Yadnya Kasada di Bromo Kembali Dihelat

0
503
Rangkaian upacara Yadnya Kasada diringi tarian khas tradisional (Foto: Liputan6.com)

PROBOLINGGO, bisniswisata.co.id: MASYARAKAT Tengger di kaki Gunung Bromo dan Semeru Probolinggo Jawa Timur, kembali menggelar upacara Yadnya Kasada 1940 Saka. Ritual yang dihelat setahun sekali ini, sebagai wujud persembahan atau penghantaran sesajen untuk Sang Hyang Widhi dan para leluhur. Upacara digelar di lautan Pasir Bromo pada 29 dan 30 Juni 2018

Yadnya Kasada yang berhubungan erat dengan legenda Rara Anteng terdiri atas beragam rangkaian acara. “Ada banyak pengalaman baru yang bisa digali dari sana,” ujar Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kabupaten Probolinggo, Bambang S, dalam keterangan resmi yang dikeluarkan Kementrian Pariwisata, Senin (25/06/2018).

Upacara bagi Umat Hindu di Bromo ini, sudah digelar sejak zaman Majapahit. Seluruh rangkaiannya menarik, asyik, unik dan meriah. Agendanya padat, selama dua hari berturut-turut yang digelar mulai pagi hingga tengah malam di Pura Luhur Poten.

“Hal yang berbeda, tahun ini digelar acara pendaftaran pelantikan dukun. Wisatawan pun dapat menyaksikannya. Dukun merupakan salah satu syarat untuk kelancaran acara. Adapun pendaftaran dukun sudah dibuka sejak tanggal pasti perayaan Yadnya Kasada,” jelasnya.

Pelantikan dukun menjadi atraksi yang biasanya ditunggu-tunggu. Sebab, si dukun akan membacakan mantra-mantra yang menarik perhatian para penyuka budaya. Ia juga akan mengalami sejumlah ujian di Pura Luhur Poten saat Yadnya Kasada berlangsung.

“Selain itu, warga suku Tengger akan melakukan tradisi melempar sesaji ke Kawah Bromo. Langkah ini dilakukan sebagai bentuk rasa syukur atas hasil ternak dan pertanian yang melimpah,” kata Bambang.

Sepuluh hari menjelang pelaksanaan ritual Yadnya Kasada, warga Suku Tengger bergotong royong membersihkan Pura Luhur Poten di lautan pasir Gunung Bromo. Pura sakral ini akan menjadi pusat upacara Yadnya Kasada sebelum proses pelarungan sesaji.

Area yang dibersihkan adalah di luar pura. Sementara di dalam pura adalah ruang Mandala Madya dan Mandala Nista. Serta, Mandala Utama yang sebenarnya tidak boleh dimasuki oleh sembarang orang, kecuali umat yang hendak beribadah.

Mereka membersihkan fisik pura yang kotor dari debu-debu. Juga mengeluarkan pasir sisa-sisa erupsi Gunung Bromo pada awal 2018 yang berada di Mandala Nista. Pasir ini dibawa keluar agar ruang Mandala Nista bersih dari kotoran saat upacara Yadnya Kasada mendatang.

“Hari ini dari Brang Wetan, sedangkan untuk Brang Kulon (Pasuruan) sudah dilakukan kemarin. Ya, bergantian kerja baktinya, karena semua warga juga punya keinginan untuk berbakti,” ucap Bambang.

Yadnya Kasada umat Hindu Tengger dari empat daerah, yakni Kabupaten Probolinggo, Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Lumajang, dan Kabupaten Malang, berkumpul di Pura ini. “Ini menggambarkan pembersihan fisik dari umat. Karena sebelum membersihkan jiwa melalui spiritual, maka badan atau fisik dibersihkan terlebih dahulu. Dengan begitu, kita membersihkan fisik Pura ini sebelum melalukan ritual-ritual lainnya,” kata Bambang.

Pria berkumis tebal ini mengatakan selain membersihkan fisik Pura Luhur Poten, ada beberapa ritual menjelang Yadnya Kasada. Yang terdekat adalah Nancep Karya atau Miwiti yang akan dilaksanakan pada Minggu, 24 Juni 2018. “Untuk acara spiritual diawali dengan ritual Nancep Karya sebagai pembersihan fisik umat,” ujar guru Agama Hindu SMPN 1 Sukapura Probolinggo.

Selama kegiatan Yadnya Kasada akan ditampilkan aneka seni tradisional masyarakat Tengger di antaranya Eksotika Bromo, Sendratari Kidung Tengger, Puisi Kidung tengger, Jaranan Wahyu Tunas Budaya dan tak ketinggalan pembacaan sejarah keberadaan Gunung Bromo

Jadwal lengkap Yadnya Kasada berikut ini.

#. Tanggal 29 Juni 2018
Piodalan/Pawedalan Pura Luhur Poten Bromo. Resepsi Yadnya Kasada di Pendopo Agung Desa Ngadisari Kecamatan Suka Pura Kabupaten Probolinggo Dan di Pendopo Agung Desa Wonokitri Kecamatan Tosari Kabupaten Pasuruan.

#. Tanggal 30 Juni 2018 ( Pukul 01.00 WIB )
Pemberangkatan sesaji Ongkek dan Umat dari Empat Pintu Masuk Laut Pasir Tengger Yakni : Cemara Lawang – Probolinggo, Pakis Bincil – Pasuruan, Jemplang – Malang, Puncak Sangalikur, Jantur – Lumajang.

#. Tanggal 30 Juni 2018 (Pukul 03.00 WIB)
Puncak Karya Yadnya Kasada di Utama Mandala Pura Luhur Poten Bromo : Puja Stuti Dukun Pandita Tengger. Yang diawali dengan Pembacaan Sejarah Kasada Oleh Lurah Dukun. Disusul Mulunen / Dhiksa Widhi

(Pukul 05.00 WIB) Melarung Sesaji Ongkek Ke Kawah Gunung Bromo. Kemudian Dukun Pandita Tengger Melayani Umat dan terakhir Pujan Kasada. (redaksi@bisniswisata.co.id)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.