DAERAH DESTINASI INTERNATIONAL NEWS

Pariwisata Aceh Menggeliat, Kadisparda Kebudayaan & Pariwisata Aceh Gelar Bimtek

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Aceh, Almuniza Kamal, S.STP, M.Si

BANDA ACEH, bisniswisata.co.id:  Momentum bangkitnya kepariwisataank hususnya yang terjadi di Indonesia menjadi motivasi Pemerintah Daerah Aceh untuk promosikan pariwisatanya kepada calon wisatawan Nusantara.

iklan mengenai Pariwisata Aceh khususnya di Jakarta semula jarang ditemui sebelumnya oleh masyarakat Ibu Kota ini. Namun belakangan muncul iklan dalam format at lips di suatu Radio swasta terkenal yang pendengarnya adalah para professional dari berbagai kalangan di beberapa kota besar. 

 

Selain itu juga iklan pariwisata Aceh banyak bermunculan di berbagai “Akun Sosmed“ influencer, termasuk Tik Tok yang memviralkan obyek-obyek wisata Aceh yang dapat dijangkau dengan biaya murah. d

Adalah Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Aceh, Almuniza Kamal, S.STP, M.Si, yang memanfaatkan momentum ini untuk membuat program acara Bimtek dan Sertifikasi Kompetens.

Bimbingan tekhnis kemudian diberikan pada  usaha Pariwisata sub sektor Travel Agent, Hotel dan Restauran  selam dua hari  akhir pekaln lalu di Hermes Palace Hote, BandaAceh.

Dalam sambutan pembukaan dan peresmian acara tersebut, Kadisbudpar Aceh ini menyampaikan bahwa pariwisata menjadi lokomotif penggerak perekonomian bangsa, yang mendatangkan Devisa dan pendapatan Daerah”

Namun disisi lain Almuniza menyadari adanya suatu tantangan yaitu belum cukup tersedianya tenaga-tenaga pelaku Pariwisata yang cakap, trampil, memiliki skill yang baik dan professional di Aceh. 

Untuk mengantisipasi kondisi para pelaku Pariwisata Aceh, Kadisbudpar Aceh itu mengumpulkan para pelaku Pariwisatanya dari sub-sub sector yang paling berpengaruh mendatangkan dan melayani 

wisatawannya yaitu dari Biro Perjalanan Wisata/Travel Agent, Hotelier dan Restauran, untuk diberikan Bimbingan Teknis dan di Sertifikasi Kompetensinya sesuai masing-masing profesinya.

Almuniza sangat mengharapkan dari 90 orang peserta Bimtek dan Sertifikasi dari ketiga subsektor yang sengaja diikutkan itu dapat menghasilkan output yang optimal untuk memajukan Pariwisata Aceh. 

Bagi SDM Biro Perjalanan Wisata (BPW), Bimteknya diserahkan kepada ASTINDO untuk memberikan penyegaran (refreshing) kompetensi dan penyusunan Standard Operating Procedure (SOP) untuk tiga Okupasi yaitu Tour Consultant, Travel Consultant dan Tour Leader. 

Sedangkan dari pelaksanaan Uji Kompetensi untuk Sertifikasi Kompetensi para profesi tersebut, ASTINDO menugaskan LSP ATDA mengutus para Asesor LSP ATDA yang terdiri dari sdr Novi Khotimah, Yuri Santari , Ayodia Multazam dan Meita Viyolit

Sjachrul Firdaus, Direktur Eksekutif ASTINDO bersama dengan para Asesor LSP ATDA, melaksanakan tugas dari Dewan Pengurus Pusat (DPP) ASTINDO untuk menjadi Narasumber pada Bimtek dan elaksanaan Uji Kompetensi di Aceh.

Firdaus melihat sosok Kadisbudpar Aceh yang relatif masih muda, dinamis dan inovatif, itu sangat serius membina pelaku pariwisatanya. Terlihat dalam program Bimtek dan Sertifikasi Kompetensi untuk para pelaku pariwisatanya ini diselenggarakan di hotel terbaik di Aceh, agar semua peserta dapat mencontoh dan merasakan pelayanan serta fasilitas daris atu-satunya hotel berbintang 5 di Aceh itu untuk dijadikan benchmarking

Faisal pengelola BPW Traverious Aceh yang juga sebagai panitia penyelenggara Bimtek dan Sertifikasi Komepetensi atas nama ASPPI Aceh ini menyayangkan mahalnya harga ticket pesawat ke Aceh. Karena mahalnya harga ticket menjadi penghambat utama datangnya wisatawan dari provinsi lain ke Aceh.

“Padahal kuliner di Aceh itu sangat diminati oleh wisatawan, karena aneka ragam makanan dengan menggunakan berbagai rempah-rempah yang membuat citarasa kulinernya sangat lezat,” kata Faisal.

Mie Aceh yang dijajakan diprovinsi lain merupakan sebagian kecil jenis masakan Mie yang ada, namun di Acehnya sendiri begitu banyak jenis masakan Mie Aceh dengan kelezatan yang berbeda-beda sesuai selera, tambahnya 

Belum lagi dengan Kopi Gayo yang terkenal ke antero Indonesia. Berbagai jenis racikan Kopi asli Aceh yang membuat wisatawan ingin menikmati kopi diberbagai kedai Kopi yang ada di Aceh.

Masing-masing kedai menyajikan racikan Kopi Gayo atau Arabica dan Torabicanya dengan versi yang beraneka ragam, baik dari sisi rasa maupun cara penyajiannya. Racikan Kopi Sanger menjadi salah satu jenis racikan kopi yang menjadi favorite para wisatawan.

Dari sisi souvenir, Aceh menjajakan hasil kerajinan tangannya yang sangat indah, yang benar-benar masih menggunakan rajutan tangan, seperti aneka ragam Tas, Dompet, Sepatu, Kopiah dsb, dengan harga yang relatif murah dibanding dengan harga karya seninya.

Begitu juga dengan souvenir dalam bentuk makanan, khususnya makanan mentah yang selalu menjadi buruan para wisatawan yang datang, seperti Emping, Kopi, Dendeng dan lainnya, yang sangat dikenal di provinsi lain bahwa yang terlezat berasal dari Aceh.

 

Hilda Ansariah Sabri

Hilda Ansariah Sabri, Pendiri, Pemimpin Umum, Pemimpin Redaksi dan pemegang sertifikasi Wartawan Utama Dewan Pers. Saat ini menjabat sebagai Ketua Departemen Pariwisata PWI Pusat ( 2018-2023)