Perjuangan Panjang Geopark Kaldera Toba Diakui UNESCO

0
140
Geopark Kaldera Toba (Foto:

MEDAN, bisniswisata.co.id: Geopark Kaldera Toba mendapat perhatian dari Presiden Jokowi Widodo (Jokowi). Perhatian itu dengan mengunjungi Taman Bumi di Desa Sigulatti, Kecamatan Sianjur Mula-mula, Kabupaten Samosir, Rabu (31/7) yang mengakhiri kunjungannya selama 3 hari ke kawasan Danau Toba. Kunjungan ke Kaldera ini sekaligus mendukung Geopark Kaldera Toba agar bisa diakui UNESCO.

Memang, Geopark Kaldera Toba mendapatkan pengakuan sebagai geopark nasionaltahun 2013 dengan wilayahnya mencakup 7 kabupaten ini, kini sedang berjuang untuk mendapatkan pengakuan UNESCO. Sudah dua kali mengajukan diri demi mendapatkan titel UGG (UNESCO Global Geopark). Sayangnya berakhir dengan sedih, ditolak.

Pertama kali Pemprov Sumatera Utara (Sumut) megajukan tahun 2014, namun ditolak. Begitu jugatahun 2017, Unesco pun akhirnya memberikan saran yang harus dibenahi. Pembenahan pun dilakukan sesuai arahan UNESCO, dan untuk ketiga kalinya kembali disodorkan.

Geopark Kaldera Toba mempersiapkan 5 hal agar mendapatkan pengakuan UGG, yakni menjadikan geopark Kaldera Toba spesial, yaitu super vulcano dari gunung apinya, danau vulkanik super besar, keunikan suku Batak, landscape menawan, dan keanekaragaman hayatinya. Dengan kata lain, Geopark ini merupakan salah satu ikon pariwisata di Sumatera Utara yang memadukan keragaman geologi, hayati, dan budaya.

Indonesia memiliki 19 wilayah geopark, namun hanya empat kawasan geoprak yang sudah diakui UNESCO, yaitu Gunung Batur di Bali, Ciletuh di Jawa Barat, Gunung Sewu di Jawa Timur, dan Rinjani di Lombok. Diharapkan tahun 2019, Indonesia bertambah satu lagi Kaldera Toba karena Danau Toba sudah ditetapkan jadi salah satu daerah tujuan wisata utama Indonesia.

Setelah geopark Kaldera Toba diakui UNESCO maka akan memberikan citra dan kepercayaan dari masyarakat luar sehingga jumlah kunjungan wisatawan asing akan meningkat. Dengan kondisi itu, diharapkan target satu juta wisman yang datang ke Sumut sepanjang tahun 2019 bisa tercapai.

“Ya itu yang tugasnya nanti Pak Gubernur, Pak Bupati, termasuk juga nanti di kementerian,” kata Presiden saat mengakhiri kunjungan kerjanya meninjau destinasi wisata sekitar Danau Toba.

Jokowi mengunjungi geopark itu bersama Ibu Negara Iriana Jokowi dan sejumlah menteri Kabinet Kerja. Ia kemudian mengunjungi Gedung Geopark Kaldera Toba. Di dalam gedung tersebut terdapat teater mini. Di sana Jokowi dan Iriana menyimak penjelasan tentang sejarah terbentuknya Danau Toba dan kearifan lokal setempat.

Kawasan Kaldera Toba memiliki panorama alam dan budaya yang indah. Kaldera Toba terbentuk dari letusan dahsyat gunung api Toba, sekitar 74.000 tahun silam. Letusan Gunung Api Toba Purba menyisakan lekukan dalam di dasar kaldera yang kemudian terisi air, dan kini kita kenal sebagai Danau Toba. Kedalamannya mencapai sekitar 550 meter dan luasnya 1.130 kilometer persegi.

Pasca letusan dan terbentuknya kaldera atau danau, peristiwa geologi tersebut juga menciptakan bentukan lain, yakni Pulau Samosir. Ini terjadi akibat pengangkatan sebagian besar danau ke permukaan. Karena sejarah dan karakter geologisnya yang istimewa ini, pada Januari 2018, kawasan Danau Toba diresmikan sebagai Geopark Nasional Kaldera Toba.

Guna memahami Geopark Kaldera Toba dimulai perjalanan dari Pusuk Buhit di Pulau Samosir. Dan mesti menyeberangi Danau Toba dari Parapat dengan kapal ferry, mendarat di kawasan Tomok, Samosir. Pusuk Buhit bisa dicapai dari Tomok dengan mobil dalam waktu sekitar 3 jam. Di sinilah berdiri bangunan megah, Pusat Informasi Geopark Kaldera Toba.

Geopark Kaldera Toba terpusat di kawasan puncak, perkampungan si Raja Batak, di lereng gunung Pusuk Buhit. Dari kawasan ini dipercaya sebagai asal mula orang Batak. Dari tempat bermukim dan berkembangnya Raja Batak beserta keturunannya, beserta peninggalan sejarah adat dan budaya terhampar Geosite Pusuk Buhit di Geopark Kaldera Toba.

Ada banyak peninggalan sejarah di Pusuk Buhit ini. Ada situs, batu sawah, Batu Hobon yang berumur ratusan tahun, tungku, dan lereng bukit perkampungan Raja Batak. Budayanya juga kaya dengan kesenian, tarian tor-tor, dan nyanyian dengan pantun penuh makna.

Geopark Kaldera Toba melestarikan tiga keragaman, yaitu geodiversity atau keanekaragaman batu-batuan dan hayati. Lalu culture diversity atau keragaman budaya, seperti yang dikembangkan di perkampungan si Raja Batak. Serta biodiversity atau keragaman hayati etno botani Batak, dilakukan di pusat pelestarian tanaman khas Batak yang mulai sulit ditemukan. Seperti sampinur tali, hariara, dingol, aurekce, andaliman dan jabi-jabi.

Selain Pusuk Buhit, Geopark Kaldera Toba juga memiliki 15 warisan budaya, geologi, dan biologi lainnya, yang kini menjadi destinasi wisata unggulan di kawasan danau terbesar di Asia Tenggara ini. Apa saja? Sipiso Piso – Tongging, Silalahi Sabungan, Haranggaol, Sibaganding Parapat, Taman Eden, Balige – Liang Sipege – Meat, Situmurun – Blok Uluan, Huta ginjang, Muara – Sibandang, Sipinsur – Baktiraja, Bakkara – Tipang, Tele – Pangururan, Hutatinggi – Sidihoni, Simanindo – Batu Hoda dan Ambarita – Tuk Tuk – Tomok. (NDY)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.