Home FASHION Tiga Desainer Top Menginspirasi Tren Busana Pria 2020

Tiga Desainer Top Menginspirasi Tren Busana Pria 2020

0
34
Backstage at Prada Men's Fall 2020

MILAN ITALIA, bisniswisata.co.id: Tiga desainer ternama, Miuccia Prada, Emporio Armani dan Massimo Giorgetti hadir di Tren Busana Pria 2020 yang digelar di Milan Italia, Ahad (12/1/2020) lalu. Berbagai inspirasi baru pun muncul. Seperti apa?

Cuaca ekstrem seperti angin kencang, hujan hingga badai nampaknya menjadi inspirasi bagi Miuccia, desainer kepala Prada. Dalam koleksi terbarunya yang diperagakan di Milan, Italia, Minggu (12/1), Prada mengeluarkan sepatu mirip bot karet antiair dan beragam jaket dan mantel untuk padanan setelan kerja.

Lebih unik lagi, sepatu-sepatu bot setinggi betis itu dikenakan di luar celana, baik yang berbahan parasut maupun
pantalon. Jadilah tampilan koleksi musim gugur/dingin 2020 itu seperti para pekerja dan eksekutif yang berusaha menghadang cuaca tak bersahabat saat bermobilitas.

Dilansir The Guardian, Ahad (19/1/2020), Miuccia menjelaskan jika koleksinya menggambarkan para komuter saat menuju tempat kerja. Namun bukan pekerja biasa, melainkan orang-orang yang mencintai pekerjaannya dan melakukannya dengan sungguh-sungguh. Miuccia menyebut garis besar idenya sebagai everyday heroism.

“Saya ingin memberi harapan bahwa jika kamu bekerja dengan baik (dan) kamu melakukannya dengan hati dan pikiran, itu
adalah sesuatu,” jelas Miuccia.

Di samping jas, koleksi Prada banyak menampilan sweter rajutan wol bermotif tribal dan ada pula rompi rajutan tak berlengan. Sementara itu, setengah koleksi Prada lainnya berusaha merepresentasikan pekerja dengan bidang lebih kontemporer.

Juga, banyak menampilkan koleksi yang lebih dinamis, permainan warna dan grafis yang lebih beragam. Bila koleksi sebelumnya mantel didominasi berwarna gelap, pada koleksinya kali ini mantel berwarna lebih terang dan disemarakkan dengan motif kotak-kotak ataupun kerah berbulu dan aksen lainnya.

Selain inspirasi dari para komuter, tren busana pria 2020 juga tampak banyak menampilkan elemen busana hibrida. Ini
terlihat dalam peragaan dari Salvatore Ferragamo dan Emporio Armani.

Salah satu bentuk busana kombo dari Ferragamo ialah pantalon yang dapat diubah menjadi celana selutut ala peselancar.
Dilansir Vogue, Direktur Kreatif Ferragamo Paul Andrew memang terinspirasi enam kategori profesi yang umum digeluti pria, salah satunya ialah peselancar.

Jika inspirasinya datang dari para milenial yang menggeluti profesi-profesi itu. “Milenial telah meruntuhkan
batas-batas sebelumnya dan menan­tang pengelompokan-pengelompokan yang ada,” ujarnya.

Lima kategori profesi lainnya yang menjadi inspirasi koleksi itu ialah pengusaha, pelaut, pembalap, tentara, dan
pengendara sepeda motor. Andrew kemudian menciptakan desain baru dengan memadukan gaya-gaya dari profesi-profesi itu.

Koleksinya banyak bermain dengan padu padan beragam outer yang menampilkan jas, mantel, jaket, parka, hingga sweter.
Misalnya, atasan setelan jas pengusaha dipadankan dengan bawahan pendek peselancar. Beberapa busana juga tampak merupakan satu setelan dengan atasannya yang seolah merepresentasikan fungsionalitas dan beberapa lainnya menggunakan bahan kulit.

Sementara koleksi Emporio Armani lebih menampilkan sejumlah koleksi busana formal pekerja kantor dengan jas ataupun parka yang dipadankan dengan celana bahan. Armani juga mengeluarkan koleksi serbamerahnya, baik atasan maupun bawahan, yang dipadankannya dengan warna hitam. Ada juga mantel fungsional panjangnya dengan banyak saku.

Rumah mode ini juga memamerkan beberapa pakaian futuristik, yakni koleksi busana skinya ‘EA7’ dan koleksi ‘R-EA’ berwarna gelap dan dekat dengan gaya streetwear, yang sebagian besar menggunakan wol dan kasmir.

Koleksi menarik lainnya datang dari brand MSGM. Perancang busana Massimo Giorgetti memamerkan koleksi dengan mencampurkan sinematografi, horor, dan mode. Giorgetti berkolaborasi dengan sutradara film horor Dario Argento, yang menyuguhkan koleksi busana bernuansa gelap dan misterius.

Giorgetti banyak bermain dengan warna gelap yang sengaja ditabrakan dengan warna terang, seperti ungu, kuning, hijau,
ataupun pink. Koleksi busananya juga bermain dengan sejumlah motif print halusinasi dan kerap menyematkan scarf lilit.

Giorgetti berhasil memadukan setelan pakaian dengan outer yang dirancang khusus dengan gaya autentik khas MSGM seperti jaket washed denim gelap yang sengaja dicuci dengan pewarna terang berlebihan, memberikan identitas kuat bagi yang mengenakannya tanpa mengenyampingkan fungsiona­litasnya. (*)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.