YOGYAKARTA, bisniswisata.co.id: Sebagai kota tujuan wisata, Yogyakarta yang banyak memiliki obyek-obyek baru juga dikenal dengan berbagai atraksinya a.l di gedung societet Taman Budaya.
Acaranya akhir pekan nonton teater yang diadakan oleh paguyupan Arya Satya , Mahasiswa pendidikan bahasa daerah Universitas Negeri Yogyakarta yang menggelar pertunjukan teater berjudul Wisuno.
Digelar Sabtu, 12 juni 2021 jam 15.00- 18.00 WIB, keinginan untuk datang langsung ke Gedung Societet Taman Budaya Yogyakarta cukup menggebu dimana saat ini kesenian pertunjukan sangat terkena dampaknya.
Para pelaku seni pertunjukan di masa pandemi COVID-19 memang sangat terimbas aktivitasnya. Untuk menggairahkan dan bangkitkan semangat berkesenian, dan nguri-nguri kebudayaan tetep dengan menjaga protokol kesehatan yang ketat para mahasisws Universitas Negri Yogyakarta ini mengadakan pentas dengan bahasa jawa dan siarkan secara live streaming.
Dii iringi musik jawa dengan gamelan komplit pelok slendro mengiringi pentas teater WISUNO itu sendiri yang diartikan isu-isu atau gosip-gosip yang sering terjadi di masyarakat. Tata panggung megah di tata apik secara natural jawa di sajikan untuk menghibur masyarakat lewat live streaming.
Kisah yang diambil dari aktivitas yang sering terjadi di kehidupan masyarakat. Untuk para mahasiswa sendiri ajang pentas ini untuk berlatih dari tata bahasa, berlatih mental, menghayati peran dimana kelak bisa buat bekal di kala Kuliah Kerja Nyata. ( KKN).
Alunan musik gamelan jawa menambah pertunjukan dipanggung menjadi terasa hidup. Di iringi tari-tarian indah yang di suguhkan, dengan undangan terbatas dan dengan mematuhi protokol kesehatan yang ketat.
Untuk pementasan Teater itu sendiri sebagai arena berlatih mengolah naskah, bagaimana menghayati naskah dan di tempatkan seperti apa di dalam suatu pertunjukan.
Mereka yang terlibat belajar menahani dunia teks dan naskah berbeda serta mengalami dunia berlatih untuk menjadi sesuatu dan menjadi seseorang. Mahasiswa jadi saling memahami antara satu dengan yang lain, saling memahami pembicaraan dimana itu berguna di kala menjadi seorang guru.
Suwardi Endraswara selaku Dekan pembimbing Sanggar Sastra di Kampus UNY mengatakan pertunjukkan ini arena melatih keberanian yang baik. Teater berbahasa Jawa ini merupakan adaptasi dari naskah drama “Suksuk Pari Ambruk” karya Gondol Sumargiono, penulis yang beraaal dari Gunungkidul.
Gabriel Benjo Kristian, sang Sutradara mengungkapkan, proses latihan pementasan teater Wisuno kurang lebih 2 bulan lamanya. Wisuno kurang lebih berarti omongan rasan-rasan atau ngegosip. “Yang menarik, tokoh utamanya bernama Luku. Seorang laki-laki lajang yang kaya di desanya. Dengan kekayaannya, ia bisa menggaet wanita. Kalau biasanya penggoda itu perempuan, ini laki-laki,” jelasnya.










