Sayang, Festival di NTT Belum Mampu Datangkan Wisman

0
63
Presiden Joko Widodo menghadiri Parade 1001 Kuda Sandelwood dan Festival Tenun Ikat Sumba 2017 di Tambolaka, Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur, Rabu (12/7/2017). (Foto: presidenri.go.id)

KUPANG, bisniswisata.co.id: Sepanjang Juli 2019, ada enam festival budaya, wisata digelar di Nusa Tenggara Timur (NTT) diantaranya festival Inerie di Kabupaten Ngada Pulau Flores, Festival Etu di Kabupaten Nagekeo, Festival Caci di Kabupaten Manggarai, Festival Florata di Kabupaten Manggarai Barat.

Ditambah lagi, Festival Tenun Ikat dipadukan Parade Kuda Sandelwood di Kabupaten Sumba Timur, serta Festival Memanggil Ikan Dugong di Kabupaten Alor, Pulau Alor.

“Sayangnya berbagai festival ini belum mampu mendatangkan kunjungan wisatawan mancanegara (Wisman) secara masif. Dikarenakan festival digelar relatif mendadak,” papar Ketua Asosiasi Perjalanan Wisata Indonesia (Asita) NTT, Abed Frans di Kupang, Senin (22/07/2019).

Dilanjutkan, tamu-tamu overseas dari mancanegara yang diundang pelaku wisata, tidak mungkin diundang hari ini untuk bulan depan mereka datang. Mereka harus persiapkan waktu enam hingga tujuh bulan baru bisa memastikan untuk hadir.

Diharapkan agar berbagai kegiatan festival pariwisata yang diadakan pemerintah daerah NTT digelar secara konsisten setiap tahun. “Konsistensi ini penting terutama waktu dan tempat pelaksanaan festival sehingga ketika kami pelaku wisata tidak ragu-ragu menjual paket wisata untuk menarik kunjungan wisatawan hadir pada event-event festival,” lontarnya.

Hal itu terkait berbagai kegiatan festival pariwisata yang dihadirkan pemerintah daerah di Provinsi Nusa Tenggara untuk menarik minat kunjungan wisatawan ke daerah-daerah. “Kami sangat mendukung kehadiran berbagai festival ini untuk menambah semarak pariwisata di provinsi setempat dalam rangka menarik minat kunjungan wisatawan,” tandasnya

Asita berharap agar berbagai festival yang digelar ini dapat dilakukan secara berkelanjutan dan konsisten terkait waktu dan tempat di tahun-tahun mendatang. Sehingga para operator tur dapat menyiapkan paket wisata secara pasti paling lambat setahun sebelumnya untuk ditawarkan kepada wisatawan.

“Festival-festival ini bagus sebagai langka awal, tinggal dilakukan secara konsisten, artinya pada tahun depan di bulan yang sama, tanggal yang sama, tempat yang sama harus ada juga,” katanya seperti dilansir Antara. (NDY)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.