Tony Fernandes Bicara Soal Transformasi Digital di AirAsia

this formate

          Air Asia lounge (foto: AnalyticsWeeks)

JAKARTA, bisniswisata.co.id: CEO Grup AirAsia Tony Fernandes baru-baru ini bercakap dengan Skift. Dalam wawancara eksklusif tersebut ia mantap menyatakan perusahaan yang dinakhodainya telah bertransformasi total secara digital menjadi perusahaan  yang ia sebut ‘digital lifestyle company’ yang fokus bukan hanya pada travel industri. 

Ia mengklaim AirAsia sebagai perusahaan penerbangan pertama di Asia yang menjual tiket secara online. Jadi menurutnya digitalisasi telah menjadi semacam DNA-nya AirAsia.

Padahal, kenang Tony, dua dekade silam tepatnya pada 2 Desember 2001, ia membeli AirAsia dari DRB-HICOM (BUMN Malaysia), dengan harga hanya 1 ringgit. Kala itu, kinerja maskapai ini terbilang buruk dengan keuangan yang defisit.

“Setiap maskapai [kala itu] tak ada yang menganggap kami,” kenang Fernandes. Semua menertawakan kami. Siapa dia, orang dari bisnis musik ini?” kenangnya. Sekadar info, Fernandes memang sukses membangun karier sebagai eksekutif Warner Music.

“Kini, saya yakin orang dari dunia gitial pun mengatakan hal yang sama: siapa orang dari bisnis penerbangan ini. Tapi waktu yang akan membuktikan. Kami [sebenarnya] tak perawan lagi di dunia digital,” kata Fernandes.

Ubah Slogan

AirAsia baru saja meluncurkan airasia.com, sebuah aplikasi baru yang memiliki lebih dari 15 jenis produk dan layanan di bawah tiga pilar, yaitu travel, e-commerce, dan fintech

Tony Fernandes mengubah slogan yang selama ini melekat dengan bisnis penerbangan murah “Now Everyone Can Fly” menjadi “For Everyone”. Tak hanya itu, logo perusahaan juga diubah menjadi huruf kecil “a” meninggalkan identitas lamanya yang identik dengan maskapai penerbangan.

Tony Fernandes dalam siaran persnya menjelaskan identitas baru perusahaan itu menunjukkan sebagai aplikasi super ASEAN, melengkapi transformasi AirAsia dari maskapai penerbangan digital menjadi platform gaya hidup yang komprehensif untuk semua orang.

Di tengah pandemi COVID-19 dimana industri penerbangan sedang terpuruk, platform airasia.com dapat menjadi sumber penghidupan baru bagi grup perusahaan.

Berikut ini petikan wawancara eksklusif skift dengan Tony Fernandes:

Apakah aplikasi ini akan menjadi poros bisnis atau sandaran di masa depan?

Fernandes mengatakan airasia.com akan menjadi identitas baru sekaligus aplikasi yang menyediakan paket layanan pesawat-hotel, food delivery, dan jasa keuangan.

Dia bahkan memproyeksikan bisnis e-commerce akan memakan porsi 50% aktivitas bisnis grup dalam lima tahun mendatang. 

Saat ditanya bagaimana strategi perusahaan menghadapi perusahaan yang telah lebih dulu berkembang seperti Agoda, Expedia, atau Trip.com dalam hal akuisisi dan pemasaran pelanggan, Fernandes blak-balakan mengatakan: “Kami tidak. Kami tidak bisa. Dan kami tidak akan mencoba.” 

Dia mengatakan strateginya adalah membujuk dan meyakinkan para pemesan tiket lewat platform airasia.com untuk sekalian pesan hotel dan sewa mobil di sana.

Ia yakin strategi ini dapat menambah pelanggan baru di layanan e-commerce. Apalagi menurutnya 70% pelanggan AirAsia membeli tiket lewat situs airasia.com. Ini berbeda dengan maskapai lain yang sebagaian klien membeli tiket melalui agen perjalanan online

“AirAsia akan memasarakan produk e-commerce melalui salurannya sendiri. Ini bukan permainan zero-sum,” kata Fernandes. Maksudnya, tetap saja akan ada banyak pemenang dan e-commerce akan terus bertumbuh meski COVID-19 akan hilang dari muka bumi.

Kadang tak ada salahnya meminjam pedoman yang selama ini dipakai para travel agency online: bermitra [dulu] dengan perusahaan, lalu akhiri kemitraan, kemudian buat sendiri tiruannya.

Expedia grup dan AirAsia telah menjalin kerjasama cukup lama untuk kegiatan di kawasan Asia Pasifik. Kongsi ini pun belum lama berakhir. Kini AirAsia lebih percaya diri untuk jalan sendiri meski untuk mencari hotel, ia masih memanfaatkan sumber dari Expedia.

Fernandes dengan terbuka mengatakan ia memiliki beberapa tutor terbaik di Grup Expedia, di antaranya Chairman Barry Diller dan mantan CEO Dara Khosrowshahi. Ia juga mengakui memperoleh banyak pengalaman lewat usaha patungan tersebut. “Hingga kemudian kami berkata, ‘Lihat, kita bisa melakukan ini sendiri,” kata Fernandes.

Kekuatan data

 “Ketika saya memulai [bisnis penerbangan] 19 tahun lalu, saya pikir kita memiliki model bisnis yang hebat,” katanya. Kini, ia pun merasa yakin telah menemukan model data hebat yang memungkinkan AirAsia mengejar ketertinggalan dari perusahaan yang telah lebih dulu terjun.

Fernandes berpendapat salah satu keunggulan kompetitif perusahaan penerbangan adalah pada kumpulan datanya, termasuk data yang diambil dari program hadiah dan kartu kredit merek bersama. 

“Itulah yang disebut mengenal [dengan baik] pelanggan Anda selama 19 tahun,” katanya. “Ini memiliki data dengan resolusi sangat tinggi, KYC (Know Your Customer Data).”

Fernandes kembali menegaskan AirAsia bukan pencipta model bisnis biro perjalanan online atau food-delivery tetapi ia adalah perusahaan yang belajar dari apa yang sudah dilakukan para pendahulunya. 

Yang dimiliki AirAsia adalah data. “Kami belajar dari mereka semua selama beberapa tahun terakhir. Setidaknya dalam dua tahun ini. Kami telah menempatkan data yang kami miliki pada posisinya. Semua keranjang berada di satu tempat, dengan bantuan Palantir, dengan bantuan Google.”

Mengubah perilaku pelanggan itu sulit

AirAsia tengah bertaruh bahwa mereka dapat mengubah perilaku konsumen. Mereka berharap dapat mengubah pola pikir orang-orang.

Kalau  semula hanya memesan tiket pesawat kini juga mencari penawaran lain seperti memesan hotel bahkan membeli hal-hal di luar bisnis pariwisata seperti baju atau segala yang berkaitan dengan mode.

 “Etos kami tetap sama. Kami tidak akan menjual Hermes di website kami.”  kata Fernandes yang merujuk pada filosofi perusahaan yang menjual tiket murah.

Ia kemudian memberi contoh Grab, perusahaan aplikasi di Asia Tenggara yang memulai usaha dengan hanya menawarkan tumpangan atau Amazon yang awalnya menjual buku. Fernandes berpendapat perusahaan itu kemudan berkembang pesat.

 “Amazon adalah pemimpinnya. Selama bertahun-tahun mereka menjual buku. Sekarang mereka menjual ruang cloud.”katanya

Tony juga menuturkan telah mempercepat bisnis digital dan memperluas penawaran produk airasia.com dari perjalanan ke kehidupan sehari-hari.

Sama seperti cara perusahaan membangun AirAsia sebagai merek, airasia.com akan muncul sebagai aplikasi super Asean, pendamping perjalanan dan gaya hidup. 

“Saya tidak sabar menunggu semua orang merasakan airasia.com dan semua yang ditawarkannya saat dunia siap melakukan perjalanan lagi,” ujarnya.

 

Pelaku Usaha Wisata Selam Dorong Penerapan Protokol CHSE

this formate

Wisata selam perlu menerapkan CHSE ( Foto : Haruan Nasional )

DENPASAR, Bali, bisniswisata.co.id: Pelaku usaha wisata selam di Bali siap menerapkan protokol kesehatan berbasis CHSE (Cleanliness, Healthy, Safety, and Environmental Sustainability) untuk meningkatkan minat dan kepercayaan wisatawan nusantara dan mancanegara sebagai upaya membangkitkan kembali pariwisata Indonesia, terutama wisata selam yang terpuruk akibat pandemi COVID-19.

Rizki Handayani, Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggara Kegiatan (Events) Kemenparekraf /Baparerkraf menyatakann kegembiraannya atas kesiapan para diver itu.

 

Berbicara pada  “Sosialisasi Panduan CHSE Usaha Wisata Selam” di Prime Plaza Hotel and Suites Sanur, Denpasar, Bali, Senin (12/10/2020), Rizki Handayani mengatakan, wisata selam merupakan salah satu subsektor yang menjadi daya tarik utama dari sektor pariwisata Tanah Air.

Hampir 30 persen destinasi yang ada di 10 Destinasi Super Prioritas (DSP) adalah destinasi wisata bahari dan wisata selam. Oleh karena itu Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif sebelumnya telah mengeluarkan panduan protokol kesehatan berbasis CHSE untuk wisata selam.

“Kita harapkan panduan ini menjadi acuan bagi teman-teman pelaku wisata selam ketika para tamu kembali datang (ke Indonesia), kata Rizki Handayani.

Dengan panduan inilah kita bisa meningkatkan standar kualitas pariwisata nasional, meningkatkan kepercayaan wisatawan nusantara dan wisatawan global, dan perlahan-lahan memulihkan sektor pariwisata kita, tambahnya.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, lanjut Rizki, kunjungan wisatawan mancanegara ke berbagai destinasi wisata di Indonesia menurun drastis akibat pandemi COVID-19. Dari sekitar 1,2 juta kunjungan wisatawan mancanegara pada bulan Januari 2020, menjadi sekitar 159 ribu kunjungan pada bulan Juli 2020.

Rizki pun mengajak para pelaku wisata selam menggaungkan panduan ini ke wisatawan. Lewat sosialisasi tersebut nantinya diharapkan penerapan protokol kesehatan dapat memperkuat kepercayaan para wisatawan untuk berkunjung ke Indonesia, selain karena tergugah oleh keindahan alam bawah laut yang dimiliki Indonesia, terutama Bali.

“Saya harapkan acara hari ini bisa menjadi langkah awal kita untuk mewujudkan penerapan panduan CHSE di kalangan pelaku usaha. Saya juga berharap kegiatan  ini menjadi salah satu upaya kita bersama untuk menginformasikan dan mengkomunikasikan panduan CHSE kepada wisatawan, ” tuturnya.

Dengan demikian calon wisman memahami bahwa Indonesia terus bersiap menghadapi situasi _new normal_ dan bersiap membuka kembali kegiatan pariwisata sesuai aturan kesehatan yang berlaku di seluruh dunia.

Dalam menyusun panduan protokol CHSE wisata selam ini, Kemenparekraf bekerja sama dengan Divers Alert Network (DAN) Indonesia.

Panduan protokol kesehatan berbasis CHSE untuk wisata selam dapat diakses oleh seluruh stakeholders wisata selam di situs www.kemenparekraf.go.id.

Acara ini juga dihadiri oleh Tim Penyusun CHSE Usaha Wisata Selam Kemenparekraf, Daniel Abimanju Carnadie, dan Bayu Wardoyo; President & CEO Divers Alert Network (DAN) serta William M. Ziefle; dan Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali, Putu Astawa.

Dalam kesempatan itu, Daniel Abimanju Carnadie, menuturkan buku panduan CHSE disusun dengan sederhana dan seringkas mungkin agar memudahkan pembaca untuk memahami isi panduan di dalamnya.

“Buku panduan ini terdiri dari panduan umum dan panduan khusus. Panduan umum terkait berbagai macam hal yang umum seperti mencuci tangan, menjaga jarak, dan mengukur suhu tubuh,”

Sementara panduan khusus menjelaskan hal yang lebih spesifik, berlaku bagi pelaku usaha wisata selam, pekerja, pelanggan atau wisatawan, aktivitas, dan pengelolaan tempat usaha wisata selam, kata Daniel.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali, Putu Astawa, mengapresiasi pelaksanaan sosialisasi ini. Ia berharap pelaksanaan sosialisasi ini bisa membawa perkembangan positif bagi pariwisata bahari di Pulau Dewata.

“Terima kasih kepada Kemenparekraf atas penyelenggaraan acara ini. Semoga ke depannya pariwisata Bali bisa meningkat, mulai dari jumlah kedatangan wisatawan hingga peningkatan durasi tinggal wisatawan di Bali ini,” ucap Putu Astawa.

 

 

Kios “Check-in” Mandiri di Terminal 3 Bandara Dubai

this formate

DUBAI, bisniswisata.co.id: Memperlancar dan memudahkan pelayanan perjalanan di bandara, manajemen penerbangan Emirates memperkenalkan layanan fasilitas mandiri kios check-in dan penyerahan bagasi mandiri di Terminal 3 Bandara Internasional Dubai.

Layanan ini tersedia untuk penumpang yang akan bepergian ke semua tujuan Emirates kecuali ke AS, Kanada, Cina, India dan Hong Kong. Pasalnya negara- negara tujuan terbang tersebut, menetapkan sejumlah persyaratan tambahan bagi setiap penumpang baik sekadar transit mau pun menjadi tujuan akhir.

Sebanyak 16 mesin penyerahan bagasi mandiri dan 8 kios layanan mandiri baru melengkapi meja check-in yang diawaki oleh agen Emirates untuk mengurangi waktu tunggu pelanggan selama periode puncak dan meningkatkan pengalaman pelanggan di Dubai. Fasilitas layanan mandiri akan ditambahkan dalam beberapa bulan mendatang.

Kios check-in mandiri, memungkinkan pelanggan untuk check-in, menerima boarding pass, memilih kursi di pesawat dan menyerahkan bagasi mereka. Walau pun staf Emirates siap membantu jika diperlukan, fasilitas ini sepenuhnya memberikan layanan mandiri, yang memungkinkan pelanggan untuk menjalani proses checkin dan penyerahan bagasi dengan lancar dan langsung menuju ke imigrasi. Fasilitas dibersihkan dan didesinfeksi secara teratur, dan pembersih tangan juga tersedia untuk para pelanggan.

Penawaran baru ini merupakan bagian investasi berkelanjutan Emirates dalam produk dan layanan untuk memberikan pengalaman perjalanan tiada banding di darat dan di udara. Solusi ini dikembangkan Emirates bersama Dubai Aviation Engineering Projects dan Dubai Airports. Kios check-in mandiri akan terus ditingkatkan untuk menawarkan fitur-fitur baru di masa mendatang, termasuk layanan tanpa sentuh dan memungkinkan pelanggan untuk melakukan pemesanan ulang sendiri.

Fleksibilitas dan Jaminan

Kebijakan pemesanan Emirates menawarkan fleksibilitas dan kepercayaan kepada pelanggan untuk merencanakan perjalanan mereka. Pelanggan yang membeli tiket untuk perjalanan pada atau sebelum 31 Maret 2021 dapat menikmati syarat dan opsi pemesanan ulang jika harus mengubah rencana perjalanan mereka.

Pelanggan dapat mengubah tanggal perjalanan, memperpanjang masa berlaku tiket selama dua tahun, atau mengubah tiket menjadi voucher perjalanan untuk digunakan pada pembelian terkait penerbangan di masa mendatang untuk diri sendiri atau keluarga dan teman-teman.

Tes PCR COVID-19

Pelanggan Emirates yang membutuhkan sertifikat tes PCR COVID-19 sebelum berangkat dari Dubai dapat memanfaatkan harga khusus di American Hospital dan klinik satelit mereka di seluruh Dubai hanya dengan menunjukkan tiket atau boarding pass. Pemeriksaan di rumah atau kantor juga tersedia dengan hasil dalam waktu 48 jam.

Perlindungan Global Gratis untuk COVID-19

Penumpang Emirates dapat bepergian dengan percaya diri karena maskapai akan menanggung biaya pengobatan jika telah didiagnosis dengan COVID-19 selama perjalanan. Kebijakan ini berlaku sampai 31 Desember2020 selama 31 hari sejak pelanggan Emirates pertama terbang. Artinya, pelanggan dapat terus menikmati perlindungan ini bahkan jika berpergian ke kota lain setelah tiba di tujuan Emirates. *

Studi Ini Ungkap Risiko Rendah Penularan Virus Corona di Dalam Pesawat

this formate

Penularan virus corona dalam pesawat diyakini rendah (foto: avionews)

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Studi terkini menunjukkan tingkat risiko yang rendah penularan virus corona di dalam pesawat selama penerbangan. Asosiasi Transportasi Udara Internasional (IATA) melaporkan bahwa sejak awal 2020 hingga saat ini, jumlah kasus orang terinfeksi virus corona di dalam pesawat hanya 44.

Jumlah itu relatif kecil jika dibandingkan dengan total penumpang pesawat selama periode yang sama yang mencapai 1,2 miliar.

“Risiko seorang penumpang tertular COVID-19 saat di dalam pesawat, nampaknya sangat rendah. Dengan hanya 44 kasus di antara 1,2 miliar pelancong berarti hanya ada satu kasus untuk setiap 27 juta penumpang pesawat,” kata Dr. David Powell, penasihat medis IATA, seperti dilansir Traveldailynews.

Apalagi menurutnya sebagian besar kasus tersebut terjadi sebelum aturan memakai masker secara luas diberlakukan.

Sementara itu hasil riset terpisah para produsen pesawat termasuk Airbus, Boeing dan Embrarer, memberi jawaban mengapa infeksi virus dalam pesawat relatif rendah.

Meski metedologinya sedikit berbeda, semua mengarah pada satu kesimpuluan bahwa sistem aliran udara dalam pesawat mampu mengontrol pergerakan partikel di kabin yang pada akhirnya dapat membatasi penyebaran virus.

Lebih detil studi ini menunjukkan sejumlah faktor yang dapat menurunkan risiko infeksi virus corona dalam pesawat. Selain sistem aliran udara, ada juga filter penyaringan yang kuat HEPA (High Efficiency Particulate Air) yang mampu memastikan kualitas udara dan kebersihan kabin terjaga.

Selain itu, tingginya tingkat pertukaran udara terbukti dapat mengurangi risiko penularan penyakit dalam pesawat selama kurun waktu normal.

Apalagi sekarang ada aturan tambahan pemakaian masker. Ini memberi perlindungan ekstra yang cukup signifikan. Penumpang dapat duduk di kabin dengan perasaan lebih aman dibandingkan berada di dalam ruangan pada banyak tempat lain.

Pesawat terbang memang didesain dengan karakteristik khusus dan terbukti berkontribusi pada rendahnya tingkat transmisi virus dalam kabin. Ini termasuk:

Memungkinkan terjadinya tatap muka yang terbatas karena seluruh penumpang duduk menghadap ke depan dan bergerak sangat sedikit

Posisi kursi yang berjajar ke depan memberi efek penghalang fisik bagi pergerakan udara. Desain pesawat memungkinkan aliran udara diarahkan dari langit-langit ke lantai pesawat dan bukan ke depan

Tingginya udara segar yang masuk ke dalam kabin. Udara dalam pesawat bertukar 20-30 kali per jam. Bandingkan dengan rata-rata yang terjadi di dalam ruangan kantor atau sekolah yang masing-masing bertukar hanya 2-3 kali per jam dan 10-15 kali per jam.

Pemasangan filter HEPA mampu membersihkan bakteri atau virus lebih dari 99,9%. Ini memberi jaminan bahwa pasokan udara yang masuk ke kabin bukan jalur yang ideal bagi mikroba.

 

Bebez: Pengembangan Wisata Banjarmasin Maupun Kalsel Bisa Mengacu Tri Hita Karana

this formate

Ketua Departemen Pariwisata Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat, Hilda Ansariah Sabri, melongok desa-desa wisata di kota Banjarmasin sesuai program kerja pengembangan desa wisata organisasi profesi itu. Berikut laporan perjalanannya bagian ke tiga

BANJARMASIN,bisniswisata.co.id: Namanya       Ir. Mohammad Bezqoni, 40,  Ketua Himpunan Pramuwisata Indonesia ( HPI) cabang Kota Banjarmasin. Ayah tiga anak jebolan Fakultas Geodesi Institut Tekhnonogi Bandung ( ITB) ini terlalu asyik menjadi tour leader di Bandung sehingga tidak menuntaskan kuliahnya di perguruan tinggi bergengsi itu.

Sosok Bebez yang menjadi Ketua HPI Kota Banjarmasin dan Ketua Asosiasi Pelaku Pariwisata Indonesia ( ASPPI) se Kalimantan Selatan inilah yang mendampingi kunjungan saya di kota Banjarmasin sehingga waktu yang ada bisa efektif dan efisien karena networking yang dimilikinya demikian luas untuk mendapatkan nara sumber yang dibutuhkan. 

Sadar akan kewajibannya untuk menuntaskan kuliah dan mendapatkan gelar sarjana, akhirnya saat hijrah ke Surabaya. Bebez masuk ke perguruan tinggi swasta mengambil jurusan Tekhnik Industri dan menyelesaikan strata satu di kota Pahlawan itu.

Di Banjarmasin, kota kelahirannya, sang ibu, Hj. Ristiaty Fairid Rusdi yang menjadi Wakil Ketua ASITA Kalsel merasa lega dan berharap sulung dari 4 bersaudara ini mau bergabung dengannya mengelola PT Annisa  Purnama Wisata Tour & Travel. Namun Bebez lebih suka merantau dan belajar dari berbagai travel agent besar di dalam dan luar negri.

Kembali ke Banjarmasin dan mengikat janji dengan Chusnul khotimah atau akrab dipanggil Sinyo asal Palaihari, Kalsel. Bebez yang kini memiliki dua putri dan satu putra ( Kiki, Keyla dan Ibra) mengaku banyak meninggalkan anak dan istri karena profesinya sebagai pemandu wisata dari sebuah perusahaan di Kanada.

” Saya lebih banyak melayani wisman di Bali sehingga sering dijuluki tante saya sebagai ” Bang Toyib” yang jarang pulang. Setiap kali acara keluarga selalu diwakili oleh anak & istri,” ungkap Bebez tergelak.

Meski sibuk dengan pekerjaan, begitu ada peluang beasiswa untuk mendalami bisnis tour & travel di negara Kolombia, Amerika Selatan langsung disambernya tanpa ada keraguan. 

Keikhlasan istri dan anak-anak untuk ditinggal imam mereka ke negri yang jauh mendorong tekad Bebez untuk bersungguh-sungguh mengikuti program pendidikan dan berkutat di dunia kampus lagi.

” Ada pepatah bilang bahwa kesempatan tidak datang dua kali. Memang negaranya jauh tapi dilewati garis khatulistiwa juga seperti di Indonesia jadi saya yakin tidak sulit hidup di alam tropis,” ungkapnya.

Republik Kolombia ialah sebuah negara di barat laut Amerika Selatan yang hutannya lebat. Sekitar 72% merupakan kawasan hutan. Kolombia berbatasan dengan Laut Karibia di sebelah utara, dan barat laut berbatas dengan Venezuela dan Brasil di timur; Peru dan Ekuador di selatan; serta Panama dan Samudra Pasifik di barat. 

Satu hal lagi yang ingin dipelajarinya adalah Kolombia merupakan negara penghasil kopi terbesar kedua di dunia setelah Brasil. Sama seperti Indonesia yang juga memiliki beragam jenis kopi unggulan.

Negara yang dilintasi garis khatulistiwa ini juga penghasil zamrud. Hampir 95% konsumsi zamrud dunia berasal dari negara ini. Luas wilayahnya sekitar 2,5 kali luas pulau Sumatra.

Keputusannya untuk ke Kolombia memang tepat karena beasiswa diterima dari peserta mancanegara sehingga hingga kini Bebez masih terhubung dengan ” saudara” barunya lewat telpon maupun media sosial masing-masing.

Demi memajukan sektor wisata, teman-temannya di program Kolombia juga punya visi yang sama. Para peserta yang datang dari berbagai belahan dunia itu ingin berkontribusi langsung pada pengembangan pariwisata di kota asal dan negaranya masing-masing.

Dalam waktu singkat, mereka langsung akrab dan saling mendukung. Apalagi bukan kuliah di kampus semata karena selebihnya juga jalan-jalan keobyek wisata utama Kolombia.

Kesempatan jalan-jalan ternyata Bebez mengaku bisa meluruskan imej tentang Islam identik dengan teroris. Saat mau sholat, Bebez senang sholat dialam terbuka dan menjadi tontonan orang banyak.

” Kalau dikenang, rasanya ingin menangis karena mereka yang selalu sibuk mencarikan makanan berupa sayuran dan daging ayam karena tahu Muslim tidak makan babi. Saat mau sholat di teras kampus atau dimana saja maka merekalah yang menjaga disekeliling agar ibadah saya bisa khusuk tak perlu terbirit-birit,” jelas Bebez.

Bezqoni saat mengikuti program di Kolombia dan saat membawa wisatawan mancenegara berwisara ke berbagai daerah

Ujung Tombak Pariwisata Kalsel

Pandemi global COVID-19 yang melanda 215 negara di dunia memang membuat industri pariwisata dunia langsung terpuruk akibat bencana penyakit yang disebabkan virus Corona itu.

Industri pariwisata Banjarmasin lumpuh total selama 7 bulan terakhir begitu juga dengan nasib 20 pemandu wisata di kota Banjarmasin yang harus banting stir mencari nafkah di luar bisnis pariwisata.

Bebez sendiri melakukan budidaya ikan Nila dan lele, menanam sayuran di pot-pot dan halaman rumah, menjual burger Sabak secara online yang sudah dirintisnya sejak setahun lalu. Bisnis lainnya adalah membuat pakan ikan dengan budidaya belatung.

Beruntung dia boleh memanfaatkan lahan dan rumah orangtunya, Ir. H. Fairid Rusdi di Handil Bakti, daerah pinggiran kota tempat dia bisa membuat latihan budidaya ikan dan belatung bagi anggota HPI maupun ASPPI yang mau belajar.

“Alhamdulilah dimasa jeda yang panjang ini sejumlah anggota bisa bertahan hidup dengan aktivitas budidaya ini. Hal yang penting adalah menyikapi keterpurukan dengan terus aktif dan bersikap optimistis,” kata Bebez.

Di era New Normal ketika aktivitas mulai menggeliat dan maskapai mulai melayani rute-rute penerbangannya, Bebez berinisiatif untuk mengoperasikan bus wisata milik Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Kalsel untuk segera difungsikan. 

Saat launching Febuari 2020 lalu ketika Banjarmasin menjadi tuan rumah Hari Pers Nasional, dua bis wisata itu parkir panjang di halaman kantor saja.

” Sejak diresmikan bersama Presiden Jokowi, Gubernur Kalsel Panan Birin dan para menteri yang sudah berkeliling dengan bis wisata itu di area halaman Gubernuran, Banjar Baru, bis wisata Bajajalan mangkrak karena pandemi global,” kata Bebez.

Pada 6 Oktober 2020 lalu bis wisata terbuka Bajajalanan keliling dioperasikan dengan biaya Rp 10 ribu per orang bagi warga maupun wisatawan yang ingin bersantai sambil rekreasi menikmati Kota Banjarmasin.

Bis wisata ini dikelola tiga asosiasi pariwisata, seperti ASITA, Asosiasi Pelaku Pariwisata Indonesia (ASPPI) Kalsel dan Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Kalsel.

Kehadiran bis terbuka yang didukung Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Kalsel ini, diharapkan mampu menarik minat wisatawan untuk berekreasi meski di tengah pandemi COVID-19 yang belum mereda.

” Kami terus evaluasi karena harga yang berlaku sekarang tidak mengcover biaya untuk supir, pemandu wisata maupun biaya operasional karena didera pandemi hanya bisa untuk kapasitas maksimum 15 orang ” ujarnya.

Bebez akan mengusulkan biaya minimal Rp 50.000/orang,  bahkan mungkin bisa lebih tinggi karena di sejumlah ibukota provinsi seperti di Bandung, Solo, Jogja sudah beroperasi bis wisata keliling layaknya restoran berjalan sambil menikmati suasana kota dan menikmati snack.

” ATM itu kan bisa juga diartikan dengan Amati, Tiru dan Modifikasi, jadi dalam hal pengelolaan bis wisata keliling kita juga terapkan yang baik untuk kondisi di Banjarmasin,” tambahnya.

Saat ini, Bebez bersama anggota HPI turun langsung bergiliran menjadi pemandu di bis yang start mulai Taman 0 Kilometer, Jalan Sudirman, RE Martadinata, MT Haryono, Pangeran Samudera, Sutoyo S, R Suprapto, A Yani, Gatot Subroto, P Hidayatullah, Adhiyaksa, Hasan Basri dan kembali ke 0 Kilometer, paparnya.

Tri Hita Karana

Didalam agama Hindu ada sebuah ajaran yang disebut Tri Hita Karana. Tri Hita Karana terbentuk dari tiga kata, Tri  yang berarti tiga, Hita yang berarti kebahagiaan atau sejahtera, Karana yang berarti sebab atau penyebab. Jadi Tri Hita Karana mempunyai arti tiga penyebab kebahagiaan.

Melakukan guiding di Bali membuat Bebez akrab dengan ajaran Hindu tersebut. Terlebih, keberadaan subak di Bali yang menerapkan filosofi dari Tri Hita Karana. 

Bis wisata Bajajalanan mulai beroperasi 6 Oktober lalu.

Jatiluwih adalah salah satu destinasi wisata di Indonesia yang membuatnya jadi salah satu tempat tujan para wisatawan. Subak Jatiluwih, Tabanan, adalah contohnya Tri Hita Karana itu.

Subak Jatiluwih adalah warisan budaya tak benda yang ditetapkan UNESCO pada tahun 2012. Selain masih asli dan asri jika dibandingkan subak lain di Bali yang banyak dibatasi taman beton (bangunan), 

Varietas padi yang ditanam di subak Jatiluwih adalah varietas lokal yakni padi bali merah. Ketiga, secara estetika pemandangan subak Jatiluwih juga terlihat indah.

Keempat, subak Jatiluwih masih mengikuti aturan tradisional dalam melestarikannya. Karena subak inilah Desa Jatiluwih juga menjadi desa wisata yang telah ditetapkan sejak tahun 1993.

Menurut Bebez, konsep kosmologi Tri Hita Karana merupakan falsafah hidup tangguh. Falsafah tersebut memiliki konsep yang dapat melestarikan keaneka ragaman budaya dan lingkungan di tengah hantaman globalisasi dan homogenisasi.

“Pada dasarnya hakikat ajaran Tri Hita Karana menekankan tiga hubungan manusia dalam kehidupan di dunia ini. Ketiga hubungan itu meliputi hubungan dengan sesama manusia, hubungan dengan alam sekitar, dan hubungan ke Tuhan yang saling terkait satu sama lain,” .

Setiap hubungan memiliki pedoman hidup menghargai sesama aspek sekelilingnya. Prinsip pelaksanaannya harus seimbang, selaras antara satu dan lainnya. Apabila keseimbangan tercapai, manusia akan hidup dengan menghindari daripada segala tindakan buruk. Hidupnya akan seimbang, tenteram, dan damai.

” Dalam ajaran Islam,  Tri Hita Karana ini juga sudah lebih lengkap sehingga para pemangku kepentingan yang ditugaskan untuk mengembangkan pariwisata di daerahnya tinggal terapkan. Pariwisata Kalsel yang keunggulannya di wisata alam juga perlu menerapkannya,” kata Bebez.

Dengan menerapkan falsafah tersebut diharapkan dapat menggantikan pandangan hidup modern yang lebih mengedepankan individualisme dan materialisme. Membudayakan Tri Hita Karana akan dapat memupus pandangan yang mendorong konsumerisme, pertikaian dan gejolak

” Para pimpinan daerah yang diamanahkan untuk mengembangkan pariwisata di daerahnya, marilah kita menjaga alam. Artinya pasar terapung Kuin yang hampir punah gegara kebijakan salah dari pimpinan kita bangkitkan lagi,”

Banjarmasin yang dijuluki kota Seribu Sungai, peliharalah Sapta Pesonanya, menerapkan unsur Aman, Tertib, Bersih, Sejuk, Indah, Ramah-tamah dan Kenangan.

 “Sungai bukan bak sampah, jangan kotori dengan sampah rumahtangga maupun sampah pabrik. Jadi kebijakan, peraturan pemerintah harus bisa menjaga sungai tetap bersih. Bagaimana kalau warganya tidak mendukung ? apa sangsinya ?,” kata Bebez.

Kasus lainnya, kata bebez, Pemerintah mungkin punya niat baik bahwa tanah yang tak dapat produktif di sulap agar bisa ditanami maka diolah dengan bahan kimia tapi akhirnya mencemari sungai yang menjadi sumber kehidupan warga.

” Ikan, udang serta penghuni sungai lainnya tercemar oleh bahan kimia. Termasuk kebijakan para perajin kain Sasirangan di sepanjang sungai Martapura yang membuang limbah pewarnaan kain ke sungai,” terangnya.

Banyak kebijakan yang akhirnya menutup mata pencaharian pasar terapung tapi tidak disadari oleh pemerintah sehingga akhirnya aset pariwisata Banjarmasin itu nyaris punah.

” Oleh karena itu kalau studi banding ke daerah lain atau negara lain belajarlah terus hubungan manusia dengan Tuhan, dengan sesama manusia dan juga dengan alam semesta ciptaan Tuhan ” kata Bebez dengan mimik muka serius. 

Alhasil perjalanan dari desa wisata dan kampung-kampung wisata di kota Banjarmasin yang didampingi ketua ASPPI Kalsel ini menjadi lebih bermakna, penuh filosofi dan religius. Terima kasih Bebez atas pencerahannya. 

 

Cara Tetap Aktif Saat Bepergian ke Luar Negeri

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Perjalanan ke luar negeri bisa menjadi salah satu perjalanan paling aktif yang pernah Anda alami. Melihat semua pemandangan membutuhkan banyak berjalan kaki, dan banyak kota terbaik untuk dikunjungi di dunia tidak dibangun di atas tanah datar.

Dilansir dari Travel Daily News, meski tergantung pada jenis perjalanan yang Anda lakukan, namun pasti anda lebih banyak duduk daripada biasanya. Penerbangan panjang dan tour bus akan membuat kaki Anda lelah.

Pertunjukan dan konser dapat membuat Anda duduk berjam-jam, dan kamar hotel kecil bukanlah yang terbaik untuk berolahraga di pagi hari. Belum lagi bahwa banyak berjalan kaki dapat membuat kaki Anda sakit, tetapi Anda tidak akan mendapatkan latihan kardio saat berjalan-jalan.

Namun, jangan khawatir, karena kami memiliki beberapa saran yang akan membantu Anda menemukan cara untuk terus bergerak, memompa jantung, dan membuat Anda merasa baik meskipun jet lag dan diet perjalanan yang penuh dengan natrium dan gula.

Rawat otot yang kaku dan persendian

Rasa sakit karena duduk adalah salah satu hambatan terbesar untuk aktif saat bepergian ke luar negeri. Setelah penerbangan 15 jam, misalnya, hal terakhir yang ingin Anda lakukan adalah berolahraga. 

Namun, penting untuk membuat diri Anda bergerak lagi secepat mungkin, atau Anda mungkin mulai lebih ketat. Duduk dalam jangka waktu yang lama bahkan membuat Anda rentan terhadap pembekuan darah di kaki Anda.

Stimulasi aliran darah, bantu otot Anda rileks, dan lawan peradangan dengan krim CBD. Ketika Anda memijat hanya dengan sedikit krim CBD Anda akan cepat lega karena Anda menargetkan kelompok otot tertentu dan mendapatkan dosis penyembuhan  langsung.

Konsumen yang ingin menuai manfaat potensial cannabidiol (CBD), cannabinoid non-memabukkan yang sangat populer ditemukan di tanaman ganja, kemungkinan besar tidak hanya akan menemukan minyak CBD, tetapi juga berbagai krim CBD dan topikal lainnya.

Faktanya, sejak Undang-Undang Pertanian 2018 melegalkan produk CBD, pasar kesehatan dan kebugaran telah dibanjiri dengan serangkaian topikal yang diresapi CBD. Munculnya CBD telah memberi banyak orang cara legal untuk mencari bantuan terapeutik.

Namun, konsumen yang tidak terbiasa dengan manfaat medis CBD, mungkin bertanya-tanya, apa kegunaan krim CBD? Bagaimana bisa membantu kondisi atau penyakit saya lebih baik daripada minyak CBD? ”

Tingkatkan keefektifan lebih banyak lagi dengan mengonsumsi permen karet CBD  jika legal di negara tujuan Anda bepergian.

* Catatan: Periksa hukum di negara tujuan Anda untuk memastikan bahwa produk CBD Anda legal sebelum Anda naik ke pesawat. Topikal CBD umumnya baik-baik saja di mana saja, tetapi CBD yang dapat dikonsumsi memiliki beberapa batasan ketat di sebagian besar negara Asia dan Timur Tengah.

Gunakan aplikasi untuk menemukan rute lari yang bagus

Jika Anda suka berlari dan Anda ingin sekali berolahraga kardio saat bepergian, gunakan aplikasi untuk menemukan rute yang tepat. Beberapa aplikasi memungkinkan Anda menyesuaikan tingkat kesulitan, dan Anda dapat menemukan rute yang akan membawa Anda ke situs terbaik di wilayah Anda.

Saat berada di area asing, selalu ada baiknya untuk mengambil tindakan pencegahan ekstra untuk memastikan keselamatan Anda. Jangan lupa untuk memberi tahu mitra perjalanan Anda ke mana tujuan Anda dan berapa lama Anda berniat untuk pergi — dan pastikan Anda membawa ponsel Anda.

Ikuti kelas di gym atau studio

Mengikuti kelas olahraga adalah cara yang bagus untuk bertemu orang baru, mempelajari teknik dan gerakan baru. Mengambil kelas olahraga saat bepergian ke luar negeri membawa segalanya ke tingkat yang baru. 

Hal Ini akan memberi Anda kesempatan untuk melihat hal-hal seperti orang lokal, bertemu orang-orang yang akan memberi Anda petunjuk tentang cara melakukan squat yang lebih baik dan tempat makan terbaik.

Anda mungkin bisa mendapatkan tarif diskon untuk biaya satu atau dua kelas karena Anda bepergian; dan Anda bisa mendapatkan perspektif yang sama sekali baru tentang rutinitas olahraga yang sama yang telah Anda latih selama bertahun-tahun.

Tetap terhidrasi

Ketika Anda keluar dari rutinitas normal Anda, Anda mungkin lupa untuk minum air dalam jumlah yang sama seperti yang biasanya Anda lakukan — namun Anda mungkin kehilangan lebih banyak dari biasanya. 

Menginap di hotel, berada di lingkungan yang berbeda, dan makan di luar membuat lebih sulit untuk mendapatkan semua air yang Anda butuhkan. Namun, ini adalah salah satu hal terpenting yang dapat Anda lakukan untuk mendapatkan hasil maksimal dari perjalanan Anda.

Bergantung pada waktu dan wilayah perjalanan Anda, tetap terhidrasi dapat menyelamatkan Anda dari sengatan panas. Paling tidak, itu akan melawan kelelahan dan kram otot. 

Sebagai aturan umum, Anda sudah mengalami dehidrasi saat Anda haus, jadi jangan gunakan itu sebagai indikator berapa banyak air yang harus Anda minum. Alih-alih, cari tahu berapa asupan ideal Anda berdasarkan berat badan dan aktivitas fisik Anda, kemudian usahakan untuk minum setidaknya sebanyak itu setiap hari.

Pikiran terakhir

Jika Anda sedang berlibur ke luar negeri, Anda harus bersenang-senang! Pastikan Anda merawat diri sendiri dengan baik, dan cobalah untuk melakukan aktivitas fisik sehingga Anda dapat merasakan yang terbaik tidak peduli seberapa banyak Anda harus duduk.

Namun, jangan stres karena melewatkan satu atau dua hari latihan kardio jika Anda sedang keluar dan ingin menikmati waktu perjalanan. Itu semua akan ada di sana menunggu Anda ketika Anda kembali ke rumah.

 

Hawaii Akan Buka kembali untuk Turis Tentatif 15 Oktober 2020.

this formate

HONOLULU, bisniswisata.co.id: Sejak Juni, Hawaii telah bolak-balik dalam pengambilan keputusannya yang memungkinkan wisatawan untuk kembali tanpa karantina wajib selama 14 hari. Setelah mengumumkan tanggal target tentatif untuk membuka kembali tiga kali sebelumnya.

Gubernur David Ige telah mengumumkan tim kepemimpinan baru yang akan mengawasi tanggapan kesehatan masyarakat negara bagian itu terhadap Covid-19 dan program pengujian pra-perjalanan untuk Covid-19, yang akan dimulai 15 Oktober.

Dilansir dari CNN Travel, program pengujian, yang awalnya diumumkan oleh Ige pada 24 Juni, memungkinkan penumpang yang masuk menghindari karantina selama mereka diuji dalam 72 jam sebelum keberangkatan.

Hasil harus berasal dari tes amplifikasi asam nukleat resmi FDA (NAAT) yang dilakukan oleh laboratorium bersertifikat CLIA.

Selain itu, penumpang yang tiba diharapkan untuk diperiksa suhu mereka dan harus mengisi formulir kesehatan perjalanan. Jika pengunjung datang tanpa hasil tes yang diminta, mereka akan dikarantina selama 14 hari atau sampai mereka memberikan bukti tes negatif.

Enam bulan yang panjang

Ketika Covid-19 mulai mendatangkan malapetaka di pulau Hawaii, Ige melembagakan karantina wajib 14 hari untuk pengunjung dan penduduk yang kembali pada 26 Maret.

Pada tanggal 14 Juni, dia berharap bahwa penutupan tersebut telah menciptakan lingkungan yang cukup aman untuk dibuka kembali bagi para pelancong dan menghadapi bencana ekonomi dari apa yang dianggap sebagai penghentian total ekonomi pariwisata Hawaii.

Gubernur David Ige lalu mengumumkan program pengujian pra-perjalanannya – yang semula seharusnya dilakukan berlaku 1 Agustus.

Sayangnya, kasus melonjak pada minggu-minggu berikutnya, dan Ige harus menunda tanggal pembukaan kembali dan menerapkan program pengujian pra-perjalanan tiga kali, menjaga karantina wajib di tempat hingga tanggal target saat ini 15 Oktober 2020.

Penjaga baru
Sementara Ige telah menjadi yang terdepan dalam masalah ini, dengan pengumuman terbaru ini hadir pemimpin baru dalam pembukaan kembali dan pengujian.

“Letnan Gubernur Josh Green akan menjadi ujung tombak program pengujian pra-perjalanan, yang mencakup penambahan mitra untuk mengelola pengujian dan mencari opsi baru dan juga bertanggung jawab untuk merencanakan strategi vaksinasi COVID-19 di negara bagian AS.

Sekarang yang harus dilakukan para pelancong adalah melihat jam menghitung mundur dan berharap kekacauan, kebingungan, dan kehancuran yang ditimbulkan oleh pandemi di Hawaii akan terlihat melalui kaca ‘spion’ pada pertengahan Oktober.

Maskapai Penerbangan Jepang Uji Pintu Kamar Mandi Hands-free

this formate

TOKYO, bisniswisata.co.id: Sebelum pandemi virus Corona memicu perbincangan global tentang kebersihan, ada satu bagian dari pesawat yang tidak ingin disentuh siapa pun – pintu kamar mandi.

Itulah sebabnya maskapai Jepang ANA sedang menguji pintu kamar mandi hands-free baru yang dapat dibuka penumpang dengan siku atau lengan bawah.

Dilansir dari CNN Travel, salah satu tantangan dalam mendesain apa pun untuk pesawat terbang adalah kurangnya ruang. Pintu toilet terbuka ke dalam (lebih sedikit penyumbatan lorong) atau memiliki pegangan kecil dan datar sebagai pengganti gagang pintu.

Tapi apa yang akan Anda lihat pada prototipe ANA adalah sesuatu yang higienis tetapi juga menghemat ruang: Pegangan pintu toilet dengan kait perak yang sudah dikenal sekarang memiliki pegas yang terpasang sehingga Anda dapat membukanya dengan menekan ke dalam alih-alih dengan menarik keluar.

Di dalam kamar mandi, mekanisme pengunciannya terlihat cukup familiar, dengan tombol yang Anda geser dari satu sisi ke sisi lain. Tombol berukuran lebih besar juga dapat dikunci dan dibuka kuncinya dengan siku Anda, yang berarti Anda dapat memiliki pintu bebas genggam baik di dalam maupun luar.

Saat ini, prototipe pintu hanya tersedia di ruang tunggu ANA di Bandara Haneda Tokyo, di mana perusahaan sedang mengumpulkan umpan balik hingga akhir Agustus. Jika desain terbukti populer dan mudah digunakan, desain tersebut dapat digunakan secara lebih luas.

Inovasi pintu dikonsep oleh JAMCO, sebuah perusahaan Jepang yang mengkhususkan diri pada produk untuk industri penerbangan.

Secara khusus, tempat ini terkenal dengan kursi pesawat, dapur kecil, dan – Anda dapat menebaknya – kamar mandi.

Saat ini, penumpang yang terbang dengan ANA diminta untuk memakai masker atau penutup wajah lainnya dan menggunakan kios layanan mandiri untuk memasukkan tas mereka. Banyak anggota kru yang mengenakan masker dan pelindung wajah untuk perlindungan tambahan.

“Ketika Anda mulai melakukan perjalanan melalui udara lagi, kami menawarkan kenyamanan dan kesenangan yang sama seperti sebelumnya,” kata Presiden dan CEO ANA, Yuji Hirako, dalam sebuah pernyataan yang mengumumkan program kebersihan baru maskapai “ANA Care Promise”.

Menurut maskapai penerbangan, langkah-langkah kebersihan ini termasuk filter udara di dalam pesawat – kualitas yang sama dengan yang digunakan di ruang operasi rumah sakit – dan desinfeksi rutin setiap permukaan di pesawat – termasuk, ya, pintu toilet.

Bisnis Kapal Pesiar Hancur Akibat Pandemi Virus Corona

this formate

Banyak kapal pesiar masuk galangan kapal Aliaga (foto: Getty Images/CNN)

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Kapal-kapal pesiar yang dulu begitu berkilau kini nampak seperti tak terawat dan mulai bobrok. Dibiarkan sandar pada sebuah pantai, bagian dalam menganga.

Tak nampak lagi sisa kejayaan saat kapal-kapal ini elegan berlayar di laut lepas. Inilah potret suram bisnis kapal pesiar seperti diwartakan CNN Travel.

Kapal-kapal yang tengah sandar ini pernah menjadi kebanggaan armada jelajah. Salah satunya Carnival Cruise Line. Nasibnya kini sungguh mengenaskan: terdampar di galangan kapal Aliaga di Turki, menunggu hancur, dan siap untuk dijual sebagai barang bekas.

Menurut lazimnya, kapal pesiar yang sudah tiba di galangan kapal Aliaga sesungguhnya telah menemuai akhir perjalanan. Ketika perusahaan memutuskan bahwa sebuah kapal tak lagi dibutuhkan dan tidak ada yang mau membelinya.

Maka ia akan dilepas berlayar satu kali jalan ke Aliaga atau tempat serupa di Alang, India atau Ganadi, dekat pelabuhan Karachi di Pakistan.Menurut laporan Reuters, di Aliaga, bisnis naik 30 persen tahun ini setelah pandemi.

Foto drone dari galangan kapal menunjukkan gambar kapal pesiar mirip zombie: separuh bagian masih nampak mengesankan sedangkan setengahnya sudah berupa kerangka dan puing.

Kolam renang dalam kapal masih nampak utuh; lapangan golf onboard berwarna hijau menciptakan kesan menakutkan di tengah reruntuhan kapal yang terus memburuk.

Pada kapal lain yang tersisa hanya cerobong merah. Itulah salah satu bagian paling terkenal dari Carnival Cruise Line. 

Meski di Eropa kapal-kapal pesiar mulai kembali berlayar dan Amerika akan segera menyusul dengan penerapan sejumlah aturan baru, industri ini masih menghadapi masa depan yang tidak pasti.

Ratusan kapal pesiar yang berlayar ke seluruh dunia di awal tahun ini, sebagian besar hanya mengapung di lautan, tanpa penumpang.

Sementara itu masih banyak lagi kapal yang tengah diselesaikan. Pekerjaan ini ada sebelum 2020 ketika industri kapal pesiar senilai US$ 150 miliar tengah booming.

Jadi kapal-kapal itu diharapkan dapat memenuhi permintaan pasar yang tengah bertumbuh pesat kala itu. Tapi di era pandemi virus corona, itu berarti akan terjadi kelebihan kapal. 

Di tengah kondisi seperti saat ini dimana pandemi virus corona masih membayang dan perusahaan menghadapi kesulitan keuangan, maka banyak kapal pesiar dipensiunkan lebih awal dari yang diharapkan.

Pada September 2020, Carnival Corporation mengumumkan rencana untuk menjual 18 kapal pesiar yang dinilai ‘kurang efisein’ dalam beberapa bulan mendatang.

Itu berarti ada pengurangan 12% dari keseluruhan armadanya. Banyak dari kapal-kapal ini sebenarnya telah menerbitkan rencana pelayaran untuk 2021. Pandemi memaksa mereka membatalkan semua.

Banyak dari kapal ini sebelumnya telah menerbitkan rencana perjalanan berlayar 2021. Beberapa kapal Carnival bahkan telah dijual, termasuk Costa Victoria, yang sempat direncanakan akan dihancurkan pada Juni kemarin.

 

 

Menikmati Kuliner Kampung Arab Banjarmasin dan Atraksi di atas Anak Sungai.

this formate

Rina Didi Basrindu, Ketua Kelompok Sadar Wisata.  ( Pokdarwis) Karindangan di Kampung Arab, Banjarmasin. ( tengah)

Ketua Departemen Pariwisata Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat, Hilda Ansariah Sabri, melongok desa-desa wisata di kota Banjarmasin sesuai program kerja pengembangan desa wisata organisasi profesi itu. Berikut laporan perjalanannya bagian kedua.

BANJARMASIN,bisniswisata.co.id:Seorang ibu melongok kearah sungai dari arah dapurnya yang persis berada di pinggiran sungai Miyai, anak Sungai Martapura. Tiba-tiba ibu tua itu melemparkan tas plastik hitam ke sungai bersama sampah rumah tangga di dalamnya.

Rina Didi Basrindu, Ketua Kelompok Sadar Wisata.  ( Pokdarwis) Karindangan di Kampung Arab, Banjarmasin seketika terkesima dan tak berbicara apa-apa kecuali menoleh ke arah saya  sambil berkata; 

” Inilah contoh nyata di depan mata apa yang menjadi tantangan kami di Pokdarwis Karindangan dalam menularkan virus Sapta Pesona menerapkan unsur Aman, Tertib, Bersih, Sejuk, Indah, Ramah-tamah dan Kenangan,” ungkap Rina.

Tantangan yang dihadapi saat kampungnya menjadi tujuan wisata adalah masyarakat setempat harus Sadar Wisata. Sadar  untuk menjadi tuan rumah yang baik sehingga dengan adanya kunjungan wisatawan lokal maupun mancanegara maka kebersihan harus dijaga.

“Warga masih saja buang sampah ke sungai, ini juga menjadi keprihatinan bersama,” kata Rina lirih tak mampu menyembunyikan kekecewaannya.

Ketua yang memiliki 20 anggota Pokdarwis ini tergolong wanita yang spontan, gesit dan senang bekerja dengan tim. Saat ibu tua itu tertangkap mata menjadikan sungai yang merupakan sumber air dan kehidupan banyak orang sebagai bak sampah, Rina tampak geram tapi mampu meredam kekecewaannya.

Kami memang sedang duduk di Cafe R, dari inisial nama depannya. Dia tengah menceritakan bagaimana maraknya pengunjung di kawasan kuliner Arabian Food yang baru saja kami lihat lokasinya di bawah jembatan Simpang Tiga, Kayutangi.

Kemeriahan pengunjung dan pejabat yang hadir hanya bisa disaksikan lewat foto-foto di handphonenya karena suasana itu sebelum bencana pandemi global COVID-19 terjadi.

Lokasi di ujung jalan Antasan Kecil Barat, Banjarmasin itu sekarang  tinggal gapura dan sejumlah supir ojek online yang sedang beristirahat sejenak sambil menunggu order masuk.

Setahun lalu tepatnya pada 27 September 2019, ratusan warga terlihat memadati kawasan bawah Jembatan Simpang Tiga Kayutangi, Banjarmasin. Masyarakat di kawasan Jalan Antasan Kecil Barat tepatnya yang tergabung dalam Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Karindangan, menggelar wisata kulinernya.

Tak hanya jajanan khas Banjar yang tersedia, tetapi utamanya adalah  kuliner khas Timur Tengah           ( Arabian Food). Selain itu, para wisatawan yang datang juga dapat menikmati keindahan anak sungai yang ada di depannya.

Hal lain yang bisa didapatkan pengunjung di kawasan tersebut adalah kemudahan akses transportasi darat maupun sungai. Makanya tak heran, setiap hari Jumat, ratusan orang masyarakat dari berbagai penjuru yang dijuluki  Kota Seribu Sungai, datang mengunjungi kawasan wisata tersebut.

Dukungan terhadap destinasi wisata yang berada di bawah Jembatan Simpang Tiga, Kelurahan Pasar Lama, Kecamatan Banjarmasin Tengah itu juga ditunjukan para pengurus dan kader PKK se Kota Banjarmasin. Saat peresmian setahun lalu, ada  Ketua TP PKK Kota Banjarmasin Hj Siti Wasilah, istri Walikota Ibnu Sina.

” Sejak COVID-19, kuliner masakan Timur Tengah otomatis tutup. Sekarang di era New Normal, sudah banyak yang menanyakan kapan kami akan buka lagi. Begitu diizinkan kembali kami akan langsung buka kalau perlu tiap hari tidak usah tunggu tiap akhir pekan,”

Dia optimistis, lokasinya yang berada di kampung Arab bukan hanya akan dikunjungi wisatawan lokal, wisatawan domestik maupun mancanegara, tapi juga termasuk semua keturunan etnik Arab, pendakwah, penyebar agama Islam di kampung Arab itu yang awalnya datang dari Aceh

Kini keturunannya tersebar di Sulawesi Selatan, Nusa Tenggara Barat, Pulau Jawa dan wilayah nusantara lalu diyakininya juga akan tertarik datang ke tempat leluhurnya yang kini memiliki kawasan Arabian Food, harap Rina.

Pokdarwis Karindangan memang berada di kawasan Pasar Lama, salah satu kelurahan di Kecamatan Banjarmasin Tengah, Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Indonesia. 

Aktivitas anak sungai Martapura di belakang rumah warga Kampung Arab, santai di Cafe R dan suasana kawasan kuliner Arabian Food di bawah jembatan saat peresmian.

Sejarah Kampung Arab

Di dalam wilayah kelurahan Pasar Lama terdapat kawasan-kawasan yang disebut Pasar Lama, Kampung Bugis dan Kampung Arab (Antasan Kecil Barat). Pada masa kolonial Hindia Belanda di Banjarmasin etnik Arab tinggal dalam suatu wilayah Kampung Arab tersebut.

Pemerintah kolonial  Belanda di Banjarmasin mengangkat seorang Kapten Arab dengan tugas mengepalai orang-orang etnik Arab-Indonesia. Sekitar tahun 1899, Kapten Arab dipegang oleh Said Hasan bin Idroes Al Habesi.

Dilansir dari FB Majelis Taklim Miftahus Surur, asal muasal etnik Arab di Kalimantan Selatan dari silsilah keturunan  Sayid Muhammad  Maula Aidid (Muhammad bib Ali Shahib Al-Hauthoh ( 1334-1442 M) datang dari Aceh  datang ke Banjar Kalimantan Selatan pada penghujung abad  ke-16.

Sayid Jalaluddin adalah anak Sayid Muhammad Wahid (Aceh) dan  Syarifah Halisyah. Jalaluddin beristri Tamami putri Sultan Abdul Kadir  Alaudin di Banjar (di kerajaan Pagatan). Istri Jalaluddin adalah  kerabat kerajaan Gowa Tallo.

Karena mempunyai istri yang berasal dari  keluarga kerajaan tersebut, Jalaluddin datang ke Gowa Tallo. Sayang, di  sana ulama yang merupakan keturunan ke-27 dari Rasulullah ini  kurang dipedulikan. Jalaludin kemudian pindah ke Cikoang, Kecamatan  Marbo, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, yang kini menjadi basis  keluarga Aidid di Makassar.

Selain itu, ada keterangan lain yang  menyebutkan bahwa, para Wali Songo (pada zaman kerajaan Demak),  dipercaya datang dari Arab ke Nusantara untuk keperluan dakwah  menyebarkan agama  Islam. 

Leluhur Wali Songo adalah Abdul Malik bin Alwi bin  Muhammad Shahib Mirbath yang hijrah dari Hadramaut ke India. Buyut Abdul  Malik bernama Jamaludin Husin adalah datuk dari Syarif Hidayatullah  (Sunang Gunung Jati di Cirebon). 

Garis silsilah para wali lainnya  seperti Maulana Malik Ibrahim (Gresik), Sunan Ampel, Sunan Giri, Sunan  Kudus, Sunan Drajat dan Sunan Bonang tersambung ke nama Jamaludin Husin.

Sejarahnya, dulu dimasa kolonial Belanda, Kelurahan Pasar Lama (Kampung Parit) yang juga dikenal dengan nama Kampung Bugis, dipimpin oleh kepala suku Bugis, yaitu Daing Makarauw (tahun 1843) dan Pambakal Kamal (tahun 1861).

Tak heran, jika sekarang di Jalan Sulawesi, Kelurahan Pasar Lama ini  masih ada nama gang, yaitu Gang Pare-Pare, Gang Kendari, Gang Palopo.

Tambah Atraksi

3 A yaitu akses, amenitas dan atraksi menjadi andalan satu obyek wisata untuk menjaring tamu. Oleh karena itu Rina berharap Pokdarwis yang dipimpinnya juga bisa menambah atraksi seperti bermain sepeda air atau menjadikan anak sungai Martapura yaitu Sungai Miyai sebagai Sungai Chao Phraya, Thailand.

Dia juga ingin membuat suasana Padang Pasir lebih kental dengan melukis dinding-dinding di bawah jembatan dan menyiapkan properti foto seperti topi Aladin, misalnya.

santai ditepi anak sungai Miyai menikmati lalu lintas air seperti di Chao phraya.

Sungai Chao Phraya atau disebut juga Menam Chao Phraya adalah sungai terpanjang dan terpenting di negara Thailand. Panjang nya 372 kilometer mengalir dari utara Thailand menuju Teluk Thailand ( Teluk Siam ) di selatan.

Wilayah sungai ini disebut “The East Venesia” atau “Venesia dari Timur”, karena banyaknya kanal, sampan dan pemukiman rumah di atas sungai ini, mirip seperti kota Venesia di Italia. 

Rumah-rumah di Kampung Arab terutama lokasi wisata kuliner  Kampung Arab sangat mirip dengan kanal-kanal Chao Phraya. Bahkan lokasi berada dekat pertemuan anak sungai yang terhubung ke sungai besar lainnya seperti Sungai Barito dan sungai besar Martapura.

Anak Sungai Miyai belakang Cafe R yang dilewati dengan perahu klotok ini merupakan sungai penting yang jadi tulang punggung transportasi penduduk di sekitar melalui kanal-kanal yang ada. 

Kanal-kanal tersebut terhubung ke kampung-kampung hingga  Kota Banjarmasin ini dijuluki sebagai kota Seribu Sungai. Saat kami duduk santai di tepi bantara sungai memang asyik melihat lalu lalang perahu kelotok membawa buah-buahan maupun hasil bumi seperti labu kuning yang ditata diatas perahu untuk dijual.

Akses sungai dan hal lain yang bisa didapatkan pengunjung di kawasan tersebut adalah kemudahan akses transportasi darat maupun sungai. Makanya tak heran, setiap hari Jumat, ratusan orang masyarakat dari berbagai penjuru kota datang mengunjungi kawasan wisata Arabian Food tersebut.

Tak hanya itu, para pejabat seperti Camat, Danramil, dan Kapolsek Banjarmasin Tengah  yang hadir saat pembukaan Arabian Food sampai kini masih kerap datang. Terutama Walikota Banjarmasin, Ibnu Sina yang rajin bersepeda lalu duduk menikmati suasana sungai yang membelah kampung Arab.

Rina mengatakan bukan hal mudah membuka daya tarik kuliner Arabian Food dan menerapkan Sapta Pesona karena dia harus berhadapan dengan beragam masyarakat termasuk merangkul preman dan menghilangkan kebiasaan buruk yang ada di tengah masyarakat.

” Perlu kesabaran dan 17 warga yang mengisi dengan kuliner khas Timur Tengah ini juga harus bisa bekerja sama dan berbagi dengan Pokdarwis Karindangan sehingga wisatawan betah berkunjung,”.

Leadership kekeluargaan sehari-hari juga dibuktikan oleh Rina untuk mengisi menu masakan di Cafe R miliknya sehingga dia cukup menyediakan minuman, sementara komunitas lainnya mengisi menu makanannya.

” Kalau ada Pasar Wadai Ramadhan, biasanya komunitas ibu-ibu Kampung Arab ini juga rajin mengisi sehingga dengan adanya Arabian Food mereka bisa berjualan tanpa harus menunggu bulan puasa karena  dengan dibukanya wisata kuliner tersebut bisa meningkatkan penghasilan warga Kota Banjarmasin. 

Rina berharap Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin serius dalam mengembangkan kawasan wisata baru yang dikelola oleh Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) karena itu dia ingin ada bantuan perahu klotok untuk pengunjung dengan mengenakan Tanggui, topi lebar khas Kalsel sehingga bisa menjadi atraksi untuk swa foto.

” Untuk tahun 2021, kami harapkan bantuan CSR berupa perahu klotok dan sepeda air. Kalau perlu para pedagang kue di dalam perahu berjualan di anak sungai sehingga Pasar Terapung yang sudah mulai menghilang bisa berjualan di tempat kami,” kata Rina.

Di sisi lain dia harus meningkatkan kesadaran warga untuk ikut bergerak dan menjaga agar kawasan tersebut dapat menarik dan aman dikunjungi wisatawan .

“Jadi  setelah COVID-19 berakhir Pokdarwis Karindangan bisa sukses menarik banyak wisatawan lokal dan internasional untuk datang berkunjung ke tempat wisata yang  kami kelola,” kata Rina mengakhiri obrolan.