Ukraine Airlines Jatuh di Iran, Seluruh Penumpang Tewas

this formate

TEHERAN, bisniswisata.co.id: Pesawat penumpang Ukraine International Airlines jatuh di Parand, wilayah barat daya Teheran Rabu (8/1) pagi waktu setempat. Pesawat Boeing 737-800 yang mengangkut 180 penumpang dan awak pesawat itu jatuh tak lama setelah lepas landas di Bandara Imam Khomeini di Teheran, Iran, dan dilaporkan seluruh penumpang serta awak pesawat tewas.

Dikutip dari AFP, Rabu (8/1) melaporkan sulit kemungkinan bahwa seluruh penumpang serta awak pesawat dalam penerbangan PS-752 selamat,” kata kepala Bulan Sabit Merah Iran kepada kantor berita ISNA.

Mengacu pada informasi yang didapat dari pelacak penerbangan Flighradar24, penerbangan itu dijadwalkan lepas landas pukul 5:15 pagi waktu Teheran menuju ke Bandara Internasional Boryspil di ibukota Ukraina, Kiev. Namun, pesawat baru diberangkatkan hampir satu jam kemudian yakni pada pukul 06.12.

Sebuah video yang diunggah oleh kantor berita ISNA Iran menunjukkan adanya cahaya redup yang terlihat samar, sesaat sebelum terlihat ledakan besar dari pesawat yang jatuh.

Gulf News mengacu pada laporan ISNA, menyebut kecelakaan ini dilatarbelakangi masalah teknis. Informasi mengenai korban yang jatuh dari insiden ini masih akan terus diperbaharui.

Pernyataan ini juga disampaikan oleh akun The Boeing Company @Boeing. “We are aware of the media reports out of Iran and we are gathering more information.” The Boeing Company (@Boeing) January 8, 2020

Sedikitnya sepuluh ambulans juga telah dikerahkan ke lokasi kejadian. Kepala Layanan Medis Darurat Iran Pirhossein Koulivand mengatakan petugas darurat telah dikerahkan ke tempat kejadian, akan tetapi tindakan penyelamatan belum dapat dilakukan karena api masih terus berkobar.

Belum diketahui penyebab kecelakaan itu. Dugaan sementara pesawat itu jatuh karena masalah teknis. Layanan pelacakan penerbangan FlightRadar 24 mengatakan dalam sebuah tweet bahwa jet tersebut telah beroperasi selama sekitar tiga setengah tahun.

Namun Kantor berita Associated Press melaporkan pesawat yang lepas landas dari Bandara Internasional Khomeini itu kemungkinan mengalami kerusakan mesin.

Reza Jafarzadeh, juru bicara badan penerbangan sipil Iran, mengatakan tim penyelidik sudah berada di lokasi kecelakaan di arah barat daya pinggiran Ibu Kota Iran. “Setelah lepas landas dari Bandara Internasional Imam Khomeini, pesawat jatuh di antara Parand dan Shahriar,” kata Jafarzadeh.

Menurut data penerbangan dari bandara itu, pesawat Boeing seri 737-800 yang dioperasikan oleh maskapai penerbangan Ukraine International Airlines itu lepas landas dan hampir seketika berhenti mengirim data.

Kecelakaan itu terjadi hanya beberapa jam setelah Iran melancarkan serangan rudal balistik ke dua pangkalan di Irak yang menjadi tempat bagi pasukan AS. Serangan itu adalah pembalasan atas serangan AS yang menewaskan pejabat Garda Revolusioner Iran, Jenderal Qassem Soleimani.

Sebelumnya, Badan Regulator Penerbangan Sipil Amerika Serikat (Federal Aviation Administration/FAA) mengeluarkan larangan bagi maskapai penerbangan AS untuk melintasi wilayah udara Iran, Irak, dan Teluk Persia, menyusul serangan rudal Iran. (*)

KKP Gandeng Samudranesia Berikan Bantuan Ikan Untuk Asupan Gizi Korban Banjir.

this formate

Lurah Bidara Cina Yudi Hartanto menerima secara simbolis bantuan Ikan 1 ton dari PT Samudra Team Lautan Abadi mewakili Samudranesia

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Banjir yang melanda Jabodetabek Rabu 1 Januari 2020 kemarin menyebabkan banyak masyakarat mengalami penderitaan, kerugian secara materil maupun psikologis.

Dikhawatirkan berbagai penyakit pun terjangkit dari dampak banjir tersebut. Maka dari itu para korban banjir yang saat ini belum kembali ke tempat tinggalnya memerlukan asupan gizi dan protein yang baik.

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Direktorat Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP) menggandeng Majalah Samudranesia dan PT Samudera Team Lautan Abadi,  memberikan bantuan ikan kepada para korban banjir di beberapa titik. Diantaranya ke Kota Bekasi, Depok, Tangerang, Bogor dan Jakarta.

Direktur Utama PT Samudera Team Lautan Abad, penerbit Samudranesia, Andi Sukarta memberikan sekitar 3,5 ton ikan kepada korban banjir di Jabodetabek. PDSKP KKP menyediakan transportasi 3 unit mobil pendingin untuk mendistribusikan ikan tersebut.

“Ikan yang digelontorkan sekitar 3.5 ton. Ikan itu akan didistribusikan ke posko dapur umum yang ada di Jakarta, Bogor, Tangerang, Depok dan Bekasi,” kata Andi di Muara Baru Jakarta, Selasa 7 Januari 2020.

Hal ini menjadi bentuk kepedulian Majalah Samudranesia selaku media yang fokus di bidang kemaritiman untuk meringankan beban para korban banjir. Mengingat kebutuhan protein sangat diperlukan untuk meningkatkan daya tahan tubuh.

’’Yaitu untuk menjaga kesehatan masyarakat yang terkena banjir agar mendapatkan asupan protein segar lewat ikan berkualitas,” tambah Andi, seraya manambahkan kali ini menjadi hari kedua mendistribusikan ikan setelah sebelumnya dilakukan sehari sebelumnya ke 4 titik lain yang berbeda di Tangerang dan Bekasi. 

Sebelumnya Samudranesia juga telah memberikan bantuan berupa makanan ringan. Namun melihat makanan yang didistribusikan sangat jarang mengandung protein yang tepat, maka inisiasi ini dilakukan dengan menggandeng PDSPKP KKP.

Ditempat terpisah, Nelly Marinda Situmorang Komisaris Utama PT Samudera Team Lautan Abadi mengatakan momentum ini juga dimanfaatkan untuk memasyarakatkan konsumsi ikan. Pemerintah menargetkan tingkap konsumsi ikan nasional 56 kg perkapita tahun 2020. 

“Hasil laut kita sangat melimpah. Target pemerintah itu mudah saja terealisasi karena hasil laut kita sangat melimpah. Peran industri perikanan mendukung pemerintah lewat momentum seperti ini,” tegasnya.

Pihaknya berharap ikan yang didistribusikan bisa memberikan varian lain kudapan ditengah curah hujan yang masih terus mengguyur ibu kota Jakarta dan sekitarnya.

“Tak jarang melihat nasi bungkus isinya telor dan mie instan saja. Hampir tiap melihat makanan korban banjir selama 4 hari pertama banjir ini cukup memprihatinkan. Makanya kami berfikir bahwa korban banjir pun perlu mendapatkan asupan gizi yang bagus lewat ikan berkualitas,” bebernya.

KKP sendiri sangat mendukung program ini dengan menurunkan tiga unit mobil pendinginnya untuk mendistribusikan ikan ke Jabodetabek. Hari ke 2 menitik beratkan pada korban di Kelurahan Bidara Cina Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur. 

Distribusi ikan untuk korban banjir diterima langsung oleh Lurah Bidara Cina, Yudi hartono. Dia mengatakan sangat senang menerima bantuan kali ini karena berbeda dengan bantuan pada umumnya. 

“Terus terang kami sangat senang dengan bantuan berupa ikan berkualitas. Karen Selama ini orang kalau kasih bantuan itu sebatas mi instan, air minum dan kebutuhan bayi. Jarang yang memikirkan asupan gizi seperti ikan begini,” aku Yudi yang dengan bersemangat menggenggam kakap merah saat penyerahan simbolis, di kelurahan Bidara Cina.

Lebih lanjut dia mengatakan jenis ikan yang diterima juga sangat jarang dikonsumsi oleh masyarakat apalagi korban banjir. “Jenis ikan yang dikasih juga mahal mahal ini, bukan ikan yang umum terlihat di pasar,” katanya seraya paham harga ikan mahal apalagi seperti ikan kakap dan  jenis ikan karang lainnya yang digelontorkan PT Samudera Team Lautan Abadi.

 

 

Dongkrak Wisata, Festival Unta Saudi Dipuji Jerman & Swiss

this formate

RIYADH, bisniswisata.co.id: Dua delegasi dari Kedutaan Jerman dan Swiss melakukan kunjungan pada Sabtu (4/1) ke Festival Unta Raja Abdul Aziz. Kantor Berita Saudi, Saudi Press Agency (SPA), Selasa (07/01/2020) mengatakan acara ini diadakan di Al-Sayahid Selatan (Al-Sayahid Al-Janoubiyah).

Kedua delegasi menyaksikan beberapa kategori kompetisi “Unta 30” (Jamal 30). Dilansir di Saudi Gazette, mereka merasa senang menghadiri festival.

Kedua pihak juga menekankan bahwa balapan unta adalah karnaval yang luar biasa dan unik. Festival semacam ini tidak dapat ditemukan di Eropa atau tempat lainnya.

Delegasi dari Jerman dan Swiss ini menegaskan jika kegiatan tersebut merupakan daya tarik bagi wisatawan dari seluruh dunia.

Acara festival yang digelar pada hari Sabtu (4/1) ini dihadiri beragam orang. Tercatat lebih dari 8.000 orang ikut berpartisipasi termasuk warga Saudi dan wisatawan asing.

Festival Unta Putra Mahkota di Arab Saudi masuk dalam buku Guinness World Records untuk ketiga kalinya. Rekor baru tersebut dicatatkan pada edisi kedua dari festival unta itu.

Dilansir di SPA, perwakilan dari Guinness World Records, Ahmed Gamal El Din menyampaikan sertifikat Guinness World Record kepada Pangeran Fahd bin Jalawi bin Abdulaziz bin Musaed, yang merupakan Presiden Federasi Unta Saudi dan Wakil Presiden Federasi Unta Internasional, sebagai pengakuan atas kesempatan tersebut.

The Guinness World Records mencatat Festival Unta Putra Mahkota sebagai festival olahraga unta terbesar di dunia. Tahun lalu, Festival Unta Putra Mahkota juga masuk dalam catatan The Guinness World Records sebagai festival olahraga unta terbesar di dunia.

Pada 2018, edisi pertama festival itu menampilkan keikutsertaan dari 11.186 unta yang berkompetisi dalam 787 putaran dari kompetisi selama lebih dari 40 hari dari 11 Agustus hingga 22 September 2018.

Sementara sebelumnya pada Agustus 2019 lalu, Saudi juga telah mencatatkan rekor baru dalam Guinness Book of Records dengan peluncuran model unta terbesar di dunia, di desa unta di King Faisal Park di Taif.

Ketinggian model unta itu diperkirakan setinggi 10 meter dan lebar 5 meter. Patung unta itu berisi lebih dari 51 ribu lampu yang menyala dalam struktur yang dirancang dalam bentuk geometris. Rekor itu adalah rekor Guinness kedua yang diumumkan selama Festival Unta Putra Mahkota 2019. (*)

Cuaca Ekstrem, 20 Penerbangan di Bandara Juanda Delay

this formate

SURABAYA, bisniswisata.co.id: Akibat cuaca buruk, 20 penerbangan di Bandara Juanda Surabaya mengalami penundaan jam terbang atau delay. Badan Metereologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi cuaca buruk akan terjadi hingga sepekan ke depan, khususnya pada siang hingga malam.

Tercatat dalam 2 hari terakhir ini ada sekitar 20 penerbangan yang delay setiap hari pada wakti berbeda, khususnya siang dan malam. Sejumlah penerbangan pada siang hingga malam hari mengalami delay atau penundaan jam terbang. “Ada 20 penerbangan yang delay,” kata Senior Manager Airport Operation and Services Bandara Juanda Trubus Suharsono, Selasa (7/1/2020).

Untuk durasi waktu delay jam terbang sekitar 35 hingga 45 menit, bergantung pada kondisi cuaca di sekitar Bandara Juanda. Terkait kondisi ini, pengelola bandara menyerahkan kebijakan delay ke maskapai penerbangan masing-masing yang mengetahui kondisi penerbangan saat cuaca buruk.

Akibat delay ini, ratusan calon penumpang tampak menumpuk di ruang tunggu bandara. Pengelola bandara menjanjikan akan menambah ruang tunggu untuk menampung sejumlah calon penumpang pesawat yang mengalami delay akibat cuaca buruk.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Juanda memprediksi kondisi cuaca buruk dan hujan deras di bandara juanda surabaya berpeluang masih akan terjadi sepekan ke depan. “Sepekan ke depan masih akan terjadi hujan. Dengan prediksi waktu akan terjadi siang hingga malam hari,” kata Kepala BMKG Juanda, Bambang Hargiyono. (*)

Tips Agar Wisata di Museum Lebih Menyenangkan

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Museum masih menjadi salah satu objek wisata yang populer bagi sebagian besar turis. Wisata di museum tak melulu berkesan tua atau membosankan, karena semakin banyak pameran interaktif yang digelar di sana.

Pameran Van Gogh di L’Atelier des Lumières, Paris, Prancis, salah satunya. Di dalam pameran ini, pengunjung bisa merasakan suasana saat berada di dalam lukisan sang maestro.

Agar wisata di museum semakin menyenangkan, berikut sejumlah tips seperti dilansir laman CNN Travel, Selasa (07/01/2020) antara lain:

Jauh hari

Sama seperti memesan tiket pesawat atau hotel, wisata di museum juga perlu direncanakan sejak jauh hari, apalagi jika museum memberlakukan tiket masuk. Lebih baik membeli tiket secara online daripada membelinya saat datang demi menghindari antrean. Pembelian tiket secara online juga memiliki kemungkinan besar untuk mendapatkan diskon atau penawaran menarik lainnya.

Hari diskon

Berbicara mengenai diskon, museum-museum di Eropa atau Amerika biasanya memiliki hari dengan potongan harga tiket masuk. Namun di hari-hari ini biasanya pengunjung bakal ramai atau hanya bisa masuk menjelang tutup. Kalau dana terbatas, membeli tiket di hari diskon bisa menjadi pertimbangan.

Waktu sibuk

Akhir pekan dan hari libur nasional merupakan waktu tersibuk di museum. Demikian juga saat musim panas. Agar lebih nyaman berkunjung ke museum, sebaiknya datang saat museum baru buka atau setelah jam 15.00.

Isi perut

Walau berada di dalam ruangan, wisata di museum juga terbilang melelahkan, apalagi jika datang dengan perut kosong. Sebaiknya isi perut terlebih dahulu sebelum datang, sehingga pikiran bakal lebih fokus saat keliling museum.

Durasi

Museum-museum seperti Louve atau MoMA berukuran sangat besar. Jangan terlalu ngoyo untuk keliling ke seluruh sudut museum dalam satu hari, karena badan dan pikiran bakal sangat lelah. Buatlah batasan berkunjung ke museum, misalnya satu museum per hari dengan durasi maksimal dua jam.

Riset

Sebaiknya mencari informasi mengenai benda seni yang dipajang di museum yang bakal didatangi, sehingga kedatangan tidak sia-sia. Perlu diketahui kalau buku panduan museum biasanya dijual, sementara tur audio biasanya membingungkan. Unduh informasi mengenai museum dari internet dan simpan secara offline di telepon genggam.

Lupakan media sosial

Banyak yang merasa bahwa berkunjung ke museum dapat menenangkan pikiran. Bisa jadi demikian, jika di dalam museum kita tak sibuk selfie atau mengecek medsos. Ada banyak kegiatan seru selain membuka Instagram di museum, seperti latihan membuat sketsa benda seni yang dipajang atau menyibukkan diri dengan ikut tur berpemandu.

Beli suvenir

Jika selfie di dalam museum bukan pilihan Anda, bisa juga membeli suvenir yang dijual di dalam museum sebagai kenang-kenangan. Pastikan suvenir yang dibeli memang khas museum dan tidak dijual di tempat lain sehingga nilai kenangannya semakin berharga. (*)

Gempa Dahsyat Hancurkan Situs Wisata Puerto Riko

this formate

GUAYANILLA, bisniswisata.co.id: DESTINASI wisata populer berupa formasi batuan di Puerto Riko hancur atau runtuh setelah gempa dahsyat mengguncang pulau itu, merusak rumah-rumah dan menyebabkan pemadaman listrik. Lengkungan batu, yang dikenal sebagai Punta Ventana, hancur, Senin (6/1) waktu setempat, ketika gempa kuat melanda.

Gempa bermaknitudo 5,8 melanda pada kedalaman 6 km (3,7 mil), di lepas pantai selatan pulau Karibia. Tidak ada peringatan tsunami yang dikeluarkan dan tidak ada korban yang dilaporkan.

Namun, ada laporan kerusakan parah pada bangunan, tanah longsor, dan pemadaman listrik yang meluas setelah gempa bumi, yang melanda pada pukul 06:32 waktu setempat.

Gambar-gambar yang beredar di media sosial setelah lindu memperlihatkan rumah-rumah yang terangkat dari fondasinya dan mobil-mobil yang hancur di bawah bangunan. Di antara pemandangan tragis terdapat gambar Punta Ventana setelah ambruk ke laut, dekat kota selatan Guayanilla.

Seorang penduduk setempat mengatakan kepada Miami Herald, yang dilansir BBC, Selasa (7/1/2020) bahwa Punta Ventana adalah salah satu daya tarik wisata terbesar Guayanilla. “Punta Ventana telah runtuh. Hari ini ikon kita berada dalam ingatan semua orang,” ujar Glidden Lopez, seorang pejabat pers untuk dewan Guayanilla, dalam sebuah unggahan di Facebook.

Dalam unggahan sebelumnya, Lopez mengatakan formasi batuan itu telah rusak oleh getaran sebelumnya dalam beberapa hari terakhir.

Wali Kota Guayanilla, Nelson Torres Yordan, membenarkan Punta Ventana hancur. Puerto Riko, wilayah Amerika Serikat yang berpenduduk sekitar 3,2 juta jiwa, telah diguncang serangkaian gempa sejak 28 Desember. Gempa pada Senin (6/1) adalah yang terkuat, kata US Geological Survey.

Beberapa gempa susulan, termasuk gempa bermaknitudo 5.1 lebih dari empat jam kemudian, mengguncang bagian-bagian pulau itu. Puerto Riko, yang terletak di antara lempeng tektonik Amerika Utara dan Karibia, rentan terhadap gempa, yang telah menyebabkan kerusakan signifikan di masa lalu.

Pulau ini masih belum pulih dari Badai Maria, badai Kategori 5 yang menghancurkan sebagian Karibia pada September 2017. Di Puerto Riko saja, badai diperkirakan telah menewaskan 2.975 orang dan menyebabkan kerusakan senilai US$100 miliar atau Rp1.390 triliun. (*)

Gelombang Ekstrem, Wisatawan Dilarang Nyeberang ke Karimunjawa

this formate

JEPARA, bisniswisata.co.id: GELOMBANG tinggi menyerang Laut Utara Jawa Tengah. Gelombang ekstrem setinggi 2 meter mengekibatkan seluruh penyeberangan ke Kepulauan Karimunjawa, Kabupaten Jepara, dihentikan termasuk wisatawan yang ingin berwisata di Karimunjawa. Dan pariwisata Karimunjawa ditutup hingga batas waktu yang belum ditentukan.

Selasa (7/1), seluruh pelayaran menuju Kepulauan Karimunjawa, Kabupaten Jepara, baik dari Pelabuhan Kartini (Jepara), Tanjung Emas (Semarang) maupun Kendal masih terhenti. Warga Karimunjawa pun terisolasi, selain tak bisa keluar masuk, suplai sembako dan bahan bakar minyak ke wilayah tersebut pun terhenti.

Ribuan warga Karimunjawa pasrah dengan kondisi ini. Untuk kelangsungan hidup, mereka mengandalkan simpanan bahan makanan yang tersisa di rumah dan beberapa kios serta pembagian bahan pokok dari gudang di kecamatan. Keberlangsungan gelombang tinggi ini belum bisa diprediksi.

Warga Karimunjawa yang mengandalkan nafkah sebagai nelayan dan usaha kepariwisataan juga tidak dapat bekerja, karena tidak berani melaut dalam situasi gelombang yang sedang mengamuk seperti sekarang ini. Sebanyak 600 wisatawan juga telah dievakuasi menggunakan Kapal Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni).

“Pelayaran dihentikan sampai waktu yang belum ditentukan karena gelombang tinggi terutama di Selat Karimunjawa masih mencapai 2,25 meter dan membahayakan kapal serta penumpangnya,” kata Kepala Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas II Jepara Tri Jotho Sukristiyono seperti diunduh laman MediaIndonesia, Selasa (7/1).

Akhir pekan lalu, lanjut Tri Jotho, 600 wisatawan terpaksa dievakuasi dari Kepulauan Karimunjawa karena dikhawatirkan akan terjebak lebih lama lagi. “Hanya kapal besar milik Pelni yang mampu menembus gelombang itu untuk dapat mengevakuasi wisatawan,” imbuhnya.

Camat Karimunjawa Saptwagus Karnan Ejeng mengatakan akibat gelombang tinggi, kegiatan warga di wilayahnya lumpuh, karena mata pencaharian warga pada umumnya sebagai nelayan dan mengandalkan kepariwisataan seperti penyewaan kamar, rumah makan, transpotasi dan membuat/menjual kerajinan terhenti.

Pengiriman sembako dan BBM ke Karimunjawa, lanjut Saptwagus Karnan, juga terhenti, meskipun untuk memenuhi kebutuhan hidup itu warga hanya mengandalkan dari Pulau Jawa.

“Di sini tidak ada pertanian, sehingga sembako dan sayuran dikirim dari daerah di Pulau Jawa,” ungkapnya melalui sambungan telepon.

Stok bahan makanan masih tersedia hingga sebulan ke depan, tetapi stok BBM di SPBU sudah kosong dan hanya mengandalkan dari pedagang eceran serta tetap berharap gelombang tinggi segera mereda dan kehidupan di kepulauan ini dapat kembali normal. “BBM terakhir dikirimin pekan ketiga Desember lalu,” imbuhnya.

Unit Manager Communication Relation CSR MOR IV Jawa Tengah dan DI Yogyakarta Anna Yudhiastuti mengatakan segera mengirim bahan bakar ke Karimunjawa, setelah gelombang laut tidak lagi tinggi sebanyak 150 kiloliter (Kl) terdiri dari 100 kiloliter solar dan 50 kiloliter pertalite.

“Laporan terakhir masih tersedia stok di SPBU Karimunjawa, namun begitu gelombang mereda maka segera dilakukan pengiriman,” tutur Anna.(*)

PWI Peduli Berikan Perhatian dan  Donasi Bagi Keluarga Seketariat Organisasinya.

this formate

Ketum PWI, Atal Depari ( kedua kiri) di dampingi Ketua PWI Peduli M Nasir memberikan bantuan pada staf Sekretariat yang berdampak banjir

JAKARTA, bisniswisata.co.id: PWI Peduli Pusat memberikan donasi kepada rekan-rekan Sekretariat PWI yang terdampak banjir di sekitar Jabodetabek awal Januari 2020.

Donasi diberikan secara simbolis oleh Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat Atal S Depari didampingi Ketua PWI Peduli M Nasir, kemarin.

Hadir pula Ketua Bidang Distribusi  PWI Peduli Karim Paputungan di Kantor PWI Pusat, Jalan Kebon Sirih, Jakarta. Atal S Depari mengatakan, donasi ini berasal dari sesama keluarga, apalagi PWI Peduli memang keberadaannya untuk saling membantu.

“Walaupun bantuan sekedarnya semoga dapat memberikan semangat baru setelah mengalami kebanjiran.Semoga tahun depan kita bebas dari banjir,” katanya. Teman-teman sekretariat PWI  walaupun masih bebenah pasca banjir, namun tetap masuk kantor sebagaimana biasa.

Mereka berterima kasih atas donasi yang  merupakan wujud kepedulian dan perhatian. Rekan-rekan yang terdampak banjir mengaku kerepotan dalam beraktivitas, namun lebih repot lagi berbenah rumah pasca kebanjiran. Donasi yang diberikan itu berupa uang yang  dihimpun dari pengurus dan keluarga wartawan.

Ketua PWI Peduli M Nasir menjelaskan, PWI Peduli merupakan jaringan pers berbagi, bukan hanya membantu wartawan yang terkena dampak bencana, namun juga masyarakat luas yang membutuhkan. PWI Peduli mengemban misi kemanusiaan dan sosial, tegasnya.

Komunitas Bikers Bandung Diajak Ikut Tangani Sampah

this formate

BANDUNG, bisniswisata.co.id: Aktifitas Komunitas bikers atau pengendara motor Bandung bukan hanya hura-hura, kebut-kebutan di jalanan, bahkan menganggu ketertiban umum. Namun kini dilibatkan ikut menjaga kebersihan lingkungan Kota Paris Van Java melalui program Kurangi Pisahkan dan Manfaatkan sampah (Kang Pisman), yang kini digencarkan Wali Kota Bandung Oded M Danial.

Program bersih ini diharapkan kunjungan wisatawan ke Bandung semakin meningkat dan wisatawan asing mengajak wisatawan lainnya ke Bandung yang kini semakin bersih, asri dan banyak destinasi yang menghibur.

Salah seorang bikers, Wawan Setiawan menyatakan siap mendukung Bandung bebas sampah sekaligus akan merangkul komunitas bikers lainnya untuk mendukung program Kang Pisman. “Insyaallah kita akan terapkan Kang Pisman di lingkungan kami. Kita juga akan laksanakan di berbagai kegiatan sosial lainnya,” tutur Wawan.

Wawan menilai program ini sangat bagus bahkan banyak manfaatnya karena menjadi Bandung semakin bersih dan semakin enak dipandang. Hal ini juga akan membuat wisatawan semakin betah di Kota Bandung. “Saya berharap komunitas lainnya, juga masyarakat Bandung ikut mendukung Program Bandung Bersih,” harapnya.

Kordinator Komunitas Bikers Subuhan, Ustaz Evie Efendie saat memberikan kajian Subuh mengajak kepada para bikers untuk mendukung dan berpartisipasi melaksanakan program Pemkot Bandung.

“Kang Pisman ‘ngarana ge alus’ (namanya juga bagus). Kurangi, pisahkan dan manfaat, kalau saya kurangi dosa, pisahkan sikap maupun perbuatan yang positif dan negatif dan terakhir manfaat hidup sebaik mungkin,” jelasnya.

Sebagai makhluk Allah, sambung dia, manusia harus memiliki sifat sosial yang bisa saling membantu satu sama lain. Seperti halnya kali ini, bikers membantu program pemerintah dalam memasifkan Kang Pisman.

Wali Kota Bandung Oded M. Danial mengenalkan program Kurangi Pisahkan dan Manfaatkan sampah (Kang Pisman) kepada para bikers saat Salat Subuh berjemaah. Di hadapan lebih dari 300 bikers, Oded berharap, Kang Pisman diterapkan di kehidupan sehari-hari.

“Kang Pisman ini bertujuan untuk mengelola sampah dari sumbernya untuk dimanfaatkan. Sampah organik agar bisa menjadi pupuk. Sedangkan anorganik bisa bernilai ekonomi,” tutur Mang Oded, panggilan akrabnya melalui siaran persnya, Selasa (7/1/2020).

Dijelaskan, Program Kang Pisman kepada bikers saat salat Subuh berjamaah. Di hadapan lebih dari 300 bikers, Oded berharap, Kang Pisman diterapkan di kehidupan sehari-hari. “Kang Pisman ini bertujuan untuk mengelola sampah dari sumbernya untuk dimanfaatkan. Sampah organik agar bisa menjadi pupuk. Sedangkan anorganik bisa bernilai ekonomi,” kata Oded.

Menurut dia, plastik merupakan salah satu sampah terbanyak. Oleh karenanya, Oded mengimbau para biker meminimalisir penggunaan plastik. Salah satunya dengan selalu membawa dan menggunakan tumbler (tempat minum). “Dibiasakan membawa tumbler. Ini sebagai gerakan mengurangi sampah. Kalau bisa para bikers buat tumbler biar seragam, kan keren,” ajak Wali Kota.

Sebelum salat Subuh berjamaah dan menyimak tausyiah Mang Oded, para bikers mengawali dengan salat qiamulail berjamaah dengan imam Syeikh Thyazen Alhakimi. Selepas salat Subuh berjamaah dan kajian, para bikers sarapan bersama dengan Mang Oded dan ustaz Evie Efendie.

Selepas sarapan, Mang Oded bersama para bikers bertauhid melakukan rolling atau keliling Kota Bandung. Mang Oded bersama bikers lainnya berkeliling Alun-alun, Jalan Asia-Afrika, dan Jalan Otista. Saat rolling, Mang Oded mengendarai Vespa. Tak hanya sendiri, Mang Oded ditemani oleh anak-anak dan menantunya. (redaksibisniswisata@gmail.com)

Indonesia Tak Serius Hadapi Pergeseran Paradigma Pariwisata Dunia

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Pariwisata Dunia sejak tahun 2010 terus mengalami pergeseran hingga sekarang ini. Dari Mass atau Quantity Tourism seperti Sun-Sand-See ke Responsible Tourism yakni Serenity-Spirituality-Sustainability yang berfokus pada Quality Tourism atau sering disebut Intangible Tourism.

Titik pergeseran antara Quantity Tourism – Quality Tourism adalah Creative Tourism berupa Shopping- Safety-Security. Dan Pariwisata Dunia telah melaluinya dengan baik, malah sudah berada pada Responsible Tourism. Mereka menyebutnya Sustainable Tourism.

“Sayangnya, Indonesia belum serius dan masih setengah hati menghadapi pergeseran itu, ya dikarenakan ketidak pahaman tentang pergeseran Paradigma Pariwisata Dunia,” papar Ketua Umum Ikatan Cendikiawan Pariwisata Indonesia (ICPI) Prof. Azril Azahari kepada Bisniswisata.co,id di Jakarta, Selasa (07/01/2020).

Apalagi, lanjut Azril, kalau berada pada Quality Tourism atau sering disebut Responsible Tourism, Indonesia juga masih belum serius menerapkannya. “Hal ini terlihat dengan wisata Shopping, Safety, Security, Healthy, Hygiene ternyata belum menjadi fokus untuk diperbaiki,” lontarnya serius.

Diakui, Indonesia masih disibukkan dengan 10 Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) pariwisata Danau Toba (Sumatera Utara), Tanjung Kelayang (Bangka Belitung), Tanjung Lesung (Banten), Kepulauan Seribu, Kota Tua (DKI Jakarta), Borobudur (Jawa Tengah), Bromo-Tengger–Semeru (Jawa Timur), Mandalika (NTB), Labuan Bajo (NTT), Wakatobi (Sulawesi Tenggara), dan Morotai (Maluku).

Juga 5 DSP (Destinasi Super Prioritas) yakni Danau Toba, Joglosemar (Jogyakarta, Borobudur, Semarang), Mandalika NTB dan Labuan Bajo yakni wisata Komodo NTT serta Likupang, Sulawesi Utara. “Menurut pendant saya sudah saatnya harus mengevaluasi kembali keberadaan 10 KEK dan 5 DSP yang sekonyong-konyong bahkan tanpa ada kajian yang mendalam menjadi sesuatu yang luar biasa,” ungkapnya.

Prof. Azril Azahari melanjutkan tahun 2020, pariwisata Indonesia menghadapi tantangan juga peluang. Dan peluang yang sangat besar untuk mengembangkan Small-Size Entreprises in Tourism yakni UMKM Pariwisata diangkat ke permukaan, karena selama ini mereka telah bahkan dengan sengaja dimarginalkan.

“Jadi tahun 2020, Dampak Pariwisata harus mampu meningkatkan kualitas hidup, termasuk pendapatan masyarakat sekitar destinasi yang diprioritaskan. Ya angkat dong UMKM Pariwisata agar bisa meraup pendapatan,” ucapnya.

Kedua, lanjut dia, program peningkatan Wisnus (antar provinsi/antar kabupaten/kota/desa) harus menjadi program utama tahun 2020, karena melalui mereka inilah akan tersebar secara positif destinasi kita.

“Artinya kita lebih mngutamakan peningkatan kualitas hidup masyarakat kita melalui pariwisata. Bukan meningkatkan kualitas hidup masyarakat mancanegara, guna mengejar ‘DEVISA”. Ya lebih baik DARI KITA-UNTUK KITA-OLEH KITA, baru dampaknya terhadap peningkatan Wisatawan mancanegara (wisman),” katanya.

Ketiga, sambung dia, pada 2020 tuntutan terhadap peningkatan Daya Tarik yakni Visitors’ Attraction yang bukan diterjemahkan menjadi “ATRAKSI” sudah menjadi dasar setiap pengembangan destinasi dan event.

Keempat, tambah dia, demikian pula “HEALTH, HYGIENE, SAFETY, SECURITY” harusnya bukan menjadi masalah dan kendala lagi, karena sudah menjadi tuntutan mutlak yang harus dipenuhi. “Artinya kalau kita tidak jeli menghadapi tahun 2020 ini, kita terpaksa balik ke tahun 2010 bahkan 2000 yang berkutat dan masih menghadapai berbagai permasalahan dasar pariwisata. Ini kan menyedihkan,” sambungnya. (end)