2018, Banten Prioritaskan Penataan Destinasi Wisata

0
279
Pantai Tanjung Lesung Banten, masih alami (Foto: http://media.suara.com)

SERANG, bisniswisata.co.id: Tahun 2018 dan 2019, Banten prioritaskan program penataan destinasi wisata. Langkah ini ditempuh dalam upaya meningkatkan tingkat kunjungan wisatawan ke Banten. Dengan penataan ini diharapkan kondisi destinasi wisata di Banten semakin lebih bagus, lebih tertata, dan lebih menarik untuk dikunjungi wisatawan nusantara maupun mancanegara.

“Ada empat pilar prioritas program yang kami laksanakan. Penataan destinasi sesuai indikator daya tarik wisatawan mulai infrastruktur, lokasi parkir, akses menuju objek wisata dan pengembangan masyarakat di sekitar destinasi wisata, salah satunya merevitaliasi lokasi wisata ziarah Banten Lama,” lontar Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Banten Eneng Nurcahyati di Serang, Senin (19/2/2018).

Fokus lainnya, sambung Eneng, penguatan industri pariwisata dan ekonomi kreatif, pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) pariwisata dan pemasaran pariwisata. “Kami ingin Banten tetap diminati wisatawan untuk dikunjungi.Jika destinasi wisatanya bagus, nanti juga wisatawan bisa berhari-hari berada di lokasi wisata dan suatu saat pasti kembali lagi datang ke objek wisata itu,” harapnya.

Dari program prioritas akan dipisahkan sesuai masukan-masukan dari pemangku kepentingan pariwisata di Provinsi Banten untuk mendapatkan dukungan anggaran, baik dari pemerintah pusat melalui APBN maupun APBD. Serta melalui pos anggaran yang ada di masing-masing organiasi perangkat daerah (OPD) memberikan daya dukung terhadap pengembangan pariwisata Banten.

“Nanti akan tetap kita kawal. Tapi fokus kita tahun ini dan 2019 pada pengembangan destinasi wisata. Tujuannya, kata dia, sesuai dengan arahan dari gubernur Banten, pengembangan destinasi wisata tersebut sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan kunjungan wisatawan. Peningkatan laju pertumbuhan ekonomi serta meningkatkan lama tinggal wisatawan yang datang ke Banten,” jelasnya.

Forum Rencana Kerja Dinas Pariwisata Provinsi Banten tahun 2019 dalam upaya menampung berbagai masukan dan usulan untuk penyusunan program dan rencana kerja Dinas Pariwisata Provinsi Banten Tahun 2019. Setelah berbagai usualan tersebut masuk dari semua pihak terkait atau “stakeholder” kepariwisataan di Banten, nantinya akan dipisahkan dan yang menjadi prioritas akan dituangkan dalam program untuk dilaksanakan Tahun 2019.

Sekretaris daerah (Sekda) Provinsi Banten Ranta Suharta menilai potensi pariwisata dan ekonomi kreatif Banten selayaknya mendapatkan perhatian yang serius dari berbagai pihak. Tahun 2015, tiga sub sektor ekonomi kreatif seperti fashion, kriya dan kuliner Banten berada di posisi ke tiga tingkat nasional setelah Jawa Barat dan Jawa Timur dengan total ekspor mencapai 3,03 miliar dolar AS atau sekitar 15,66 persen.

Meski saat ini sektor infrastruktur, pendidikan dan kesehatan menjadi fokus pemerintah provinsi beberapa tahun ke depan, pemerintah provinsi Banten juga tidak mengesampingkan kepentingan pariwisata.

“Terbukti, saat ini dibangun infrastruktur dari dan ke daerah tujuan wisata, revitalisasi kawasan Banten Lama dan percepatan pembangunan kawasan ekonomi khusus (KEK) Tanjung Lesung yang sampai saat ini nilai investasinya sudah mencapai Rp 241 miliar,” kata Ranta seperti dikutip laman Republika.co.id

Dengan adanya forum Rencana Kerja (Renja) Pariwisata ini dapat menjaring aspirasi pelaku usaha pariwisata dari seluruh kabupaten atau kota di Banten. Ini dilakukan guna perencanaan pembangunan pariwisata di Banten pada 2019, sambungnya.

Tercatat ada sekitar 45 destinasi wisata di Provinsi paling barat Pulau Jawa sudah menjadi hits yang kerap dikunjungi wisatawan. Obyek wisata itu wisata alam, wisata religi, bahari, kuliner, hingga wisata sejarah. Dari jumlah itu ada sedikitnya 10 destinasi wisata yang sangat terkenal, diantaranya.

#. Masjid Agung Banten

Masjid Agung Banten adalah sebuah peninggalan sejarah yang sangat penting. Berdiri sejak tahun 1569, Masjid Agung Banten memiliki arsitektur bangunan yang kental dengan arsitektur jaman dahulu dan merupakan perbaduan dari berbagai macam budaya yang berbeda, di antaranya budaya Hindu, China, Jawa, dan Eropa. Bukan hanya Masjid saja yang dapat ditemui di lokasi ini, melainkan juga peninggalan dari kerajaan Islam yang pernah ada di Banten, lengkap dengan makam orang-orang yang berjasa dalam pengembangan agama Islam di banten. Selain ramai dikunjungi penziara dan umat Islam, Masjid Agung Banten setiap harinya juga ramai dikunjungi wisatawan yang tertarik dengan sejarah Islam.

#. Taman Nasional Ujung Kulon

Taman Nasional Ujung Kulon sesuai dengan namanya, berada di ujung barat Pulau Jawa. Kawasan Taman Nasional Ujung Kulon tidak hanya mencakup kawasan daratan yang ada di Pulau Jawa saja, melainkan juga termasuk beberapa pulau di sekitar ujung barat Pulau Jawa. Kegiatan utama yang dapat dilakukan di Taman Nasional Ujung Kulon adalah trekking, berkemah, dan melihat alam liar. Fungsi utama Taman Nasional Ujung Kulon selain sebagai tempat wisata adalah sebagai tempat perlindungan badak. Taman Nasional Ujung Kulon mengajarkan kita suatu hal penting yaitu pentingnya menjaga kelestarian alam di sekitar kita.

#. Wisata Pantai

Banten juga memiliki pantai yang indah, memiliki pasir putih yang menarik, karakteristik ombak yang aduhai, juga dapat dipakai untuk beraktiftas mulai berenang, bermain pasir, bermain olahraga air, berselancar, menyelam, menikmati pemandangan pantai, hingga menyantap hidangan laut yang nikmat di pinggir pantai. Wisata pantai yang paling populer adalah Pantai Anyer. Juga ada Pantai Carita yang dapat melihat Gunung Krakatau dari tepi pantai. Juga Pantai Karang Bolong yang berada di dalam sebuah karang yang bolong karena hempasan ombak. Ada Pantai Sawarna dan Pantai Bagedur serta Pantai Tanjung Lesung

#. Gunung Krakatau

Gunung Krakatau adalah gunung berapi yang pernah meletus dengan hebat dan berdampak tidak hanya kepada Indonesia, namun juga mancanegara. Sekarang ini, Gunung Krakatau adalah salah satu tempat wisata di Banten yang paling disukai pendaki gunung. Kegiatan utama dan paling favorit di sini adalah mendaki Gunung Krakatau, banyak sekali agen tur yang menawarkan paket mendaki Gunung Krakatau mulai dari paket 1 hari, hingga paket 4 hari.

#. Kampung Baduy

Kampung Baduy adalah kampungnya suku Baduy. Suku Baduy adalah suku yang masih kental adat sundanya, dan merupakan salah satu suku asli yang ada di Banten. Kampung Baduy yang berada di Kabupaten Lebak, Banten ini memiliki penduduk sekitar 8,000 jiwa dan terbagi menjadi 2, yaitu Baduy Dalam dan Baduy Luar. Suku Baduy Dalam adalah Suku Baduy yang menolak dunia luar, sedangkan Suku Baduy Luar adalah suku Baduy yang lebih terbuka pada dunia luar.

#. Arung Jeram Sungai Ciberang

Sungai Ciberang, Banten adalah salah satu lokasi arung jeram di sekitar Jakarta yang paling saya sukai. Hal ini dikarenakan kondisi pegunungan yang dilalui Sungai Ciberang masih sangat asri dan hijau, sehingga perjalanan menuju ke lokasi arung jeram sangatlah menyejukan hati. Begitu pula dengan sungainya, pemandangan yang di dapat ketika melakukan pengarungan sangatlah indah. Namun, terkadang sungai ini kering, jadi sebelum memesan paket arung jeram Sungai Ciberang, sebaiknya anda bertanya terlebih dahulu bagaimana kondisi air Sungai Ciberang. Perjalanan menuju lokasi arung jeram Sungai Ciberang akan melewati jalan yang terjal dan berliku, oleh karena itu saran saya jangan menggunakan bus ukuran besar karena perjalanan anda bisa menjadi sebuah perjalanan yang menakutkan!

#. Wisata bahari Pulau

Ada tiga pulau di Banten yang kerap disambangi wisatawan untuk menikmati wisata bahari. Pulau Dua / Pulau Burung yang dihuni berbagai jenis burung dalam jumlah besar. Sekitar bulan April sampai dengan bulan Agustus, banyak sekali burung dari berbagai benua datang berkunjung ke Pulau Burung. Setelah musim berlalu, sebagian besar burung tersebut kembali ke tempat asalnya. Juga ada Pulau Umang dan Pulau Sangiang. (NDHYQ)

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.