PHNOM PENH, bisniswista.co.id: Kementerian Pariwisata Kamboja dan UNDP meluncurkan Kampanye Pembersihan Sungai di tengah ancaman polusi plastik di negara ini. Kampanye berfokus pada sektor pariwisata sungai untuk membantu balikkan keadaan melawan degradasi lingkungan lebih lanjut.
Dilansir dari kiripost.com, Kementerian Pariwisata Kamboja dan Program Pembangunan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNDP) meluncurkan Kampanye Pembersihan Sungai.
Program bertema “Mempromosikan Pariwisata Sungai Berkelanjutan dan Pengurangan Sampah Plastik di Seluruh Perairan Kamboja”, untuk mengurangi polusi plastik dan pastikan praktik pariwisata berkelanjutan.
Menteri Pariwisata Huot Hak mengatakan pariwisata dipandang sebagai “emas hijau”, penggerak utama pertumbuhan ekonomi berkelanjutan, penciptaan lapangan kerja, dan pembangunan nasional.
“Namun, pariwisata sungai menghadapi ancaman, termasuk polusi plastik dan infras-truktur pengelolaan sampah yang terbatas di kapal wisata, dan kebiasaan membuang sampah sembarangan yang terus-menerus.
Mengatasi tantangan ini sangat penting untuk melindungi sungai-sungai Kamboja dan memastikan pariwisata berkelanjutan, katanya seperti dikutip oleh kementerian dan UNDP dalam pernyataan bersama.
Sungai merupakan pusat identitas pariwisata Kamboja, keberlanjutan lingkungan, dan mata pencaharian masyarakat. Kementerian Pariwi- sata dan UNDP meluncurkan Kampanye Pembersihan Sungai untuk mengatasi polusi plastik di daerah wisata sungai.
Lebih dari 60 perahu wisata aktif beroperasi di Phnom Penh di sepanjang sungai Mekong, Bassac, dan Tonle Sap. Namun, model pariwisata saat ini sangat bergantung pada plastik sekali pakai di berbagai sektor seperti perhotelan, makanan dan minuman, rekreasi, dan transportasi.
Wakil Gubernur Administrasi Ibu Kota Phnom Penh, Huot Hay, menyoroti skala tantangan tersebut, dengan mengatakan bahwa sampah padat di Phnom Penh mencapai sekitar 4.200 ton per hari, di mana 65 persen adalah sampah organik, 20 persen sampah plastik, dan sekitar 10 persen terdiri dari sampah padat lainnya.
“Untuk mengatasi masalah sampah di Phnom Penh, partisipasi dari warga, pemilik usaha, lembaga pemerintah, dan mitra pembangunan sangat penting,” katanya.
Shakeel Ahmad, Wakil Perwakilan Tetap UNDP di Kamboja, menyebutkan bahwa mengatasi polusi plastik membutuhkan kemitraan yang kuat dan berkelanjutan.
“Melalui kampanye pembersihan sungai, UNDP dan Kementerian Pariwisata bekerja sama dengan dukungan dari Yayasan Coca-Cola untuk mengatasi limbah plastik di sektor pariwisata dan menerapkan prinsip-prinsip berkelanjutan,” katanya.
Dia menambahkan bahwa keterlibatan sektor swasta memainkan peran penting dalam meningkatkan upaya menuju visi bebas plastik untuk Kamboja.
Kampanye ini mempromosikan pendekatan 4R — Tolak, Kurangi, Gunakan Kembali, Daur Ulang — untuk mengurangi plastik sekali pakai, memperkuat pengelolaan limbah plastik, dan mendorong praktik bertanggung jawab di antara operator pariwisata.
Kampanye ini dipandu oleh slogan “Sungai untuk Pariwisata, Pariwisata untuk Masyarakat, Masyarakat untuk Sungai Bebas Plastik,” yang menyoroti hubungan antara sungai yang sehat dan masyarakat yang bergantung padanya.
Menteri Hak menyatakan sungai-sungai di Kamboja bukan hanya harta karun alam tetapi juga sumber kehidupan bagi pariwisata dan masyarakat Kamboja, menyerukan kepada semua pemangku kepentingan untuk menerapkan pendekatan 4R dan bekerja sama untuk menjaga kebersihan sungai bagi generasi mendatang










