Menejemen Angkasa Pura, Perketat Keamanan Bandara

0
52
BW-keamanan-bandara-diperketat-pasca-ledakan-di-depan-rumah-ibadah-makasar

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Manajemen Angkasa Pura Airports secara responsif langsung melakukan peningkatan upaya pengamanan di seluruh bandara pasca peristiwa pengeboman di Makassar yang terjadi Minggu pagi. “Mengingat bandara merupakan objek vital negara sehingga perlu diantisipasi potensi ancaman lanjutan dari peristiwa tersebut,” ujar Direktur Utama Angkasa Pura Airports Faik Fahmi.

Seperti diketahui terjadi ledakan bom bunuh diri di depan rumah ibadah di Makassar sekitar pukul 10.20 WITA. Ada pun upaya peningkatan keamanan di seluruh bandara yang dikelola, meliputi peningkatan ketelitian pemeriksaan kendaraan yang masuk ke area bandara dengan melakukan peningkatan random check di area pengambilan tiket parkir dan melibatkan pendampingan petugas TNI dan Polri. Melakukan patroli gabungan untuk pemeriksaan keamanan di area perimeter bandara.

Juga meningkatkan ketelitian petugas bandara dalam melalukan pemeriksaan terhadap orang atau petugas dan kendaraan yang memasuki area sisi udara (airside). Memperketat keamanan di terminal kargo dan regulated agent melalui koordinasi intensif dengan operator jasa terkait. Meningkatkan pengamanan dan penjagaan Depo Pengisian Bahan Bakar Pesawat. Melaksanakan pemeriksaan secara konsisten di area screening check point (SCP) dan memastikan orang yang masuk ke area terbatas harus memperlihatkan kartu identitas bandara.

NR-pasca-makasar-tingkatkan-keamanan

Menejemen bandara juga meningkatkan patroli di SCP 1 dan 2, memeriksa seluruh gorong-gorong di bandara. Melakukan security awareness briefing kepada seluruh mitra bandara.

Angkasa Pura Airports juga berkoordinasi secara intensif dengan otoritas bandara terkait kebijakan peningkatan keamanan bandara dan berkoordinasi dengan aparat keamanan untuk mengidentifikasi kemungkinan potensi ancaman. Upaya peningkatan keamanan ini juga tetap memperhatikan protokol kesehatan.

“Bagi calon penumpang dan pengguna jasa bandara yang tengah berada di bandara atau yang akan menuju bandara, kami mohon maaf jika upaya peningkatan keamanan ini mengganggu kenyamanan. Hal ini dilakukan demi keselamatan dan keamanan kita bersama,” kata Faik Fahmi.

Sebagai salah satu BUMN pengelola bandara di Indonesia,  Angkasa Pura I mengelola 15 bandara, yaitu Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali, Bandara Juanda Surabaya, Bandara Sultan Hasanuddin Makassar, Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Balikpapan, Bandara Frans Kaisiepo Biak, Bandara Sam Ratulangi Manado, Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin, Bandara Ahmad Yani Semarang, Bandara Adisutjipto Yogyakarta, Bandara Internasional Yogyakarta di Kulon Progo, Bandara Adi Soemarmo Surakarta, Bandara Internasional Lombok Praya, Bandara Pattimura Ambon, Bandara El Tari Kupang, dan Bandara Sentani Jayapura.

Sementara upaya pengetatan keamanan juga dilakukan dijajaran bandara yang dikelola PT Angkasa Pura II yaitu: bandara,  Soekarno-Hatta (Tangerang) Halim Perdanakusuma (Jakarta) Sultan Mahmud Badaruddin II (Palembang) Kualanamu (Deli Serdang) Sultan Syarif Kasim II (Pekanbaru) Silangit (Tapanuli Utara) Raja Haji Fisabilillah (Tanjung Pinang) Supadio (Pontianak) Bandar Udara Banyuwangi (Banyuwangi) Radin Inten II (Lampung) Husein Sastranegara (Bandung) Depati Amir (Pangkalpinang) Sultan Thaha (Jambi) HAS Hanandjoeddin (Belitung) Tjilik Riwut (Palangkaraya) Kertajati (Majalengka) Fatmawati Soekarno (Bengkulu) Sultan Iskandar Muda (Aceh) Minangkabau (Padang)
Selain mengelola bandara, PT Angkasa Pura  mempunyai lima anak perusahaan, yaitu PT Angkasa Pura Logistik, PT Angkasa Pura Properti, PT Angkasa Pura Suport, PT Angkasa Pura Hotel, dan PT Angkasa Pura Retail. *

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.