Shervin Boloorian Merilis My Free Heart: Seruan Damai dari Seorang Pengungsi yang Menjadi Musisi Dunia

this formate

Bali, bisniswisata.co.id—Pada 19 September 2025, musisi dan terapis suara Shervin Boloorian meluncurkan singel terbarunya berjudul My Free Heart. Lagu ini lahir dari pergulatan pribadi dan sejarah panjang konflik di tanah kelahirannya, Iran. Dinyanyikan dalam dua bahasa—Inggris dan Persia—My Free Heart bukan sekadar karya musik, tetapi juga sebuah protes damai terhadap gelombang kekerasan yang baru-baru ini melanda Iran, serta sebuah doa bagi terciptanya gencatan senjata yang lebih luas di kawasan Timur Tengah.

Dari Pengungsi ke Panggung Dunia

Shervin bukan sosok baru dalam mengangkat isu-isu kemanusiaan melalui musik. Lahir dari latar belakang pengungsian akibat konflik politik di Iran, ia pernah berkarier di Washington DC sebagai penasihat kebijakan AS-Iran. Namun hampir dua dekade lalu, ia meninggalkan jalur politik formal dan memilih musik sebagai sarana penyembuhan, komunikasi, sekaligus advokasi.

Bagi Shervin, musik adalah ruang aman yang menyembuhkan luka sekaligus jembatan yang menyatukan perbedaan. Melalui suara, ia menemukan cara baru untuk menyuarakan identitas, pengalaman, dan harapan. Jejak perjalanannya di dunia musik akhirnya membawanya meraih pengakuan internasional, termasuk penghargaan Global Peace Song Awards dan posisi penting di berbagai festival musik holistik.

Lagu dengan Dua Wajah: Protes dan Penghormatan

My Free Heart lahir dari pengalaman personal dan kolektif. Liriknya menggambarkan kerinduan pada kebebasan, keberanian untuk melawan ketidakadilan, serta penghormatan bagi mereka yang telah berkorban akibat konflik berkepanjangan. Lagu ini hadir di tengah serangan militer terbaru di Iran, yang oleh Shervin dipandang sebagai simbol siklus kekerasan tanpa akhir di kawasan tersebut.

Dengan menyanyikan lagu ini dalam bahasa Inggris dan Persia, Shervin menegaskan identitas lintas budayanya. Ia ingin pesannya dapat dirasakan audiens global sekaligus tetap dekat dengan komunitas asalnya. Pendekatan dua bahasa ini menjadikan My Free Heart bukan hanya sebuah karya seni, melainkan juga jembatan kultural dan emosional.

Kolaborasi Lintas Batas

Secara musikal, My Free Heart menampilkan kolaborasi internasional yang memperkuat pesan persatuan. Lagu ini diproduseri oleh Kipper Eldridge, produser peraih Grammy dan Emmy yang juga dikenal lewat karyanya bersama Sting. Eldridge tidak hanya memproduksi, tetapi juga turut memainkan instrumen keyboard serta menangani mixing.

Nama-nama besar lain ikut terlibat, seperti Carl Young, bassis dari band Spearhead, dan Sakari Heikka, multi-instrumentalis dengan latar belakang musik klasik yang turut memainkan viola dan shakuhachi. Kehadiran para musisi dari berbagai belahan dunia ini merefleksikan semangat lintas batas yang diusung oleh Shervin—musik sebagai medium pertemuan budaya dan solidaritas manusia.

Selain itu, video musik My Free Heart menyajikan visual yang kuat: potongan kehidupan masyarakat Iran, perpaduan seni puisi, dan karya visual dari Dr. Hardini Dyah Astuti, seorang penyair dan model. Dengan cara ini, My Free Heart tidak hanya terdengar, tetapi juga terlihat sebagai kesaksian tentang ketahanan, keindahan, dan kekayaan budaya yang kerap terpinggirkan oleh sanksi dan stereotip.

Bagian dari Album Unbroken

Singel ini akan menjadi bagian dari album terbaru Shervin berjudul Unbroken. Seperti judulnya, album ini menghadirkan kisah tentang daya tahan dan semangat manusia menghadapi kekejaman perang, ancaman, dan pengasingan. Melalui Unbroken, Shervin ingin menawarkan penghiburan, sekaligus mengingatkan dunia tentang pentingnya empati dan perdamaian di tengah gejolak global.

Musik Sebagai Jalan Damai

Di tengah konflik yang terus membara di Timur Tengah, My Free Heart berdiri sebagai seruan damai yang tulus. Lagu ini menolak menyerah pada narasi kebencian, dan justru mengangkat tema ketahanan, harapan, serta cinta. Dengan memadukan pengalaman pribadi sebagai penyintas konflik, kolaborasi artistik lintas negara, serta kekuatan musik penyembuhan, Shervin Boloorian kembali menunjukkan bahwa seni dapat menjadi alat perlawanan yang indah sekaligus jembatan bagi kemanusiaan.

Bagi Shervin, perjalanan dari seorang pengungsi hingga menjadi musisi dunia adalah bukti nyata bahwa luka dapat berubah menjadi sumber kekuatan. Melalui My Free Heart, ia mengajak dunia untuk ikut mendengarkan—bukan hanya nada dan kata, tetapi juga seruan hati yang bebas, berani, dan penuh cinta.

Prototipe Krabi Jadi Pusat Perhatian pada Global Meaningful Travel Summit 2025 di Thailand

this formate

Sedikitnya 40 eksekutif perjalanan, operator tour, maskapai penerbangan, dan media dari Amerika Serikat datang mengikuti Krabi Protype Summit ( Foto: TAT)

BANGKOK, bisniswisata.co.id: – Otoritas Pariwisata Thailand (TAT) telah sukses menyelenggarakan Global Meaningful Travel Summit 2025 di Krabi dan Bangkok, menandai pertama kalinya acara tersebut diselenggarakan di Asia Tenggara.

Dilansir dari tatnews.org,diselenggarakan bersama Tourism Cares, sebuah lembaga nirlaba terkemuka yang berdedikasi untuk memajukan keberlanjutan dalam industri pariwisata, KTT ini mengangkat Krabi Prototype ke panggung utama saat Thailand menyambut lebih.

Sedikitnya 40 eksekutif perjalanan, operator tour, maskapai penerbangan, dan media dari Amerika Serikat dan sekitarnya datang untuk mengeksplorasi pendekatannya terhadap perjalanan berkelanjutan dan bermakna.

KTT ini menyoroti kemunculan Krabi di bawah Krabi Prototype, model unggulan TAT untuk pengembangan pariwisata berkelanjutan. Dikenal di seluruh dunia karena Maya Bay, Kepulauan Phi Phi, dan Pantai Railay, serta sumber air panas dan lanskap batu kapurnya, Krabi memajukan komitmen jangka panjang untuk melindungi lingkungan alami dan cara hidup masyarakatnya.

Provinsi ini ditetapkan dalam Zona Pengembangan Andaman di bawah klaster produk pariwisata strategis Thailand, yang menggarisbawahi potensi kuatnya sebagai destinasi berkelanjutan.

Hal ini semakin diperkuat pada tahun 2023 ketika Pemandian Air Panas Khlong Thom mendapatkan pengakuan dalam daftar 100 Kisah Teratas Destinasi Hijau untuk lingkungan dan iklim, sebuah penghargaan global yang menunjukkan kesiapan Krabi untuk menjadi model bagi perjalanan yang bertanggung jawab.

Thapanee Kiatphaibool, Gubernur TAT, mengatakan Krabi mewakili keseimbangan yang ingin di capai di seluruh Thailand, di mana keindahan alam dan budaya lokal dilestarikan sementara masyarakat mendapatkan manfaat dari pariwisata.

Menjadi tuan rumah Global Meaningful Travel Summit di sini menunjukkan kepada dunia bahwa pariwisata berkelanjutan bukan sekadar visi, tetapi kenyataan yang dapat dialami saat ini.

“Melalui Krabi Prototype, kami menunjukkan bahwa perjalanan berkelanjutan itu memungkinkan, praktis, dan bermanfaat bagi semua orang.” kata Thapanee Kiatphaibool

Selama pertemuan puncak tersebut, para delegasi terlibat dalam tur imersif dengan komunitas lokal termasuk Laem Sak dan Ban Nai Nang, di mana inisiatif akar rumput seperti pengelolaan limbah, kerajinan tradisional, dan pariwisata yang dipimpin masyarakat memamerkan model-model praktis keberlanjutan.

Di luar program resmi, Krabi menawarkan banyak pengalaman yang sadar lingkungan di bawah Prototipe Krabi, mulai dari tur bakau di Ban Thung Yee Peng hingga kegiatan konservasi laut di sekitar Ko Ngai.

Bersama-sama, ini mencerminkan bagaimana provinsi ini mendefinisikan ulang dampak pariwisata dengan merangkul perjalanan rendah karbon, akomodasi bersertifikat ramah lingkungan, dan praktik regeneratif.

Inisiatif Prototipe Krabi, yang dikembangkan dalam kemitraan dengan para pemangku kepentingan lokal, memposisikan provinsi ini sebagai percontohan terkemuka di Thailand untuk pariwisata yang bertanggung jawab.

TAT mempercepat operator menuju standar keberlanjutan nasional, termasuk STGs STAR, Penghargaan Pariwisata Thailand, dan CF–Hotels, sambil memajukan tolok ukur internasional seperti pengakuan Destinasi Hijau untuk Taman Nasional Mu Ko Lanta.

Hingga saat ini, Krabi memiliki 16 operator pemenang penghargaan di bawah Thailand Tourism Awards, 119 bisnis bersertifikat STAR, dan 65 CF–Hotel yang secara aktif mengurangi jejak karbon melalui energi bersih, tenaga surya, pengurangan plastik, dan sumber lokal.

Krabi juga merupakan contoh kekuatan ekonomi ganda Thailand. Selain daya tarik pariwisatanya sebagai destinasi impian, provinsi ini merupakan produsen minyak sawit terbesar kedua di negara ini dan rumah bagi karet, durian Musang King, dan kopi robusta, yang mencerminkan integrasi pertanian dan pariwisata.

Pemandangan sinematiknya terus menarik produksi global, yang terbaru adalah Jurassic World: Rebirth, yang semakin meningkatkan visibilitas internasional.

KTT tersebut memperkuat bagaimana Prototipe Krabi berkontribusi pada agenda keberlanjutan Thailand yang lebih luas. Selama dua tahun terakhir, TAT dan Tourism Cares telah memperluas Peta Perjalanan Bermakna Thailand untuk mencakup lebih dari 45 organisasi yang telah diverifikasi, banyak di antaranya dikunjungi selama KTT tersebut.

Di antara mereka, sebelas operator Krabi juga telah bergabung dengan jaringan global Tourism Cares yang terdiri dari lebih dari 160 mitra pariwisata berkelanjutan, memperluas jangkauan provinsi tersebut ke pasar internasional.

Dengan menghubungkan pencapaian Krabi dengan jaringan internasional, Thailand memperkuat posisinya di pasar-pasar utama seperti Amerika Serikat, di mana permintaan akan perjalanan yang bermakna terus meningkat.

Thapanee menyimpulkan Global Meaningful Travel Summit di Krabi lebih dari sekadar pertemuan—ini adalah sebuah tonggak sejarah. Dengan menghadirkan Prototipe Krabi ke panggung utama, acara ini telah memberikan gambaran sekilas kepada dunia tentang masa depan Thailand, di mana pariwisata melindungi sumber daya kita, memperkuat komunitas kita, dan memberikan nilai yang bermakna bagi para wisatawan.

Krabi adalah prototipe kami, dan tujuan kami adalah untuk memperluas model ini di seluruh negeri agar Thailand tetap menjadi yang terdepan dalam pariwisata berkelanjutan, tambahnya.

Pariwisata Thailand Melonjak, Turis Malaysia Habiskan Hampir 40 Juta RM Selama Libur Akhir Pekan Merdeka

this formate

BANGKOK, bisniswisata.co.id: Liburan akhir pekan Hari Merdeka dan perayaan Hari Malaysia menyuntikkan sekitar RM39 juta dalam pengeluaran ke Thailand Selatan menyusul membanjirnya turis Malaysia ke wilayah tersebut.

Dilansir dari www.travelandtourworld.com, Narathiwat, Pattani, Hatyai, dan Yala adalah beberapa penerima manfaat utama dari aktivitas ini, dengan lebih dari 75.000 pengunjung Malaysia memilih Thailand Selatan sebagai tujuan pilihan mereka.

Lonjakan pariwisata ini telah menggarisbawahi peningkatan signifikansi pariwisata lintas batas antara Malaysia dan Thailand Selatan, memicu aktivitas ekonomi dan pertukaran budaya di antara kedua perbatasan.

Dorongan Ekonomi untuk Bisnis Lokal dan Infrastruktur Pariwisata

Lonjakan tajam jumlah pengunjung selama periode Hari Merdeka memiliki dampak nyata pada bisnis lokal di wilayah tersebut. Hotel, restoran, operator tur, dan layanan transportasi semuanya mendapat manfaat dari peningkatan permintaan, dengan pemesanan akomodasi di Thailand Selatan naik secara dramatis.

Seperti yang disebutkan oleh Samuel Lee, Wakil Direktur Jenderal Pariwisata Malaysia, 60.000 kamar akomodasi dipesan di empat wilayah utama, dan hampir 90 hingga 95% dari 120.000 kamar hotel, vila, dan resor telah terisi untuk liburan Hari Malaysia pada bulan September.

Hal ini mencerminkan tren naik yang jelas dalam pemesanan pariwisata dan perhotelan yang akan terus mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah tersebut.

Meningkatkan Ekonomi Lokal dengan Belanja Pariwisata

Masuknya turis Malaysia telah berkontribusi secara signifikan terhadap ekonomi lokal di seluruh Thailand Selatan. RM39 juta yang dihabiskan selama liburan akhir pekan Hari Merdeka mencakup biaya untuk akomodasi, transportasi lokal, makanan, dan belanja, yang secara kolektif mendukung ekonomi pariwisata wilayah tersebut.

Ketika belanja pariwisata meningkat, usaha kecil lokal mendapat manfaat dari meningkatnya jumlah turis yang mengunjungi wilayah tersebut untuk atraksi budaya, alam,, dan rekreasi.

Peningkatan belanja terkait pariwisata juga meningkatkan permintaan akan barang dan jasa lokal, termasuk kerajinan tangan, souvenir, dan pengalaman otentik Thailand seperti kelas memasak tradisional atau tur budaya.

Pertumbuhan ini menciptakan situasi yang saling menguntungkan bagi sektor pariwisata dan pengusaha lokal yang ingin memperluas bisnis mereka dengan memanfaatkan masuknya pengunjung internasional.

Perluasan Konektivitas Udara dan Minat yang Tumbuh di Thailand Selatan
Pertumbuhan konektivitas udara telah memainkan peran penting dalam meningkatkan pariwisata antara Malaysia dan Thailand Selatan.

Dengan 32 penerbangan mingguan dari Korea Selatan dan Thailand serta layanan langsung Batik Air baru dari Incheon, para pelancong Korea Selatan juga dapat mengakses wilayah tersebut dengan lebih mudah, semakin meningkatkan daya tarik global Thailand Selatan sebagai tujuan pariwisata.

Penambahan rute penerbangan baru dan peningkatan frekuensi layanan yang sudah ada telah membuatnya semakin mudah diakses bagi turis dari Malaysia dan wilayah lain untuk mengunjungi kota-kota utama di Thailand Selatan.

Konektivitas yang diperluas ini akan terus mendorong pertumbuhan pariwisata, karena turis merasa lebih mudah untuk bepergian ke Hatyai, Pattani, dan Narathiwat untuk liburan jangka pendek atau liburan akhir pekan.

Peran yang Tumbuh dari Thailand Selatan dalam Pariwisata ASEAN

Pertumbuhan pariwisata Thailand Selatan adalah bagian dari tren yang lebih luas dalam pariwisata ASEAN, karena wilayah ini semakin menjadi pusat untuk perjalanan internasional.

Dengan kedekatannya dengan Malaysia dan Singapura, Thailand Selatan memiliki posisi unik untuk menarik para pelancong ASEAN yang mencari pengalaman budaya, ekowisata, dan kegiatan rekreasi mewah.

Karena pariwisata lintas batas antara Thailand dan Malaysia terus berkembang, kedua negara mendapat manfaat dari kolaborasi pariwisata yang ditingkatkan yang menyoroti ikatan budaya dan keindahan alam bersama mereka.

Thailand Selatan, dengan budayanya yang kaya dan lanskap alamnya, memiliki potensi untuk terus memainkan peran sentral dalam pengembangan pariwisata regional.

Dampak Ekowisata dan Budaya di Thailand Selatan

Peningkatan turis Malaysia yang mengunjungi Thailand Selatan juga berkontribusi pada pertumbuhan ekowisata dan pariwisata budaya. Wilayah seperti Pattani dan Narathiwat adalah rumah bagi warisan budaya yang kaya, kuil-kuil kuno, dan taman alam yang subur, menawarkan pengunjung kesempatan untuk menjelajahi keanekaragaman budaya dan keindahan alam Thailand.

Kegiatan seperti mengunjungi kuil-kuil Buddha, menjelajahi taman nasional, dan berpartisipasi dalam acara budaya lokal menarik turis yang mencari pengalaman yang lebih dalam dan lebih otentik.

Selain itu, ekowisata mendapatkan momentum, dengan turis mengunjungi resor ramah lingkungan, terlibat dalam safari satwa liar, dan menjelajahi cagar alam di Thailand Selatan.

Komitmen wilayah ini terhadap pariwisata berkelanjutan memastikan bahwa pengunjung dapat menikmati kekayaan alamnya sambil mendukung perlindungan dan pelestarian lingkungan ini.

Pemangku Kepentingan Pariwisata Melihat ke Masa Depan: Pertumbuhan Berkelanjutan di Thailand Selatan

Jumlah turis yang mengunjungi Thailand Selatan terus meningkat, para pemangku kepentingan berfokus pada pengembangan jangka panjang dan keberlanjutan.

Sektor pariwisata di Thailand Selatan akan terus berkembang karena operator tour, badan pemerintah, dan bisnis lokal bekerja sama untuk meningkatkan infrastruktur dan layanan pariwisata.

Kolaborasi berkelanjutan antara Otoritas Pariwisata Thailand dan pemangku kepentingan lokal akan memastikan bahwa Thailand Selatan tetap menjadi tujuan pariwisata yang menarik dan berkelanjutan.

Selain itu, inisiatif pariwisata berbasis masyarakat, yang melibatkan penduduk lokal dalam pengalaman pariwisata, membantu memastikan bahwa pertumbuhan pariwisata menguntungkan komunitas lokal dan mendukung pembangunan ekonomi.

Dengan terus merangkul pariwisata budaya dan ekowisata, Thailand Selatan akan terus menjadi pemain utama dalam pariwisata ASEAN di tahun-tahun mendatang.

Masa Depan Pariwisata Thailand Selatan yang Cerah

Lonjakan turis Malaysia ke Thailand Selatan telah menunjukkan potensi besar wilayah ini untuk pembangunan ekonomi melalui pariwisata.

Dengan konektivitas udara yang berkembang dan pembentukan tujuan wisata baru, Thailand Selatan berada di jalur yang tepat untuk menikmati kesuksesan berkelanjutan sebagai pusat utama pariwisata.

Jaminan wilayah ini akan pariwisata berkelanjutan ditambah dengan warisan budaya yang kaya menjadikannya tujuan yang sempurna untuk turis dari seluruh dunia, terutama dari Malaysia dan negara-negara lain di kawasan ASEAN.

Dengan investasi lebih lanjut dalam infrastruktur pariwisata dan pemasaran, Thailand Selatan akan menjadi tujuan elit untuk pariwisata internasional.

Taiwan Pertahankan Peringkat Teratas sebagai Destinasi Rekreasi di Asia dan Pilihan Populer di Kalangan Warga Brunei

this formate

BANDAR SERI BEGAWAN, bisniswisata.co.id: Taiwan sekali lagi diakui secara internasional sebagai tujuan rekreasi terkemuka di Asia, kata direktur Kantor Administrasi Pariwisata Taiwan di Kuala Lumpur (KL), Abe Chou.

Dilansir dari www.thestar.com.my, Choui berharap Taiwan menjadi tujuan pengalaman budaya luar negeri yang paling disukai bagi warga Brunei, tidak hanya sebagai tempat bepergian, tetapi juga sebagai jembatan untuk hubungan antarindividu yang lebih dalam.

Ia mengatakan hal ini pada acara Sabre Brunei Travel Fair 2025 di Bridex Hall pada hari Sabtu (13 September) sehubungan dengan kampanye “Salam Taiwan”.

Dengan kampanye tersebut, mereka menyapa warga Brunei dengan ‘Salam’ dan tetap berkomitmen menjadikan Taiwan sebagai pusat halal yang ramah dengan terus meningkatkan fasilitas dan layanan mereka, bertujuan untuk memastikan setiap pengunjung Muslim merasa seperti di rumah di Taiwan, tambahnya.

Kantor Administrasi Pariwisata Taiwan KL menyambut warga Brunei untuk memilih Taiwan sebagai tujuan liburan mereka berikutnya, menawarkan pariwisata yang nyaman dengan pembebasan visa untuk para pelancong Brunei hingga 31 Juli 2026.

Kampanye ini menyoroti lingkungan Taiwan yang ramah Muslim dan mempromosikan tren perjalanan ramah lingkungan dengan menampilkan Kereta Hutan Alishan di Chiayi, keindahan alam Kaohsiung, dan warisan budaya di Kinmen, memberikan pengunjung Brunei kesempatan untuk mengalami pengalaman budaya dan ketenangan yang unik dan luas di Taiwan.

Pada tahun 2024, Kantor Administrasi Pariwisata Taiwan KL mencatat kedatangan turis Brunei sebanyak 3.735 turis – peningkatan positif dibandingkan tahun 2023.

Kedatangan turis Brunei mencatat peningkatan 4,59%, dengan 82% untuk tujuan rekreasi dan liburan. Tren menunjukkan bahwa pengunjung Muslim yang lebih muda menyukai destinasi yang memberi mereka pengalaman keseluruhan terbaik, mulai dari belanja dan makanan hingga taman hiburan, aktivitas luar ruangan yang menarik, dan pemandangan yang indah.

Pencapaian signifikan Taiwan dalam menciptakan lingkungan pariwisata yang ramah Muslim, seperti makanan halal dan sertifikasi, dipimpin oleh kampanye promosi “Salam Taiwan” dalam beberapa tahun terakhir.

Dengan ketersediaan fasilitas shalat yang luas, kinerja luar biasa dalam peringkat internasional, serta pengalaman yang beragam dan integrasi budaya, upaya ini tidak hanya meningkatkan kenyamanan bagi para pelancong Muslim di Taiwan, tetapi juga secara bertahap membangun citra Taiwan sebagai tujuan perjalanan ramah Muslim yang sedang naik daun di Asia.

Menurut Mastercard-Crescent Rating Global Muslim Travel Index (GMTI) 2025, Taiwan menduduki peringkat keempat di antara tujuan non-OKI, mencerminkan pengakuan internasional atas upaya Taiwan dalam membangun lingkungan perjalanan yang aman, beragam, dan ramah.

Taiwan sekali lagi dinobatkan sebagai ‘Destinasi Rekreasi Terbaik di Asia’ oleh majalah Global Traveler (AS) pada bulan Mei tahun ini, sementara otoritas budaya Inggris Time Out menempatkan Taiwan di peringkat keempat dalam daftar ‘Tempat Terbaik untuk Dikunjungi di Asia 2025’, menegaskan daya tarik pariwisata Taiwan yang abadi.

Permintaan pasar juga menunjukkan diversifikasi, dengan permintaan untuk free independent travel (FIT), pengalaman mendalam, dan tur bertema terus meningkat. Pengalaman layanan yang dipersonalisasi, disesuaikan, dan didigitalisasi akan lebih penting bagi para pelancong di masa depan.

Mencatat permintaan untuk Free Individual Ttaveler ( FIT), kartu SIM Taiwan gratis untuk setiap tiket pesawat ke Taiwan ditawarkan di pameran perjalanan oleh Pariwisata Taiwan.

Para pelancong yang membeli paket tur Taiwan berhak untuk menukarkan tas perjalanan lipat. Administrasi Pariwisata Taiwan terus mengintensifkan upaya untuk menarik pengunjung internasional.

Termasuk memperluas undian ‘Taiwan – The Lucky Land’ dengan hadiah dan gift tambahan untuk secara aktif menyambut pengunjung dari seluruh dunia. – Borneo Bulletin/ANN

Kolaborasi Ilmiah Internasional! Mengupas Jejak Pemikiran Prof. Malik Badri Menembus Zaman

this formate

Dr. Fatimah Abdullah & Dr. (H.C) Ary Ginanjar ( tengah) membahas Jejak Pemikiran Prof. Malik Badri Menembus Zaman ( foto: Esqnews.id)

JAKARTA, bisniswisata.co.id: – Psikologi modern saat ini menghadapi tantangan besar yaitu bagaimana menjawab kebutuhan manusia yang tak hanya jasmani dan emosi, tetapi juga ruhani. Dalam semangat menjawab tantangan tersebut, Universitas Ary Ginanjar (UAG) menyelenggarakan sebuah General Lecture bertajuk “Mengupas Psikologi Islam dalam Perspektif Alm. Prof. Malik Badri & Psikologi ESQ.”

Sebuah momen penuh makna sukses digelar dengan menghadirkan dua sosok berpengaruh di bidang psikologi Islam dan pengembangan karakter berbasis spiritual.
Acara yang berlangsung pada tanggal 15 September 2025 secara hybrid di Auditorium Lt.18 Menara 165 dan platform Zoom ini menghadirkan narasumber utama yakni Dr. Fatimah Binti Abdullah

Mantan Associate Professor di International Islamic University Malaysia (IIUM) ini seorang akademisi yang telah berkarya lintas negara dari Malaysia, Turki, hingga Sudan serta istri dari mendiang Prof. Malik Badri, Bapak Psikologi Islam Modern. Turut hadir pula Dr. (H.C) Ary Ginanjar Agustian, Founder Universitas Ary Ginanjar (UAG) sekaligus pencetus Psikologi ESQ, sebuah pendekatan revolusioner yang menyelaraskan kecerdasan intelektual (IQ), emosional (EQ), dan spiritual (SQ).

Acara ini dihadiri peserta dari berbagai kalangan: mahasiswa, akademisi, praktisi psikologi, hingga tokoh-tokoh HIMPSI. Sesi ini dimoderatori oleh psikolog senior Hanna Djumhana Bastaman, Dewan Ahli Jurusan Psikologi ESQ UAG, menuntun jalannya diskusi dengan mendalam dan hangat.

Membumikan Warisan Prof. Malik Badri – Sang Bapak Psikologi Islam Modern
Dalam pemaparannya, Dr. Fatimah mengajak para peserta menyelami pemikiran monumental dari almarhum suaminya, Prof. Malik Badri (1932–2021), yang menggugah kesadaran dunia akademik Muslim melalui karya legendarisnya The Dilemma of Muslim Psychologists.

“Prof. Malik Badri menekankan bahwa psikologi Islam tidak akan pernah lengkap tanpa keberadaan agama, ketuhanan, dan spiritualitas. Itulah kritik fundamental beliau terhadap psikologi Barat yang terlalu sekuler,” tutur Dr. Fatimah.

Beliau juga menegaskan bahwa warisan pemikiran Prof. Malik sangat relevan untuk menjawab tantangan masa kini, terutama ketika krisis mental dan degradasi nilai kemanusiaan semakin meluas. “Keperluan kepada islamization of psychology itu berturusan,” ujarnya tegas.

Sinergi Psikologi Islam dan ESQ
Lebih jauh, Dr. Fatimah memberikan apresiasi terhadap pendekatan Psikologi ESQ, yang menurutnya memiliki garis pemikiran selaras dengan visi Prof. Malik Badri.

“Saya sudah mengenal ESQ sejak tahun 2009. Psikologi ESQ ini sangat bertepatan dengan pendekatan Prof. Malik Badri karena sama-sama menekankan konsep tauhid, fitrah, dan integrasi spiritual dalam memahami manusia,” jelasnya.

Dr. Fatimah menambahkan bahwa keseimbangan antara kecerdasan intelektual (IQ), kecerdasan emosional (EQ), dan kecerdasan spiritual (SQ) merupakan fondasi penting untuk membangun kepribadian yang utuh dan berdaya tahan dalam menghadapi tantangan zaman.

“Tanpa keseimbangan ini, tidak akan ada kelangsungan hidup yang sehat, baik bagi individu maupun masyarakat. Ini bukan hanya untuk Muslim, tapi untuk seluruh umat manusia,” ungkapnya penuh semangat.

Dr. Fatimah menutup sesi dengan pesan menyentuh: “Saya sangat berterima kasih kepada ESQ, kepada Bapak Ary Ginanjar. Semoga Universitas Ary Ginanjar terus menjadi pelopor dalam membawa visi mulia ini, bukan hanya untuk Indonesia dan Malaysia, tapi juga untuk kemanusiaan di seluruh dunia.”

Psikologi ESQ: Pilar Pendidikan Karakter Masa Depan.

Sementara itu, Dr. (H.C) Ary Ginanjar Agustian dalam sesi reflektifnya menegaskan bahwa Psikologi ESQ bukan sekadar teori, melainkan telah menjadi gerakan pembangunan karakter yang nyata. Melalui Universitas Ary Ginanjar (UAG University of Life), beliau ingin melahirkan generasi unggul yang mampu menyeimbangkan akal, rasa, dan jiwa.

“Kita ingin membentuk generasi yang tak hanya cerdas secara intelektual, tapi juga kuat secara emosional dan bersih secara spiritual. Itulah makna sejati dari Psikologi ESQ,” tegas Ary Ginanjar.

Ary Ginanjar memaparkan filosofi ESQ yang menembus tiga lapisan manusia: intelektual, emosional, dan spiritual. Menurutnya, banyak pendekatan psikologi saat ini terjebak pada teknik “outside-in” mencari penyembuhan dari luar ke dalam.

Padahal, katanya, “pengobatan sejati adalah inside-out, dari dalam ke luar. Karena ketika hati sudah dipenuhi cahaya illahiah, maka hitamnya luka emosional akan larut oleh cahaya tersebut, tambahnya.

Sebelum itu, Ary Ginanjar mengungkapkan pertemuan tak terduganya dengan Dr. Fatimah beberapa bulan sebelumnya di Malaysia. “Seperti mimpi bisa menghadirkan beliau ke Menara 165,” ujarnya, disambut tepuk tangan meriah peserta.

Dengan penuh semangat, Ary menceritakan kegelisahan intelektualnya terhadap fragmentasi pendekatan psikologi yang tak menyentuh aspek spiritual terdalam manusia. “Saya membaca psikologi Barat, tapi saya menangis. No soul. No God,” kenangnya.

Melalui Psikologi ESQ, Ary memperkenalkan pendekatan Tauhid yang mengintegrasikan IQ, EQ, dan SQ dalam kerangka spiritual Islam. “Tauhid bukan sekadar kalimat, tapi prinsip pengintegrasian segala aspek manusia dalam satu kesatuan ilahiah,” tegasnya.

Dalam penjelasannya, Ary juga menyinggung berbagai aliran besar psikologi modern dari behaviorisme ala Pavlov, psikoanalisa Freud, humanistik Maslow, hingga transpersonal Ken Wilber.

“Mereka semua mendekati titik spiritual, tapi belum sampai. Masih berhenti di tenggorokan,” ujarnya dengan analogi khas yang menyentuh.

“Maslow hampir sampai, tapi belum masuk tauhid. Frankl bicara tentang makna, tapi belum jelas meaning dari mana,” tambahnya. Ia menyebut bahwa kekosongan itulah yang coba diisi oleh Psikologi ESQ dan juga menjadi misi utama almarhum Prof. Malik Badri.

Sebagai informasi, Psikologi Universitas Ary Ginanjar menghadirkan program studi sarjana S1 Psikologi “Personal & Organizational Psychology” yang dapat memahami manusia dan cara meningkatkan kapasitas diri melalui coaching, hypnotherapy, dan NLP, sekaligus mempersiapkan lulusan menjadi profesional SDM yang menciptakan lingkungan kerja yang happy, healthy, and wealthy.

Dalam ESQ, psikologi dipandang seperti lapisan: Biopsikologi (dasar biologis perilaku), Kognitif (proses berpikir dan memahami), Behaviorisme (perilaku dibentuk lingkungan), Psikoanalisis (alam bawah sadar, emosi, trauma), Humanistik (potensi diri hingga self-actualization), Logoterapi (pencarian makna hidup).

Psikologi ESQ adalah pendekatan dalam psikologi yang mengintegrasikan kecerdasan intelektual (IQ), kecerdasan emosional (EQ), dan kecerdasan spiritual (SQ) untuk membentuk manusia yang utuh cerdas secara kognitif, matang secara emosional, dan memiliki tujuan hidup yang bermakna.

Konsep ini menekankan keseimbangan antara logika, emosi, dan nilai spiritual sehingga manusia tidak hanya mampu berpikir kritis dan mengelola relasi sosial, tetapi juga menemukan makna, arah, dan integritas dalam hidupnya.

Dengan demikian, Psikologi ESQ berfokus pada transformasi diri melalui internalisasi nilai-nilai moral dan spiritual agar individu mampu menghadapi tantangan hidup sekaligus memberi kontribusi positif bagi lingkungannya.

Maka, puncak psikologi sejati adalah menghubungkan pengembangan diri dengan sumber nilai ilahi, sehingga manusia hidup penuh makna dan memberi manfaat.

“Landasan psikologi ESQ adalah spiritualitas yang terarah, bukan sekadar transpersonal atau humanistik. Ini tentang kesadaran akan Tuhan, bukan hanya kesadaran diri,” ujar Ary Ginanjar.

Psikologi ESQ, lanjutnya, mengembangkan kerangka antropo-religious centris sebuah pendekatan yang menempatkan manusia bukan hanya sebagai pusat hubungan (relational being).

Tetapi sebagai makhluk yang berikatan kuat dengan Tuhan (religious being). Hal ini menjawab kekosongan dalam psikologi Barat yang cenderung mengusung pandangan antroposentris.

Ary juga membagikan pengalaman pribadi mendalam saat menangani seorang psikolog yang hampir kehilangan arah, hingga pasien kanker stadium lanjut yang menemukan ketenangan spiritual sebelum akhir hayatnya.

“Ketika konsep ESQ dipraktikkan dengan pendekatan coaching 3.0, dampaknya sangat besar. Saya sendiri terperanjat melihat perubahan yang terjadi,” ungkapnya.

Sesi testimoni dari para coach ESQ dan praktisi terapi spiritual makin menguatkan bukti bahwa pendekatan psikologi yang berbasis pada tauhid, nilai, dan makna (purpose-driven) memberikan efek transformatif yang nyata.

Salah satunya datang dari Dr. Ida Widayanti, yang telah membantu banyak klien termasuk mereka yang sudah lama ditangani oleh psikolog atau psikiater melalui pendekatan coaching spiritual berbasis ESQ.

Ia menceritakan kisah-kisah nyata: dari pasien yang sudah self-harm, ingin bercerai, hingga mereka yang ingin bunuh diri semua menemukan titik baliknya dalam proses spiritual coaching. “Yang saya lihat, bukan hanya logikanya yang disentuh, tapi hatinya dihidupkan. Inilah psikologi yang menyentuh fitrah,” ujarnya.

Menutup sambutannya, Ary Ginanjar menegaskan bahwa Menara 165 adalah manifestasi fisik dari pemikiran Prof. Badri: “Di tempat ini, masjid berada di puncak, sementara sains, bisnis, dan manajemen di bawahnya. Karena puncak tertinggi dari ilmu adalah penghambaan,” katanya disambut takbir hadirin.

Ia juga mengumumkan akan dibukanya ruang khusus di perpustakaan UAG yang akan dinamai sebagai Pojok Prof. Malik Badri, sebagai bentuk penghormatan dan rujukan intelektual bagi generasi muda psikolog Muslim.

General Lecture ini menjadi tonggak penting dalam misi UAG University dan ESQ untuk mendorong munculnya grand theory baru dalam psikologi: sebuah pendekatan menyeluruh yang tidak lagi memisahkan antara aspek fisik, intelektual, emosional, dan spiritual.

Sebagaimana harapan Ary Ginanjar, “Semoga mahasiswa-mahasiswa UAG akan menjadi Malik Badri kedua, yang membawa pemikiran ini ke seluruh dunia.”

Kemudian Hanna Djumhana menyampaikan bagaimana pendekatan ESQ Psychology mencakup dimensi-dimensi psikologi klasik hingga kontemporer: Psychoanalysis dengan dimensi conscious, preconscious, dan unconscious.

Behaviorism dengan ranah kognisi, afeksi, konasi, hingga psikomotor. Humanistik dan Transpersonal Psychology. Dan yang paling unik: dimensi suprasadar, sebagai wadah kesadaran spiritual.

“Bangunan psikologi ESQ mencakup semuanya, dari raga, jiwa, hingga ruh. Tapi pertanyaan pentingnya: bagaimana ketiganya bisa terhubung dengan Tuhan?” tanya Hanna dengan penuh refleksi.

Ia menambahkan bahwa pendekatan ini bukan hanya teori, tetapi juga praktis. Bahkan untuk mahasiswa S1 sekalipun, ESQ Psychology menawarkan perangkat yang dapat digunakan untuk counseling dan terapi berbasis nilai spiritual, sesuatu yang jarang ditawarkan dalam kurikulum psikologi umum.

General Lecture ini menjadi momentum penting dalam membangun kesadaran baru tentang pentingnya paradigma psikologi Islami yang utuh dan holistik.

Pendekatan ini tidak hanya membangun karakter manusia yang seimbang, tetapi juga menghubungkannya dengan realitas tertinggi: Sang Pencipta.

Hanna Djumhana menyampaikan dengan penuh semangat,“Kita ubah moto psikologi bukan lagi ‘psikologi untuk Anda’, tetapi ‘psikologi yang diuji pada diri sendiri, lalu ditawarkan untuk orang lain’. Ini yang membedakan ESQ Psychology: menyejukkan, menyelamatkan, dan efisien.”

Acara ini menjadi ruang bertemunya dua kutub penting: pemikiran klasik-kontemporer dari Prof. Malik Badri dan pendekatan praktis-transformasional dari Psikologi ESQ.

Keduanya berbeda generasi namun menyatu dalam semangat yang sama, memiliki satu nafas perjuangan: menghadirkan psikologi yang humanistik, spiritual, dan holistik.

Tentang Psikologi ESQ

Dalam pembelajarannya, mahasiswa UAG mendalami aspek-aspek psikologis, sosial, dan biologis yang berkaitan dengan kesehatan mental. Mahasiswa yang memilih peminatan ini akan mempelajari berbagai teori, konsep, serta keterampilan praktis untuk menganalisis, memahami, dan menangani isu-isu kesehatan mental pada individu maupun kelompok.

Mahasiswa juga mempelajari pengembangan individu dan dinamika organisasi untuk meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan kerja.

Fokusnya mencakup pengelolaan sumber daya manusia, kepemimpinan, motivasi, budaya organisasi, serta intervensi psikologis untuk menciptakan lingkungan kerja yang sehat dan efektif.

Mahasiswa dibekali dengan keterampilan asesmen, pelatihan, dan pengembangan karir untuk mendukung pertumbuhan individu dan organisasi.

Lulusan program studi Psikologi ini akan mendapatkan gelar akademik Sarjana Psikologi (S.Psi) dan gelar non akademik sebagai Certified 3.0 Coach by BNSP, Certified Hypnotherapist by BNSP, Certified NLP, Certified Corporate Culture Specialist (CCS) by BNSP, dan Certified Public Speaking.

Malaysia Airlines Menargetkan Peringkat Teratas pada Tahun 2030

this formate

KUALA LUMPUR, bisniswisata.co.id: Malaysia Aviation Group (MAG) telah mengumumkan peningkatan jaringan dan penawaran produk dalam upayanya untuk menjadi salah satu dari 10 maskapai penerbangan global teratas di dunia pada tahun 2030.

Dilansir dari https://asianaviation.com/, pengumuman ini dibuat di MATTA Fair di Kuala Lumpur, Pameran Perjalanan Internasional terbesar di Malaysia.

Ekspansi Rute dan Jaringan Penerbangan
Mulai 9 Januari 2026, Malaysia Airlines akan memulai penerbangan harian antara Kuala Lumpur dan Bandara Internasional Chengdu Tianfu (TFU).

Hal ini akan menambah jumlah jaringan maskapai di Tiongkok Raya menjadi tujuh destinasi. Ekspansi ini memperkuat kehadirannya di salah satu pasar dengan pertumbuhan tercepat di kawasan tersebut, baik untuk perjalanan bisnis maupun liburan.

Hal ini juga didukung oleh pengenalan bebas visa timbal balik antara Malaysia dan Tiongkok baru-baru ini. Maskapai ini saat ini mengoperasikan penerbangan ke Beijing (PKX), Shanghai (PVG), Guangzhou (CAN), Xiamen (XMN), Hong Kong (HKG), dan Taipei (TPE).

Sementara itu, Firefly akan meluncurkan layanan jet baru ke Krabi (KBV), Siem Reap (SAI), dan Cebu (CEB) dari Terminal 1 Bandara Internasional Kuala Lumpur (KUL) mulai November 2025.

Penambahan ini memperkuat peran Firefly dalam meningkatkan konektivitas regional, memberikan akses yang mudah bagi para pelancong ke destinasi-destinasi populer di seluruh ASEAN, sambil mendukung pariwisata dan perjalanan bisnis.

Komitmen Terhadap Pelayanan dan Inovasi
Kapten Izham Ismail, Direktur Pelaksana Grup Malaysia Aviation Group (MAG), mengatakan dengan rute baru dan frekuensi yang diperluas ini, MAG memperkuat perannya sebagai pintu gerbang ke Asia dan sekitarnya.

Hal itu memudahkan para pelancong untuk menemukan destinasi-destinasi terbaik di seluruh wilayah. Pada saat yang sama tetap berfokus pada penyediaan pengalaman penerbangan premium yang mencerminkan komitmen terhadap Malaysian Hospitality.

Inovasi seperti sate vegetarian baru kami adalah salah satu contoh bagaimana kami terus berinovasi sambil tetap setia pada warisan kami, menawarkan lebih banyak variasi untuk memenuhi harapan pelanggan yang terus berkembang, kata Izham Ismail,

Dengan jaringan yang dikembangkan, produk yang ditingkatkan, dan orang-orang yang mendorong upaya ini, Malaysia Aviation Group siap menghadapi masa depan dengan percaya diri dan memberikan nilai bagi pelanggan dan negara kami, tambahnya.

Melengkapi ekspansi jaringannya, Malaysia Airlines telah memperkenalkan sate vegetarian yang terbuat dari jamur Lion’s Mane yang tersedia untuk penumpang Business Suite dan Business Class di sektor-sektor tertentu.

Peningkatan Frekuensi dan Armada

Selain rute baru, Malaysia Airlines dan Firefly juga akan meningkatkan frekuensi di seluruh jaringan mereka mulai Oktober 2025. Malaysia Airlines menambahkan lebih banyak layanan ke Australia, Selandia Baru, Tiongkok, India, Maladewa, dan Bangladesh.

Sementara Firefly meningkatkan konektivitas domestik dan regional ke Singapura, Kota Kinabalu, Kuching, Penang, dan Johor Bahru. Peningkatan ini memberi para pelancong pilihan dan fleksibilitas yang lebih besar, mendukung pariwisata, perdagangan, dan ikatan antarindividu yang lebih kuat di seluruh Asia dan sekitarnya.

Ekspansi jaringan ini didukung oleh strategi modernisasi armada MAG yang sedang berlangsung. Pengenalan A330neo pada rute-rute tertentu di Australia dan Selandia Baru merupakan langkah maju yang signifikan.

Menawarkan kenyamanan canggih, efisiensi bahan bakar yang lebih baik, dan pengalaman penerbangan yang lebih baik.
Pada kuartal pertama tahun 2026, Malaysia Airlines akan mengoperasikan armada berbadan lebar termuda ke Australasia.

Pelancong India dan Tiongkok Sambut Baik Berakhirnya Pembekuan Visa Antara Dua Negara

this formate

Wisatawan mengunjungi kawasan wisata Gunung Laojun selama liburan musim panas pada 2 Juli 2025 di Luoyang, Provinsi Henan, Tiongkok.( Foto: China Group/Getty Images)

JAKARTA, bisniswisata.co.id : India & Tiongkok ( China) adalah dua negara yang paling padat penduduknya di dunia dan merupakan negara tetangga yang saling berlomba untuk mendatangkan lebih banyak wisatawan, tetapi selama lima tahun terakhir, sulit bagi warga negara India dan China untuk berlibur di negara masing-masing.

Dilansir dari edition.cnn.com, kini tampaknya hal itu akan berubah seiring hubungan yang sebelumnya tegang antara kedua raksasa Asia itu akhirnya mulai mencair.

India akan menerbitkan visa turis bagi warga negara China untuk pertama kalinya dalam lima tahun, yang memungkinkan warga negara dari negara tetangganya untuk bebas saling mengunjungi, menandai pemulihan hubungan yang signifikan setelah bentrokan perbatasan yang mematikan membuat hubungan menjadi sangat dingin.

Mulai Kamis, 24 Juli, warga negara Tiongkok dapat mengajukan permohonan visa turis ke India, kata kedutaan besar India di Beijing, Rabu.

“Kabar positif” ini merupakan “kepentingan bersama semua pihak,” ujar juru bicara luar negeri Tiongkok, Guo Jiakun. “Tiongkok bersedia menjaga komunikasi dan konsultasi dengan India untuk terus meningkatkan tingkat fasilitasi pertukaran personel antara kedua negara.”

Telah terjadi normalisasi hubungan secara bertahap antara India dan Tiongkok dalam beberapa bulan terakhir setelah hubungan sempat tegang pada bulan Juni 2020, ketika pertempuran jarak dekat yang brutal di Lembah Galwan menewaskan sedikitnya 20 tentara India dan empat tentara Tiongkok.

Kedua negara mempertahankan kehadiran militer yang besar di sepanjang perbatasan de facto mereka sepanjang 2.100 mil (3.379 kilometer), yang dikenal sebagai Garis Kontrol Aktual (LAC) – batas yang masih belum ditentukan dan telah menjadi sumber ketegangan yang terus-menerus sejak perang berdarah mereka tahun 1962.

Bentrokan tahun 2020 di wilayah sengketa antara Ladakh India dan Aksai Chin yang dikuasai Tiongkok menandai konfrontasi mematikan pertama di sepanjang perbatasan sengketa India dan Tiongkok dalam lebih dari 40 tahun.

Ketegangan meningkat setelahnya. India melarang beberapa aplikasi Tiongkok, memperketat pengawasan terhadap investasi Tiongkok, dan rute penerbangan langsung antara kedua negara tetangga dibatalkan.

Kedua negara telah menutup perbatasan mereka untuk wisatawan asing karena pandemi Covid-19, tetapi pembatasan visa tetap berlanjut bahkan ketika perjalanan global mulai dilanjutkan.

China mencabut pembatasan visa turis bagi warga negara India pada bulan Maret setelah Beijing dan New Delhi mengumumkan mereka akan berupaya untuk melanjutkan perjalanan udara langsung, menurut Reuters.
Kini, langkah timbal balik India dipandang sebagai langkah yang disambut baik oleh banyak pihak.

“Pariwisata inbound sedang mengalami masa sulit pasca Covid, jadi merupakan hal yang baik bagi kami bahwa pasar lain telah terbuka,” menurut Sarvjeet Sanskrit, pendiri agen perjalanan Ghum India Ghum (Roam India Roam) yang berbasis di Delhi.

Dia mengatakan bahwa ia melihat “banyak turis Tiongkok” mengunjungi ibu kota sebelum larangan visa. Pencabutan pembatasan di India merupakan hal yang baik bagi pemilik kendaraan, pemandu wisata, dan pemilik hotel. “Semua orang akan mendapatkan lebih banyak keuntungan.” kata Sarvjeet Sanskrit.

Warga negara China, Kate Hu, yang pacarnya berasal dari India, mengatakan dia gembira dengan prospek akhirnya bisa mengunjungi keluarganya. Komedian yang tinggal di Hong Kong ini telah memesan tiket untuk mengunjungi India untuk pernikahan saudara perempuannya pada bulan April ketika dia mengetahui dia tidak bisa mendapatkan visa.

“Saya kehilangan sedikit uang di sana,” kata Hu. Kami sempat membicarakan tentang menikah hanya untuk mendapatkan visa, jadi sekarang saya senang mendengar saya tidak perlu menikah hanya untuk mendapatkan visa,” candanya.

Pacarnya saat ini sedang berada di India untuk merawat ibunya yang sakit. “Kalau (berita) ini keluar lebih awal, aku bisa pergi bersamanya,” ujarnya.

Pradeep K, seorang konsultan di Delhi menyebut langkah terbaru India ini adalah “hal yang baik,” dan menambahkan masyarakat India dan Tiongkok akan lebih banyak berinteraksi.

Dia mengatakan ia gembira dengan prospek bepergian ke China untuk melihat panda.
Akankah langkah diplomatik di atas kertas mengubah pola pikir dan mendekatkan orang-orang? Dugaan Anda sama bagusnya dengan dugaan saya.

Penerbangan dan ziarah kembali dibuka
Keputusan India untuk menghapus pembatasan visa merupakan langkah terbaru dalam serangkaian langkah yang diambil oleh New Delhi dan Beijing untuk memulihkan hubungan setelah pemimpin Tiongkok Xi Jinping bertemu dengan Perdana Menteri India Narendra Modi di sela-sela pertemuan puncak BRICS di Rusia Oktober lalu.

Pada bulan Januari, India dan Cina sepakat untuk melanjutkan penerbangan komersial langsung dan Beijing baru-baru ini sepakat untuk membuka kembali Gunung Kailash dan Lash Manasarovar di Tibet barat untuk peziarah India untuk pertama kalinya dalam lima tahun.

Awal bulan ini, Menteri Luar Negeri India S. Jaishankar bertemu dengan mitranya dari Tiongkok Wang Yi di Beijing, di mana keduanya “mencatat kemajuan terkini yang dicapai kedua belah pihak dalam menstabilkan dan membangun kembali hubungan, dengan prioritas pada keterlibatan yang berpusat pada rakyat,” menurut pernyataan dari Kementerian Luar Negeri India.

“Telah terjadi normalisasi hubungan India-Tiongkok secara bertahap,” kata Harsh V. Pant, kepala kebijakan luar negeri di lembaga pemikir Observer Research Foundation yang berbasis di New Delhi.

“Ada kalibrasi ulang tertentu yang terjadi dari kedua belah pihak. Namun, ini juga mencerminkan bahwa India menghadapi tantangan unik dalam mengelola Tiongkok,” tambahnya.

Meskipun ketegangan masih berlangsung, India masih bergantung secara ekonomi pada Tiongkok dan melihat kemungkinan membangun kemitraan ekonomi sembari memperjelas batasan-batasannya, ujar Pant.

Guru yang berdomisili di Delhi, Saurabhi Singh, mengatakan bahwa meskipun India dan Tiongkok pernah berperang di masa lalu, hubungan dapat dan harus diubah.
Kita memiliki tenaga kerja, pasar, kemampuan manufaktur, dan kegemaran terhadap makanan, teh, dan elektronik yang menghubungkan masyarakat kedua negara, tambahnya.

Ambisi Keamanan Energi ASEAN Harus Mempertimbangkan Timor Leste

this formate

SELANGOR, bisniswisata.co.id: Setelah memperoleh status anggota di Uni Eropa pada 1 Juli 2013, Kroasia merupakan anggota terbaru Uni Eropa. Antara tahun 2014 dan 2020, Kroasia menerima sekitar €8,6 miliar dari Kebijakan Kohesi Uni Eropa.

Dilansir dari www.businesstoday.com.my, sebagian besar dana tersebut disalurkan melalui peningkatan infrastruktur publik yang mendukung pembangunan nasionalnya.

Sistem air dan pembuangan limbah yang lebih baik untuk Slavonski Brod telah meningkatkan keamanan air Kroasia. Kisah sukses ini patut dikaji kembali dengan mempertimbangkan masa lalu Kroasia yang telah dilanda banjir nasional selama bertahun-tahun.

Mendukung Kroasia dalam menghadapi tantangan nasionalnya tidak hanya membantu integrasi, tetapi juga mendorong kesadaran regional yang lebih kuat di seluruh negara anggota Uni Eropa tentang perlunya menangani keamanan lingkungan.

Menyerukan kohesi menginspirasi multilateralisme, menghubungkan aliansi di sekitar tujuan bersama dengan cara yang menghadapi tantangan terkini dengan front persatuan.

Peran inilah – sebagai advokat – yang diyakini paling cocok untuk dimainkan ASEAN pada KTT EAS 2025. ASEAN akan menyambut anggota terbarunya, Timor-Leste, tahun ini dan harus bekerja sama secara strategis untuk mencapai integrasi yang bermakna dan komprehensif.

Hal ini paling baik dilakukan, seperti yang terjadi antara Uni Eropa dan Kroasia, dengan terlebih dahulu mengidentifikasi area-area yang membutuhkan dukungan material di Timor-Leste, yang jika diberikan, dapat mendorong aspirasi kolektif ASEAN dengan lebih baik.

Di antara sekian banyak tujuan ASEAN yang muncul dan semakin mengemuka adalah topik ketahanan energi. Pada Pertemuan Tingkat Menteri yang diselenggarakan pada 14 Agustus.

Para menteri dari berbagai negara ASEAN membahas cara-cara percepatan pembangunan ‘Jaringan Listrik ASEAN’ (APG). Di antara sekian banyak hasil pertemuan tersebut, diumumkan bahwa APG yang diproyeksikan akan menerima pendanaan pendukung dari lembaga-lembaga seperti Bank Pembangunan Asia dan Bank Dunia.

Pentingnya hal ini tidak boleh diremehkan mengingat ASEAN telah lama membayangkan masa depan di mana blok tersebut mendapatkan manfaat dari sistem energi yang berkelanjutan dan saling bergantung.

Dalam Studi Rencana Induk Interkoneksi ASEAN, studi tersebut menekankan berbagai upaya ASEAN untuk meningkatkan infrastruktur yang tepat guna mendukung interkoneksi listrik dan konektivitas energi regional, dan Jaringan Listrik ASEAN yang diusulkan merupakan pendorong utama menuju realisasi ini.

Hal ini agar benar-benar dapat beroperasi secara kohesif, ASEAN harus perhitungkan tantangan-tantangan ke depan yang akan mempersulitnya – terutama mengingat berita terbaru yang mengonfirmasi aksesi Timor Leste ke ASEAN.

Timor Leste membutuhkan bantuan sistematis dan komprehensif yang mengatasi infrastruktur energi negara yang buruk, yang melemah setelah puluhan tahun konflik.

Negara ini terlalu bergantung pada bahan bakar fosil impor, memiliki cadangan energi yang tidak memadai, akses publik yang buruk terhadap energi, dan termasuk di antara negara-negara dengan tingkat konsumsi energi per kapita yang sangat rendah.

Permasalahan ekonominya juga telah membuat negara ini terhambat dalam adopsi energi terbarukan karena tingginya biaya transisi energi.

Ke depannya, ASEAN berkewajiban, ketika menyusun strategi ambisi ketahanan energi di masa depan, untuk memperhitungkan cara-cara yang dapat membantu Timor Leste berpartisipasi dalam peran yang lebih konkret dalam transisi energi dengan membekalinya dengan lebih banyak sumber daya untuk mengarahkan kembali arah kebijakan energi domestiknya.

Mendorong hal ini juga dapat membantu upaya integrasi dan mendorong kohesi secara menyeluruh. Sebagaimana halnya dengan Uni Eropa dan Kroasia, ASEAN, sebagai bagian dari fokusnya pada ketahanan energi, harus memanfaatkan upaya yang telah dilakukan dengan cara yang juga melibatkan Timor Leste sejak awal sehingga dapat mencapai visinya secara holistik dan efisien.

ASEAN dapat memanfaatkan KTT EAS 2025 sebagai kesempatan untuk menyuarakan kerja sama multilateral guna memobilisasi kemitraan yang membantu menyediakan bantuan pembangunan bagi infrastruktur energi terbarukan lepas pantai Timor-Leste.

Negara ini telah menunjukkan komitmen yang kuat terhadap hal ini, dimulai dari program-program nasional yang membangun infrastruktur energi terbarukan sebagai bagian dari Rencana Pembangunan Strategis Timor-Leste 2011-2030.

Inisiatif-inisiatif ini membutuhkan pendanaan yang signifikan agar dapat didorong secara efisien. Bantuan tidak hanya dipandang vital dalam kasus Kroasia, bahkan ada contohnya di ASEAN.

Dana integrasi ASEAN-Jepang telah mendukung berbagai proyek, di bidang manajemen bencana dan integrasi ekonomi, yang terbukti berhasil.

Melibatkan Timor-Leste dalam diskusi di KTT ini hanyalah salah satu cara ASEAN dapat memanfaatkan skema kemitraan baru yang membantu mendanai Timor-Leste yang, di masa depan, mampu memikul beban ketahanan energi regional.

Hapag-Lloyd Cruises Mengubah Rute Pelayaran 2027 dari Laut Merah

this formate

Kapal Europa 2 milik Hapag-Lloyd (Foto Hapag-Lloyd Cruises)

NEW JERSEY, bisniswisata.co.id : Hapag-Lloyd Cruises luncurkan empat rencana perjalanan baru untuk menggantikan rute Laut Merah yang direncanakan sebelumnya.

Dilansir dari travelpulse.com, dijadwalkan pada 2 Juni hingga 3 Agustus 2027, dengan kapal EUROPA 2 berkapasitas 500 tamu , pelayaran ini akan membawa tamu dari Asia melintasi Samudra Hindia dan Afrika bagian selatan ke Mediterania bagian barat.

Kemudian, EUROPA 2 akan melanjutkan jadwal aslinya dari Civitavecchia (Roma). Rencana perjalanan baru tersebut mencakup menginap semalam di Singapura dan Kota Ho Chi Minh, kunjungan ke pulau vulkanik Réunion, dan singgah di destinasi seperti Cape Town, Maputo, St Helena, dan Kepulauan Tanjung Verde.

Banyak perusahaan pelayaran terus mengalihkan kapal mereka dari Laut Merah, tempat pemberontak Houthi terus menargetkan kapal.

Houthi dituding pemicu perang saudara di Yaman yang masih berlangsung sampai sekarang. Kerap melancarkan serangan rudal dan drone ke wilayah Arab Saudi, UEA, dan kapal-kapal di Laut Merah.

Atlas Ocean Voyages Umumkan Ekspedisi Gerhana Matahari Mediterania 2027

this formate

Keajaiban Gerhana Matahari Total (Foto: Adobe Stock/Atlas Ocean Voyages)

NEW JERSEY, bisniswisata.co.id : Atlas Ocean Voyages telah meluncurkan Ekspedisi Gerhana Matahari Mediterania 2027.
Menggabungkan kekayaan budaya Spanyol dan Portugal dengan keajaiban gerhana matahari total, pelayaran ini akan berangkat dari Barcelona, Spanyol pada 27 Juli 2027.

Ekspedisi delapan malam ini akan mengunjungi Ibiza, Cartagena, Motril, dan Puerto Banús sebelum menempatkan para tamu di laut pada 2 Agustus 2027 untuk menyaksikan fenomena langit tersebut.

Dilansir dari travelpulse.com, di bawah bimbingan astronom tetap Jonathan H. Ward, penulis, astrofotografi, dan Anggota Royal Astronomical Society, para tamu akan menyaksikan keajaiban gerhana total disertai dengan komentar ahli, sesi pengamatan bintang, dan program pengayaan yang dirancang untuk mengungkap misteri kosmos.

Penemuan kosmik berpasangan dengan pencelupan budaya saat tamu menghabiskan semalam di Ibiza dengan mencicipi anggur pilihan di Santa Gertrudis, menjelajahi terowongan kapal selam bersejarah Perang Dunia II di Cartagena, dan melakukan perjalanan ke pedalaman dari Puerto Banús ke kota kuno Ronda dengan bermalam di pelabuhan.

Semua bagian dari program Ekspedisi Epicurean Atlas yang terkenal, memadukan gastronomi, anggur daerah, dan pengalaman lokal yang autentik.

“Tempat terbaik untuk menyaksikan gerhana matahari adalah di laut, di mana cakrawala tak terhalang dan pemandangannya sempurna,” ujar James A. Rodriguez, President & CEO Atlas Ocean Voyages.

Perjalanan Mediterania yang dikurasi secara khusus ini tidak hanya menawarkan para tamu tempat duduk di barisan terdepan untuk menyaksikan salah satu fenomena alam yang paling menakjubkan, tetapi juga merayakan budaya, kuliner, dan sejarah wilayah tersebut melalui program Ekspedisi Epikurean khas kami, tambahnya.

Pelayaran ini berakhir di Lisbon, Portugal, setelah singgah di Portimão. Sepanjang ekspedisi, Ward akan memberikan kuliah tentang sejarah luar angkasa, memimpin lokakarya interaktif, dan memandu sesi pengamatan bintang.

Tarif Ekspedisi Gerhana Matahari 2027 mulai dari US$9.999 per orang dan sudah termasuk Fasilitas Atlas Explorer’s Choice, yang memberikan lebih banyak cara bagi tamu untuk berhemat dan menyesuaikan perjalanan mereka.

Tamu dapat memilih penghematan kredit penerbangan hingga US$1.000 per kabin, Wi-Fi gratis tanpa batas, atau menginap semalam di hotel sebelum pelayaran.