Oleh : Rini Clara
Foto : Rifzikka Atmadiningrat &
dokumen LeGareca
Satu lagi tempat untuk bersantai yang nyaman dan unik, hadir di Selatan Yogyakarta. Namanya LeGareca Space, berlokasi di Jl. Padokan Baru No.100, Kasihan, Bantul. Berikut empat tulisan terpadu dari keluarga Butet Kartaredjasa
JOGJAKARTA, bisniswisata.co.id: Unik dan menarik, LeGareca Space menjadi tempat bersantai yang Ramah Hewan dengan memadukan antara Cafe, Art Galery, Pet Hotel dan Pet Care, Penginapan dan Butik Kamidaur yang menjual baju-baju yang di daur ulang, dan Tribun untuk berbagai acara outdoor.
LeGareca menempati lahan seluas tak kurang dari 1.700 meter persegi. Lahan milik Aktor kawakan yang juga perupa Butet Kartaredjasa ini, sudah cukup lama menganggur, sebelumnya untuk usaha pengalengan makanan. LeGareca dikelola oleh dua putri Butet Kartaredjasa – Suci Senanti yang akrab disapa Ucis dan si bungsu Galuh Paskamagma.
“Awalnya, saya minta ijin Bapak hanya area depan saja untuk Cafe dengan halamannya yang luas. Tetapi Bapak minta sekalian saja ada galerinya. Maka, keluarlah desain seperti sekarang ini,” cerita Ucis.
Dengan adanya galeri yang diberi nama LeGareca Art Galery, berarti harus ada fasilitas penunjang yang lain. Apa yang bisa membuat orang tertarik untuk datang, tapi tidak hanya membidik satu market saja.
“Kalau hanya galeri dan makanan, agak segmented. Maka, saya perluas dengan area yang Pet Friendly, bisa membawa anjing atau kucing kesayangannya,” jelas Ucis.
Desain bangunan LeGareca Space terwujud setelah melewati isi kepala 4 arsitek.
“Awalnya saya yang membuat layout. Pertama, F&B di sini. Lalu area Selasar.
Saya sebutkan semua kebutuhan dan keinginan saya, juga keinginan Bapak.
Ucis lalu bergandengan dengan arsitek A. Tetapi arsitek A terlalu sibuk, sehingga apa yang sudah dibuat arsitek A, dia kembangkan lagi dengan arsitek B. Arsitek B dengan pikirannya sendiri mengolah ini, jadi
berubah lagi. Setelah selesai sampai di bagian bangunan besarnya, saya gandeng lagi arsitek C. Nah arsitek terakhir inilah yang sampai sekarang tandem dengannya.

Beragam fasilitas cafe, gallery dengan keunikan hingga Pet Hotel
“Kayaknya kita perlu menambah ini. Kayaknya desain yang itu terlalu heboh, nah kita ganti. Plus saya sebagai lulusan arsitektur. Jadi ada 4 isi kepala orang lulusan arsitektur yang pada akhirnya mewujudkan tempat ini,” Ucis menjelaskan panjang lebar.
Ada pun konsep bangunannya, di bagian depan begitu terasa unsur Indiesnya, dengan
jendela-jendela yang tinggi dan lebar. Semakin ke belakang, ruangan didesain lebih simpel, tidak banyak pernak-pernik.
“Kami memakai kusen bukan kusen kayu. Memang untuk kebutuhan estetika, kayu tetap yang utama, kayu kami tempatkan di bagian depan. Sedangkan untuk bagian belakang, kami memakai kaca.
“
Untuk pivot jendela kayunya, saya minta memakai kayu untuk pengudaraan. Kalau tidak memakai pivot, di dalam ruangan pasti
panas sekali, udara tidak bergerak,” jelas Ucis yang lulusan Arsitektur.
Jendela kayu ada dua sisi yang terdiri dari 4 daun jendela. Sisi dalam dengan 2 daun jendela yang rata, bisa dijadikan panel. Lalu sisi luar dengan 2 daun jendela, berfungsi untuk pengudaraan.
Patung Kartaredjasa yang sudah menjadi koleksi Butet Kartaredjasa ini, merupakan karya masterpiece dari pematung maestro Ribut Samiono dari Trowulan, Jawa Timur.
“Patung itu dari batu utuh, dari letusan gunung Kelud awal abad 1900-an. Dipahat langsung tanpa sambungan. Ketika saya ke sana, sudah 75%. Jadi saya ketemu itu, dan namanya kebetulan sama dengan nama saya. Waktu itu saya nggak punya uang, ya nggak saya beli. Tapi dua tahun kemudian saya ada rejeki, dan ternyata belum laku, akhirnya diberikan pada saya.
Saya taruh di sini sebagai Landmark – Penanda. Nanti backgroundnya ada tanaman rambat warna hijau,” cerita Butet Kartaredjasa dengan mata berbinar.










