Negara terbesar di Asia Tenggara ini siap bersaing dengan pemain regional seperti Filipina, Singapura, dan Thailand. Negara Terbesar di Asia Tenggara ini siap menantang pemain regional seperti Filipina, Singapura, dan Thailand
SINGAPURA, bisniswisata.co.id: Setiap kali MICE di Asia Tenggara dibahas, pemain terbesar dalam bidang ini adalah Singapura dan Thailand, yang keduanya memiliki reputasi solid dalam menyelenggarakan acara tingkat global di beberapa tempat paling luas dan berteknologi maju di dunia.
Travel Daily Media mengungkapkan, meski mungkin sudah saatnya negara-negara tersebut mewaspadai persaingan baru karena Indonesia sedang melakukan peningkatan signifikan yang dapat mendorong sektor MICE-nya ke garis depan regional.
Menurut laporan tahun 2025 dari agen perjalanan Vietnam, Trusted DMC, Indonesia saat ini sedang berada di puncak gelombang bleisure (bisnis dan liburan), dengan peningkatan signifikan dalam kedatangan wisatawan yang datang untuk acara industri, kemudian tinggal lebih lama untuk menikmati apa yang ditawarkan negara ini.
Ibu kota adalah pusat tren ini; seperti yang dinyatakan dalam laporan tersebut: “Jakarta, khususnya, semakin diakui sebagai penggerak utama pertumbuhan pariwisata regional, didorong oleh dinamisme industri MICE-nya.”
Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif memainkan peran kunci dalam pemulihan ekonomi nasional. Sumber daya alam, warisan budaya, dan destinasi yang beragam merupakan aset utama. Indonesia berinvestasi dalam infrastruktur pariwisatanya, dengan hotel mewah dan pusat konvensi modern.
Meningkatkan posisi dengan IBEM dan SEABEF
Perlu disebutkan pada titik ini bahwa negara ini mengandalkan Indonesia Business Event Mart (IBEM) yang akan datang untuk membawanya ke level berikutnya sebagai destinasi regional pilihan untuk MICE.
Acara perdana ini akan diselenggarakan di Jakarta International Convention Centre mulai tanggal 28 hingga 31 Juli bersamaan dengan Southeast Asia Business Events Forum (SEABEF).
Acara gabungan ini bertujuan untuk meningkatkan posisi Indonesia sebagai pusat MICE yang sedang berkembang di kawasan ini, dengan menampilkan pertemuan bisnis, peluang jaringan, diskusi edukatif, pameran destinasi, dan program pembeli yang diundang.
Baik IBEM maupun SEABEF dirancang untuk menciptakan koneksi bisnis yang bermakna dan kemitraan jangka panjang di seluruh industri perjalanan dan acara.
Bagi para profesional MICE regional dan global, acara gabungan ini juga meningkatkan daya tarik Jakarta untuk acara bisnis dan perjalanan insentif.
Memang, acara ini bertujuan untuk membantu para profesional memahami kota ini dengan lebih baik, sehingga memungkinkan mereka untuk membangun paket proposal yang lebih baik untuk klien dan mitra.
Apa yang dimiliki Indonesia?
Secara geografis, Indonesia terletak tepat di tengah Asia Tenggara: menempatkannya dalam jarak dekat dengan pusat-pusat perusahaan regional utama seperti Bangkok, Kuala Lumpur, Manila, dan Singapura yang dapat dijangkau dengan penerbangan dalam waktu dua hingga lima jam.
Pada saat yang sama, negara ini telah meningkatkan infrastrukturnya sejak menjadi tuan rumah Asian Games di Palembang pada tahun 2017.
Pada saat itu, pemerintah Indonesia menghabiskan sekitar US$2,4 miliar untuk pembangunan infrastruktur, termasuk kereta api ringan (LRT) Palembang yang menghubungkan Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II ke kompleks Stadion Jakabaring, serta renovasi Stadion Gelora Bung Karno di Jakarta.
Dalam beberapa tahun berikutnya, negara ini juga telah membangun Jakarta International Expo (JIExpo), Indonesia Convention Exhibition (ICE) di BSD City, serta sejumlah tempat MICE utama di Bali.
Dorongan untuk infrastruktur yang berpusat pada pariwisata dan MICE ini juga menunjukkan dukungan pemerintah Indonesia terhadap sektor-sektor tersebut, yang sangat penting mengingat sektor-sektor ini tetap menjadi pilar kuat perekonomian nasional.










