Cocktail Berbahan Lokal & Tradisional Mulai Dihidupkan

0
147
Cocktail dengan bahan bahan lokal dan tradisional - ilustrasi (Foto: Repro Google)

SURABAYA, bisniswisata.co.id: Grand Dafam Signature Surabaya melakukan inovasi dengan menghadirkan Cocktail dengan bahan Lokal & Tradisional Nunsatara. Untuk menghidupkan itu, dengan menggelar Mixology Competition 2019, pada Kamis (4/4/2019). Even pertama kali digelar ini mendapat sambutan luar biasa. Sebanyak 28 mixologist dari resto, kafe dan pub di Surabaya juga kota Jatim, Bali dan Makassar, ambil bagian dalam kompetisi ini.

“Para peserta wajib meracik minuman dengan bahan lokal sebagai salah satu bahannya misalnya kunyit, jahe atau lainnya. Hasilnya memang menakjubkan beragam cocktail unik dengan bahan tradisional pun lahir. Dan ini sesuatu yang luar biasa,” papar PR Manager Grand Dafam Signature Surabaya, Christina Helen dalam keterangan remsinya, Jumat (05/04/2019).

Diakui, kompetisi ini baru pertama kali diadakan dan rencananya akan menjadi event tahunan di Surabaya. Mixology Competition juga menandai dibukanya Previere Bar and Lounge di hotel Grand Dafam Surabaya.

F&B Manager Grand Dafam Surabaya, Tomi Nugroho menambahkan banyak yang belum mengetahui perbedaan antara bartender dan mixologist. Sebenarnya keduanya memiliki peran yang sama, meracik minuman. Bartender meracik minuman yang enak dipandang maupun dicicipi, sedangkan mixologist meracik minuman yang memiliki cerita di baliknya.

Minuman hasil racikan mereka akan terasa unik dan khas, karena menggunakan campuran produk luar negeri dan bahan tradisional. Para peserta juga harus menjelaskan tentang racikannya, bahan yang digunakan dan mengapa menggunakan bahan tersebut, jelasnya.

“Mocktail kan identik dengan minuman dari merek luar. Di kompetisi ini, para mixologist meramunya dengan bahan lokal. Jadi rasanya pasti spesial. Tamu yang datang kan bukan cuma bule atau dari negara-negara lain, tapi juga banyak dari lokal. Mereka tentu tidak mengira jika cocktail yang disajikan ternyata ada bahan tradisionalnya,” ujarnya.

Setiap peserta mendapat waktu 7 menit untuk meracik satu minuman. Hasil racikan mereka dinilai oleh tim juri berdasarkan teknik pembuatan, rasa dan presentasi. “Meracik cocktail dengan bahan lokal menjadi tantangan bagi para peserta,” ungkap Tomi.

Selain itu, sambung dia, Mereka harus pintar meramu dengan bahan dari luar, apakah cocok atau tidak. Misalnya apakah kunyit cocok dipadu dengan suatu jenis minuman dari luar, bagaimana rasanya.

Ichya Ulumudin, salah seorang peserta meracik cocktail yang salah satu bahannya ciplukan. Buah ini memiliki banyak manfaat yaitu sebagai antioksidan, anti-infamasi dan bisa menurunkan kadar kolesterol dalam darah. Ia membuat ciplukan sebagai foam di atas minuman racikannya.

Ada pula yang menggunakan kodondong yang diambil sarinya dicampur dengan bahan-bahan lain di antaranya jus cranberry. Untuk menguatkan kesan tradisional, ada peserta yang menyajikan cocktail racikannya dalam wadah mug blirik hijau seperti yang biasa dipakai kakek nenek zaman dulu.

Yoga Ari Pratama dari Pentagon Club Surabaya, menggunakan pasta asam jawa, vodka, air kelapa segar, sirup markisa dan jus nanas sebagai bahan cocktail racikannya yang dinamai Hindi 21. Rasanya menyegarkan, manis campur asam.

“Asam jawa karena terinspirasi dari pohon ini yang tumbuh di halamannya. Bahkan asam jawa bermanfaat bagi kesehatan antara lain menyembuhkan flu. Karena itu, asam jawa biasa digunakan sebagai minuman jamu,” komentarnya. Mau Coba? (NDY)

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.