Gempa Jatim Terasa di Bali, Pihak Hotel Sempat Evakuasi

0
245
IMF-Bank Dunia Tak berdampak dongkrak kunjungan wisatawan mancanegara

NUSA DUA, bisniswisata.co.id: Gempa tektonik berkekuatan 6,3 SR terjadi di sekitar wilayah laut Bali, sekitar 55 km dari Situbondo, Jawa Timur, pada pukul 01.57 WIB, Kamis (11/10) dinihari. Getaran gempa itu paling kuat terasa di Kabupaten Sumenep dan Situbondo, Jawa Timur. Meski begitu, intensitas gempa dirasakan hingga Bali sampai Lombok.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menjelaskan getaran gempa itu tak menimbulkan kepanikan di kawasan Ngurah Rai, Kabupaten Badung, Bali. Meskipun begitu, imbauan sempat diberikan pihak-pihak hotel kepada para tamu untuk melakukan evakuasi keluar dari bangunan.

Salah satu yang terpantau adalah di Hotel Hilton Garden Inn dan sekitarnya di Jalan Ngurah Rai. “Sudah kasih pengumuman. Kepada semua tamu bahwa ada gempa sekarang diimbau turun,” ujar Kriszaldi salah satu karyawan di hotel di Denpasar, Kamis (11/10/2018).

Walaupun telah ada pengumuman imbauan keluar bangunan, dari puluhan tamu yang menginap di sana hanya sedikit yang terlihat keluar. Menurut Kriszaldi, sejumlah tamu yang keluar dari bangunan pun tak memperlihatkan kepanikan berlebihan. “Mereka turun tapi tidak yang kaget atau panik berlebihan karena kan hanya beberapa menit saja,” tutur Kriszaldi.

Tak berselang lama pasca gempa, pihak hotel pun memastikan dulu keamanan di sana sebelum menginstruksikan tamu untuk kembali ke kamar masing-masing. Kriszaldi pun menyebut gempa bumi pagi dini hari tadi tak menyebabkan kerusakan sedikitpun pada bangunan hotel tempatnya bekerja.

Seperti dilansir CNNIndonesia.com, seluruh tamu pada pagi ini tetap sarapan dengan santai dan tidak ada perubahan operasional atau pengamanan di hotel. Selain itu, tak ada kerusakan pada dinding hotel akibat gempa tersebut.

Salah satu tamu tak keluar saat gempa terjadi, Fia, mengaku ia baru tahu adanya gerakan lempeng bumi itu saat bangun tidur pada pagi tadi. Ia pun kaget saat mengetahui informasi tersebut. “Tidak terasa, karena saya sudah tidur jam satu pagi (WITA),” ujar Fia.

Meski kaget, Fia mengaku tak khawatir kondisi di Bali. Pasalnya, ia sadar saat ini Indonesia memang rawan gempa. Dan, ia pun memastikan akan tetap melanjutkan kegiatannya di Bali. “Saya tidak berniat pulang, karena masih ada tugas di sini,” katanya.

Senada, tamu lainnya, Tri juga sudah tertidur ketika gempa bumi terjadi pada dini hari tersebut. Perempuan yang juga sedang bertugas di Bali ini mengaku sudah tertidur pulas sebelum pukul 11.00 WITA. “Kaget. Pas bangun-bangun tahu kalau ada gempa, sempat panik tapi yakin akan baik-baik saja,” kata Tri.

Delegasi IMF-Bank Dunia Tak Waswas

Sementara Para delegasi pertemuan tahunan negara-negara anggota Dana Moneter Internasional (Annual Meeting Interntional Monetary Fund-World Bank/AM IMF-WB) 2018 di Nusa Dua, Bali tampak tidak khawatir dengan guncangan gempa Jatim berkekuatan 6,3 SR yang terasa hingga Pulau Dewata pada Kamis (11/10) dini hari.

Chris (45), delegasi dari Kanada mengaku tidak merasa ada guncangan gempa pada dini hari tadi karena telah pulas tertidur. Dia pun baru mendengarkan informasi gempa yang episentrumnya 55 km dari Situbondo itu saat mulai beraktivitas pagi tadi. “Saya tak merasakan, tapi saya mendengar dari sesama rekan delegasi telah terjadi gempa. Saya rasa ini tidak perlu dikhawatirkan karena pusat gempa bukan di sini,” ujarnya.

Sekalipun ada gempa susulan dan berada di Bali, Chris mengaku tetap tidak khawatir. Pasalnya, ia mendengar Indonesia memang negara yang mudah diguncang gempa dan percaya pada upaya mitigasi serta penanggulangan gempa di Indonesia. “Saya sudah dengar beberapa waktu lalu terjadi gempa di Indonesia, bahkan gempa dan saya dengar. Semua pihak menganggap Indonesia bisa mengatasinya. IMF dan World Bank juga mengatakan demikian,” kata dia.

Serupa Chris, Ana Yaroslav (38) yang merupakan delegasi dari Rusia mengaku tak merasakan getaran gempa pula semalam. Dan, serupa Chris, Ana pun menyatakan tidak khawatir. “Sebelum ke Bali, saya sudah tahu dan merasa semua tetap akan baik-baik saja walau sudah terjadi gempa dan masih akan terjadi gempa,” ucapnya.

Sekalipun akan terjadi gempa susulan, ia menilai panitia acara perlu segera mengomunikasikan langkah-langkah yang harus dilakukan para tamu dan delegasi dari negara-negara lain untuk proses evakuasi. “Saya rasa tidak khawatir bila harus dilakukan evakuasi dan lainnya,” kata dia.

Ketua Pelaksana Harian AM IMF-WB 2018 Susiwijono mengatakan panitia nasional akan segera memberikan keterangan resmi mengenai gempa Jatim pada pukul 11.00 Waktu Indonesia bagian Tengah (Wita) di Nusa Dua, Bali. Pertemuan tahunan IMF-Bank Dunia itu sendiri rangkaian acaranya digelar di Nusa Dua, Bali, kurun waktu 8-14 Oktober 2018.

Berdasarkan rilis dari BMKG, gempa 6,3 SR yang terjadi dini hari tadi terjadi di laut pada kedalaman 12 km, dengan jarak 55 km di arah timur laut Kota Situbondo, Jatim.

“Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal yang diperkirakan akibat aktivitas patahan di zona back arc thrust. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi di wilayah Laut Bali ini, dibangkitkan oleh deformasi batuan dengan mekanisme pergerakan sesar naik,” demikian keterangan BMKG.

Berdasarkan analisis peta gempa dirasakan, intensitas gempa dirasakan III-IV MMI di Denpasar, III MMI di Karangkates, III MMI di Gianyar, III MMI di Lombok Barat, III MMI di Mataram, III MMI di Pandaan. (EP)

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.