5000 Lampion Imlek Jadi Daya Tarik Wisata di Kampung Jokowi

0
44
Sebuah gapura menyambut Tahun Baru Imlek berdiri di jalan utama menuju kawasan Pasar Gede, Solo. (Foto: Liputan6.com/Fajar Abrori)

SOLO, bisniswisata.co.id: Solo tak pernah berhenti berinovasi demi pariwisata, yang diharapkan dapat mendongkrak kunjungan wisatawan dalam dan luar negeri. Kini, Solo bersolek jelang Tahun Baru Imlek 2019. Sebanyak 5.000 lampion dipasang di sekitar kawasan Pasar Gede hingga kawasan Jalan Jenderal Sudirman, Solo.

Keberadaan lampion yang bakal terpasang selama satu bulan penuh itu telah menjadi daya tarik masyarakat dan wisatawan untuk menikmati keindahan pendar cahaya lampion yang terpasang di kawasan tersebut.

Ribuan lampion itu telah dipasang sejak awal bulan Desember 2019 silam. Kini jalan-jalan yang menuju kawasan Pasar Gede, Solo pun seolah disulap menyerupai kawasasan China Town lengkap dengan pernak pernik hiasan lampion dan warna-warni lampu hias. Bahkan, sejumlah lampion berbentuk shio dengan ukuran tinggi sekitar 1,5 meter ikut mejeng di kawasan Jalan Urip Sumoharjo dan Jenderal Sudirman, Solo.

Ribuan lampion itu mulai dinyalakan secara resmi pada Rabu, 15 Januari 2020. Ribuan pengunjung pun langsung memadati kawasan Pasar Gede dan Jembatan Kali Pepe sejak sore hari. Bahkan, saking banyaknya pengunjung yang berswafoto maupun foto bersama menyebabkan jalan di kawasan tersebut menjadi melambat.

Lampion-lampion tersebut mulai menyala setiap hari sekitar pukul 18.00 WIB. Selanjutnya lampion itu akan dipadamkan pada dini hari. Meski demikian, antusiasme masyarakat untuk menikmati keindahan lampion itu mulai terlihat sejak sore hari. Mereka rela menunggu hingga lampion menyala untuk berburu foto.

Ketua Panitia Bersama Imlek 2020, Sumartono Hadinoto mengatakan pemasangan lampion di kawasan Pasar Gede dan Jalan Jenderal Sudirman Solo telah menjadi agenda rutin tahunan menjelang perayaan Imlek. Tahun ini jumlah yang dipasang mencapai ribuan lampion.

“Jumlah lampion yang dipasang pada Imlek kali ini sekitar 5000 buah. Yang paling banyak itu di seputaran Pasar Gede, Kali Pepe dan Jalan Jenderal Sudirman,” papar Sumartono di Solo seperti dilansir laman Liputan6, Sabtu (18/01/2020).

Tak hanya lampion, pihak panitia juga memasang sejumlah maskot shio yang diletakkan di sepanjang Jalan Jenderal Sudirman. Bahkan, di Bundaran Gladak nantinya akan dipasang maskot Shio Tikus yang sesuai dengan shio pada Imlek tahun ini.

“Shio Tikus nanti ada enam yang dipasang di seputaran Gladak. Sedangkan Gladak sampai depan Balai Kota Solo ada 12 Shio yang bakal dipasang,” ucapnya.

Untuk memasang sebanyak 5.000 lampion membutuhkan biaya yang tidak sedikit karena mencapai puluhan juta rupiah. Hal ini sangat wajar, sebab ribuan lampion itu dipasang selama satu bulan penuh sehingga membutuhkan biaya yang tinggi, termasuk biaya listrik. “Biasanya dalam sebulan itu biaya untuk menyalakan lampion itu bisa mencapai Rp70 juta,” sebut Sumartono.

Dilanjutkan, jumlah kebutuhan listrik untuk menyalakan ribuan lampion itu mencapai 55 ribu watt. Tak pelak, kini pihak panitia memilih untuk membuat jalur listrik secara khusus karena jumlah lampion yang dinyalakan jumlahnya lebih banyak.

“Kalau dulu listrik bergantung dari Pasar Gede, tapi sekarang kami meminta PLN untuk dibuatkan jalur listrik tersendiri untuk kebutuhan listrik menyalakan lampion setiap tahunnya,” sambungnya. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.