Target Festival Budaya Isen Mulang: Dongkrak Kunjungan Wisatawan

0
143
Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kemenpar Rizki Handayani Mustafa (baju putih) bersama Sekda Provinsi Kalteng Fahrizal Fitri (Peci hitam) dan Kepala Dinas Budaya dan Pariwisata Kalimantan Tengah, Guntur Talajan (Pakai udeng merah)

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Festival Budaya Isen Mulang kembali dihelat. Perhelatan tahunan yang menampilkan beragam budaya dari berbagai etnis Dayak yang ada di Kalimantan Tengah, akan berlangsung di Kota Palangka Raya, pada 18 hingga 24 Mei 2019.

“Target festival ini selain untuk melestarikan seni tradisional dan budaya dari berbagai etnis Dayak, juga mendongkrak kunjungan wisatawan,” papar Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kemenpar Rizki Handayani Mustafa saat jumpa pers Festival Budaya Isen Mulang di Gedung Sapta Pesona Jakarta Pusat, Senin (19/3/2019).

Festival yang memasuki usia ke-26 ini, lanjut Rizki wajib untuk dikunjungi. Karena menampilkan kearifan lokal yang masih sangat kental, juga ada atraksi wisata yang unik bahkan istimewa. Seperti karnaval budaya, dan ada yang menarik dari pakaian adat, juga topeng menjadi daya tarik tersendiri.

“Nah ini cocok bagi fotografer dalam dan luar negeri untuk mengabadikan menjadi sajian gambar yang menarik. Mulai dari keindahan alam laut sampai hutan belantara juga dan Taman Nasional Sebangu sebagai konservasi hutan tropis juga sebagai paru-paru dunia. Kenapa dalam festival ini tidak ada lomba fotonya, seharusnya diadakan,” lontarnya.

Menurutnya, festival Budaya Isen Mulang ini menjadi daya tarik wisata sekaligus momentum kebangkitan pariwisata Kalimantan Tengah. Mengingat Konsepnya sudah cukup bagus. “Nah, kini yang dibutuhkan adalah branding secara masif. Kemenpar akan bantu itu. Tapi, penyelenggara festival ini juga harus aktif. Manfaatkan semua jenis media, termasuk media sosial. Media sosial ini sangat efektif,” sarannya.

Sekda Provinsi Kalteng Fahrizal Fitri mengaku bangga Festival Budaya Isen Mulang masuk dalam 100 Calender of Event Wonderful Indonesia 2019, sehingga menjadi salah satu event ungulan yang dapat meningkatkan kunjungan wisatawan ke Kalteng.

Pariwisata Kalteng, sambung dia, kini sudah berkembang. Ada Tanjung Puting sebagai konservasi orang utan setiap tahun dikunjungi ribuan wisman. Bahkan tahun ini ada konferensi internasional Orang Utan. Juga ada Taman Nasional Sebangau untuk susur sungai.

“Sungainya berwarna hitam karena kandungan tannin yang tinggi. Di bagian dasar sungai terdapat gambut dengan kedalaman 1-17 meter. Jadi wisatawan tidak hanya bisa menikmati keindahan alam, juga bisa mempelajari soal sungai yang ada gambutnya. Apalagi Palangka Raya menjadi paru-paru dunia setelah Amazon Brasil,” ungkapnya.

Karenanya Kalteng memiliki daya tarik lain di mata dunia internasional. Selain dinobatkan sebagai salah satu jantung dunia, wacana Palangka Raya yang diproyeksikan akan menggantikan Jakarta sebagai ibukota Indonesia ternyata juga menjadi daya tarik tersendiri di mata wisatawan.

“Kami berharap, event Festival Budaya Isen Mulang yang rutin digelar setiap tahun ini menjadi salah satu cara untuk menggerakkan perekonomian di daerah. Kami harapkan jumlah kunjungan wisatawan ke Kalteng juga semakin meningkat,” tegas Sekda Fahrizal.

Sementara Kepala Dinas Budaya dan Pariwisata Kalimantan Tengah, Guntur Talajan mengatakan, Festival Budaya Isen Mulang yang mengangkat tema “Eksistensi Kearifan Lokal Menuju Kalteng Berkah”, merupakan momen yang tepat untuk mempromosikan potensi wisata budaya serta meningkatkan kunjungan wisatawan ke Kalteng yang tahun ini menargetkan 553.000 wisatawan.

Sementara jumlah event kabupaten dan kota Provinsi Kalteng sebanyak 167 event berskala nasional dan 3 event berskala internasional. “Kita menargetkan kunjungan 25.000 wisatawan nusantara (wisnus) dan 500 wisatawan mancanegara (wisman),” kata Kadispar Guntur

Dalam bahasa lokal, “Isen Mulang” berarti “tidak pernah mundur”, yang merupakan moto Palangkaraya yang menggambarkan keberanian rakyatnya. Festival itu sendiri diadakan setiap tahun untuk mempromosikan budaya provinsi yang unik dan beragam dan untuk menginspirasi seniman muda dan lokal untuk terus melestarikan warisan budaya untuk generasi berikutnya.

Pembukaan acara akan berlangsung di Bundaran Besar Palangkaraya, diikuti oleh sorotan utama festival, karnaval budaya. Karnaval ini akan menampilkan ribuan peserta dari semua kota dan kabupaten di provinsi ini. Itu akan mulai dari kantor gubernur, melewati Istana Isen Mulang, bersama dengan jalan-jalan utama kota, sebelum kembali ke Bundaran Besar.

Dalam karnaval, jalan-jalan di Palangkaraya akan dipenuhi dengan tarian tradisional etnis Dayak yang mengenakan kostum dan aksesoris tradisional yang penuh warna, serta banyak atraksi lainnya.

Untuk memeriahkan acara, akan diadakan sejumlah kompetisi termasuk kompetisi fotografi, kompetisi perahu tradisional Jukung, festival kuliner tradisional, dan kompetisi tarian dan lagu tradisional. Akan ada juga permainan dan kompetisi tradisional yang unik, seperti Lawang Sakepeng (seni bela diri), Meneweng Manetek dan Manyila Kayu (pemotongan kayu), Karungut (lagu rakyat),

Selain itu, Balogo (permainan anak-anak tradisional), Habayang (permainan pemintalan), Mangenta (masakan tradisional), Besei Kambe (tarik tambang di atas kapal), dan banyak lagi. Salah satu acara yang paling menarik adalah Sepak Sawut yang merupakan pertandingan sepak bola menggunakan bola api. (ENDY)

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.