Home INDEX Amerika & Australia Keluarkan Travel Warning ke Hong Kong

Amerika & Australia Keluarkan Travel Warning ke Hong Kong

0
11
Aksi demo di Hong Kong

WASHINGTON DC, bisniswisata.co.id: Amerika Serikat akhirnya mengeluarkan travel warning atau memberikan peringatan bagi warganya yang akan berwisata maupun bisnis menuju Hong Kong. Peringatan ini terkait rencana massa pro-demokrasi yang berunjuk rasa selama tiga hari di Bandara Internasional Hong Kong.

“Protes dan konfrontasi telah meluas, di mana polisi telah mengizinkan unjuk rasa atau demonstrasi,” jelas peringatan perjalanan di situs web Konsulat Jenderal AS di Hong Kong dan Makau pada Rabu mengutip Channel News Asia, Kamis (8/8/2019).

Bukan hanya Pemerintah Amerika, Pemerintah Australia juga telah mengeluarkan peringatan perjalanan bagi warganya yang akan melancong ke kota bisnis Hong Kong, juga merekomendasikan mereka “berhati-hati” karena kerusuhan di kota Hong Kong semakin meningkat.

“Protes menjadi lebih tidak terduga dan diperkirakan akan terus berlanjut,” kata Departemen Luar Negeri dan Perdagangan di situs web Smartraveller, Jumat (09/08/2019). “Daerah wisata telah terpengaruh. Ada risiko konfrontasi antara pengunjuk rasa dan polisi, atau orang-orang yang terkait secara kriminal, khususnya pada protes yang tidak sah.” sambungnya.

Unjuk rasa sendiri akan dilakukan di beberapa distrik di seluruh Hong Kong pada akhir pekan ini, dimulai pada Jumat (9/8), termasuk unjuk rasa selama tiga hari di bandara internasional Hong Kong.

Demonstrasi besar-besaran ini berawal dari tuntutan dicabutnya RUU Ektradisi yang memungkinkan tersangka dari Hong Kong bisa diadili di China. Meski RUU ditangguhkan, para demonstran ingin RUU itu sepenuhnya ditarik dan memperluas tuntutan mereka memasukkan penyelidikan independen terhadap dugaan kebrutalan polisi, amnesti bagi pengunjuk rasa yang dituduh melakukan kerusuhan, dan pengunduran diri pemimpin Hong Kong Carrie Lam.

Hong Kong sendiri merupakan bagian dari China di bawah prinsip “satu negara, dua sistem”, yang memastikan bahwa Hong Kong menjaga independensi peradilannya sendiri, legislatifnya sendiri dan sistem ekonomi.

Menurut Kepala kantor Urusan Hong Kong dan Makau Cina menjelaskan Hong Kong tengah menghadapi krisis terburuk sejak kembali ke China dari kekuasaan Inggris pada tahun 1997 akibat protes yang telah berlangsung selama dua bulan.

Setidaknya, Polisi Hong Kong telah menangkap 589 orang sejak protes dimulai pada Juni, yang termuda berusia 13 tahun. Ada pula ribuan pengacara Hong Kong, berpakaian hitam menyerukan kepada pemerintah untuk menjaga independensi hukum Hong. (NDY)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here