DPR Ingatkan Penerapan Kuat Protokol Kesehatan Saat Berwisata  

this formate

Rasa aman dan kemudahan transporrasi jadi perhatian DPR-RI dalam pemulihan pariwisata.        ( Foto: Kemenparekraf.

JAKARTA, bisniswisata.co.id:  Penguatan penerapan protokol kesehatan menjadi langkah penting untuk memberikan rasa aman kepada pekerja pariwisata maupun wisatawan yang berkunjung ke suatu destinasi, kata Hetifah Sjaifudian, Wakil Ketua Komisi X DPR, hari ini.

Dia menyoroti tentang pentingnya rasa aman dan kemudahan akses transportasi untuk pemulihan sektor pariwisata di tengah pandemi virus Corona (Covid-19) yang masih berlangsung dan geliat dibukanya lagi obyek wisata di berbagai dareah.

“Transportasi memang salah satu kunci dalam pariwisata,” tutur Hetifah yang juga Ketua Panja Pemulihan Pariwisata Komisi X DPR kepada wartawan

Penguatan penerapan protokol kesehatan sangat penting dan jika penerapannya longgar malah menimbulkan rasa tidak aman sehingga jumlah wisatawan menurun,” tutur Wakil Ketua Umum Partai Golkar ini.

Karena itu, Hetifah menambahkan, Panja Pemulihan Pariwisata Komisi X DPR terus mendengar aspirasi dari berbagai pihak, baik lewat forum Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) maupun di lapangan.

Sebelum reses, kata dia, Panja ini juga sempat mengundang perwakilan organisasi pariwisata yaitu Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), Association of the Indonesia Tours and Travel Agencies (ASITA), Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN), Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI), dan Perkumpulan Pengemudi Pariwisata Indonesia (Peparindo).

Saat RDPU tersebut, perwakilan dari masing-masing organisasi memaparkan di antara dukungan yang dibutuhkan dalam geliat pariwisata adalah kemudahan berpergian dan peningkatan rasa aman bagi wisatawan.

“Kesemuanya meminta dukungan kebijakan yang memudahkan perjalanan turis domestik, stimulus ekonomi pada jasa transportasi yang mana mahalnya harga tiket juga dikeluhkan, dukungan kebijakan transportasi yang memudahkan serta rasa aman di tengah pandemi,” tuturnya.

Menurut dia, pariwisata merupakan salah satu sektor paling terdampak saat  COVID-19 melanda berbagai negara di dunia termasuk Indonesia.

Oleh karena itu pembukaan kembali destinasi wisata di berbagai daerah harus dengan protokol kesehatan yang ketat, tegasnya.

 

Korea Selatan Punya Tempat Wisata Baru yang Serba Ungu

this formate

Pulau Ungu, surga bagi pecinta warna ungu (foto: Instagram)

SEOUL, bisniswisata.co.id: Banyak negara kini mulai membuka diri untuk wisatawan asing. Korea Selatan, salah satunya. Negara penghasil ginseng terbaik di dunia ini mulai mengizinkan orang-orang asing kembali datang sejak 22 Juni lalu. Meski diizinkan, para pendatang ini tetap diwajibkan menjalani isolasi mandiri selama 14 hari.

Setidaknya ini tanda yang baik bagi mereka yang merencanakan berlibur ke Korea Selatan dalam waktu dekat. Nah, sekarang ada tempat wisata terbaru yang sedang ramai dibicarakan di media sosial, namanya: Purple Island atau Pulau Ungu.

Seperti namanya, segala sesuatu yang ada di pulau yang terletak di Kabupaten Sinan, Provinsi Jeolla Selatan itu, berwarna ungu, mulai dari rumah, jembatan, jalan, transportasi hingga padang lavender. Purple Island cocok bagi Anda pencinta warna ungu. 

Pulau Ungu terdiri dari dua, yaitu Parkji dan Banwol. Keduanya terhubung oleh jembatan berwarna ungu, yang sangat Instagramable untuk dijadikan latar berfoto.

Di Banwol atau Pulau Bulan Sabit, pelancong bisa menyewa sepeda untuk berkeliling dengan tarif 5.000 won atau Rp 60.000 rupiah per jam. Anda juga bisa berpose layaknya seorang putri di Padang Lavender yang cantik, demikian seperti dilansir thesmartlocal.

Tak ada yang tahu persis bagaimana mulanya kedua pulau tersebut, Parkji dan Banwol, berubah menjadi Pulau Ungu tapi yang pasti Pemerintah Provinsi Jeolla Selatan sudah mengumumkan rencana untuk menjadikan pulau tersebut sebagai tempat wisata teranyar di Korea Selatan.

Pemerintah setempat berencana menanam 40.000 bunga lavender, empress tree, dan tumbuhan lainnya yang bernuansa ungu. Mereka juga akan mengecat fasilitas umum dan rumah warga dengan warna ungu yang seragam. Kelak, Pulau Ungu akan mirip dengan Santorini di Yunani yang serba putih-biru atau Chefchaouen di Maroko yang serba biru.

Jika punya waktu, Anda juga bisa menginap di sana untuk menikmati suasana pantai dan matahari terbenam. Ada sejumlah homestay ungu dengan tarif cukup terjangkau, yakni 50.000 Won atau Rp 600.000 per malam.

Dan jika hendak ke sana, jangan lupa untuk menyiapkan kostum ungu Anda agar matching dengan tempatnya! 

 

Refleksi dan  Cara Memecahkan Bisnis Pariwisata Masa Depan

this formate

Zurab Pololikashvili, Sekjen Organisasi Pariwisata Dunia UNWTO. ( Foto: UNWTO)

SPANYOL, bisniswisata.co.id: Negara di kawasan Eropa kini sedang memulai kembali aktivitas industri pariwisatanya yang bertanggung jawab dan semakin banyak wisatawan melintasi perbatasan. Bisnis dibuka lagi meski demikian saat ini membuka bukan saatnya untuk berpuas diri.

“Seperti yang kami tekankan di awal krisis ini: kata-kata dukungan saja tidak cukup agar aktivitas  pariwisata pulih kembali tapi diiperlukan tindakan nyata,” kata Zurab Pololikashvili, Sekjen Organisasi Pariwisata Dunia UNWTO. 

Untuk UNWTO, ini berarti mendukung negara-negara anggota dan sektor pariwisata yang lebih luas karena harus mengadaptasi dan melakukan transisi menuju masa depan yang lebih tangguh dan berkelanjutan.

Kunjungan delegasi UNWTO ke Kepulauan Canary memungkinkannya melakukan hal ini. Melalui dialog dengan mengundang media, kalangan industri swasta dan pemimpin politik untuk bergabung dengan kami dalam kunjungan resmi ini, UNWTO mampu menunjukkan bahwa kembalinya aktivitas pariwisata dapat dikelola dengan aman dan bertanggung jawab, kata Zurab Pololikashvili. Dimungkinkan untuk memprioritaskan kesehatan dan pada saat yang sama menjaga pekerjaan dan mempromosikan pemulihan ekonomi!

“Inovasi yang berjalan melalui sektor kami berarti bahwa memulai kembali pariwisata dapat membantu mengembalikan komunitas global saat kami bekerja bersama untuk memenuhi Agenda 2030 untuk Pembangunan Berkelanjutan,” tambahnya.

Dia mencontohkan program Kompetisi Startup & Sasaran Pembangunan Berkelanjutan UNWTO yang diluncurkan minggu ini, akan mengidentifikasi ide-ide baru dengan kekuatan dan potensi untuk menata kembali pariwisata dan meningkatkan dampak positif sektor ini terhadap manusia dan planet.  

“Saya mendesak semua pengusaha dan inovator untuk mengambil bagian.  Hanya dengan merangkul yang baru kita dapat keluar dari krisis ini dengan lebih kuat, lebih tangguh, dan lebih siap menghadapi tantangan yang ada di depan, termasuk mengatasi ketidaksetaraan dan aksi iklim,” ujarnya.

Namun, ketika melihat ke masa depan, tidak ada salahnya berhenti sejenak untuk merefleksikan biaya yang harus ditanggung manusia akibay pandemi global COVID-19 ini.

Minggu lalu Pololikashvili mengaku merasa terhormat untuk bergabung dengan Yang Mulia Raja Felipe VI, bersama dengan Perdana Menteri Pedro Sánchez dan para tamu termasuk Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia Dr. Tedros Adhanom Ghebreyesus menghadiri acara khusus untuk memperingati semua orang yang kehilangan nyawanya karena COVID-19 di Spanyol.

Hadir pula Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen, Jens Stoltenberg, Sekretaris Jenderal NATO, serta para pemimpin politik nasional dan internasional lainnya pada acara itu.

Kehadiran tokoh-tokoh tingkat tinggi seperti dari dalam luar Spanyol adalah bukti solidaritas internasional yang menjadi ciri respon terhadap pandemi ini.  Ini juga merupakan kesempatan bagi semua orang untuk menyampaikan penghargaan kepada petugas kesehatan yang bekerja – dan terus bekerja – di garis depan masa darurat kesehatan masyarakat ini.

“Sepanjang krisis ini, negara Spanyol yang menjadi tuan rumah kami telah menunjukkan tekad yang besar.  Sekarang roh itu membawa tekad untuk tumbuh kembali dan pulih,” 

 UNWTO menawarkan dukungan penuh kami ke Spanyol, seperti yang kami lakukan untuk setiap negara Anggota lainnya, dan akan terus bekerja sama dengan pemerintah untuk memastikan pariwisata memenuhi potensi uniknya sebagai alat untuk pemulihan ekonomi dan kohesi sosial.

Kuoni dan Tumlare Destination Mendirikan DMC Global 

this formate

Sebuah counter Kuoni Travel, kini Kuoni dan Tumlare sepakat mendirikan DMC Global ( Foto: careers.kuonitumlare.com).

TOKYO, bisniswisata.co.id: Tiga tahun setelah perusahaan patungan antara Kuoni Global Travel Services dan Tumlare Destination Management, perusahaan induk JTB Corporation akhirnya mengintegrasikan keduanya menjadi satu kesatuan untuk mendirikan DMC global.

Pernyataan pers dari JTB Corporation menyatakan bahwa Kuoni Tumlare akan mendapat manfaat dari “warisan Swiss Kuoni, akar Skandinavia Tumlare, dan sejarah mendalam JTB di Jepang”, kata  InjShinji Kamio, CEO Kuoni Tumlare seperti dikutip dari ttgasia.com

Kuoni Tumlare mewujudkan yang terbaik dari perusahaan-perusahaan ini: merek yang lebih kuat dengan keahlian yang lebih kaya, jaringan pemasok terbesar di ruang perjalanan kelompok, portofolio tujuan yang lebih luas, dan penawaran yang lebih komprehensif, tanbahnya.

Mengadopsi model tujuan-sentris, entitas baru akan melayani agen perjalanan eceran dan grosir di seluruh dunia.  Ini akan memanfaatkan jaringan lokal yang ada di kantor-kantor tujuan Eropa untuk menangani semua tugas operasional utama dan memberikan kualitas yang lebih tinggi, kecepatan respons, dan keunggulan operasional ujung-ke-ujung.

“Satu merek dan satu tim global berarti cara yang lebih sederhana untuk bekerja bersama, memungkinkan kami untuk lebih fokus pada pertumbuhan dan kepuasan pelanggan,” kata Kamio.

 Sebelum langkah ini, Kuoni Global Travel Services dan Tumlare Destination Management telah berdagang sebagai merek terpisah di banyak pasar global, meskipun keduanya beroperasi sebagai merek tunggal di Eropa.

Pasar Asia

Sebelumnya Kuoni Global Travel Service pada ttgasia.com juga menjelaskan sedang mengujicoba produk tour kelompok kecil untuk pasar Asia, dengan Cina, India dan Indonesia yang pertama menguji coba konsep tersebut.

Reto Kaufmann, wakil presiden penjualan-Asia Tenggara dan Selatan dengan Kuoni Group Travel Experts, menjelaskan bahwa produk kelompok kecil ini  paling cocok untuk kelompok yang terdiri dari tiga hingga empat tamu atau  enam hingga tujuh orang.  

Kaufmann mengakui memberikan pelayanan grup kecil itu adalah “masa depan yang menyenangkan dan jadi bisnis yang tidak terlalu tersentuh oleh Online Travel Agent ( OTA) karena mereka melihat model transaksional besar.  

“Tetapi bagi kami, dengan keahlian tujuan kami, daya beli dan sumber daya di Asia,  grup kecil adalah platform yang hebat bagi kami untuk mendukung perantara kami,”

Dia mengatakan bahwa banyak klien mendapatkan grup keluarga, delegasi pemerintah, grup VIP, dan pelancong mereka tidak ingin mengikuti jadwal grup liburan yang khas.  Mereka tidak ingin bangun pukul 06.00, sarapan pukul 07.00 dan pergi (tour) pukul 08.00.  Mereka menginginkan fleksibilitas serta kesempatan untuk bepergian bersama, dan konsep grup kecil sangat menarik. ”

Mengenai contoh pilihan pasar, Tim Martin, kepala penjualan dan pemasaran global  Kuoni Global Travel Service, mengatakan pihaknya pertama kali menawarkan ke pasar China, India dan Indonesia terutama karena tarikan pasar.  

Pihaknya juga akan bergabung dengan beberapa agen utama yang membutuhkan pengaturan semacam itu.  Juga, ada potensi yang lebih tinggi untuk perjalanan multi-generasi di pasar-pasar ini.  Saya pikir kita bisa mendapatkan lebih banyak pembelajaran dari pasar ini, tambahnya.

Sebagai bagian dari fase uji coba, Kuoni hanya akan menawarkan pengaturan grup mini ke beberapa tujuan inti Eropa.  Namun, Martin yakin bahwa penawaran tujuan akan berkembang sangat cepat di seluruh Eropa.

 Dia lebih lanjut mengungkapkan bahwa tahap selanjutnya untuk kelompok kecil ini  adalah untuk membawanya ke seluruh Asia, dan akhirnya untuk membuat platform online bagi pelanggan Kuoni untuk berinteraksi dengan petugasnya untuk kutipan yang disesuaikan. “Platformnya akan lebih tradisional dan lebih digital,” katanya.

 

 

Kemenparekraf Dorong Promotor Musik Indonesia Bentuk Asosiasi

this formate

YOGYAKARTA, bisniswisata.co.id: Kemenparekraf/Baparekraf mendorong promotor musik lokal membentuk Asosiasi Promotor Musik Indonesia (APMI) sebagai forum komunikasi dan bertukar pikiran dalam menyelesaikan berbagai isu yang muncul dalam bidang pertunjukan musik, terlebih dalam masa pandemi COVID-19.

“Keberadaan asosiasi dapat membantu memberi masukan pemerintah terkait pengembangan event musik di Indonesia,” kata Rizki Handayani, Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggara Kegiatan (Event) Kemenparekraf/Baparekraf .

FGD dihadiri oleh para Promotor Musik antara lain Anas Syahrul Alimi (Rajawali Indonesia), Tommy Pratama (Original Production), Dino Hamid (Berlian Entertainment), Donny Junardy (Ravel Entertainment/Hammersonic), Darshan Pridhnani (HYPE Music Asia), Aminah (Mecimapro), dan Emil Mahyudin (Nadapromotama).

Perlu ada forum atau asosiasi event untuk membantu pemerintah dalam mengkurasi event-event terbaik di Tanah Air sejalan dengan tugas dan fungsi bidang Event Kemenparekraf, diantaranya mendukung event-event daerah.

“Selain itu membesarkan event nasional, serta membawa event internasional ke dalam negeri. Karena, DNA Indonesia adalah kreatif,” kata Rizki Handayani dalam FGD yang berlangsung di Yogyakarta, beberapa waktu lalu.

Sehingga kerja sama antara pemerintah dan industri ke depan dapat terjalin semakin intensif mengenai pengembangan event musik, yang pada akhirnya diharapkan dapat meningkatkan kunjungan dan pergerakan wisatawan mancanegara dan wisatawan nusantara.

“Para promotor senior bisa menjadi advisor atau pembina Asosiasi Promotor Musik Indonesia (APMI). Jadi para promotor senior dilibatkan langsung juga di APMI,” kata Rizki Handayani.

Kemenparekraf/Baparekraf tengah menyusun buku panduan protokol kesehatan di bidang pertunjukan musik, sebagai panduan teknis yang mengacu dari Keputusan Menteri Kesehatan (KMK) Nomor HK.01.07/Menkes/382/2020.

Asosiasi dapat memperkuat pembentukan buku panduan tersebut dengan memberi masukan, terutama terhadap titik-titik penting dalam penyelenggaraan pertunjukan musik.

Pembentukan Asosiasi Promotor Musik Indonesia (APMI) diapresiasi para promotor yang hadir. Dino Hamid kemudian ditunjuk sebagai Ketua panitia pembentukan APMI.

Dino mengatakan, salah satu tugas besar APMI adalah membuat program event baik sebelum vaksin ditemukan dan sesudah vaksin ditemukan nanti. Pandemi COVID-19 telah memberikan dampak yang besar dan mengubah preferensi masyarakat dalam berkegiatan. Yakni lebih mengedepankan faktor kebersihan, kesehatan, keamanan, dan keberlangsungan lingkungan.

“Pembentukan APMI saat ini sedang tahap konsultasi dengan tim pengacara dan sudah membentuk tim kecil untuk pembentukan,” kata Dino Hamid.

Dukungan untuk membentuk APMI juga disampaikan Anas Syahrul Alimi dari Rajawali Production. Kehadiran APMI akan berdampak positif dan mendorong ekosistem pertunjukan musik di Indonesia lebih maju.

“Oleh karena itu harus ada asosiasi yang tidak hanya berbicara bisnis, tapi lebih mengedepankan semangat pengembangan event. Buat series festival musik Indonesia, dikemas dengan baik dan kita promosikan di negara pasar,” katanya.

Anas juga mengusulkan diadakannya music tourism Tujuannya agar ada paket yang memanjakan wisatawan dimana wisatawan bisa menyaksikan pertunjukan musik sekaligus berwisata.

Ia juga mengusulkan agar Kemenparekraf menyusun model event hybrid kombinasi online dan offline, yang dalam penyusunannya turut melibatkan Kementerian Kesehatan, Kepolisian, dan instansi terkait lainnya.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio menyambut baik pembentukan Asosiasi Promotor Musik Indonesia (APMI) dan akan mempelajari lebih lanjut masukan dari para promotor.

Menurutnya penyelenggaraan event, khususnya pertunjukan musik memberikan peluang besar untuk mendatangkan wisatawan sehingga dapat mendorong bangkitnya perekonomian nasional.

“Event tidak hanya sebagai suguhan hiburan tapi sebagai atraksi yang dapat menarik minat kunjungan wisatawan sekaligus mempromosikan Indonesia sebagai destinasi pariwisata yang berkualitas sejalan dengan visi Kemenparekraf,” kata Wishnutama.

 

Jepang Keluarkan Travel Advisory 16 Negara Terkait Kasus COVID-19

this formate

Seorang pria naik ke dalam kereta di Tokyo. ( Foto: AFP/Charly Triballeau)

TOKYO, bisniswisata.co.id; Jepangkan tingkatkan travel advisory untuk Palestina dan 16 negara lainnya termasuk Nepal, Kenya, dan Venezuela dan memperingatkan warganya tidak mengunjungi daftar negara tersebut di tengah kekhawatiran tentang penyebaran virus corona baru.

Di kutip dari Kyodo, Menteri Luar Negeri Toshimitsu Motegi mengatakan negara-negara tersebut sekarang berada di Level 3, sehingga jumlah total negara dan wilayah berada pada urutan tertinggi kedua pada skala empat poin Kementerian Luar Negeri untuk penyakit menular menjadi 146.

Negara lain yang baru ditambahkan adalah Botswana, Komoro, Liberia, Libya, Madagaskar, Namibia, Paraguay, Republik Kongo, Sierra Leone, Somalia, Sudan, Suriname, dan Uzbekistan.

Mereka diharapkan akan ditambahkan ke daftar negara dan wilayah yang dikenakan larangan masuk bagi wisatawan asing setelah diskusi oleh Dewan Keamanan Nasional.

Perjalanan internasional ke dan dari Jepang melambat karena kontrol perbatasan yang diberlakukan untuk memperlambat penyebaran COVID-19.  

Jumlah pengunjung asing yang masuk dan warga negara Jepang yang keluar telah jatuh lebih dari 99 persen dalam beberapa bulan terakhir dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Amerika Serikat, Cina, dan seluruh Eropa termasuk di antara 129 negara dan wilayah yang telah dicakup oleh larangan masuk, yang berlaku untuk warga negara asing yang telah mengunjungi salah satu wilayah dalam waktu dua minggu setelah tiba di Jepang.

Jepang sejak dulu dikenal sebagai tempat menarik bagi wisatawan Indonesia sehingga tidak heran jika Jepang menjadi destinasi liburan favorit. Sebagian orang menganggap Jepang memiliki budaya dan keindahan alam yang kaya, sehingga perlu dijelajahi setiap sudutnya. Sebagian lagi menganggap Jepang merupakan negeri yang penuh dengan robot canggih dan manga yang membangkitkan imajinasi.

Sebagai negara empat musim, wisata Jepang menawarkan keindahan alam yang memesona dan tidak membosankan untuk dikunjungi. Musim semi saat suasana hangat dan bunga sakura pun mulai mekar, dianggap sebagai musim terbaik untuk jalan-jalan di Jepang.

Sedangkan banyak orang memanfaatkan musim panas untuk berkunjung ke Hokkaido, Pegunungan Chubu, dan Tohoku untuk mencari kesejukan di saat cuaca panas.

Untuk obyek wisata di Tokyo, Meiji-jingu atau Kuil Meiji berada di jantung kota Tokyo dekat distrik Harajuku yang sibuk, dan dikenal sebagai salah satu “pelarian” terbaik dari kota karena perasaan damai dan suasana hening seperti di hutan. Didedikasikan untuk Kaisar Meiji dan istrinya, Permaisuri Shoken.

Wisarawan Indonesia menyukai tempat yang menjadi sebuah oasis untuk mendapatkan ketenangan yang berbanding terbalik dengan kesenangan di Tokyo. Kuil itu sendiri sangat indah dan jika beruntung sering ada acara pernikahan baik cara tradisional maupun modern.

 

 

 

Pulang Libur Turis Jerman Bisa Test Corona Gratis di Bandara Munich

this formate

Wisatawan di Pulau Mallorca, Spanyol, destinasi yang digemari wisatawan Jerman. ( Foto: Google)

MUNICH, bisniswisata.co.id: Liburan musim panas membawa kekhawatiran munculnya gelombang coronavirus di musim gugur nanti di Jerman jika orang yang berlibur tidak berdisiplin diri dan waspada.

Kekhawatiran Menteri Kesehatan Jerman Jens Spahn beralasan karena ulah wisatawan Jerman yang berpesta di pulau Mallorca, Spanyol tanpa mengenakan masker atau, apapun yang terkait dengan praktik social distancing karena virus corona.

Ribuan orang Jerman terbang ke sana sejak negara-negara Uni Eropa membuka kembali perbatasan mereka satu sama lain pada bulan Juni.

Pantai-pantai di bawah sinar matahari Mallorca dan kehidupan malam yang semarak menjadikannya salah satu tujuan liburan paling populer bagi wisatawan Jerman.

Media setempat di pulau Spanyol yang menjadi tempat tujuan wisata favorit warga Jerman, sangat kritis terhadap turis Jerman, dengan menyebut perilaku mereka “kacau”, seolah-olah tidak ada yang pernah mendengar tentang pandemi Corona

Spahn juga memperingatkan bahwa Mallorca “tidak boleh berubah menjadi Ischgl kedua”, merujuk pada sebuah resor ski Austria yang menjadi hotspot COVID-19 dan berkontribusi pada penyebaran pandemi di seluruh Eropa.

Tak heran kalau Markus Soeder, kepala daerah negara bagian Bavaria di Jerman akan segera mulai menawarkan tes virus corona gratis di bandara bagi orang-orang yang kembali dari liburan, Minggu.

Jerman bernasib lebih baik daripada banyak negara tetangganya dalam menekan virus. Tetapi kekhawatiran meningkat bahwa para pelancong yang kembali dari luar negeri dapat membawa lonjakan kasus COVID-19 baru.

 “Saya pikir kita benar-benar harus fokus pada wisatawan yang kembali ini,” kata Soeder kepada penyiar ZDF, media setempat.

Dia mengatakan pemerintah setempat sedang mennyiapkan pusat pengujian di bandara Bavaria “di mana siapa saja dapat diuji secara gratis kapan saja”.

Skema ini diharapkan akan berjalan dalam beberapa hari. Bavaria adalah rumah bagi bandara Munich, terbesar kedua di Jerman setelah Frankfurt, serta beberapa bandara kecil.

Bandara Frankfurt juga memiliki pusat pengujian coronavirus tetapi layanan di sana biayanya antara 59 dan 139 euro ($ 67-159).

Negara bagian selatan Bavaria adalah salah satu daerah yang paling parah terkena dampak Jerman di awal pandemi, sebagian karena penduduk yang kembali dari liburan ski di hotspot coronavirus di Austria tadi.

Sebuah festival bir di kota Bavaria, Mitterteich, tak lama sebelum lokdown Maret dimulai, juga dipersalahkan karena berkontribusi pada penyebaran. Namun sejak saat itu Soeder, telah mendapatkan pujian luas atas penanganannya terhadap krisis, termasuk menolak seruan untuk pelonggaran dini pembatasan coronavirus.

Soeder, yang juga adalah pemimpin partai CSU telah melihat peringkat jajak pendapatnya melonjak sebagai hasilnya.Sebelumnya dia juga berani membatalkan Oktoberfest, festival bir populer yang rutin dilaksanakan di Bavaria setiap Oktober demi alasan keselamatan.

Dia sekarang adalah kandidat pilihan orang Jerman untuk menggantikan Merkel setelah dia mundur tahun depan – meskipun dia tidak secara resmi dalam pemilihan.

 Soeder berulang kali mengatakan “tempat saya di Bavaria” tetapi pengamat politik yakin ia mungkin akan ikut sebagai kandidat kanselir Jerman.           ( sumber: AFP/ Reuters/ VOA)

BACA JUGA: https://bisniswisata.co.id/pariwisata-mulai-bangkit-turis-jerman-mencari-sinar-matahari-hingga-ke-spanyol/

 

ACI Keluarkan Airport Traffic Dataset 2019 Cakup 2.565 bandara di 180 negara

this formate

Tahun lalu Cina dan Vietnam jadi bandara terpesat perkembangannya  ( Foto: ACI)

MONTREAL, bisniswisata.co.id  – Airports Council International (ACI) World  telah menerbitkan Dataset Laporan Lalu Lintas Bandara Dunia yang mencakup lalu lintas penumpang, volume kargo, dan pergerakan pesawat untuk tahun penuh 2019.

Dataset ini memberikan ilustrasi industri penerbangan yang sehat pada tahun 2019. Tahun lalu bandara-bandara dunia menampung 9,1 miliar penumpang, 120 juta metrik ton kargo, dan lebih dari 102 juta pergerakan pesawat.

Mengutip rilis di situsnya, aci.aero Dataset World Airport Traffic Report ( WATR) tahun jtu berisi cakupan data paling komprehensif yang pernah dikumpulkan oleh ACI World.  Ini mencakup jangkauan 2.565 bandara di 180 negara di seluruh dunia.

 “Industri bandara mengalami periode pertumbuhan lalu lintas penumpang yang berkelanjutan pada tahun 2019 tetapi, meskipun pertumbuhan konsisten ini, kami sekarang menghadapi krisis terburuk yang pernah dihadapi industri yang melumpuhkan lalu lintas penumpang maupun pendapatan akibat COVID  -19 pandemi, ”kata Direktur Jenderal ACI World, Luis Felipe de Oliveira.  

Konektivitas yang diberikan dan manfaat untuk bisnis maupun pariwisata merupakan bagian penting dari pemulihan ekonomi global. Industri penerbangan secara langsung menghasilkan 11 juta pekerjaan dan sekitar 60% dari tenaga kerja ini berada di bandara yang menyediakan lapangan kerja, manfaat sosial, dan pengembangan ekonomi bagi masyarakat yang dilayani.

Pada tahun 2019, pertumbuhan layanan udara global tetap konsisten dan tangguh tetapi dampak berkelanjutan dari proteksionisme dan perang dagang terhadap layanan transportasi udara internasional menjulang sebagai tantangan utama untuk pertumbuhan dalam jangka pendek.  Tidak ada yang bisa meramalkan bahwa pandemi global akan membuat industri penerbangan terhenti.

Bandara di beberapa wilayah membuat langkah tentatif menuju pemulihan – bekerja sama dengan maskapai penerbangan dan mitra mereka dalam ekosistem penerbangan – tetapi pemulihan hingga tingkat keberhasilan yang terlihat pada 2019 akan menjadi perjalanan yang panjang dan sulit.

 “Penerbangan adalah pendorong utama ekonomi lokal, regional dan nasional, dan bantuan keuangan langsung pemerintah dan bantuan lainnya sangat diperlukan untuk melindungi operasi, menjaga pekerjaan, dan mendukung pemulihan industri,” Luis Felipe de Oliveira.

Dataset Lalu Lintas Bandara Dunia ACI tetap menjadi sumber otoritatif untuk data global tentang permintaan transportasi udara di seluruh pasar kota besar di Afrika, Asia-Pasifik, Eropa, Amerika Latin-Karibia, Timur Tengah, dan Amerika Utara.  Ini juga merupakan referensi industri utama untuk peringkat dan tren permintaan transportasi udara. 

 Lalu lintas penumpang global tumbuh + 3,5% pada 2019, menjadi total 9,1 miliar penumpang.  Lalu lintas penumpang internasional tumbuh lebih cepat dari lalu lintas penumpang domestik (+ 4,1% berbanding + 2,4%).  

Sementara pertumbuhan tetap positif pada tahun 2019, sebuah bukti ketahanan lalu lintas penumpang dalam menghadapi ketidakpastian global di sektor ekonomi, makanya peningkatan 2019 adalah pertumbuhan tahun-ke-tahun terkecil sejak 2009.

Dataset menunjukkan bahwa, sehubungan dengan lalu lintas penumpang, pusat gravitasi penerbangan terus bergeser ke timur pada tahun 2019.

Sebagian besar bandara besar yang paling cepat berkembang di dunia berada di Asia – delapan dari 30 bandara dengan pertumbuhan tercepat dengan lebih dari 15 juta penumpang  terletak hanya di dua negara: Cina dan Vietnam.

Sementara bandara menangani hampir 120 juta ton kargo udara pada tahun 2019, pasar mengalami tahun terburuk sejak Resesi Hebat mencatat kerugian sebesar -2,2% tahun-ke-tahun.  

Ketegangan perdagangan dan pembatasan perdagangan baru seperti tarif impor yang memengaruhi rantai pasokan global serta kepercayaan bisnis dan konsumen yang lebih lunak berkontribusi sebagian pada pergulatan kargo udara pada 2019.

Secara keseluruhan, pergerakan pesawat meningkat + 1,7% pada 2019 menjadi lebih dari 100 juta pergerakan.  Perkiraan global menunjukkan bahwa, rata-rata, 115 penumpang per pergerakan pada 2019, yang mewakili peningkatan tahun-ke-tahun sebesar + 1,8%.

 

Sensasi ‘Nyemplung’ ke Danau dengan Bus Amfibi di Jepang

this formate

Bus amfibi di Danau Yamba-Agatsumako (foto: Asahi Shimbun)

NAGANOHARA, bisniswisata.co.id: Seperti dalam film-film action, bus ini meluncur cepat dari jalan dan langsung ‘nyemplung’ ke danau. Bedanya, ini bukanlah sebuah adegan dalam film, bukan juga sebuah kecelakaan lalu lintas, melainkan wisata baru yang ditawarkan di Prefektur Gunma, Jepang.

Bus berjenis amfibi ini tidak dapat tenggelam seperti batu saat mencapai danau. Ia justru bisa berlayar melintasi air. Tour bus amfibi di Jepang sebenarnya bukan sesuatu yang benar-benar baru.

Pada 2018 saat ‘Negeri Matahari Terbit’ itu tengah mempesiapkan Olimpiade Tokyo dan Paralimpiade yang sedianya diadakan tahun ini, mereka meluncurkan tour bus yang bisa melaju di jalan aspal maupun perairan. 

Bus yang diberi nama “Tokyo no Kaba” atau “Tokyo’s Hippo” ini melayani rute keliling kompleks perkantoran, tempat hiburan, dan terakhir ‘nyemplung’ ke Teluk Tokyo menyusuri bawah Jembatan Pelangi yang terbentang di atas teluk.

Tapi di Prefektur Gunma, wisata bus amfibi ini baru pertama kali diadakan. Tak tanggung-tanggung, pemerintah kota mengeluarkan dana sebesar 130 juta yen atau sekitar Rp 18 miliar untuk mewujudka wisata ini.

Mereka berharap bus yang akan meluncur ke danau buatan yang berasal dari Bendungan Yamba ini bisa menjadi daya tarik utama kota tersebut, demikian seperti dilansir Asahi Shimbun.

Uji coba telah dilaksanakan di Danau Yamba-Agatsumako pada 11 Juni lalu. Organisasi Kendaraan Amfibi di Jepang yang juga operator bus ini yang melakukannya. Mereka ingin memastikan kendaraan aman untuk digunakan. Selain itu mereka juga melatih para sopir bus. 

Saat uji coba, bus dipacu melaju ke danau. Ketika mendarat, semburan airnya keluar hingga ke jalan. Ketika sudah di danau, bus ini terapung beberapa saat sebelum baling-baling di belakangnya bekerja. Lalu, bus akan melaju dengan kecepatan sepeda memulai perjalanan melintasi danau.

Bus berkapasitas 42 penumpang yang eksteriornya berhias maskot kota ini, dijuluki Yamba Nyagaten-go. Bus amfibi ini akan berjalan sejauh 4 kilometer hingga mencapai bendungan. Penguasa lokal juga telah menjalin kerjasama dengan sejumlah pengelola tujuan wisata di sana seperti pemandian air panas Kawarayu Onsen. Harapannya, atraksi wisata baru ini dapat merevitalisasi kembali kawasan ini.

 

 

Pelaku UMKM Harus Manfaatkan Teknologi Digital Untuk Perluas Peluang Pasar

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio mengajak pelaku UMKM memanfaatkan teknologi digital sehingga dapat membuka peluang pasar yang lebih besar di tengah pandemi.

Wishnutama Kusubandio saat menjadi keynote speaker di seminar online “Pemerintah Hadir untuk UMKM” yang digelar Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo), Selasa (21/7/2020) mengatakan, pandemi COVID-19 membuat era digital terakselerasi lebih cepat dari yang seharusnya. Pandemi ini memaksa hampir semua orang untuk mentransformasi segala kegiatannya ke platform digital.

Pemerintah sendiri bersama dengan banyak kementerian/lembaga menginisiasi kampanye nasional gerakan Belanja Buatan Indonesia yang salah satu tujuannya mendorong pelaku UMKM bertransformasi dari pasar  offline ke online dengan memanfaatkan teknologi.

“Kami bersyukur karena menjadi yang pertama untuk memulai kampanye nasional Bangga Buatan Indonesia lewat program Beli Kreatif Lokal yang kami inisiasi. Saat ini dilanjutkan Kemenkominfo lewat program ‘Kita Bela Kita Beli’,” kata Wishnutama.

Dalam program Beli Kreatif Lokal, Menparekraf mengatakan pihaknya memberikan berbagai pendampingan untuk peningkatan kompetensi pelaku UMKM untuk masuk ke platform digital Diantaranya memberikan pelatihan pembuatan konten komersial yang menarik.

Kemudian membantu aktivasi media sosial UMKM, membuat online group dengan pendamping untuk membantu perencanaan keuangan, stocking  dan membuka channel untuk mendapat demand, dan lainnya.

Juga menyelenggarakan webinar khusus untuk peserta BKL dan konsultasi, membantu pengurusan sertifikat HAKI untuk 200 peserta terpilih mempromosikan dan mengikutsertakan peserta dengan performa terbaik ke program-program kerjasama Kemenparekraf dengan pihak lain. Serta program Bantuan Insentif Pemerintah dengan total dana yang dialokasikan sejumlah Rp 24 miliar.

“Dari jutaan pelaku UMKM yang bergabung, telah dilakukan kurasi terhadap 500 pelaku ekonomi kreatif dan akan terus berlanjut. Diharapkan dengan berbagai dukungan dan fasilitasi tersebut para pelaku UMKM dapat onboarding di 6 mitra e-commerce dan 3 mitra layanan transportasi daring sebagai wujud dari transformasi digital,” kata Wishnutama.

Untuk itu ia berharap agar pelaku UMKM dapat memanfaatkan peluang ini dengan baik. Dengan transformasi ke digital, pemasaran yang dilakukan UMKM akan berjalan lebih cepat dan jangkauannya lebih luas.

Dengan demikian  dapat mempercepat perputaran siklus ekonomi, memperbaiki daya beli masyarakat, dan pada akhirnya mendorong kebangkitan ekonomi pascapandemi.

“Setiap krisis pasti ada peluang, sekali lagi saya sampaikan mari kita manfaatkan peluang ini. Pemerintah bekerja keras dan terus berupaya untuk ciptakan peluang dalam pandemi ini. Oleh karena itu mari kita manfaatkan peluang yang diciptakan ini,”kata Wishnutama.

Di akhir tahun, Kemenparekraf dan KemenKopUKM akan bekerjasama untuk melaksanakan BBI Award yang akan dilaksanakan pada bulan Desember 2020. BBI Awards memiliki 15 kategori, dengan rincian 14 kategori berupa subsektor Ekonomi Kreatif dan 1 kategori UMKM.

“Diharapkan semua ini dapat membawa semangat kita semua untuk berbuat yang terbaik saat pandemi ini. Sekali lagi saya ingatkan bahwa di setiap krisis selalu ada kesempatan. Dan mari kita sama-sama manfaatkan peluang ini,” kata Wishnutama.

“Saya percaya bahwa pelaku UMKM Indonesia memiliki kemampuan untuk berinovasi dan berkreasi bersama-sama. Inovasi dan semangat gotong royong untuk mendorong perkembangan ekonomi kreatif harus terus digaungkan. Mari kita membawa semangat gotong royong kesatuan dan persatuan,” kata Wishnutama.

Sementara Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate mengatakan dalam transformasi digital bagi UMKM bahkan untuk mengantar masyarakat masuk dalam komunitas digital tidak terlepas dari deployment infrastruktur teknologi informasi dan komunikasi (TIK).

Saat ini pemerintah terus berusaha untuk menyelesaikan network infrastruktur TIK, baik middle-mile dan last-mile network untuk menghubungkan konektivitas telekomunikasi sampai titik terdepan. Tidak hanya di wilayah nondaerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) tapi juga di wilayah 3T di Indonesia.

“Sehingga dengan demikian akan tersedia dengan baik infrastruktur untuk ekonomi digital, termasuk yang dibutuhkan untuk UMKM transformasi ke digital ekonomi kita,” kata Johnny G. Plate.

Menurut dia, penting untuk meningkatkan rasio internetifikasi di Indonesia dan memperkecil disparitas internetifikasi antar wilayah dan penduduk. Baik dari sisi jangkauan maupun kualitas layanan internet yang memadai.

Dalam acara ini juga digelar diskusi yang menghadirkan Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik Kementerian Komunikasi dan Informatika Widodo Muktiyo, Head of Public Policy & Government Relations Shopee Radityo Triatmojo, Chief of Communication DANA Chrisma Albandjar, Manager of Public Policy and Government Relations idEA Rofi Uddarojat, dan sejumlah pelaku UMKM.

Diskusi tersebut mendorong para pelaku UMKM untuk menjadikan keterbatasan akibat COVID-19 menjadi _turning point_ untuk segera melakukan transformasi digital.