Ragam Pesona Expo di ajang WITEX 2025

this formate

Rohaya, inisiator Dental Tourism

BANDAR SUNWAY, Selangor, Malaysia bisniswisata.co.id: Lantai 15 hotel Sunway Resort di sulap menjadi arena pameran ( Expo) dengan deretan stand makanan, jasa-jasa pariwisata, badan promosi pariwisata dari berbagai negara bagian di Malaysia hingga paviliun sejumlah negara. Paviliun Indonesia terpisah dengan paviliun Sumatera Barat yang fokus mempromosikan potensi pariwisata Sumbar termasuk desa-desa wisatanya.

Di koridor luar Bunda Rohaya menyambut pengunjung standnya di Witex dengan ramah dengan stand bertuliskan Dental Tourism. Dia menjelaskan programnya dengan mimik yang lucu karena dia menggabungkan kegiatan liburan dan perawatan gigi.

Nama kliniknya adalah Klinik Pergigian Rohaya, sesuai nama pemiliknya Dr Rohaya binti Isa. Di stand giginya itu sudah disiapkan juga game- game sehingga pengunjung langsung akrab dengan para dokter gigi yang berkumpul di stand untuk bermain bersama.

Jari tangan langsung searching di Google, wah ternyata fasilitas klinik giginya memang luas dan lengkap dan bunda Rohaya senyum-senyum saja melihat kelakuan pengunjungnya ini sambil nakal bertanya: Jadi dental tourism periksa gigi sambil berwisata ? bagaimana caranya sambil jalan-jalan ?.

Dia mengangguk dan mengatakan bahwa destinasi wisata yang dipilih menyesuaikan dengan keinginan turisnya. Jadi yang jelas periksa dan perawatan gigi tetap di klinik. Nah sambil menunggu perawatan lanjutan pergi jalan-jalan dulu deh keliling Malaysia atau sekedar putar-putar city tour, ucapnya tergelak.

Bermitra dengan lebih dari 10 dokter gigi terkemuka, dokter yang berjiwa bisnis ini mendirikan klinik di kawasan Kota Damansara, masih di daerah Petaling Jaya Selangor. Menurut dia, pelanggannya selain warga lokal memang turis asing yang datang ke Malaysia untuk perawatan gigi.

“Banyak yang kami tawarkan karena di negara asal mereka biaya perawatan gigi mereka kalau harus bayar sendiri mahal kira-kira setara dengan dia periksa gigi plus berwisata ke Malaysia. Kan lebih enak sambil jalan-jalan dong makanya kita sebut Dental Tourism, atasi masalah gigi sambil berwisata,” katanya

Negara-negara seperti Australia yang musim dinginnya antara Juni-Agustus pilih periksa gigi waktu musim dingin karena Malaysia justru musim panas. Klien juga datang dari Eropa dan Amerika karena itulah jasa yang ditawarkan juga beragam.

Dia melayani mulai dari bikin gigi palsu, perawatan, pencegahan, bedah kecil rongga mulut, tanam gigi palsu, meluruskan gigi sampai scaling & polishing alias pembersihan gigi. Di area pameran, Rohaya juga bertetangga dengan stand peserta dari China Muslim seperti Ningxia yang jualan makanan.

Di bagian ballroom hotel paviliun yang menjadi arena expo dan panggung besar untuk pertunjukan kesenian, tempat berlangsungnya World Cultural & Arts Festival (WCAF) 2025 dari 22 hingga 25 Agustus 2025. Jadi sambil menonton pameran, pengunjung juga bisa menikmati atraksi kesenian.

KHairul Haffiz Othman  ( ksnan) dari Asheeq Travel & Tours Sdn Bhd

Paviliun Serawak berhadap-hadapan dengan Paviliun Indonesia. KHairul Haffiz Othman dari Asheeq Travel & Tours Sdn Bhd menawarkan jasa umroh, travel & tour, sewa mobil dan juga ticketing.

“Kami juga terhimpun dalam asosiasi umroh dan haji karena di Serawak penduduknya banyak dari suku dayak ( non Muslim) sehingga kalau ada wisatawan lokal dari ibukota Kuala Lumpur misalnya, kami mendampingi untuk wisata halal, kalau tamu dari Eropa, AS mereka senang wisata alam dan bagi warga muslim Ssrawak kami tawarkan jasa umroh dan haji,” kata Khairul yang berpartisipasi untuk mempunyai pengalaman baru di pasar internasional.

Selain Serawak, paviliun Trengganu juga all-out promosikan pariwisatanya.Buat pecinta wisata alam yang suka jelajahi tempat hidden gem, tandanya wajib memasukkan berbagai wisata Terengganu Malaysia dalam itinerary liburan selanjutnya.

Terengganu merupakan sebuah negara bagian yang terletak di pantai timur Semenanjung Malaysia. Wilayah ini berbatasan dengan Pahang, Laut Cina Selatan, dan Kelantan. Promosi mereka di WITEX juga termasuk kuliner dan oleh-oleh.

Twaambo C.Koyombo, Sekretaris dua Kedubes Zambia di Kuala Lumpur di Expo Witex

Zambia, Thailand, Kamboja dan Taiwan meski bukan negara mayoritas Muslim namun hadir di arena expo dan conference untuk mengikuti perkembangan di dunia Islam. Thailand yang penduduknya hanya 5% penganut Islam semangat dalam mempromosikan pariwisatanya ke negara tetangganya ini.

“Penerbangan langsung dari Malaysia ke Thailand banyak sekali dengan harga tiket yang murah-murah sekitar Rp 300 ribu – Rp 400 ribu sekali jalan jadi kami selalu hadir di event internasional ini,” kata Sirinthara Surakanitaya, Direktur Tourism Authority of Thailand ( TAT) untuk Malaysia dan Brunei.

Salah satu produk yang ditawarkan untuk keluarga adalah Cervidae untuk jelajahi destinasi baru peternakan rusa terbesar di Laut Andaman, Thailand. Peternakan yang didirikan oleh Amnuay Phet in sejak 23 tahun yang lalu pada tahun 2000 dengan bereksperimen memelihara 6 rusa dan peternakannya saat ini sudah dipenuhi 600 an rusa.

            Sirinthara Surakanitaya

Stand Zambia diwakili dengan kehadiran Twaambo C.Koyombo, Sekretaris dua Kedubes Zambia di Kuala Lumpur. Bersama staf kedubes seorang keturunan India, Twaambo melayani pertanyaan pengunjung.

Pihaknya memang selain dengan Malaysia juga menjalin kolaborasi dengan negara – negara Asean seperti Brunei, Filipina, Indonesia, Vietnam, Kamboja, Republik Demokratik Rakyat Laos dan Thailand.

“ Asosiasi travel agent Malaysia dan Zambia misalnya punya kerjasama untuk meningkatkan wisata halal antara kedua negara. Tahun lalu turis Malaysia yang berkunjung ke Zambia sudah di atas satu juta orang,” jelas Twaambo.

Negara Azerbaijan dan Kazakhstan juga hadir di area Expo Witex untuk memperkenalkan potensi pariwisatanya. Seorang desainer di stand itu mengatakan suaminya bekerja di perusahaan minyak & gas di Kuala Lumpur dan mereka sudah tinggal 7 tahun di negara itu.

“ Waktu kami datang 7 tahun lalu belum banyak warga Malaysia mengenal negara kami, Azerbaijan, tapi sekarang seiring kebangkitan wisata halal kami juga ingin mengembangkannya seoerti Malaysia,” ujarnya.

Azerbaijan adalah destinasi baru yang menarik untuk acara bisnis! Terletak di antara Laut Kaspia dan Pegunungan Kaukasus, negara kontemporer yang kaya akan sejarah dan rumah bagi perpaduan unik antara warisan budaya ini dikenal dengan keramahan, dan modernitas yang pasti akan meninggalkan kesan abadi.

Baku, ibukota Azerbaijan dipenuhi bangunan pencakar langit yang futurustik tapi juga tempat bangunan kuno berusia ratusan tahun tetap terawat dengan keindahan arsitekturnya.

Di stand Azerbaijan kita bisa temukan semua yang perlu diketahui tentang hotel, atraksi, dan pengalaman kelas dunia hingga santapan lezat, dan tempat untuk setiap acara.

                            Stand  Azerbaijan 

Kazakhstan juga tampil di WITEX dengan bangunan stand yang unik berbentuk kemah mirip bangsa Mongol dan menjadi tempat selfie bagi para pengunjung maupun peserta pameran dari mancanegara.

Negara yang terkurung daratan di Asia Tengah ini bisa dikunjungi sepanjang tahun destinasi unik di tiap periode sepanjang tahun, baik itu musim panas, sedang, musim dingin bersalju, musim gugur keemasan, atau musim semi yang mekar.

Ibu kotanya, Almaty dan negara ini terletak di jantung benua Eurasia, Almaty merupakan salah satu tempat terindah di dunia yang wajib dikunjungi untuk wisata massal. Disebut sebagai Ibu Kota Selatan Stepa Besar, Almaty lambangkan keberagaman multikultural Kazakhstan.

Masyarakat Asia Tengah yang dinamis dan terglobalisasi, serta mutiara pegunungan Zailisky Alatau yang dapat dilihat dari mana saja di kota ini. Obyek wisata lainnya yang berdekatan dengan Almaty adalah Danau bunglon yang unik karena setiap musim, warna danaunya baru.

Di akhir pekan, untuk mencapainya melalui perjalanan darat memakan waktu hanya 30 menit ke salah satu danau pegunungan terindah di wilayah ini. Saat berdiri di tepi danau, pengunjung akan takjub dengan keindahan danau berwarna biru kehijauan dan automatis merasa bahwa ada begitu banyak hal yang bisa dilihat di planet kita yang menakjubkan ini.

Emi Arlin Harumkan Minangkabau di Panggung Fashion Dunia WITEX 2025 di Malaysia

this formate

Emi Arlin ( tengah) bersama para modelnya

BANDAR SUNWAY, bisniswisata.co.id: Desainer asal Sumatra Barat, Emi Arlin tampil di WITEX Malaysia, angkat budaya Minangkabau lewat modest fashion dan promosi kuliner rendang.

Dia menampilkan karya terbaik dengan sentuhan modest fashion Minang Culture pada peragaan busana World Islamic Tourism & Trade Awards (WITA 2025) rangkaian acara dari World Islamic Tourism Expo (WITEX), Senin, (25/8), di Sunway Resort Hotel, Selangor, Malaysia.

Emi Arlin dikenal sebagai perancang busana yang konsisten mengangkat kerajinan khas Sumatera Barat. Koleksinya menonjolkan sulaman, tenun, batik, serta bordir yang dipadukan dengan desain modern. Dengan ciri khas tersebut, ia semakin mengukuhkan identitas budaya Minangkabau di panggung internasional.

Acara WITEX berlangsung meriah dan fashion show ini yang digelar dalam rangkaian gala dinner penyerahan penghargaan bagi mereka yang berkiprah di ekosistem industri halal dunia. Selain karya Emi Arlin juga ada inovasi Kain dan benang Halal karya Fitriani Kuroda, Presdir PT Milangkori Persada  berkolaborasi dengan desainer Poppy Dharsono bawakan modest fashion juga di acara show itu.

Amaranggana by Emi Arlin adalah tema yang diberikan sang designer pada tema gaunnya kali ini. “ Amaranggana diambil dari bahasa Sansekerta yang berarti bidadari, menggambarkan kecantikan dan keindahan. Namun kecantikannya bukanlah yang lemah gemulai, namun kecantikan yang berkarakter “ kata Armi Erlin sebelum 8 modelnya terdiri dari 6 wanita warga Malaysia dan Thailand serta 2 pria memperagakan busananya.

Amaranggana menggambarkan kecantikan dengan karakter yang mandiri, berwibawa dan memiliki kepercayaan diri yang tinggi. Terinspirasi dari para wanita di Minangkabau, yang cantik dan berkarakter.

Wanita Minang tidak hanya menjadi simbol kecantikan, tetapi juga menjadi simbol kekuatan dan pemersatu, karenanya ciri wanita minang menonjol dengan cantik, sikap yang santun namun tetap cerdas dan tegas.

Hal inilah yang menjadi ilham dalam rancangan Emi Arlin, sebuah rancangan yang menunjukkan karakter garis yang tegas, namun tetap menonjolkan keanggunan.

Perpaduan antara maskulinitas dengan tetap mempertahankan siluet yang feminim. Perpaduan antara outer dan gaun yang menyatu secara harmoni dan saling melengkapi.

 

Pada Outer, Emi Arlin menggunakan bahan utama Songket Minangkabau yang berkarakter tegas, terkesan maskulin dan dipadukan dengan kain Satin Bridal yang memberikan kesan mewah, feminim dan elegant.

Songket Minangkabau sendiri dibuat secara tradisional (handmade) menggunakan Alat Tenun Bukan Mesin (ATBM) dengan detail motif tradisional dan perpaduan warna hijau serta emas khas Minangkabau.

Cutting Outer juga menunjukkan garis tegas, dengan bagian atasan asimetris dan detail gesper yang memberikan kesan maskulin. Pada bagian bawah Outer juga diberikan detail berupa Sulaman tangan dengan bahan Benang Emas yang disulam dengan motif tradisi, melengkapi kemewahan dari Outer tersebut.

Outer yang ditampilkan dapat dipadukan dengan berbagai pilihan untuk bagian dalam,namun kali ini Emi Arlin memadukannya dengan Long Dress sederhana mengarah pada warna Crimson, tanpa lengan dan cutting kerah sanghai.

Pada Long Dress dalam tidak ada ornamen yang menonjol, agar tidak mereduksi kemewahan pada Outer. Inilah yang ditampilkan Emi Arlin pada koleksi Amaranggana, sebuah rancangan yang menunjukkan karakter garis yang tegas, namun tetap menonjolkan keanggunan.

Perpaduan antara maskulinitas dengan tetap mempertahankan siluet yang feminim, antara outer dan gaun yang menyatu secara harmoni dan saling melengkapi.

Kehadiran mereka semakin menegaskan bahwa Indonesia memiliki potensi besar di industri fesyen halal. Emi Arlin bersyukur dapat mengisi event dunia karena menjadi sarana promosi budaya Indonesia di mata dunia.

Lebih lanjut, acara juga dimeriahkan penyanyi Vanny Vabiola yang dijuluki “Celine Dion of West Sumatera.” Suaranya yang merdu sukses menambah kemegahan panggung.

Acara yang berkauranbdengan WITA, yaitu Witex & Wcaf sudah dimulai sejak 22-25 Agustus 2025. Itulah sebabnya sebelum acara WITA, Emi Arlin dan sejumlah UMKM Indonesia mengisi booth ( Paviliun) Indonesia Halal Lifestyle dan Paviliun Sumbar.

Selain fesyen, Indonesia Halal Center turut memperkenalkan Indonesia Halal Pavilion. Paviliun tersebut memamerkan produk unggulan yang diharapkan mampu mendorong investasi sekaligus memperluas ekspor.

Emi Arlin menambahkan bahwa selain fesyen, Sumatera Barat juga menghadirkan kuliner otentik. Rendang Mamaden menjadi ikon yang memperkenalkan cita rasa asli Minangkabau kepada tamu mancanegara.

Pada penutupan acara, panitia memberikan apresiasi khusus kepada Emi Arlin. Mereka mengakui gaun indah yang dikenakan pembawa acara merupakan rancangan orisinal karyanya

Situs Jalur Ho Chi Minh Laos dan Vietnam: Perjalanan Warisan Nasional bagi Pelancong Budaya

this formate

HO CHI MINH, bisniswisata.co.id: Laos telah memberikan status warisan nasional untuk situs-situs penting di sepanjang Jalur Ho Chi Minh. Hal ini dilakukan untuk mengakui nilai sejarah dan budaya yang mendalam bagi Laos dan Vietnam.

Pengakuan ini membuka kesempatan bagi para wisatawan untuk menjelajahi momen penting dalam sejarah Asia Tenggara sambil menikmati keindahan alam di area tersebut.

Situs Warisan Baru di Laos Tingkatkan Pengalaman Perjalanan

Pada tanggal 22 Agustus 2025, sebuah upacara di General Club Kementerian Pertahanan Nasional di Vientiane mengumumkan status warisan nasional ini.

Wakil Menteri Vongsone Inpanphim membagikan hasil survei bersama Laos-Vietnam yang dimulai pada akhir tahun 2023.

Tim survei ini memetakan jalur-jalur penting dari Jalur Ho Chi Minh yang melintasi Bolikhamxay, Khammouane, Savannakhet, Salavan, Sekong, Champasak, dan Attapeu.

Secara total, 18 lokasi diidentifikasi sebagai bagian integral dari Jalur Ho Chi Minh dan perannya dalam konflik Indocina.

Pengakuan ini menyoroti pentingnya jalur yang pernah menjadi rute pasokan militer vital, serta simbol persatuan dan ketahanan bagi rakyat Laos, Vietnam, dan Kamboja.

Perkembangan ini juga memberikan kesempatan menarik bagi wisatawan yang tertarik pada sejarah, budaya, dan wisata perang.

Sebagai hasil dari kerja sama yang erat antara Laos dan Vietnam, Vietnam menerbitkan buku yang merinci peninggalan Jalur Ho Chi Minh dalam bahasa Vietnam dan Lao.

Selain itu, Laos merilis 18 publikasi yang mencakup buku sejarah, koleksi foto, dan peta jalur, yang semuanya akan membantu wisatawan lebih memahami signifikansi setiap situs.

Jalur Ho Chi Minh sebagai Simbol Persatuan Vietnam-Laos

Jalur Ho Chi Minh lebih dari sekadar rute militer. Jalur ini merupakan simbol kerja sama dan solidaritas yang tak lekang oleh waktu antara Laos dan Vietnam selama Perang Indocina.

Pengakuan ini tidak hanya menghormati makna militer dan sejarah, tetapi juga menekankan signifikansi budayanya, menyoroti persatuan antara kedua negara.

Bagi mereka yang mengunjungi Laos, Jalur Ho Chi Minh menawarkan lebih dari sekadar landmark bersejarah; ini adalah kesempatan untuk terhubung dengan cerita-cerita mereka yang berjuang demi kemerdekaan dan solidaritas.

Pengakuan jalur ini sebagai warisan nasional memastikan situs-situs ini akan dilestarikan untuk generasi mendatang, menjadikannya bagian penting dari setiap penjelajahan wisatawan di Asia Tenggara.

Pelestarian Sejarah untuk Generasi Mendatang dan Wisatawan

Pada tahun 2024, sebuah komite bersama dibentuk antara Kementerian Pertahanan Nasional Laos dan Vietnam untuk mengawasi upaya survei dan pelestarian situs Jalur Ho Chi Minh.

Kolaborasi ini menekankan pentingnya menjaga lokasi bersejarah ini sambil membuatnya dapat diakses oleh wisatawan.
Para wisatawan yang mengunjungi area ini dapat mengharapkan tur berpemandu, pameran sejarah, dan program budaya yang memberikan wawasan lebih dalam tentang peran jalur ini dalam sejarah modern Asia Tenggara.

Melalui koleksi foto atau plakat informasi di lokasi, wisatawan akan memiliki kesempatan untuk berinteraksi dengan masa lalu secara berarti. Laos, yang sudah menjadi destinasi yang sedang berkembang untuk wisata budaya, kini menjadi tempat yang wajib dikunjungi bagi mereka yang tertarik pada sejarah Perang Vietnam dan konflik Indocina yang lebih luas.

Negara-negara OKI Menggalang Miliaran Dolar untuk Investasi Ketahanan Pangan

this formate

RIYADH, bisniswisata.co.id: Seiring berlanjutnya kerawanan pangan global, negara-negara Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) meningkatkan investasi ambisius bernilai miliaran dolar untuk memperkuat ketahanan pangan di 57 negara anggotanya.

Pada tahun 2025, negara-negara ini, yang berpenduduk lebih dari 1,9 miliar jiwa, menyalurkan sumber daya yang belum pernah ada sebelumnya ke dalam pertanian berkelanjutan, teknologi inovatif, dan kerja sama regional untuk memerangi kelaparan dan memastikan sistem pangan yang tangguh.

Artikel yang dilansir dari halaltimes.com oleh Laiba Adnan ini mengkaji perkembangan terbaru, inisiatif utama, dan strategi transformatif yang mendorong agenda ketahanan pangan OKI, menawarkan wawasan yang dapat ditindaklanjuti bagi para pembuat kebijakan, pelaku bisnis, dan konsumen yang ingin memahami gerakan penting ini.

Urgensi Ketahanan Pangan di Negara-Negara OKI

Ketahanan pangan masih menjadi tantangan mendesak bagi banyak negara OKI, dengan 26 negara anggota diklasifikasikan sebagai Negara Defisit Pangan Berpenghasilan Rendah (LIFDC) dan 22 negara membutuhkan bantuan pangan eksternal, menurut Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO).

Pada tahun 2024, sekitar 203 juta orang di negara-negara OKI mengalami kekurangan gizi, diperburuk oleh konflik, perubahan iklim, dan gangguan ekonomi seperti dampak pandemi COVID-19 yang berkepanjangan dan perang Rusia-Ukraina.

Laporan State of Food Security and Nutrition in the World (SOFI) 2025 memperkirakan bahwa antara 638 dan 720 juta orang di seluruh dunia menghadapi kelaparan pada tahun 2024, dengan kawasan OKI seperti Afrika Sub-Sahara dan Asia Barat mengalami peningkatan kerawanan pangan.

Terlepas dari tantangan-tantangan ini, negara-negara OKI memanfaatkan potensi pertanian kolektif mereka, yang menyumbang 10,4% dari PDB mereka—jauh di atas rata-rata global sebesar 4,3%.

Dengan ekspor pertanian yang meningkat dari USD 141,7 miliar pada tahun 2011 menjadi USD 188,1 miliar pada tahun 2021, dan perdagangan intra-ICO yang tumbuh sebesar 85% selama periode yang sama, kawasan ini siap untuk transformasi.

Upaya bersama OKI, yang didukung oleh investasi miliaran dolar, bertujuan untuk mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG) 2: Bebas Kelaparan pada tahun 2030.

Investasi Strategis Mendorong Perubahan
Negara-negara OKI mengerahkan sumber daya keuangan yang substansial untuk mengatasi ketahanan pangan melalui gabungan kemitraan publik, swasta, dan internasional.

Berikut adalah beberapa inisiatif paling signifikan yang mendorong momentum ini:

1. Dorongan Pertanian Arab Saudi
Arab Saudi, dalam kerangka Visi 2030, berinvestasi besar-besaran dalam produksi pangan lokal untuk mengurangi ketergantu-ngannya pada impor, yang mencapai US$ 292,9 miliar pada tahun 2021 di seluruh negara OKI.
Pada Juni 2023, Dana Pengembangan Pertanian Kerajaan menyetujui US$ 400 juta untuk mendukung petani skala kecil yang memproduksi sayuran, ikan, dan unggas.

Selain itu, Perusahaan Pengembangan Produk Halal, anak perusahaan Dana Investasi Publik (PIF), bermitra dengan perusahaan pengolah makanan Brasil BRF untuk meningkatkan industri daging halal.

Sementara Perusahaan Investasi Pertanian dan Peternakan Saudi mengakuisisi 10,7% saham di BRF. Investasi ini telah menghasilkan swasembada kurma, susu, dan telur, dengan surplus produksi kini menargetkan pasar ekspor.

2. Pendekatan Berbasis Inovasi UEA

UEA memelopori ketahanan pangan melalui teknologi canggih seperti hidroponik dan pertanian vertikal. Strategi Ketahanan Pangan Nasional 2018–2023 mencapai swasembada hampir 100% untuk pasokan pangan utama, seperti unggas dan kurma, pada tahun 2023.

Pada tahun 2024, UEA meluncurkan strategi baru yang berfokus pada keberlanjutan dan inovasi teknologi, dengan rencana untuk berkontribusi sebesar US$ 10 miliar bagi sektor pangan dan pertaniannya pada tahun 2028, yang akan menciptakan 20.000 lapangan kerja.

Program pinjaman Agtech dari Emirates Development Bank mendukung perusahaan rintisan dan UKM, yang mendorong ekosistem inovasi teknologi pangan yang dinamis.

3. Tonggak-Tonggak Swasembada Qatar

Strategi Ketahanan Pangan Nasional Qatar 2018–2023 membuahkan hasil yang luar biasa, mencapai swasembada sayuran sebesar 46%, unggas sebesar 100%, kurma sebesar 70%, dan ikan sebesar 75% pada tahun 2023.

Strategi 2024 dibangun berdasarkan keberhasilan ini, dengan menekankan layanan konsultasi digital, tanaman yang tahan iklim, dan diversifikasi rute perdagangan.

Investasi Qatar dalam pertanian rumah kaca dan akuakultur menjadi model bagi negara-negara kecil untuk mencapai ketahanan pangan meskipun lahan pertanian terbatas.

4. Kepemimpinan Kazakhstan

dalam Gandum Kazakhstan, eksportir gandum utama, memasok sekitar sembilan juta ton per tahun, menjadikannya pemain penting dalam ketahanan pangan OKI.

Perannya dalam pembentukan Organisasi Islam untuk Ketahanan Pangan (IOFS) menggarisbawahi komitmennya terhadap kerja sama regional. Investasi dalam teknologi irigasi dan benih modern meningkatkan hasil panen, memposisikan Kazakhstan sebagai pemasok yang andal bagi pasar OKI.

5. Kebijakan Agropangan Berkelanjutan Malaysia

Kebijakan Agropangan Nasional Malaysia 2.0 (2021–2030) mengalokasikan US$ 650 juta untuk mengembangkan sektor agropangan berkelanjutan dan berteknologi tinggi. Dengan mempromosikan agroekologi dan pertanian organik, Malaysia meningkatkan produksi pangan sekaligus memastikan keamanan dan kualitas.

Peringkat ke-41 Malaysia dalam Indeks Ketahanan Pangan Global (GFSI) 2022 mencerminkan kemajuan yang stabil, dengan rencana untuk lebih mengintegrasikan teknologi dan meningkatkan ekspor.

Tren Utama yang Membentuk Ketahanan Pangan OKI

1. Pertanian Tangguh Iklim
Perubahan iklim menimbulkan ancaman signifikan bagi pertanian OKI, dengan wilayah kering seperti Asia Barat dan Afrika Timur Laut menghadapi kelangkaan air dan cuaca ekstrem.

Partisipasi IOFS dalam sesi Badan Pendukung UNFCC 2025 (SB 62) di Bonn, Jerman, menyoroti perlunya sistem pangan yang tangguh iklim.
Inisiatif seperti Inisiatif Unggulan Global untuk Ketahanan Pangan, yang diluncurkan pada UNCCD COP 16, berfokus pada solusi yang terukur dan inklusif untuk wilayah lahan kering, dengan negara-negara OKI memimpin.

2. Inovasi Teknologi
Investasi agri-tech berada pada titik tertinggi sepanjang masa, dengan negara-negara OKI mengadopsi drone, traktor otomatis, dan pertanian presisi untuk mengoptimalkan hasil panen.

Teknologi blockchain dan IoT memastikan transparansi rantai pasok, terutama untuk ekspor makanan halal. Misalnya, proyek desalinasi dan inovasi pertanian rumah kaca di Arab Saudi mengatasi kelangkaan air, sementara pertanian vertikal di UEA mengurangi penggunaan lahan.

3. Kerja Sama Intra-ICO

OKI mendorong perdagangan dan kerja sama intra-regional untuk mengurangi ketergantungan impor. Koridor transportasi Dakar-Port Sudan yang diusulkan bertujuan untuk memperlancar distribusi pangan di seluruh negara OKI di Afrika, sehingga meningkatkan akses pasar.

Konferensi Tingkat Menteri Kesembilan tentang Ketahanan Pangan dan Pembangunan Pertanian, yang diselenggarakan di Doha pada Oktober 2023, mengadopsi rencana strategis untuk memobilisasi sumber daya dan menyelaraskan strategi nasional, dengan Qatar, Palestina, Iran, dan Senegal memimpin upaya tersebut.
4. Keterlibatan Sektor Swasta
Keterlibatan sektor swasta sangat penting, dengan perusahaan seperti Al-Mukarramah bermitra dengan IOFS untuk mendorong inovasi. Perusahaan multinasional, seperti Nestlé dan JBS, sedang membangun pusat regional untuk memasuki pasar makanan halal yang sedang berkembang, sementara perusahaan rintisan mengamankan pendanaan untuk meningkatkan solusi berkelanjutan.
Tantangan yang Harus Diatasi
Terlepas dari kemajuan-kemajuan ini, negara-negara OKI menghadapi tantangan yang signifikan:
Konflik dan Ketidakstabilan: Negara-negara seperti Suriah, Yaman, dan Sudan berada di peringkat rendah dalam GFSI karena konflik yang berkelanjutan, yang mengganggu produksi dan distribusi pertanian.
Memburuknya ketahanan pangan Sudan, yang disoroti oleh Sekretaris Jenderal PBB António Guterres pada tahun 2025, menggarisbawahi perlunya bantuan kemanusiaan dan resolusi konflik.
Sertifikasi dan Standardisasi: Kurangnya standar sertifikasi halal yang terpadu mempersulit perdagangan. Upaya seperti pakta Indonesia-UEA – Turki-Malaysia bertujuan untuk menyelaraskan proses, tetapi adopsi yang lebih luas diperlukan.
Kesenjangan Infrastruktur: Sistem transportasi dan penyimpanan yang tidak efisien menyebabkan kehilangan pangan yang signifikan, dengan lebih dari sepertiga barang yang mudah rusak terbuang sia-sia di negara-negara OKI Afrika. Investasi dalam rantai dingin dan logistik sangat penting untuk mengatasi hal ini.
Kerentanan Iklim: Kekeringan dan cuaca ekstrem mengancam hasil panen, terutama di Afrika Sub-Sahara dan wilayah kering. Meningkatkan skala pertanian cerdas iklim sangat penting untuk membangun ketahanan.
Peluang bagi Para Pemangku Kepentingan
Investasi ketahanan pangan OKI menawarkan peluang yang sangat besar:
Bagi Bisnis: Pasar makanan halal yang terus berkembang, diproyeksikan mencapai USD 5,96 triliun secara global pada tahun 2033, menghadirkan peluang bagi produsen dan eksportir. Platform e-commerce dan aplikasi seluler memperluas jangkauan pasar, sementara praktik berkelanjutan menarik konsumen yang peduli lingkungan.
Bagi Investor: Dana kekayaan negara dan investor swasta dapat memanfaatkan fokus kawasan ini pada teknologi pangan dan pertanian berkelanjutan. Perusahaan rintisan di bidang pertanian vertikal, pertanian presisi, dan logistik halal mendapatkan pendanaan yang signifikan, menawarkan imbal hasil yang tinggi.
Bagi Konsumen: Peningkatan produksi lokal berarti lebih banyak pilihan pangan yang terjangkau dan berkualitas tinggi. Fokus pada pertanian cerdas nutrisi, seperti yang terlihat dalam proyek-proyek Honduras yang didanai Bank Dunia, meningkatkan keragaman pangan, terutama bagi populasi rentan.
Bagi Pembuat Kebijakan: Menyelaraskan strategi nasional dengan tujuan OKI dapat meningkatkan kerja sama regional dan menarik pendanaan internasional.
Program Ketahanan Sistem Pangan Afrika Barat Bank Dunia senilai US$ 766 juta, dengan tambahan US$ 345 juta untuk Senegal, Sierra Leone, dan Togo, merupakan contoh potensi dukungan multilateral.
Investasi multi-triliun dolar OKI dalam ketahanan pangan menandakan pergeseran transformatif menuju kemandirian dan keberlanjutan.
Dengan memanfaatkan teknologi, mendorong perdagangan intra-regional, dan mengatasi tantangan iklim, negara-negara ini membangun sistem pangan yang tangguh.
Namun, pencapaian SDG 2 membutuhkan penanggulangan konflik, standardisasi sertifikasi, dan peningkatan skala investasi infrastruktur.
Mandat strategis IOFS, yang disahkan pada Dewan Menteri Luar Negeri OKI ke-51 pada tahun 2025, menekankan kebijakan berbasis sains dan kerja sama regional, yang menetapkan arah yang jelas ke depan.
Bagi para pemangku kepentingan, agenda ketahanan pangan OKI menawarkan peluang untuk terlibat dalam sektor yang dinamis dan bertumbuh pesat.
Bisnis dapat berinovasi, investor dapat mendanai solusi yang terukur, dan konsumen dapat memperoleh manfaat dari beragam pilihan pangan berkelanjutan.
Saat OKI mengumpulkan miliaran untuk memerangi kelaparan, masyarakat global menyaksikan kawasan yang siap memimpin dalam hal ketahanan pangan dan inovasi pertanian

Raja Haniza Pasang Target Sukses di Kosmetika Halal

this formate

Pengusaha wanita Malaysia, Raja Haniza

BANDAR SUNWAY, Selangor, bisniswisata.co.id: Area konfrensi World Islamic Tourism & Trade Expo (WITEX) ke 3 di lantai 12 Sunway Resort Hotel saat rehat kopi tiba-tiba muncul wanita cantik dengan kulit wajah yang cerah langsung menyapa, bersalaman dan mengobrol asyik.

Daniel Ngiam, senior Journalist dari Singapura yang berpartner dengan Jaringan Media SDN BHD dan membawa wanita ini kehadapan saya langsung terkekeh ketika kami berdua langsung asyik mengobrol.

Wanita pengusaha Malaysia ini adalah Raja Haniza, putri Raja Dato’ Hanipuddin. di kalangan bisnis negri serumpun ini Raja Haniza Binti Raja Dato’ Hanipuddin adalah seorang pengusaha dan pemilik Bumirafa Sdn. Bhd.

Dia sebelumnya menjadi pemegang saham di bisnis keluarga Kawasaki Malaysia tapi kemudian menciptakan peluang bisnisnya sendiri dan sekarang dengan pengalaman 21 tahun di bidang pertambangan, sepeda motor dan kesehatan, dia kini terjun ke bisnis produk kosmetik halal dan uniknya Haniza merasa tiba-tiba dan tidak disengaja.

Merasa tidak puas dengan produk kecantikan yang telah dia gunakan sejak remaja, meskipun telah berganti merek beberapa kali, Raja Haniza suatu hari bertanya pada dirinya sendiri, “Mengapa saya tidak bisa mengembangkan produk kosmetik saya sendiri?”

Hal ini terjadi sekitar delapan tahun yang lalu dan hidupnya telah berubah selamanya sejak saat itu. Memang tidak ada yang kebetulan di dunia ini, dia dengan mantap memilih jenis produk kosmetik halal dengan merek Lè Miva Hydration Series.

Tidak ada kejadian yang kebetulan. Segala puji bagi Allah Subhanahu wa Ta’ala yang mengatur segala kejadian, tidak ada satu kejadianpun yang terjadi tanpa izinNya, dan apapun yang Allah lakukan pasti baik bagi orang beriman seperti disimaknya di surat Ali Imran ayat 190 dan 191.

Nampaknya keyakinan Haniza itu karena takwa dan yakin akan pilihan Allah. Jika kita ingin tahu orang yang berakal maka itu adalah orang yang ketika berdiri, duduk, berbaring selalu ingat Allah, karena apa yang dia lihat, dengar, dan rasakan membuat ingat kepada Allah Ta’ala. semua makhluk yang ada adalah ciptaan Allah, tidak ada yang bukan ciptaan Allah.

Begitu juga tidak ada yang kebetulan saat Haniza ingin memberikan nama produknya dan searching di internet nama-nama bayi, maka dia langsung merasa cocok dengan nama Le Miva yang dikaitkan dengan alam, keindahan, dan keanggunan. Asal usul Miva tidak pasti, tetapi sering dikaitkan dengan akar Skandinavia atau Jermanik

Miva adalah nama yang unik dan modern dengan bunyi yang memikat. Nama ini biasanya digunakan untuk anak perempuan dan memiliki nuansa lembut dan feminin. Meskipun Miva kurang dikenal luas, bunyinya membangkitkan nuansa alam, keindahan, dan keanggunan.

Miva adalah nama yang relatif baru, tapi menjadikannya pilihan yang segar dan khas bagi orang tua yang menginginkan bunyi yang unik dan modern bagi nama anaknya. Bagi Haniza, nama ini mudah ditulis dan diucapkan, dan membuatnya mudah diingat.

Meskipun tidak ada tokoh sejarah penting atau referensi budaya populer yang terkait dengan Miva, kesederhanaan dan bunyinya yang menyenangkan menjadikannya nama yang mudah disukai, jelas Haniza.

Ibarat bayinya yang baru lahir, Le Miva aktif diperkenalkannya mumpung berjumpa dengan perwakilan dunia Islam maupun peserta non Muslim untuk menjadi mitra-mitranya di luar negri di ajang WITEX 2025 ini.

Peluang ekspor ke Indonesia, Qatar dan negara-negara lainnya diseleksi ketat mengingat pengalaman-pengalaman berbisnis sebelumnya yang kerap tidak saling menguntungkan.

Dia harap berbisnis kosmetik halal akan membawanya pada mitra-mitra yang tepat atas izin Allah maklum dia mengaku sudah banyak mitra kerjanya yang tidak jalankan amanah dengan baik. Kini dibantu oleh Dr. Ko, seorang dokter kulit terkenal dan terkemuka di Malaysia , dia telah mengidentifikasi kecantikan sebagai gairah dan ingin mengejar karier bisnis di industri ini.

 

Mulai buka rahasia

“Awalnya, saya tidak pernah berpikir untuk berbisnis dengan produk ‘tidak disengaja’ yang saya kembangkan ini. Namun, seperti kata pepatah, hal-hal baik memang untuk dibagikan. Ketika teman dan kerabat mulai menyadari perbedaan pada kulit saya, mereka mulai bertanya tentang ‘rahasia’ saya, dan di situlah semuanya bermula,” jelasnya.

Saat itulah Raja Haniza menyadari bahwa produknya memiliki potensi pasar. Penelitiannya berlangsung selama bertahun-tahun dan akhirnya membuahkan hasil, yaitu pendirian Bumirafa Wellness Sdn Bhd pada tahun 2018.

“Apa yang awalnya merupakan eksperimen rumahan untuk saya dan keluarga tiba-tiba berkembang menjadi sesuatu yang jauh lebih besar. Jika dipikir-pikir kembali, saya merasa itu adalah berkah tersembunyi karena saya dapat bereksperimen dengan berbagai bahan untuk produk saya,”

Karena produk ini selalu dibuat untuk penggunaan pribadi, bahan-bahan berkualitas tinggi digunakan, dan tetap demikian hingga kini, ungkap Raja Haniza, yang meraih gelar sarjana dari Institut Perhotelan dan Kuliner Malaysia dan diploma dalam desain mode.

“Saya rasa saya mewarisi semangat ini dari keluarga saya. Berasal dari keluarga pengusaha, saya diperkenalkan dengan dunia bisnis sejak usia sangat muda. Saya akan pergi ke kantor ibu atau ayah saya sepulang sekolah dan membantu mereka sebisa mungkin,” kenang- nya.

Semangat itu semakin tumbuh ketika masa remaja dan semakin tertarik pada produk kecantikan karena keluarganya juga menjalankan dan mendistribusikan jaringan internasional produk kecantikan dan kesehatan premium ternama di Malaysia.

Pengalaman di perusahaan keluarga sebagai distributor kosmetik internasional ternyata menjadi batu loncatannya ke industri halal kosmetik ini, tambahnya.

Ditanya tentang spesialisasi produknya, Haniza mengatakan dengan nama serinya, fungsi inti produk adalah menjaga kulit tetap terhidrasi. Bukan rahasia lagi bahwa kulit yang terhidrasi dan lembap dapat melawan tanda-tanda penuaan atau penuaan dini.

Mengenai perbedaan produk baru ini dengan produk kosmetik lain di pasaran, dia mengatakan produknya ini adalah merek untuk masyarakat umum tapi menggunakan produk-produk berkualitas tinggi dan terkonsentrasi seperti Galactomyces, ekstrak Kaviar, dan Niacinamide untuk meningkatkan kinerja sekaligus menjaga harga tetap terjangkau agar semua orang dari berbagai kalangan dapat menikmati produk premiumnya.

Dana hibah

Mengenai investasi, Haniza berhasil mendapatkan hibah pemerintah untuk memulai bisnis ini pada kuartal ketiga tahun 2021. Sejak saat itu, dia dan tim telah bekerja keras untuk memastikan merek  memenuhi semua harapan dan standar.

Berkat hibah ini, Hanizai telah berhasil memproduksi 30.000 unit produk. Untuk digunakan pada malam hari ada pembersih ganda. Caranya hapus riasan terlebih dahulu lalu gunakan pembersih riasan lalu basahi wajah sedikit dan ambil 4 pompa pembersih ganda secara merata pada wajah dan usap dengan tisu. Fungsinya membersihkan kotoran
hingga ke dalam. Wajah akan terasa lebih lembut dan bersih.

Formulanya yang kedua untuk digunakan siang dan malam karena itu disebutnya pembersihan mendalam. Caranya membilas wajah dengan dengan air bersih. Gunakan 2 pompa dan oleskan secara merata pada wajah saat kulit basah. Bilas dengan air bersih lalu keringkan dan bisa digunakan satu kali siang atau malam.

Formula ke tiga disebut keajaiban hidrasi dengan menyemprotkan pada wajah untuk menghilangkan garis-garis halus. Wajah tampak lebih muda dan kencang dan dapat juga digunakan pada tangan dan leher.

Semua uraiannya bisa dijelaskan dengan rinci dan cepat sehingga waktu rehat kopi telah habis, kami memulai diskusi di konfrensi berikutnya seputar Halal Medical & Wellness Tourism yang ditekuninya.

Usai konfrensi dan sebelum berpisah Haniza mengirimkan hasil foto pengguna produknya melalui WA, sambil mengatakan ingin segera ke Jakarta. Aneh tiba-tiba saja saya sudah merasa akrab dengannya. Kebetulan jugakah ? Wallahu A’lam Bishawab, hanya Allah yang lebih mengetahui kebenaran yang sesungguhnya.

Universitas Jambi dan UPM Perkuat Kerjasama Pengujian Produk Halal

this formate

Koordinator Pusat Studi Halal Universitas Jambi Mar Atun Saadah mengunjungi Institut Penelitian Produk Halal (IPPH) Universiti Putra Malaysia (UPM) di Selangor. ( Foto:ANTARA/ HO/Humas UNJA)

KUALA LUMPUR, bisniswisata.co.id:  Universitas Jambi (Unja) memperluas kerja sama dengan Universiti Putra Malaysia (UPM) dalam pengujian produk halal, menyusul kunjungannya baru-baru ini ke Lembaga Penelitian Produk Halal (IPPH) UPM di Selangor.

Dilansir dari halalfocus.com, Kunjungan tersebut mengawali terjalinnya kerja sama antara Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Unja dengan UPM, kata Koordinator Pusat Studi Halal Unja, Mar Atun Saadah, di Jakarta, Rabu.

Kolaborasi baru ini dibangun di atas hubungan yang sudah ada, yang mencakup pidato utama oleh Wakil Direktur IPPH Prof. Yus Aniza Yusof pada seminar internasional yang diselengga- rakan Unja.

Dalam seminar tersebut, Prof. Yus menyampai-kan minatnya pada penelitian, pengajaran, dan pengabdian kepada masyarakat bersama, yang kini ingin diformalkan oleh Unja.

Mar Atun menyoroti perbedaan utama antara ekosistem halal Indonesia dan Malaysia, dengan mencatat bahwa peralihan Indonesia menuju sertifikasi wajib telah memicu inovasi yang menyederhanakan proses bisnis sekaligus menciptakan tantangan baru.

“Tujuan kita untuk menjadi pusat halal global tidak boleh mengabaikan tujuan utamanya — melindungi konsumen Muslim. Kualitas sertifikasi harus tetap menjadi prioritas.” ujaprnya.

Dia juga menekankan bahwa penggunaan Penilaian Daur Hidup (LCA) untuk mengukur dampak lingkungan dari produk halal dapat berkontribusi positif terhadap keberlanjutan.

Unja memandang kemitraan dengan IPPH UPM, yang merupakan pusat rujukan utama untuk pengujian halal di Malaysia, sebagai langkah krusial untuk memberikan dampak lebih besar pada ilmu halal dan pengembangan masyarakat.

Menurut situs web resmi UPM, IPPH bertujuan untuk menjadi “pusat terpadu” untuk mempelajari semua aspek produk halal.

BRF dan HPDC Umumkan Pembentukan Pusat Inovasi Makanan Halal di Pabrik Jeddah

this formate

JEDDAH, bisniswisata.co.id : Sebagai langkah lain untuk mengonsolidasikan kehadiran strategisnya di Arab Saudi, BRF, salah satu perusahaan makanan terbesar di dunia dan pemilik merek Sadia, Perdigão, Qualy, dan Banvit, dan Halal Products Development Company (HPDC), sebuah perusahaan Dana Investasi Publik (PIF), telah mengumumkan pembentukan pusat inovasi di pabrik makanan olahan mereka di Jeddah, kota terbesar kedua di Kerajaan tersebut.

Dilansir dari halalfocus.com, kompleks laboratorium ini dirancang dengan fokus pada inovasi, keamanan, dan keunggulan kualitas, memenuhi persyaratan regulasi yang ketat, dan memenuhi ekspektasi pasar lokal.

Menyusul pembangunan pabrik makanan olahan baru yang diumumkan pada bulan April tahun ini, investasi ini mencerminkan komit- men kedua perusahaan untuk berinvestasi dalam pasokan dan inovasi pangan halal lokal di Kerajaan, yang sejalan dengan Visi 2030.

Secara paralel, BRF dan HPDC telah resmikan pembentukan Pusat Keunggulan bertanggung jawab atas pengelolaan informasi dan data, menghubungkan, mengadaptasi, dan menerapkan praktik terbaik untuk mengoptimalkan proses dan memaksimalkan operasi.

“Investasi untuk mendirikan Pusat Inovasi di Jeddah merupakan langkah strategis dalam memperkuat kehadiran lokal kami di Arab Saudi. Integrasi riset, teknologi mutakhir, dan talenta lokal memungkinkan kami meningkat-kan efisiensi operasional dan beradaptasi lebih baik terhadap kebutuhan spesifik konsumen lokal,” ujar Marquinhos Molina, CEO BRF Arabia.

Pusat inovasi akan menampilkan laboratorium canggih yang dibagi menjadi tiga area khusus: Laboratorium Fisikokimia yang berfokus pada spesifikasi teknis dan kontrol kualitas; Laboratorium Mikrobiologi yang memastikan keamanan hayati dan mencegah kontaminasi makanan; dan Laboratorium Sensorik yang mengevaluasi apakah rasa, aroma, tekstur, dan penampilan memenuhi tuntutan spesifik pasar konsumen lokal.

Tenaga kerja terampil

Pabrik di Jeddah ini diperkirakan akan menciptakan lebih dari 500 lapangan kerja langsung di kawasan tersebut, termasuk para profesional spesialis yang akan bekerja di pusat inovasi.

Para profesional ini akan bertanggung jawab untuk menstandardisasi dan mengoptimalkan proses manufaktur, memastikan keunggulan kualitas, dan kepatuhan ketat terhadap protokol keamanan pangan.

Hal ini sejalan dengan prioritas pengembangan tenaga kerja nasional dan memperkuat lokalisasi lapangan kerja berbasis pengetahuan di Kerajaan.

Pusat inovasi ini menandai langkah maju yang signifikan dalam misi HPDC untuk membangun ekosistem halal kelas dunia dan memposisikan Kerajaan sebagai pusat halal global.

Hal ini menggarisbawahi komitmen kami untuk memperkuat kapabilitas manufaktur lokal, mendorong kemandirian, dan menciptakan lapangan kerja bernilai tinggi, yang semuanya penting untuk mencapai tujuan keberlanjutan dan diversifikasi ekonomi yang digariskan dalam Visi 2030.

Pusat ini akan berfungsi sebagai landasan peluncuran bagi inovasi produk halal di masa mendatang, memposisikan Arab Saudi sebagai titik acuan global di sektor ini,” tegas Fahad Alnuhait, CEO HPDC.

Pabrik Jeddah

Diumumkan pada bulan April tahun ini, pabrik baru yang didedikasikan untuk makanan olahan ini diperkirakan memiliki kapasitas produksi tahunan sebesar 40.000 ton dan investasi sebesar $160 juta pada tahap awal.

Produksi akan melayani pasar Arab Saudi, dengan potensi ekspor ke negara-negara lain di kawasan tersebut. Operasional dijadwalkan akan dimulai pada pertengahan tahun 2026.

Kehadiran di Timur Tengah

BRF telah beroperasi di Timur Tengah selama lebih dari 50 tahun dan memimpin pasar dengan merek Sadia-nya, yang mengekspor produknya ke lebih dari 14 negara di kawasan tersebut.

Pada tahun 2025, perusahaan ini, melalui BRF Arabia – perusahaan patungannya dengan HPDC – resmi memasuki sektor produksi unggas halal di Arab Saudi dengan mengakuisisi 26 persen saham di Addoha Poultry Company, pemain mapan di pasar Saudi.

Akuisisi ini menandai masuknya BRF ke sektor produksi unggas halal di Kerajaan. Berkat akuisisi ini, produk-produk Sadia kini juga diproduksi secara lokal di fasilitas Addoha.

Tentang BRF Arabia

Pada Agustus 2023, BRF mengumumkan pembentukan perusahaan patungan dengan Halal Products Development Company (HPDC), sebuah perusahaan Dana Investasi Publik (PIF) Arab Saudi.

Perusahaan patungan tersebut, BRF Arabia, didirikan pada 10 Desember 2023, dengan BRF memegang 70 persen saham dan HPDC memegang 30 persen sisanya.

Tentang HPDC

Perusahaan Pengembangan Produk Halal (HPDC), yang didirikan pada Oktober 2022, adalah perusahaan PIF yang berdedikasi untuk memajukan sektor produk halal Arab Saudi.

Berfokus pada segmen-segmen utama seperti makanan, farmasi, dan kosmetik, HPDC memainkan peran penting dalam mengembangkan ekosistem halal yang berdaya saing global melalui investasi strategis, inovasi, dan kemitraan internasional.

Sejalan dengan tujuan Visi Saudi 2030, HPDC berupaya memposisikan Kerajaan sebagai pusat halal global, sekaligus meningkatkan ketahanan pangan, mendukung diversifikasi ekonomi, dan mendorong ekspor produk halal berkualitas tinggi ke pasar dunia.

Startup Saudi Luncurkan AI halal pertama di Dunia yang Fasih Bahasa Arab dan Budaya Islam

this formate

bisniswisata.co.id : Arab Saudi telah memasuki persaingan kecerdasan buatan global dengan peluncuran Humain Chat, sebuah chatbot berbahasa Arab pertama yang dirancang untuk menunjukkan budaya, bahasa, dan nilai-nilai kawasan tersebut.

Dikembangkan oleh perusahaan rintisan Humain yang berbasis di Riyadh, aplikasi ini digambarkan sebagai “AI halal” pertama di dunia yang fasih berbahasa Arab, peka terhadap budaya Islam, dan mampu terlibat dalam percakapan dwibahasa dengan mudah.

Dilansir dari halalfocus.com, inti dari teknologi ini adalah ALLAM 34B, sebuah model bahasa besar yang dilatih dengan data lebih dari delapan petabita, yang diklaim perusahaan sebagai set data bahasa Arab terbesar yang pernah dibuat.

Pelatihan ini memungkinkan chatbot untuk merespons secara alami dalam berbagai dialek Arab seperti Mesir, Teluk, dan Levant, sekaligus menawarkan peralihan yang lancar antara bahasa Arab dan Inggris di tengah percakapan.

Pengguna dapat mengetik atau berbicara dengan AI, mendapatkan jawaban yang didukung pencarian secara real-time, dan bahkan berbagi seluruh percakapan dengan orang lain.

Layanan ini kini tersedia di web, iOS, dan Android di seluruh Arab Saudi, dengan perluasan ke wilayah lain yang diharapkan dalam beberapa bulan mendatang.

Humain, yang diluncurkan awal tahun ini, didukung oleh Dana Investasi Publik Kerajaan dan beroperasi sebagai perusahaan AI full-stack dengan fokus pada infrastruktur, cloud, data, dan aplikasi.

Perusahaan ini juga menekankan bahwa chatbot ini sepenuhnya mematuhi Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi Arab Saudi dan bahwa semua data disimpan di dalam wilayah Kerajaan untuk memastikan privasi dan kedaulatan.

CEO Humain, Tareq Amin, mengatakan peluncuran ini menandai tonggak penting bagi dunia berbahasa Arab dan menunjukkan bahwa Arab Saudi mampu menghadirkan teknologi canggih yang dibangun di atas bakat dan infrastrukturnya sendiri.

Menurutnya, proyek ini menyoroti ambisi yang lebih besar untuk mempercepat inovasi di Kerajaan sekaligus memenuhi kebutuhan budaya masyarakat Arab dan Muslim di seluruh dunia.

Peluncuran ini terjadi di tengah meningkatnya persaingan regional dalam kecerdasan buatan. UEA telah memperkenalkan model Falcon Arabic, dan kedua negara memposisikan diri sebagai pemimpin dalam menciptakan sistem AI yang tidak hanya mumpuni secara teknologi tetapi juga berlandaskan budaya.

Meskipun chatbot global seperti ChatGPT mendominasi percakapan internasional, upaya seperti Humain Chat menonjol karena menawarkan produk yang disesuaikan dengan warisan Arab dan nilai-nilai Islam, sesuatu yang seringkali sulit diwujudkan oleh perangkat global.

Silversea Meluncurkan Pengalaman Luar Ruangan Baru di Chili

this formate

NEW JERSEY, bisniswisata.co.id : Merek perjalanan mewah dan ekspedisi terkemuka, Silversea , telah mengumumkan sorotan penawaran lahan di The Cormorant di 55 South di Puerto Williams, Chili.

Dilansir dari travelpulse.com, Dijadwalkan dibuka pada bulan Januari 2026, hotel ini akan menawarkan para tamu pengalaman mendalam di jantung Kepulauan Fuegian yang memungkinkan mereka menjelajahi lebih dalam destinasi paling terpencil dan kaya ekologi di dunia sebelum perjalanan mereka ke Antartika.

“Visi kami untuk The Cormorant di 55 South selalu mengubah perjalanan yang harus dijalani menjadi perjalanan yang benar-benar dinikmati oleh para tamu kami,” ujar Bert Hernandez, Presiden Silversea, dalam sebuah pernyataan.

“The Cormorant akan lebih dari sekadar tempat menginap – hotel ini akan menjadi titik baru untuk penjelajahan di ujung dunia sekaligus membuat perjalanan ke Antartika lebih nyaman dan menyenangkan bagi para tamu kami, tambahnya.

Tim kami telah menciptakan penawaran yang memperkaya untuk dijelajahi para tamu selama menginap, memberi mereka kesempatan untuk terlibat dalam warisan alam dan sejarah Puerto Williams, sambil menikmati kenyamanan dan layanan istimewa yang identik dengan Silversea.”

Para tamu dapat memilih dari berbagai wisata berpemandu dan kegiatan yang disesuaikan dengan berbagai tingkat aktivitas, meliputi:

•Peluang Unik untuk Mengamati Burung dan Satwa Liar – surga bagi pengamatan burung dan penemuan ekologi di area yang menjadi rumah bagi beragam spesies burung yang luar biasa, termasuk burung kormoran, camar lumba-lumba, angsa dataran tinggi, dan burung pintail paruh kuning. Kuda dan guanaco asli, serta kehidupan laut seperti lumba-lumba, paus, dan anjing laut dapat dilihat di Selat Beagle.

•Berkayak di Perairan yang Dipetakan oleh Penjelajah Legendaris – Selat Beagle yang memisahkan Chili dari Argentina, terletak tepat di utara The Cormorant di 55 Selatan, bersama dengan sebuah teluk indah yang membentang sejajar. Berkayak dengan pemandu memungkinkan para tamu menjelajahi perairan unik yang pernah dipetakan oleh penjelajah legendaris.

•Mendaki di Tierra Del Fuego yang Terpencil – Puerto Williams dikelilingi oleh lanskap pegunungan Dientes de Navarino dan Tanjung Horn yang menakjubkan, serta merupakan bagian dari wilayah beriklim subkutub dengan alam liar yang masih asli, fjord, dan keanekaragaman hayati yang unik.

Pegunungan Martial adalah rumah bagi guanaco, rubah, dan kondor. Jalur pendakian yang tersedia meliputi berbagai jalur di sepanjang Parque Municipal Ukika dan yang melewati hutan subkutub Magellan.

Dimulai pada musim 2025-2026, tamu Silversea akan merasakan penerbangan carter pribadi baru dengan fasilitas yang ditingkatkan dari Santiago ke Puerto Williams.

Setibanya di hotel, para tamu akan menikmati layanan personal dan keramahtamahan yang hangat. Ekspedisi Pelayaran Terbang Antarktika enam hari yang inovatif melintasi Selat Drake, menawarkan pilihan yang lebih singkat tanpa mengorbankan waktu yang dihabiskan di destinasi.

Pasar AI di Penerbangan Diperkirakan Capai US$ 23,8 miliar Pada Tahun 2033

this formate

ATHENA, bisniswisata.co.id: Pasar AI global dalam penerbangan diproyeksikan tumbuh ari US$2,9 miliar pada tahun 2024 menjadi US$23,8 miliar pada tahun 2033, didorong oleh adopsi teknologi pintar.

Menurut Research Intelo , ukuran Pasar AI dalam Penerbangan secara global mencapai USD 2,9 miliar pada tahun 2024, dan diperkirakan akan tumbuh pada CAGR yang kuat sebesar 22,7% dari tahun 2025 hingga 2033. Pada akhir periode perkiraan ini, pasar diproyeksikan mencapai nilai sekitar USD 23,8 miliar.

Penerbangan Bertemu Kecerdasan

Dilansir dari traveldailynews.com, Pasar AI di bidang penerbangan terus berkembang seiring maskapai penerbangan, bandara, dan OEM (produsen peralatan asli) mengintegrasikan sistem cerdas untuk meningkatkan efisiensi operasional.

Dengan meningkatnya lalu lintas udara,
fluktuasi biaya bahan bakar, dan meningkatnya ekspektasi pelanggan, para pemangku kepentingan di bidang penerbangan beralih ke AI untuk mempertahankan daya saing.

Ukuran Pasar dan Proyeksi

Menurut berbagai perkiraan industri, pasar AI dalam penerbangan diproyeksikan tumbuh dengan tingkat pertumbuhan tahunan gabungan (CAGR) lebih dari 22,7% dari tahun 2024 hingga 2033.

Kawasan Amerika Utara, yang dipimpin oleh AS, saat ini memegang pangsa pasar terbesar, sementara Asia-Pasifik diperkirakan akan mengalami pertumbuhan tercepat, didorong oleh meningkatnya investasi dalam infrastruktur bandara pintar.

Aplikasi Utama AI dalam Penerbangan
.
1. Pemeliharaan Cerdas dan Analisis Prediktif

AI memungkinkan pemeliharaan prediktif dengan menganalisis data sensor real-time dari komponen pesawat. Hal ini membantu maskapai penerbangan mencegah kegagalan peralatan yang merugikan dan mengurangi waktu henti pesawat.

•Contoh: Platform Skywise milik Airbus menggunakan AI untuk menganalisis catatan pemeliharaan dan data penerbangan, yang memungkinkan keputusan prediktif yang meningkatkan ketersediaan armada.

2. Peningkatan Manajemen Lalu Lintas Udara

Sistem bertenaga AI dapat memproses data penerbangan dan cuaca dalam jumlah besar untuk mengoptimalkan kendali lalu lintas udara. Algoritma pembelajaran mesin membantu mengurangi kemacetan, meningkatkan penjadwalan penerbangan, dan meminimalkan penundaan.

Dampak: Ini tidak hanya meningkatkan kepuasan penumpang tetapi juga mengurangi konsumsi bahan bakar dan emisi.

3. Asisten Virtual dan Chatbot
Chatbot layanan pelanggan berbasis AI mentransformasi cara penumpang berinteraksi dengan maskapai. Asisten ini menangani pertanyaan, pemesanan tiket pesawat, dan pembaruan dengan akurasi tinggi dan ketersediaan 24/7.

Kasus Penggunaan Populer: Chatbot AI KLM membantu wisatawan dalam berbagai bahasa, menawarkan dukungan pra-penerbangan dan pasca-penerbangan yang lancar.

4. Pengawasan dan Keamanan Cerdas
AI digunakan dalam pengenalan wajah, pemeriksaan bagasi, dan deteksi anomali untuk meningkatkan keamanan bandara. Sistem penglihatan mesin dapat mengidentifikasi aktivitas mencurigakan atau bagasi tak bertuan lebih cepat daripada
pengawasan manual.

Peningkatan Keamanan: Ini mengarah pada penyelesaian keamanan yang lebih cepat dengan tetap mempertahankan standar keamanan yang tinggi.

Pendorong Teknologi di Balik Adopsi AI
Analisis Data Lanjutan

Industri penerbangan menghasilkan data dalam jumlah besar – mulai dari telemetri pesawat hingga preferensi penumpang. AI, khususnya pembelajaran mesin, mengubah data ini menjadi wawasan yang dapat ditindaklanjuti.

Komputasi Tepi dan Integrasi IoT
Meningkatnya penggunaan perangkat Internet of Things (IoT) di dalam pesawat dan bandara memungkinkan pengumpulan data secara real-time. Komputasi tepi memungkinkan pemrosesan data ini dengan cepat tanpa memerlukan komunikasi cloud, yang krusial untuk operasi penerbangan yang sensitif terhadap waktu.

Sistem Otonom

AI mendorong batas-batas otonomi dalam penerbangan. Meskipun penerbangan komersial yang sepenuhnya otonom mungkin masih jauh, sistem bantuan pilot, drone otonom, dan penanganan bagasi otomatis sudah mulai diterapkan.

Tantangan dalam Pasar AI di Penerbangan

1.Kendala Regulasi: Industri penerbangan sangat diatur. Integrasi AI ke dalam sistem misi penting harus melalui sertifikasi ketat, yang seringkali menghambat inovasi.

2.Privasi Data dan Keamanan Siber: Sistem AI sangat bergantung pada data. Memastikan privasi data, kepatuhan terhadap peraturan seperti GDPR, dan keamanan siber yang kuat merupakan tantangan yang signifikan.

3.Biaya Implementasi: Meskipun ROI jangka panjang, investasi awal dalam infrastruktur AI—perangkat keras, perangkat lunak, dan pelatihan – dapat menjadi penghalang bagi operator yang lebih kecil.

Pemain Kunci yang Membentuk Pasar

Beberapa perusahaan besar berinvestasi besar dalam solusi penerbangan bertenaga AI, termasuk:
• Pesawat Airbus SAS
• Perusahaan Boeing
• Grup Thales
• Honeywell International Inc.
• Perusahaan Listrik Umum
• Perusahaan IBM
Para pemain ini secara aktif berkolaborasi dengan maskapai penerbangan dan badan pemerintah untuk mempercepat implementasi AI.

Prospek Masa Depan: Langit yang Lebih Cerdas Menanti

Bantuan Pilot Berbasis AI: Masa depan menjanjikan kopilot AI yang akan membantu pilot manusia dalam pengambilan keputusan, penanganan darurat, dan bahkan otomatisasi parsial penerbangan. Hal ini dapat merevolusi pelatihan pilot dan mengurangi kesalahan manusia.

Penerbangan Ramah Lingkungan Melalui AI: AI dapat membantu maskapai penerbangan mengurangi emisi karbon dengan mengoptimalkan jalur penerbangan, meningkatkan efisiensi bahan bakar, dan mengelola operasional bandara secara lebih berkelanjutan. AI merupakan pendorong penting bagi tujuan dekarbonisasi penerbangan.

Revolusi Pengalaman Penumpang: Di tahun-tahun mendatang, AI akan semakin mempersonalisasi perjalanan udara—dari sistem boarding pintar hingga layanan prediktif dalam penerbangan, yang mengantisipasi kebutuhan penumpang bahkan sebelum kebutuhan tersebut muncul