Oceania Cruises Meluncurkan Pelayaran ‘Rute Kanguru’ Selama 129 Hari

this formate

Oceania Vista. (Foto: Oceania Cruises Media)

NEW JERSEY, bisniswisata.co.id : Oceania Cruises akan menawarkan pelayaran 129 hari pada tahun 2027 di atas kapal Oceania Vista. Disebut “Rute Kanguru”, pelayaran ini mencakup pemberhentian di lebih dari 80 pelabuhan di 34 negara di empat benua.

Dilansir dari travelpulse.com, Pelayaran dimulai pada 26 Februari 2027 di Sydney dan berakhir empat setengah bulan kemudian di London. Sepanjang perjalanan, para tamu dapat menikmati menginap di Cairns, Shanghai, Tokyo, Singapura, Mumbai, Luxor, dan Bordeaux.

“Para tamu kami mendambakan perjalanan yang memperkaya, dan rencana perjalanan ini telah dirancang dengan cermat untuk dengan mudah memadukan berbagai benua, “

Budaya yang semarak, dan kuliner otentik menjadi satu pengalaman yang benar-benar tak terlupakan,” kata Jason Montague , kepala petugas kemewahan untuk Oceania Cruises.

Tarif mulai dari US$54.999 per orang. Pelayaran ini juga mencakup Paket Prestige Eksklusif, yang mencakup berbagai fasilitas, seperti pilihan anggur, bir, dan minuman beralkohol gratis tanpa batas atau kredit wisata darat.

Paket ini juga mencakup acara di darat, paket visa gratis, dan pengiriman bagasi gratis. Ini merupakan tambahan dari fasilitas Your World Included yang tersedia di kapal, seperti santapan spesial gourmet, makan di dalam kabin, WiFi Starlink tanpa batas, dan gratifikasi di atas kapal.

Rute ini merupakan bagian dari pelayaran keliling dunia Oceania Cruises tahun 2027. Selain pelayaran ini, para tamu juga dapat menikmati tiga rencana perjalanan lainnya: perjalanan 180 hari dari Miami ke London; petualangan 244 hari dari Miami ke New York; dan pelayaran 127 hari dari Miami ke Doha.

WTM Afrika Umumkan Kemitraan Strategis yang Berfokus pada Perempuan Untuk 2026

this formate

ATHENA, bisniswisata.co.id : Agustus adalah Bulan Perempuan di Afrika Selatan, tetapi WTM Africa bertekad menjadikan pemberdayaan gender dalam pariwisata sebagai prioritas sepanjang tahun.

WTM Africa meluncurkan kemitraan strategis baru untuk tahun 2026 dengan Women in MICE dan inisiatif Women in Tourism (WIT) , dua jaringan berpengaruh yang berada di garda terdepan dalam memajukan perempuan di seluruh sektor pariwisata Afrika.

Dilansir dari traveldailynews.com, aliansi ini menandai tonggak penting bagi pariwisata Afrika, di mana perempuan mencapai 70% dari angkatan kerja, namun masih kurang terwakili di tingkat senior.

Di Afrika Selatan saja, kurang dari 40% posisi manajemen di sektor pariwisata dipegang oleh perempuan – sebuah kesenjangan yang ingin diatasi oleh kolaborasi ini.

Women in MICE akan secara resmi mengumumkan kategori Penghargaan 2026 mereka pada acara sarapan bergengsi yang diselenggarakan di WTM Afrika pada 15 April 2026.

Acara ini akan mempertemukan 80 perempuan terkemuka dari seluruh sektor dan menandai pertama kalinya pameran perjalanan besar Afrika menjadi landasan peluncuran kontinental untuk pengakuan industri perempuan.

Antois Leigh Nepgen , Penerbit & Pemilik Majalah Meetings dan Women in MICE Awards, mengatakan: “Ini adalah momen yang menentukan bagi Women in MICE Awards untuk bermitra dengan WTM Africa untuk sarapan peluncuran 2026 kami.

Kolaborasi ini lebih dari sekadar simbolis; ini adalah penyelarasan tujuan yang kuat. Perempuan tidak hanya membentuk masa depan pariwisata dan acara di seluruh benua, mereka juga mendorongnya.

“Dengan bergabung dengan WTM Africa dan Women in Tourism, kami menciptakan platform berdampak tinggi yang merayakan keunggulan, menumbuhkan kepemimpinan, dan meruntuhkan hambatan yang masih ada di industri kami, “ kata Antois Leigh Nepgen.

Pihaknya merasa terhormat menjadi bagian dari gerakan ini, dan bersemangat untuk menyoroti para perempuan luar biasa yang membuat gelombang di MICE dan pariwisata.

Momentum ini akan berlanjut setelah sarapan pagi dengan Women in Tourism yang menyelenggarakan kelas master interaktif yang dipandu oleh Michelle Page , Direktur Service Gurus dan Ketua WIT.

Sesi ini akan menyampaikan strategi praktis tentang kepercayaan diri dalam memimpin, membangun merek pribadi, dan visibilitas di pasar; keterampilan kunci yang dibutuhkan agar lebih banyak perempuan dapat mencapai posisi eksekutif di industri pariwisata Afrika.

Pemimpin pemasaran strategis Sherise Dreyer , yang akan memimpin lokakarya bersama Michelle Page, menekankan bahwa Inklusi tanpa aksesibilitas tidak ada artinya.

Kemitraan ini tidak hanya mengubah struktur; tetapi juga mengubah persepsi tentang siapa yang pantas memimpin. Bagi perempuan di industri pariwisata, akses dan kesetaraan harus menjadi standar, bukan pengecualian.

Michelle Page menambahkan: “Women in Tourism Western Cape bangga berdiri bersama Women in MICE Awards dalam peluncuran kampanye 2026 mereka yang bermitra dengan WTM Africa. Ini lebih dari sekadar peluncuran – ini adalah sebuah pernyataan niat.

Kolaborasi ini mencerminkan keselarasan visi dan nilai yang kuat: mengakui, merayakan, dan memperkuat dampak perempuan yang tidak hanya berpartisipasi dalam pariwisata dan MICE, tetapi juga memimpin transformasinya di seluruh benua.

“Bersama-sama, kita membangun platform yang menghargai keunggulan, perjuangkan kepemimpinan, dan secara aktif meruntuhkan hambatan yang masih menghambat kemajuan.”

Pihaknya merasa terhormat menjadi bagian dari gerakan ini dan bersemangat untuk menyoroti para perempuan perintis yang
membentuk masa depan pariwisata, acara bisnis, dan lainnya.

Lokakarya kedua akan menjadi bagian dari program NextGen Ready WTM Africa: sebuah inisiatif yang mengatasi kesenjangan keterampilan sekaligus memastikan keberlanjutan – dan keberagaman – pariwisata Afrika di masa depan.

“Dengan menyelenggarakan lokakarya kepemimpinan Perempuan di MICE dan NextGen Ready, kami dapat menekankan pengembangan kepemimpinan dan pendampingan yang ditujukan bagi para profesional muda di bidang Perempuan di MICE dan Pariwisata,” ujar Olivia Gradidge , Manajer Pemasaran Rx Africa.

Seiring meningkatnya permintaan global akan kepemimpinan yang lebih inklusif di sektor perjalanan dan perhotelan, kemitraan baru WTM Africa dengan WIT dan Women in MICE (WIM) memposisikan platform ini sebagai katalisator dialog dan perubahan yang terukur.

Kemitraan ini sangat penting bagi RX Africa, mengingat rekam jejak Direktur Pelaksana Carol Weaving, salah satu penggerak utama di balik WTM Africa, yang telah meraih berbagai penghargaan atas kepemimpinan.

Dia dinominasikan untuk Penghargaan Women in MICE 2025 dan menerima Penghargaan Integritas Godfrey King dari Asosiasi Industri Konferensi Afrika Selatan (SAACI).

Di bawah kepemimpinannya, RX Africa menghasilkan peningkatan kehadiran acara sebesar 24%, peningkatan negara peserta pameran sebesar 48%, dan lonjakan permintaan pertemuan sebesar 46% di seluruh platform unggulan seperti Decorex Africa dan WTM Africa.

“Kemitraan baru ini merupakan perpanjangan yang bermakna dari komitmen kami sepanjang tahun untuk memberdayakan perempuan di bidang pariwisata,” ujar Weaving.

“Dengan menyatukan jaringan yang kuat ini, kami menunjukkan bahwa perubahan nyata terjadi ketika kita menyatukan upaya dari bawah ke atas. WTM Africa adalah platform untuk koneksi, pertumbuhan, dan transformasi, dan kami bangga dapat berkolaborasi dengan Women in MICE dan Women in Tourism untuk mendorong dampak yang berkelanjutan di industri kami.”

BWH Hotels Perluas Jangkauan di Asia Pasifik dengan Pembukaan Hotel Baru

this formate

Best Western Plus Hotel Subic hadirkan suasana pantai yang menyenangkan ke kota resor Filipina yang populer

BANGKOK, bisniswisata.co.id: Menurut laporan Pacific Asia Travel Association (PATA) tentang Prakiraan Pengunjung Asia Pasifik 2025–2027, jumlah pengunjung internasional ke Asia Pasifik diperkirakan mencapai 801 juta pada tahun 2027, di tengah konflik global dan ketidakpastian ekonomi.

Dilansir dari www.ttgasia.com, mengingat tren perjalanan ini, para pelaku bisnis perhotelan memposisikan diri secara strategis untuk memanfaatkan peluang baru. Salah satunya adalah Best Western Hotel (BWH) Hotels, yang saat ini mengoperasikan lebih dari 200 hotel dan resor di Asia Pasifik dan masih banyak lagi yang akan dibuka.

Dengan berekspansi secara strategis ke pasar yang sudah mapan maupun yang sedang berkembang, BWH Hotels menargetkan destinasi dengan kekuatan dasar atau ruang lingkup pertumbuhan yang signifikan di masa mendatang.

BWH Hotels terus memperkuat posisinya di Thailand, di mana mereka telah menjadi salah satu pemain terkemuka di negara tersebut dengan 21 properti. Tahun ini saja, dua hotel SureStay by Best Western baru bergabung dengan portofolionya di Bangkok – SureStay by Best Western Iconic Suvarnabhumi di provinsi Samut Prakan dan SureStay by Best Western Iconic Ari-Jatujak.

Ibu kota Thailand ini juga akan menyambut hotel Aiden perdana di Asia, yang pertama dari era baru perhotelan butik yang stylish di kawasan ini.

BWH Hotels akan melanjutkan ekspansinya di beberapa pasar berkembang utama seperti Vietnam, Pakistan, Indonesia, dan Filipina.

Dengan infrastruktur yang lebih baik, segmen mewah yang terus berkembang, dan kekayaan budaya yang ditawarkan, Vietnam telah menjadi salah satu destinasi yang paling banyak dikunjungi di Asia Tenggara – dan salah satu yang paling cepat berkembang bagi BWH Hotels.

Penandatanganan kontrak Essensia Sky dan Parkway Saigon WorldHotels Residences, yang dijadwalkan dibuka pada tahun 2026, merupakan pengakuan atas debut konsep hunian yang lebih premium di Kota Ho Chi Minh.

Sementara itu, Best Western Plus ASpaces Riverside Danang akan menjadi properti pertama grup ini di kota pesisir tengah yang semarak ini. Sementara itu, kekayaan lanskap dan situs bersejarah Pakistan yang menakjubkan semakin menarik minat.

BWH Hotels telah membuka empat Best Western Hotels baru di seluruh negeri yaitu di Rawalpindi Central, City Center Gujranwala, DHA Hanna Mall Quetta, dan Hotel Faisalabad City – yang masing-masing siap menarik minat wisatawan domestik dan internasional yang terus meningkat.

BWH Hotels juga telah membuka properti baru, masing-masing di Indonesia dan Filipina – Best Western Setiabudhi Bandung, sebuah hotel modern yang dekat dengan perbukitan vulkanik Jawa Barat.

Sementara Best Western Plus Hotel Subic, sebuah properti tepi laut yang baru direnovasi di resor wisata populer Filipina dan kawasan pelabuhan bebas, hanya 2,5 jam dari Manila.

Crystal Symphony Akan Menerima Peningkatan Utama di Drydock

this formate

Rendering area Atrium Crystal Symphony. (Foto: Crystal)

NEW JERSEY, bisniswisata.co.id : Perusahaan pelayaran Crystal telah mengumumkan bahwa Crystal Symphony akan menjalani dok kering selama tiga minggu pada bulan November ini, di mana ruang publik dan dua kategori suite akan disegarkan menjelang pelayaran Wellness Retreat tahunan kedua perusahaan tersebut.

Dilansir dari travelpulse.com, Suite Aquamarine dan Sapphire Classic di Dek 10 akan direnovasi dengan furnitur baru yang selaras dengan renovasi kapal di tahun 2023.

Dirancang oleh De Wave Group, para tamu juga akan melihat karpet dan penutup dinding baru di suite ini. Tata letak dan konfigurasi kamar mandi dengan bak mandi/pancuran terpisah akan tetap sama.

Ruang publik juga akan ditingkatkan, termasuk area Atrium dan Crystal Cove. Ruang pertemuan utama kapal akan menawarkan lebih banyak tempat duduk dan desain yang lebih modern, termasuk mosaik dua lantai, lampu gantung baru, dan lokasi piano yang berbeda.

Area penerimaan kapal juga akan dimodernisasi, begitu pula bar Crystal Cove, lobi tangga, dan Starlite Club, toilet tamu Dek 5, dan Bistro.

“Kami bangga meneruskan warisan Crystal sambil terus berinovasi,” ujar Bernie Leypold, SVP Operasional Hotel di Crystal. “Tujuan kami adalah memastikan setiap ruangan di kapal kami terasa abadi dan kontemporer, dipenuhi kehangatan, keanggunan, dan desain yang cermat.”

Peningkatan di Crystal Symphony ini mencerminkan janji kami untuk menciptakan pengalaman yang bermakna bagi para tamu di setiap titik kontak, ujar Bernie Leypold

Selain perubahan kosmetik, periode dok kering Crystal Symphony juga akan meningkatkan kemampuan teknisnya, dengan sistem hidrolik baru untuk stabilisator siripnya, pemasangan pemurni bahan bakar dan oli baru untuk memulai penggunaan biodiesel, penggantian pipa untuk sistem air tawarnya, dan banyak lagi.

MoU Kemenag Batam dan PJMI, Ribuan Pelajar Madrasah Akan Dibekali Pelatihan Jurnalistik

this formate

Ketua Persaudaraan Jurnalis Muslim Indonesia (PJMI) Kepulauan Riau (Kepri) Infanko Putra (kanan) dan Kepala Kantor Kemenag Batam, H. Budi Dermawan, S.Ag, M.Sy., (baju batik) saat bersilaturahmi di Kantor Kemenag Batam, Kepri, Rabu ( Foto: pjmi kepri/jurnas)

BATAM, bisniswisata.co.id: Pelajar madrasah di Batam bakal mendapat kesempatan emas untuk mengasah keterampilan jurnalistik sekaligus kemampuan literasi digital. Hal ini terwujud melalui nota kesepahaman (MoU) antara Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Batam dengan Persaudaraan Jurnalis Muslim Indonesia (PJMI) Kepulauan Riau.

Kepala Kantor Kemenag Batam, H. Budi Dermawan, S.Ag, M.Sy., saat menerima silaturahmi Ketua PJMI Kepri Ifanko Putra, dan bendahara Kamal Asni, menegaskan, program ini bertujuan untuk memperkuat literasi dan daya kritis siswa madrasah di era banjir informasi seperti sekarang.

“Untuk meningkatkan kualitas soft skill siswa, kami akan memperkuat literasi. Diantaranya melalui program ini, diadakan pelatihan jurnalistik bagi pelajar dan organisasi siswa madrasah,” kata Budi, Rabu (27/8/2025).

Pria yang ramah dan bersahabat dengan berbagai kalangan itu menyebut, pelajar MAN hingga MTS akan belajar bagaimana menulis sesuai kaidah yang benar, bagaimana merespons informasi, memverifikasi kebenaran berita, serta menyaringnya dengan bijak.

“Kalau ada anak yang punya jiwa penulis atau hobi mengekspresikan bakatnya, ini wadah yang tepat,” tambah Budi.

Ia menambahkan, pelatihan jurnalistik selain membuka wawasan, juga akan membentuk generasi yang mampu menelusuri informasi secara kritis dan menjadi melek media.

“Anak-anak perlu dilatih sejak dini. Kalau sudah terbiasa, mereka akan tumbuh sebagai generasi yang tangguh dalam menghadapi derasnya arus informasi,” tegasnya, sambil mencontohkan berbagai dampak negatif media sosial saat ini bagi remaja, jika tidak diarahkan dengan benar.

Sementara itu, Ketua PJMI Kepri, Ifanko Putra, mengapresiasi semangat Kepala Kemenag Batam, dalam mendorong pendidikan literasi pelajar. Ifan, yang juga penulis sejumlah buku fiksi dan nonfiksi tersebut mengakui tingkat literasi pelajar saat ini tergolong rendah, sehingga perlu berbagai upaya untuk memantiknya.

“PJMI dari pusat hingga daerah memiliki program pendidikan jurnalistik baik dengan kampus maupun sekolah, kebetulan Kemenag adalah mitra strategis. Nantinya pelajar akan mendapatkan pelatihan intensif. Selain itu, peserta juga akan mendapatkan sertifikat yang bisa menjadi penunjang saat mencari pekerjaan maupun melanjutkan studi,” ungkap Ifanko.

Kerjasama ini turut mendapatkan apresiasi dari PJMI Pusat. Ketum PJMI, Ismail Lutan mengatakan, kerjasama antara PJMI Kepri dengan Kemenag Kota Batam sangat bagus sebagai wujud transfer pengetahuan di bidang kewartawanan. Pelajar, baik di tingkat MTs maupun MA – sudah harus memiliki pengetahuan umum tentang dunia jurnalistik sehingga mampu membedakan mana informasi yang benar dan informasi yang salah (hoaks).

“Pengetahuan jurnalistik ini penting dimiliki pelajar, baik yang nantinya ingin menjadi wartawan, maupun yang bekerja di bidang lain. Karena keterampilan menulis ini dibutuhkan disemua bidang,” kata wartawan senior yang juga sastrawan ini.

Di tingkat Pusat, terang Ismail Lutan, PJMI juga telah melakukan berbagai pelatihan bagi pelajar maupaun mahasiwa dengan menyelenggarakan workshop, seminar dan pelatihan di berbagai kampus.

Salah satu program unggulan PJMI adalah “Sejuta Masjid Sejuta Jurnalis” yakni pelatihan bagi komunitas masjid agar memahami dunia jurnalis dan memperbarui cara berdakwah.

Dengan demikian dakwah tidak hanya dalam bentuk tatap muka (ceramah) tetapi juga dalam bentuk yang lebih luas. Program ini sudah berjalan sejak tahun 2023 dengan bekerjasama dengan Dewan Masjid Indonesia (DMI) Pusat.

PJMI adalah wadah berkumpulnya jurnalis muslim, didirikan oleh para wartawan senior dari berbagai media nasional. Anggotanya sendiri terdiri dari berbagai latar organisasi wartawan, seperti PWI, AJI, IJTI, dan lainnya

Acara mulai Sepi? Jadikan Lebih Eksperiensial

this formate

MJ Wang, direktur Wild China, berbicara di Malaysia Business Events Week 2025. ( foto: Anis Ramli)

Cara menciptakan program insentif generasi mendatang untuk dampak dan ROI.

Perjalanan insentif saat ini menghadapi tekanan yang berbeda di tengah pasar yang ramai dan kompetitif.

Bagi MJ Wang, direktur Wild China, hal itu berarti beralih dari resor bintang lima dan jamuan makan mewah ke program yang bermakna, berkesan, dan terukur.

Berbicara di Malaysia Business Events Week (MBEW) 2025, Wang berbagi cara mencapai keseimbangan yang tepat antara kreativitas, kepraktisan, dan kebutuhan klien yang terus berkembang.

Kreativitas Anda vs. kebutuhan klien

Program insentif yang sukses dimulai dengan pemahaman yang mendalam tentang tujuan klien. “Program terbaik bukan tentang mahal atau murahnya, atau apakah tim Anda menganggapnya hebat,” kata Wang.

Dilansir dari meetings-conventions-asia.com, menurut Wang, klien akan memberi tahu Anda apakah itu yang terbaik. Anda harus memahami audiens yang sebenarnya – entah itu narahubung, pengambil keputusan, atau peserta yang Anda targetkan untuk program ini.”

Biarkan kreativitas mengalir

Di Wild China, kreativitas dimulai dari tim. “Kami selalu bertanya kepada rekan kerja, ‘Apakah kalian bersemangat?’” kata Wang. “Setelah makan malam besar atau acara membangun tim, saya ingin mereka berkata, ‘Wow, itu pertama kalinya saya mengalami hal seperti ini.’

Mendorong anggota tim untuk menghadirkan semangat dan kepercayaan diri mendorong inovasi dan meningkatkan kualitas setiap program, ujarnya.

Hidupkan Kisah

“Menciptakan pengalaman yang menceritakan kisah yang selaras dengan merek klien meningkatkan dampak dan relevansi,” katanya.

Dia menggunakan acara, destinasi, dan bahkan permainan untuk membantu klien kami menyampaikan kisah merek mereka dan menekankan bahwa desain yang selaras dengan kisah merek klien menciptakan kesan yang abadi.

Jadikan kelas yang menyenangkan dan terbuka

Mengintegrasikan elemen-elemen edukasi dapat meningkatkan pengalaman acara. “Belajar adalah untuk semua orang.Jika para delegasi berinteraksi secara bermakna dengan penduduk desa atau pengrajin, mereka mendapatkan sesuatu yang istimewa, kata Wang.

“Sentuhan personal itulah yang menciptakan kenangan abadi dan seringkali, pengalaman yang berulang.”

Contoh Wang antara lain mengunjungi pohon apel Newton di Lincolnshire, Inggris dengan ceramah yang dipandu oleh seorang profesor, dan menjelajahi pabrik kecap bersejarah untuk mempelajari fermentasi.

“Yang sama pentingnya adalah membangun hubungan personal dengan masyarakat setempat. Hingga saat ini, kami masih memiliki klien yang tetap berhubungan dengan penduduk desa di Lincolnshire yang menyambut kami.” ungkapnya.

Memanfaatkan situs bersejarah dan lembaga pendidikan setempat, katanya, dapat menambah kedalaman dan keunikan program serta mengubahnya menjadi perjalanan pengalaman yang dapat diingat oleh para peserta lama setelah mereka kembali ke rumah.

Nihao! China 2025 Pertemukan Operator Tour Asia untuk Jelajahi Rute regional

this formate

Lebih dari 100 operator tur terkemuka dari berbagai negara Asia berpartisipasi dalam rencana perjalanan khusus di seluruh Tiongkok

SINGAPURA, bisniswisata.co.id: Program Operator Tour Asia Nihao! China 2025 yang baru-baru ini diselenggarakan telah berakhir, mempertemukan lebih dari 100 operator tur dari seluruh Asia untuk empat rencana perjalanan yang menampilkan rute wisata regional Tiongkok.

Dilansir dari www.ttgasia.com, Rute 1 mencakup Suzhou, Huangshan, dan Ningbo; Rute 2 mencakup Jinan, Anyang, dan Handan; Rute 3 mencakup Zhangjiajie, Guilin, dan Changchun; dan Rute 4 membentang dari Quanzhou ke Dunhuang dan Zhangye.

Rencana perjalanan ini memberikan kesempatan bagi operator internasional untuk berinteraksi langsung dengan para pemangku kepentingan pariwisata lokal dan melihat lebih dekat peluang di pasar perjalanan masuk Tiongkok.

Inisiatif ini diselenggarakan oleh Biro Pertukaran dan Kerja Sama Internasional Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata dan diselenggarakan bersama oleh Trip.com Group dengan 13 kota, termasuk Shenyang, Changchun, Ningbo, Jinan, Handan, Suzhou, Huangshan, Quanzhou, Anyang, Zhangjiajie, Guilin, Zhangye, dan Dunhuang.

Acara ini menggarisbawahi peran kerja sama regional seiring berkembangnya pariwisata antarwilayah di Asia. Menurut Trip.com Group, pemesanan perjalanan masuk ke Tiongkok daratan telah meningkat sekitar 100 persen dari tahun ke tahun, dengan Korea Selatan, Thailand, Malaysia, dan Indonesia sebagai pasar sumber utama.

Inbound Tourism Conference, yang menandai tahap akhir dari Nihao! China 2025 Asian Tour Operators’ China Trip, diselenggarakan di Shenyang. Para pejabat senior dari Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata membuka forum tersebut, yang berfokus pada kemitraan dan pengembangan destinasi.

Trip.com Group berkontribusi dalam jangkauan pemasaran, layanan multibahasa, dan analisis data untuk mendukung destinasi dan membentuk peluang menjadi penawaran pariwisata

Universitas Paramadina Resmikan Kampus Baru Bergaya Futuristik

this formate

Dewan Pembina Wakaf Paramadina dan WakilPresiden RI periode 2004-2009 dan 2014-2019 Dr. (HC) Drs H, Muhammad Jusuf Kalla saat memberikan sambutan.

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Universitas Paramadina meresmikan kampus barunya, yang berlokasi di Cipayung, Jakarta Timur, Rabu 27 Agustus 2025. Gedung megah berlantai 8 dan sangat futuristik itu, letaknya, tidak jauh dari Markas Besar (Mabes) TNI Cilangkap.

Peresmian dihadiri sejumlah pimpinan kampus dan pimpinan yayasan, serta donatur yang umumnya pengusaha terkemuka di Tanah air, diantaranya Rektor Universitas Paramadina Prof. Didik. J. Rachbini, M.Sc, Ph.D, Dewan Pembina Wakaf Paramadina dan Wakil Presiden RI periode 2004-2009 dan 2014-2019 Dr. (HC) Drs H, Muhammad Jusuf Kalla.

Hadir pula Ketua Harian Wakaf Yayasan Paramadina Hendro Martowardoyo, dan Rektor Paramadina periode 2007-2014 DR. Anies Baswedan.

Didik J. Rachbini menyampaikan terima kasih dan syukur atas selesainya pembangunan kampus Cipayung tersebut sekaligus menegaskan bahwa idealisme Universitas Paramadina yang harus dijaga. Yaitu ke-Islaman dan ke-Indonesiaan.

“Pembangunan Gedung ini menelan biaya 35 milyar. Pada saat akan dibangun, pihak kampus hanya punya uang 3 milyar rupiah. Tetapi dengan semangat dan keyakinan yang kuat, kita nekad. Alhamdulillah bantuan dari para donator kemudian mengalir,” tuturnya.

Sementara itu Jusuf Kalla mengatakan, semangat Nurcholish Madjid (tokoh pendiri Paramadina) sangat penting untuk diteruskan. Menurut JK, Cak Nur -sapaan akrab Nurcholish Madjid- merupakan seorang cendekiawan Islam yang bertoleransi tinggi dan berteman dengan seluruh lapisan tanpa pandang bulu.

“Kita harus melihat ini sebagai membangun intelektualisme kecendekiawanan yang baik. Bisa saja orang cendekiawan, tapi pikirannya tidak menuju ke situ. Karena itulah harus dijaga visi, misi sejak awal dan intelektualisme yang baik. Memang harus dibangun seperti itu,” ucapnya.

Lebih jauh JK berucap, di Indonesia perlu lebih banyak lagi tokoh yang berbicara dengan dasar itu. Tidak dengan dasar emosi, tidak dengan dasar suatu hal yang ekstrem.

“Jadi kita jangan dikenal sebagai Islam yangradikal,” tambah JK yang juga Ketum Dewan Masjid Indonesia ini.

Menurut JK, pemikiran Islam yang radikal merupakan idealisme yang bertolak belakang dengan Paramadina.

“Kita harus meneruskan ide-ide itu Cak Nur, supaya menjadi bangsa yang bermoral yang memiliki intelektualisme dan kecendekiawanan yang baik,” tambahnya.

Sementara Anies Baswedan menatakan Paramadina dibangun secara kolektif oleh banyak pendukung. “Pihak kempus hanyalah (seperti) menjahit potongan-potongan kain yang sudah ada sehingga menjadi busana yang indah dan megah,” ucapnya.

Sedangkan istri Cak Nur, Omi, menekankan paham tentang Islam yang terbuka dan modern. Menurutnya, paham itu adalah landasan semangat Universitas Paramadina.
“Melalui institusi pendidikan tinggi, Cak Nur menitipkan pesan agar kita menumbuhkan paham keislaman yang terbuka dan modern yang menopang perwujudan cita-cita nasional Indonesia yang adil, terbuka, dan demokratis, sesuai dengan amanah para pendiri bangsa,” ucap Omi.

“Itu berarti juga bahwa seluruh sivitas akademika Universitas Paramadina terpanggil untuk ikut serta dalam mendorong tumbuhnya masyarakat Indonesia yang terbuka dan demokratis,” tambahnya. Setelah sambutan acara dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng yang dilakukan oleh Omi Komaria Madjid.

Sementara dari pimpinan perusahaan sebagai donatur dan pendukung dalam pembangunan Universitas Paramadina, tampak antara lain: Direktur Utama PT Djarum Victor Hartono, Presiden Komisaris Astra International Tbk Prijono Sugiarto, Corporate Secretary & Communication Tripurta Group Aminuddin Nurdin, Managing Director Sinar Mas periode 2022-2021 dan Dubes Indonesia untuk Korea Selatan periode 2021-2023 Gandi Sulistyanto, serta CEO Group Lippo Indonesia John Riady.

Masing-masing donatur menyampaikan testimoninya, dan menyatakan dukungan dan kepercayaan yang tinggi kepada Paramadina.

Sekilas Universitas Paramadina

Pendirian Universitas Paramadina dimulai pada tahun 1994. Kala itu Yayasan Wakaf Paramadina dengan ketua Prof. Dr. Nurcholish Madjid dan Yayasan Pondok Mulya, yang masing-masing bergerak di bidang pendidikan, bersepakat mendirikan sebuah perguruan tinggi.

Pada 10 Januari 1998 berdirilah Universitas Paramadina Mulya, yang kemudian berubah nama menjadi Universitas Paramadina. Universitas Paramadina ini diharapkan mampu:
• Memperkenalkan konsep perguruan tinggi alternatif.
• Menghasilkan lulusan yang mempunyai kompetensi riset dan kewirausahaan yang dijiwai etika keislaman.
• Menjadi wahana pusat kebudayaan dan peradaban. Menjadi universitas yang bertaraf internasional.Lambang Universitas Paramadina adalah kaligrafi kutipan Al-Qurân surat Al-Nisâ ayat 113 yang berarti: ”Allah menurunkan kepadamu Kitâb dan Hikmah dan mengajarkan kepadamu sesuatu yang kamu belum tahu,” dalam bentuk huruf Kâf (Kitâb) dan Hâ (Hikmah).

Substansinya adalah bahwa ilmu dapat kita peroleh melalui dua cara, yaitu kitab suci dan dengan mempelajari alam semesta. Universitas Paramadina berusaha memfasilitasi keduanya dan bersumber kepada Iman.

Universitas Paramadina memiliki tiga kampus yaitu kampus Kuningan, Jaksel; kampus Cikarang, Bekasi; dan kampus Cipayung, Jaktim.

Voco Hotel Milik IHG Percepat Ekspansi di Thailand dengan Penandatanganan Kontrak di Bangkok Siam

this formate

BANGKOK, bisniswisata.co.id: IHG Hotels & Resorts terus memperluas jejaknya di Thailand dengan penandatanganan kontrak voco Bangkok Siam, sebuah hotel premium 350 kamar yang dijadwalkan akan dibuka pada tahun 2029.

Dilansir dari https://marketech-apac.com/, Thailand terus berkembang sebagai destinasi perjalanan global teratas, dan kami berkomitmen untuk mendukung pertumbuhannya dengan memperluas portofolio merek kami yang beragam.

Hal itu diungkapkan Vivek Bhalla, direktur pelaksana untuk Asia Tenggara & Korea, IHG Hotels & Resorts. Proyek ini menandai kemitraan baru dengan SCX Corporation Company Limited, anak perusahaan dari SC Asset Public Company Limited, salah satu pengembang real estat terkemuka di negara tersebut.

Berlokasi di jantung distrik komersial dan ritel Bangkok, hotel setinggi 28 lantai ini akan berdiri di sepanjang Jalan Phayathai, tepat di seberang Siam Discovery dan beberapa langkah dari destinasi belanja utama seperti Siam Paragon, Siam Square, dan MBK Center.

Dengan lokasi sentral dan desainnya yang khas, voco Bangkok Siam siap menjadi tambahan penting bagi kehadiran IHG yang terus berkembang di ibu kota.

Penandatanganan ini menyoroti pertumbuhan strategis IHG di Thailand, di mana saat ini mereka mengoperasikan 40 hotel di sembilan merek, dengan rencana untuk melakukan ekspansi signifikan baik dikota maupun destinasi resort.

Merek voco, penawaran premium dengan pertumbuhan tercepat dari IHG, merupakan pusat dari strategi ini. Dengan lebih dari 100 hotel telah beroperasi dan lebih dari 100 hotel lainnya dalam tahap perencanaan secara global, kemewahan yang mudah dijangkau dan model fleksibel voco menjadikannya ideal untuk pasar perkotaan yang dinamis seperti Bangkok.

Penandatanganan baru ini sejalan dengan ekspansi IHG yang lebih luas di seluruh Asia Tenggara, dengan fokus pada kota-kota dengan pertumbuhan tinggi dan pusat-pusat rekreasi.

Kemitraan dengan SCX Corporation lebih lanjut menggarisbawahi komitmen grup untuk berkolaborasi dengan pengembang lokal terkemuka guna memberikan pengalaman tamu yang berbeda.

“Kami sangat antusias untuk meluncurkan voco di Bangkok akhir tahun ini dan mewujudkan voco Bangkok Siam pada tahun 2029 bersama SCX Corporation. Tonggak sejarah ini memperkuat momentum kami di pasar Thailand,” kata Bhalla.

Myanmar Tuan Rumah Forum Keamanan dan Keselamatan Pariwisata ASEAN-Tiongkok

this formate

NAYPYIDAW, bisniswisata.co.id);  Keamanan dan keselamatan pariwisata ASEAN-Tiongkok serta lokakarya fasilitasi perjalanan dan harmonisasi statistik pariwisata berhasil diselenggarakan di Hotel Sedona di Yangon

Dilansir dari www.travelandtourworld.com, forum ini diselenggarakan bersama oleh Kementerian Perhotelan dan Pariwisata, Pusat ASEAN-Tiongkok, dan Pusat Kerja Sama Penegakan Hukum dan Keamanan Terpadu Lancang-Mekong dengan tujuan untuk meningkatkan kerja sama di industri pariwisata dan menciptakan lingkungan perjalanan yang aman dan terjamin di kawasan ASEAN-Tiongkok.

Mempromosikan pertumbuhan pariwisata yang berkelanjutan dan kolaboratif,
keberlanjutan dalam pariwisata telah menjadi prioritas bagi destinasi di seluruh dunia. Pemerintah, pelaku bisnis, dan komunitas lokal semakin menyadari perlunya menyeimbangkan pertumbuhan ekonomi dengan perlindungan sumber daya alam, warisan budaya, dan komunitas lokal.

Tujuan pariwisata jangka panjang berfokus pada penciptaan kerangka kerja berkelanjutan yang memastikan pariwisata bermanfaat bagi pengunjung dan komunitas tuan rumah tanpa mengorbankan kemampuan generasi mendatang untuk menikmati destinasi tersebut.

Pada upacara pembukaan Forum Keamanan dan Keselamatan Pariwisata ASEAN – Tiongkok, Menteri Persatuan Jeng Phang Naw Taung menekankan pentingnya pertukaran ide dan solusi inovatif.

Dia menyoroti bagaimana forum tersebut dapat mendorong strategi praktis untuk mengatasi masalah keamanan dan keselamatan pariwisata, memastikan perlindungan yang lebih baik bagi para wisatawan.

Menteri juga mencatat bahwa kolaborasi lintas sektor sangat penting untuk mengembangkan langkah-langkah efektif dalam menjaga industri pariwisata.

Lebih lanjut, ia menyatakan bahwa dukungan dan kerja sama timbal balik antara ASEAN dan Tiongkok akan membantu menciptakan lingkungan yang lebih kondusif bagi para pelancong dari seluruh dunia.

Memperkuat Kerja Sama Regional dalam Pariwisata

Salah satu tujuan utama untuk pengembangan pariwisata jangka panjang adalah penguatan kerja sama regional. Negara-negara di dalam kawasan seperti ASEAN (Association of Southeast Asian Nations), bersama dengan kekuatan global seperti Tiongkok, semakin berfokus pada kolaborasi untuk mempromosikan pariwisata dan memastikan keamanan.

Sebagai contoh, kerja sama pariwisata ASEAN-Tiongkok telah melihat peningkatan kolaborasi dalam keamanan pariwisata, fasilitasi perjalanan, dan berbagi praktik terbaik.

Pendekatan kolektif terhadap pengembangan pariwisata ini memastikan manfaat bersama bagi semua negara yang terlibat. Dalam konteks ini, keamanan pariwisata adalah yang terpenting.

Forum Keamanan dan Keselamatan Pariwisata ASEAN-Tiongkok, yang baru-baru ini diadakan di Yangon, adalah contoh yang sangat baik dari dialog regional tentang keselamatan pariwisata, keamanan digital dalam pariwisata, dan pengembangan kerangka kerja yang mempromosikan pengalaman perjalanan yang aman dan terjamin.

Dengan menyelaraskan kebijakan nasional dan regional serta berbagi pengetahuan, negara-negara dapat secara efektif mengatasi tantangan seperti kejahatan pariwisata, kesehatan dan keselamatan, serta bencana alam.

Memanfaatkan Transformasi Digital dalam Pariwisata

Elemen penting lain dari tujuan pariwisata jangka panjang adalah integrasi teknologi digital ke dalam sektor pariwisata. Penggunaan alat berbasis AI, tour virtual, dan analitik data merevolusi cara wisatawan merencanakan, memesan, dan mengalami destinasi.

Merangkul platform digital untuk pemesanan, layanan pelanggan, dan berbagi informasi perjalanan memastikan bahwa industri pariwisata tetap kompetitif dan responsif terhadap kebutuhan pasar.

Destinasi semakin mengadopsi paspor pengalaman digital, tur realitas virtual (VR), dan realitas tertambah (AR) untuk pengalaman yang lebih interaktif dan menarik.

Teknologi ini memungkinkan para pelancong untuk menjelajahi destinasi dengan cara baru, meningkatkan pengalaman sambil memastikan keamanan. Selain itu, big data dan sistem pariwisata cerdas memungkinkan perencanaan yang lebih baik, prediksi tren perjalanan, dan peningkatan keterlibatan pengunjung, yang pada gilirannya memperkuat keberlanjutan industri secara keseluruhan.

Memastikan Keamanan dan Keselamatan Pariwisata untuk Pelancong Global
Keamanan dan keselamatan adalah inti dari tujuan pariwisata jangka panjang. Industri pariwisata tidak hanya harus memastikan perlindungan para pelancong, tetapi juga menjaga aset budaya dan lingkungan.

Integrasi teknologi canggih seperti sistem pemantauan digital, pemeriksaan keamanan biometrik, dan pembaruan perjalanan real-time sangat penting dalam membangun kepercayaan wisatawan, terutama di dunia pasca-pandemi.

Inovasi ini membantu pemerintah dan pelaku bisnis menciptakan lingkungan perjalanan yang aman, meminimalkan risiko, dan memaksimalkan kepuasan pengunjung.

Selain itu, membangun kolaborasi yang kuat dengan organisasi pariwisata global, lembaga penegak hukum, dan mitra sektor swasta sangat penting dalam memupuk kepercayaan dan kerja sama.

Forum regional seperti Forum Keamanan dan Keselamatan Pariwisata ASEAN – Tiongkok dan lokakarya statistik pariwisata memainkan peran penting dalam memastikan bahwa keamanan pariwisata ditangani dari berbagai sudut, memastikan ekosistem pariwisata yang tangguh.

Melibatkan Komunitas Lokal dalam Pariwisata Berkelanjutan

Menggabungkan komunitas lokal ke dalam proses pengembangan pariwisata adalah bagian penting dari pencapaian tujuan pariwisata jangka panjang.

Pariwisata berbasis komunitas memberdayakan penduduk setempat untuk terlibat secara aktif dalam membentuk industri pariwisata mereka, memastikan bahwa manfaat pariwisata didistribusikan secara adil.

Melibatkan komunitas lokal dalam perencanaan, pengembangan, dan operasi pariwisata membantu mempertahankan keaslian budaya dan menciptakan pengalaman yang mencerminkan esensi sejati dari suatu destinasi.

Selain itu, bisnis lokal dan pengusaha dapat mengambil peran aktif dalam memberikan pengalaman pariwisata yang berkelanjutan.
Dari akomodasi dan restoran ramah lingkungan hingga operator tour yang berfokus pada pendidikan budaya dan lingkungan, pariwisata yang digerakkan oleh komunitas berkontribusi pada kesehatan dan keberlanjutan jangka panjang sektor pariwisata.

Kemitraan Global untuk Pertumbuhan Pariwisata Jangka Panjang

Keberhasilan pariwisata jangka panjang dibangun di atas kemitraan global yang memprioritaskan keberlanjutan, keselamatan, dan keamanan.

Dengan memupuk kolaborasi antara pemerintah, organisasi internasional, sektor swasta, dan komunitas lokal, destinasi dapat menciptakan ekosistem pariwisata yang kohesif dan berkelanjutan.

Melalui kemitraan ini, kawasan dapat bekerja secara kolektif menuju tujuan bersama untuk pembangunan ekonomi, pertukaran budaya, dan perlindungan lingkungan, memastikan bahwa pariwisata tetap menjadi kekuatan positif bagi pertumbuhan global.

Membangun Masa Depan yang Tangguh untuk Pariwisata

Forum dan lokakarya tersebut menyoroti semakin pentingnya kerja sama ASEAN-Tiongkok dalam menciptakan lingkungan pariwisata yang aman dan terjamin serta mempromosikan pembangunan regional.

Dengan menekankan keamanan pariwisata, harmonisasi statistik, dan berbagi pengetahuan serta keahlian, forum dan lokakarya ini telah meletakkan dasar untuk peningkatan kolaborasi yang berkelanjutan antara negara-negara ASEAN dan Tiongkok.

Peningkatan ini akan lebih lanjut mengarah pada pembangunan sektor pariwisata yang berkelanjutan, baik bagi para pelancong maupun pemangku kepentingan.