HOTEL INTERNATIONAL NEWS

Manajer Aset Perhotelan Pertimbangkan Dampak COVID pada Industri Hotel

HOLYWOOD, AS,  bisniswisata.co.id: Hospitality Asset Managers Association ( HAMA) merilis hasil Survei Prospek Industri Musim Semi 2022. Laporan tengah tahunan tersebut mengumpulkan opini, pengalaman, dan prediksi dari hampir 100 manajer aset hotel mengenai industri perhotelan sejak awal pandemi hingga hari ini. 

Survei ini juga membahas pemikiran responden tentang prospek industri di masa depan. Dilansir dari Hotelnewsresource.com, disajikan langsung di Hollywood, Florida, survei dilakukan sebelum Pertemuan Musim Semi Tahunan 2022 HAMA. Secara total, 84 manajer aset, yang terdiri dari sekitar setengah dari keanggotaan, berpartisipasi dalam survei.

“Secara keseluruhan, tampaknya industri perhotelan memasuki fase yang lebih optimis daripada yang terjadi pada tahun lalu,” kata Matthew Arrants, The Arrants Company, CHAM, presiden HAMA. 

Mayoritas responden melihat pasar akuisisi memanas, dan banyak yang percaya industri akan mulai kembali ke tingkat pra-pandemi dalam satu atau dua tahun ke depan. 

Beberapa pasar telah melampaui angka 2019, dan melanjutkan, permintaan perjalanan yang terpendam membuat manajer aset dalam suasana hati yang positif.”

Hasil yang disorot meliputi:

– Sepertiga responden saat ini memperkirakan 51-75% hotel mereka akan melampaui RevPAR yang dianggarkan tahun 2022.

– Tiga perempat manajer aset yang disurvei lebih optimis tentang sisa tahun 2022 karena varian Omnicom COVID-19 telah mereda.

– Tiga perhatian utama manajer aset adalah ketersediaan tenaga kerja (90,48%), kenaikan upah (70,24%) dan penundaan rantai pasokan (61,9%).

– 61,9% peserta percaya bahwa RevPAR akan kembali ke level 2019 untuk seluruh AS pada tahun 2023.

– Hampir 90 persen dari mereka yang disurvei secara aktif mencari peluang akuisisi.

Anggota HAMA terlibat dalam manajemen aset, akuisisi, pembiayaan dan disposisi hotel dan resor dan bertanggung jawab langsung untuk membuat keputusan mengenai investasi modal, renovasi, reposisi aset, kebijakan operasional dan pemilihan manajemen. 

Anggotanya di A.S. mewakili lebih dari 3.500 hotel dan resor di setiap merek utama, mencakup 775.000 kamar hotel, 250.000 karyawan, pendapatan tahunan $40 miliar, dan pengeluaran modal $3 miliar. Organisasi ini juga memiliki 245 anggota afiliasi internasional tambahan

Arum Suci Sekarwangi