TOKYO , bisniswisata.co.id: Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah membuka kantor perwakilan di Jepang yang bertujuan untuk menawarkan sertifikasi cepat produk Jepang yang sesuai dengan hukum Islam, karena bisnis Jepang melayani Muslim di pasar Indonesia yang besar.
Indonesia, negara berpenduduk Muslim terbesar di dunia, menerapkan aturan yang mengharuskan makanan dan produk lain yang dijual di negara tersebut disertifikasi halal, atau sesuai dengan hukum Syariah Islam.
Dilansir dari halaltimes.com, MUI yang memutuskan produk mana yang memenuhi syarat halal di Indonesia memiliki kantor baru berlokasi di kantor Japan Indonesia Trading Association (JITA), sebuah organisasi nirlaba yang bermarkas di Tokyo yang mempromosikan perdagangan antara kedua negara. Kantor MUI akan memulai prosedur akreditasi halal skala penuh akhir bulan ini.
Dalam menangani aplikasi sertifikasi halal, tim yang terdiri dari 10 auditorp akan memeriksa bahan yang digunakan dalam produk dan peralatan manufaktur untuk menentukan kepatuhannya. Sertifikasi halal berarti produk tidak mengandung bahan terlarang, seperti babi atau alkohol, dan proses pembuatannya juga sesuai.
Perusahaan Jepang yang mengoperasikan pabrik dan fasilitas manufaktur lainnya di Indonesia dapat memperoleh sertifikasi halal dari Majelis Ulama di Indonesia untuk operasi lokal, menurut JITA. Namun, produk buatan Jepang harus disertifikasi oleh auditor di negara tersebut.
Produsen harus membayar perjalanan dan biaya lainnya untuk auditor ini. Memiliki auditor di kantor MUI di Tokyo diharapkan dapat mengurangi waktu dan biaya yang dibutuhkan oleh bisnis Jepang untuk mendapatkan sertifikasi halal.
Pada tahun 2014, Indonesia memberlakukan undang-undang yang mewajibkan sertifikasi halal untuk berbagai produk, termasuk makanan, kosmetik, dan pakaian yang diimpor atau diekspor dari Indonesia, atau didistribusikan atau dijual di dalam negeri.
Peraturan “jaminan produk halal” yang baru akan diberlakukan untuk makanan dan minuman pada Oktober 2024, untuk kosmetik, suplemen, pakaian, dan alat tulis pada Oktober 2026, dan untuk obat bebas pada Oktober 2029, menurut Japan External Trade Organisasi.
Kewpie, pengolah makanan utama Jepang, telah menjual mayones halal dan saus salad di Indonesia sejak tahun 2015. Ezaki Glico, pengolah makanan besar Jepang lainnya yang dikenal dengan makanan ringan dan gula-gulanya, akan membuka pabrik baru di Indonesia, kemungkinan pada akhir tahun tahun ini. Pabrik tersebut akan membuat Pocky bersertifikat halal, kue kering berlapis cokelat yang populer.
Kantor MUI di Jepang diharapkan dapat mendorong lebih banyak perusahaan Jepang untuk mencari sertifikasi halal, mendorong hubungan ekonomi yang lebih dalam antara Jepang dan Indonesia.









