Tiga Kampung Wisata Raja Ampat Lolos Nominasi ISTA

0
16
Destinasi wisata Pasir Timbul di Raja Ampat (Foto: Hipwee)

WAISAI RAJA AMPAT, bisniswisata.co.id: Tiga kampung wisata di Kabupaten Raja Ampat, Provinsi Papua Barat, lolos nominasi penilaian penghargaan nasional Indonesia Sustainable Tourism Awar (ISTA) atau pengelolaan destinasi menerapkan prinsip pariwisata berkelanjutan.
Tiga kampung wisata itu, Kampung wisata Sapokren, Kampung wisata Kofiau, dan Destinasi Kawasan Piaynemo

“Harapan kami, ketiga kampung wisata yang masuk nominasi penilaian ISTA bisa meraih juara penghargaan nasional sesuai kategori masing-masing yang diperlombakan. Karena dengan keberhasilan itu mampu mendongkrak kunjungan wisatawan ke Raja Ampat,” papar Kepala Dinas Pariwisata Raja Ampat, Yusdi Lamatenggo di Waisai, seperti dilansir Antara, Selasa (23/07/2019).

Dilanjutkan, kampung wisata Sapokren pengelolaan destinasi menerapkan prinsip-prinsip pariwisata berkelanjutan. Kelompok tani hutan masyarakat setempat mengelola hutan kawasan konservasi dan memanfaatkan jasa lingkungan guna meningkatkan perekonomian.

Sedangkan kawasan Piaynemo, kata dia, pengelolaan destinasi wisata oleh pemuda dan masyarakat berjalan baik serta menerapkan prinsip-prinsip pariwisata berkelanjutan. Dan, Kampung wisata Kofiau juga masuk penilaian ISTA dengan kategori budaya yakni Sasi atau kearifan lokal dalam konservasi dan pariwisata.

Dikatakannya, Raja Ampat telah mengikuti penilaian ISTA yakni 2017 dan 2018 yang diikuti Kampung Wisata Arborek dan dua kali mendapatkan juara sebagai Kampung Wisata.

Sementara perkembangan kunjungan wisatawan ke Kabupaten Raja Ampat mengalami penurunan sekitar 30 persen karena tingginya harga tiket pesawat ke Papua. Tingginya harga tiket pesawat ke Papua sangat mempengaruhi jumlah kunjungan wisatawan ke Raja Ampat.

“Tak bisa dipungkiri, mahalnya harga tiket pesawat menjadi keluhan insan pariwisata di seluruh wilayah Indonesia bukan hanya Kabupaten Raja Ampat. Banyak wisatawan yang sudah mendaftar untuk berkunjung ke Kabupaten Raja Ampat membatalkan kunjungan karena harga tiket pesawat sangat mahal,” sambung Yusdi.

Diharapkan, agar harga tiket pesawat ke Papua terutama kota Sorong dan Raja Ampat diturunkan dengan nilai yang wajar dan dapat terjangkau wisatawan yang berminat kunjungi Raja Ampat

Pemerintah Kabupaten Raja Ampat terus berupaya meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan dengan melakukan promosi baik dalam maupun luar negeri serta menggelar berbagai Festival. “Meskipun promosi dan berbagai event dilakukan untuk meningkatkan kunjungan wisatawan di Raja Ampat, jika harga tiket pesawat tetap mahal target tidak akan tercapai,” tandasnya serius. (NDY)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here