ENTREPRENEUR HALAL NEWS SOSOK

Anton Thedy:  Saatnya Mendorong Wisatawan Domestik Menjelajah Negri

CANGGU, bisniswisata.co.id: Kalau ada tokoh travel agent yang konsisten menyuarakan wisata domestik, maka kalangan pers terutama akan menyebut satu nama yaitu Anton Thedy, Managing Director TX Travel.

Saat travel agent berlomba-lomba untuk mendorong masyarakat berwisata ke luar negri, Anton yang mengawali karirnya sebagai grosir paket wisata dalam dan luar negri tetap memprioritaskan menjual paket wisata domestik. 

Tahun 2014 bersama Arif Firmansyah, jurnalis sekaligus penulis buku yang telah mengelilingi Nusantara, Anton membuat buku 50 Wisdom ( Wisata Domestik )

“Soalnya tidak ada panduan wisata Dalam Negeri, cuma ada wisata Luar Negeri,” tegas Anton Thedy  saat mengungkapkan latar belakang pembuatan buku tersebut.

Lagi pula kata Anton sudah saatnya bagi putra bangsa untuk turut memajukan wisata domestik dari negaranya yang memang kaya dengan berbagai destinasi wisata menarik. Buku ini mencakup 50 destinasi yang menjadi ikon di setiap provinsi. 

Anton yang ketika SMP sudah  traveling sampai Medan dan Lombok ini mengatakan dari 34 provinsi di Indonesia, masing-masing memiliki perwakilan di bukunya dan ada provinsi yang diwakili dua sampai tiga destinasi tergantung potensi daerahnya.

Sepanjang pandemi COVID-19 semangatnya juga tidak pernah padam membahas dunia pariwisata lewat akun Live Instagram story, IGTV, video dengan mengundang pelaku pariwisata, melakukan virtual tour hingga kegiatan mentoring.

Aktivitasnya di awal pandemi saat semua orang mulai bekerja dan bersekolah dari rumah bisa seharian melakukan wawancara, siaran radio dan Live Instagram Story untuk menyemangati karyawannya sendiri, mitra kerja maupun masyarakat umum terutama industri pariwisata.

Maklum sebagai travel grosir pertama di Indonesia yang dikembangkan secara franchise, kini sudah ada 256 cabang TX Travel yang tersebar di 60 kota di Indonesia. Industri pariwisata global yang langsung terpuruk karena berhentinya ekosistem pariwisata internasional justru membuatnya semangat untuk memotivasi semua kalangan.

Anton bahkan tidak segan-segan mendorong karyawan dan mitra-mitra yang tersebar di dalam dan luar negri untuk move on, mengubah model bisnis, menciptakan peluang dimasa pandemi, mengubah pengeluaran tetap jadi penghasilan dan berbagai strategi lainnya untuk bertahan hidup.

” Senangnya saya ikut panen caisim organik karya anak saya ( karyawan). Mereka cepat tanggap saat kantor tutup tidak ada penghasilan, ada yang jualan sayur organik, jual makanan dan kue-kue dan saya undang cerita di IGLive,” katanya.

Ikuti tren wisata 

Menyesuaikan paket wisata dengan tren wisata di era pandemi, Anton misalnya sejak Juli tahun 2020 sudah menjual paket wisata yang dekat dari Jakarta begitu obyek wisata sudah boleh dibuka.

“Berwisata sudah menjadi lifestyle  dimana setelah sekian lama di rumah, masyarakat memendam kerinduan untuk pergi refreshing. Tren ke alam, jarak masih dekat dari rumah dan bisa dicapai dengan kendaraan itulah yang dicari,” kata Anton Thedy.

Dia mencoba menawarkan beberapa paket wisata ke sejumah lokasi yang tak jauh dari Ibu Kota. “Saya pilih Bandung, Bogor, Tanjung Lesung, Purwakarta dan ternyata banyak peminatnya,”

Banyak peminat paket wisatanya meski sebelum jalan-jalan dimulai, anggota grup WAG yang menjadi konsumennya  mencecar Anton Thedy dengan sejumlah pertanyaan, mulai dari apakah sopir mini busnya menjalankan protokol kesehatan, apa atribut yang wajib digunakan, haruskah menyertakan hasil tes COVID-19, dan lain-lain. 

Follower Instagram, Twitter, YouTube dan media sosialnya paham betul tiada hari untuk pesimistis dan malas. Kata-kata bijak penuh motivasi mengalir deras dari akunnya untuk terus menebar kebaikan dan optimisme di muka bumi.

” Orang yang takut gagal adalah orang yang sudah gagal. Lebih baik gagal dari pada tidak mencoba sama sekali. Ayo lakukan perubahan sekarang juga supaya besok ada perubahan. Ibarat atlit yang harus terus berlatih maka pandemi global adalah sarana berlatih yang bagus dan ketika sudah hilang tinggal siap memanfaatkan momentum,”  kata Anton di berbagai kesempatan.

obyek wisata

Setiap hari ada saja kegiatannya di undang zoom meeting berbagai organisasi maupun komunitas. 7 Desember 2020 total kegiatannya di dunia maya sejak awal pandemi adalah 707 IGLive dan zoom. Pemecah rekor MURI untuk franchaise travel agent di Indonesia ini layak mendapat MURI lagi untuk konsistensinya di Instagram.

Di lain hari pengalaman putri tertuanya yang berkantor pusat di Singapura harus menjalani karantina dan mendapat pengalaman buruk di hotel tempatnya menginap malah menjadi obrolan menarik. Anton mengajak pemirsanya  untuk mensyukuri semua hal yang jadi keunggulan hospitality dan layanan jasa di tanah air tercinta.

Postingannya bisa menjadi inspirasi bagi banyak orang, bahkan berkah juga bagi mitra-mitra kerjanya karena bukan hanya kalangan perhotelan yang bisa mendapat manfaat darinya.

Pemilik private jet, penjual modem yang bisa digunakan dari berbagai operator selular hingga pemilik warung di Tanjung Lesung dan Purwakarta juga kecipratan rejeki jika dikunjunginya

Anton, misalnya, tak segan -segan mempromosikan Tanjung Lesung Resort yang di dalamnya ada Ladda Bay Village, ada cottage, ada Mongolian cultural centre baik pada masyarakat umum maupun komunitas pengusaha yang bisa menjadi investor. 

Para pengusaha itu dikumpulkannya untuk bisnis trip seharga Rp 2 juta/orang namun mereka mendapatkan informasi peluang bisnis yang lengkap dari salah satu 10 destinasi prioritas yang sudah ditetapkan pemerintah. 

” Sekarang 4 jam untuk kesana tapi tahun 2022 ketika kawasan yang dikelola Jababeka itu toll nya sudah dibuka maka waktu terpangkas jadi 2 jam dan banyak peluang bisnis yang teman-teman bisa garap di Kawasan Ekonomi Khusus ( KEK)  ,” ungkap Anton semangat.

Lain waktu dia gencar promosikan Hidden Valley Hills Purwakarta yang jaraknya bisa ditempuh kendaraan selama 2 jam dari Jakarta. Resort di atas bukit itu memukau dan cocok untuk liburan keluarga.

Entah karena kurang promosi, yang jelas dari komentar yang muncul banyak yang terheran-heran wisata lokalpun bagi warga Bekasi yang lebih dekat ke Purwakarta ternyata ada yang mewah, dekat  dan terjangkau kantong.

Berlomba berbuat kebaikan 

“Setiap hari jangan pernah berhenti berbuat kebaikan meskipun kebaikan yang kita lakukan tidak dihargai orang,” kata Anton yang melabelkan diri Si Tukang Jalan-jalan.

Sekecil apapun informasi yang dia berikan adalah sebagai empati di masa pandemi global. Jadi jangan heran kalau ketika ke Tanjung Lesung, misalnya, dia langsung merekomendasikan tempat-tempat kuliner setempat yang enak dan memenuhi prokes tentunya ke medsosnya.

” Jangan lupa mampir ke restoran legendaris Sambal Hejo Sambel Dadakan ( SHSD) di Purwakarta. Jangan lupa santap sate cumi segar di warung Bu Entin dan oleh-oleh otak-otaknya yang  enak harga Rp 2000/ buah dari Tanjung Lesung,”

Caranya mengedukasi masyarakat untuk memiliki penghasilan antara lain dengan membangun jaringan bisnis Reseller Agency ( RTA) melalui Whatsapp Grup ( WAG), Instagram dan pelatihan-pelatihan dikemas dalam Edutrip

Jadi harapannya ketika COVID-19 lenyap di muka bumi maka  anggota RTA sudah bisa langsung on memanfaatkan momentum.

Kalau mau diperhatikan segala aktivitasnya memasarkan wisata lokal atau wisata domestik di akun medsosnya maka lagu dangdut dan Tik-Tok an bisa jadi media Anton untuk menghibur dan memotivasi orang.

Caranya mengajak orang yang walau sangat ingin jalan-jalan lokal maupun wisata domestik terdekat, tapi masih takut pergi karena berbagai alasan dilakukannya juga interaktif dan mengundang komentar.

Ada satu hari Anton tampilkan foto-foto, kadang hanya bunga-bunga yang ada di Tanjung Lesung, bunga Teratai di Padang Golf atau bunga di halaman hotel-hotel promo tempat staycation.

” Kamu suka jalan-jalan kemana ?, kalau saya suka kemana saja karena jalan-jalan adalah darah daging saya,” kata perancang tour sejak kelas dua Sekolah Dasar di Sukabumi ini.

Meskipun dunia sudah terpapar virus Corona selama 19 bulan yang dimulai dari Wuhan, dia menyadari belum ada perubahan dari pola jalan-jalan masyarakat terutama di Indonesia.

“Kalau ditawarin paket staycation tetap pilihnya saat week-end, padahal di jaman pandemi dari TK sampai anak kuliahan sekolahnya dari rumah,” 

Mereka yang bekerja juga rata-rata semua dari rumah apalagi ada Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat ( PPKM) darurat, tambahnya.

” Padahal kerja bisa dimana saja. Saya kerja dari Bali satu bulan lalu dilanjutkan  lagi untuk 3 bulan ke depan. Intinya kondisi pandemi kita  kerja bisa sambil jalan-jalan jadi tidak usah nunggu week-end atau liburan tahunan,” kata Anton tergelak.

Kalau jalan-jalan di hari kerja harga lebih murah, tidak ada kemacetan lalu lintas untuk mencapai destinasi, tidak ada kerumunan orang, bisa beraktivitas maksimal, foto-foto tidak banyak orang. Inilah jalan-jalan di jaman NOW, jelasnya.

Wisata Vaksin, Layu sebelum berkembang.

Hasil Work from Bali ( WfB) Anton Thedy sendiri sudah bisa langsung jalan ketika pemerintah mengumumkan program WfB untuk para Aparatur Sipil Negara ( ASN ) di lingkungan BUMN awal Juni 2021 dimana rapat-rapat kerja dipusatkan di Bali untuk bangkitkan ekonomi Bali yang masih minus dari tahun lalu.

Saat digandeng Kemenparekraf dan industri pariwisata Bali, TX Travel juga langsung siap dengan Wisata Vaksin yang digagas bersama para stakesholder. Harapan sudah melambung, apalagi di Maladewa, Rusia, Amerika Serikat dan Uni Emirat Arab paket wisata Vaksin juga sudah sukses berjalan. 

Apa daya gelombang kedua COVID-19 menerjang lagi Indonesia dan  berbuah Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat  ( PPKM) darurat yang diperpanjang 3-26 Juli 2021.

Padahal sasaran wisata vaksin adalah para wisatawan domestik secara gratis kendati juga tidak menutup kemungkinan untuk mendistribusikan vaksin kepada wisman yang datang ke Bali ketika border dibuka.

” Hal ini bisa menjadi nilai tambah bagi turis yang diharapkan sudah bisa memasuki Bali pada kuartal II, sekitar Juli-Agustus 2021. Untuk wisatawan mancanegara bisa gunakan vaksin gotong royong atau mandiri yang sudah digagas dan dikoordinasi dengan Kementerian BUMN, kata Anton.

Paket wisata vaksin di Bali ini ditawarkan mulai dari harga Rp 4,1 juta per satu orang, belum termasuk tiket pesawat. “Jadi konsepnya 14 hari 13 malam,  Ini sudah termasuk dua kali vaksin dan tentunya fasilitas-fasilitas lain,” jelas Anton.

Setelah pelaksanaan dosis vaksin pertama, selama 14 hari, wisnus diberikan tempat menginap di hotel yang sudah bersertifikat CHSE dan dapat mengunjungi tempat wisata yang bersertifikat. 

Pada saat kepulangan, selain wisnus menerima vaksin ke-2, mereka juga memerlukan hasil negatif tes antigen sebagai syarat kembali ke daerah masing-masing.

Namun, dengan adanya lonjakan kasus Covid-19, bagaimana nasib wisata vaksinasi  ini ? Anton Thedy mengaku situasi saat ini berbeda dengan waktu ketika program ini dicanangkan. 

“Banyak dari travel agent yang akhirnya mundur karena keadaan sekarang yang tidak memungkinkan. Selain situasi yang penuh ketidakpastian, wajib tes PCR ke Bali diterapkan sejak 30/6/2021. Artinya, penumpang pesawat dengan tujuan Bali tidak bisa lagi menggunakan tes Covid-19 berbasis GeNose maupun rapid antigen,”

Meski begitu, dia mengajak agen perjalanan lain untuk tetap berdiri teguh membantu pemerintah karena apabila wisata vaksin terus berjalan, akan terjadi kebangkitan pariwisata Bali.

“Bali ini kehidupannya adalah pariwisata. Tujuan wisata utama yang ada dalam otak (top of mind) juga Bali. Di sini semua orang kehidupannya tersangkut dengan pariwisata sehingga penduduknya sangat welcome,” imbuhnya.

Belum ada program stimulus dari pemerintah untuk menggerakkan wisatawan domestik dengan harga paket, voucher diskon dll. Thailand, Singapura, Malaysia, Jepang sudah sejak tahun lalu memiliki program seperti ini.

“Bali adalah magnet terkuat pariwisata indonesia, kalau Bali bangkit maka pariwisata indonesia juga bangkit,” ujarnya tetap optimistis.

 

Hilda Ansariah Sabri

Hilda Ansariah Sabri, Pendiri, Pemimpin Umum, Pemimpin Redaksi dan pemegang sertifikasi Wartawan Utama Dewan Pers. Saat ini menjabat sebagai Ketua Departemen Pariwisata PWI Pusat ( 2018-2023)