ART & CULTURE KOMUNITAS

Pelukis Liek Yanto:  "Rawat Bumi Nandur Peni"

Liek Yanto di samping karyanya berjudul ‘Mengejar Angan’ ukuran 100cmX150cm Acrylic On Canvas

YOGYAKARTA, bisniswisata.co.id: Wajahnya selalu ceria, itulah seniman dan sekaligus aktor bintang film baik di layar lebar atau pun di layar kaca jadi bintang senetron  namun kali ini Liek yanto bukan tampil di film atau pun senetron melainkan tampilkan karya seni lukisnya, dengan pameran tunggal yang berjudul ‘Rawat Bumi Nandur Peni’ 

Liek Yanto ingin bumi ini tetep selalu lestari dan terjaga baik-baik biar anak cucu kedepan masih bisa menikmati Indahnya alam negri Indonesia ini. 

Realisme hadir sebagai jawaban dari pemikiran Plato tentang realita; realita adalah tiruan dunia inderawi; posisi inderamata berperan memotret objek konkrit atau realistik. 

Seorang seniman mengangkat objek nyata (material) dan cerita dibalik objek tersebut (formal).Tajuk tulisan karya seni lukis realisme kosmologi Liek Suyanto merujuk objek realitas alam sebagai sumber penciptaan. 

Representasinya menerawang alam: awan dan peristiwanya, maupun tetumbuhan serta komunitasnya sebagai formalnya. Hidup dan kehidupannya dipersonifikasikan dalam ruang dan waktu suatu peristiwa alam. 

Di sinilah posisi permanensi logika Liek Suyanto terpengaruh dari Aristolteles ketika menerawang alam semesta melalui pengamatan yang aktual.

Melalui mata batinnya, Liek Suyanto  melihat kondisi alam saat ini ingin selalu terjaga baik karena keberlangsungannya, alam sebagai sumber kehidupan manusia.

Menelusuri ruang dan waktu karya realisme Liek Suyanto terdapat gambaran perjalanan sejarah kehidupannya. Pria kelahiran 1 Juni 1943 ini memeringatkan kepada diri dan sobatnya bahwa yang terpenting adalah menanamkan benih ‘keseimbangan’ antara alam dan manusia. 

Dia menanamkan benih kedamaian melalui karya Mengejar mimpi, Harapan, Kemenangan  serta yang lain merupakan penggambaran cita-cita, dan pengembaraan batin ingin mewariskan kekayaan seni kepada anak dan cucunya sekaligus penguatan semangat hidup agar tidak pikun dalam hidupnya. 

Jadwal pameran, seniman musik yangbikut menghibur pembukaan dan Ketua Ikatan Pelukis Indonessia cabang Jakarta, Ika Ru Datin

Kekayaan yang paling berharga adalah kemampuan alami berkarya seni dan berkesenian yang lain. Kiprah berkesenian Liek Suyanto di berbagai film layar lebar maupun layar kaca dan hobby melukisnya bisa dinikmlati pada pameran tunggalnya kali ini  dengan 30 Karya seni lukis. 

Berlangsung diGaleri Kopi Macan Jl Bugisan. Tirtonirmolo, Kec. Kasihan, Kab. Bantul Daerah Istimewa Yogyakarta. Pembukaan pameran sejak sabtu 12-02-2022  hingga 26 Febuari mendatang.

Dibuka oleh Klowor Waldiyono dan dikuratori oleh Dr. Hajar Pamadhi, M.A. Acara pembukan di hibur dengan musik okestra yang di mainkan oleh dosen-dosen kampus  ISI Yogyakarta.

Liek Yanto adalah sosok seorang ayah dan jugap seorang guru sehingga para tamu yang hadir baik seniman muda dan senior tampak riang gembira menyaksikan prestasi  panutannya.

Seperti yang ditunjukkanboleh Ika Ru Datin L, selaku Ketua Ikatan Pelukis Indonesia ( IPI) wilayah Jakarta. yang hadiri acara pembukaan pameran tunggal Liek Yanto

“Jogja adalah kota seni yang banyak pelaku   seni rupa pada tinggal di Jogja, untuk kesenian  musiknya juga maju , pokoknya aneka budaya di Jogja itu majunya salut saya pada kekompakan senimalnnypa,” kata Ika.

Semoga makin lama makin Jaya makin sukses makin terkenal sehingga memberi contoh kepada daerah lain di Indonesia, Semoga menjadi lebih sukses lebih unggul. 

“Jogja sebagai pusat kebudayaan, kota seni rupa, seni budaya dan kota pariwisata menjadi komplit dan dimana banyak yang ingin berkunjung di Jogja seperti saya yang selalu rindu untuk datang, tegas Ika Ru Datin.

 

Hilda Ansariah Sabri

Pendiri, Pemimpin Umum, Pemimpin Redaksi dan pemegang sertifikasi Wartawan Utama Dewan Pers dan Ketua Departemen Pariwisata PWI Pusat (2018-2023)