EXPLORE! KOMUNITAS LAPORAN PERJALANAN LIFESTYLE

Tegsa Adventure Tawarkan Tour Anti Mainstream & Hiden Story

YOGYAKARTA, bisniswisata.co.id: Daerah Istimewa Yogyakarta memang istimewa karena sebagai tujuan wisata populer setelah Bali, wisatawan bisa menemukan obyek-obyek wisata baru, kuliner yang beragam dan juga tempat unik dan nyentrik.

Adalah Tegsa Adventure yang melihat peluang-peluang trend wisata outdoor yang menjadi trend dunia saat ini dengan menawarkan petualangan wisata alam dengan sensasi unik dan nyentrik.

 “Mengeksplor alam ini makin diincar wisatawan saat berkunjung ke Yogyakarta. Salah satunya menggunakan transportasi sepeda. Berwisata sepeda menjadi pilihan yang mengasyikkan sekaligus menyehatkan,” ungkap Medha Zeti Elsita, Marketing Eksekutif Tegsa Adventure.

Kegiatan wisata sepeda memang telah menjadi tren bahkan semakin marak di Yogyakarta, terlebih sejak masa Pandemi muncul. Setidaknya itu yang ditawarkan Tegsa Adventure yang menghadirkan bike Xperience.

Mengajak  wisatawan berwisata sepeda melalui rute alam terbuka di Daerah Istimewa Yogyakarta. Rute wisata sepeda pun terbilang ‘unik’ terbagi antara rute pendek (10 Km) dan rute panjang (15-20 Km) sehingga mampu menciptakan petualangan tak terlupakan bagi wisatawan baik bersama keluarga maupun komunitasnya.

Aktivitas bersepeda ini banyak menjadi pilihan, selain menawarkan keragaman alam minat khusus seperti trekking dan touring dengan berbagai rute perjalanan anti mainstream. 

” Justru kearagaman destinasi alam maupun adventure lainnya yang kita ditawarkan semakin kesini justru menjadi incaran wisatawan. Tak ayal sepeda wisata makin mempengaruhi minat wisatawan bahkan menjadi primadona masyarakat mulai wisatawan lokal, artis ibukota, hingga turis mancanegara,” jslas Medha. 

Lalu seperti apa keasyikan Sepeda Wisata ini? Menurut Medha, sebagai aktivitas wisata yang menggabungkan beragam destinasi, jalur sepeda ini bisa menjadi pengalaman yang mengasyikkan. 

Misalnya, BikeXperience Tour de Nature ‘Nanggulan’ yang menggabungkan olahraga sepeda dengan wisata persawahan yang memanjakan mata di Kapanewon Nanggulan, Kulon Progo, DIY, menjadi karakteristik khas dari wisata ini. 

Dengan  panorama Bukit Menoreh berjarak 25 kilometer sebelah barat Kota Yogyakarta, peserta akan mendapatkan pengalaman wisata bersepeda di tengah areal persawahan hijau dengan suasana  yang tidak kalah indah dengan Canggu, Bali.

” LBikeXperience Tour de Nature ‘Nanggulan’ misalnya. memanjakan wisata sepeda melewati rute aspal yang lebih dikenal oleh masyarakat setempat dengan ‘Jalur Luna Maya’ ” jelas Medha. 

Wisatawan diajak menginterpretasi ekosistem persawahan di bukit Menoreh, bagaimana menjadikan nilai nilai alam menjadi bagian dari kegiatan wisata mereka yang bertujuan akan selalu diingat di kemudian hari. 

” Mulai dari tepi areal persawahan milik warga, menyusuri tepi Selokan Kalibawang, hingga sampai di ‘Ruang Teduh’ Tegsa untuk menyantap sajian nikmat khas Kulon Progo,” tambahnya.

Menariknya di saat cuaca cerah, wisatawan sekaligus dapat menjumpai sekelompok burung kuntul yang hinggap di antara areal persawahan antara pagi atau sore hari. 

Keberadaan burung-burung pemakan hama sawah ini menambah pengalaman visual tak terlupakan dalam  menikmati wisata sepeda bersama kami, terangnya. 

Wisatawan juga bisa memilih rute yang melintasi kawasan Candi ‘Prambanan’ untuk menyaksikan warisan budaya benda bersejarah yang ada di Yogyakarta.

Wisata di kawasan Sleman sisi Timur ini meliputi Candi Prambanan, Candi Sewu, Candi Bubrah, Candi Plaosan, Candi  Barong, dan lain-lain. 

Selain menyehatkan, wisatawan juga belajar mengenal kawasan wisata candi di sekitar dengan suasana yang hangat dan menyenangkan. Tentu saja, bersepeda sekaligus menikmati kebudayaan adalah kekayaan bathin yang bisa didapatkan dari rute ini. 

“Yang tak kalah menarik rute ini adalah karena menawarkan sensasi petualangan tak terlupakan yakni adrenalin (olahraga), rekreasi (wisata), dan edukasi (sejarah),” 

Semua paket wisata sepeda dilengkapi dengan jasa antar jemput, fasilitas mobil, pemandu wisata sepeda, makan, dan dokumentasi. Peserta tidak perlu khawatir melewatkan momentum berharga pada saat bersepeda di kawasan candi,” terangnya. 

Tak sampai disitu, wisatawan juga bisa memilih Trekking de Nature & Trekking de Boko untuk menikmati keindahan alam yang ada, dengan pendakian kecil sekaligus menyusuri setiap jengkal ekologi alam yang masih perawan. 

“Lokasi pendakiannya masih di daerah Nanggulan Kulon Progo dengan rute persawahan  dan Bendung Kahyangan dan untuk pilihan rute sangat customize,” kata Medha Zeti Elsita.

Wisata Candi Boko ini menawarkan keindahan pemandangan magis kerajaan masa lalu yakni Kerajaan Boko yang konon kisahnya mewujudkan cikal bakal adanya Candi Prambanan.

Bahkan untuk jalur wisata Tour de Jogja ‘Garis Imajiner’ dan Mubeng  ( keliling) Jogja, wisatawan bisa belajar dalam mengenai filosofi Garis Imajiner. Melalui filosofinya, garis yang melambangkan keselarasan hubungan manusia dengan manusia, alam, dan Sang Pencipta ini sarat akan pelajaran bermakna dalam kehidupan yang dikenalkan dalam wisata ‘Tour de Jogja Garis Imajiner’. 

“Perjalanan mengenal filosofi Garis Imajiner ini dapat dilakukan mulai dari jam 8 pagi hingga jam 8 malam. Anda akan diajak untuk melakukan wisata Merapi Lava Tour, mengenal Monumen Tugu Yogyakarta lebih dekat, mengunjungi Kraton Yogyakarta, mengabadikan nilai bersejarah Panggung Krapyak, mengunjungi Pantai Parangkusumo, dan Gumuk Pasir dalam 12 jam perjalanan,” terangnya.

Jika merasa kurang cukup, wisatawan bisa mengikuti wisata ‘Mubeng Jogja’ yang  menawarkan paket wisata 3 hari 2 malam dengan berbagai pilihan wisata seru yang ada di Yogyakarta. Berwisata ‘Mubeng Jogja’ ini menawarkan berbagai pilihan wisata alam, sejarah, budaya, dan bangunan monumental yang pastinya akan melengkapi liburan seru di Yogyakarta. 

Tidak kalah seru yakni wisata Hidden Story Yogyakarta dmenawarkan destinasi wisata bersejarah yang menarik wisatawan. Jenis wisata ini menawarkan ‘uji nyali’ di bangunan wisata bersejarah di Kotagede dan Kaliurang.

Sensasi wisata ini tentu terkesan menegangkan namun sejatinya mengenalkan wisatawan tentang sejarah bangunan tua di Yogyakarta yang saat ini viral di dunia maya. 

“Pihaknya bersama seorang ‘juru kunci’ pemandu akan membantu meluruskan cerita keberadaan sejarah bangunan tua bersejarah yang kini disalahartikan menjadi lokasi wisata mistis,” terang Medha. 

Wisatawan juga diajak menyelami keindahan Sunset dan Sunrise yang menjadi cara ‘unik’ dalam menikmati keindahan panorama alam saat matahari terbit atau tenggelam di Yogyakarta atau Jawa Tengah. 

Penikmat sunrise atau matahari terbit, dapat menyusuri keindahan diantara Puthuk Setumbu, Gereja Ayam, Borobudur, Manohara Resort, Kebun Buah Mangunan, Pinus Mangunan, Jurang Tambelan, Pinus Pengger, Bukit Panguk, atau Pinus Sewu Watu. Anda dapat memilih dan menikmati paket ini dengan rute sesuai keinginan. 

“Namun jika anda lebih memilih panorama sunset atau matahari tenggelam sebagai salah satu pilihan wisata, bersiaplah untuk menikmati pilihan wisata Bukit Paralayang, Gumuk Pasir, Queen of The South, Pantai Parangtritis, Candi Ijo, Lava Bantal, Candi Ratu Boko, Watu Kapal, Tebing Breksi, atau Rumah Teletabies. Paket wisata ini dapat anda pilih lengkap dengan driver dan akomodasi,” jelasnya. 

Bahkan untuk mengakhiri akhir pekan yang keren, wisatawan diajak menikmati serunya wisata Ambyar Sehari. Destinasi ini ditawarkan dengan motif banyaknya kebutuhan healing

“Melihat hasrat untuk healing yang tinggi pada saat patah hati, maka paket ‘Ambyar Sehari’. Paket wisata yang siap menemani anda jalan-jalan keliling Yogyakarta. Nah saat patah hati inilah, healing ke beberapa lokasi favorit bersama bestie bisa menjadi pilihan. 

Bahkan perjalanan ‘Ambyar Sehari’ ini akan mengantarkan imajinasi lain sembari menikmati Nglanggeran, Pinus Pengger, Pantai Parangtritis, dan Malioboro. Paket yang disediakan pun all in sudah termasuk akomodasi, tiket masuk, snack dan mineral. Patah hati? Piknikin aja,” pungkas Medha.

Nah bagaimana ? ingin menikmati Yogyakarta dengan pengalaman berbeda ? yang pasti jika menikmati bersama keluarga, maka bonding time makin kuat.

Bonding adalah keterikatan kuat yang berkembang antara orang tua dan anaknya, bisa juga antara teman-teman terdekat, kekasih hati maupun komunitas karena bonding bukan barang dagangan tapi masalah hati yang diciptakan Allah SWT pada semua makhluknya.

 

 .

Satrio Purnomo