SAMOSIR, bisniswisata.co.id: Salah satu cara menikmati keindahan Danau Toba adalah dengan bersepeda keliling Pulau Samosir dan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Parekraf, Sandiaga Salahuddin Uno, di sela kunjungan kerjanya ke Danau Toba, Sabtu (27/3/2021) menyempatkan diri bersepeda di Pulau Samosir sambil menikmati keindahan alam yang ada.
Pulau Samosir memang layak dijadikan lokasi sport tourism. Selain alamnya yang memukau, juga didukung jalan lingkar Samosir yang sudah mulus. Berbagai event balap sepeda nasional seperti Tour de Samosir juga pernah digelar di pulau seluas 63.000 hektare itu.
“Jalurnya asyik, dibalut keindahan Pulau Samosir, namun saya tekankan untuk tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan dan saya juga berpesan agar selalu mengutamakan keselamatan,” kata Menparekraf Sandiaga Uno usai bersepeda.
Sandiaga Uno bersama Samosir Bicycling Community melakukan serangkaian olahraga mulai dari bersepeda sejauh 10 kilometer dan berlari sejauh 2,5 kilometer. Rute yang dilalui Menparekraf merupakan spot-spot wisata terbaik di Pulau Samosir. Mulai dari panorama melewati dermaga Ambarita kemudian melintasi Garoga menuju ringroad hingga finish di Desa Tuk Tuk.
Danau Toba sendiri merupakan danau yang populer di Sumatera Utara dengan pemandangan alam kawasannya yang mutlak tak bisa ditawar. Hamparan hijau perbukitan di sekitarnya, serta biru danau dengan Pulau Samosir yang berada di tengah adalah gambaran keindahan tempat ini.
Pemerintah terus menggenjot pengembangan infrastruktur yang ada di Danau Toba dan Pulau Samosir di dalamnya termasuk peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM).
“Pengembangan infrastruktur tidak akan sukses jika SDM dan masyarakatnya juga tidak dibangun. Jadi bangun raganya, bangun jiwanya. Bukan hanya membangun infrastrukturnya saja tapi juga membangun manusianya,” kata Menparekraf Sandiaga Uno.
JAKARTA, bisniswisata.co.id: Ada sesuatu yang janggal di Jl Ciputat Raya No. 3, di jalan satu arah sudah dekat ke rel kereta Pasar Kebayoran Lama – umbul-umbul merah dan kuning memanggil-manggil serta spanduk besar “Telah Dibuka Restoran Masakan Padang Kadai Mak Ciak Kebayoran…”.
Ah, sebuah restoran baru? Janggal, karena sekarang masa pandemi dan sudah banyak sekali restoran yang tutup sepanjang tahun ini…kok ada yang berani membuka restoran baru?
Penasaran, suatu siang kami mendatangi restoran berlogo serba merah ini. Sejenak, langkah terhenti, ragu karena ruangan dalamnya mirip sekali dengan cafe! Untung di sebelah kanan terlihat palung khas restoran Padang dengan berbagai masakan yang langsung membuat perut terasa makin lapar.
Karyawan mempersilahkan kami untuk langsung memilih makanan. Oh, rupanya disini makanan dirames dan hanya dihidangkan by request. Mungkin karena sedang pandemi jadi setting-an seperti ini memang lebih higienis, selain cepat dan praktis.
Cara ini juga membuat kita tidak canggung jika mau berjumpa dengan teman-teman satu komunitas dan makan bersama dengan sistem bayar masing-masing sesuai yang dipesan. Selain disambut dan didampingi staf resto, flow setelah masuk langsung pilih nasi dan lauk pauk yang dipesan baru diarahkan pilih tempat duduk di ruang bawah atau ke ruang atas.
Saat memilih tampak oleh saya potongan-potongan tunjang yang besar dan ikan kepala kakap berbagai ukuran. Langsung teringat: aha, rupanya saya telah masuk ke restoran Padang yang sedang hit saat ini! Kadai Mak Ciak Kebayoran. Tunjang, rendang dan gulai kepala ikan kakapnya sedang menjadi talk of the town.
Tidak kurang dari YouTuber Nex Carlos meng-claim makanan Kadai Mak Ciak sebagai “…masakan Padang paling enak di Jakarta”. Sementara itu, Chef Haryo Pramoe, sambil menghabiskan rendangnya berujar di IG, “Rendang Mak Ciak enak sekali , memakai bahan-bahan yang berkualitas dan memakai kelapa asli sementara banyak restoran Padang lain mencampurkan minyak goreng dalam rendangnya.”
Restoran terdiri dari 2 lantai. Kami memilih duduk di lantai 2. Ruangannya luas, terang, dengan dekorasi yang juga lebih dekat dengan suasana sebuah cafe. Dinding-dinding dibuat bergaya industrialis minimalis dengan warna semen exposed dan lampu-lampu yang juga bertema industrialis. Beberapa dinding dilukis dengan gambar dedaunan hijau besar ditambah aksen oranye, membuat ruangan terasa hidup dan segar.
Kami memulai makan siang dengan rasa ingin tahu yang besar. Ah, benar saja, tunjangnya juara! Potongannya besar-besar, empuk dan rasanya gurih membuat kita ingin melahap semuanya tanpa sisa. Ada dua macam sambal yang disediakan untuk menemani lauk-pauk: sambal merah dan sambal hijau.
Sambal merahnya berwarna merah merona sedangkan sambal hijaunya yang setengah mentah berwarna hijau segar. Sambel hijau ini cocok sekali menemani gulai tunjang yang kenyal. Rupanya ada rahasia dibalik kesegaran duo sambal ini: dimasak dengan campuran susu. Pemiliknya, Aprizal asal Sumatra Barat, peduli terhadap kesehatan konsumennya.
Oleh karena itu, selain menggunakan cabai yang bagus ia mencampurkan susu ke dalam sambal untuk menetralisir racun yang ada dalam cabai. Susu juga membuat sambal hijau tetap tampil hijau segar, tidak kuning dan tidak menjadi hitam. Cabai banyak mengandung vitamin C yang dibutuhkan oleh tubuh manusia tetapi ia juga mengandung racun yang berbahaya bagi lambung. Susu rupanya menjadi penetralisir.
Favorit yang lain tentu saja rendang. Rendang berwarna kehitaman ini juga luar biasa, empuk, bumbunya betul-betul meresap sampai ke serat-serat daging dan dedaknya juga terasa enak sekali, gurih alami dan tidak pedas. Entah mengapa, ada sensasi yang berbeda saat menyantapnya, dibandingkan dengan rendang-rendang di rumah makan lain.
Mungkin karena pilihan dagingnya yang bagus, dan bahan-bahan lain yang berkualitas seperti diucapkan oleh Chef Haryo, mungkin dari cara memasaknya yang spesial. Jelas sekali bahwa mereka memakai banyak santan untuk rendangnya dan rasa pedas rendang sama sekali tidak menyengat.
Saya perhatikan, gulai otaknya juga berpotongan lebih besar dibandingkan yang saya makan di berbagai restoran lain. Kuahnya beraroma sedap dan ada irisan daun mangkokan di dalamnya. Ah, sudah lama sekali saya tidak makan gulai dengan daun mangkokan. Kadai Mak Ciak menanam sendiri daun mangkokan dan daun ruku-ruku karena sudah susah mendapatkannya di Jakarta.
Teman saya memesan kepala ikan kakap ukuran L. Ternyata ukurannya jumbo dan…harganya hanya 70 ribu rupiah! Kami serbu bertiga, sama sekali tidak mengecewakan, tidak amis dan kuah kuningnyanya terasa gurih segar karena ada rasa asamnya. Samar-samar tercium wangi pandan yang tampaknya dipakai di hampir semua lauk, yang berkhasiat membuat lauk terasa “pulen.”
Ruangan lantai dua bisa untuk berbagai acara dan suasana lebih modern.
Ada yang tidak biasa disini, selain daun singkong dan gulai nangka, kedai ini juga menyediakan tumis toge. Teman bergumam, mengekspresikan keheranan karena baru kali ini bertemu tumis toge di restoran Padang.
“Memang kami sajikan bergantian: dengan sayur kacang panjang atau sayur kol. Di kedai kami yang lain yang buka 24 jam kami memasak sayuran baru di sore hari seperti labu siam, gulai terong, gulai cuciwis atau tumis sawi,” papar pemilik jaringan Kadai Mak Ciak, Aprizal di lain kesempatan.
Melihat saya keheranan, dia menyambung, “Coba pergi ke Padang, apa disana restoran-restoran menyediakan lalap daun singkong dan gulai nangka? Tidak. Yang mereka sediakan ya seperti yang saya sediakan disini, tumis toge, sayur kacang, sayur kol dan semacamnya.”
Menarik nih, konon, dahulu kala saat daun singkong dan nangka tidak ada harganya karena kurang diminati orang, restoran-restoran Padang memanfaatkannya untuk lauk gratis. Lama-kelamaan ini seperti menjadi kekhasan restoran Padang. Di Kadai Mak Ciak ini saya tidak keberatan sama sekali diberikan gulai nangka yang banyak, karena rasanya juga enak!.
Kadai hanya memakai nangka yang masih alami dan tidak pernah memilih nangka yang putih dan rapi. Di pasaran, nangka-nangka yang putih bersih itu rupanya sudah diberi pemutih, berarti sudah mengalami penggunaan kimia, yang sebisa mungkin dihindari oleh Kadai Mak Ciak.
Selain ayam goreng rempah, ayam panggang, ayam pop, ayam gulai ada juga ayam singgang dan ayam rendang. Dari barisan ikan tampak gurame bakar, bawal bakar, tongkol asam padeh dan nila goreng cabe merah. Tampak jelas cabai-cabai segar melumuri ikan, terong dan ayam.
Ternyata mereka memang hanya pakai cabe dan rempah-rempah yang serba segar. Tak peduli harus berbelanja setiap hari, tak peduli harga cabai sedang melambung, Kadai konsisten memakai bumbu-bumbu segar demi menjaga kualitas. “Cabe dan lengkuas yang telah bermalam, beda rasanya. Apalagi daun-daun, jika sudah bermalam akan berbeda warnanya,” jelas pemilik restoran.
Minyak bekas tidak boleh dipakai lagi. Minyak bekas ayam hanya boleh untuk menggoreng cabe untuk ayam. Minyak bekas menggoreng ikan, hanya boleh dipakai untuk menumis sambal ikan tersebut. Tidak boleh dipakai untuk yang lain. Itu aturan dapur yang berada langsung di bawah pengawasan Aprizal yang masih turun ke dapur setiap hari.
Kadai Mak Ciak Kebayoran tampak ingin membuat terobosan di dunia restoran masakan Padang. Jika biasanya restoran Padang identik dengan nasi panas, ruangan yang panas, keringat mengucur dan makan siang kilat, restoran yang satu ini menyediakan tempat yang luas, bersih dan sejuk ber-AC, tamu-tamu bisa makan dengan tenang, tempat yang cocok juga untuk menjamu kerabat, menjamu rekan bisnis atau ajang untuk kumpul-kumpul keluarga dan teman.
Kejutan lain adalah: ternyata harga-harga disini lebih murah daripada harga-harga di restoran lain yang setara. Nasi ayam misalnya, Nasi cumi goreng cabe merah masing-masing Rp. 22.000/ porsi. Untuk minuman Es, Teh tarik cukup bayar Rp 10.000/ gelas dan
Teh talua: Rp. 15.000 Dan Es teh manisnya Rp. 5.000 saja. Nasi tunjang Dan nasi rendang hanya Rp. 25.000. Nah untuk Nasi gurame bakar Rp. 45.000 yang bisa dipesan lewat Gofood jugs.
Mungkin ini saatnya kita mengalihkan business meeting dan kongkow-kongkow dari cafe fancy dan restoran mahal yang bill-nya merobek kantong ke restoran Padang yang enak, nyaman dan murah ini!
DUBAI, bisniswisata.co.id: Di ujung Palm Jumeirah Dubai, yang terkenal dengan hotel bintang lima dan vila mewahnya, terdapat fasilitas medis berteknologi tinggi dengan beberapa peralatan paling mutakhir di pasaran, termasuk mesin ultrasound tahan air, sinar-X portabel, dan laboratorium analisis darah dan air yang lengkap.
Tapi fasilitas ini bukan untuk pasien manusia. Ini untuk ikan. Dilansir dari CNN, itu bagian dari Rumah Sakit Ikan di Atlantis Dubai, resor bertema laut yang menjadi rumah bagi akuarium yang dipenuhi 65.000 penghuni bawah air.
Menjaga semuanya mulai dari ikan anthia kecil hingga hiu karang ujung hitam setinggi dua meter, lebih dari 100 spesialis perawatan hewan berkontribusi pada pekerjaan Rumah Sakit Ikan.
Aquarists, penyelam, pendidik kelautan, dan dokter hewan bekerja bersama tim pendukung kehidupan yang menjaga kualitas air dan memastikan bahwa semua sistem berjalan dengan lancar.
“Kami fokus pada pengobatan pencegahan daripada pengobatan,” kata Ana Salbany, direktur pelayanan veteriner rumah sakit, yang telah menjadi anggota kunci tim selama 11 tahun terakhir.
Pada hari biasa, Salbany dan timnya mungkin melakukan penilaian kesehatan dan USG untuk kehamilan, pengambilan sampel darah, atau rontgen hewan yang berpotensi cedera.
Dedikasi untuk memelihara populasi yang sehat ini telah menjadi faktor kunci dalam akuarium yang diakui dengan akreditasi standar emas oleh Association of Zoos and Aquariums (AZA).
Fasilitas ini bertempat di kedalaman Atlantis di area belakang rumah yang bersih dengan tangki dari semua ukuran, meteran pipa , katup multi-warna dan berbagai kapal dengan label seperti “Moon Jellyfish Ephyrae” dan “24 Hour Artemia “yang berarti sedikit bagi yang belum tahu, tetapi segalanya bagi tim Rumah Sakit Ikan.
Program Breeding
Penyakit jarang terjadi di antara populasi akuatik di sini, tetapi itu tidak berarti rumah sakit memiliki hari-hari yang tenang. Hewan baru yang bergabung dengan akuarium dikarantina di sini, dan di bulan-bulan musim panas, kura-kura dari organisasi penyelamat lokal ditampung, menyediakan lingkungan yang aman dan terkontrol suhu.
Itu juga menjadi tempat program pembiakan ubur-ubur bulan, karang, dan hiu karpet Arab di akuarium berlangsung. “Kami membiarkan hewan terus menjadi hewan, dan itu berarti bahwa beberapa dari mereka akan kawin,” jelas Kelly Timmins, direktur konservasi, pendidikan dan tanggung jawab sosial perusahaan di Atlantis.
Dengan air laut dan sinar matahari alami yang dikombinasikan dengan populasi yang cukup makan, hiu karpet berkembang biak tanpa dorongan tambahan.
“Saat penyelam kami menemukan telur hiu di laguna, mereka memanennya dan membawanya ke tempat aman di Rumah Sakit Ikan,” kata Rob Bennett, manajer The Lost Chambers Aquarium. Dia telah merawat penduduk yang lebih besar, termasuk hiu dan pari, sejak 2008.
Tidak semua telur akan dibuahi, tetapi telur yang telah dibawa ke pembibitan untuk matang dengan damai. Embrio hiu karpet Arab akan tetap berada di dalam telurnya, yang dikenal sebagai “dompet putri duyung”, selama sembilan hingga 12 bulan mengonsumsi kuning telur yang terkandung di dalam kantung dan terus bergerak untuk mengoksidasi cairan di sekitarnya. Dan ketika mereka muncul, mereka sepenuhnya mandiri.
Kemandirian inilah yang membuat mereka menjadi spesies yang layak untuk dilepaskan ke alam liar. Tim Atlantis bekerja sama dengan Kota Dubai untuk melepaskan sejumlah hiu karpet Arab remaja, yang dianggap sebagai spesies yang hampir terancam oleh Persatuan Internasional untuk Konservasi Alam (IUCN), ke perairan Teluk Arab setiap tahun.
Hiu
Bulan Maret ini, 10 hiu telah dilepasliarkan ke Suaka Margasatwa Jebel Ali, hamparan pantai yang dilindungi dan garis pantai yang menyediakan lingkungan yang tenang dan aman bagi kehidupan laut.
Rumah baru mereka adalah tempat yang sangat indah. Ini adalah pantai terakhir di Dubai tempat penyu sisik bertelur, dan padang lamun yang kaya di lepas pantai menyediakan tempat merumput duyung.
Salah satu tugas Salbany adalah memastikan bahwa hiu yang dipindahkan untuk dilepaskan dalam keadaan sehat dan dalam kondisi baik.
“Kami mengukur berat, panjang dan ketebalan mereka, dan mengidentifikasi jenis kelamin mereka sebelum melepaskan mereka ke alam liar. Perlu ada korelasi antara berat dan panjang untuk memastikan mereka cukup kuat untuk menjaga diri mereka sendiri.”
Untuk perjalanan ke rumah baru mereka, hiu ditempatkan di dalam tangki dengan air laut alami yang terus diberi oksigen selama 30 menit berkendara. Proses pelepasannya cepat – setiap hiu dibawa ke air dengan selempang, kemudian dibiarkan berenang menjauh. Setelah pelepasan, tim menyisir panjang pantai untuk memastikan tidak ada satupun dari mereka yang berhasil kembali ke pantai atau terdampar.
Tapi mengapa melepaskan hiu? “Kita semua adalah konservasionis,” kata Bennett. “Hiu hanya berukuran kecil ketika mereka meninggalkan kita, antara dua dan tiga tahun, tapi banyak upaya yang dilakukan untuk membawa mereka sejauh ini.”
Hiu karpet Arab pada dasarnya adalah makhluk jinak, yang tinggal di dasar dasar laut. Tidak seperti hiu perenang cepat, mereka tidak menggunakan mata mereka untuk mencari makanan, melainkan menggunakan duri mirip kumis dan pori-pori berisi jeli, yang disebut ampullae of Lorenzini, untuk mencari makanan berikutnya.
“Ini seperti indra keenam bagi mereka”, kata Timmins. “Mereka menggunakan pori-pori ini untuk mendeteksi arus listrik yang datang dari mangsanya, yang bisa berupa kepiting, krustasea, atau apa pun yang mereka temukan di dasar laut.”
Bahkan detak jantung terkecil sekalipun dapat memancarkan listrik yang cukup bagi hiu untuk menemukan makanan berikutnya.
Ketel ikan yang berbeda
Makanan juga merupakan perhatian penting bagi spesialis perawatan hewan di Rumah Sakit Ikan. Dengan pencegahan penyakit daripada pengobatan menjadi fokus utama, diet ikan memiliki peran utama dalam menjaga kesehatan populasi.
Secara total, penghuni akuarium membutuhkan antara 350 dan 400 kilogram makanan per hari (yaitu 770 hingga 880 pon).
“Di musim panas, kebutuhan kami lebih sedikit karena sinar matahari alami di laguna membantu pembentukan ganggang yang merupakan sumber makanan yang baik bagi sebagian penduduk kami,” kata Bennett.
Tapi untuk hiu, ganggang tidak ada di menu. “Kami menyediakan berbagai macam makanan berbeda yang mencakup cumi-cumi, makarel, udang, kepiting, dan lobster. Dan semuanya berkelas restoran, kualitas terbaik yang sama yang kami sajikan untuk tamu manusia di hotel,” kata Bennett.
Dan ada juga satu bahan tak terduga dalam campurannya yaitu bawang putih.
“Kami menggunakan 40 kilogram bawang putih setiap bulan,” kata Bennett. “Ini bagus untuk sistem kekebalan dan membantu menjauhkan parasit.” Dan di musim dingin, ketika suhu menurun dan ganggang alami tidak terbentuk dalam jumlah yang begitu tinggi, makanan tersebut dilengkapi dengan bayam dan selada yang kaya vitamin.
Sebagian besar pekerjaan yang dilakukan oleh akuarium dan tim Rumah Sakit Ikan berfokus pada pendidikan. Para tamu Atlantis dapat mengunjungi fasilitas tersebut dan melihat apa yang terjadi di balik layar.
“Kami berusaha sebaik mungkin untuk menjelaskan kekayaan kehidupan laut di Teluk kepada para tamu karena kurangnya pengetahuan tentang perairan kami. Orang-orang mengira karena di sini sangat panas, tidak ada yang hidup di sini,” kata Bennett.
Tapi ini bukan hanya tentang apa yang hidup secara lokal. Memperluas kesadaran tentang hiu secara umum dan mengurangi faktor ketakutan terhadap spesies yang disalahpahami ini menjadi fokus utama Bennett dan timnya.
“Dengan menampilkan hiu karpet Arab dan hiu lain yang ada di akuarium, kami dapat menunjukkan kepada orang-orang bahwa ada keanekaragaman yang besar dan bahwa hiu tidak harus ‘menakutkan’,” katanya.
Menurut dia, bagian penting dari melindungi hiu adalah menghilangkan mitos itu, dan ini adalah bagian penting dari peran yang dimainkan di sini.
JAKARTA, bisniswisata.co.id: Manajemen Angkasa Pura Airports secara responsif langsung melakukan peningkatan upaya pengamanan di seluruh bandara pasca peristiwa pengeboman di Makassar yang terjadi Minggu pagi. “Mengingat bandara merupakan objek vital negara sehingga perlu diantisipasi potensi ancaman lanjutan dari peristiwa tersebut,” ujar Direktur Utama Angkasa Pura Airports Faik Fahmi.
Seperti diketahui terjadi ledakan bom bunuh diri di depan rumah ibadah di Makassar sekitar pukul 10.20 WITA. Ada pun upaya peningkatan keamanan di seluruh bandara yang dikelola, meliputi peningkatan ketelitian pemeriksaan kendaraan yang masuk ke area bandara dengan melakukan peningkatan random check di area pengambilan tiket parkir dan melibatkan pendampingan petugas TNI dan Polri. Melakukan patroli gabungan untuk pemeriksaan keamanan di area perimeter bandara.
Juga meningkatkan ketelitian petugas bandara dalam melalukan pemeriksaan terhadap orang atau petugas dan kendaraan yang memasuki area sisi udara (airside). Memperketat keamanan di terminal kargo dan regulated agent melalui koordinasi intensif dengan operator jasa terkait. Meningkatkan pengamanan dan penjagaan Depo Pengisian Bahan Bakar Pesawat. Melaksanakan pemeriksaan secara konsisten di area screening check point (SCP) dan memastikan orang yang masuk ke area terbatas harus memperlihatkan kartu identitas bandara.
Menejemen bandara juga meningkatkan patroli di SCP 1 dan 2, memeriksa seluruh gorong-gorong di bandara. Melakukan security awareness briefing kepada seluruh mitra bandara.
Angkasa Pura Airports juga berkoordinasi secara intensif dengan otoritas bandara terkait kebijakan peningkatan keamanan bandara dan berkoordinasi dengan aparat keamanan untuk mengidentifikasi kemungkinan potensi ancaman. Upaya peningkatan keamanan ini juga tetap memperhatikan protokol kesehatan.
“Bagi calon penumpang dan pengguna jasa bandara yang tengah berada di bandara atau yang akan menuju bandara, kami mohon maaf jika upaya peningkatan keamanan ini mengganggu kenyamanan. Hal ini dilakukan demi keselamatan dan keamanan kita bersama,” kata Faik Fahmi.
Sebagai salah satu BUMN pengelola bandara di Indonesia, Angkasa Pura I mengelola 15 bandara, yaitu Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali, Bandara Juanda Surabaya, Bandara Sultan Hasanuddin Makassar, Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Balikpapan, Bandara Frans Kaisiepo Biak, Bandara Sam Ratulangi Manado, Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin, Bandara Ahmad Yani Semarang, Bandara Adisutjipto Yogyakarta, Bandara Internasional Yogyakarta di Kulon Progo, Bandara Adi Soemarmo Surakarta, Bandara Internasional Lombok Praya, Bandara Pattimura Ambon, Bandara El Tari Kupang, dan Bandara Sentani Jayapura.
Sementara upaya pengetatan keamanan juga dilakukan dijajaran bandara yang dikelola PT Angkasa Pura II yaitu: bandara, Soekarno-Hatta (Tangerang) Halim Perdanakusuma (Jakarta) Sultan Mahmud Badaruddin II (Palembang) Kualanamu (Deli Serdang) Sultan Syarif Kasim II (Pekanbaru) Silangit (Tapanuli Utara) Raja Haji Fisabilillah (Tanjung Pinang) Supadio (Pontianak) Bandar Udara Banyuwangi (Banyuwangi) Radin Inten II (Lampung) Husein Sastranegara (Bandung) Depati Amir (Pangkalpinang) Sultan Thaha (Jambi) HAS Hanandjoeddin (Belitung) Tjilik Riwut (Palangkaraya) Kertajati (Majalengka) Fatmawati Soekarno (Bengkulu) Sultan Iskandar Muda (Aceh) Minangkabau (Padang)
Selain mengelola bandara, PT Angkasa Pura mempunyai lima anak perusahaan, yaitu PT Angkasa Pura Logistik, PT Angkasa Pura Properti, PT Angkasa Pura Suport, PT Angkasa Pura Hotel, dan PT Angkasa Pura Retail. *
MIAMI, bisniswisata.co.id: Penumpang yang divaksinasi yang bepergian ke The Bahamas untuk berlayar di Crystal Serenity musim panas ini akan diizinkan untuk melakukan tur secara mandiri, selama prosedur keselamatan negara dipatuhi.
Dilansir Cruisecritic.com.au, Crystal Cruises membuat pengumuman di situs webnya, melanggar mandat yang dimiliki banyak jalur yang memungkinkan penumpang hanya pergi ke darat dalam perjalanan yang disponsori kapal.
“Karena vaksin COVID-19 sekarang menjadi persyaratan untuk perjalanan dengan Crystal, para tamu akan diizinkan untuk menjelajahi daratan secara mandiri terkait dengan pelayaran ‘Pelarian Bahama Mewah’ yang baru,” bunyi pedoman tersebut.
“Tamu kapal diharapkan untuk mengikuti semua pedoman lokal destinasi yang berkaitan dengan masker, jarak sosial, dan tindakan pencegahan lainnya termasuk sering mencuci tangan. Tamu jugal harus mengunjungi situs web The Bahamas untuk perincian lebih lanjut tentang protokol kesehatan dan keselamatan mereka.”
Perubahan itu datang sebagai kabar baik bagi kapal pesiar yang suka menghabiskan waktu di pelabuhan yang berbeda, atau sekadar pergi ke pantai. Kapal pesiar Bahama baru yang ditawarkan oleh Crystal, yang berangkat dari Nassau dan Bimini, mencakup pulau-pulau kecil yang biasanya tidak dikunjungi kapal pesiar, seperti Pulau Harbour, Great Exuma, Long Island, dan Pulau San Salvador.
Cruise Critic sedang memeriksa untuk melihat apakah kebijakan baru juga berlaku untuk kapal pesiar Royal Caribbean yang baru diumumkan dari Nassau. Kapal pesiar tersebut juga terbuka hanya untuk orang dewasa yang divaksinasi, serta anak-anak dan remaja yang dites negatif COVID-19.
DOHA, bisniswisata.co.id: Terletak di utara Teluk Barat Doha, kota baru Lusail adalah proyek perkotaan besar di Qatar dan pengembangan pertama dari jenisnya.
Terletak di area seluas 38 kilometer persegi, visi kota ini adalah menjadi perpaduan lingkungan perumahan dan komersial, termasuk 22 hotel, lapangan golf, dan taman hiburan.
Dengan banyaknya layanan terhubung yang terdaftar untuk mendukung proyek, seperti penerangan jalan cerdas, penyiraman, dan jaringan pintar untuk mengelola jaringan listrik, ini adalah pembangunan berkelanjutan tunggal terbesar yang akan dilakukan di Qatar.
Konsep Kota Lusail telah berkembang sejalan dengan Visi Nasional Qatar 2030 dan terus memperkuat strategi pengembangan pariwisata Qatar yang ekstensif seiring dengan upaya negara untuk melakukan diversifikasi dan mengembangkan penawarannya kepada pengunjung.
Qatar National Tourism Council (QNTC) menyambut kedatangan hotel-hotel baru termasuk Fairmont & Raffles Lusail Hotels and Residences Qatar.
Proyek yang dihasilkan dari kemitraan antara Katara Hospitality, pemilik, pengembang dan operator hotel internasional terkemuka Qatar, dan Accor, pemimpin dunia dalam industri perhotelan, ditetapkan untuk menjadi akomodasi utama, tidak hanya untuk Qatar, tetapi juga untuk Timur Tengah
Negara ini juga menyambut pembukaan hotel Hilton ketujuh di wilayah tersebut, Hilton Salwa Beach Resort & Villas, yang terletak 84 kilometer dari ibu kota, Doha.
Tanpa biaya yang dikeluarkan, resor ini terletak di sepanjang 3,5 km dari pantai pribadi yang indah dan memiliki vila pantai yang luas, masing-masing dengan kolam renang pribadi dan taman untuk liburan yang mewah namun terpencil.
Keluarga aktif yang mencari petualangan dapat menjelajahi Desert Falls Water & Adventure Park. Situs taman air kelas dunia seluas 57.000 meter persegi dan memiliki 28 perosotan dan wahana, termasuk sungai deras, bukit pasir selancar, dan balap gelaran whizzard. Mereka yang ingin tetap kering bisa mendapatkan sensasi dari permainan go-karting dan laser tag.
Di luar Abu Samra, Zulal Wellness Resort diatur menjadi tujuan kesehatan terbesar di negara itu dan pusat kesehatan pertama yang menawarkan pengobatan tradisional Arab (TAIM).
Resor ini akan berlokasi di utara Qatar dan akan menawarkan perawatan dan fasilitas untuk keluarga atau pasangan yang mencari sinar matahari yang ingin menyepi ke bukit pasir Arab.
Dengan berbagai pantai yang menakjubkan, sinar matahari sepanjang tahun, pilihan gastronomi untuk semua selera, dan keragaman aktivitas, Qatar mengembangkan dan meningkatkan tawarannya untuk menjadi tujuan bagi semua jenis wisatawan, baik yang mencari wisata budaya. perjalanan, liburan santai atau aktivitas yang berhubungan dengan adrenalin.
JAKARTA,bisniswisata.co.id:Tak bisa dimungkiri kondisi pandemi COVID-19 seakan memaksa siapa saja untuk terus bertahan dengan cara apa pun. Termasuk para pelaku di sektor pariwisata se-Indonesia, dari Sabang sampai Merauke.
Untuk itu, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, mengingatkan perlu ada adaptasi, inovasi, dan kolaborasi serta pentingnya menerapkan protokol kesehatan berbasis CHSE atau Cleanliness (Kebersihan), Health (Kesehatan), Safety (Keamanan), dan Environmental Sustainability (Kelestarian Lingkungan) untuk memulihkan kembali sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Indonesia.
“Kunci dari pemulihan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif adalah penanggulangan angka penyebaran COVID-19. Oleh karena itu, mari kita terapkan protokol kesehatan dengan disiplin dan ketat,” ucap Menparekraf Sandiaga Uno, pertengahan Maret 2021.
Lewat aksi #InDOnesiaCARE para pelaku dan wisatawan diharapkan bisa tetap beraktivitas dengan aman di fase adaptasi kebiasaan baru. Salah satu kegiatan yang bisa dilakukan dalam fase adaptasi kebiasaan baru adalah bleisure atau melakukan perjalanan untuk keperluan bisnis tetapi sembari berlibur.
Supaya kerja rasa wisata di destinasi pilihan tetap nyaman selama bleisure, berikut hal yang sebaiknya dilakukan:
Patuhi Protokol Kesehatan
Di mana saja kita berada, tetap disiplin untuk menerapkan protokol kesehatan seperti memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan dengan sabun. Selain itu, jika hendak ke toilet jangan lupa bawa disinfektan atau tisu basah yang mengandung alkohol agar tetap bersih dan higienis.
Hindari Tempat Ramai
Jika tiba di sebuah tempat dan ternyata cukup ramai, sebaiknya tunggu sejenak hingga situasi agak kondusif. Namun ada baiknya jika cari tempat lain yang lebih sepi dan tenang. Selain lebih aman, tempat yang tenang bikin tubuh dan pikiran lebih rileks.
Jaga Kondisi Tubuh
Sebelum bleisure, pastikan kondisi tubuh fit dan sehat. Tidur yang cukup, mengonsumsi makanan bergizi, dan meminum vitamin bisa dilakukan agar tubuh tetap sehat. Selain itu, jangan lupa rutin berolahraga dan berjemur di pagi hari, agar imun tubuh tetap kuat.
Berwisata di tengah pandemi sama sekali tidak menakutkan, asalkan kita selalu patuh dan disiplin pada protokol kesehatan dengan menerapkan 3M di mana pun. Ingat, kesehatan kita adalah nomor satu. *
JAKARTA, bisniswisata.co.id: Sebuah kios makanan di Akasia Tower, Kalibata City tampak penuh dengan pengunjung. Beberapa tamu bahkan harus menunggu tempat kosong dan karyawan mondar-mandir mengisi baki-baki makanan yang isinya berkurang dengan cepat.
Disana saya bertemu untuk makan siang dengan Aprizal, pemilik Kadai Mak Ciak yang saat ini sudah memiliki 8 cabang. Kios di tower ini adalah yang pertama dibuka, di tahun 2015, dimulai dengan modal Rp. 1.300.000,-
“Saat itu saya mengerjakan hampir semuanya sendiri, dari belanja, memasak hingga melayani tamu, pemasukan hanya 200 ribu rupiah sehari” ujar lelaki kelahiran Maninjau ini.
Apa ceritanya sehingga sajian di restoran kecilnya berulang kali disebut sebagai “Masakan Padang terenak se-Jakarta?”. Tengoklah di YouTube dan medsos lainnya,mengapa terkenal?. Bagaimana pula perjuangannya sehingga ia sekarang memiliki 9 restoran di seputar Jakarta?
Ditipu Agen Pencari Kerja
Ternyata pria yang berbicara penuh passion mengenai pekerjaannya ini memiliki jalan hidup yang luar biasa. Terdorong oleh kesedihan mendalam akibat suatu kejadian di keluarga, ia bertekad mengadu nasib ke luar negeri.
Meminjam sejumlah uang yang cukup besar, bersama adiknya dan seorang teman ia menggunakan jasa agen pencari kerja untuk pergi ke Eropa. Setelah melalui berbagai tantangan dan ketidak-pastian keberangkatan akhirnya mereka bertiga berangkat juga dengan tujuan Yunani di tahun 2006.
Itupun hanya dengan pemberitahuan 1 hari sebelumnya mereka terbang dengan bawaan seadanya menuju Prancis. Agency menjanjikan akan ada orang yang menjemput disana untuk membawa mereka ke Yunani.
Sesampai di Gallieni, Prancis, betul si penjemput bisa ditelepon tetapi tidak pernah muncul batang hidungnya. Kebingungan, mereka terus menunggu di tempat yang disepakati sampai hari gelap.
Kelelahan, akhirnya mereka masuk ke hotel dan menginap disana dengan membayar E200, setara dengan 3 juta rupiah kala itu. Demi penghematan, malam-malam berikutnya mereka terpaksa “menggelandang” alias tidur di emperan toko bersama para imigran, pemabuk dan tunawisma.
Apa akal? Pindahlah mereka ke terminal, tidur disana dan hidup dari roti baguette yang murah dan keras.. Bingung, takut dan rindu nasi, pergilah Aprizal mencari restoran Cina dengan harapan bisa membeli nasi.
Si pemilik ternyata orang Cina-Malaysia dan ia pun ditawari untuk bekerja memasak dan bisa tinggal di dalam! Aprizal meminta agar adik dan temannya ikut bekerja bersamanya tanpa bayaran, asalkan mereka bisa tinggal bersamanya.
Pemilik restoran setuju dan kedua orang tersebut diperbolehkan ikut membantu-bantu pekerjaan di restoran. Di akhir bulan, ternyata adik dan temannya juga menerima bayaran! Disini Aprizal belajar tentang fairness.
Luntang lantung di benua biru
Namun, keberuntungan belum memihaknya. Baru sebulan bekerja di dapur ternyata ada pemeriksaan imigran di daerah tersebut dan oleh pemilik restoran mereka bertiga diminta pergi dulu ke tempat lain.
Mereka pun pergi ke Belgia dan sempat bekerja di kebun ketimun. Pekerjaan yang berat karena harus terus menerus membungkuk sepanjang hari. Saat berdiri dan mau merebahkan diri, seluruh badan terasa sakit sekali. Sebulan disana, Aprizal ditawari teman untuk bekerja di Rotterdam, di keluarga asal Indonesia yang memproduksi tempe.
Saat itu Belanda baru mengeluarkan undang-undang anti-imigran yang kurang menguntungkan untuk orang sepertinya tetapi Aprizal bertekad pergi dan bertiga mereka bekerja di pabrik tempe tersebut.
Setelah 6 bulan, suhu anti-imigran meningkat dan pemerintah Belanda berniat mengusir semua imigran ilegal. Mau tak mau pemilik meminta mereka untuk pergi karena status yang ilegal dan bila tertangkap bisa membahayakan pemilik pabrik juga.
Mereka pun hengkang ke Hamburg, Jerman tanpa tahu mau kemana dan mau kerja apa. Belajar dari pengalaman sebelumnya Aprizal kembali mencari pekerjaan di restoran Cina, dan lagi-lagi berhasil dipekerjakan selama 6 bulan. Suatu hari, majikannya mengusulkan agar mereka pergi ke Scandinavia karena untuk meminta suaka keadaan disana jauh lebih baik.
Jadi pemulung di Swedia
Mereka pun berangkat ke Stockholm, tiba jam 4 pagi dan mandi di terminal bus. Kecapaian, bertiga jatuh tertidur di terminal bus dan baru terbangun saat polisi membangunkan mereka. Polisi Swedia bersikap sangat baik, sopan dan memperlakukan mereka sebagai tamu.
Berhenti sebentar di kantor polisi, mereka diberikan susu, roti dan yoghurt… Ternyata kantor imigrasi tidaklah menakutkan seperti bayangannya, melainkan sebuah gedung bagus yang modern, bersih, terbuka, tak berpagar dan orang keluar masuk dengan bebas. Jauh dari kesan penjara seperti yang selalu ditakutkannya.
Mereka diberikan kamar, sprei, selimut, handuk dan perlengkapan mandi, semuanya serba baru. Keesokan harinya barulah mereka diwawancarai mengenai alasan datang ke Swedia. Aprizal mengakui dengan jujur bahwa dirinya mencari pekerjaan untuk membayar hutang di Indonesia.
Hasilnya, Apri dan adiknya diberikan kartu ATM dan uang sebesar 3 juta di rekening bank, lalu ditempatkan di penampungan di Sundsvall dan diberikan pelatihan kerja. Sementara teman mereka dideportasi ke Indonesia.
Walaupun fasilitas yang diberikan di pinggiran Sundsvall sangat baik, mereka tidak boleh bekerja dan Aprizal mulai berpikir bagaimana caranya bisa mengirim uang ke Indonesia. Walaupun hidup sehemat mungkin, dengan cara membeli roti yang murah-murah saja dan mengambil buah-buahan serta telur yang telah dibuang oleh supermarket, tetap saja uang 3 juta tersebut tidak mencukupi.
Suatu hari ia membaca tulisan pada sebuah botol minuman kosong “Recycle, 1 kronor”. Rupanya, jika seseorang mengembalikan botol kosong kepada supermarket tertentu, orang tersebut mendapat uang kompensasi sebesar 1 kronor (1000 rupiah saat itu). Untuk botol yang lebih besar 2K dan untuk kaleng bir 0.50 cent. Timbul semangatnya, ia mulai mengumpulkan botol-botol kosong dari berbagai tempat kemudian dibawa ke supermarket untuk ditukarkan.
Dan, betul… ia mendapatkan 400 kronor (400 ribu rupiah) untuk botol-botolnya! Semangatnya meningkat. Pulang dari supermarket Apri langsung berkeliling memunguti botol-botol kosong untuk ditukarkan.
“Oleh karena saya biasa hidup bersih, jika ada tempat-tempat sampah yang berantakan, saya rapikan, saya masukkan sampah-sampah yang berceceran ke dalam tempat sampah. Kadang burung-burung mencari makan di tempat sampah, membuat sampah bertebaran, saya bereskan,” ungkapnya
Dia juga pergi ke pantai, memunguti botol-botol yang berserakan, sambil memetik strawberry dan raspberry yang tumbuh liar sebagai pengganjal perut. Disana banyak rumah tangga yang membuang sampah atau perabotan yang masih bagus, diletakkan dalam box besar di depan rumah, menunggu diangkut truk sampah.
Nah, banyak imigran dari negara lain yang mencari-cari barang yang masih bisa dipakai,mengacak-acak isi box lalu pergi begitu saja membiarkan barang-barang berantakan. “Saya ikut mencari baju-baju yang masih bisa dipakai, bedanya setelah mendapatkan apa yang saya perlukan, saya rapikan lagi barang-barang tersebut ke dalam box,” jelasnya.
Apripun “mengembangkan” usaha sampai ke pusat kota Sundsvall. Saat musim dingin dia mengumpulkan botol-botol dari bar-bar dan pub, dan bisa dapat banyak sekali karena orang disana amat suka minuman kemasan.
Semua botol kemasan punya harga. Dari kegiatan memulung ini dia bisa mengirimkan uang sebesar Rp 70 juta rupiah ke rumah!.
Luntang lantung di Eropa akibat tertipu agen kerja hingga akhirnya menjadi pemulung di Swedia dan sukses kerja di Yunani. ( Foto: Dok. Pribadi)
Mendapat ijin kerja
Suatu hari ia dipanggil oleh petugas imigrasi, hatinya ciut, merasa takut bukan buatan. Setelah basa-basi sejenak, petugas memutarkan video dan ternyata itu adalah video-video yang menampilkan dirinya!.
Semua kegiatannya memulung, merapikan tempat sampah, memunguti botol dan kaleng yang berserakan di pub-pub, mengamankan laptop dan handphone pemabuk di pantai, terekam kamera. Rupanya ada cctv di seluruh kota.
Namun, di luar prasangkanya, bukannya ditegur atau dideportasi ia malah disalami petugas yang sekaligus berterima kasih kepadanya karena ia dianggap telah mendukung program Pemerintah Swedia untuk menjadikan Swedia negara yang bersih.
Kegiatannya memulung dan membersihkan sampah yang berserakan dimana-mana menjadi perhatian pemerintah. Hebatnya lagi, petugas memberikan hadiah sebesar 8000k (sekitar 8 juta rupiah), tiket terusan untuk bepergian ke seluruh Swedia, masuk gratis ke tempat-tempat wisata dan yang paling penting, ia mendapat ijin kerja.
Dengan ijin kerja tersebut Apri mendapat pekerjaan di sebuah restoran Cina. Sekitar setengah tahun bekerja, ada tamu dari Yunani yang setiap hari datang ke restorannya. Mengetahui Aprizal berasal dari Indonesia, tamu tersebut minta dimasakkan makanan Indonesia.
Aprizal menyanggupi dan membuatkan setiap hari. Rupanya tamu ini pernah tinggal dan mengelola hotel di Bali. Di akhir kunjungannya, ia menawarkan pekerjaan untuk menjadi asisten chef di restorannya di Pulau Samos, Yunani dengan gaji hampir 2x lipat.
Ragu-ragu, ia meminta izin kepada majikannya. Sang majikan mengijinkan, “Kamu harus ambil, jangan sia-siakan kesempatan bagus ini.” Dari sini Aprizal belajar tentang sikap positif dan sikap terpuji atasan yang mendorong karyawan untuk maju.
Berjaya di Yunani
Sesampai di Yunani bersama adiknya, Aprizal terkeju ternyata yang ditujunya bukan sekedar restoran tetapi sebuah hotel berbintang lima, Doryssa Seaside Resort di Pulau Samos. Hotel dengan 400-an kamar ini memang terkenal akan makanan restorannya yang enak.
Sebagai Assistant Chef ia banyak menunjukkan inisiatif dan ringan tangan, saat pekerjaannya telah selesai ia membantu karyawan-karyawan yang lain, termasuk tukang cuci piring bahkan tukang kupas bawang – pekerjaan yang dianggap paling menyebalkan di dapur.
Rekan-rekan yang dibantu senang karena biasanya disana karyawan sangat individualistis, hanya berfokus pada tugasnya sendiri, tidak peduli dengan pekerjaan orang lain. Disini ia juga memasak makanan Indonesia untuk tamu-tamu hotel, seperti mpek-mpek, sate…dan tamu-tamu menyukainya. Melihat dapur yang kotor ia mengusulkan kepada manajemen untuk membersihkan dapur.
Bersama tim-nya ia membersihkan dapur yang luasnya 2000-an meter persegi hingga bersinar seperti baru. Ia pun memperoleh kepercayaan dari pihak manajemen dan sering diminta untuk melakukan hal-hal lain di luar pekerjaan utamanya seperti dipercayakan menata makanan dan ruangan. Tak heran bila ia terpilih sebagai karyawan terbaik, dari 285 orang, berturut-turut setiap tahun!
Saat sedang berada di puncak karirnya itulah ia mendapat kabar duka dari tanah air: ibundanya sakit dan dalam keadaan yang mengkhawatirkan. Lima tahun berkiprah di Yunani, tanpa ragu ia pulang di tahun 2013 demi ibunya.
“Pekerjaan dapat dicari, tetapi punya ibu cuma sekali.” Begitu prinsipnya, mereka berdua pun pulang kampung. Selama 2 tahun Aprizal terus berada di samping ibu di desanya di Nagari, Agam untuk merawatnya.
“Tadinya ibu tidak mau makan, bahkan minuman kopi yang diberikan disembur olehnya. Saya pun coba mendekati ibu dengan cara berbeda, saya cium dulu tangannya, saya peluk-peluk, saya ucapkan kata-kata bagus, saya ciumi pipinya… Ibu pun mau saya suapi,” cerita Apri.
Apri menyuapi, memandikan, membersihkan ibunya hingga beliau wafat di pelukannya. Sebelum wafat, ibu menceritakan suatu rahasia. Ia minta Apri untuk membuka kaki tempat tidurnya yang terbuat dari bambu.
Saat dibongkar, ternyata isinya penuh dengan emas! Rupanya sang ibu memanfaatkan dengan bijak uang yang dikirim Apri, tidak saja dipakai untuk keperluan sehari-hari dan menebus sawah-sawah keluarga yang tergadai tetapi diam-diam sang ibu juga membeli emas yang ditabungnya di kaki tempat tidur.
“Aku takut kau pulang tidak membawa uang, maka inilah uangmu. Ambil dan manfaatkan, tetapi kalau bisa tidak usahlah pergi jauh-jauh, berusaha disini saja,” pinta ibunda Apri.
Kadai Mak Ciak
Menuruti nasihat ibunya, di tahun 2015 ia kembali ke Jakarta, memulai Kadai Mak Ciak dari sebuah kios kecil di Akasia Tower, Kalibata City, kios yang tetap ia pertahankan sampai sekarang.
Hari-hari pertama pemasukannya hanya 200 ribu sehari, kadang hanya 250 ribu tetapi banyak tamu datang kembali karena menyukai masakannya. Ia sudah mendapat repeat customers! Jadi ia bersabar… ia tahu ini hanya menunggu waktu. Betul saja, di bulan kedua Kadai Mak Ciak sudah surplus.
Dari manakah asal masakan Kadai Mak Ciak? Tidak dari mana-mana, masakan Padang di Kadai Mak Ciak adalah khas Mak Ciak, kata Aprizal. Ia meramu bumbu-bumbunya sendiri, dan ada yang khas: “Rasa pedas di Mak Ciak tidak menyengat, dan saya tidak menggunakan lada untuk menambah pedas” katanya.
Apakah pengalamannya di luar negeri berdampak pada masakan di restorannya? Jelas. Disana ia belajar banyak, tidak saja tentang fungsi setiap bahan makanan tetapi juga bagaimana perlakuan yang benar untuk daging, untuk ayam, untuk ikan dan sebagainya.
Berapa lama harus memasak daging agar keluar kaldunya. Seberapa besar api harus disetel untuk memasak daging. Berapa lama daging direbus dalam kondisi 100 derajat untuk mengeluarkan rasanya.
“Itu antara lain yang saya pelajari disana. Saya juga belajar membuat masakan Western, Jepang, Korea, Thailand sampai menghias (garnish). Chef di Doryssa banyak berbagi ilmu, ini hal yang luar biasa, jarang orang seperti dia mau berbagi ilmu, dan kami menjadi sangat dekat..”
Aprizal di Kadai Mak Ciak pertama Kalibara City, Jakarta
Masakan Padang lebih sehat
Banyak orang berpikir bahwa masakan Padang itu identik dengan santan dan kolesterol jahat lalulmereka beralih ke masakan tumis menumis. Menurut Aprizal pandangan ini keliru karena minyak yang dipakai menumis umumnya adalah minyak sawit, bahkan minyak bekas, yang tidak baik untuk kesehatan.
Santan yang dimasak sebentar saja akan menghasilkan HDL (kolesterol baik) tapi jika santan tersebut dimasak berulang-ulang barulah dia menghasilkan LDL (kolesterol jahat).
Dia mengingatkan bahwa masakan Padang banyak sekali memakai rempah-rempah seperti lengkuas yang bisa membunuh sel kanker, jahe yang bagus untuk mencegah penumpukan kolesterol, kunyit antara lain baik bagi ketahanan tubuh dan membunuh bakteri.
Jahe, ketumbar, kayu manis, biji pala, sereh semua itu bagus untuk mengatasi kolesterol dan semuanya ada dalam masakan Padang!. Sementara, masakan-masakan dari daerah lain umumnya hanya memakai rempah-rempah tertentu jadi bumbu terbatas. Masakan Padang itu selain rempah-rempahnya komplit dan perpaduannya pas juga menjadi penetralisir.
Lelaki berusia 47 tahun ini lebih lanjut menyampaikan, ada disertasi seorang profesor yang membuktikan bahwa masakan Padang itu tidak jahat seperti yang dikira orang. Ia bahkan meneliti sebuah jaringan restoran Padang ternama dimana pemiliknya setiap hari memakan apa saja dari jualannya, begitupun karyawannya dan tidak ada seorang pun menderita sakit jantung.
“Telur ceplok sebenarnya lebih jahat daripada rendang,” katanya lagi. Telur ceplok digoreng dengan minyak sawit dan langsung dimakan begitu saja, sementara rendang walaupun dimasak lama dengan santan dan memakai cabe, memiliki banyak penetralisir dalam kandungan bumbu-bumbunya.
Ia memang mempelajari serba-serbi bumbu dan efeknya bagi kesehatan. Oleh karena itulah ia mencampurkan susu ke dalam sambal-sambalnya untuk mengurangi efek negatif cabe rawit dan cabe merah bagi pembeli.
“Cabe dibutuhkan oleh tubuh karena mengandung vitamin C tetapi ia juga mengandung racun yang berbahaya bagi lambung.” Selain sebagai penetralisir, susu juga membuat warna sambal tetap merah merona dan hijau segar. Aprizal juga paham karakter berbagai rempah, bagaimana karakter bawang merah, bagaimana pula karakter bawang putih dan kalau bawang putih ditumis apa akibatnya, dan lain-lain.
Memang ia masih turun ke dapur setiap dan memulai jam kerjanya dari jam 3 pagi. Ada hal-hal tertentu yang harus berada dalam pengawasannya supaya “Rasanya tidak lari” katanya. Dapurnya memanfaatkan gula dan air kelapa sebagai penyedap.
Hebatnya, Aprizal memakai bahan-bahan dan bumbu-bumbu segar setiap hari. :”Saya tidak menyetok bahan atau bumbu-bumbu, saya terima daging beku tetapi yang bagus. Saya tidak tertarik dengan daging murah,”
Menurut dia, lengkuas dan cabe yang telah bermalam berbeda rasanya. ” Kami juga tidak memakai bumbu giling maupun santan jadi, kami membeli semua rimpang dalam wujud utuh dan kelapa bulat. Kelapa kami parut dan peras sendiri santannya.“ jelasnya.
Tahunan belanja di pasar setiap hari, Aprizal tahu betul banyak orang menjual nangka muda yang putih dan tampak bagus padahal nangka tersebut telah diberi pemutih, alias kimia alias racun. Daun singkong pun banyak yang diberi gendar supaya warnanya bagus. “Saya gak mau. Sedikit racun disana, sedikit disini, lama-lama lambung rusak. Padahal tujuan saya berbisnis adalah memberi makan dan menjaga kesehatan,”
“Saya tidak menjual jeroan. Otak dan gajeboh juga baru-baru saja kami sediakan atas permintaan salah satu cabang,” ujarnya.
Kadai Mak Ciak juga tidak banyak menyediakan masakan ikan tawar karena, walaupun sebenarnya bagus, kebanyakan ikan tawar sekarang ini diberi makan pelet, kimia lagi. “Jadi saya perbanyak menu ikan laut, kan mereka makan yang alami di laut lepas,” tandasnya.
Memang membuat masakan Padang lebih ribet, lebih menghabiskan energi dan meminta lebih banyak biaya. “Tapi orientasi saya bukan keuntungan semata, saya ingin usaha yang diridhoi Allah. Memberi makanan dan menjaga kesehatan tadi. Saya harap Kadai Mak Ciak nanti juga dimiliki oleh orang-orang lain, bukan oleh keluarga sendiri saja” harapnya.
Serba terjangkau
Perjalanan hidup membuatnya jadi pionir dalam membuat masakan Padang sehat bahkan diakui sebagai masakan terenak oleh Youtuber dan pecinta kuliner umumnya. Kedai ( restorannya) dimanapun juga tidak pernah sepi pengunjung.
Siang itu Aprizal memesankan untuk saya gulai ikan kembung. Seekor ikan kembung dalam santan kental berwarna kuning cerah dan cantik segera tersaji di meja. Dimasak dengan daun ruku-ruku, tekokak, cabe rawit utuh, daun pandan dan daun kunyit.
Apri memasaknya sendiri. Rasanya memang…wah! Wangi, gurih dan manis ikan masih terasa. :”Ini saya buat sendiri, hanya dimasak 10 menit, Jadi santannya sehat”. katanya. Mendengar keterangannya, saya menghabiskan semua, termasuk daun kunyitnya.
Anak ke-8 dari 9 bersaudara ini memang ingin masakan Padang dikenal lebih luas, dikenal rasanya, tidak eksklusif dan terjangkau. “Untuk itu saya bersedia berbagi ilmu, kepada siapa saja yang mau belajar memasak, pelanggan bahkan kompetitor, tidak ada yang saya sembunyikan. Ayo datang ke dapur saya. Ilmu jika dibagi menjadi semakin banyak, berbeda dengan harta yang kalau dibagi semakin berkurang,” tegasnya lagi.
Mengaku terlahir dari keluarga miskin – keluarganya dikategorikan sebagai keluarga termiskin dalam data kelurahan desa Koto Malintang, kecamatan Tanjung Raya, Agam. Ibunya berjualan nasi dan anak-anaknya adalah anak buahnya. Aprizal sudah dipaksa memasak di usia 3 tahun.
Rumahnya seluruhnya terbuat dari bambu, untuk makan mereka harus pergi dulu ke sawah, memotong padi dan mengolahnya menjadi beras. Keterbatasan finansial membuat Apri kecil sudah bisa memasak rendang sebelum masuk SD, saat di kelas 4 SD ia mulai memasak untuk keluarga.
Kelas 6 SD ia ikut berdagang dan sempat menjadi karyawan sebuah restoran Padang besar. Di tingkat SLTP ia sudah gemar berkreasi saat memasak untuk keluarga. Ia pernah menyajikan dendeng yang terbuat dari nangka dan dendeng dari kulit singkong.
Belakangan, sepulangnya dari Eropa ia menjadi Juara 1 se-provinsi Sumatera Barat dalam suatu kejuaraan memasak dimana ia berkreasi dengan hati batang pisang, nasi dari sukun dan mengolah kulit coklat!. Ia berpendirian bahwa alam disiapkan untuk manusia, jadi harus dimanfaatkan sebaik-baiknya.
Jadi itulah rahasianya bagaimana Aprizal mengembangkan Kadai Mak Ciak yang selalu ramai dikunjungi orang dan menjadi hit saat ini. Determinasi, kreatifitas, smart working, inisiatif, kegigihan, kepedulian terhadap sesama, loyalty dan berbisnis dengan cara yang diridhoi Allah.
SAMOSIR, bisniswisata.co.id: Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, melakukan kunjungan kerja bersama sejumlah anggota Komisi X DPR RI untuk mendorong peningkatan kapasitas dan kompetensi SDM di Pulau Samosir Danau Toba, Sumatera Utara, Jumat (26/3/2021).
Kunjungan untuk mendorong peningkatan kapasitas dan kompetensi SDM di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif (parekraf) bersama rombongan Komisi X DPR RI yang diketuai oleh Wakil Ketua , Dede Yusuf dan pula anggota lainnya yakni Hetifah Sjaifudian, Sofyan Tan, Obon Tabroni, Ratih Megasari, Ledia Hanifa, dan Dewi Coryati.
Mereka bertolak ke Pulau Samosir menggunakan kapal cepat melalui Parapat. Sebelum bersandar di Desa Tuk Tuk Samosir, Menparekraf bersama rombongan sempat meninjau beberapa destinasi di sekitar Danau Toba mulai dari Batu Gantung, Pesanggrahan Soekarno, serta melihat keindahan Air Terjun Situmurun.
Menparekraf Sandiaga Uno menjelaskan, kehadirannya ke Danau Toba menunjukkan keseriusan pengembangan kawasan yang menjadi salah satu dari 5 Destinasi Super Prioritas.
Namun tidak hanya pengembangan infrastruktur, melainkan pengembangan kapasitas SDM untuk menyambut wisatawan nusantara atau pun wisatawan mancanegara yang harus berjalan beriringan.
“Selama 3 bulan saya menjadi Menteri, sudah tiga kali saya datang ke Danau Toba, ini menjadi pembuktian bahwa pemerintah hadir untuk membangun sektor parekraf di Danua Toba, tidak hanya infrastruktur namun SDM juga kita kembangkan,”
Nantinya akan muncul harapan dan semangat, memupuk motivasi agar masa depan kita di tengah pandemi ini kembali cerah, dan untuk kebangkitan dan pemulihan sektor parekraf di Danau Toba,” ujarnya.
Menparekraf Sandiaga Uno juga mendorong agar masyarakat dapat menjaga rasa aman dan nyaman bagi wisatawan yang datang ke Danau Toba.
“Keamanan dan kenyamanan wisatawan bisa menjadi bagian adaptasi kita di tengah pandemi. Kondisi pandemi saat ini membuat banyak masyarakat dan saudara kita yang prihatin. Toko-toko banyak yang tutup, banyak para pekerja seni yang rindu order ”
Untuk itu dia berharap kita semua dapat segera bangkit dan pulih. Pihaknya juga ingin menegaskan bahwa pariwisata akan segera bangkit dengan protokol kesehatan yang tegas dan disiplin, untuk itu perlu kolaborasi bersama, tegasnya.
Wakil Ketua Komisi X DPR RI Dede Yusuf menambahkan, kedatangannya bersama rombongan bertujuan untuk “belanja” masalah dan melihat langsung kondisi destinasi wisata yang menjadi fokus pembangunan pemerintah yaitu Danau Toba.
“Belanja masalah dibutuhkan, karena Danau Toba sudah ditetapkan sebagai DSP. Ada alokasi anggaran yang cukup besar yang dianggarkan pemerintah di 5 DSP, untuk itu kami harus melihat dahulu sudah siapkah untuk menerima investasi yang begitu besar,”
Menurut Dede Yusuf, dari diskusi yang sudah dilaksanakan ada beberapa hal yang harus dipersiapkan sebelum mendorong sebagai DSP, seperti SDM, fasilitas yang mendukung kompetensi SDM itu sendiri, dan fasilitas lainnya.
Dede Yusuf juga menjelaskan pihaknya akan berkoordinasi dengan Kementrian Dan lembaga terkait lainnya untuk mendorong kawasan Danau Toba siap menjadi kawasan DSP.
Pada akhirnya, penting sekali peran kepala daerah untuk bertanggung jawab agar bisa menata dan mengelola sehingga dapat merealisasikan harapan-harapan dari para pelaku parekraf menjadi destinasi yang memiliki keunggulan.
“Negara sudah mulai memikirkan bagaimana caranya untuk rebound pascapandemi. Kalau kita melihat negara lain, seperti Dubai hingga Thailand sudah membuka sektor pariwisatanya. Ini momentum yang sangat bagus, kita sepakat salah satu sektor yang didorong untuk rebound adalah pariwisata,” katanya.
CHESHIRE, bisniswisata.co.id: Jika Anda perlu membuat potret umum seorang anak berusia 20 tahun, keinginan untuk bepergian akan menjadi salah satu hal pertama yang akan Anda katakan. Ini sepertinya kiasan yang sangat umum untuk semua anak muda di seluruh dunia.
Mereka semua ingin bepergian dan memiliki keinginan membara untuk melihat dunia sendiri. Mengapa tidak? Bepergian dapat membantu mereka tumbuh sebagai individu. Itu juga dapat mengajari mereka tentang tanggung jawab, penganggaran, tekad, perencanaan, dan banyak hal penting lainnya dalam hidup.
Faktanya, travelling selama satu bulan bisa menjadi pengalaman yang berharga selama setahun. Oleh karena itu, siswa perlu melakukan banyak perjalanan untuk mempelajari lebih lanjut tentang diri mereka sendiri, dunia, dan tempat mereka di dalamnya.
Namun, di sinilah muncul masalah. Kebanyakan orang memandang travelling sebagai aktivitas yang mahal. Yang tidak mampu secara finansial oleh siswa. Nah, bepergian bisa jadi mahal, sama seperti itu bisa sangat sangat murah.
Semuanya tergantung pada Anda, rencana perjalanan Anda, dan negara yang akan Anda kunjungi. Dilansir dari Tourism-review.com, berikut adalah tujuan wisata terbaik yang sangat populer di kalangan pelajar. Mari kita lihat mengapa negara-negara tersebut sukses di kalangan anak muda.
Maroko
Agak aneh untuk mengatakannya, tetapi sepertinya Instagram membuat Maroko jauh lebih populer di kalangan anak muda daripada yang bisa diprediksi oleh pejabat negara.
Itu semua karena keindahan ekstrim negara Afrika ini. Siswa mengetahui betapa fotogeniknya negara ini dan mereka datang untuk melihat pantainya yang indah dan kota-kota besar.
Secara tradisional, beberapa kota Maroko dicat hanya dengan satu warna atau dua warna. Warna-warna ini terutama biru dan putih. Palet warna ini membuat arsitektur dan pemandangan kota menjadi tempat yang benar-benar unik untuk dilihat.
Selain itu, jangan lupakan masakan Maroko yang luar biasa dan ini adalah negara yang sempurna untuk bepergian dengan teman dan menikmati budaya, alam, dan bahkan kehidupan malam yang luar biasa.
Estonia
Negara di Eropa Timur ini mungkin bukan pilihan nomor Anda dalam hal tujuan perjalanan, kami tahu itu. Faktanya, tidak banyak orang yang dapat menemukannya di peta pada percobaan pertama.
Namun, Anda perlu mempertimbangkan kembali pendapat Anda tentang Estonia. Baru-baru ini negara itu masuk ke tujuan ex-tep teratas. Mengapa? Ia memiliki segala sesuatu yang dapat diimpikan oleh orang-orang muda dan ambisius.
Pertama, sangat terjangkau, terutama jika dibandingkan dengan negara Eropa lainnya. Selanjutnya, sangat modern. Kemajuannya dengan digitalisasi dapat menjadi contoh bagi semua negara lain.
Hampir semua layanan pemerintah yang dapat Anda pikirkan, dapat Anda temukan dan gunakan secara online. Padahal, negara ini memiliki sejarah yang luar biasa, yang bisa Anda lihat dari arsitekturnya.
Kota tua abad pertengahan, memiliki kastil. benteng yang dilestarikan dengan sempurna, gereja kuno, dan banyak lagi. Kami menantang Anda untuk melihat beberapa ulasan makalah yang terjangkau dan menemukan seorang penulis yang dapat memberi tahu Anda secara rinci tentang kekayaan sejarah negara yang indah dan membanggakan ini.
Kroasia
Kroasia memiliki beberapa pemandangan yang belum pernah Anda lihat di mana pun di Eropa. Kotanya sangat cantik. Ini adalah negara yang damai dan indah terutama pantainya Dan pegunungan.
Anggur yang enak dan itu adalah negara yang menyatukan terlalu banyak mutiara untuk menyatukannya dalam satu paragraf singkat. Selama beberapa tahun terakhir, sektor pariwisata negara ini benar-benar berkembang pesat.
Anda bisa menjadi turis beranggaran rendah, atau turis tipe “Saya ingin menghabiskan semua uang saya”, Anda berdua akan melakukan sesuatu di Kroasia. Anda bisa pergi berlayar dengan yacht.
Anda bisa menikmati kehidupan malam yang gila, seperti pesta di pantai. Anda juga dapat bersepeda melintasi pedesaan dan menikmati keindahan alam di daratan dan pulau-pulau.
Anda bahkan dapat membaca ulasan akademis dan memesan makalah tentang sifat unik Kroasia. Ini akan menjadi bacaan yang cukup, harus kita katakan.
Kuba
Dunia tidak menunggu lama ketika Kuba akhirnya dibuka untuk pengunjung. Turis mulai memenuhi jalanan Havana dan kota-kota lain. Bepergian ke Kuba, di satu sisi, mirip dengan bepergian melintasi waktu.
Sejak negara itu ditutup untuk perdagangan dan kerjasama internasional lainnya dalam waktu yang lama, negara itu benar-benar menjaga dirinya di masa lalu. Namun, masih banyak yang ditawarkan.
Alam, budaya, makanan, atau orang-orang di negara ini layak membayar tiket penerbangan Anda. Padahal, lebih baik Anda membaca ulasan penulis tingkat lanjut untuk menemukan layanan yang dapat diandalkan untuk memberi tahu Anda seluruh kebenaran tentang revolusi Kuba dan kehidupan setelahnya. Penting untuk diketahui jika Anda berencana mengunjungi pulau itu suatu hari nanti.
Garis bawah
Seperti yang Anda lihat, peta tampaknya berubah cukup drastis akhir-akhir ini. Siswa telah menemukan banyak kemacetan tersembunyi di seluruh dunia. Ini adalah negara-negara yang dapat diakses, terjangkau, dan sangat ramah.
Tidak banyak dari negara-negara tersebut yang memiliki banyak turis yang datang di masa lalu. Namun, sepertinya sebentar lagi akan menghadapi beberapa perubahan serius.