Masalah Transportasi Udara, HIPMI Ingin Bantu Pemerintah

0
54
Pesawat berbadan besar (Foto: Pixabay)

JAKARTA, bisniswisata.co,id: Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) siap membantu pemerintah membenahi transportasi udara agar tiket pesawat lebih terjangkau masyarakat. Memang permasalahan transportasi udara di Indonesia sampai saat ini belum juga menemukan titik terang. Jika pasar Transportasi Udara Indonesia menguntungkan mungkin akan banyak pemain baru yang buka di Indonesia.

“Kenyataannya pemain lama banyak yang berguguran, yang masih tersisa untuk rute domestik hanya tinggal Garuda Group, Lion Group, dan Indonesia Air Asia.” papar Ketua Badan Pengurus Pusat himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP HIPMI), Bagas Adhadirgha dalam siaran persnya, Rabu (12/06/2019).

Indonesia. lanjut Bagas, satu-satunya Negara yang menerapkan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) terhadap Avtur yang tentunya akan mempengaruhi biaya operasional Airlines. Akibatnya harga tiket pesawat menjadi mahal.

”Biaya Operasional akan berpengaruh pada harga tiket transportasi udara, banyak hal yang mempengaruhi biaya antara lainnya komponen-komponen pesawat yang kena PPN, Pajak Penjualan Atas Barang Mewah (PPnBM) dan Pajak Penghasilan (PPh). HIPMI bersama pemerintah siap membenahi transportasi udara ini,” lontar Bagas juga CEO Asia Aero Technology

Dilanjutkan, harga tiket juga di pengaruhi dengan mempertimbangkan unsur eksternal. “Seperti perpajakan dan biaya fasilitas bandara, kita dapat bandingkan Cost Per Seat Per Kilometer masing-masing airlines untuk rute sama,” kata dia.

“Solusinya, untuk komponen penunjang transportasi udara seperti spareparts dan avtur di bebaskan biaya pajak, dan ambil pajaknya nanti di komponen tiket. Jadi tidak terjadi double terkena pajak. Dengan begitu biaya operasional akan terpangkas,” tuturnya.

Jika pasar transportasi udara bisa berkembang kata Bagas dipastikan akan meningkatkan pendapatan negara. “Tiket pesawat yang mahal pasti akan mempengaruhi pariwisata domestik tapi tidak menjadi faktor utama pariwisata jeblok,” kata Bagas yang juga menjadi Calon Ketua Umum BPP Hipmi.

Karena itu tiket pesawat udara hanya menyumbang 10 persen dari total pemasukan pariwisata, alias penumpang menggunakan pesawat udara cuma 10 persen, ungkap Bagas.

“Indonesia saat ini sedang berbenah, termasuk dalam transportasi udara. Pak Jokowi juga sangat menerima banyak masukan untuk membenahi dunia transportasi udara. Saya sebagai pengusaha dan yakin Pak Jokowi mempunya niat baik, untuk sama-sama membenahi permasalahan transportasi udara ini agar Indonesia bisa lebih maju,” sambungnya. (redaksibisniswisata@gmail.com)

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.