Uniknya, Kuliner Natal di Sejumlah Negara

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Natal adalah perayaan yang paling ditunggu-tunggu oleh umat Kristiani. Menjelang perayaan Natal, umumnya setiap daerah ataupun negara memiliki budaya dan tradisi masing-masing.

Pada perayaan Natal, ragam kebiasaan dan tradisi di setiap negara/daerah berbeda. Ada yang sekedar berkumpul di rumah bersama keluarga, atau melakukan perjalanan ke rumah saudara atau berlibur.

Termasuk santapan ketika sedang merayakan Natal, setiap negara mempunyai santapan istimewa yang khusus disajikan saat itu. Seperti, di Puerto Rico menyajikan egg-nog dengan tempurung kelapa, atau merayakannya melalui sajian kue-kue kering di beberapa negara.

Berikut santapan yang biasanya hadir di meja makan dalam perayaan Natal di beberapa negara:

1. Swedia
Negara yang terletak di kawasan Eropa ini memiliki sajian khusus yang hanya ada di Swedia ketika Natal tiba. Di Swedia, Natal dirayakan dengan menyajikan ham yang direbus dan dilapisi dengan telur, remah roti dan mustard. Ham Natal ini disajikan dengan Dopp i grytan atau mencelupkan ke dalam ketel, seperti mencelupkan potongan roti ke dalam kaldu daging babi, dan ditambahkan ikan bandeng rebus dengan pilihan beragam dari daging yang telah diasap. Tambahkan pula asinan kubis yang dibumbui oleh sirup manis dan tutup dengan Glogg, sejenis minuman anggur.

2. Puerto Rico
Untuk sebagian negara, terkadang menyajikan menu kalkun, namun berbeda dengan di Puerto Rico. Di sana, masyarakat setempat menampilkan menu babi panggang atau yang dikenal pula dengan nama lechon. Dalam pembuatannya, lechon membutuhkan sedikitnya dua orang agar dapat memberikan rasa yang nikmat pada makanan ini. Adapun makanan dengan tempurung kelapa yang berisikan egg nog yang dibuat dengan santan, susu kental dan sejumput rum hangat yang cocok untuk menghangatkan Natal yang identik dengan musim dingin. Pilihan yang lebih ringan bisa jatuh pada La Danza, champagne yang disajikan dengan jus macam buah, sirup jeruk, jeruk nipis, lemon dan jus strawberry.

3. Portugal
Ikan cod dan kentang rebus merupakan menu yang biasa disantap oleh masyarakat Portugal saat malam Natal. Namun yang menjadi istimewa adalah beragam kue dan permen yang ditawarkan. Finhoses misalnya, adonan berbentuk bola yang ditaburi dengan gula halus, atau formigos, campuran manis dan lengket dari kacang, madu dan kismis. Yang paling ditunggu-tunggu adalah Bolo Rei, yang disebut juga sebagai kue raja, yaitu kue yang terbuat dari kacang-kacangan dan buah dilapisi gula halus. Adapun variasi dari Bolo Rei, Bolo Rei Escangalhado, yang dicelupkan pada kayu manis dan selai chilacayote.

4. Jepang
Negeri Sakura memiliki tradisi yang lebih unik lagi, yaitu memakan ayam siap saji. Kedai makanan franchise Kentucky Fried Chicken pertama kali meluncurkan kampanye Christmas Chicken di Jepang pada 1974. Ini dikarenakan setelah mendengar para expats menginginkan kalkum namun tidak tersedia di Jepang, sehingga digantikan dengan ayam. Sejak saat itu, permintaan Christmas Chicken pun terus meningkat terutama menjelang dan saat Natal. Sehingga tidak heran jika melihat keluarga di Jepang duduk bersama di meja makan di kedai makanan atau rumah, menyantap ayam siap saji bersama champagne dan kue.

5. Jerman
Hidangan Natal di Jerman identik dengan makanan manis seperti Pfefferkuchenhaus, rumah kue jahe yang dihiasi dengan permen, manisan dan gula halus yang seperti salju. Selain itu, ada juga Grunkohl atau kale, yang biasanya disajikan dalam bentuk stew. Biasanya setiap keluarga memiliki resep sendiri untuk menyajikan kale. Begitupun dengan hidangan angsa panggang dengan pangsit dan kubis merah. Juga Stollen adalah makanan tradisional Natal yang berasal dari Jerman. Pada dasarnya, Stollen adalah roti yang berisi potongan kacang-kacangan dan buah-buahan kering. Mengutip Tripsavvy, Stollen menjadi makanan favorit warga Jerman semenjak abad pertengahan.

6. Italia
Mengutip Tripsavvy, warga Italia merayakan Natal dengan jamuan yang dinamakan Feast of Seven Fishes atau Jamuan 7 Ikan. Saat Natal atau disebut La Vigilia di Italia, tak ada yang boleh memakan daging sebelum merayakan hari kelahiran Yesus. Dilarang mengonsumsi daging, warga Italia lantas mempersiapkan jamuan yang terdiri dari 7 jenis hasil laut.

7. Perancis
Selama beberapa abad, orang-orang Eropa selalu menyiapkan batang kayu untuk dibakar disaat Natal, untuk menjauhkan hal-hal buruk. Tradisi tersebut lantas diwujudkan dalam bentuk sebuah kue. Bûche de Noël merupakan kue yang dibalut dengan krim coklat dan dibentuk hingga menyerupai batang kayu.

8. Inggris
Seperti keluarga pada umumnya, anggota keluarga Kerajaan Inggris juga punya tradisi makan bersama pada acara Natal. Menurut chef kerajaan, Darren McGrady, hidangan yang disajikan ternyata tak pernah berganti. McGrady telah menjadi chef dari tahun 1982 hingga 1998. Ia merancang dan mengolah menu sehari-hari dan melayani acara resmi di istana. Mereka makan siang dengan salad dan udang atau lobster, serta kalkun panggang. Semua hidangan tradisional berupa umbi-umbian, wortel, kecambah Brussels dan puding Natal dengan mentega brendi dihadangkan sebagai pencuci mulut menu makan siang. Sore hari, biasanya keluarga kerajaan akan menikmati teh sore beserta kue buah. Untuk pesta Natal kerajaan, biasanya akan disajikan menu makan malam yang mencakup 15 hingga 20 menu berbeda. Chef Kerajaan Ungkap Hidangan Khas Natal Keluarga Kerajaan Inggris, Ada Abon Kubis sampai Udang Pot.

9. Amerika Serikat
Hidangan yang satu ini sangat populer di berbagai negara di dunia, terutama negara-negara di Eropa dan Amerika Serikat. Kalkun panggang adalah makanan yang “wajib” disajikan pada saat malam natal. Satu ekor kalkun utuh umumnya dipanggang bersama rempah-rempah hingga matang. Akan tetapi, jika di Indonesia Anda kesulitan menemukan daging kalkun, maka tidak ada salahnya untuk mengganti dengan ayam atau bebek. Kalkun panggang biasanya disajikan dengan kentang panggang dan salad.

10. Argentina

Vitel Tone adalah makanan favorit yang biasa disajikan pada saat malam natal atau hari natal itu sendiri. Ini adalah irisan daging sapi yang disiram dengan saus tuna. Hidangan ini mempunyai citarasa yang sangat unik karena memadukan daging sapi dengan saus dari campuran ikan tuna. Saus Vitel Tone ini juga menggunakan bahan-bahan lain, seperti mayones, jeruk lemon, dan cabe rawit. Nah, uniknya Vitel Tone ini bukan disajikan dalam keadaan panas, melainkan dalam keadaan dingin. Meskipun cara membuatnya sedikit ribet, tetapi Vitel Tone tergolong hidangan yang mewah dan elegan di Argentina. (EP)

Endy Poerwanto