Selamat  Tinggal  2020 dan Sambut Global Tourism Travel Trends  2021

0
14

Oleh: Wuryastuti Sunario

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Tahun 2021 sudah tiba, vaksin VOVID -19 sudah ditemukan oleh berbagai perusahaan farmasi utama dunia. UK , Amerika dan Israel sudah mulai membagikannya.

Momentum penerimaan vaksin ini sangat ditunggu-tunggu apalagi karena jumlah pasien yang meninggal di Amerika disebabkan COVID -19 semakin melejit. CNN melaporkan bahwa saat ini setiap harinya jumlah meninggal melampaui 3000, jumlah mana melebihi jumlah meninggal satu hari terjadinya serangan teroris 9/11. 

Data 27 Desember 2020, jumlah meninggal di Amerika terdampak COVID-19 sudah melebihi 333,000, dan sebagian besar rumah sakit sudah penuh bahkan tidak mampu lagi menerima pasien baru. Diperkirakan bahwa dengan pergerakan masyarakat waktu liburan Natal dan Tahun Baru, maka jumlah ini justru akan semakin melonjak.

Di Eropa, Jepang, Korea Selatan, Australia sudah terjadi pandemi gelombang ke-2 atau second wave yang mengakibatkan jumlah tertular COVID-19 semakin melonjak, sehingga pergerakan masyarakat terpaksa direm kembali, hal mana dengan sendirinya semakin menghentikan pergerakan pariwisata. 

Di Inggris ditemukan varian virus baru COVID-19 yang menular dengan sangat cepat. Maka banyak negara menutup penerbangan dari dan ke Inggris, atau setidaknya memperketat masuknya penumpang dari Inggris. 

Indonesia juga memutuskan menutup semua perbatasan mulai tgl. 1 sampai 14 Januari untuk menghambat masuknya varian baru ini ke Nusantara.

Sementara itu di Indonesia jumlah kasus masih saja terus meningkat mencapai 713.365 pada  26 Desember lalu dimana 21.237 meninggal dunia terhitung semenjak pandemi mereka bulan Maret lalu. 

Tapi untunglah 586.676 berhasil sembuh. Di Jakarta, Jawa Barat, Yogya, Solo, Jawa Timur dan Bali, rumah sakit juga dilaporkan hampir penuh. Ditengah suasana yang semakin mencekam ini terbit sedikit sinar cerah karena vaksin COVID -19 sudah tiba di Indonesia.

Pada tanggal 5 Desember 2020 malam, pesawat Garuda Indonesia mendarat mulus di bandara Soekarno-Hatta sambil membawa 1,2 juta dosis vaksin Sinovac dari China. Cargo yang sangat berharga ini langsung diangkut ke Bio Farma di Bandung untuk disimpan sampai BPOM memberi ijin peredarannya.

Menurut berita terkini, biarpun vaksin Sinovac ini sudah mengalami uji klinis fase-3 di Bandung melibatkan 1.600 relawan, akan tetapi BPOM masih perlu menunggu hasil uji klinis dari beberapa negara lain sebelum menerbitkan izin penggunaan, yang diharapkan akan diberi pertengahan Januari 2021.

Inggris merupakan negara pertama di dunia yang menerima dan menyuntikkan vaksin produksi Pfizer pada penerima pertama. Dan sejak tanggal 13 Desember Amerikapun menyusul menerima 10 juta vaksin produksi Pfizer dan Moderna yang langsung dibagikan dan disuntik ke masyarakat di berbagai negara-bagian.

Namun, menjelang akhir tahun dan liburan Natal dan Tahun Baru – yang tadinya sangat diharapkan dunia pariwisata Indonesia bisa mendongkrak bisnis pariwisata yang sedang terpuruk – ternyata sebagian besar negara justru memperketat mobilitas masyarakatnya serta kerumunan massa, maka mereka malah menutup rapat perbatasannya.

Ini karena dikhawatirkan bahwa justru keramaian dan kerumunan inilah yang akan semakin menular dan menyebarkan wabah yang mematikan ini, sekalipun vaksin sudah tersedia tetapi baru disuntikkan pada segelintir orang saja.

Hal ini berarti bahwa COVID -19 masih akan terus bersama kita dan melaju penyebarannya. Indonesiapun memperketat persyaratan bagi wisatawan domestik yang mendarat di Bali, hal mana langsung diikuti semakin banyak bandara termasuk Jakarta.

Semua penumpang penerbangan diharuskan ditest antigen, yang sebelumnya cukup diberi rapid test. Segalanya untuk menghindari tumpukan manusia termasuk wisatawan yang akan berakibat pada penularan yang semakin luas dan massif.

Bagaimanapun, perketatan peraturan dalam berwisata tersebut sekali lagi menghambat arus wisata domestik yang sedianya telah digenjot oleh pemerintah bersama industri pariwisata demi menghidupkan kembali pariwisata Bali dan destinasi wisata lainnya. 

Karena memang ternyata ribuan wisatawan membatalkan perjalanan wisata akhir tahun karenanya. Maka perketatan peraturan perjalanan yang berlaku mendadak ini kembali merupakan tamparan telak bagi industri pariwisata yang sudah terpuruk, yang sedianya berharap bisa mulai bernapas kembali.

Pada hakekatnya, jauh sebelumnya, di Bali dan di semua destinasi wisata Indonesia, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif telah giat menyiapkan destinasi pariwisata dan setiap fasilitas pariwisata supaya siap menyambut tamu domestik maupun internasional dengan memberlakukan protokol kesehatan yang disebut CHSE – Cleanliness, Health, Safety dan Environment Sustainability. Bahkan setiap usaha wisata diharuskan bersertifikasi CHSE.

Maka destinasi-destinasi utama seperti Bali, Lombok, Yogyakarta, Danau Toba, Labuan Bajo, Likupang dan banyak lagi di Indonesia sudah siap, tidak saja untuk menerima wisnus tetapi juga menerima wisatawan internasional yang memang sangat didambakan.

Akan tetapi apa daya, perbatasan negara-negara penghasil wisman masih juga tertutup rapat bagi wisatawan berlibur ke luar negeri . Dua hari sebelum Natal, Presiden Jokowi memberi kejutan. Diantara 6 menteri yang diganti dalam reshuffle Kabinet, ternyata Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif juga diganti dari Bapak Wishnutama ke Bapak Sandiaga Uno.

Maka harapan seluruh industri Pariwisata dan setiap insan Pariwisata tidak lain semoga Bapak Sandiaga Uno akan mempercepat pembangunan kembali kepariwisataan Indonesia dan membawa kecerahan pada pariwisata Indonesia yang terasa demikian terpuruk oleh COVID -19.

Demikianlah gambaran Indonesia dan dunia pariwisata memasuki tahun 2021. Apakah yang bisa diharapkan di tahun baru, dan bagaimanakah kiranya gambaran kepariwisataan di tahun 2021? Bagaimanakah Travel Trends tahun 2021? Apakah keinginan wisatawan masih sama seperti dulu atau telah banyak berubah? bersambung di Bagian II selanjutnya.

Penulis adalah pemerhati pariwisata dan mantan Managing Director Badan Promosi Pariwisata Indonesia ( BPPI).

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.