DAERAH NASIONAL NEWS SOSOK

Yayasan Zuriat Bangkahulu Tinggi Usulkan Tiga Tokoh Bengkulu Jadi Pahlawan Nasional

Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah ( kiri) bersama tim Yayasan Zuriat Bangkahulu Tinggi

BENGKULU, bisniswisata.co.id: Yayasan Zuriat Bangkahulu Tinggi mengusulkan tiga nama tokoh Bengkulu untuk dijadikan Pahlawan Nasional. Mereka adalah Prof. Dr. H. Abdullah Sidik, Dato Rajo Bilang dan Pangeran Sentot Alibasyah Prawirodirjo.

Berbicara usai audiensi dengan Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah, Ketua Yayasan Zuriat Bangkahulu Tinggi, Romeli Santiago Abbas mengatakan selain ketiga tokoh tersebut pihaknya juga meminta Pemerintah Provinsi Bengkulu menggunakan nama tokoh lainnya untuk nama jalan/gedung bersejarah.

“Sebanyak 52 nama tokoh Bengkulu lainnya diusulkan untuk disematkan menjadi nama jalan, nama gedung dan nama objek strategis lain di Provinsi Bengkulu,” tegas Romeli.

Menurut dia, hal Ini agar seluruh nama-nama tokoh Bengkulu dapat diingat dan dikenang oleh masyarakat dan dalam audiensi Gubernur memberikan respons positif atas usulan Yayasan Zuriat Bangkahulu Tinggi yang dipimpinnya.

“Kesimpulan dari pertemuan, Pak Gubernur akan menyusun tim untuk mengusulkan tiga nama pahlawan nasional dari Bengkulu yang telah diusulkan,” ungkap Romeli Santiago Abbas.

Tokoh Bengkulu pertama yang diusulkan, Romeli untuk menjadi pahlawan nasional yakni Prof. Dr. H. Abdullah Sidik, putra kelahiran Bengkulu yang juga seorang diplomat ulung kepercayaan Presiden pertama Republik Indonesia, Ir. Soekarno.

Gagasan-gagasannya cukup mempengaruhi      Ir. Soekarno sebelum memutuskan suatu kebijakan penting untuk bangsa Indonesia.
Sehingga Abdullah Sidik layak jika diusulkan menjadi seorang Pahlawan Nasional dari Bengkulu.

“Beliau ini ,Abdullah Sidik adalah juga kakek buyut dari artis nasional Ashanty yang merupakan istri dari Anang Hermansyah,” ungkap Romeli.

Usulan selanjutnya yakni tokoh kedua Bengkulu adalah Dato Rajo Bilang. Beliau merupakan Hoofd Djaksa Benteng Marlborough yang hidup di dua masa pemerintahan kolonial yakni kolonial Inggris dan kolonial Belanda.

“Beliau ini sebagai pemangku adat dan dipercaya menjadi penengah sengketa yang terjadi antara masyarakat dengan masyarakat, maupun antara masyarakat dengan pemerintah kolonial pada masa itu,” tuturnya.

Untuk nama ketiga pahlawan nasional yang diusulkan yakni Pangeran Sentot Alibasyah Prawirodirjo yang tidak asing di telinga masyarakat Bengkulu.

Ia memiliki keberanian dan kepandaian dalam menyusun taktik perang sehingga disegani oleh pasukannya maupun pemerintah kolonial.

“Ini yang paling penting dan tidak ketinggalan karena Pangeran Sentot ini patut dan layak untuk diusulkan jadi pahlawan nasional.

Ketua Yayasan Zuriat Bangkahulu Tinggi, Romeli Santiago Abbas

Duta Budaya

Terkait rencana artis Ashanty untuk ‘pulang kampung’ ke Bengkulu pada November mendatang, Romeli mengatakan bahwa Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah berencana akan mendaulat Ashanty sebagai Duta Kebudayaan Bengkulu.

“Terkait Ashanty tadi, Pak Gubernur berencana akan menganugerahkan Ashanty sebagai Duta Kebudayaan Provinsi Bengkulu, tepatnya penyematan pada HUT Provinsi” ujarnya.

Mengenai rencana kedatangan Asyanti ke Bengkulu November mendatang agenda utamanya adalah ziarah ke makam Ziarah Poyang Edward Colles dilanjutkan wisata kota dan malamnya menghadiri perayaan HUT Provinsi Bengkulu.

Dia juga akan bersilaturahmi dan mengadakan jamuan di rumah tua Keluarga Abdullah Siddik di Curup, disamping mengunjungi Kebun Teh dan Bunga Raflesia Arnoldi di Kepahyang.

Hilda Ansariah Sabri

Hilda Ansariah Sabri, Pendiri, Pemimpin Umum, Pemimpin Redaksi dan pemegang sertifikasi Wartawan Utama Dewan Pers. Saat ini menjabat sebagai Ketua Departemen Pariwisata PWI Pusat ( 2018-2023)