Indonesia mempromosikan kekayaan budaya dan destinasi wisata ramah Muslim dalam ajang Cambodia Muslim Friendly Tourism Forum and Fair 2026 yang berlangsung di Food Palace (OCIC), Phnom Penh, Kamboja. (Foto: Kemlu)
PHNOM PENH, bisniswisata.co.id: Indonesia mempromosikan kekayaan budaya dan destinasi wisata ramah Muslim dalam ajang Cambodia Muslim Friendly Tourism Forum and Fair 2026 yang berlangsung di Food Palace (OCIC), Phnom Penh, Kamboja.
Pameran bertema “The Land of Gentle Hearts and Trusted Home in Travel” yang digelar pada 10–12 Juli 2026 tersebut diselenggarakan oleh Kementerian Pariwisata Kamboja dan diikuti sejumlah negara, antara lain Indonesia, Brunei Darussalam, Malaysia, dan Pakistan.
Pada kesempatan itu, Indonesia menampilkan berbagai kesenian tradisional yang dibawakan siswa Pusat Budaya Indonesia (Pusbudi) sebagai bagian dari upaya memperkuat diplomasi budaya sekaligus mempromosikan sektor pariwisata nasional.
Penampilan diawali dengan Tari Zapin dari Riau pada acara pembukaan yang disaksikan langsung Menteri Pariwisata Kamboja, Hout Hak.
Selama tiga hari pelaksanaan, para siswa Pusbudi juga menampilkan Tari Pendet dari Bali, Tari Ondel-Ondel dari Jakarta, serta Tari Piring dari Sumatera Barat yang mendapat sambutan antusias dari para pengunjung.
“Melalui pertunjukan seni dan promosi budaya, Indonesia ingin memperkenalkan kekayaan tradisi sekaligus memperkuat citra sebagai destinasi wisata yang ramah bagi wisatawan Muslim,” demikian semangat promosi yang diusung dalam partisipasi Indonesia pada ajang tersebut.
Selain pertunjukan seni, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Phnom Penh memanfaatkan stan pameran untuk memperkenalkan berbagai destinasi wisata unggulan Indonesia kepada masyarakat Kamboja dan peserta internasional.
KBRI juga menyebarkan kuesioner Indeks Citra Indonesia sebagai bagian dari upaya mengukur persepsi masyarakat terhadap Indonesia sekaligus menjadi bahan evaluasi dalam penguatan diplomasi publik.
Promosi Indonesia semakin lengkap dengan kehadiran Padang Nusantara yang menyajikan kuliner khas Indonesia, termasuk rendang, yang menjadi salah satu menu favorit para pengunjung selama pameran berlangsung.
Partisipasi Indonesia dalam forum tersebut memperoleh respons positif dari masyarakat Kamboja. Keberagaman budaya, kuliner, dan potensi wisata yang ditampilkan semakin memperkuat citra Indonesia sebagai negara berpenduduk Muslim terbesar di dunia yang menjunjung tinggi nilai keberagaman, toleransi, dan kekayaan tradisi.
Keikutsertaan KBRI Phnom Penh dalam kegiatan tersebut juga menegaskan komitmen Indonesia untuk terus memperkuat diplomasi publik, mempererat hubungan antarmasyarakat, serta memperluas promosi pariwisata dan budaya Indonesia di kawasan Asia Tenggara.










