Piala Dunia U-20: Menparekraf Ingin Acaranya Lebih Meriah, Menarik & Kreatif

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Wishnutama Kusubandio mengatakan Kemenparekraf akan ikut meramaikan ajang Piala Dunia U-20 2021 yang digelar di Indonesia. Kemenparekraf membuat acara non-olahraga selama perhelatan Piala Dunia U-20 2021. Kegiatan yang dibuat Kemenparekraf bisa membuat ajang turnamen FIFA itu semakin lebih menarik, lebih meriah bahkan lebih kreatif

“Terkait Piala Dunia U-20 di 2021, kami berusaha membuatnya lebih menarik dari Asian Games 2018. Lebih banyak acara non-olahraga, lebih kreatif, sehingga mengundang lebih banyak pengunjung atau wisatawan,” papar Menparekraf Wishnutama di Jakarta, Selasa (5/11/2019).

Mantan Direktur Kreatif Asian Games 2018 melanjutkan jika soal olahraga atau pertandingan selama Piala Dunia U20 bukan bagian Kemenparekraf. Namun demikian soal acara di luar pertandingan, akan memanfaatkan momennya, sehingga tampil beda. “Karena itu kami akan koordinasi,” lontarnya seperti dilansir laman CNNIndonesia.

Saat Asian Games 2018, Kemenparekraf yang kala itu masih menyandang nama Kemenpar juga ambil bagian dengan menyiapkan 75 paket wisata yang menawarkan tujuh destinasi utama, yaitu Jakarta, Jawa Barat, Sumatera Selatan, Jawa Tengah, Jogja, Banyuwangi, dan Bali.

Target yang dibidik oleh 75 paket wisata adalah 170.000 wisatawan mancanegara (wisman) baik itu yang hadir dari kalangan peserta (atlet atau ofisial) dari 45 negara, awak media, hingga suporter atau penonton pertandingan. Dampak tidak langsung atau indirect impact untuk Asian Games 2018 melalui media value dengan estimasi jumlah penonton televisi tidak termasuk streaming sebanyak 300 juta audiens, dengan standar biaya media $ 25 per 1000 penonton menghasilkan media value sekitar Rp 105 Triliun.

Kemudian, tercatat hampir 80 ribu wisman berkunjung ke Indonesia untuk menjadi suporter atau menonton atlet dari negaranya masing – masing bertanding di Asian Games 2018 yang digelar di Jakarta dan Palembang.

Kini, Indonesia resmi ditunjuk FIFA menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 2021 dalam rapat dewan yang berlangsung di China, 24 Oktober lalu. Turnamen akan berlangsung pada 20 Mei 2021 hingga 11 Juni 2021. Ini adalah kali pertama Indonesia dipercaya menjadi tuan rumah turnamen FIFA. Indonesia sukses mengalahkan Peru dalam bidding. FIFA kemudian memberi Peru jatah tuan rumah Piala Dunia U-17 2021.

Sukses Indonesia menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 2021 bisa menjadi pintu masuk untuk menggelar Piala Dunia 2034. Indonesia bersama empat negara ASEAN lainnya, Malaysia, Singapura, Thailand, dan Vietnam, sudah menyatakan tertarik menjadi tuan rumah Piala Dunia 2034.

Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) mengajukan 10 stadion dari beberapa kota sebagai venue atau lokasi pertandingan. Seluruh stadion tersebut antara lain Stadion Gelora Bung Karno di Jakarta, Stadion Wibawa Mukti di Cikarang, Stadion Pakansari di Bogor, Stadion Patriot di Bekasi.

Kemudian, Stadion Mandala Krida di Yogyakarta, Stadion Manahan di Solo, Jakabaring di Palembang, Stadion Si Jalak Harupat di Bandung, Gelora Bung Tomo di Surabaya, dan Stadion I Wayan Dipta di Bali.

Selain tuan rumah Piala Dunia U-20, muncul kabar jika Indonesa juga berhasil menjadi tuan rumah MotoGP 2021, namun hingga saat ini pihak penyelenggara MotoGP, Dorna Sport belum mengeluarkan pernyataan bahwa Indonesia akan menjadi tuan rumah MotoGP 2021. (end/CNNIndonesia)

Malam Hari, Alunan Gamelan Jawa Menggema di Museum Moskwa

this formate

MOSKWA, bisniswisata.co.id: Berkunjung ke museum pada malam hari, memang sepertinya tak biasa. Namun museum di Moskwa Rusia menampik asumsi itu dengan menggelar acara yang unik dan menarik bertajuk “Night at the Museum”. Uniknya bukan hanya melihat koleksi barang antik, namun ada event yang berbeda. Lain ketimbang lainnya.

Menariknya lagi, pengunjung diundang untuk menyaksikan pertunjukan gamelan selama satu jam penuh yang dimulai tepat pukul 21.00 waktu Moskwa atau pukul 01.00 WIB dini hari. Apalagi Cuaca dingin Moskwa yang mendekati suhu 0 derajat celsius diiringi hujan rintik di saat menjelang waktu tidur tidak menghalangi warga Rusia datang ke museum untuk menyaksikan Gamelan.

Ruang pertunjukan yang berkapasitas 110 tempat duduk pun penuh oleh pengunjung yang sangat antusias. Para pengunjung tidak hanya datang dari kalangan orangtua, melainkan juga dari kelompok remaja, bahkan anak-anak.

Pertunjukan dipersembahkan oleh Tim Kesenian Gamelan Dadali binaan KBRI Moskwa. Sentuhan tangan-tangan lembut nan terampil para penabuh gamelan menghantarkan suatu alunan simfoni orkestra yang semakin menguatkan nuansa “Night at the Museum” karena mampu menggetarkan perasaan dan dinikmati para pengunjung.

KBRI Moskwa bekerja sama dengan The State Museum of Oriental Art menyelenggarakan acara “Malam Hari di Museum bersama Gamelan” di salah satu museum bergengsi dan bersejarah tersebut, Minggu (3/11/2019). Ini adalah salah satu museum tertua di Rusia yang didirikan pada 1918.

Semua penabuh gamelan, termasuk sinden, adalah warga Rusia yang sangat mencintai budaya Indonesia. Mereka adalah Anna Dyurina (saron), Anton Pinchuk (saron), Ekaterima Kamilova (bonang penerus), Ekaterina Mednikova (kenong), Elizaveta Moskvina (demung), Nikita Serdyuk (gong), Larisa Lazareva (peking), Yulia Ryzhaya (bonang barung), dan Ekaterina Makanina (bonang barung).

Mereka piawai memainkan tidak hanya satu alat musik gamelan, tetapi yang lainnya. Mereka dapat memainkan alat musik secara bergantian atau berputar, sehingga suatu alat musik, khususnya alat musik kunci, tidak bergantung pada orang tertentu saja.

Ekaterina Makanina, misalnya, sangat piawai memainkan kendang dan bonang barung. Yulia Ryzhaya tidak hanya cekatan dalam memainkan bonang barung, tetapi juga sebagai sinden dengan alunan suara yang merdu. Di antara pemain, hanya ada satu yang berkewarganegaraan Indonesia, yaitu Tri Koyo. Pria lulusan ISI Yogyakarta itu merupakan pelatih gamelan tersebut yang memainkan kendang.

Nomor-nomor yang dipentaskan adalah lancaran Singa Merah, Ladrang Sigra Mangsah dan Pangkur-Playon Sanga, Slendang Biru, Waru Doyong, Lancaran Bendrong dan Grodril, serta Ayak Ayak Talu.

Wakil Pertama Direktur Jenderal The State Museum of Oriental Art, Tatyana Metaksa mengatakan, museum memiliki hubungan yang erat dengan KBRI Moskwa dan sering menyelenggaakan berbagai kegiatan, seperti pameran foto Indonesia pada musim panas lalu, dan pertunjukan gamelan kali ini.

“Kita telah mendengarkan konser gamelan yang sangat menarik dan luar biasa. Terima kasih banyak kepada KBRI Moskwa serta tim kesenian yang telah mempersembahkan seni dan budaya yang indah di museum ini,” kata Tatyana Metaksa.

Duta Besar Republik Indonesia untuk Federasi Rusia merangkap Republik Belarusia, M Wahid Supriyadi mengaku sangat terkesan dan mengapresasi antusiasme yang sangat tinggi warga Rusia terhadap budaya Indonesia.

“Di Rusia sedang libur panjang saat ini, sejak Sabtu hingga Senin, pertunjukan diselenggarakan malam hari, cuaca dingin dan hujan. Tetapi, kita lihat warga Rusia datang berduyun-duyun ke museum dan menyaksikan gamelan,” ujar Dubes Wahid.

Dubes Wahid mengemukakan bahwa warga Rusia menjunjung tinggi seni, budaya, dan juga menyukai budaya oriental, termasuk Indonesia. Kerja sama kebudayaan Indonesia dengan Rusia, seperti melalui penyelenggaraan berbagai pertunjukan, antara lain gamelan, tidak hanya untuk lebih memperkenalkan Indonesia kepada masyarakat Rusia, tetapi juga lebih mempererat hubungan kedua bangsa.

Pada ajang Festival Indonesia awal Agustus lalu, Gubernur DI Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X menyerahkan becak dan sepeda antik kepada The State Museum of Oriental Art. Dua benda itu ikut memperkaya koleksi benda-benda seni budaya dari Indonesia. (KJRI Moskow)

2.031 Wisatawan Kapal Pesiar Sandar di Gili Mas

this formate

LOMBOK BARAT, bisniswisata.co.id: Kapal Cruise MV Sun Princess dinahkodai Capt Kent Thomas William Henry membawa wisatawan asing sebanyak 2.031 penumpang dan 828 crew, yang berlayar dari Fremantle, Australia menuju Port Kelang, Malaysia bersandar di Dermaga Cruise dan Peti Kemas Terminal Gili Mas, Lombok Barat Nusa Tenggara Barat (NTB).

Bersandarnya kapal cruise berukuran GT 77.441 dengan dimensi Length Overall (LOA) 221,4 meter, dan lebar 32,25 meter ini, merupakan kapal pesiar yang pertama yang berlabuh di Dermaga Cruise dan Peti Kemas Terminal Gili Mas. Pelabuhan ini baru dibangun dan merupakan salah satu upaya mendukung destinasi pariwisata super prioritas Mandalika dan pariwisata Lombok.

“Telah kita saksikan bersama hari ini menjadi hari kebanggaan masyarakat Nusa Tenggara Barat. Karena telah bersandar kapal Cruise dalam ukuran besar yang mengangkut wisatawan asin. Ini sebuah potensi yang sangat dibanggakan juga dapat berpengaruh pada pendapatan daerah terutama pariwisata yang menjadi ikon,” ucap Kepala Bagian Hukum dan Kerjasama Luar Negeri Ditjen Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan, Hasan Basri, saat menghadiri Uji Coba Sandar Kapal Cruise di Terminal Gili Mas, Lombok Barat, Selasa (5/112019).

Dijelaskan, safety and security merupakan suatu hal sangat penting terkait kedatangan wisatawan asing. “Jika kita berbicara tentang orang asing tidak terlepas dari safety and security, yang sesuai Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 134 tahun 2016 tentang Manajemen Kapal dan Fasilitas Pelabuhan sesuatu hal yang tidak dipisahkan dari keberadaan orang asing yang masuk wilayah kita,” katanya.

Karena itu, lanjut dia, area pelabuhan dan terminal yang harus steril dari sisi safety and security. Juga harus ada jaminan untuk pemberian keamanan, kenyamanan di wilayah pelabuhan. Sehingga, wisatawan asing merasa percaya diri, merasa nyaman dan merasa tidak ada rasa kekhawatiran terhadap keamanan yang ada di Indonesia, terutama di wilayah kawasan pelabuhan.

Dilanjutkan, Dermaga Cruise di Terminal Gili mas dibangun sepanjang 440 meter dan lebar 26 meter dengan kedalaman kolam pelabuhan yang mencapai -14 meter LWS (low water spring/rata-rata permukaan air.

Di Lombok, para wisatawan akan mengunjungi beberapa objek wisata diantaranya ke Taman Narmada, pusat kerajinan Cukli Sayang- Sayang, Lingsar, Pantai Senggigi, Gili Trawangan, Museum, Desa pengrajin tenun Sukarara, Desa Sade, kerajinangerabah Banyumulek, dan Mandalika sebagai salah satu destinasi wisata super prioritas.

Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III M. Junaidin mengungkapkan bahwa dermaga tersebut diproyeksikan menjadi lokasi singgah kapal-kapal pesiar, baik dari dalam maupun luar negeri dimana kapal bisa langsung bersandar di dermaga sehingga wisatawan tidak perlu lagi menggunakan sekoci untuk mencapai daratan seperti yang selama ini dilakukan di Pelabuhan Lembar.

Dia juga mengapresiasi pemerintah Daerah dalam keseriusannya mengembangkan potensi pariwisata di Nusa Tenggara Barat. “Alhamdulillah hari ini bisa kita lihat keseriusan Pemerintah Daerah khususnya Pemerintah Provinsi NTB, kami beberapa kali dikunjungi dan diberikan support,” tutur Junaidin.

Dia mengungkapkan, apa yang terjadi hari ini merupakan momentum bagi kebangkitan Nusa Tenggara Barat khususnya Lombok pasca diguncang gempa bumi beberapa waktu silam. “Saya pikir pelabuhan Gili Mas ini tentu menjadi modal besar bagi NTB khususnya untuk Lombok karena kita bicara kegiatan yang sudah dicanangkan seperti Moto GP, selain itu juga Kawasan Ekonomi Khusus,” kata Junaidin.

“Orientasi kita nanti ke depan Pelabuhan Gili Mas ini bisa dikatakan kita untuk melayani kegiatan internasional baik itu dalam penumpangnya maupun muatan, ini nanti menjadi target kita ke depan,” ungkapnya seperti dilansir laman Republika, Selasa (05/11/2019).

Sementara itu, wisatawan asing asal Australia, James (48th) yang ikut pelayaran MV. Sun Princess menyatakan kekagumannya dengan dermaga Gili Mas baru yang sangat bagus dan bersih yang bisa disandari oleh kapal Cruise dengan ukuran raksasa ini. Juga menyebutkan pulau Lombok menjadi destinasi wisata bagi warga Australia yang ingin berlibur karena keindahan pantai dan alamnya.

“Sangat terkesan dengan keramahtamahan petugas di Pelabuhan dan terlebih lagi dermaga ini sangat bagus dan bersih. Terima kasih atas penerimaan kami yang sangat diluar dugaan kami dan kami pastikan akan datang kembali ke pulau ini suatu saat nanti bersama keluarga,” tutup James. (ndy/Republika)

Australia Lirik Turis Muslim, Kuliner Halal Digencarkan

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Bagi wisatawan asal Indonesia yang Muslim, mencari makanan halal saat mengunjungi satu wilayah adalah faktor penting. Bepergian ke luar negeri seperti Australia untuk kunjungan waktu singkat memang tak mudah untuk mencari kuliner halal. Karenanya jangan heran jika banyak masyarakat Indonesia membawa stok makanan sendiri dari rumah agar bisa memuaskan selera sekaligus merasa aman karena terjamin kehalalannya.

Namun saat berada di Sydney, New South Wales, Australia terutama saat berada di kawasan wisata atau pusat kota, sebenarnya cukup mudah menemukan makanan halal di negeri Kangguru. Banyak makanan khas Indonesia dan Melayu, atau pun makanan Timur Tengah yang halal kini sudah tersaji. Selain memudahkan wisatawan muslim, langkah Australia ini juga akan menggaet turis muslim.

Dilansir dari laman Okezone, Selasa (05/11/2019), Anda bisa mencoba restoran Chinese and Malaysian Food Neptune Palace di Gateway Building, Sydney yang mendapatkan sertifikasi halal dari The Australian Federation of Islamic Councils (AFIC).

Anda bisa memesan, rendang, roti canai, mi goreng, dan kepiting goreng. Pancake bebek mandarin dapat dinikmati seharga AUD32.80 (sekira Rp317 ribu) menjadi sajian pembuka. Irisan daging bebek yang dipadu dengan saus hoisin begitu akrab dengan lidah orang Indonesia.

Di menu utama, untuk urusan rasa, rendang Indonesia masih jauh lebih nikmat. Di Neptune Palace, rendang seharga AUD25.80 (sekira Rp249 ribu), paduan rempahnya tak sekaya milik Indonesia.

Sedangkan roti canai begitu mirip dengan yang di Indonesia. Dengan merogoh kocek 6.50 AUD atau sekira Rp62 ribu saja bisa mengobati rasa rindu Tanah Air ketika home sick melanda. Kepiting goreng tepung yang dijual seharga AUD33.80 (sekira Rp327 ribu) menjadi salah satu yang terbaik. Begitu renyah ketika disantap dengan sambal cabai.

Selain itu, mereka juga mendatangi Zahli Restaurant, rumah makan khas Lebanon yang juga halal di kawasan Elizabeth Street. Di tempat ini, kami memesan Tabbouli, salad yang berisi potongan daun mint, parsley, gandum, bawang yang disiram olive oil dan jeruk lemon yang harganya 17 AUD atau sekira Rp164 ribu. Sedangkan Bayi gurita bakar seharga AUD25 sekira Rp242 ribu.

Ada juga Mansaf Chicken, sejenis nasi kebuli yang ditaburi kacang mete dan suwiran ayam dengan harga AUD27 (sekira Rp261 ribu). Shawarma Lamb yang terdiri dari suwiran daging domba yang dimakan dengan dengan roti bisa dinikmati dengan harga AUD29 atau sekira Rp280 ribu.

Zahli Restaurant menyajikan cita rasa otentik Lebanon. Mungkin untuk sebagian, tak sesuai selera masyarakat Indonesia. Selain kedua restoran tersebut, masih banyak pula rumah makan halal yang berada di sekitar Sydney. Jangan takut untuk mencoba dan pastikan mencari makanan yang sesuai dengan budget Anda. (ndy/Okezone)

Keren, Aroma & Rasa Kopi Aceh Tercium Hingga 23 Negara

this formate

KENDARI, bisniswisata.co.id: Dahsyatnya aroma dan rasa Kopi Aceh yang menggiurkan bukan hanya diidolakan konsumen lokal Indonesia, tetapi sudah diekspor ke 23 negara di dunia. “Kopi Aceh sudah dikenal dan sudah dikonsumsi sampai negara Eropa, Timur Tengah maupun Asia. Kami melayani setiap permintaan konsumen luar negeri,” kata pemilik Gayo Gold Coffe, Ariga Wiyan Fadli (44) di Kendari, Sulawesi Tenggara.

Meskipun Kopi Aceh diminati konsumen mancanegara namun penikmat kopi dalam negeri masih ditempatkan sebagai konsumen militan. Oleh karena itu, kata Fadli, petani kopi maupun pelaku usaha kopi Aceh tidak perlu gentar masalah pasar karena kebutuhan dalam negeri cukup menjanjikan. “Pejualan kopi Aceh maupun kopi jenis lainnya di Indonesia tidak fantastis seperti komoditas Nilam, Cengkih dan Akar Wangi tetapi permintaan pasar terus bergulir,” kata Fadli.

Gelaran Hari Pangan Sedunia (HPS) yang berlangsung 2-5 November 2019 di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara dimanfaatkan pemilik brand Gayo Gold Coffe Ariga Fadli kepada pencandu kopi yang membanjiri iven taraf dunia tersebut. Pameran sambil jualan di arena HPS, membawa keberuntungan bagi Gayo Gold Coffe hingga meraup omzet belasan juta rupiah dari pengunjung dan pembeli berbagai kalangan.

Stan Provinsi Aceh yang memperkenalkan sekaligus menjajakan produk Kopi Aceh diminati pengunjung hingga meraup omzet belasan juta rupiah dalam hitungan jam. Promosi gratis secangkir kopi dari pemilik Gayo Gold Coffe Ariga Wiyan Fadli menyedot pengunjung dari beragam latar belakang tanpa mengenal batas usia, laki-laki maupun perempuan.

“Mulanya sepi tetapi setelah beberapa orang merasakan nikmatnya Kopi Aceh peminat terus bertambah hingga kewalahan melayani secara gratis, Kopi Aceh Gayo jenis arabika sudah mendapat sertifikat Indikasi Geografi (IG) yang merupakan suatu tanda menunjukkan daerah asal suatu barang karena faktor lingkungan geografis, alam, manusia ataupun kombinasinya. Sehingga, menghasilkan ciri dan kualitas tertentu pada barang yang dihasilkan. hebatnya lagi, kenikmatan kopi Gayo sudah diakui oleh Internasional,” ungkapnya.

Gayo Gold Coffe dijual dalam berbagai kemasan, yakni Luwak Liar Gayo seharga Rp250 ribu per bungkus, Long Baary seharga Rp200 ribu per bungkus, Wine Coffe dan Pea Berry Rp150 ribu dan Arabica Spesciality Gayo seharga Rp100 per bungkus.

Pengelola Warung Kopi Tungku, Irwan mengatakan kopi Aceh memiliki khas tersendiri tetapi peminatnya berbagai kalangan lantaran dipercaya memiliki khasiat meningkatkan daya tahan tubuh. “Ada yang bertanya-tanya tentang khasiat Kopi Aceh untuk perkasa bagi kaum lelaki. Tidak salah untuk membuktikan benar atau tidak,” ujar Irwan seperti dilansir laman Inilah, Selasa (05/11/2019). (ndy/Inilah)

Berwisata di Kalsel, Jangan Lewatkan Destinasi ini

this formate

BANJARMASIN, bisniswisata.co.id: Kalimantan Selatan tengah gencar menggali potensi pariwisata. Provinsi dengan Ibu Kota Banjarmasin itu menjanjikan wisata yang berbeda dari daerah lain. Beragam festival, destinasi wisata unggulan hingga kuliner menggoda siap menyambut siapa pun yang berkunjung ke Kalimantan Selatan (Kalsel).

Kepala Dinas Pariwisata Kalimantan Selatan Dahnial Kifli menyebut beberapa tempat yang perlu disinggahi saat berada di Kalimantan Selatan. Mulai dari Pasar Terapung Siring Tendean, lanjut menyusuri sungai Martapura ke Pasar Terapung Lok Baintan dan makan di soto Banjar Bang Amat. “(Lalu) lanjut ke Siring Tendean berbelanja kain Sasirang khas Kalsel di Kampung Sasirang,” ujar Dahnial seperti dilansir laman Kompas, Selasa (05/11/2019).

Tak itu saja, menurut Dahnial, obyek wisata bamboo rafting di Loksado juga tengah menjadi incaran wisatawan. Mau tahu lebih lengkap? Berikut rangkuman dstinasi wisata di Kalsel yang tak jangan dilewatkan selama melancong. Apalagi ada event wisata yang menarik untuk dikunjungi. Destinasi wisata itu antara lain:

Pasar Terapung

Kota Banjarmasin di Kalimantan Selatan memiliki salah satu destinasi wisata unik yang menjadi ciri khas kota tersebut. Namanya pasar terapung. Kalau belanja dan transaksi di darat itu sudah biasa. Tapi di Lok Baintan, Kecamatan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar, transaksi terjadi di tengah Sungai Martapura. Penjual dan pembeli sama-sama digoyang riak sungai. Di pasar terapung, penjual menggunakan perahu yang dipenuhi beragam sayuran, buah-buahan, makanan tradisional hingga suvenir menjajakan dagangannya kepada pembeli yang sama-sama menggunakan perahu. Untuk melihat langsung kehidupan pasar terapung di Lok Baintan, wisatawan harus berangkat sebelum matahari terbit. Pasar terapung ini beroperasi mulai pukul 06.00 hingga 08.00 waktu setempat. Inilah daya tarik pasar terapung di Lok Baintan. Sambil diombang-ambing gelombang Sungai Martapura, penjual dan pembeli saling berinteraksi. Tawar menawar pun terjadi.

Bamboo Rafting di Loksado

Bagi kamu penggemar olahraga air, khususnya rafting, Loksado bisa menjadi obyek yang perlu disinggahi ketika tiba di Kalimantan Selatan. Terletak di Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan, Loksado punya wisata memacu adrenalin–bamboo rafting. Jika biasanya rafting menggunakan perahu karet, tapi di Loksado berbeda. Mereka menggunakan rakit bambu sebagai kendaraannya. Dilansir laman Indonesia Kaya, setiap rakit bambu hanya berisi maksimal tiga penumpang dan ditemani seorang pemandu berpengalaman. Sungai Amandit adalah tempat untuk bamboo rafting di mana jarak tempuh dari start hingga garis finish adalah 2-3 jam. Selain memacu adrenalin, pemandangan alam pun siap memanjakan mata wisatawan. Plus, kamu bisa melihat aktivitas dari masyarakat suku Daya Meratus. Di akhir perjalanan, tepatnya di Desa Tanuhi, terdapat sumber air panas alami yang berasal dari gas bumi.

Pantai Angsana

Jika selama ini Kalisel dikenal sebagai salah satu Provinsi pertambangan batu bara, namun kini sudah mulai bergeser karena tempat-tempat wisatanya memiliki keindahan yang luar biasa dan perlu di ekspose, mulai wisata alam, religi, sejarah, kuliner dan masih banyak lainnya, salah satunya Pantai Angsana di Kecamatan Angsana, Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan. Pantai ini merupakan sebuah Tempat Wisata yang tergolong baru yang mulai dikembangkan secara intens oleh pemerintah setempat dan kini makin ramai dikunjungi wisatawan lokal berdatangan. Pantai Angsana memiliki keindahan alam yang sangat indah terutama dibawah lautnya yang cukup baik untuk snorkling maupun diving, dan pantai ini disebut sebagai Bunakennya Tanah Bumbu.

Air Terjun Bajuin

Air Terjun ini terletak di Desa Sungai Bakar, Kecamatan Pelaihari berjarak sekitar 10 km dari Ibu Kota Kabupaten Tanah Laut dan sekitar 75 km dari Banjarmasin. Air Terjun Bajuin memiliki panorama pegunungan yang indah, eksotik, dan udaranya pun masih sangat sejuk karena banyaknya pepohonan. Di kawasan Tempat Wisata ini terdapat tiga air terjun dengan ketinggian yang berbeda, dikarenakan alamnya yang masih asri dan alami. Juga ada beberapa jenis burung, tanaman anggrek hutan, serta bunga bangkai.

Air Panas Hantakan

Obyek Wisata Air Panas ini jaraknya 14 km dari kota Barabai Hulu Sungai Tengah. Selain sumber air panas juga beberapa kolam air panas yang dipergunakan untuk mandi dan berendam. Selain berekreasi, air yang memancar dari sumur yang berlokasi di Desa Hantakan, Kecamatan Hantakan, Kabupaten Hulu Sungai Tengah, bisa dimanfaatkan untuk terapi penyakit. Tempat Wisata yang mempunyai luas kurang lebih satu hektar ini di kelola oleh Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Tengah. Ada tiga kolam pemandian air panas dan kolam anak-anak.

Bukit Rimpi

Bukit Rimpi atau dinamakan Bukit Teletubbies merupakan destinasi yang sangat digemari anak muda. Sebagian orang mungkin masih awam mendengar nama Bukit Rimpi sebagai tempat tujuan wisata karena memang masih belum terlalu terkenal. Bukit yang indah ini di Desa Tampang, Pelaihari, Kabupaten Tanah Laut, merupakan sebuah perbukitan yang ditumbuhi oleh padang savana hijau dihiasi hamparan rumput dengan pemandangannya yang sangat elok.

32 event pariwisata

Untuk meningkatkan jumlah wisatawan nusantara dan mancanegara ke Kalsel, mencatat ada 32 event pariwisata sepanjang 2020. Dua di antara event tersebut masuk dalam Calender of Event Nasional yaitu Festival Triloksado (Festival Loksado) dan Festival Dayak Meratus. Peluncuran Calender of Event (CoE) dan Visit Kalsel 2020 mengangkat tema “The Legend of Borneo”.

Event ini merupakan upaya untuk meningkatkan kunjungan wisatawan serta memperkenalkan potensi seni dan budaya Kalsel yang unik dan eksotik. Beberapa kegiatan-kegiatan dan festival-festival yang dilaksanakan, pertunjukan-pertunjukan yang bisa mengundang para wisatawan dari dalam maupun luar negeri. Untuk memeriahkan pelaksanaan Visit Kalsel Tahun 2020 dan dipersiapkan 5 festival tingkat nasional dan internasional antara lain: Festival Bambu Rafting, Festival Pasar Wadai, Festival Kemilau Banjamnasin, Internasional Folks Festival dan Festival/Internasional Event.

Semenetara 32 event pariwisata unggulan Kalsel yang digelar senjang 2020 terbagai dalam 2 periode yakni Januari hingga Juni 2020dan periode Juli hingga Desember 2020. Periode pertama akan digelar sebanyak 13 event antara lain Festival Karya Tari Serumpun Melayu Pesisir yang akan berlangsung di Kabupten Barito Kuala (10-14 Januari 2020) serta X-Treme Kiram yang berlangsung di Kabupaten Banjar pada 6 Mei 2020.

Pedagang pasar terapung Siring Piere Tandean melakukan atraksi Jukung (perahu) di Sungai Martapura, Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Rabu (6/2/2019). Sebanyak 80 pedagang melakukan atraksi jukung untuk menarik potensi wisata pasar terapung kepada wisatawan yang berkunjung ke Kota Banjarmasin.

Sementara itu pada periode kedua digelar 19 event di antaranya Aruh Adat Suku Dayak di Kabupaten Tapin (Juli-Agustus 2020), Festival Loksado (Agustus 2020) di Kabupaten Hulu Sungai Selatan, dan Borneo Orchid Show di Kabupaten Tanah Laut pada Desember 2020. Tertarik? (ndy/Kompas)

Tips Traveling Keluar Zona Nyaman

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Wisata ke destinasi yang berbeda memberikan traveler kesempatan untuk menjelajahi dan menikmati semua hal baru, dari pemandangan dan landmark, hingga kuliner dan budaya. Tapi untuk menikmati semuanya, traveler sering kali harus berhadapan dengan sesuatu yang asing, dan yang paling umum adalah masalah lokasi dan bahasa.

Untuk mendapatkan keuntungan dari pengalaman yang tak terlupakan traveler perlu keluar dari zona nyaman mereka. Bagi sebagian traveler, ini adalah hal yang menyenangkan. Lebih dari (55 persen) traveler di seluruh dunia mengatakan bahwa hal terbaik dari traveling adalah keluar dari zona nyaman.

Namun, bagi 45 persen traveler yang mungkin perlu sedikit inspirasi untuk bertualang keluar zona nyaman, Booking.com, perusahaan travel digital, menawarkan tips untuk membekali traveler dengan informasi agar mereka bisa menerobos batas traveling dan memperluas wawasan.

#. Berkeliling dengan lebih mudah

Saat berkunjung ke destinasi baru untuk pertama kali, akan sangat bermanfaat jika Anda mengenali sistem transportasi destinasi tersebut. Hal ini karena mengetahui cara terbaik untuk berkeliling bisa mendorong traveler untuk menjelajahi sebuah destinasi lebih mendalam. Namun, hampir seperempat (23 persen) traveler global mengungkapkan bahwa mereka kurang menikmati perjalanan sebelumnya karena tidak bisa bernavigasi dan tersesat.

Bagi 31 persen traveler global, yang mengatakan bahwa bisa bernavigasi di jalan atau melakukan perjalanan di destinasi dengan lebih mudah akan membuat perjalanannya lebih bisa dinikmati. Dengan menggabungkan beberapa elemen perjalanan seperti akomodasi dan transportasi darat dalam satu aplikasi, akan lebih mendorong traveler untuk keluar dari zona nyaman mereka.

#. Beli tiket secara daring

Jika mungkin, beli tiket secara daring. Selain menghemat waktu, ini juga mempermudah Anda saat di perjalanan karena Anda tidak perlu berkutat dengan jadwal asing dan bahasa baru. Juga membawa peta untuk jaga-jaga jika baterai ponsel habis atau tidak ada sinyal. Dan Unduh aplikasi terjemahan bahasa supaya Anda bisa mempelajari dasar bahasa tersebut seperti cara mengucapkan nama halte bus atau stasiun dalam bahasa setempat.

#. Manjakan lidah

Makanan adalah aspek paling menyenangkan dari traveling ke destinasi baru dan lebih dari setengah (58 persen) traveler global memilih untuk berlibur untuk tujuan kuliner. Jadi, traveler wajib mencicipi makanan lokal setempat saat berada di destinasi tujuannya. Namun, hal ini bisa jadi sebuah tantangan ketika traveler dihadapkan dengan berbagai pilihan dan seringnya tidak mengetahui tempat terbaik mana yang harus dikunjungi. Pergi ke tempat yang dikunjungi orang setempat untuk mencicipi kuliner lokal.

Destinasi utama di Asia Tenggara yang paling disarankan untuk kuliner lokalnya adalah Phnom Penh, Kamboja, Indonesia (Banjarmasin), Malaysia (Tumpat), Myanmar (Yangon), Filipina (Tacloban), Singapura, Thailand (Lamphun), dan Vietnam (Tam Dao). Coba ikuti kelas memasak kuliner lokal di mana Anda bisa mencoba hasil panen segar dan belajar beberapa tips yang bisa Anda bawa pulang. Atau ikuti tur kuliner lokal agar Anda bisa menemukan ‘hidden gem’ yang disukai orang setempat, belajar tentang budaya dan kuliner destinasi tersebut, dan membeli bahan makanan lokal dan produk seni.

#. Nyaman dengan bahasa setempat

Bagi satu dari lima (20 persen) traveler global, tidak bisa bernavigasi atau menjelajahi tanpa memahami bahasa lokal adalah sebuah rintangan selama traveling. Selain itu, satu dari lima (20 persen) juga khawatir mereka tidak bisa dipahami selama di luar negeri. Mengunjungi negara yang menggunakan bahasa yang tidak kita pahami memang cukup menantang, tapi traveler seharusnya tidak membatasi petualangan mereka dengan kendala bahasa, karena ada berbagai alat yang bisa membantu.

Tips untuk mengurangi kendala bahasa bisa dilakukan dengan mengunduh aplikasi terjemahan yang menawarkan terjemahan real-time dan bekerja dua arah, untuk mendorong Anda mengajukan pertanyaan saat traveling dan memahami balasan dari orang lokal. Selain itu, coba dan pelajari frasa atau kata utama dalam bahasa yang digunakan di destinasi yang Anda kunjungi, meski itu hanya “halo” dan “selamat tinggal”. (*)

Kebohongan dalam Single Keynie

this formate

Yogyakarta, bisniswisata.co.id,- YOGYAKARTA seakan tidak ada habisnya dengan persediaan musisi fresh dengan segala jenis musik yang mereka ciptakan. Bisa jadi kota ini memang merupakan laboratorium bagi para musisi untuk menghasilkan karya baru dan berani. Salah satu musisi kota gudeg yang digadang – gadang akan menghasilkan materi menarik ini adalah Keynie.

Bermain di ranah musik dansa Elektronika dan keberaniannya dalam memproduseri lagunya sendiri membuat Keynie terlihat stand out diantara deretan rookie. Hal inilah yang membuat seorang Heruwa “Shaggydog” tertarik untuk membantu mengedarkan lagu milik Keynie melalui label rekaman milik Shaggydog.

Gayung pun bersambut dengan hadirnya DoggyHouse Records sebagai fasilitator untuk merilis materi yang selama ini mengendap di studio. Setelah proses rekaman cukup melelahkan termasuk berganti studio akhirnya rampung juga single pertama Keynie.

Diberi judul Little Liar Man, komposisi ini berkutat pada cerita kebohongan seorang lelaki atas dasar romansa. “Kalo cerita dibalik lagunya itu sih sebenernya dari pengalaman pribadi. Jadi ada cowok gitu yang bertahan hidup dengan berbohong ke semua orang” ungkap Keynie mengenai kisah dibalik pembuatan lagu ini.

Lelaki yang diceritakan dalam “Little Liar Man” ini bertahan hidup dengan banyak membuat dinding dusta yang  mengelilingi kehidupannya. Sayangnya banyak orang yang percaya dan menaruh rasa hormat atas bualan yang disusunnya. Hingga kemudian terungkaplah bahwa itu semua hanyalah kedustaan. Akumulasi dari berbagai macam kepalsuan lelaki ini, kemudian berdampak buruk dan merugikan banyak orang.

Dalam musiknya, Keynie menggabungkan berbagai mode musik dansa dengan pengaruh Pop dan R&B kontemporer. Dengan sadar Keynie memutar pengaruh input kolaboratif menjadi suara bertekstur, eksploratif, baik yang intim mau pun yang luas. Hasilnya, “Little Liar Man” terasa intim sekaligus berlimpah — kumpulan nada elektronika ruminatif dengan hati Pop.

Keynie “Little Liar Man” bisa dinikmati melalui kanal musik digital (Spotify, iTunes dll) mulai tanggal 1 November 2019, ungkap Martinus Indra Hermawan dari DoggyHouse Records. *

Investor Singapura Tertarik Bangun Hotel di Nusa Penida

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Perusahaan investasi asal Singapura, Infinity Global Asia Ltd dikabarkan akan berinvestasi di bidang properti hotel di Indonesia. Perusahaan tersebut bakal membangun hotel premium di kawasan Nusa Penida, Bali. Untuk merealisasikan proyek tersebut, rencananya Infinity Global Asia menggandeng salah satu operator hotel nasional, yaitu PT Nara Hotel Internasional.

“Pihak Infinity Global Asia akan melakukan penjajakan investasi dengan Nara Hotel. Infinity Global Asia melihat adanya potensi besar untuk berinvestasi pada properti hotel dan area komersil, yang akan dibangun oleh PT Nara Hotel Internasional di kawasan Nusa Penida,” papar Direktur Utama PT Nara Hotel Internasional Adrianus Daniel Sulaiman di Jakarta, Senin (04/11/2019)

Sejauh ini, sambung dia seperti dilansir laman Kompas, baru tahap rencana dan akan melakukan penjajakan. “Jadi ada rencana dari pihak mereka (Infinity) untuk jajaki peluang investasi di Nara Hotel. Untuk pembahasan term and condition akan dibicarakan dalam waktu dekat,“ lontar Daniel sambil menambahkan pihaknya segera menindaklanjuti peluang investasi tersebut, dengan membuat nota kesepahaman dengan pihak Infinity Global Asia.

Managing Director Nara Hotel Internasional, Francis Dehnhardt mengatakan pihaknya berencana mendirikan kawasan hiburan terintegrasi, seperti pusat perbelanjaan, festival area, hotel berstandar internasional berkapasitas 120 kamar, theme park, business center, waterpark, watersport, beach club, dan floating restaurant di kawasan Nusa Penida.

“Investasi pembangunan tahap pertama diperkirakan sekitar Rp 250 miliar, sementara total investasi pembangunan kawasan diperkirakan mencapai 10 sampai Rp 15 triliun, yang diperkirakan akan rampung dalam kurun waktu 5-10 tahun ke depan,” ujar Dehnhardt. (ndy)

Menparekraf Diminta Aktifkan Lagi Departemen MICE

this formate

DENPASAR, bisniswisata.co.id: PRAKTISI pariwisata Bali meminta kepada Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Manparekraf) Wishnutama agar mengaktifkan kembali peran dan fungsi Departemen MICE atau Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition (Pertemuan, Insentif, Konvensi, dan Pameran), yang dulu pernah ada.

“Kami mendorong menteri pariwisata yang baru, wakil menteri pariwisata yang baru, agar segera kembalikan peran dan fungsi Departemen MICE yang dulu pernah ada. Sehingga target MICE yang diinginkan seluruh destinasi MICE yang ada di Indonesia bisa tercapai secara maksimal,” papar Wakil Ketua Asosiasi GM Hotel, I Made Ramia Adnyana di Kuta, Bali, Senin (4/11/2019).

Menurutnya, dengan dibentuknya Indonesia Convention Biro kemudian langsung diketuai oleh deputi atau direktur bidang MICE, akan mendorong industri MICE lebih maju. Hal ini karena banyak negara di dunia sudah sangat maju industri MICE-nya. “Saat ini Indonesia ternyata sudah hilang dari peta MICE dunia. Karena memang sudah tidak ada biro khusus MICE,” ujarnya.

Persoalan ini sangat serius karena banyak negara di dunia fokus di MICE. Pada 2015 sampai 2017 Indonesia punya Direktur MICE. Sekarang sudah turun, dan tidak ada konsistensi sektor MICE di Indonesia.

Kondisi ini sangat merugikan Indonesia sebagai negara dengan potensi MICE yang besar. Para kompetitor dari berbagai negara di dunia dengan senang hati bila melihat MICE Indonesia hilang dari peta dunia. Ini menjadi informasi besar bagi para kompetitor untuk menyampaikan kepada seluruh organisasi MICE dunia.

Di Bali sendiri, pernah mencatat beberapa kali peristiwa penting sukses sebagai penyelenggara MICE. Beberapa di antaranya adalah konferensi perubahan iklim, pertemuan Summit APEC, dan yang terakhir adalah Konferensi IMF dan world Bank.

“Bali salah satu destinasi MICE yang potensial dikembangkan. Dari aspek fasilitas dan infrastruktur, Bali sudah sangat mencukupi. Semua MICE di Bali berjalan suskses dan lancar. Ini modal untuk terus melakukan bidding, promosi untuk event yang akan datang,” ujarnya seperti dilansir laman MediaIndonesia.

Bali sendiri sangat butuh lembaga atau badan seperti Bali Convention Biro (BCB) untuk mempromosikan MICE Bali. Secara nasional, Bali lebih diuntungkan dengan berbagai sarana dan infrastruktur. Dunia misalnya, lebih mengenal Bali ketimbang Indonesia.

“Hingga saat ini kita hanya menerima limpahan saja. Indonesia belum bisa menyaingi Singapura, Jepang, Korea. Apalagi MICE tidak menjadi perhatian utama saat ini,” ujarnya sambil menambahlan seluruh asosiasi dan praktisi pariwisata Bali meminta agar menteri yang baru lebih kuat lagi menggenjot MICE. (ndy/Media Indonesia)