Grafik Jumlah Penumpang LCC Naik

0
78
Penerbangan Low Cost Carrier (LCC) domestik

JAKARTA, bisniswisata.co.id: PT Angkasa Pura (Persero) II mencatat penerbangan berbiaya murah atau low cost carrier ( LCC), baik rute internasional maupun domestik dipredikdi terus tumbuh ke depannya. Mengingat garfik jumlah penumpangnya terus naik, Jumlah penumpang LCC sepanjang Januari hingga Mei 2019, mencapai 1,70 juta penumpang.

“Angka itu mengalami kenaikan sekitar 2,5 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu yakni 1,66 juta penumpang,” papar Presiden Direktor PT Angkasa Pura (Persero) II Muhammad Awaluddin dalam keterangan resminya, Selasa (25/6/2019).

Dilanjutkan, jumlah penumpang LCC sepanjang Januari hingga Mei 2019, mencapai 1,70 juta penumpang. Angka itu naik sekitar 2,5 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu yakni 1,66 juta penumpang.

Secara year to date (1 Januari – 9 Juni 2019) jumlah penumpang LCC rute internasional tercatat 1,80 juta orang. Angka ini naik 2,27 persen bila dibandingkan dengan periode 1 Januari – 9 Juni 2018, yakni 1,76 juta orang. “Tren kenaikan jumlah penumpang ini sekaligus menandakan penerbangan di segmen LCC masih direspons positif oleh pasar,” sambungnya.

Untuk lebih mendorong pertumbuhan LCC, AP II sejak 1 Mei 2019 mengoperasikan International Low-Cost Carrier Terminal (LCCT) di Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Dalam satu bulan beroperasi (1-31 Mei 2019), jumlah penumpang di International LCC Terminal 2F mencapai 277.666 orang.

Jumlah ini naik 1,53 persen dibandingkan 1-31 Mei 2018, yakni 273.490 orang ketika operasional maskapai LCC masih di beberapa terminal. “Kami bergerak cepat untuk meraih potensi pasar yang terus tumbuh ini dengan mengoperasikan International LCC Terminal 2F sekaligus menandakan ini adalah LCCT pertama di Indonesia,” lontarnya.

Pada periode Angkutan Lebaran 2019 jumlah penumpang di International LCC Terminal 2F juga mengalami lonjakan hingga mencapai 10.000-12.000 orang per hari. Padahal, kondisi normal hanya sekitar 7.000-8.000 orang per hari.

Ia optimis kehadiran International LCC Terminal 2F tersebut akan semakin menggairahkan pasar penerbangan di segmen LCC, sehingga secara langsung dapat membantu industri pariwisata nasional. “International LCC Terminal 2F adalah langkah nyata bagi Soekarno-Hatta untuk bersaing dengan LCCT lainnya yang ada di Asia Tenggara untuk merebut pasar,” kata dia.

Sebagai informasi, International LCC Terminal 2F saat ini melayani penerbangan rute internasional dari AirAsia Group, Cebu Pacific, Citilink, Lion Air Group dan Jetstar Asia. Adapun pada 1 Juli 2019, Tiger Scoot juga akan menyusul pindah ke terminal itu. “Kami menargetkan akan semakin banyak maskapai LCC yang mau membuka rute baru dari dan ke International LCC Terminal 2F,” jelasnya.

International Terminal 2F didesain untuk mengutamakan kepraktisan, kecepatan dan kemudahan. Maka dari itu,jumlah check-in desk di International LCC Terminal 2F akan dikurangi dari 20 unit pada 2020 menjadi 10 unit pada 2022. Di sisi lain, jumlah fasilitas self check-in ditambah menjadi 40 unit.

Seiring dengan itu, fasilitas self bag drop ditambah dari 10 unit pada 2020, menjadi 20 unit pada 2022. “Technology implementation for value added service yang mengandalkan web check-in, self check-in dan self bag drop ini sejalan dengan konsep maskapai LCC dan juga bertujuan untuk menciptakan International LCC Terminal 2F yang hassle-free dan stress-free,” ujarnya.

Sebagai gantinya, International LCC Terminal 2F akan memberikan pengalaman perjalanan yang menyenangkan. Dengan demikian, pelayanan akan meningkat dan di sisi lainnya Soekarno-Hatta akan mampu meraih pasar LCC di Asean. (redaksibisniswisata@gmail.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here