JIBB Perkuat Predikat Jogja Kota Batik Dunia

0
166

JOGJAKARTA, bisniswisata.co.id: Jogja Internasional Batik Biennale (JIBB) 2018 digelar memperingati Hari Batik Nasional sekaigus mensyukuri gelar  yang disandang sebagai kota Batik Dunia, kata Ketua Panitia Pelaksana JIBB 2018, hari ini.

“Predikat Jogjakarta sebagai Kota Batik Dunia  didapatkan pada 18 September 2014 di Dongyang,Tiongkok oleh Presiden World Craft Council (WCC) dan merupakan prestasi luar biasa dan apresiasi yang tak ternilai harganya untuk negara Indonesia khususnya Jogjakarta,” tambahnya.

Menurut Tazbir, penghargaan tersebut kebanggaan sekaligus tanggung jawab yang melekat erat mengingat  Batik sudah tercatat sebagai “Warisan Budaya Tak Benda yang merupakan Karya Agung Manusia dari Indonesia,oleh Unesco dan batik merupakan suatu kesenian rakyat.

Selain itu.Yogyakarta telah memenuhi tujuh kerteria yang ditetetapkan oleh WCC sebagai syarat menjadi kota Batik Dunia diantaranya adalah Nilai Sejarah ,keaslian , Regenerasi,Nilai Ekonomi, Ramah Lingkungan, Reputasi Internasional dan tersebar luas.

“Sebagai bentuk tanggung jawab Jogjakarta dalam menyadang gelar “Kota Batik Dunia” maka digelarlah Jogja Internasional Batik Biennale (JIBB2018) ini melibatkan banyak desainer dan produsen batik,”

Berlangsung di Pagelaran Kraton Yogyakarta daril 3-6 oktober 2018, acara yang diresmikan Sri Sultan Hamengkubuwono ke X dengan membantik di atas panggung dan berkeliling menyapa peserta stan pameran. Kanjeng Gusti Ratu Hemas pun juga ikut membatik di stan peserta.

Beragam acara digelar selama JIBB a.l  dimeriahkan acara fashion Show oleh Indonesia Fashion Chambre (IFC) dengan para perancang busananya yaitu Dandy T.Hidayat,Wening Angga,Mia Ridwan,Defika Hanum,Dedi Hertanto,Lanny Amboro wati,Murdrika Paradise,Iffah M Dewi,Alma Riva,Dedi Hertanto,Amin Hendra Wijaya,Hendri Budiman,Isyato,Philip dan Lia mustafa.

Para pelaku industri batik di jogja sangat senang diadakannya Jogja Internasional Batik Biennale (JIBB) karena dapat menguatkan pangsa pasar di dalam negri atau pun di luar negri.

Diharapkan melalui kegiatan JIBB ini sekaligus menjadi sarana edukasi bagi masyarakat luas untuk ikut melestarikan batik dan wisatawan yang datang ke Jogja selalu membeli batik sebagai oleh- oleh.

 

Maka terbukalah kesempatan Batik Indonesia dari daerah yang lain untuk bisa memperoleh manfaat karena Jogyakarta sebagai salah satu destinadi wisata yang utama  dapat menjadi pintu gerbang bagi kerajinan Batik di Indonesia dikancah Internasional.

Dalam rangkaian acara yang berlangsung di berbagai tempat juga dipamerkan Batik klasik dan koleksi Kraton Nusantara (Pagelaran Kraton),
Bazar Batik di Benteng vredebrug,
Eksibisi Indonesia,Batik Fashion ,Batik Identitas Wilayah di Taman Budaya Jogjakarta, Pameran Daur Hidup Batik filosofi dan Batik dalam Kehidupan di Musium Sonobudoyo.

Ada juga kegiatan Batik dalam seni rupa dan seni rupa kontemporer di Jogja Galery,  Batik sebagai elemen interior dan Design Produk di Musium Bank Indonesia, Simponi Internasional dan Nasional di hotel ambarukmo.

Jogja Batik Biennale ini juga diramaikan debgab  workshop di desa Imogiri, Bantul. Heritage Tour di Gedangsari Gunungkidul, fashion show di Pagelaran dan puncaknya adalah Karnaval JIBB 2018 mulai jam 14.00 WIB  di jalan Malioboro.

Laporan: Satrio Purnomo

 



  

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.