Wisata Jelajah Gua, Menyenangkan sekaligus Menantang

0
101
Caving

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Jelajah gua atau susur gua atau Caving sempat menghebohkan. Keheboan lantaran belasan remaja Thailand sejak 23 Juni 2018 terjebak di dalam lorong gua yang sempit bersama sang pelatih. Mereka terperangkap lantaran jalan keluar gua itu terendam air akibat hujan deras. Untungnya, Ahad kemarin mereka berhasil dikeluarkan dengan selamat.

Susur gua selama ini memang terhitung menjadi salah satu kegiatan alam ekstrem, termasuk di Indonesia. Namun, di beberapa wilayah di Pulau Jawa khususnya, susur gua telah akrab menjadi kegiatan wisata. Musababnya, potensi wisata gua ini dikerjakan oleh tim profesional sehingga dapat dikemas menjadi tempat yang terhitung cukup aman.

Salah satu wisata ekstrem melakukan petualangan alam bebas, memang untuk mendapatkan sensasi pengalaman baru dalam traveling. Menelusuri lorong-lorong sempit dengan pemandangan indah dari ornamen-ornamen gua tentunya bakal sangat menyenangkan sekaligus menantang untuk dilakukan.

Dalam kepungan gelap abadi di dalam gua, kamu bakal dituntut untuk meningkatkan kepekaan dan kemampuan beradapatasi di lingkungan yang benar-benar baru. Mempelajari dan mempraktekkan teknik SRT saat menaiki atau menuruni lubang gua juga bisa jadi tantangan yang memacu adrenalin sekaligus melatih ketelitian dan kedisiplinan diri.

Susur gua, seperti dilansir laman Phinemo.com, pastinya bakal memberikan banyak pelajaran dan pengalaman berharga, maka dari itu, minimal sekali dalam seumur hidup, kamu harus coba menjajal kegiatan petualangan ekstrim ini.

Indonesia, terutama Pulau Jawa punya banyak sekali daerah karst yang memiliki banyak system gua di bawah permukaan tanahnya. Maka dari itu, jika kamu tertarik untuk mencoba kegiatan susur gua, tak perlu bingung mencari destinasi untuk dikunjungi.

Ada beberapa gua horizontal mungkin bisa bebas dikunjungi oleh para caver pemula sekalipun, namun untuk gua-gua vertikal terutama yang memiliki tingkat kesulitan yang tinggi, kamu harus belajar dan mengikuti dulu pelatihan penggunaan peralatan SRT oleh para caver profesional.

Selalu utamakan keselamatan saat melakukan petualangan, dan jangan lupakan etika penelusuran gua, “Take nothing but picture, Leave nothing but footprint, Kill nothing but time.”

Beberapa tempat yang bisa dijadikan destinasi petualangan susur gua di Pulau Jawa, antara lain:

#. Gua Jomblang, Gunung Kidul Yogyakarta

Pernah dengar kawasan karst Gunung Sewu yang membentang di pesisir selatan Jawa Tengah hingga Jawa Timur? Salah satu gua yang paling terkenal adalah Gua Jomblang yang terletak di Gunung Kidul Yogyakarta. Gua vertikal sedalam 80 meter ini terkenal dengan keindahan ‘cahaya surga’ yang bisa kamu nikmati setelah turun hingga ke dasar gua. Dibutuhkan peralatan SRT lengkap untuk dapat menelusuri keindahan Gua Jomblang. Adrenalin kamu pastinya bakal terpacu saat bertualang menjelajahi segala keindahan yang terdapat di Gua Jomblang.

#. Goa Buniayu, Sukabumi Jawa Barat

Hampir di semua daerah pesisir selatan Pulau Jawa, sistem-sistem gua bawah tanah dapat ditemukan, mengingat kondisi daerahnya yang mayoritas berupa kawasan karst. Pesisir selatan Sukabumi juga punya gua yang sangat cocok untuk dijadikan destinasi petualangan susur gua, yakni kawasan wisata Gua Buniayu. Untuk yang berdomisili di Jakarta, Gua Buniayu bisa jadi destinasi pilihan, karena letaknya yang cukup dekat, sekitar 3-4 jam perjalanan saja. Di kawasan ini juga terdapat banyak gua lainnya yang bisa dicoba, seperti Gua Cipicung, Gua Bibijilan, dan Gua Adni.

#. Gua Bojong, Tasikmalaya Jawa Barat

Destinasi susur gua lainnya di Jawa Barat ada di pesisir selatan Kabupaten Tasikmalaya, tepatnya di Kecamatan Karangnunggal. Di kawasan ini banyak terdapat sistem-sistem gua bawah tanah yang belum tereksplor dan terpetakan oleh para petualang. Satu yang cukup populer dan sering didatangi para cavers adalah Gua Bojong. Gua ini merupakan tipe gua horizontal yang juga merupakan sistem sungai bawah tanah. Didalamnya kamu bakal menemukan chamber atau ruangan dalam gua yang sangat besar dan indah yang dihuni ribuan kelelawar.

#. Gua Luweng Jaran, Pacitan Jawa Timur

Pacitan dikenal sebagai kota seribu gua, karena memang banyak sekali sistem-sistem gua yang megah dan indah. Banyak sekali gua-gua keren yang bisa dikunjungi di Pacitan, salah satu yang paling terkenal adalah Gua Luweng Jaran yang merupakan gua terpanjang di Indonesia. Panjangnya yang mencapai 25 kilometer, menempatkan gua ini kedalam jajaran gua terpanjang dunia dalam World Caves Database. Untuk menelusuri gua ini, diperlukan peralatan SRT lengkap, karena mulut gua yang berupa lubang vertikal. Setelah menuruni lubang atau mulut gua sedalam kurang lebih 37 meter, barulah perjalanan dilanjutkan dengan menelusuri sistem goa horizontal yang sangat panjang.

#. Gua Luweng Ombo, Pacitan Jawa Timur

Satu lagi gua keren yang ada di Pacitan, namanya Luweng Ombo. Tak jauh berbeda dengan Gua Luweng jaran, mulut gua Luweng Ombo juga berupa lubang vertikal yang hanya bisa dituruni dengan bantuan peralatan SRT. Bedanya, mulut Gua Luweng Ombo jauh lebih besar dengan diameter mencapai 50 meter. Gua ini merupakan gua vertikal terdalam di Pulau Jawa, dari mulut gua hingga ke dasarnya, harus turun sejauh 120 meter. Destinasi seperti ini sangat jarang dikunjungi karena tingkat kesulitan yang tinggi. Jika memang kamu pecnta olahraga ekstrim, Gua Luweng Ombo bakal memberikan petualangan tak terlupa.

#. Gua Cerme Bantul, Yogyakarta

Bagi yang berdomisili di Yogyakarta, Gua Cerme bisa dijadikan alternatif wisata menarik. Jaraknya hanya 20 km saja dari kota Jogja. Gua ini merupakan sistem gua horizontal yang juga merupakan sistem sungai bawah tanah, sehingga cocok untuk disusuri oleh siapa saja termasuk para cavers pemula. Selain jadi destinasi wisata susur gua, tempat ini juga sering dijadikan tempat mencari wangsit, sehingga jangan kaget jika banyak menemukan sesajen di sini. Gua ini juga cukup bersejarah, karena konon gua ini sering menjadi tempat pertemuan para walisongo dulu kala.

#. Gua Barat, Kebumen Jawa Tengah

Dengan ornamen-ornamen gua yang sangat cantik, serta terdapat banyak air terjun indah, Gua Barat menjadi salah satu destinasi susur gua yang wajib dikunjungi saat kamu menyambangi Kabupaten Kebumen di Jawa Tengah. Seperti gua-gua horizontal lainnya, gua ini juga merupakan sistem sungai bawah tanah yang punya aliran air cukup deras, sehingga dibutuhkan peralatan khusus seperti pelampung untuk keamanan saat melakukan penelusuran. Selain Gua Barat, di Kabupaten Kebumen terdapat 2 destinasi gua lain yang juga cukup populer di kalangan para wisatawan, yakni Gua Jatijajar dan Gua Petruk.

#. Gua Keraton, Bogor Jawa Barat

Daerah Tajur di Citeureup Bogor dikenal sebagai kawasan karst yang punya banyak gua-gua indah nan menantang untuk dijadikan destinasi petualangan. Bagi para pecinta susur gua yang berdomisili di Jabodetabek, daerah ini mungkin sudah tak asing lagi. Salah satu gua yang paling menantang untuk ditelusuri adalah Gua Keraton. Gua ini bertipe gua vertikal yang cukup dalam, sehingga dibutuhkan peralatan SRT serta keahlian untuk menggunakannya. Ornamen-ornamen dalam gua yang sangat megah mungkin menjadi inspirasi penamaan gua ini.

#. Gua Lo – Bangi, Malang Jawa Timur

Malang lebih dikenal sebagai destinasi wisata pegunungan dengan Gunung Bromo dan Semeru yang jadi destinasi favorit para wisatawan. Namun ternyata, Malang juga punya destinasi petualangan lainnya yang sangat layak untuk coba kamu jajal, yakni destinasi petualangan susur Gua Lo-Bangi di kecamatan Donomulyo Malang Selatan. Sistem gua bawah tanah di kawasan ini cukup panjang, jaraknya mencapai sekitar 10 km, namun para cavers pemula biasanya hanya melakukan penelusuran sepanjang 5 km, dengan titik awal di Gua Lo hingga berakhir di Gua Bangi. Pintu masuk di Gua Lo bertipe vertikal dengan kedalaman 6 meter. Sepanjang perjalanan susur Gua Lo-Bangi, kamu akan dimanjakan dengan ornament-ornamen gua yang sangat indah.

#. Gua Cokro, Gunung kidul Yogyakarta

Gunung Kidul memang destinasi wisata super lengkap yang ada di Yogyakarta. Setelah diawal tadi kita bahas Gua Jomblang yang memang sudah terkenal, kini ada gua lainnya yang tak kalah cantik juga untuk coba ditelusuri. Gua Cokro punya kedalaman 18 meter yang harus dituruni dengan menggunakan peralatan SRT. Panjangnya kurang lebih 220 meter dengan banyak ornamen-ornamen indah yang khas, seperti stalaktit dan stalakmit. Selain itu, pancaran cahaya indah yang menyinari dasar gua juga bisa kamu nikmati dan abadikan di gua ini.
Selain Gua Cokro, masih banyak destinasi gua di Gunung Kidul yang layak untuk dikunjungi, antara lain Gua Pindul, Kalisuci, Ngingrong, Songgilap, Glatik.

#. Gua Pindul, Gunung Kidul Yogyakarta

Gua Pindul di Gelaran, Gunungkidul, Yogyakarta mulai naik daun pasca 2010. Gua ini menyajikan atraksi yang lain daripada gua-gua yang ada di sekitarnya, bahkan di Tanah Air. Ya, Gua Pindul berada di aliran sungai. Jadi untuk menyusurinya, wisatawan harus menaiki ban supaya mengapung. Maka itu dinamakan cave tubing. Meski demikian, kegiatan ini tergolong aman. Pengunjung akan dibekali dengan pelampung dan bakal dipandu oleh pemandu profesional. Panjang Gua Pindul tercatat sekitar 350 meter dengan lebar 5 meter. Adapun jarak permukaan air dengan atap gua 4 meter. Sedangkan kedalamannya bervariasi, antara 4 sampai 12 meter. Untuk menyusuri gua ini, dibutuhkan waktu lebih-kurang 1 jam.

#. Gua Kali Suci, Gunung Kidul Yogyakarta

Hampir mirip dengan Gua Pindul, Gua Kali Suci juga berada di aliran sungai. Lokasinya masih berada di dekat Gua Pindul. Gua Kali Suci ini berada di Desa Pacarejo, Semanu, Gunungkidul, Yogyakarta. Jaraknya lebih-kurang 12 kilometer dari Wonosari. Gua Kali Suci memiliki kedalaman sungai 2-3 meter. Konon, aliran sungai di gua ini akan sampai ke laut selatan. Arusnya pun cukup deras. Namun tak perlu khawatir. Bila ingin susur gua, wisatawan akan dibekali peralatan lengkap. Misalnya pelampung, perahu karet, dan tali-temali. Seperti di Gua Pindul, di sini wisatawan akan mendapat sajian pemandangan stalaktit dan stalakmit. Usianya bahkan sudah ribuan tahun.

#. Gua Gong, Pacitan Jawa Timur

Bila dua gua sebelumnya berada di aliran sungai, Gua Gong adalah gua kering. Gua Gong berlokasi di Desa Bomo, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur. Tepatnya di daerah karst atau kapur, 30 kilometer arah barat daya Kota Pacitan. Gua ini dinamakan Gua Gong karena di dalamnya terdapat stalaktit yang bisa ditabuh dan berbunyi seperti gong. Wisatawan bisa menyusuri gua itu dengan melewati jalan setapak yang sempit. Namun jalurnya dapat dilalui dengan nyaman. Dilengkapi juga dengan pencahayaan. Karena itu, wisatawan bisa dengan leluasa menyusuri gua. (NDY)

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.