),  Country Manager Ai-CHA Malaysia, Jason Chung, dan Brand Manager Ai-CHA, Chloe Pek, saat perayaan sertifikasi halal resmi Ai-CHA oleh JAKIM untuk gerai pertamanya di Berjaya Times Square.

KUALA LUMPUR, bisnisqisata.co.id: Merek es krim & teh Indonesia, Ai-CHA, hari ini merayakan sertifikasi halal resmi dari JAKIM untuk gerai pertamanya di Berjaya Times Square, dengan komitmen kuat untuk memiliki setidaknya lima gerai lagi yang bersertifikat halal tahun ini.

Dilansir dari https://qsrmedia.asia/, JAKIM adalah Departemen Pengembangan Islam Malaysia, yang bertanggung jawab mengkoordinasikan dan memajukan urusan Islam di tingkat federal, termasuk sertifikasi halal, pendidikan agama, dan perencanaan kebijakan nasional.

Danny Tahardi, Wakil Manajer Umum Global Ai-CHA Global, mengatakan bahwa mereka sangat menekankan aspek halal dalam bisnis mereka. Tahardi menyampaikan bahwa semakin banyak gerai yang telah memulai proses sertifikasi dari JAKIM, dan ini akan membutuhkan waktu.

“Bahan-bahan kami sudah berasal dari sumber halal. Proses sertifikasi halal selalu berkelanjutan bagi kami. Ini adalah landasan bisnis kami. Kami ingin semua konsumen merasa sepenuhnya yakin bahwa mereka mengkonsumsi makanan dan minuman halal ketika mereka memasuki gerai Ai-CHA,” tambahnya.

Ai-cha telah menyelesaikan seluruh operasionalnya dengan standar Halal JAKIM, mulai dari pengadaan bahan baku dari pemasok bersertifikat hingga pelatihan staf dan prosedur penanganan yang tepat. Ai-CHA juga memiliki tim kepatuhan Halal khusus yang dibentuk untuk mengawasi implementasi dan memastikan konsistensi seiring dengan perkembangan merek.

Sejak memasuki pasar Malaysia pada tahun 2024, Ai-CHA telah berkembang pesat, mengoperasikan 362 gerai di seluruh negeri. Ai-CHA berencana untuk mendapatkan sertifikasi halal untuk semua gerainya dalam waktu dekat.

Para Pemangku Kepentingan Serukan Dorongan Pariwisata Halal yang Lebih kuat di Thailand

this formate

BANGKOK, bisniswisata.co.id: Pada pameran dagang Mega Halal 2025 Bangkok yang diselenggarakan di BITEC Bangna belum lama ini,  para pemangku kepentingan membahas langkah-langkah ampuh untuk mengkatalisasi pengembangan pariwisata halal Thailand mulai dari layanan katering sehari-hari, sertifikasi halal yang autentik, hingga pasar sumber yang belum tersentuh.

Dilansir dari www.ttgasia.com, Saat ini, bukan hanya umat Muslim yang mempromosikan kepada umat Muslim. Bahkan para pemilik bisnis non-Muslim pun bertanya kepada kami bagaimana cara menyambut tamu halal,” ujar Aida Oujah, presiden Asosiasi Perdagangan Pariwisata Halal Thailand-ASEAN (TAHTA) yang telah mempromosikan rute perjalanan ramah Muslim di Thailand selama hampir 30 tahun.

Dalam hal menyambut wisatawan Muslim, hal-hal kecillah yang penting, seperti bidet di kamar mandi, papan petunjuk shalat, terapis pijat sesama jenis, dan sebagainya.

“Bidet itu penting. Jika tidak ada air di kamar mandi, itu masalah besar, terutama bagi perempuan Muslim. Di saat yang sama, wisatawan Muslim umumnya menginginkan rencana perjalanan yang sama dengan wisatawan lainnya. Persyaratan agama hanya menciptakan sekitar 30 persen perbedaan dalam program,” tegas Aida.

Aida juga menyoroti bahwa penghormatan agama dan budaya seringkali bersinggungan dengan situs-situs wisata ikonis Thailand, mencatat bahwa wisatawan Muslim seringkali merasa kecewa ketika tempat-tempat wisata seperti Wat Arun atau Wat Chalong di Phuket tidak termasuk dalam rencana perjalanan mereka, karena banyak yang merasa kunjungan mereka ke Thailand tidak lengkap tanpanya.

Aida mendorong operator lokal yang tertarik menyambut wisatawan Muslim untuk mencari panduan dari organisasi halal seperti Komite Islam, Institut Halal, atau TAHTA.

“Telepon kontaknya; dekati organisasi-organisasi tersebut. Jangan menunggu. Berpartisipasilah dalam pameran dagang, perjalanan keluarga, dan inspeksi pembeli asing,” desaknya.

Moderator sesi Premrapee Punwangdeeyukul, manajer pabrik di SPC Factory All Supply, berbagi bshwa Halal adalah sebuah peluang, bukan batasan. Ramah Muslim bukan berarti mengubah segalanya – cukup perhatikan detail-detail yang penting.

Dumrong Poottan, penasihat Ketua Majelis Nasional, menekankan sertifikasi yang tepat, dengan mencatat bahwa hanya lembaga seperti Pusat Sains Halal di Universitas Chulalongkorn atau Dewan Islam Pusat Thailand yang dapat secara resmi mensertifikasi Halal.

“Yang lain mungkin mempromosikan atau memasarkan halal, tetapi otoritas hukum penting dalam hal sertifikasi,” tegasnya.

Umat Muslim berdiskusi di antara mereka sendiri dan tahu kapan sesuatu tidak benar-benar halal – bahkan jika penjualnya mengenakan jilbab. Selain itu, wisatawan tidak mencari nama pemilik Fatimah atau Mohammad – mereka mencari simbol halal, saran Aida.

Blogger perjalanan Sakarin Sadlah, pendiri halaman Facebook Lamard tang tin (Berdoa di Negeri Asing), memperingatkan tentang label halal palsu. “Masalah terbesar yang kita hadapi adalah perilaku oportunistik – stiker tanpa sertifikasi. Itu bukan hanya menyesatkan; itu pelanggaran kepercayaan agama. Thailand membutuhkan hukum untuk menghentikan ini, ujarnya.

Meskipun Thailand memiliki fondasi ramah Muslim yang kuat, dan camilan halal tersedia di jaringan restoran seperti Foodland dan 7-Eleven, Sakarin menambahkan bahwa memiliki aplikasi halal lokal – seperti Halal Navi di Jepang, untuk memeriksa sertifikasi – akan menjadi pengubah permainan.

Sementara itu, Dumrong mendesak para pemangku kepentingan untuk melihat lebih jauh dari pasar sumber tradisional. India sekarang adalah negara terpadat, dengan populasi Muslim yang cukup besar – bahkan, orang terkaya ketiganya adalah Muslim.

“Kita hanya perlu menangkap sebagian dari segmen niche namun bernilai tinggi ini, tetapi banyak dari mereka tidak tahu bahwa Thailand memiliki pilihan perjalanan ramah halal karena citra dominan kita (di India) adalah kehidupan malam dan hiburan. Itu harus diubah,” sarannya.

Kusuma Kinglek, CEO Aonang Princeville Villa Resort & Spa, mencatat bahwa pariwisata halal berpadu sempurna dengan tren kesehatan yang lebih luas.

“Thailand sudah memiliki makanan dan budayanya. Kita hanya perlu menyesuaikan dapur dan mengembangkan standar layanan kita agar sesuai dengan kesehatan halal. Kurva-S pariwisata baru yang mengutamakan hidup bersih adalah tren besar. Halal secara alami cocok dengan tren tersebut,” komentarnya.

Aida menutup dengan seruan untuk kepemimpinan, mendesak pemerintah Thailand untuk membuat pernyataan yang jelas tentang kesiapan menyambut wisatawan halal.

Ia mencatat bahwa Malaysia, dengan populasi Muslim yang 70 hingga 80 persen, muncul sebagai pasar sumber utama bersama Tiongkok. Untuk menangkap segmen yang sedang berkembang ini, ia menekankan, Thailand “harus siap.”

Vietnam Pimpin Pertumbuhan Pariwisata di Asia-Pasifik

this formate

CHESHIRE, bisniswisata.co.id : Laporan terbaru dari Badan Pusat Statistik pada bulan Juli 2025 menunjukkan bahwa sektor pariwisata Vietnam mengalami pertumbuhan pesat.

Perekonomian negara yang kuat, ditambah dengan strategi pemerintah yang matang, menjadi pendorong utama lonjakan ini. Paruh pertama tahun 2025 mencatat peningkatan PDB yang luar biasa sebesar 7,52% – peningkatan terbesar dalam lebih dari satu dekade.

Hal ini mendorong ekspansi sebesar 8,14% di sektor jasa, termasuk pariwisata, yang berkontribusi lebih dari 52% terhadap nilai total perekonomian.

Dilansir dari tourism-review.com, Perdana Menteri menekankan kinerja kuat sektor ini pada konferensi pemerintah tanggal 3 Juli, menegaskan status menonjol Vietnam sebagai tujuan wisata global.

Jumlah Pengunjung Internasional Meningkat
Hampir 10,7 juta pengunjung internasional tercatat di Vietnam selama enam bulan pertama tahun 2025; ini merupakan peningkatan sebesar 26% dibandingkan angka tahun 2019.

Sebanyak 1,46 juta kedatangan tercatat pada bulan Juni saja. Barometer Pariwisata Dunia UNWTO terbaru menunjukkan Vietnam sebagai negara dengan kinerja terbaik di kawasan Asia-Pasifik dengan lonjakan kedatangan internasional sebesar 30% selama kuartal pertama , menempatkannya di peringkat keenam secara global dan mengungguli Jepang dan Palau.

Negara ini juga telah mencapai pertumbuhan pariwisata yang signifikan sebesar 34% dalam jumlah kedatangan dibandingkan dengan angka sebelum pandemi pada tahun 2019, bahkan menempatkannya di peringkat kedua secara global.

Tiongkok menempati posisi teratas sebagai negara asal wisatawan terbanyak, menyumbang 2,7 juta kedatangan (25,6%), diikuti Korea Selatan dengan 2,2 juta (20,7%).

Jika digabungkan, kedua negara ini menyumbang hampir setengah dari total kedatangan wisatawan. Amerika Serikat (449.000), Jepang (393.000), dan Kamboja (360.000) merupakan pasar-pasar utama lainnya, bersama dengan India, Australia, Malaysia, dan Rusia yang juga memberikan kontribusi signifikan.

Pasar-pasar Asia menunjukkan pertumbuhan pariwisata yang signifikan, terutama Tiongkok (+44,2%), Jepang (+17,2%), dan India (+41%) yang memimpin. Asia Tenggara mencatat peningkatan yang substansial, misalnya Filipina (+105%), Kamboja (+55,6%), dan Laos (+35,8%), meskipun Korea Selatan mengalami sedikit penurunan (-3,2%).

Pertumbuhan pesat terjadi di pasar Eropa, terutama dengan Rusia yang mencatat peningkatan tajam sebesar 139,3%. Peningkatan dua digit terjadi di Inggris, Prancis, Jerman, Italia, Spanyol, Denmark, Norwegia, Swedia, Polandia, dan Swiss, yang kemungkinan besar didorong oleh kebijakan bebas visa Vietnam yang diterapkan untuk kunjungan singkat ke negara-negara tersebut.

Kebijakan Strategis Memicu Kesuksesan
Pendekatan proaktif pemerintah terhadap pariwisata – yang mencakup program bebas visa, penerapan e-visa terbuka, serta kampanye promosi yang inovatif – merupakan alasan utama melonjaknya popularitas Vietnam.

Badan Pariwisata Nasional telah memimpin dengan menjalankan berbagai inisiatif budaya dan promosi yang ekstensif di seluruh Eropa, Asia, dan melalui berbagai kanal digital, sehingga memperkuat posisi Vietnam sebagai destinasi wisata yang wajib dikunjungi.

Sebagai hasil dari upaya berkelanjutan ini, Vietnam menargetkan target ambisius untuk menarik antara 22 dan 23 juta pengunjung pada akhir tahun 2025 , dengan antisipasi bahwa musim ramai (berlangsung dari Oktober hingga Desember) akan memainkan peran krusial.

Dampak Ekonomi dan Global

Kontribusi pariwisata sebesar 7,52% terhadap PDB Vietnam menunjukkan pentingnya pariwisata sebagai penggerak ekonomi utama negara tersebut.

Keberhasilan industri pariwisata didorong oleh beragamnya daya tarik wisata, mulai dari situs budaya penting hingga lanskap yang memukau, yang menarik beragam wisatawan internasional.

Posisi terdepan Vietnam di Asia-Pasifik dalam hal pertumbuhan pariwisata, ditambah peringkat kedua secara global dalam hal pemulihan secara keseluruhan, telah membantunya memantapkan dirinya sebagai pemimpin di panggung internasional, secara umum.