ART & CULTURE ENTREPRENEUR KULINER

Bulerabica: Ramadhan Kareem & Rasa Adalah Yang Terpenting 

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Memasuki bulan Ramadhan, pepatah akrab bagi banyak Muslim di seluruh dunia adalah, ‘Ramadan Mubarak’ yang berarti ‘Ramadhan yang diberkati’ atau ‘Ramadan Kareem’ yang diterjemahkan menjadi ‘Ramadhan Ramah’, 

Kedua istilah tersebut berasal dari bahasa Arab dan ungkapan itu ramai di kirimkan lewat WA Grup dan media sosial lainnya sebagai suatu cara dimana banyak Muslim menyambut bulan puasa antara keluarga, teman dan tetangga untuk mengawali hari pertama puasanya.

Bagi Paul Wouters, pria bule yang cinta kopi asli Indonesia dan memproduksi kopi premium dari berbagsi jenis, ungkapan Ramadhan Kareem di sampaikannya lewat gambar jendela dekoratif mesjid ala Timur Tengah bertuliskan “Kopi Ramadan” yang disebarkannya pada sahabat dan kerabatnya.

Hal yang memikat lewat kiriman di  WhatsApp Messenger ( WA) itu adalah di kemasan kopi yang dominan warna putih itu ada tulisan yang memiliki kesan personal yaitu: “ForYou-Coffee-Untukmu” di kiri atas kemasan. 

Dia memang sudah menyiapkan beragam hampers untuk dikonsumsi selama bulan Ramadan maupun Lebaran. Dari 03 April hingga 04 Mei 2022  tersedia BULERABICA “Kopi Ramadan”  tersedia untuk diminum saat Sahur atau berbuka puasa.

“Pokoknya Anda dapat mencerahkan momen selama Bulan Suci Ramadhan dengan menyajikan sedikitnya 7 cangkir  kopi Jawa atau Sumatra. Kopi Indonesia yang dicampur seimbang dan bisa dinikmati untuk bersama teman-teman,” ujarnya.

Dikemas dalam kantong flatbottom berkualitas dengan ritsleting dan katup, 100 gr kopi tubruk atau 4 kantong porsi tunggal akan tersedia untuk *paket Rp65.000* saja karena biasanya harga normal Rp75.000.

Untukmu

Minum kopi yang sudah menjadi kebiasaannya setiap hari membuat Paul tertantang banyak belajar hingga berkesimpulan menikmati minuman kopi bukan asal teguk.

 ” Rasa adalah penting oleh karena itu proses untuk mendapatkan rasa yang terenak menjadi perhatian penuh bagi saya ” ungkap penggemar kopi Mandailing ini.

Tak tanggung-tanggung, setelah menemukan beragam jenis kopi di Indonesia, konsultan industri pembayaran perbankan yang lama tinggal di Malaysia ini langsung hijrah ke Indonesia.

Cinta pada beragam jenis kopi dan rasa yang diciptakan oleh biji-biji kopi itu bahkan membawanya traveling ke berbagai sentra perkebunan kopi di seluruh Indonesia sehingga tahu persis rasa kopi dari tanah yang berbeda-beda.

Kopi dari tanah Jawa, Sumatra, Bali, Aceh, semuanya berbeda-beda hingga di apartemennya di Jakarta, Paul sedikitnya memiliki 80 jenis campuran kopi asli Indonesia termasuk kopi dampit dari kawasan Blitar yang tak banyak orang tahu.

Paul mengaku, tak jarang saat dipelosok dia bergabung dengan penduduk lokal untuk ngopi bareng di kedai kopi pasar tradisional. Setiap dia keluar kota bahkan keluar dari apartemennya, dia akan mencoba minum kopi dari berbagai jenis dan rasa.

Paul Wouters ( tengah) bersama Bagas Hapsoro, mantan Dubes RI di Swedia dan kalangan pers

Karir sebelumnya sebagai Consultant Islamic Wealth Management yang  kaya dalam konsultasi strategis lintas budaya sebagai profesional yang berlatar belakang hukum membuatnya harus berpindah-pindah tempat tinggal.

Selain Malaysia, misalnya dia lama tinggal di negara-negara Islam Teluk  yang tergabung dalam Gulf Coorporation Council ( GCC), Turki,  Asia Tenggara, AS/Kanada, dan Eropa. 

Paul a.l pernah menjadi Global Channel Manager transaksi perbankan (manajemen uang tunai, internet dan mobile banking) untuk Wirecard WDTI Indonesia dengan pengalaman di pasar di seluruh Asia Tenggara.

Jago dalam pemahaman pasar dan penataan produk di berbagai segmen pasar.   Dia juga mahir dalan pembuatan dan pengembangan saluran serta pengalaman dengan in-house training/workshop.

Dia juga kerap memberikan presentasi motivasi dan telah menerbitkan secara ekstensif berbagai majalah di seluruh dunia (baik profesional dan industri terkait), misalnya di International Financial Law Review, IBA International Bar Association, Majalah Fortune Turki, Euromoney dan lainnya.

Dunia profesional yang digelutinya memang akrap dengan minuman kopi, namun Paul sendiri tidak pernah menyangka untuk mengambil keputusan meninggalkan jejak karirnya dan banting stir mendalami masalah kopi di Indonesia.

Tak heran brand yang dipakai Bulerabica dan ungkapan ForYou-Coffee-Untukmu selalu dicantumkannya karena kopi kini menjadi bagian dari hidupnya sehari-hari ibarat sebuah keluarga.

Paul jadi memperhatikan bagaimana cara keluarga petani menyongsong masa depannya. Bagaimana anak milenial dan Gen Z bersikap atas usaha orangtuanya yang bergerak di bidang perkebunan kopi.

” Terus terang cara pandangnya berbeda-beda sehingga pemilik kebun-kebun kopi harus bisa transfer ilmu yang baik kalau usahanya mau langgeng dan diteruskan anak-anaknya. Saya prihatin juga dengan masalah edukasi kopi kepada penerus sebagai harta karun Indonesia,”

Di Jawa Timur, misalnya, dengan lahan yang lebih terbatas dibanding Sumatra namun visi ke depan para petaninya sudah terlihat nyata dan menghasilkan vatietas-varietas baru.

Paul yang mahir menyiapkan hampers untuk segala macam perayaan keagamaan maupun event-event tertentu mengatakan  bahwa rasa adalah segalanya dan jauh lebih penting.

 Itulah sebabnya Taste Matters yang menjadi slogannya selalu dijaga, tegasnya saat berpisah dengan semangat serta optimisme kopi Indonesia segera mendunia.Semoga !.

 

Hilda Ansariah Sabri

Pendiri, Pemimpin Umum, Pemimpin Redaksi dan pemegang sertifikasi Wartawan Utama Dewan Pers dan Ketua Departemen Pariwisata PWI Pusat (2018-2023)