DUBAI, bisniswisata.co.id: Pariwisata Dubai Uni Emirat Arab selalu memiliki daya tarik tersendiri. Meski terkenal dengan hal yang mewah dan memesona, Dubai juga menyimpan kekayaan budaya ala penduduk lokal yang patut dieksplorasi.
Hingga kini kearifan lokal Dubai masih terjaga dengan baik. Beberapa kebudayaan yang singgah di Dubai bisa dirasakan dengan mengunjungi beberapa tempat, antara lain:
#. Memahami budaya Emirati
Banyak yang memiliki pandangan tersendiri soal budaya timur tengah. Di Sheikh Mohammed Centre for Cultural Understanding (SMCCU), Anda bisa merasakan sendiri dan bertanya langsung seputar budaya asli tradisional Uni Emirat Arab. Dengan slogan “Open Doors, Open Minds,” para petugas di sana akan menjawab semua pertanyaan Anda soal budaya timur tengah. Bahkan jika itu menyinggung hal yang sensitif. SMCCU sudah membantu para pengunjung untuk mendapatkan pemahaman lebih baik tentang kehidupan emirat di Dubai.
Singgah di Dubai dengan Nuansa Kental Budaya, Mau Coba?
#. Cultural heritage
Selain bertanya di SMCCU, ada beberapa tempat yang bisa Anda kunjungi dalam sebuah tur. Salah satunya tur cultural heritage. Seorang Emirati akan membawa Anda mengunjungi Mesjid Diwan dan wilayah bersejarah Al Fahidi. Al Fahidi merupakan salah satu kawasan tradisional tertua di Dubai. Secangkir kopi Arab dan kurma akan menjadi penutup tur Anda. Tur berikutnya, Anda bisa mengunjungi Creekside. Anda akan diajak menaiki abra untuk menyeberangi Dubai Creek, mengunjungi pasar emas tradisional, pasar rempah-rempah, dan pasar kain tradisional.
#. Menikmati daging unta
Selain menjadi kendaraan tradisional, unta memiliki peranan penting dalam sejarah Emirat. Dari segi busana hingga penyedia bahan pangan. Biasanya, daging unta disajikan dalam acara pernikahan atau acara spesial lainnya. Daging unta ini bisa Anda cicipi dalam bentuk koftah atau bakso di Local House. Tempat ini sudah menyajikan daging unta sebagai makanan autentik lebih dari satu dekade. Daging unta diolah menjadi sup, burger, kebab, dan biryani.
#. Sensasi susu unta
Sensasi lainnya, menikmati susu unta bisa ditemukan di Majlis, Dubai Mall. Susu unta sendiri memiliki kandungan vitamin yang banyak. Kandungan vitamin ini berfungsi untuk mengurangi kanker usus besar. Bagi beberapa orang mungkin akan menghindari susu unta karena rasanya yang begitu kuat. Pernahkah Anda coba burger dengan daging unta? Di Dubai, Anda bisa mencicipti makanan cepat saji ini dengan kalori yang lebih rendah dibanding daging sapi. Rasanya sangat mirip dengan daging domba. Anda pun bisa mendapatkannya di Switch, di Dubai Mall.
#. Lomba Balap unta
Jika di Indonesia ada lomba sapi yang disebut dengan karapan sapi, di Dubai terdapat lomba balap unta. Agak sulit untuk menemukan tradisi ini di Dubai. Namun Anda bisa mengunjungi Al Marmoon Racetrack di Jalan Al Ain untuk menyaksikannya. Memang binatang berpunuk ini memang tak bisa dipisahkan dari kehidupan dan budaya masyarakat gurun. Sejak puluhan abad lalu, unta menjadi alat transportasi warga asli Timur Tengah untuk melewati gurun pasir. Karena zaman sudah modern, kini unta mengalami pergeseran fungsi, namun masih menjadi bagian dari kehidupan mereka.
Warga Emirat Arab menjadikan unta sebagai ajang balap, dengan hadiah yang sangat menarik. Balap unta di Dubai tidak main-main. Hampir semua kalangan bisa mengikuti, bahkan hingga ke keluarga Sheikh, atau penguasa Emirat. Menariknya lagi, balap unta di Dubai tidak lagi menggunakan joki, melainkan robot kecil dengan pemancar dan pengendali jarak jauh.
Sang pemilik cukup mengejar unta dengan mobil berkecepatan sama, dan mengendalikan untanya melalui remote. Balap unta Dubai berhadiah multijuta dollar. Pemilik unta tercepat berhak atas hadiah USD 3 juta serta mobil mewah. Hadiah tersebut disiapkan oleh Pemerintah Dubai, dengan tujuan mempertahankan budaya turun temurun. Meski hadiahnya sangat besar, namun tidak ada taruhan atau judi, karena dilarang dalam Islam.
#. Seni berburu elang
Berburu menjadi salah satu tradisi yang cukup melekat dalam sejarah Dubai. Falconry menjadi salah satu yang tertua di Dubai. Pelatihan dan perburuan elang menjadi bagian dari sejarah Emirat sejak abad ke 13. Kini, falconry menjadi olahraga bernilai jutaan dollar. Anda bisa menyaksikan budaya ini di Dubai’s Falcony and Heritage Sports Centre di Nad Al Sheba. Di sini, Anda juga bisa menemukan pasar tradisional pusat yang menjadi tempat jual beli elang secara legal. (NDY)