DOT Filipina Luncurkan Tantangan Startup Pariwisata Senilai P15-M

this formate

Menteri Pariwisata Christina Frasco (kiri) dan Ketua Komisi Pendidikan Tinggi Shirley Agrupis memimpin peluncuran Tantangan Start-Up Pariwisata 2025. (Foto PNA oleh Yancy Lim)

MANILA, bisniswisata.co.id: Pemerintah Filipina, melalui Kementerian Pariwisata (Kemenpar), mengalokasikan total PHP15 juta untuk mendanai tiga proyek start-up pariwisata unggulan dari Luzon, Visayas, dan Mindanao dalam Tantangan Start-Up Pariwisata 2025.

Setiap proposal pemenang akan menerima PHP5 juta untuk pelaksanaan proyek, Menteri Pariwisata Christina Frasco mengumumkan saat peluncuran program di Centro de Turismo Intramuros, Manila, pada hari Rabu.

Proyek ini bermitra dengan Komisi Pendidikan Tinggi (CHED) dan Otoritas Kawasan Infrastruktur dan Perusahaan Pariwisata (TIEZA).

“Untuk memastikan manfaat pajak perjalanan benar-benar memajukan pendidikan pariwisata di negara ini serta mendorong inovasi, terutama di kalangan generasi muda, kami bangga meluncurkan Tourism Start-Up Challenge,” ujar Frasco.

“Melalui inisiatif ini,kami memberdayakan mahasiswa untuk memunculkan ide-ide berani yang dapat mengubah masa depan pariwisata Filipina.”

Kelompok yang dibentuk oleh fakultas yang terdiri dari empat mahasiswa tahun ke-3 hingga ke-4 dari berbagai jurusan dan satu penasihat dapat mengajukan proposal mereka ke kantor regional CHED mulai 24 September hingga 31 Oktober 2025.

Proposal harus selaras dengan Rencana Pembangunan Pariwisata Nasional dan harus mencakup setidaknya satu dari enam pilar area prioritas hibah:

1. Fasilitas dan Lab Demo di fasilitas yang sudah ada di fakultas/universitas
2. Pengembangan Karier dan Imersif
3. Inovasi dan Digitalisasi Teknologi
4. Pusat Start-Up dan Inkubasi
5. Penelitian dan Pengembangan
6. Pendidikan Pariwisata & Pendidikan Pariwisata

Semua proposal akan diseleksi hingga satu proposal per wilayah. Ke-17 proposal terpilih kemudian akan menerima hibah sebesar PHP250.000 untuk diunduh ke masing-masing institusi pendidikan tinggi, dengan hanya tiga set yang akan muncul sebagai pemenang nasional.

Pendekatan yang Berpusat pada Rakyat

Senator Loren Legarda, di sisi lain, menyerukan pendekatan yang berpusat pada rakyat terhadap pariwisata, menekankan perlunya mengakui para garda terdepan, inovator muda, dan warga lanjut usia sebagai pendorong utama pertumbuhan inklusif.

Berbicara dalam acara tersebut, Legarda mengatakan bahwa garda terdepan berperan sebagai duta budaya, para pemuda membawa ide-ide segar melalui Tourism Start-Up Challenge 2025, dan warga lanjut usia memberikan pengetahuan melalui Seminar Pemandu Wisata Komunitas.

“Pariwisata harus menghasilkan lapangan kerja dan pendapatan sekaligus melindungi warisan dan sumber daya alam,” ujarnya, menggarisbawahi bahwa inklusivitas dan keberlanjutan harus memandu pengembangan pariwisata. (Laporan dari Wilnard Bacelonia/PNA)

Bangkok dan Kuala Lumpur akan Lanjutkan Kayanan Kereta Langsung Akhir Tahun 2025

this formate

Kereta malam melaju kencang di atas lalu lintas di Bangkok, Thailand (Foto: Getty Images)

KUALA LUMPUR, bisniswisata.co.id: Malaysia dan Thailand telah mengonfirmasi niat mereka untuk melanjutkan layanan kereta langsung antara Kuala Lumpur dan Bangkok pada akhir tahun 2025.

Pengoperasian kembali rute ini akan memanfaatkan jalur kereta api yang sudah ada yang menghubungkan Bangkok, Padang Besar, Butterworth, dan ibu kota Malaysia.

Anthony Loke Siew Fook, Menteri Perhubungan Malaysia, baru-baru ini bertemu dengan Suriya Juangroongruangkit, Wakil Perdana Menteri dan Menteri Perhubungan Thailand, untuk membahas inisiatif tersebut.

“Keretapi Tanah Melayu Berhad (KTMB) dan State Railway of Thailand (SRT) telah diberi waktu tiga bulan untuk melakukan persiapan awal guna memulai operasi kereta api Kuala Lumpur-Bangkok,” ujar Siew Fook setelah mengakhiri kunjungan kerja satu hari ke Thailand.

Hal ini tidak memerlukan jalur baru, tetapi memerlukan koordinasi, pemasaran bersama, dan penjualan tiket secara kooperatif antara kedua negara, tambahnya.

Rute yang dihidupkan kembali ini akan memungkinkan para pelancong melakukan perjalanan dengan lancar antara kedua negara tanpa perlu melakukan banyak perpindahan.

Saat ini, perkiraan waktu tempuh dan harga tiket belum diketahui. Pihak berwenang Thailand juga telah mengusulkan perluasan jaringan kereta api dari Su-ngai Kolok di perbatasan Thailand dengan Rantau Panjang dan Pasir Mas di Malaysia.

Namun, pada tahap awal, pemeliharaan penting diperlukan untuk memulihkan jalur lama dan memastikan jalur tersebut memenuhi standar operasional saat ini. Rehabilitasi jalur diperlukan sebelum layanan dapat dilanjutkan, kata Siew Fook.

Berita ini merupakan perkembangan terbaru dari serangkaian perbaikan dan pengembangan perkeretaapian yang dilakukan Thailand dari tahun ke tahun.

Jalur kereta api berkecepatan tinggi yang menghubungkan Bangkok dengan Nong Khai, provinsi di timur laut yang berbatasan dengan Laos, diperkirakan akan selesai pada tahun 2030, dengan rencana untuk dilanjutkan hingga ke Tiongkok.

Khon 2025: Bali’s Unbreakable Oath Hadir di Panggung Bangkok

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Seni klasik “Khon” Thailand kembali hadir! SUPPORT Foundation dari Ratu Sirikit, The Queen Mother, akan menampilkan pertunjukan Khon ke-18 dengan cerita epik Ramakien berjudul “Bali’s Unbreakable Oath”.

Dilansir dari wisatathailand.id, pertunjukan ini berlangsung di Thailand Cultural Centre, Bangkok, mulai 6 November-8 Desember 2025.
Khon adalah seni pertunjukan tradisional Thailand yang memadukan tari, drama, musik, dan kostum megah.

Diakui UNESCO sebagai Warisan Budaya Takbenda Kemanusiaan, Khon bukan hanya tontonan indah, tetapi juga cerminan nilai dan budaya Thailand yang diwariskan lintas generasi.

Kisah Epik Ramakien

Tahun ini, cerita berfokus pada Bali, Sukhrip, dan Phra Ram dalam perjuangan mereka melawan raja raksasa Thotsakan. Ceritanya penuh warna karena menampilkan pertempuran dramatis, konflik keluarga, hingga pengorbanan besar yang mengangkat nilai kesetiaan, rasa terima kasih, dan kebenaran.

Pertunjukan kali ini menghadirkan koreografi baru, cerita yang lebih halus, serta musik klasik Thailand yang dimainkan langsung.

Panggung pun akan dihiasi adegan megah-istana surgawi Phra Isuan, gajah kerajaan Thotsakan, hingga kereta perang Phra Ram dan Phra Lak. Kostum yang rumit dan elegan, dibuat khusus untuk musim pementasan ini, akan semakin memperindah pengalaman menonton.

Generasi Baru, Warisan Abadi

“Bali’s Unbreakable Oath” akan dibawakan oleh generasi baru seniman Khon, yang menjaga agar tradisi tetap hidup sekaligus dekat dengan penonton masa kini.

Inilah bukti bahwa warisan budaya bisa terus menginspirasi dan memikat, baik bagi masyarakat Thailand maupun penonton internasional.

Selebritas TV Inggris Puji Kamboja sebagai ‘Tempat Wisata yang Menakjubkan’

this formate

Angela  bertemu dengan Huot Hak, Menteri Pariwisata Kamboja

PHNOM PENH, bisniswisata.co.id:Selebritas TV Inggris Angela Rippon,memuji Kamboja sebagai “tempat wisata yang menakjubkan”. Dia sedang berada di Kamboja untuk syuting film dokumenter tentang Kerajaan,

Angela berkesempatan bertemu dengan Huot Hak, Menteri Pariwisata Kamboja. Angela Rippon juga seorang jurnalis ternama di Inggris dan dunia, beserta rekan-rekannya bertemu dan membahas pekerjaan, serta berbagi kesan-kesannya selama syuting film dokumenter tentang Kamboja di sebuah kapal pesiar internasional.

Dalam pertemuan yang hangat tersebut, Menteri Pariwisata Kamboja menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam atas keputusannya untuk membuat film dokumenter tentang Kamboja, terutama untuk mempromosikan potensi pariwisata yang kaya, termasuk Situs Warisan Dunia Angkor Wat, dan keramahan masyarakat Kamboja.

Pada saat yang sama, Menteri Huot Hak,
meminta bantuannya untuk menyebar
luaskan situasi politik, keamanan, keselamatan, ekonomi, dan sosial Kamboja yang sebenarnya, terutama perkembangan di semua sektor yang telah disaksikannya secara langsung.

Menanggapi hal tersebut, Rippon menyampaikan kepada Menteri tentang kesan pribadinya, yang sangat ia sukai dan puaskan selama kunjungannya baru-baru ini ke Kamboja, terutama bepergian ke mana-mana, mulai dari pedesaan hingga kota, serta mengendarai sepeda motor untuk melihat Phnom Penh di malam hari.

Lebih lanjut, beliau memuji Kamboja atas sejarah dan warisannya yang luar biasa, beserta keramahan penduduknya, yang beliau gambarkan sebagai “Kerajaan Senyum” dan “tempat yang indah untuk dikunjungi.”

Ia menambahkan bahwa dia membawa kembali kenangan tak terlupakan dan pengalaman luar biasa dari Kamboja, yang ingin dibagikan dengan keluarga, kolega, dan masyarakat Inggris agar dapat mengunjungi Kamboja lebih banyak lagi.

Jeju, Hawaii-nya Korea Selatan Keluarkan Pedoman Untuk Tindak Pengunjung Asing Tidak Tertib

this formate

Jeju dari atas ketinggian dan hamparan laut di bawahnya

JAKARTA, bisniswisata.co.id : Pulau Jeju, yang sering disebut sebagai “Hawaii-nya Korea Selatan”, telah mengeluarkan panduan multibahasa yang memperingatkan pengunjung internasional untuk berperilaku baik setelah serangkaian insiden turis yang viral dan kasus perilaku tidak tertib.

Dilansir dari edition.cnn.com, Tahun lalu, lebih dari 13 juta orang terpikat ke pulau ini, yang terkenal dengan perairan birunya yang berkilauan, perkebunan teh hijau, dan gunung berapi perisai yang tertutup salju, Halla-san.

Bahkan, Seoul ke Jeju kini menjadi jalur penerbangan tersibuk di dunia , dengan lebih dari 13 juta penumpang menempuh perjalanan 1 jam 15 menit antara pulau tersebut dan ibu kota Korea Selatan tahun lalu, menurut laporan Statistik Transportasi Udara Dunia 2024 dari Asosiasi Transportasi Udara Internasional .

Sejak pandemi Covid-19 berakhir, jumlah tahunan wisatawan asing yang mengunjungi Pulau Jeju hampir meningkat empat kali lipat menjadi 1,9 juta pada tahun 2024, menurut Asosiasi Pariwisata Jeju.

Pulau Jeju, yang sering disebut sebagai “Hawaii-nya Korea Selatan”, telah mengeluarkan panduan multibahasa yang memperingatkan pengunjung internasional untuk berperilaku baik setelah serangkaian insiden turis yang viral dan kasus perilaku tidak tertib.

Tahun lalu, lebih dari 13 juta orang terpikat ke pulau ini, yang terkenal dengan perairan birunya yang berkilauan, perkebunan teh hijau, dan gunung berapi perisai yang tertutup salju, Halla-san.

Bahkan, Seoul ke Jeju kini menjadi jalur penerbangan tersibuk di dunia , dengan lebih dari 13 juta penumpang menempuh perjalanan 1 jam 15 menit antara pulau tersebut dan ibu kota Korea Selatan tahun lalu, menurut laporan Statistik Transportasi Udara Dunia 2024 dari Asosiasi Transportasi Udara Internasional .

Sejak pandemi Covid-19 berakhir, jumlah tahunan wisatawan asing yang mengunjungi Pulau Jeju hampir meningkat empat kali lipat menjadi 1,9 juta pada tahun 2024, menurut Asosiasi Pariwisata Jeju.

Misalnya, merokok di tempat yang tidak ditentukan, menyeberang jalan sembarangan, membuang sampah sembarangan, dan merusak lingkungan masing-masing dapat mengakibatkan denda sebesar 50.000 KRW ($35,77).

“Pelanggaran terhadap pelanggaran yang disebutkan di atas juga dapat dihukum dengan pidana penjara pelanggaran ringan atau denda ringan,” demikian peringatan pemandu tersebut.

Menyusul ledakan pasca-Covid, saat pesawat dan kapal pesiar mulai membawa lebih banyak wisatawan ke provinsi kepulauan itu, penduduk Jeju mulai mengeluh tentang kejahatan yang dilakukan oleh wisatawan asing, beberapa di antaranya membagikan kekesalan mereka secara daring.

Misalnya, sebuah video yang menunjukkan seorang turis asing merokok di dalam bus di Jeju menjadi viral daring pada bulan April, yang memicu kemarahan di kalangan komentator Korea Selatan.

“Deportasi dan denda orang itu sekarang juga. Kalau tidak bayar denda, larang dia membeli tiket pesawat,” komentar salah satu pengguna di bawah video Instagram tersebut .
“Bukankah ini pada dasarnya mengabaikan negara kita?” tulis yang lain.

Musim panas lalu, foto seorang anak asing yang buang air besar di trotoar di Jeju juga memicu kemarahan daring, banyak yang menyerukan denda lebih berat bagi wisatawan internasional.

Pulau Jeju adalah salah satu dari beberapa tempat di kawasan ini yang menghadapi tantangan pariwisata berlebih pascapandemi. Desa Hanok Bukchon yang bersejarah di Korea Selatan memberlakukan jam malam ketat tahun lalu bagi pengunjung non-penduduk menyusul keluhan penduduk setempat tentang tingkat kebisingan.

Jepang telah bertahun-tahun membagikan panduan etiket dan mengeluarkan peringatan kepada wisatawan asing atas kesalahan budaya. Tahun lalu, kawasan bersejarah Gion di Kyoto mengambil tindakan terhadap wisatawan asing yang dilaporkan mengabaikan aturan dan mengambil foto geisha di area terlarang.

Bali, pulau wisata terpopuler di Indonesia, juga telah bergulat dengan masalah perilaku buruk wisatawan selama bertahun-tahun.
Sementara itu, diskusi tentang jebakan pariwisata berlebihan telah meledak di Eropa.

Di negara-negara seperti Spanyol, Yunani, dan Italia, warga lokal yang muak turun ke jalan untuk berunjuk rasa.

Musim panas lalu, foto-foto warga Barcelona yang menembakkan pistol air ke arah turis menjadi viral di seluruh dunia.

Hal yang sama kembali terjadi tahun ini, dengan para demonstran turun ke jalan di seluruh Spanyol dan Italia, termasuk Venesia, sementara itu, di Paris, staf Museum Louvre melakukan aksi mogok spontan sebagai respons terhadap kerumunan yang mereka rasa tak terkendali.

Ruben Santopietro, CEO Visit Italy , sebuah perusahaan pemasaran untuk berbagai destinasi di seluruh negeri, mengatakan menghormati niat baik penduduk sama pentingnya dengan mengatasi keramaian.

“Kota yang penduduknya tidak puas adalah kota yang tidak berfungsi,” ujarnya kepada CNN dalam sebuah wawancara baru-baru ini. Kota itu kehilangan identitasnya sepenuhnya. Penduduknya merasa terpinggirkan dan lingkungannya menjadi seperti tempat wisata.”

UN Tourism : Ayo Kembangkan Sport Tourism

this formate

MADRID, bisniswisata.co.id; Apa itu sport tourism atau pariwisata olahraga ?. Adalah jenis kegiatan pariwisata yang mengacu pada pengalaman perjalanan wisatawan yang mengamati sebagai penonton atau berpartisipasi aktif dalam acara olahraga yang umumnya melibatkan kegiatan komersial dan non-komersial yang bersifat kompetitif.

Mengapa Penting ?

Pariwisata olahraga adalah poros fundamental, menghasilkan sekitar 10% dari pengeluaran dunia untuk pariwisata. Ini memiliki perkiraan tingkat pertumbuhan sebesar 17,5% antara tahun 2023-2030 (menurut Laporan Analisis Ukuran Pasar, Pangsa & Tren Pariwisata Olahraga), menggerakkan massa intra dan interkontinental.

Pariwisata olahraga dapat mempromosikan tindakan sosial, ekonomi dan lingkungan, mempercepat pembangunan dan dapat meninggalkan warisan positif yang langgeng.

Pertumbuhan cepat

Olahraga dan Pariwisata saling terkait dan saling melengkapi. Saat ini, pariwisata olahraga adalah salah satu sektor dengan pertumbuhan tercepat dalam pariwisata.

Kini semakin banyak wisatawan yang tertarik pada kegiatan olahraga selama perjalanan mereka terlepas dari apakah olahraga merupakan tujuan utama perjalanan atau tidak.

Ajang olahraga dengan berbagai jenis dan ukuran menarik wisatawan karena peserta atau penontonnya, dan destinasi wisata mencoba menambahkan cita rasa lokal untuk membedakan diri dan memberikan pengalaman lokal yang autentik.

Ajang olahraga besar seperti Olimpiade dan Piala Dunia dapat menjadi katalis bagi pengembangan pariwisata jika berhasil dimanfaatkan dalam hal pencitraan destinasi, pembangunan infrastruktur, dan manfaat ekonomi serta sosial lainnya.

Pariwisata olahraga merupakan salah satu sektor pariwisata yang tumbuh paling cepat. Semakin banyak wisatawan yang tertarik pada kegiatan olahraga selama perjalanan mereka, terlepas dari apakah olahraga merupakan tujuan utama perjalanan atau bukan.

Ajang olahraga dengan berbagai jenis dan ukuran menarik wisatawan karena peserta atau penontonnya, dan destinasi wisata mencoba menambahkan cita rasa lokal untuk membedakan diri dan memberikan pengalaman lokal yang autentik.

Ajang olahraga besar seperti Olimpiade dan Piala Dunia dapat menjadi katalis bagi pengembangan pariwisata jika berhasil dimanfaatkan dalam hal pencitraan destinasi, pembangunan infrastruktur, dan manfaat ekonomi serta sosial lainnya.
.

LSL Menjadi Penyebab Meningkatnya Jumlah Orang Dengan HIV (Odhiv)

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Kelompok Pengajian Halaqah Iman pimpinan Hj Harsini Mulyadi mendapat kunjungan Ketua Komunitas Warga Peduli Aids ( WPA) dan tim untuk kegiatan sosialisasi perlakuan terhadap penderita Aids.

“Warga masyarakat tak perlu takut dan mengucilkan penderita Aids karena interaksi aman dan penularan terjadi hanya karena hubungan seks yaitu sperma dan vagina, jarum suntik dan darah,” kata Siti Nur Hidayati yang akrab dipanggil Ida.

Menurut dia, sedikitnya 40% penderita Aids akibat hubungan seks Laki-laki Suka Laki-laki ( LSK) atau di masyarakat di kenal sebagai penyuka sesama jenis disebut gay. Untuk wilayah Depok tahun lalu ada sekitar 400 orang penderita,’ tambahnya didampingi tim relawannya Nita dan Rina yang menjadi pendamping Odhiv kelurahan Gandul, Cinere.

“ Di Cinere ada kasus orangtua dan bayi jadi penderita HIV ternyata sang suami dulunya pemakai narkoba dengan jarum suntik yang bergantian. HIV asalnya virus yang menyerang kekebalan tubuh namun kemudian menjadi penyakit Aids, kumpulan penyakit yang diderita dan harus minum obat seumur hidup dengan jam yang tepat,” kata Nita menambahkan.

Menghadapi lingkungan keluarga maupun warga lingkungan tempat tinggal yang terkena Aids maka interaksi dengan penderita seperti makan mengobrol, bersalaman, satu tempat tidur, bertemu dengan saling cium pipi kiri dan kanan ( Cipika/ cipiki) tidak akan menyebabkan penularan penyakit karena hanya ada empat pintu masuk virus seperti dijelaskan di atas, ungkap Ida.

Sosialisasi Odhiv dengan kelompok pengajian Halaqoh Iman
Siti Nur Hidayati ( kedua dari kanan bersama para relawan, Rina, Nita dan Harsini.

Oleh karena itu sebagai Ketua Komunitas Warga Peduli Aids (WPA), pihaknya sangat paham dengan perasaan dan penyesalan mereka dan meminta agar perlakukan penderita dengan wajar karena secara lahir dan batin mereka sudah sangat menderita dan membutuhkan pendampingan.

“ Alhamdulilah di wilayah Cinere dan Depok kita sudah punya relawan seperti saya dan Rina yang menjadi pendamping ODHIV ( Orang dengan HIV). Selama penyakit HIV tidak bertransformasi jadi Aids mereka masih terlihat normal dan sehat. Namun kalau sudah jadi Aids, mulut,,kepala, kemaluan bisa berjamur,” kata Nita.

Relawan yang juga mau mengurus orang yang mengalami gangguan jiwa ( ODGJ) ini juga mengatakan para penderita ODHIV maupun ODGJ sekalipun dapat ditaklukan asal relawan memperlakukan dengan keikhlasan dan hati nurani. Sehingga ada pendwrira Aids yang mulut dan kemaluannya sudah berjamur kita kembali bersih tubuhnya “ kata Nita dengan sabar.

Sosialisasi yang dilakukan WPA Siti Nur Hidayati dan tim pendamping ini dilakukan di sekolah-sekolah SMP-SMA baik negri maupun swasta, madrasah tsanawiyah dan madrasah Aliyah bahkan di di KUA untuk calon pengantin, majelis-majelis Taklim dan komunutas lainnya.

Shervin Boloorian: Dari Pengungsi hingga Maestro Penyembuhan Suara Dunia

this formate

Bali, bisniswisata.co.idMusik tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga jembatan menuju penyembuhan. Hal ini tercermin dari perjalanan hidup Shervin Boloorian, musisi lintas budaya sekaligus praktisi penyembuhan suara ternama yang kini bermukim di Bali. Dengan hampir dua dekade pengalaman, Shervin telah menjelma menjadi salah satu figur paling berpengaruh dalam ranah musik penyembuhan modern, menggabungkan tradisi kuno dengan instrumen kontemporer untuk menciptakan pengalaman transformatif.

Dari Washington DC Menuju Bali: Perjalanan Hidup yang Menginspirasi

Lahir dari keluarga pengungsi Iran, Shervin membawa luka masa lalu yang kemudian membentuk arah hidupnya. Setelah berkarier sebagai penasihat kebijakan AS-Iran di Washington DC, ia memilih meninggalkan dunia politik untuk mengikuti panggilan jiwanya di bidang musik. Musik, yang sejak lama menjadi ruang aman baginya, menjadi sarana penyembuhan sekaligus medium untuk berbagi kisah dan harapan.

Perjalanannya yang unik – dari pengungsi hingga seniman – memberikan dimensi autentik pada karya musiknya. Suara Shervin yang mendunia mampu mengalun dalam berbagai bahasa, membawa pesan universal tentang penerimaan diri, keberagaman, dan perdamaian.

Seniman dan Praktisi Penyembuhan Suara

Shervin dikenal luas sebagai seorang pakar dalam terapi suara, mantra, serta metode musik penyembuhan. Karya-karyanya bukan sekadar pertunjukan, melainkan pengalaman transformatif yang ia ciptakan untuk individu maupun kelompok. Dengan pendekatan khas yang memadukan kearifan kuno dan instrumen modern, Shervin menawarkan perspektif baru tentang kekuatan suara.

Pada tahun 2020, dedikasinya diakui secara internasional melalui tiga Global Peace Song Awards. Ia juga menjadi artis unggulan Shift Network, salah satu platform global untuk pengembangan diri dan spiritualitas.

Kolaborasi dan Pengakuan Internasional

Jejak Shervin melintasi berbagai panggung dunia. Ia pernah tampil sebagai presenter Google Talks di Singapura, memimpin festival musik holistik, serta bekerja sama dengan produser peraih Grammy dan Emmy, Kipper Eldridge, yang juga dikenal sebagai produser Sting. Dukungan terhadap karya Shervin datang dari tokoh-tokoh besar seperti Coleman Barks, penerjemah Rumi terlaris, dan spiritualis Margot Anand.

Kiprahnya juga diabadikan di berbagai media internasional, mulai dari Jakarta Globe, Die Welt, Malaysia Star, hingga Huff Post dan Asia Spa Magazine.

Penulis Buku dan Pengajar Generasi Baru

Selain bermusik, Shervin adalah penulis dan pendidik. Pada 2022, ia menerbitkan buku “The Three Zones of Sound”, panduan menyeluruh tentang konser terapi suara langsung. Buku ini menjadi landasan bagi program pelatihan yang ia pimpin sejak 2018 di Bali.

Program pelatihan Shervin terbagi dalam dua modul, berlangsung selama total 16 hari, dan dirancang untuk memberikan pemahaman teoretis sekaligus pengalaman praktik mendalam. Menariknya, peserta tidak memerlukan latar belakang musik — cukup dengan hasrat untuk memahami dan mempraktikkan kekuatan penyembuhan suara.

Musik Rekaman: Dari Kisah Pribadi hingga Seruan Perdamaian

Karya musik Shervin merefleksikan perjalanannya sebagai pengungsi yang mencari kedamaian. Identitas lintas budayanya menjadikan musiknya relevan bagi pendengar global, terutama di tengah konflik dan perpecahan dunia.

Pada 19 September 2025, Shervin merilis single terbaru berjudul “My Free Heart”, sebuah seruan tulus untuk berdamai dengan tanah kelahirannya, Iran. Lagu ini, yang direkam dalam bahasa Inggris dan Persia, berbicara tentang upaya mengatasi konflik yang dipicu korupsi dan keserakahan. Single tersebut merupakan bagian dari albumnya, Unbroken, yang menyuarakan harapan bagi mereka yang menghadapi perang, ancaman, dan penderitaan.

Apresiasi dari Dunia Musik

Karya-karya Shervin telah menuai pujian luas. Lagu “This is Your Time” digambarkan oleh The Musical Road sebagai “sebuah lagu kebangsaan yang kuat tentang ketahanan, optimisme, dan persatuan”. Hilton Entertainment menyebutnya berhasil menangkap rasa sakit sekaligus kemenangan para pengungsi, sementara Fox 5 TV News menilainya sebagai “rekaman autentik dengan pesan kemanusiaan”.

Interpretasinya terhadap lagu klasik 90-an, “Enjoy the Silence (All I Ever Wanted)”, juga mendapat sorotan positif. PopHits.News menyebut versinya menawarkan “sentuhan menyegarkan dengan produksi apik”, sementara Recording Artists Guild menilainya sebagai penafsiran indah yang memberikan kehidupan baru pada karya klasik tersebut.

Mercusuar Musik Penyembuhan Dunia

Dengan basis di Bali, Shervin Boloorian bukan hanya seorang musisi, tetapi juga mercusuar bagi mereka yang mencari kedamaian melalui suara. Perpaduan antara warisan budaya, spiritualitas, dan pengalaman hidup yang ia bawa menjadikan karyanya relevan lintas generasi dan bangsa.

Dalam setiap nada dan instrumen, Shervin menghadirkan pesan universal: bahwa musik mampu menyatukan, menyembuhkan, dan melampaui batas-batas yang memisahkan manusia.

Qatar Dipandang Sebagai ‘Investor Utama’ di Sektor Halal Filipina

this formate

Nasser Deeb, CEO The Expo Hut; dan direktur operasional, Grace Aguilar, selama MIHAS 2025.( Foto: Peter Alagos )

KUALA LUMPUR, bisniswisata.co.id: Qatar memiliki “potensi besar” sebagai investor utama di sektor halal Filipina yang sedang berkembang pesat, ujar seorang peserta Malaysia International Halal Showcase (MIHAS) 2025.

Berbicara kepada Gulf Times di sela-sela MIHAS 2025, CEO The Expo Hut, Nasser Deeb, menyebutkan minat Qatar yang kuat untuk menginvestasikan dana di luar negeri dan iklim investasi Filipina yang kondusif, yang menguraikan visi untuk Foreign Direct Investment ( FDI) Qatar yang bergerak melampaui perdagangan sederhana dan menuju usaha bernilai tinggi.

Qatar berada di posisi yang tepat untuk berinvestasi di dua bidang spesifik: rumah pensiun halal dan manufaktur,” jelas Deeb, yang mengusulkan pengembangan “rumah pensiun halal” dan “resor halal” di Filipina.

Konsep ini telah mendapatkan daya tarik di Kanada dan negara-negara lain, ujarnya. “Fasilitas-fasilitas ini akan melayani pensiunan Muslim yang mencari lingkungan bebas alkohol dan babi, dan mereka dapat menggabungkan manfaat komunitas pensiun dengan fasilitas resor, menawarkan kualitas hidup yang tinggi dengan biaya yang jauh lebih rendah dibandingkan di negara lain seperti Spanyol,” jelas Deeb lebih lanjut.

Di bidang manufaktur, Deeb menyarankan agar entitas Qatar dapat mendirikan pabrik di Filipina untuk memproduksi dan mengemas barang-barang seperti beras dan biji kopi, yang memungkinkan Qatar untuk menciptakan merek sendiri atau label pribadi dengan memanfaatkan sumber daya Filipina dan fasilitas zona bebasnya, seperti yang ditawarkan oleh Otoritas Zona Ekonomi Filipina (PEZA).

Dalam beberapa kesempatan, Deeb mengatakan ia secara aktif mendorong para pejabat Qatar, termasuk duta besar Qatar untuk Filipina menjajaki peluang investasi di berbagai sektor negara dan berpartisipasi dalam pameran dagang Filipina untuk mengedukasi publik tentang Qatar.

“Meningkatkan kesadaran dan promosikan iklim investasi Filipina dan Qatar selama pameran dagang akan menjadi langkah strategis menuju pembangunan kemitraan ekonomi yang kuat antara kedua negara,” tegas Deeb, yang menyelenggarakan ‘Halal Expo Canada’ dan ‘Halal Expo Philippines’.

MIHAS edisi ke-21, yang berlangsung sejak 17 – 20 September di Pusat Pameran dan Perdagangan Internasional Malaysia (MITEC), telah memberikan penekanan khusus pada agenda untuk membantu para pelaku lokal dan internasional mencari inovasi dan inisiatif berkelanjutan guna mempelopori pertumbuhan yang stabil bagi ekonomi halal.

MIHAS 2025 juga berfungsi sebagai pasar yang kuat bagi para pelaku internasional dan lokal untuk meraih peluang di luar makanan halal, termasuk farmasi halal, peralatan medis, keuangan, mode sederhana, perawatan pribadi dan kosmetik, teknologi hijau, dan bahkan pariwisata ramah Muslim.

Demikian pula, Filipina juga berekspansi melampaui makanan halal untuk merambah ke sektor-sektor seperti keuangan Islam.

Pada tahun 2023, tim ahli ekonomi dari Filipina mengunjungi Qatar untuk menghadiri ‘Dialog PH: Prospek dan Peluang Ekonomi’. Di sana, pengacara Arifa A. Ala, Asisten Gubernur Senior, Sub-Sektor Pengawasan Keuangan III Bank Sentral ng Pilipinas, menyatakan bahwa pemerintah Filipina sedang melirik kawasan Teluk sebagai pasar baru bagi sektor perbankan syariah di negara tersebut.

Dalam presentasinya di Dialog PH, beliau menyatakan bahwa perkembangan signifikan di sektor perbankan dan keuangan syariah dan Filipina telah “mempersiapkan diri” untuk menyambut pemain-pemain baru, termasuk bank-bank dari Qatar.

MIHAS Knowledge Hub 2025, Cara M’sia Genjot Perdagangan Halal Global.

this formate

Sesi Power Talk menarik perhatian industri halal

KUALA LUMPUR, bisniswisata.co.id: Seiring melonjaknya pasar Halal global menuju proyeksi nilai US$2,8 triliun pada tahun 2030, Malaysia memposisikan dirinya sebagai poros sektor dinamis ini melalui MIHAS Knowledge Hub 2025.

Dilansir dari halaltimes.com, event yang dikelola oleh Malaysia External Trade Development Corporation (MATRADE), inisiatif ini mengubah Malaysia International Halal Showcase (MIHAS) dari pameran dagang tahunan menjadi ekosistem canggih yang beroperasi sepanjang tahun dan dirancang untuk memberdayakan eksportir dan mendefinisikan ulang perdagangan Halal global.

Pusat Pengetahuan Strategis

MIHAS Knowledge Hub diluncurkan pada 25 Agustus 2025, merupakan langkah berani untuk mengonsolidasikan peran Malaysia sebagai pusat Halal global. Platform ini menawarkan 23 sesi yang dikurasi dengan cermat, menampilkan 76 pemimpin industri dari 16 negara, termasuk Indonesia, Tiongkok, Brasil, dan Uni Emirat Arab.

Dua webinar khusus tentang ketertelusuran rantai pasok dan e-commerce menggaris – bawahi fokus Hub dalam atasi tantangan paling mendesak di sektor ini. Melalui Portal MIHAS dan platform MADANI Digital Trade (MDT), eksportir mendapatkan akses ke perangkat digital canggih, intelijen pasar real-time, dan koneksi langsung ke pembeli premium.

Didukung oleh mitra seperti Halal Development Corporation (HDC), MBSB Bank, FedEx, dan Nazsoft Tech, Hub ini telah melibatkan lebih dari 1.000 peserta.

Sesi yang mencakup digitalisasi, e-commerce lintas batas, logistik, dan pembiayaan perdagangan tersedia secara langsung maupun sesuai permintaan, memastikan aksesibilitas bagi audiens global.

Infrastruktur ini mencerminkan pandangan strategis Malaysia dalam memanfaatkan inovasi digital untuk menjembatani kesenjangan dalam rantai pasok Halal.

Keahlian Global, Dampak Lokal

Seri “Meet the Experts” Hub, yang terdiri dari 16 webinar yang berlangsung hingga Desember 2025, mempertemukan para pemimpin pemikiran dari beragam pasar untuk berbagi wawasan tentang kepatuhan regulasi, strategi memasuki pasar, dan transformasi digital.

Sesi-sesi ini, yang dapat diakses secara langsung maupun melalui rekaman, memenuhi kebutuhan para produsen bersertifikat halal yang bernavigasi di pasar internasional yang kompleks.

“Pusat Pengetahuan MIHAS merupakan pengubah permainan, yang menerjemahkan wawasan pasar yang terperinci menjadi strategi yang dapat ditindaklanjuti,” kata YB Dato’ Seri Reezal Merican Naina Merican, Ketua MATRADE.

“Dengan hampir 10.000 produsen bersertifikat halal yang terhubung dengan jaringan pembeli global, kami berada di jalur yang tepat untuk melampaui RM61,7 miliar dalam ekspor UKM tahun lalu, dengan target RM63,1 miliar pada tahun 2025.”

Dato’ Sri Mohd Mustafa Abdul Aziz, CEO MATRADE, menambahkan dipasar global di mana ketahanan merek dan kelincahan digital menentukan kesuksesan, MIHAS bukan hanya tentang membangun jaringan—ini tentang membekali bisnis dengan perangkat untuk mengamankan pangsa pasar yang berkelanjutan, ungkapnya.

Fitur unggulan dari Knowledge Hub adalah integrasinya dengan Program Pengadaan Internasional (INSP) MATRADE, yang diselenggarakan pada 17 September 2025, bersamaan dengan dimulainya MIHAS.

Dengan menyelaraskan intelijen pasar secara real-time dengan pembaruan regulasi dan kesiapan digital, Hub ini berdayakan eksportir untuk meraih peluang internasional secara presisi. Sinergi ini memposisikan Malaysia sebagai fasilitator kesepakatan perdagangan bernilai tinggi, terutama bagi usaha kecil dan menengah (UKM) yang ingin menembus pasar baru.

Sesi Power Talk baru-baru ini, bertema “Membangun Pertumbuhan Bisnis yang Tangguh melalui Branding dan Platform Digital,” menarik banyak sekali pemangku kepentingan industri. Para pembicara, termasuk Sinan Ismail dari Durioo+, Sid Murshid dari Grey Café, dan Venon Tian dari Zus Coffee, menekankan peran penting branding berbasis data dan platform digital dalam menavigasi disrupsi rantai pasok dan pergeseran preferensi konsumen.

Wawasan mereka menyoroti sebuah fakta penting bagi eksportir Halal, merangkul transformasi digital bukan lagi pilihan, melainkan esensial untuk pertumbuhan berkelanjutan.

Industri Halal Malaysia, yang telah menjadi tolok ukur global, siap untuk pertumbuhan eksponensial. MIHAS Knowledge Hub 2025 lebih dari sekadar platform—ini adalah cetak biru strategis untuk meningkatkan pengaruh Malaysia di sektor yang semakin dibentuk oleh inovasi dan interkonektivitas.

Dengan mendorong keterlibatan sepanjang tahun dan memberikan hasil yang terukur, MIHAS Knowledge Hub memposisikan Malaysia tidak hanya sebagai peserta tetapi juga sebagai pelopor dalam ekonomi Halal global.

Bagi para pemangku kepentingan industri, pesannya jelas visi Malaysia untuk perdagangan Halal bukan hanya tentang memenuhi permintaan, tetapi juga tentang membentuk masa depan pasar senilai triliunan dolar.

Seiring dengan terus berkembangnya Knowledge Hub, dampaknya kemungkinan akan terasa hingga jauh melampaui Kuala Lumpur, dan akan menetapkan standar baru bagi ekosistem perdagangan global.

Dr. Aisha Rahman adalah analis senior yang berspesialisasi dalam industri Halal global, dengan pengalaman lebih dari 15 tahun dalam memberikan nasihat kepada para pembuat kebijakan dan pelaku bisnis tentang strategi perdagangan dan pasar