Pengalaman Hijau yang Menakjubkan di Thailand Perkuat Sustainable Tourism untuk Pasar Internasional.

this formate

Pertemuan perdagangan menghubungkan pembeli dan media dari ASEAN, Asia Selatan, dan Pasifik Selatan dengan operator pariwisata bertanggung jawab di Thailand selatan setelah kunjungan mendalam di Krabi, Phang-nga, dan Surat Thani

KRABI, Thailand, bisniswisata.co.id: Otoritas Pariwisata Thailand (TAT) selenggarakan sesi pertemuan perdagangan dan makan siang Jaringan di bawah proyek Pengalaman Hijau yang Menakjubkan di Thailand, yang mempertemukan pembeli dan media dari ASEAN, Asia Selatan, dan Pasifik Selatan dengan operator pariwisata bertanggung jawab dari Thailand selatan.

Acara ini memperkuat komitmen Thailand terhadap pariwisata bertanggung jawab sekaligus memperluas produk perjalanan berkelanjutan yang siap dipasarkan untuk pasar internasional.

Patsee Permvongsenee, Direktur Eksekutif TAT untuk kawasan ASEAN, Asia Selatan, dan Pasifik Selatan, mengatakan Amazing Green Experience di Thailand mencerminkan komitmen TAT untuk memperkuat posisi Thailand sebagai destinasi pariwisata yang bertanggung jawab.

“Dengan menghubungkan mitra perdagangan perjalanan internasional dan media dengan operator lokal, kami menciptakan peluang praktis bagi produk pariwisata berkelanjutan untuk menjangkau pasar global,” ujarnya dalam siaran persnya.

Hal ini membantu bisnis Thailand menerapkan praktik yang bertanggung jawab dengan cara yang memberikan nilai nyata bagi masyarakat, pengunjung, dan lingkungan, tambahnya.

Melalui proyek ini, TAT ingin memperkenal- kan produk pariwisata bertanggung jawab Thailand ke lebih banyak pasar, perdalam keterlibatan perdagangan dan media, serta menciptakan nilai bisnis yang terukur bagi operator lokal di Thailand selatan.

Bertempat di Sofitel Krabi Phokeethra Golf & Spa Resort, pertemuan perdagangan ini mempertemukan 22 operator pariwisata dari Krabi, Phang-nga, dan Surat Thani.

Para penjual yang berpartisipasi termasuk penerima Thailand Tourism Awards 2025, operator di bawah program CF Hotels, bisnis yang dinilai melalui TAT STAR, dan penyedia pariwisata yang berkomitmen pada praktik yang bertanggung jawab.

Acara ini memungkinkan para penjual yang berpartisipasi untuk bertemu dengan 19 mitra perdagangan perjalanan luar negeri dari India, Vietnam, Singapura, Malaysia, Indonesia, dan Australia untuk diskusi bisnis dan peluang pengembangan produk.

Enam belas perwakilan media dari pasar-pasar ini, termasuk pembuat konten, blogger, KOL, dan influencer, juga bergabung dalam program ini untuk merasakan penawaran pariwisata bertanggung jawab Thailand dan meningkatkan kesadaran di kalangan audiens global.

Pertemuan perdagangan ini dirancang untuk memperkuat kesiapan pasar, mendukung pencocokan bisnis, dan memperluas pasar untuk produk pariwisata berkelanjutan melalui saluran penjualan internasional.

Program dibuka dengan pengarahan penjual yang dipimpin oleh direktur luar negeri TAT, yang berbagi tren pasar dan wawasan wisatawan dari ASEAN, Asia Selatan, dan Pasifik Selatan. Ini diikuti oleh pengarahan produk tentang Thailand selatan, sesi B2B, dan makan siang jaringan.

Sebagai bagian dari program pengenalan yang lebih luas pada tanggal 6–13 Mei 2026 pembeli dan media bergabung dalam rute terpilih yang meliputi Krabi, Phang-nga, Surat Thani, dan Phuket.

Kunjungan ini memberikan konteks produk secara langsung sebelum dan sesudah sesi perdagangan tanggal 8 Mei, yang berfungsi sebagai platform bisnis utama proyek di Krabi.

Pengalaman unggulan meliputi Komunitas Pariwisata Ban Nai Nang, Princeville Spa, Pansook Eco Store & Tea Room, Mount to Mount Homestead & Garden, Wareerak Hot Spring and Wellness, Komunitas Ekowisata Thung Yee Pheng, dan Usaha Komunitas Ban Sam Chong Nuea.

Bersama-sama, mereka mencerminkan portofolio pengalaman perjalanan bertanggung jawab Thailand yang terus berkembang, meliputi pariwisata komunitas, kesehatan, usaha lokal berdampak rendah, dan aktivitas berbasis alam.

Beberapa di antaranya diakui melalui Thailand Tourism Awards 2025, TAT STAR, atau inisiatif rute Travel with Care Connect to Krabi.

Dua karya Pertunjukan Teater RI Pertama Kali Berpartisipasi di Venice Biennale 2026

this formate

Restu Imansari Kusumaningrum dan Michele Cavallaro, Direktur Istituto Italiano di Cultura (IIC) saat jumpa pers.

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Bumi Purnati Indonesia akan mementaskan dua pertunjukan teater di panggung La Biennale di Venezia 2026 atau Venice Biennale 2026, di Venesia Italia pada 7 hingga 21 Juni 2026.

Restu Imansari Kusumaningrum, pimpinan Bumi Purnati yang pernah sukses menggelar I La Galigo di mancanegara pada tahun 2003 lalu mengatakan inilah pertama kalinya teater Indonesia hadir di Venice Biennale 2026.

Dua pertunjukan teater yang akan dipentaskan berjudul “Under the Volcano” dan “Hikayat Perahu/The Tale of Boat.”Dua pentas tersebut akan menjadi bagian di Festival Teater Internasional ke-54 Venice Biennale. Festival internasional ini digelar untuk tari, musik, teater yang berlangsung sepanjang 7 Juni-24 Oktober 2026.

Under the Volcano” digelar di Teatro alle Tese, Arsenale, pada 16-17 Juni 2026. Dilanjutkan pentas “Hikayat Perahu” di lokasi yang sama pada 18-19 Juni 2026. Permintaan berpartisipasi itu meskipun tergolong detik penutupan pendaftaran tapi membuatnya senang karena Indonesia dikenali pelaku seni di manca negara.

Restu yang juga produser pementasan I La Galigo ini tak menyangka proposal yang dikirimkan jelang penutupan pendaftaran diterima panitia. Panitia yang menghubunginya memang aktif mencari perwakilan dari Asia yang mempunyai akar budaya Melayu.

“Kami kirim 24 jam sebelum penutupan pendaftaran, dua hari berikutnya kami diberi tahu Indonesia lolos seleksi dan masuk festival,” ujar Restu saat jumpa pers di rumah kediaman Dubes Italia di kawasan Kebayoran Baru, Kamis.

Restu yang sukses Penyelenggara I La Galigo mendunia pada 2003 di Esplanades Theaters on the Bay, Singapura dan tampil di beberapa negara, seperti di Lincoln Centre Festival, New York, Amerika Serikat; Het Muziektheater, Amsterdam, Belanda; Forum Universal de les Cultures, Barcelona, Spanyol;.

Saat itu I La Galigo juga pentas di Les Nuits de Fourviere, Rhone, Prancis; Ravenna Festival di Italia; Metropolitan Hall for Taipei Arts Festival, Taipei; Melbourne International Art Festival, Melbourne, Australia; Teatro Arcimboldi, Milan, Italia.

Menurut Restu pihaknya mengajukan tiga usulan pertunjukan namun panitia memilih “Under the Volcano” dan “Hikayat Perahu”. Karya ini mengambil inspirasi dari syair Lampung Karam karya Muhammad Saleh yang bercerita tentang meletusnya Gunung Krakatau pada tahun 1883.

Setelah itu Restu langsung menyiapkan pertunjukan yang akan ditampilkan dan memanggil 22 seniman. Dalam waktu enam bulan mereka berlatih untuk mementaskan dua karya tersebut yang melibatkan seniman dari Aceh dan Sumatra Barat.

Dua Cerita

“Under the Volcano” adalah pentas teater tari yang disutradarai Yusril Katil. Karya ini mengambil inspirasi dari Syair Lampung Karam karya Muhammad Saleh, yang bercerita tentang meletusnya Gunung Krakatau pada Agustus 1883.

Karya ini bermula dari kolaborasi Komunitas Seni Hitam- Putih dan Bumi Purnati Indonesia saat mengikuti di The 6th Theatre Olympics di Beijing, Cina, pada 2014. Karya ini dipentaskan di Singapura pada 2016, di Borobudur Writer and Cultural Festival di Magelang, Jawa Tengah, dan di Ciputra Artpreneur Theater, Jakarta pada 2022.

Sementara “Hikayat Perahu” disutradarai Sri Qadariatin. Karya ini merupakan tafsiran atas puisi Syair Perahu karya Hamzah Fansuri, sebuah karya sastra Melayu Klasik abad ke-16 yang diakui sebagai memori of the World pada 2025. Rencananya karya ini dipentaskan di Jakarta pada tahun depan.

Karya ini merupakan karya teater tari yang menampilkan perjalanan spiritual mencari kedamaian di dalam diri hubungan manusia dan Tuhan yang dilambangkan dengan metafora perahu dan lautan.

Venice Biannale ini cukup panjang untuk menghadirkan karya-karya teater dari seluruh dunia dan festival untuk seni rupa sudah berlangsung 150 tahun dan digelar setiap dua tahun, sedangkan untuk festival teater ini baru berusia 54 tahunan dan mengkurasi berbagai produksi teater di dunia, tambahnya.

Festival ini akan menghadirkan 200 seniman dari seluruh dunia yang akan mengisi 55 acara, termasuk 11 acara produksi dan ko-produksi. Di Festival ini akan ada 10 pentas pertama dunia (world premiere), 2 pentas perdana Eropa, 4 pentas perdana Italia.

Restu mengatakan panitia festival menampilkan pada kekayaan teater yang menekankan pada aksara, budaya, tradisi yang berbeda satu sama lain. Ia juga menjelaskan tak kurang 610 pelamar dari berbagai negara mengajukan proposal pementasan ke festival yang bertema Alter-Native ini.

Partisipasi tim teater Indonesia di ajang Festiva Teater Interasional ini mendapat sambutan dari Michele Cavallaro, Direktur Istituto Italiano di Cultura (IIC) di Jakarta.

Menurutnya kehadiran Indonesia cukup penting dalam festival teater Internasional di Venice Biennale. Dia senang akhirnya Indonesia bisa hadir di festival ini.

“Saya merasa warisan Indonesia penting ditampilkan di kancah dunia,” ujarnya. Dia berharap ke depannya bisa mengembangkan kerja sama dalam projek lainnya.

Restu juga mengatakan dia juga meminta bantuan pemerintah Italia mendatangkan ahli tata suara yang akan berkreasi bersama grup seniman Aceh.

“Saya minta bantuan Pemerintah Italia membantu grup-grup kesenian di Aceh yang baru terdampak Banjir,”ujar Restu.

Sapta Nirwandar, salah satu tokoh Lampung yang mendukung pertunjukan I La Galigo saat menjabat di Kemenparekraf mengatakan optimistisnya pertunjukan Under the Volcano” dan “Hikayat Perahu” tak kalah dengan popularitas I La Galigo yang mendunia.

Sapta optimistis pertunjukkan ini akan mendongkrak pariwisata Lampung dan sangat tergantung pada respons dan pro-aktif Pemda Provinsi Lampung untuk memanfaatkan pertunjukkan seni ini untuk kepentingan daerahnya maupun Indonesia seutuhnya.

“Reputasi Venice Biannale dan kreativitas serta respons positif sangat dibutuhkan apalagi penyairnya mengisahkan peristiwa meletusnya Gunung Krakatau pada Agustus 1883 yang identik dengan Lampung,”kata Sapta Nirwandar.

Apalagi pementasan yang akan tampil dari berbagai belahan dunia antara lain Cries karya Christos Stergioglou dan Alexandros Drakos Ktistakis (Yunani), trilogi Romance familiar (Ragada, Good Bye Lindita, Taverna Miresia) karya Mario Banushi (Yunani-Albania).

Ada Mugen Noh Othello karya Satoshi Myiagi (Jepang), Mischief Dance: A Journey Through Rhythm and Spirit karya Sharmila Biswas dan Odissi Dance (India).

Star Returning Venice karya Lemi Ponifasio (Selandia Baru), Hewa Rwanda: Letter to the Absent karya Dorcy Rugamba (Rwanda), duo Angelique Kidjo-Thierry Vaton (Benin-Prancis), hingga perdana dunia I fantasmi di Basile karya Emma Dante (Italia).

Melongok Jejak Masa Lalu di Sevilla, Andalusia

this formate

SEVILLA, bisniswisata.co.id: Bagi banyak Muslim, mengunjungi Seville — atau Sevilla — bukan sekadar wisata sejarah. Kota ini sering memberi pengalaman emosional dan spiritual yang dalam, karena di sinilah jejak besar peradaban Islam di Al-Andalus masih terasa, meski sudah berabad-abad berlalu.

Di sini kita menyadari bahwa Islam pernah memimpin peradaban dunia dengan ilmu dan adab dan di Andalusia, Islam tidak hanya hadir sebagai agama ritual, tetapi membangun ilmu pengetahuan, seni, arsitektur, toleransi sosial, perdagangan, hingga tata kota modern.

Saat melihat sisa-sisa peninggalan Islam di Sevilla, terus terang baru menyadari Islam pernah begitu maju, elegan, dan memuliakan ilmu. Ini menjadi refleksi besar tentang bagaimana umat Islam dulu berpikir,  menghargai ilmu, menjaga estetika dan membangun peradaban dengan akhlak.

Namun peradaban besar pun bisa runtuh jika kehilangan ruh dan persatuan. Melihat lengkung arsitektur Moor, berdiri di bekas masjid yang kini menjadi katedral atau berjalan di gang-gang tua Sevilla, ada rasa haru dan sekaligus bangga karena Andalusia seperti “fragmen memori” kejayaan Islam yang tertinggal di Eropa.

Sevilla – Andalusia

Sevilla adalah ibukota otonom Andalusia dan merupakan kota ke empat terbesar di Spanyol. Berpenduduk sekitar 700.000an jiwa. Kota Sevilla terletak di tepi sungai Guadalquivir di Spanyol Selatan.

Kota ini berjarak hanya kira-kira 150 km dari perbatasan dengan Portugal. Daerah ini memiliki iklim mediterania dengan musim panas yang sangat panas dan kering serta musim dingin yang ringan, tidak terlalu dingin.

Kota ini terkenal sebagai pusat budaya, sejarah dan seni dengan perpaduan unik antara pengaruh Islam dan Kristen. Sevilla pernah menjadi salah satu kota terkaya di Eropa pada abad ke 16.

UNESCO pun mengakui Sevilla sebagai kota bersejarah dengan tiga situs warisan dunia, sebagai berikut :
Katedral Sevilla : Ini adalah katedral Gotik terbesar di dunia yang dibangun antara tahun 1401-1506 di atas bekas masjid agung Almohad yang dibangun pada tahun 1172-1198 setelah penaklukan kembali oleh umat Kristen. Di dalam katedral ini terdapat makam Christopher Columbus.

Istana Kerajaan Alcazar Sevilla : Ini merupakan istana kerajaan tertua di Eropa yang masih digunakan hingga saat ini. Menampilkan perpaduan yang sangat menakjubkan dari arsitektur Mudejar ( arsitektur unik di semenanjung Iberia yang lahir dari perpaduan antara tradisi seni Islam dan Kristen di Eropa) dan Renaisans.

Istana ini masih digunakan sebagai tempat peristirahatan terakhir oleh Christopher Columbus dan merupakan tempat tujuan wisata yang terpopuler di kota Sevilla. Lebih dari 3 juta pengunjung mendatangi istana ini setiap tahun.

Arsip Umum Hindia ( General Archive of the Indies): Sebuah bangunan bersejarah yang menyimpan dokumen-dokumen berharga terkait Sejarah Spanyol di Amerika, termasuk catatan perjalanan Columbus.

Ketiga situs ini berada berdekatan di tengah pusat kota Sevilla dan membentuk satu komplex monumen yang mencerminkan sejarah kaya Andalusia.

Menara La Giralda juga sering dianggap sebagai bagian penting dari situs warisan dunia karena merupakan menara lonceng katedral yang dulunya adalah menara masjid.

Sevilla juga terkenal dengan tarian Flamenco, seni pertunjukan tradisional ekspresif dari Spanyol selatan yang menggabungkan tarian disertai hentakan kaki yang cepat, nyanyian dan petikan gitar yang sangat dinamis Warna merah hitam dan putih merupakan warna dominan kostum para penari Flamenco.

Plaza de Espana adalah sebuah alun-alun megah yang dibangun untuk Ibero-Amerika pada tahun 1029. Tempat ini sangat ramai dikunjumgi para wisatawan baik dari dalam dan luar negeri.

 

Kota yang dikunjungi sepanjang tahun karena di sekitarnya terdapat banyak restoran, kafe dan toko yang menjual barang-barang tradisional dari Sevilla/Andalusia dan Spanyol pada umumnya.

Setas de Sevilla : Ini adalah struktur kayu raksasa yang unik yang juga terdapat di pusat kota Sevilla. Ini merupakan ikon kota Sevilla yang dibangun pada tahun 2011. Karena bentuknya yang menyerupai jamur raksasa yang dalam bahasa Spanyol jamur adalah Setas.

Kuliner dan kehidupan lokal:

Tapas merupakan budaya kuliner yang sangat kuat di Sevilla. Ini terlihat dengan ditemukan- nya bar tapas di mana-mana di seluruh kota. Tapas Adalah ragam makanan ringan, camilan dalam porsi kecil khususnya masakan Spanyol yang disajikan bersama minuman ( bir/wine) di bar atau restoran.

Biasanya dinikmati bersama teman atau keluarga. Budaya ini bukan hanya soal makannya melainkan cara bersosialisasi dan berbagi sambil berbincang santai. Ini merupakan budaya Spanyol yang sangat populer.

Orang-orang di kota Seville cukup temperamental, penuh gairah namun ramah dan banyak aktivitas yang bisa kita lihat di jalan-jalan. Transportasi di kota ini cukup hanya berjalan kaki, walaupun ada bus kota dan taksi sebagai transportasi umum.

Hampir semua tempat tujuan wisata di kota ini bisa ditempuh dengan berjalan kaki, kotanya cukup datar dan mudah untuk pejalan kaki. Secara umum kota ini aman, khususnya untuk para pejalan kaki di malam hari.

Sevilla menawarkan pengalaman Spanyol yang unik dan autentik, penggabungan antara sejarah kuno dengan kehidupan kota modern yang dinamis.

Saya merasa beruntung dapat melewati hari-hari di kota ini sebelum melanjutkan perjalanan berikutnya ke Portugal.
Musim gugur November 2025..

Penulis : Widha Chaidir, guru bahasa Indonesia dan bahasa Perancis di Private High School di Melbourne, Australia

Berkunjung ke Ibu kota diplomatik Afrika, Addis Ababa

this formate

Gedung2 perkantoran menjulang tinggi di pusat kota dan kawasan bisnis Addis Ababa. ( Foto-foto: dok.pribadi)

ADDIS ABABA, bisniswisata.co.id: Addis Ababa dijuluki Ibu kota diplomatik Afrika karena menjadi pusat organisasi besar seperti African Union. Kali Ini adalah pengalaman perjalanan saya bersama suami, Bengt Sahlin,
mengunjungi Addis Ababa, ibukota Ethiopia dimana saya dibesarkan.

Alhamdulilah mas Bengt setuju dengan keinginan saya melakukan napak tilas,
melihat kota yang menyimpan begitu banyak kenangan masa kecil saya, 53 tahun yang silam.

Penerbangan kami datang dari pulau Zanzibar (Tanzania) di Afrika Timur tepat waktu dan take off pukul 19.20 menuju Addis Ababa memakan waktu sekitar 2 jam 30 menit. saya dan suami, Bengt Sahlin tiba di bandara Internasional Bole Addis Ababa sekitar pukul 21.50 waktu setempat.

Setibanya di Addis Ababa, kami langsung menuju hotel yg jaraknya sekitar 10 menit dari bandara, yaitu Hotel Golden Tulip. Langsung beritirahat karena acara kami padat keesokan harinya,  sementara kunjungan kami di kota ini hanya selama dua hari.

Bandara Internasional Bole Addis Ababa

Sejarah Bandara Internasional Bole Addis Ababa Bole (ADD) merupakan contoh nyata dari perkembangan cepat infrastruktur penerbangan di Afrika. Bandara ini didirikan pada tahun 1961 melalui dekrit Kaisar Haile Selassie I dan awalnya menggunakan namanya.

Sejak awal, bandara ini menjadi basis utama maskapai nasional, Ethiopian Airlines, yang kisah suksesnya sangat terkait dengan modernisasi pusat transportasi ini.

Setelah terjadi perubahan politik di negara tersebut pada tahun 1974, bandara ini diganti namanya menjadi Bole — sesuai dengan nama distrik di Addis Ababa tempat bandara ini berada.

Pada dekade-dekade awal operasinya, bandara ini memainkan peran penting namun relatif sederhana. Namun, pada pertengahan 1980-an, bandara ini menjadi pusat vital untuk koordinasi dan pengiriman bantuan kemanusiaan internasional.

Selama kelaparan yang dahsyat terjadi, bandara ini memiliki peran penting strategis bagi seluruh negara. Tahap penting dalam sejarah bandara terjadi pada tahun 2003, ketika modernisasi besar-besaran selesai dilakukan.

Pekerjaan tersebut meliputi pembangunan terminal internasional baru, menara kontrol modern, dan landasan pacu baru sepanjang 3.800 meter. Hal ini memungkinkan penerima-an semua jenis pesawat modern dan menjadi fondasi untuk mengubah Bole menjadi hub internasional utama.

Churchill Avenue, dengan latar belakang pemandangan Piazza District ( tengah) 

Bandara ini merupakan pusat utama (hub) Ethiopian Airlines, maskapai nasional Ethiopia yang melayani penerbangan domestik serta rute ke berbagai destinasi di seluruh benua Afrika, dan juga koneksi ke Asia, Eropa,Amerika Utara, dan Amerika Selatan dan sekaligus menjadi basis Ethiopian Aviation Academy.

Hingga Juni 2018, hampir 380 penerbangan per hari beroperasi melalui bandara ini. Ke depannya, bandara ini direncanakan akan digantikan oleh pusat penerbangan baru di Bandara Internasional Bishoftu, dengan target penyelesaian pada tahun 2030.

Ibu kota Addis Ababa

Terletak di dataran tinggi yang subur dan dikelilingi perbukitan, Addis Ababa lahir sebagai simbol harapan dan kehidupan baru. Nama kota ini sendiri, “Addis Ababa”, berarti “Bunga Baru” dalam bahasa Amharik — sebuah nama yang dipilih oleh Kaisar Menelik II ketika ia menemukan lembah yang dipenuhi bunga liar, jauh dari dinginnya kota sebelumnya, Entoto.

Di setiap sudut kota, terasa semangat pembaruan itu: dari jalan-jalan yang sibuk hingga pasar yang berwarna-warni, dari arsitektur kolonial hingga gedung – gedung modern. Addis Ababa bukan sekadar ibu kota; ia adalah permulaan baru, tempat di mana sejarah, budaya, dan kehidupan sehari-hari berpadu menjadi satu mozaik yang hidup dan terus berkembang.

Kota modern

Hari pertama kami keliling kota Addis Ababa melihat perkembangan kota yg begitu modern dibanding tentunya ketika saya pertama kali menginjakkan kaki di tahun 1969.

Banyak sudah perubahan kota Addis Ababa yang tertata rapi dengan gedung-gedung yang menjulang tinggi. Kami melewati pusat kota dan kawasan bisnis.Gedung perkantoran yang menjulang tinggi di pusat kota dan kawasan bisnis Addis Ababa.

Monument Menelik II

Kemudian kami melewati distrik Arada, masih di kawasan Piazza dimana bisa melihat Monumen Menelik II. Monumen ini berada di area St. George Cathedral yaitu patung berkuda untuk mengenang Menelik II, salah salah satu penguasa paling penting dalam sejarah Ethiopia.

Dia memerintah dari 1889–1913 dan terkenal karena memodernisasi Ethiopia serta memimpin kemenangan Ethiopia dalam Battle of Adwa melawan Italia pada tahun 1896.

Monument Yekatit 12

Monumen yang juga sering disebut Addis Ababa Martyrs’ Monument. Monumen ini berada di sebuah bundaran besar di pusat Addis Ababa.

Dibangun untuk memperingati korban pembantaian 19 Februari 1937 (12 Yekatit menurut kalender Ethiopia) saat masa pendudukan Italia di Ethiopia.

Peristiwa tersebut terjadi setelah percobaan pembunuhan terhadap gubernur Italia saat itu, Rodolfo Graziani, yang kemudian memicu pembantaian besar terhadap warga Ethiopia.

Ciri khas monumen, pilar tinggi berbentuk silinder di tengah. Di bagian bawah terdapat patung-patung manusia (martir) yang menggambarkan penderitaan rakyat. Di dekat puncak ada wajah-wajah pahatan yang melambangkan para korban.

Monumen ini menjadi salah satu simbol penting sejarah perlawanan Ethiopia terhadap penjajahan Italia dan lokasinya dekat Sidist Kilo. Mengapa monumen ini penting ? sebagai penghormatan kepada para martir Addis Ababa yang dibantai selama Perang Dunia II.

Di sini kita bisa merasakan pusat kota yang hidup, menceritakan kisah masa lalu Ethiopia yang kaya sekaligus menyaksikan sebuah monumen indah yang melambangkan ketahanan Ethiopia

Mengunjungi Lembah Entoto yang berada disekitar pegunungan Entoto Mountains di utara Addis Ababa.

African Union Monument

African Union Monument terletak di sekitar kawasan African Union (AU) Di puncaknya terdapat peta benua Afrika dengan sinar di sekelilingnya. Patung-patung di bagian bawah melambangkan bangsa-bangsa Afrika yang bersatu.

Selain African Union Monument, ada Lion of Judah Monument, patung singa dengan mahkota, simbol kerajaan Ethiopia. Sangat terkait dengan kekaisaran Haile Selassie.

Tiglachin Monumen

Mononumen ini sering juga disebut Derg Monument. Dibangun pada tahun 1984 oleh pemerintah militer Derg yang dipimpin Mengistu Haile Mariam. Monumen ini untuk memperingati tentara Ethiopia dan Kuba yang gugur dalam Perang Ogaden (1977–1978) melawan Somalia.

Kata “Tiglachin” dalam bahasa Amharik berarti “Perjuangan Kita”. Ciri khas monumen adalah beberapa elemen pada monumen memiliki makna simbolis: Bintang merah di puncak → simbol sosialisme pada masa pemerintahan Derg.

Emblem matahari dengan palu-arit di tengah → lambang komunisme dan solidaritas blok Soviet. Patung tentara di bagian bawah → menggambarkan perjuangan militer Ethiopia bersama sekutunya.

Monumen ini berada di Tiglachin Square, tidak jauh dari pusat kota Addis Ababa dan dekat dengan kawasan perkantoran. di kawasan ini, kami juga sempat melewati campus Addis Ababa University dan juga Gedung United Nations Economic Commission for Africa

National Museum of Ethiopia

Setelah kami keliling kota Addis Ababa melihat monumen bersejarah, saatnya untuk mengunjungi salah satu museum paling penting di Afrika, yaitu National Museum of Ethiopia. Di kompleks museum ini terdapat patung Kaisar Haile Selassie.

Museum Nasional Ethiopia mungkin merupa-kan salah satu museum terkemuka di Afrika sub-Sahara dalam hal koleksinya yang banyak dan tak ternilai harganya. Museum ini menyimpan kerangka Lucy yang terkenal berusia 3,2 juta tahun, serta artefak paleontologi, sejarah, dan budaya yang penting.

Fossil Lucy

Perjalanan kami lanjutkan ke Fosil Lucy, dimana pada museum ini tersimpan fosil manusia purba terkenal Lucy yang berusia sekitar 3,2 juta tahun. Museum ini memberi konteks mendalam tentang peradaban Ethiopia, serta sejarah, seni dan budaya Ethiopia.

Penemuan fosil Lucy merupakan salah satu penemuan terpenting dalam studi evolusi manusIa. Banyak bukti dari Ethiopia mendukung teori bahwa manusia modern pertama kali muncul di Afrika lalu menyebar ke seluruh dunia.

Fosil Lucy ditemukan pada 24 November 1974 di daerah Hadar, wilayah Afar, Ethiopia oleh paleoantropolog Donald Johanson dan timnya. Fosil ini berumur sekitar 3,2 juta tahun dan termasuk spesies Australopithecus afarensis salah satu nenek moyang awal manusia.

Sekitar 40% dari kerangka tubuhnya berhasil ditemukan, menjadikannya salah satu fosil hominin paling lengkap yang pernah ditemukan.

Mengapa dinamakan “Lucy”?

Nama “Lucy” diambil dari lagu Lucy in the Sky with Diamonds oleh The Beatles yang diputar di kamp penelitian malam setelah penemuan fosil tersebut.

Ciri-ciri Lucy : Tinggi sekitar 1,1 meter dan berat sekitar 27 kg. Memiliki otak kecil seperti kera, tetapi panggul dan kaki menunjukkan kemampuan berjalan tegak (bipedal) seperti manusia.

Temuan ini membantu ilmuwan memahami bahwa manusia mulai berjalan tegak sebelum otaknya berkembang besar.

Ethiopia sering disebut “Cradle of Humankind” (tempat kelahiran umat manusia) karena banyak fosil manusia purba paling tua dan penting di dunia ditemukan di sana. Penemuan-penemuan ini membantu ilmuwan memahami bagaimana manusia berevolusi.

Lembah Entoto & Entoto Park

Di hari kedua, kami ingin melihat lembah Entoto yang berada disekitar pegunungan Entoto Mountains di utara Addis Ababa.

Wilayah ini memiliki peran penting dalam sejarah politik dan budaya Ethiopia, terutama pada abad ke-19, sebagai pusat kekuasaan awal sebelum Addis Ababa.

Pada akhir abad ke-19, Kaisar Menelik II menjadikan daerah Entoto sebagai pusat pemerintahan sementara. Dia membangun istana dan markas militer di sana karena lokasinya tinggi dan mudah dipertahankan dari serangan musuh.

Namun, daerah Entoto memiliki beberapa kekurangan yaitu cuacanya sangat dingin, sulit mendapatkan kayu bakar dan air, dan medannya cukup terjal. Karena itu kemudian ibu kota dipindahkan ke lembah di bawahnya.

Lahirnya kota Addis Ababa

Istri Menelik II, Empress Taytu Betul menemukan sumber air panas di daerah lembah di selatan Entoto. Ia menyarankan membangun kota baru di sana. Kota tersebut kemudian dinamakan Addis Ababa yang berarti “bunga baru” dalam bahasa Amharik. Sejak saat itu pusat pemerintahan berpindah dari Entoto ke Addis Ababa sekitar tahun 1886.

Peran Entoto saat ini

Saat ini daerah Entoto dikenal sebagai:tempat wisata sejarah dan alam, lokasi dengan pemandangan kota Addis Ababa dari ketinggian dan kawasan hutan dan rekreasi.

Kami menyempatkan untuk makan siang di Entoto Park sambil menikmati pemandangan kota Addis Ababa dan mendengarkan desisnya daun-daun pohon Eucalyptus yg memberi kesan tenang dan meditatif, suasana alam pegunungan dengan irama alami yang lembut.

Program kami di hari kedua juga termasuk berkunjung ke sekolah International Perancis ”Lycée Franco-Ethiopien Guébré Mariam Addis Ababa” dimana saya bersekolah dari kelas 3 SD hingga kelas 1 SMP.

Kami juga menyempatkan berkunjung ke Kedutaan Besar RI Addis Ababa, dimana ayah saya dulu bekerja. Kunjungan kami diterima dengan ramah oleh Ibu Paulina Gupta Wijaya, PF Protokol dan Konsuler.

Kopi Ethiopia

Mengakhiri kunjungan kami, adalah berbelanja oleh-oleh tentunya. Apalagi kalau bukan kopi Ethiopia yang terkenal itu. Kopi Ethiopia terkenal sebagai salah satu kopi terbaik di dunia dan memiliki sejarah yang sangat panjang. Ethiopia sering disebut sebagai tempat asal kopi Arabika.

Kopi Ethiopia terkenal di dunia karena asal-usulnya yang kuno, varietas Arabika asli, serta rasa yang kompleks dan aromatik. Budaya kopi juga menjadi bagian penting dari identitas masyarakat Ethiopia.

Asal-usul kopi

Menurut legenda populer, kopi ditemukan oleh seorang penggembala kambing bernama Kaldi sekitar abad ke-9. Ia melihat kambingnya menjadi sangat energik setelah memakan buah merah dari pohon kopi. Dari situlah masyarakat mulai menggunakan biji kopi sebagai minuman.

Jenis kopi yang berasal dari Ethiopia adalah Coffea arabica, yang sekarang menjadi jenis kopi paling populer di dunia. Kopi dari Ethiopia memiliki karakter unik yaitu aroma floral (seperti bunga), rasa buah (citrus, berry, atau peach), keasaman cerah dan segar. Karena tumbuh di dataran tinggi dengan tanah vulkanik yang subur, rasa kopinya sangat kompleks.

Daerah penghasil kopi terkenal

Beberapa wilayah penghasil kopi terbaik di Ethiopia:
Yirgacheffe – rasa floral, lemon, dan teh
Sidamo – fruity dan seimbang
Harrar – dengan rasa blueberry dan cokelat
Tidak seperti banyak negara lain, Ethiopia memiliki ratusan bahkan ribuan varietas alami dari tanaman kopi Coffea arabica.

Budaya minum kopi

Di Ethiopia ada tradisi khusus yang disebut upacara kopi. Awalnya kopi disangrai, digiling, dan diseduh langsung di depan tamu menggunakan teko tradisional yang disebut jebena, dan biasanya diminum dalam tiga putaran.

Abol (cangkir pertama),Tona (kedua) dan
Baraka (ketiga – berarti berkah)
Upacara ini merupakan bagian penting dari kehidupan sosial masyarakat Ethiopia.

Berakhirlah sudah kunjungan napak tilas saya selama dua hari di ibukota Addis Ababa yg akan selalu membawa kenangan manis dan merupakan pengalaman yang indah, bermakna, dan patut disyukuri.

Penulis: Sri Darmastuti Sahlin tinggal di
Stockholm, Swedia

‘Sambal si Petualang’, Cara Cerdas Scoot Airlines Populerkan Kuliner RI

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Perusahaan penerbangan Maskapai berbiaya rendah yang merupakan bagian dari Singapore Airlines yaitu Scoot Airlines memberikan kejutan dengan kampanye Sambal si Petualang.

Chief Commercial Officer at Scoot, Calvin Chan mengatakan Scoot memiliki semangat untuk menghubungkan perjalanan masyarakat dan budaya serta menembus batasan.

Oleh karena itu mengangkat sambal—ikon kuliner yang tak terpisahkan dari keseharian masyarakat Indonesia—maka lahirlah kampanye ini dengan pendekatan kreatif yang dekat dengan budaya lokal.

“kampanye ini sebagai bentuk apresiasi Scoot terhadap kekayaan budaya kuliner Indonesia. Kami ingin pelanggan dari Indonesia tetap bisa merasakan sentuhan rumah ke mana pun mereka bepergian,” kata Calvin Chan.

Perjalanan adalah tentang spontanitas dan momen berkesan, dan kami senang dapat bekerja sama dengan Liunic untuk menghadirkan elemen akrab tersebut dalam bentuk yang menyenangkan, ungkapnya di Jakarta, Kamis lalu.

Bagi sebagian besar orang Indonesia, tidak ada makan yang benar-benar lengkap tanpa sambal. Kebiasaan inilah yang menjadi inspirasi Scoot dalam menciptakan kampanye “Sambal si Petualang”, mengajak pelanggannya membawa “rasa rumah” ke mana pun mereka terbang.

Kampanye ini digarap bersama ilustrator dan seniman visual asal Jakarta, Martcellia Liunic, berwajah imut berusia 30 tahunan yang dikenal dengan karakter warna-warni, playful, dan bergaya handmade.

Kolaborasi ini menghasilkan rangkaian aksesori perjalanan edisi terbatas yang bukan hanya lucu dan fungsional, tapi juga memungkinkan pelanggan membawa sambal kemasan saat bepergian.

Tiga aksesori perjalanan pun dihadirkan: Captain Sambal, Travelling Chili, dan Carry-on Buddy. Seluruhnya memuat ilustrasi khas Liunic dan dilengkapi kompartemen resleting sehingga sambal kemasan dapat dibawa dengan rapi serta aman.

“Sebagai orang Indonesia dan pecinta sambal, ini kolaborasi yang sangat personal. Kami menjadikan sesuatu yang sehari-hari menjadi aksesori yang fun dan tetap fungsional,” ujar Liunic saat makan siang bersama.

Menurut dia, proses kreatif plus transformasi dari gambar menjadi suvenir cukup satu setengah bulan.. Setelah itu dari akhie Desember lalu kantornya penuh dengan box berisi tiga aksesori perjalanan itu.

Aksesori edisi terbatas ini dikemas dalam konsep blind box, menambah elemen kejutan bagi para pelanggan. Blind box dapat ditukarkan dengan menunjukkan boarding pass Scoot di bandara Jakarta, Surabaya, Medan dan Yogyakarta. Mulai Mei hingga Juli 2026, kata Calvin.

Aksesori perjalanan edisi terbatas ini akan dikemas dalam konsep blind box dan dapat ditukarkan oleh pelanggan Scoot di beberapa bandara di Indonesia, seperti di Bandara Soekarno-Hatta Jakarta, Bandara Kualanamu Medan, Bandara Juanda Surabaya, dan Yogyakarta International Airports (YIA).

Pelanggan penerbangan maskapai Scoot yang berangkat dari bandara – bandara tersebut dapat menukarkan blind box dengan menunjukkan boarding pass di lokasi yang telah ditentukan pada periode berikut:

*Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Jakarta: 14 Mei 2026 – 10 Juni 2026.

*Bandara Internasional Juanda, Surabaya: 18 Juni 2026 – 24 Juni 2026.

*Bandara Internasional Yogyakarta: 18 Juni 2026 – 24 Juni 2026.

*Bandara Internasional Kualanamu, Medan: 25 Juni 2026 – 8 Juli 2026.

Selain itu, Scoot juga memberangkatkan sejumlah travel content creator Indonesia ke berbagai destinasi untuk memperkenalkan kampanye ini sekaligus memperluas awareness di kalangan pelancong muda.

Dengan memanfaatkan ikon budaya populer seperti sambal dan menggandeng talenta kreatif lokal, Scoot menghadirkan pengalaman yang lebih personal, relevan, dan dekat dengan identitas masyarakat Indonesia.

Kampanye ini bukan hanya tentang aksesori, tetapi juga tentang menghadirkan sepotong “rumah” di setiap perjalanan. Calvin Chan mengaku puas dengan respons undangan media dan kalangan komunitas backpakers yang memuji pilihan sambal dalam dompet aksesori perjalanan yang dinilai pilihan tepat produk sambal berkualitas yaitu brand Belibis.

Melayani rute ke Indonesia sejak 2009, Scoot berencana membuka rute penerbangan langsung dari Sinagpura ke Pontianak pada Juni 2026 nanti. Sebelumnya, Scoot juga baru membuka penerbangan langsung ke Belitung.

“Pontianak terletak di Kalimantan. Ini akan menjadi opsi lain setelah sebelumnya Scoot sudah ada di Balikpapan dan (pembukaan rute baru) dapat membuka destinasi yang lebih beragam bagi para pelancong,” kata Calvin Chan, Chief Commercial Officer Scoot.

Pembukaan rute ke Pontianak membuat rute penerbangan Scoot ke Indonesia akan bertambah menjadi 17. Rute sebelumnya Scoot sudah ada di Jakarta, Denpasar, Labuan Bajo, Lombok, Kertajati, Makassar, Manado, Medan, Padang, Palembang, Pekanbaru, Semarang, Surabaya, dan Yogyakarta.

Pontianak merupakan kota di Kalimantan Barat yang terletak tepat di garis khatulistiwa dan merupakan rumah bagi Tugu Khatulistiwa. Kota tepi sungai yang kaya budaya ini terletak di sepanjang sungai terpanjang di Indonesia, Sungai Kapuas, dan dikenal sebagai surga kuliner.

Di tahap pertama pembukaan ke Pontianak, Scoot akan mengoperasikan penerbangan tiga kali seminggu. Jumlah ini berpotensi bertambah jika okupansi naik signifikan.

Bahkan sebelumnya Scoot sudah mengumumkan akan menambah jumlah penerbangan pada musim liburan sekolah ke sejumlah destinasi wisata unggulan pada April kemarin dan Juni nanti. Beberapa tujuan yang ditambah adalah Jakarta, Bali, Lombok, Manado dan Labuan Bajo.

KetikaPerusahaan Penerbangan Memanjakan Penumpangnya

this formate

China Airlines dan Marc Jacobs, menciptakan koleksi perlengkapan premium baru untuk penumpang bisnis

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Industri penerbangan memiliki event Aircraft Interiors Expo (AIX), pusat pertemuan terkemuka di dunia bagi maskapai penerbangan dan rantai pasokan. Untuk AIX 2026: Buzz meluncurkan berbagai produk maskapai penerbangan di segmen premium, keluarga, dan kenyamanan selama perjalanan udara.

Di Aircraft Interiors Expo 2026, Buzz Products mengumumkan serangkaian peluncuran produk maskapai penerbangan yang menunjukkan bagaimana produk – produk tekstil menjadi bagian yang lebih besar dari pengalaman penumpang.

Di seluruh kabin premium, perjalanan keluarga, dan inovasi produk, perusahaan ini meluncurkan kemitraan baru dengan maskapai penerbangan dan merek desain yang tersebar di Asia, Amerika Utara, dan Eropa. SIaran persnya menyoroti bagaimana maskapai penerbangan menggunakan produk tekstil untuk membangun loyalitas, kenyamanan, dan identitas merek.

Marc Jacobs Berkolaborasi dengan China Airlines

Pengumuman besar pertama Buzz di AIX 2026 datang melalui kemitraannya dengan China Airlines dan Marc Jacobs, menciptakan koleksi perlengkapan premium baru untuk maskapai tersebut. Ini menandai pertama kalinya label tersebut bermitra dengan maskapai penerbangan untuk perlengkapan kabin premium.

Dikembangkan bersama Buzz, koleksi ini memperkenalkan perlengkapan untuk penumpang Kelas Bisnis dan Ekonomi Premium. Alih-alih memperlakukan perlengkapan sebagai kemasan sekali pakai, maskapai memandangnya sebagai aksesori yang dapat digunakan kembali yang dapat terus digunakan penumpang setelah penerbangan.

Pelanggan Kelas Bisnis akan menerima salah satu dari dua desain tas yang menampilkan perangkat keras Double J khas Marc Jacobs, sentuhan akhir premium, dan tali pergelangan tangan yang dapat dilepas. Di dalamnya terdapat perlengkapan perjalanan penting termasuk masker mata, aksesori pengorganisasian, perawatan kulit, dan barang-barang perawatan pribadi.

Penumpang Ekonomi Premium menerima “The Flight Case,” tersedia dalam warna Lyon Blue atau Lemongrass. Tas kompak ini menampilkan merek Marc Jacobs, penutup ritsleting, dan perlengkapan perjalanan penting seperti sandal, perlengkapan gigi, perawatan kulit, dan masker mata.

China Airlines juga bermitra dengan FRAMA untuk produk perawatan kulit eksklusif yang terinspirasi oleh rangkaian Herbarium. Koleksi ini mencakup losion dan pelembap bibir yang dirancang untuk membantu penumpang tiba dengan segar.

American Airlines Merayakan 100 Tahun dengan Pakaian Tidur

Buzz juga bermitra dengan American Airlines untuk koleksi pakaian tidur kabin premium edisi khusus yang ditawarkan kepada penumpang Kelas Bisnis penerbangan jarak jauh.

Diluncurkan pada 15 April 2026, bertepatan dengan ulang tahun keseratus maskapai penerbangan ini, koleksi edisi khusus ini menghormati satu abad sejarah penerbangan sekaligus memberikan kenang-kenangan kepada para pelancong yang terkait dengan salah satu merek paling terkenal di industri ini.

Koleksi ini menampilkan tiga desain terpisah, masing-masing menampilkan logo American Airlines bersejarah dari era yang berbeda. Pendekatan ini menghubungkan penumpang dengan evolusi maskapai penerbangan dari tahun-tahun awalnya hingga posisinya saat ini sebagai salah satu maskapai penerbangan terbesar di dunia.

Pakaian tidur ini menggunakan kain biru marle yang dipilih karena kelembutan, sirkulasi udara, dan gaya modernnya. Setiap set hadir dalam tas serut yang mendukung presentasi sekaligus tetap praktis untuk digunakan kembali.

Bagi maskapai penerbangan, pakaian tidur dapat berperan lebih besar daripada sekadar kenyamanan di malam hari. Di kabin premium, produk-produk ini membantu memperkuat eksklusivitas dan dapat menjadi titik sentuh merek yang halus namun berkesan.

Waktu peluncuran juga penting bagi American Airlines. Ulang tahun penting menciptakan peluang penting untuk menceritakan kisah merek secara langsung kepada penumpang, dan koleksi ini melakukannya melalui sesuatu yang secara fisik dikenakan dan dibawa pulang oleh penumpang.

Bagi-bagi pakaian tidur di udara oleh American Airlines di kabin premium

Thai Airways Membawa Keajaiban Disney ke Dalam Pesawat

Fokus Buzz di AIX 2026 meluas melampaui kabin premium melalui program anak-anak baru bersama Thai Airways.

Maskapai ini meluncurkan kit aktivitas bertema Disney pertama mereka, yang dibuat oleh Buzz untuk meningkatkan pengalaman di dalam pesawat bagi penumpang muda sekaligus memberikan produk yang dapat digunakan kembali dan dikoleksi untuk keluarga.

Dua tema kit tersebut menampilkan Moana dan Mickey Mouse. Buzz merancang setiap program dengan mengedepankan kreativitas, kemandirian, dan hiburan selama perjalanan.

Versi bertema Moana mencakup tas gadget, permainan papan pop-up, patch bordir, puzzle, dan pensil warna. Konsepnya berfokus pada petualangan dan eksplorasi, mencerminkan tema film tersebut.

Kit Mickey Mouse mencakup tas selempang, lembaran stiker, aktivitas, dan permainan perjalanan yang dirancang untuk mendorong kreativitas langsung selama perjalanan.

Buzz juga membangun konsep penggunaan kembali, menggunakan tas tahan lama dan elemen koleksi yang dapat terus digunakan anak-anak setelah penerbangan.

Produk anak-anak menjadi semakin strategis bagi maskapai penerbangan, terutama pada jaringan yang berfokus pada rekreasi di mana kepuasan keluarga dapat memengaruhi pemesanan berulang.

Melalui program seperti ini, Buzz membantu maskapai penerbangan memperkuat loyalitas dengan penumpang muda dan orang tua.

Bagi Thai Airways, memadukan presentasi premium dengan merek hiburan terkenal membantu memodernisasi segmen keluarga dalam pengalaman di dalam pesawat.

Buzz dan Tangerine Memikirkan Kembali Kenyamanan Kelas Ekonomi Premium

Selanjutnya, Buzz menggunakan AIX 2026 untuk mengumumkan kemitraan baru dengan konsultan desain Inggris, Tangerine, yang berfokus pada inovasi kenyamanan Kelas Ekonomi Premium.

Kolaborasi ini mencerminkan peran Buzz yang lebih luas di luar fasilitas, memposisikan perusahaan sebagai mitra inovasi produk bagi maskapai penerbangan yang berupaya meningkatkan kenyamanan di seluruh kabin.

Selama enam bulan, Buzz dan Tangerine bersama-sama mengembangkan konsep yang ditujukan untuk mengatasi masalah umum penerbangan jarak jauh di Kelas Ekonomi Premium.

Produk-produk tersebut meliputi selimut yang nyaman, masker mata peredam sensorik dengan earbud terintegrasi, bantal leher datar yang dapat disesuaikan, dan bantal pinggang lipat.

Setiap produk berfokus pada ergonomi dan kemampuan adaptasi yang lebih cerdas daripada ukuran yang besar. Hal ini penting di kelas Premium Economy, di mana penumpang menginginkan peningkatan yang berarti tanpa harga kelas bisnis.

Proyek ini juga mempertimbangkan perubahan preferensi penumpang, terutama penumpang muda yang menghargai estetika, kepraktisan, dan produk yang mendukung relaksasi dan produktivitas.

Keberlanjutan merupakan inti dari proses pengembangan. Buzz dan Tangerine mengatakan mereka sedang mengeksplorasi busa biomaterial dan sistem produk yang dapat digunakan kembali yang pada akhirnya dapat didaur ulang daripada dibuang.

Inisiatif ini menyoroti bagaimana inovasi kenyamanan bergeser. Alih-alih hanya mengandalkan kursi yang lebih besar atau sandaran yang lebih dalam, maskapai penerbangan dan pemasok semakin memperhatikan produk-produk pendukung.

Terutama yang meningkatkan kualitas tidur, postur, dan kesejahteraan. Hal ini sangat berharga di kelas Premium Economy, di mana peningkatan kecil seringkali menentukan apakah penumpang merasa telah menerima nilai tambah yang berarti.

Secara keseluruhan, pengumuman Buzz tentang AIX 2026 mengungkapkan pergeseran yang lebih luas dalam pola pikir maskapai penerbangan. Produk-produk non-teknis seperti perlengkapan kebutuhan pribadi, pakaian tidur, paket anak-anak, dan bantal kini menjadi alat utama untuk diferensiasi.

Produk-produk ini membantu maskapai penerbangan menceritakan kisah, menciptakan loyalitas emosional, meningkatkan kenyamanan, dan memperluas identitas merek di luar kabin pesawat

Singapore Airlines Pilih Starlink untuk WI-FI Penerbangannya.

this formate

Private Room Singapore Airlines di Bandara Changi, Singapura.

SINGAPURA, bisniswisata.co.id: Pelanggan Singapore Airlines (SIA) akan menikmati pengalaman Wi-Fi dalam penerbangan yang lebih baik mulai kuartal pertama 2027, melalui penerapan secara bertahap layanan broadband berbasis satelit orbit rendah Bumi (low Earth orbit/LEO) dari Starlink di dalam pesawat Airbus A350-900 long haul, A350-900 ultra long range, dan A380 milik SIA.

Dengan lebih dari 10.000 satelit yang telah diluncurkan ke orbit rendah Bumi (LEO), Starlink mampu menghadirkan konektivitas multi-gigabit ke pesawat menggunakan Aero Terminal miliknya yang dapat mendukung hingga 1 Gbps per antena.

Dengan demikian, pelanggan di seluruh kelas kabin akan menikmati konektivitas yang lebih cepat, lebih lancar, dan tanpa hambatan sejak lepas landas hingga mendarat untuk berbagai aktivitas seperti streaming video, berbagi konten di media sosial, bermain game, dan mengirim dokumen berukuran besar.

Pelanggan Suites, First Class, Business Class, anggota PPS Club, serta anggota KrisFlyer yang bepergian di Premium Economy Class dan Economy Class, tetap dapat menikmati pengalaman Wi-Fi gratis tanpa batas dari SIA di dalam pesawat yang dilengkapi Starlink[1].

Yeoh Phee Teik, Senior Vice President Customer Experience, Singapore Airlines, mengatakan: “Konektivitas yang cepat dan tanpa hambatan kini menjadi bagian penting dari pengalaman perjalanan. Singapore Airlines telah menawarkan Wi-Fi dalam penerbangan gratis paling komprehensif di dunia di seluruh armada kami.”

Starlink akan membawa pengalaman ini ke level berikutnya dengan menghadirkan konektivitas berkecepatan tinggi generasi terbaru, yang memungkinkan pelanggan untuk tetap terhibur, terhubung, dan produktif sepanjang perjalanan mereka, dengan pengalaman yang lebih lancar dan tanpa hambatan sejak lepas landas hingga mendarat, tambahnya.

Jason Fritch, Vice President of Starlink Enterprise Sales, SpaceX, mengatakan sangat antusias untuk menghadirkan Starlink di dalam penerbangan Singapore Airlines. Pelanggan dan awak kabin akan segera menikmati konektivitas dengan latensi rendah dan lancar selama perjalanan.

Baik dalam penerbangan jarak jauh maupun ultra-jarak jauh, Starlink mendefinisikan kembali hal yang mungkin dilakukan bagi wisatawan maupun pelaku perjalanan bisnis, sehingga setiap penerbangan menjadi lebih menyenangkan dan jauh lebih terhubung.”

Scoot Memperkuat Armada dengan 11 Pesawat dari Keluarga Airbus A320neo

this formate

SiNGAPURA, bisniswisata.co.id:  Scoot, maskapai penerbangan bertarif rendah yang merupakan anak perusahaan dari Singapore Airlines (SIA) mengumumkan pesanan pasti untuk lima pesawat dari keluarga Airbus A320neo.

Maskapai tersebut juga menggunakan opsi untuk enam pesawat tambahan, yang merupakan bagian dari pesanan tahun 2014 dengan Airbus. Pesawat-pesawat baru tersebut akan dikirimkan secara bertahap mulai tahun 2028.

Dengan penambahan 11 pesawat ini, yang akan ditenagai oleh mesin Pratt & Whitney PW1100G-JM (GTF), total pesanan Scoot untuk keluarga A320neo akan meningkat menjadi 20 pesawat.

Pesawat baru ini akan dilengkapi dengan 186 kursi pada tipe A320neo dan 236 kursi pada tipe A321neo, semuanya dalam konfigurasi kelas tunggal.

Penambahan armada pesawat keluarga A320neo ini akan memperluas kapasitas Scoot serta fleksibilitas pengoperasian rute dalam jangkauan lima hingga enam jam penerbangan, sehingga memungkinkan maskapai ini meluncurkan layanan baru dan optimalkan koneksi ke jaringan SIA Group yang lebih luas.

Kapasitas ini akan meningkatkan kedalaman dan jangkauan konektivitas udara Singapura antara Asia Tenggara, Asia Utara, dan wilayah lain di luar kawasan tersebut, sekaligus memperkuat posisinya sebagai hub penerbangan global terkemuka.

Pertumbuhan ini juga mencerminkan keyakinan terhadap prospek jangka panjang perjalanan udara, terutama di kawasan Asia Pasifik.

Dari tahun ke tahun, Scoot terus memperluas armada dan jaringannya, memperkuat konektivitas dengan pasar-pasar utama melalui penambahan frekuensi penerbangan pada rute-rute dengan permintaan tinggi, serta meningkatkan jumlah penumpang pada rute-rute baru.

Sejak tahun fiskal 2022/2023, maskapai ini telah memperkuat konektivitas SIA Group dengan 25 destinasi baru, termasuk kota-kota non-metropolitan yang sedang berkembang seperti Chiang Rai di Thailand dan Phu Quoc di Vietnam, serta destinasi jarak jauh seperti Wina di Austria.

Dari destinasi-destinasi baru tersebut, 16 di antaranya dioperasikan secara eksklusif oleh Scoot dari Singapura. Pada Juni 2026, Scoot akan melayani total 85 tujuan, yang mencakup sekitar setengah dari jumlah tujuan yang saat ini terhubung dengan Singapura melalui Bandara Changi.

Dari jumlah tersebut, 37 di antaranya dioperasikan secara eksklusif oleh maskapai ini, yang menegaskan peran Scoot dalam membuka rute langsung baru ke berbagai kota serta mendorong arus lalu lintas penerbangan yang mungkin tidak terlayani dengan baik tanpa adanya layanan tersebut.

“Kami memperkirakan permintaan perjalanan akan terus meningkat, terutama di kawasan Asia-Pasifik, dalam beberapa tahun mendatang. Jangkauan dan kapasitas armada pesawat keluarga A320neo akan memungkinkan Scoot untuk memperluas dan memperkuat konektivitas jaringan SIA Group

Dengan demikian memberikan peluang pertumbuhan baru bagi SIA Group dan menawarkan pilihan perjalanan yang lebih mudah bagi para pelanggan.”kata Leslie Thng, Chief Executive Officer Scoot.

Kombinasi armada  yang terdiri dari pesawat jet regional Embraer E190-E2, pesawat berlorong tunggal keluarga Airbus A320, dan pesawat berbadan lebar keluarga Boeing 787 memungkinkan kami mengoperasikan jaringan penerbangan yang luas.

Jaringan ini mencakup rute jarak pendek, menengah, dan jauh, yang melengkapi jaringan SIA yang lebih luas serta semakin memperkuat posisi Singapura sebagai pusat penerbangan global terkemuka,” tambah Thng.

Saat ini, Scoot mengoperasikan armada sebanyak 63 pesawat, yang terdiri dari 24 pesawat berbadan lebar Boeing 787 Dreamliner (termasuk varian -8 dan -9), 30 pesawat keluarga A320 (enam A320ceo, 12 A320neo, dan 12 A321neo), serta sembilan pesawat Embraer E190-E2.

Sebagai bagian dari program pembaruan armada dan untuk mempertahankan armada yang lebih hemat bahan bakar, Scoot berencana menghentikan pengoperasian enam pesawat A320ceo-nya pada tahun 2028.

Mengoperasikan armada yang muda dan modern juga merupakan salah satu cara paling efektif bagi maskapai penerbangan untuk mengurangi emisi karbon.

Sejak tahun 2024, Scoot telah menambah jet regional Embraer E190-E2 ke dalam armadanya, yang termasuk dalam kategori pesawat paling senyap dan paling hemat bahan bakar di kelasnya.

Pada tahun fiskal 2025/2026, maskapai ini mengganti delapan A320ceo dengan A320neo dan A321neo generasi baru. Pesawat keluarga A320neo mengonsumsi bahan bakar hingga 20% lebih sedikit, sehingga mengurangi emisi karbon dan berkontribusi pada tujuan SIA Group untuk mencapai emisi karbon nol bersih pada tahun 2050.

Krisis BBM Makin Parah, 13.000 Penerbangan Dunia Dibatalkan

this formate

Foto: Ilustrasi pesawat. (Dok. Pixabay)

JAKARTA, bisniswisata.co.id:  Sejumlah maskapai dunia ramai-ramai memangkas sekitar 13 ribu penerbangan selama Mei 2026. Hal ini disebabkan lonjakan harga avtur yang terus membebani operasional penerbangan akibat krisis bahan bakar pesawat yang dipicu konflik Iran.

Melansir CNBC Indonesia dari Euro News, Kamis , data firma analitik penerbangan Cirium menunjukkan maskapai global telah memang-kas hampir dua juta kursi penerbangan hanya dalam dua pekan terakhir April. Jumlah kursi yang tersedia selama Mei turun dari 132 juta menjadi 130 juta.

Pemangkasan ini diperkirakan berdampak besar terhadap penumpang, terutama keluarga yang berencana bepergian saat libur half term di Inggris dan sejumlah negara Eropa pada akhir Mei.

Sejumlah maskapai besar Eropa yang mulai membatalkan penerbangan antara lain Turkish Airlines, Lufthansa, British Airways, dan KLM.

Selain membatalkan penerbangan, banyak maskapai juga mulai mengganti pesawat dengan ukuran lebih kecil demi menghemat bahan bakar.

Lufthansa menjadi salah satu maskapai yang paling terdampak. Maskapai asal Jerman itu memangkas sekitar 20.000 rute jarak pendek dari jadwal musim panasnya.

Lonjakan harga avtur sendiri dipicu konflik Iran yang berlangsung sejak Februari lalu. Penutupan Selat Hormuz disebut memutus sekitar seperlima pasokan minyak dunia dan membuat harga bahan bakar jet melonjak lebih dari dua kali lipat.

Akibatnya, banyak maskapai global menaikkan harga tiket di rute populer, menghentikan penerbangan di rute yang kurang diminati, hingga mengoperasikan pesawat lebih kecil untuk mengurangi konsumsi bahan bakar.

Pemerintah Inggris bahkan mulai mengambil langkah darurat. Menteri Transportasi Inggris Heidi Alexander mengumumkan aturan penggunaan slot penerbangan di bandara Inggris akan ditangguhkan sementara.

Artinya, maskapai seperti British Airways dapat mengurangi jadwal penerbangan tanpa takut kehilangan slot bandara mereka kepada pesaing.

Di tengah musim liburan musim semi dan panas yang mulai berjalan, penumpang juga berisiko mengalami perubahan jadwal mendadak.

Dalam sejumlah kasus, penumpang yang penerbangannya tidak dibatalkan bisa dipindahkan ke penerbangan lain di hari berbeda, sehingga durasi liburan mereka berpotensi menjadi lebih singkat.

 

Sudan Mengundang Investasi Indonesia di Sektor Pertanian dan Industri Halal

this formate

Duta Besar Sudan untuk Indonesia Yassir Mohamed Ali berpartisipasi dalam talkshow Jakarta Globe Corner di B-Universe Studio di Pantai Indah Kapuk 2, Tangerang, Banten, kemari (Foto: JG Photo/Ria Fortuna)

TANGERANG, bisniswisata.co.id: Sudan berupaya menjalin kemitraan strategis dengan Indonesia dengan memposisikan diri sebagai pintu gerbang menuju ekonomi halal Afrika yang sedang berkembang

Duta Besar Sudan Untuk Indonesia Dr Yassir Mohamed Ali mengatakan pihaknya menawar-kan akses ke sumber daya pertanian yang melimpah dan pasar regional di seluruh benua.

Kerja sama ekonomi bilateral yang lebih erat menjadi semakin penting bagi RI- Sudan di tengah ketegangan geopolitik global dan fragmentasi ekonomi.

Dia mengatakan Sudan melihat peluang signifikan untuk kerja sama jangka panjang dengan Indonesia, khususnya di bidang industri halal, pertanian, ketahanan pangan, infrastruktur, dan energi.

Menurut Yassir, Sudan dapat berfungsi sebagai pintu gerbang strategis bagi bisnis Indonesia yang ingin mengakses pasar Afrika melalui blok perdagangan regional.

Peluang terbesar ada di Afrika. Dengan populasi lebih dari 1,4 miliar jiwa, dan mungkin 60% di antaranya beragama Islam, pasar halal menawarkan potensi yang sangat besar,” kata Yassir kemarin

Berbicara usai berpartisipasi dalam acara bincang-bincang Jakarta Globe Corner di Pantai Indah Kapuk 2, Tangerang, Duta Besar juga menyoroti kapasitas pertanian Sudan.

Dia mengatakan bahwa negara itu memiliki lebih dari 80 juta hektar lahan subur, sumber daya air yang melimpah, dan tanah yang subur yang cocok untuk produksi pangan skala besar.