Sapta Nirwandar Ajak Masyarakat Jadikan Label Halal Sebuah Nilai Tambah

0
166

BANDUNG, bisniswisata.co.id: Halal mulai menjadi tren dunia. Sejumlah brand kelas dunia sudah menghadirkan produk dengan identitas halal. Potensi pasarnya pun dari tahun ke tahun semakin meningkat. Bagaimana dengan bisnis halal di Indonesia?

Dr. H. Sapta Nirwandar, S.E., DESS menjelaskan tentang potensi bisnis halal di Indonesia lewat buku Halal Lifestyle, Tren Global, & Peluang Bisnis. Bedah buku karya Sapta Nirwandar digelar Universitas Padjadjaran di Grha Sanusi Hardjadinata kampus Unpad, Jalan Dipati Ukur No. 35, Bandung, Kamis (15/2).

Berdasarkan laporan Global Islamic Economy Report tahun 2017-2018, Indonesia berada di posisi sebelas negara yang menjadi indikator perkembangan ekonomi Islam secara global. Posisi ini turun satu peringkat dibandingkan tahun 2016-2017.

“Kita merupakan negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia, tetapi kita nomor sebelas. Mengapa? Salah satu ukurannya adalah ekosistem. Di halal industri kita belum kondusif,” kata Dr. H. Sapta Nirwandar, S.E., DESS seperti dikutip laman unpad.ac.id.

Menurut Ketua Ikatan Alumni Unpad 2012-2016 ini mengungkapkan, berkembangnya industri halal bukan hanya terjadi di negara mayoritas Muslim. Sejumlah negara dengan jumlah penduduk Muslim relatif sedikit juga sudah mulai melihat potensi besar pasar halal.

Bisnis halal pun bukan hanya di sektor pangan, tetapi sudah mencakup produk kosmetik, farmasi, fashion, dan finansial. Bahkan kini telah merambah hingga ke bisnis travel, pendidikan, media, rekreasi, dan seni.

“Halal adalah lifestyle. Oleh karena itu saya menulis buku Halal Lifestyle, Tren Global, & Peluang Bisnis dengan harapan dapat membuka cakrawala bisnis di sektor halal lifestyle yang saat ini memiliki potensi sangat besar,” kata Wakil Menteri Pariwisata di era Presiden SBY ini.

Halal yang kental dengan filosofi religi ternyata memiliki makna yang sangat luas dan bisa diaplikasikan dalam berbagai sisi kehidupan, termasuk ekonomi. Sayangnya label halal belum menjadi sebuah nilai tambah.

” Banyak para pelaku usaha hanya melihat label halal hanya sebagai syarat penetrasi ke berbagai gerai ritel. Banyak juga yang salah paham ketika produk dikomunikasikan dengan branding halal karena dikaitkan dengan agama padahal bisa menjadi pedoman akan kualitas hidup yang menyehatkan dan aman bagi demua orang, kata Dr. Sapta Nirwandar yang merupakan alumni Fakultas Ekonomi Unpad ini.

Sapta Nirwandar ( tengah) bersama peserta Bedah Buku Halal. ( foto-foto: Bobby)

Dalam kesempatan tersebut, Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unpad Prof. Dr. Hj. Sutyastie Soemitro Remi, SE, MS mengungkapkan bahwa buku tersebut mampu membuka mata dan pikiran untuk menciptakan bisnis baru.

“Halal dapat menjadi penopang pertumbuhan ekonomi, membuka lapangan kerja, dan mendorong ekspor. Pak Sapta mengajak kita semua untuk maju bersama membangun industri halal, dan itu tentu perlu kita sambut,” tutur Prof. Sutyastie.

Senada dengan Prof. Sutyastie, Direktur LPPOM MUI Jabar Prof. Dr. H. O Suprijana, M.Sc. mengungkapkan bahwa buku tersebut memberi wawasan baru mengenai perkembangan industri halal saat ini. Berbagai gagasan baru juga diharapkan dapat diterapkan ke depannya.

Sementara itu, Pemilik usaha El-Zatta Hijab Elidawati, menuturkan bahwa buku tersebut dapat memberi tantangan tersendiri bagi para mahasiswa untuk terjun ke dunia wirausaha, mengingat ada banyak peluang disana.

“Buku ini penting sekali juga untuk  para mahasiswa, supaya menjadi challenge bagi merekasetelah tamat tidak hanya menjadi pegawai, banyak sekali peluang-peluang usaha yang sudah menjadi tren dunia,” kata Elidawati.

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.